Embed
Email

Manusia dalam Perspektif Islam

Document Sample

Shared by: Doel Kariem
Categories
Tags
Stats
views:
28
posted:
11/23/2011
language:
pages:
1
Manusia dalam Perspektif Islam



Berbicara mengenai manusia dalam perpektif Islam tentunya tidak akan terlepas dari bagaimana

Alquran dan Hadits sebagai sumber ajaran Islam membicarakan manusia itu sendiri. Dalam

konteks Alquran konsep manusia diwakili oleh kata-kata nafs, basyar, ins, insân, unâs, mar’ dan

nâs. Kata-kata yang paling sering digunakan Alquran ketika membicarakan manusia adalah kata

basyar, insân dan nâs. Kata basyar lebih dikaitkan dengan manusia dalam kapasitasnya sebagai

makhluk biologis. Semua kata basyar dalam Alquran menunjukkan gejala umum yang nampak

pada fisik manusia. Dengan demikian, pengertian basyar lebih menunjuk pada aktivitas lahir

manusia yang dipengaruhi oleh dorongan kodrat alamiahnya, seperti makan, minum, kawin dan

akhirnya mati sebagai akhir kegiatannya di dunia. Sedangkan kata insân -sebagai kata yang

paling banyak digunakan Alquran tentang manusia- menerangkan manusia dalam berbagai

konteks, antara lain: (1) manusia sebagai makhluk yang dianugerahi pengetahuan (ilmu) (96:1-

4), (2) manusia memiliki musuh yang nyata yaitu syetan (12: , (3) manusia sebagai pemikul

amanat (33:72), (4) manusia dituntut mengoptimalkan waktu sebaik-baiknya agar tidak tergolong

orang yang merugi (103:1-3), (5) manusia dituntut pertanggungjawabannya atas peran dan

usahanya di dunia (53:34. konsep basyar dan insan ini merupakan konsep Islam tentang manusia

sebagai individu.



Dalam konteks manusia sebagai makhluk sosial, Alquran menamai manusia dengan sebutan nâs.

Manifestasi dari kualitas manusia tidak terlepas dari konteks sosial dan tidak hanya bersifat

individual semata. Dalam Alquran surat Ali Imran ayat 112, dinayatakan bahwa kualitas

kemanusiaan sangat tergantung dari kualitas berkomunikasi dengan Allah melalui ibadah dan

kualitas berinteraksi sosial melalui muamalah.



Dalam kaitannya dengan tugas dan peran hidupnya di dunia, Alquran menyebut manusia dengan

istilah khalifah. Khalifah berarti pengganti atau wakil, dalam hal ini, manusia menajdi khalifah

Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada

manusia sebagai mandataris Tuhan bersifat kreatif namun dibatasi oleh aturan-atuaran yang telah

digariskan Tuhan sebagai yang diwakilinya, baik yang tersurat maupun tersirat. Penggunaan

wewenang ini sepenuhnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah (39:35). Selain

sebagai khalifah, manusia juga berperan sebagai hamba Allah. Esensi dari abd adalah ketaatan,

ketundukan dan kepatuhan. Dalam kapasitas sebagai ciptaan Tuhan, manusia memiliki keharusan

untuk taat dan payuh kepada Penciptanya. Keengganan manusia mengabdikan dirinya kepada

Sang Pencipta akan menggiringnya pada penghambban terhadap diri sendirei, pada hawa

nafsunya.



Kapasitas manusia sebagai khalifah dan hamba Allah sekaligus, bukanlah dua hal yang

kontradiktif, melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak bisa dipisahkan. Kekhalifahan

merupakan manifestasi pengabdian manusia kepada Allah, Tuhan Sang Pencipta. Wallâhu a‘lam

bish-shawâb.







http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/20/hakikat-manusia-dalam-islam/


Related docs
Other docs by Doel Kariem
proposal MPP
Views: 63  |  Downloads: 1
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Views: 97  |  Downloads: 0
Kurikulum Pendidikan Zaman Nabi Muhammad
Views: 29  |  Downloads: 0
KATA PENGANTAR
Views: 15  |  Downloads: 0
Manusia Dalam Perspektif Al
Views: 5  |  Downloads: 0
Tugas Tafsir
Views: 78  |  Downloads: 0
Manusia dalam Perspektif Islam
Views: 28  |  Downloads: 0
opex
Views: 11  |  Downloads: 0
BAB I
Views: 117  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!