Tugas Tafsir by DoelKariem

VIEWS: 264 PAGES: 6

									                                KATA PENGANTAR
        Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayahnya kita masih
diberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah Ilmu Kalam ini yang berjudul “ Sistem Pelaksanaan Pendidikan Islam (Makkah,
Madinah ) “ Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rosul SAW, semoga
kita mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat nanti.

       Tidak lupa terimakasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah
mengarahkan kami, serta teman – teman yang telah memberi dukungan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

      Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan kearah kesempurnaan.

                                          DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………......................................……….……..…1

Daftar isi ……………………………………..............................…………………………1

BAB I Pendahuluan

    1. Latar Belakang masalah………………………………………………………..….2

    2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………2

    3. Tujuan………………………………………………………………………………2

BAB II Pembahasan

        A. Masa Pembinaan Pendidikan Islam………………………………............3
                1. Pelaksanaan Pendidikan Islam Periode Makkah…………….5
                2.   Pelaksanaan Pendidikan Islam Periode Mandinah………………..7
        B. Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan………………………..10


BAB III Penutup…………………………....................................................................12

DAFTAR PUSTAKA…..………………………………………..........................................13
                                   BAB I

                            PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

          Hakikat wujud manusia menurut Ahmad Tafsir (2005: 34) adalah
   makhluk    yang perkembangannya dipengaruhi          oleh pembawaan     dan
   lingkungan. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa manusia mempunyai
   banyak kecenderungan, ini disebabkan oleh banyaknya potensi yang dimiliki.
   Dalam hal ini beliau membagi kecenderungan itu dalam dua garis besar yaitu
   cenderung menjadi orang baik dan cenderung menjadi orang jahat (2003: 35).

          Pemahaman tentang manusia merupakan bagian dari kajian filsafat.
   Tak mengherankan jika banyak sekali kajian atau pemikiran yang telah
   dicurahkan untuk membahas tentang manusia . walaupun demikian, persoalan
   tentang manusia akan menjadi misteri yang tek terselesaikan. Hal ini menurut
   Husein Aqil al-Munawwar dalam Jalaluddin (2003: 11) karena keterbatasan
   pengetahuan para ilmuan untuk menjangkau segala aspek yang terdapat dalam
   diri manusia. Lebih lanjut Jalaluddin (2003: 11) mengatakan bahwa manusia
   sebagai makhluk Allah yang istimewa agaknya memang memiliki latar
   belakang kehidupan yang penuh rahasia. Dengan demikian, memang yang
   menjadi keterbatasan untuk mengetahui segala aspek yang terdapat pada diri
   manusia itu adalah selain keterbatan para ilmuan untuk mengkajinya, juga
   dilatarbelakangi oleh faktor keistimewaan manusia itu sendiri.

          Walaupun demikian, sebagai hamba yang lemah, usaha untuk
   mempelajarinya tidaklah berhenti begitu saja. Banyak sumber yang
   mendukung untuk mempelajari manusia. Di antara sumber yang paling tinggi
   adalah Kitab Suci Al-Qur’an. Yang mana di dalamnya banyak terdapat
   petunjuk-petunjuk tentang penciptaan manusia. Konsep-konsep tentang
   manusia banyak dibahas, mulai dari proses penciptaan sampai kepada
   fungsinya sebagai makhluk ciptaan Allah.

          Dalam makalah ini kami berupaya untuk menguraikan secara
   sederhana tentang kedudukan serta tugas – tugas Manusia sebagai Mahluk
   social dan juga Hukum – hukum Kemasyarakatan. Yang sudah tentu hal ini
   merupakan kajian untuk mempejari penciptaan manusia.

B. Rumusan Masalah

          Dalam makalah ini kami akan membahas beberapa hal penting
   diantaranya :

          1. Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial
          2. Tugas Manusia Sebagai Mahluk Sosial
          3. Hukum – hukum Kemasyarakatan

C. Tujuan Penulisan

          1. Untuk mengetahui kedudukan manusia sebagai makhluk social
          2. Untuk mengetahui tugas manusia
          3. Mengetahui hukum kemasyarakatan
                                                BAB II

                                          PEMBAHASAN

       A. Surat Al Ambiya’ Ayat 92




       B. Surat Ali Imron Ayat 104

                    Dalam ayat 104 ini, Allah memerintahkan orang yang beriman untuk
           menempuh jalan yang berbeda, yaitu menempuh jalan luas dan lurus serta
           mengajak orang lain menempuh jalan kebajikan dan makruf.

                    Pengetahuan yang dimiliki seseorang atau kemampuan mengamalkan
           sesuatu akan berkurang, terlupakan dan bahkan hilang, jika tidak ada yang
           mengingatkanya atau dia tidak mengulang – ulangi mengerjakanya. Di sisi
           lain, pengetahuan dan pengamalan saling berkaitan erat, pengetahuan
           mendorong kepada pengamalan dan meningkatkan kualitas amal. Maka dari
           itu manusia dan masyarakat perlu selalu diingatkan dan diberi keteladanan.
           Inilah inti dari dakwah Islamiyah. 1

                    Orang yang di ajak bicara dalam ayat ini ialah kaum mukminin
           seluruhnya. Mereka terkena taklif agar memilih suatu golongan yang
           melaksanankan kewajiban ini. Realitasnya adalah hendaknya masing – masing
           anggota kelompok tersebut mempunyai dorongan dan mau bekerja untuk
1
    . M. Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbah. Hlm 172 – 173.
           mewujudkan hal ini dan mengawasi perkembanganya dengan kemampuan
           optimal. Sehingga apabila mereka melihat kekeliruan dalam hal ini (amar
           ma’ruf nahi munkar), segera mereka mengembalikanya ke jalan yang benar.

                   Syarat Amar Ma’ruf Nahi Mungkar :

                   1. Pandai dalam bidang Al Qur’an, sunnah dan sirah Nabi dan
                        Khulafa’ur Rasyidin ra.
                   2. Pandai membaca situasi orang – orang yang sedang menerima
                        dakwahnya, baik dalam urusan bakat, watak, dan akhlak mereka.
                   3. Mengetahui bahasa umat yang dituju oleh dakwahnya.
                   4. Mengetahui Agama, aliran, sekte – sekte masyarakat agar juru
                        dakwah bias mengetahui kebatilan – kebatilan yang terkandung
                        padanya. Sebab bila seseorang tidak jelas kebatilan yang
                        dipeluknya, maka sulit baginya memenuhi ajakan kebenaran yang
                        didengungkan oleh orang lain, sekalipun orang tersebut telah
                        mengajaknya.2

                   Dari sini dapat ditarik kesimpulan, bahwa yang bias melaksanakan
           dakwah hanyalah kalangan khusus umat islam, yaitu yang mengetahui rahasia
           – rahasia hokum, hikmah tasyri’ dan fiqihnya. Mereka adalah orang yang
           disisyaratkan oleh Al Qur’an dalam firmanNya surat At – Taubah ayat 122 :




                   “ …..mengapa tidak pergi dari tiap – tiap golongan di antara mereka
           beberapa orang untuk memperdalam penegtahuan mereka tentang agama dan
2
    . Ahmad Musthofa Al – Maraghi, Tafsir Al _ Maraghi (Semarang: Toha Putra), hlm. 37
   untuk member peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali
   kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya “




C. Surat Ali Imron ayat 110

								
To top