Docstoc

Observasi Tanaman Obat ke BALITRO dan KEBUN RAYA BOGOR

Document Sample
Observasi Tanaman Obat ke BALITRO dan KEBUN RAYA BOGOR Powered By Docstoc
					                                          BAB I

                                    PENDAHULUAN



1.1   LATAR BELAKANG

              Manusia ingat akan keperluan bahan pangan yang tidak akan putus-putusnya.
      Keperluan bahan pangan sudah menjadi persoalan akrab dengan manusia. Kegiatan
      pertanian yang meliputi budidaya bercocok tanam merupakan paling tua.

             Sejalan dengan peningkatan peradaban manusia, tehnik budidaya tanaman juga
      berkembang menjadi berbagai system. Mulai dari system yang sederhana ssmpai sistem
      yang canggih. Berbagai tehnologi budidaya dikembangkan guna mencapai produktifitas
      yang diinginkan.
             Istilah tehnik budidaya tanaman diturunkan dari pengertian kata-kata tehnik.
      Tehnik memiliki arti pengetahuan atau kepandaian membuat sesuatu, sedangkan
      budidaya bermakna usaha memberikan hasil. Tehnik budidaya tanaman adalah proses
      menghasilkan bahan pangan serta produk-produk agroindustri dengan memanfaatkan
      sumber daya tanaman.

              BPTOA merupakan ilmu yang mempelajari dan mengenal tumbuhan asli dengan
      menelusuri pustaka, usaha dan budidaya, serta habitat alamiahnya dan system produksi.
      Adapun alasan perlunya mempelajari tanaman obat asli (herbal) salah satunya adalah
      karena kekayaan alam Indonesia akan tumbuhan sangat tinggi (mega biodiversity),
      sehingga kita perlu mengkajinya melalui berbagai bidang (farmasi=tumbuhan dan
      tanaman obat). Keanekaragaman hayati tumbuhan obat Indonesia tertinggi kedua setelah
      Brazil.

             Untuk mengaplikasikan mata kuliah BPTOA, dan lebih memahami tentang
      tanaman obat kami melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang berhubungan dengan
      tanaman obat. Perjalanan tersebut dinamakan dengan Ekspedisi BPTOA. Adapun tempat
      yang kami kunjungi antara lain Balittro dan Kebun Raya Bogor.



1.2   TUJUAN

      1. Mengetahui kekayaan alam Indonesia secara nyata
      2. Membandingkan ilmu teori yang kita dapat dengan ilmu alam
      3. Mengetahui dan memahami jenis dan kelompok tanaman alam di Indonesia



Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 1
                                          BAB II

                                     PEMBAHASAN



2.1   PENGERTIAN OBSERVASI

       Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data/fakta yang
cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung para
pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan
yang sedang berjalan.

       Observasi mempunyai beberapa kebaikan dan juga kekurangan dibandingkan dengan
teknik pengumpulan data lainnya.

      Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut :
       a. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang
          tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah
          diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
       b. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit
          kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
       c. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak
          fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
       d. Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk
          menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

      Kekurangannya adalah sebagai berikut :
       a. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan
          melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
       b. Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan
          pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau
          volume-volume kegiatan tertentu.
       c. Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
       d. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari
          biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.




Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 2
2.2. LOKASI OBSERVASI

2.2.1. KEBUN RAYA BOGOR




              Sekilas tentang berdirinya Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor ini di dirikan
      pada tanggal 18 Mei 1817, atas usulan dari Dr. Casper Goerge Carl Reinwardt, yang
      disampaikan pada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, Komisaris Jendral Hindia Belanda,
      pada tahun 15 April 1817. Nama Kebun Raya pada masa itu adalah Slands Plantentiun te
      Buitenzorg. Pada tahun 1949, empat tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Slands
      Plantentiun te Buitenzorg, berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam. Pada
      tahun 1956, untuk pertama kalinya Kebun Raya Bogor di pimpin oleh bangsa
      sendiri,yaitu oleh Sudjana Kasan, menggantikan J. Douglas.

2.2.2 BALLITRO (Balai Penelitian Tnamana Obat dan Aromatik)




             Balai dibawah naungan Departemen Kementrian Pertanian ini merupakan sarana
    untuk meneliti dan mengembangkan berbagai macam tanaman obat dan senyawa-senyawa
    aromatik. Tempat yang mempunyai 4 laburatorium yaitu laburatorium hama dan penyakit,
    pemulihan tanaman, ekofisiologi dan pasca panen. Selain laburaturium, Balitro dilengkapi
    pula dengan petak pamer dan ruang penyulingan guna mendukung dalam meneliti dan
    mengembangkan tanaman obat dan senyawa-senyawa aromatik. Tiga kategori keunggulan
    Balitro adalah varietas unggul, SOP (Standart Operational Procedur), dan teknologi
    pascapanen.



Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 3
                                              BAB III

                                          METODOLOGI



3.1.     PERALATAN

         Alat yang diperlukan :

         1.   Buku catetan
         2.   Pulpen
         3.   Camera foto
         4.   Kartu Mahasiswa
         5.   Surat Izin untuk tempat observasi

3.2.     TEMPAT, WAKTU DAN PENGAMATAN

      1. Tempat                        : Kebun Raya Bogor
         Waktu                         : Kamis, 27 Januari 2011
         Jam                           : 09.00 – 12.00 WIB
         Pengamatan                    : Observasi

      2. Tempat                        : BALLITRO
         Waktu                         : Kamis, 27 Januari 2011
         Jam                           : 13.00-16.00 WIB
         Pengamatan                    : Observasi

3.3      TAHAPAN-TAHAPAN OBSERVASI

      1. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi :
         a) Tanaman Obat yang dibudidaya di tempat observasi sebagai target observasi
         b) Kebun Raya Bogor dan BALLITRO (Balai Penelitian Tnamana Obat dan Aromatik)
            sebagai tempat observasi
         c) Kamis, 27 Januari 2011 , ditentukan sebagai waktu dilakukannya observasi
         d) M. Kiekie Firmansyah dan Widya Aprilani yang ditentukan melakukan observasi.
         e) Camera foto dan buku catetan serta alat tulis sebagai perlengkapan observasi
      2. Mempersiapkan Surat Izin dari pelaku observasi atau pihak kampus untuk melakukan
         observasi di tempat observasi tersebut bila diperlukan.
      3. Mencatat sesuatu hal yang dipentingkan untuk memenuhi data observasi
      4. Mengkaji ulang setelah melakukan observasi.



 Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 4
                                    BAB IV
                       HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1   HASIL OBSERVASI DI KEBUN RAYA BOGOR

1. Bunga Febaceae (suku Polong-polongan)


                                Klasifikasi Ilmiah :

                               Kerajaan      : Plantae
                               Divisi        : Magnoliophyta
                               Kelas         : Magnoliophyta
                               Ordo          : Fabelas
                               Famili        : Febaceae Lindl
                               Sub suku      : Mimosaceae, Caesalpiniaceae,
                                              Papilionaceae

                                Bagian tanaman yang digunakan adalah biji, buah, bunga, kulit kayu,
                                batang, daun, umbi dan akar. Tanaman ini digunakan sebagai bahan
                                makanan, minuman, bumbu masak pakan ternak, zat warna obat, obat
                                dan racun.


Ciri-ciri botani :

               Biji berkotil dua
               Buah bertipe buah polong
               Daun jemuk berpasangan
               Buah tunggal pada subsuku Faboideae serta majemuk pada Caesalpinioidae dan
                Mimosoideae

Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias yaitu :

        a. jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna, dan Saraca.
        b. kayunya untuk bangunan seperti sonokeling (Dalbergia latifolia) dan wangkal
           (Albizia procera),
        c. tanaman penghijauan dan tepi jalan seperti Angsana (Pterocarpus indicus), Akasia
           (Acacia auriculiformis) dan Soga (Peltophorum pterocarpum).




 Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 5
  2. Anggrek

                                Klasifikasi Ilmiah :

                                 Kerajaan    : Plantae
                                 Idvis       : Magnoliophyta
                                 Kelas       : Liliopsida
                                 Ordo        : Asparagales
                                 Famli       : Orchidaceae Juss
                                 Subfamili :Apostasioideae.,Cypripedioideae,
                                 Epidendroideae, Orchidaceae, Vailoideae

                                Bagian yang digunakannya biasanya bunga dan daunnya,
                                digunakan sebagai antiseptic, antiserangga dengan bau nya
                                yang khas, ramu-ramuan dll

      Ciri-ciri botani :

            Daging tebal
            Akar serabut tidak dalam, bersifat saprofit
            Batang anggrek beruas-ruas, pertumbuhannya bersifat memanjang atau melebar
            Daun anggrek yang tebal biasanya bentuknya oval memanjang, khas monokotil
            Bunga anggrek khas (simetri bilateral)
            Buah berbentuk kapsul hijau, kecil dan ringan

  3. Centella asiatica


                              Kingdom        : Plantae            Jenis daun: Dauntunggal
                              Sub kingdom    : Tracheobionta      Bentuk daun :Berbentuk ginjal
                              Phyllum        : Spermatophyta      Duduk daun : Roset
                              Sub phyllum    : Angiospermae       Pertulangan daun : Menjari
                              Class          : Dicotyledonae      Pangkal daun : Berlekuk
                              Sub class      : Asteridae          Ujung dau: Membulat
                              Ordo           : Apiales            Tepidaun : Beringgit
                              Sub ordo       : Apialeae           Modifikasi batang: Stolon
                              Family         : Apiaceae           Sistem perakaran: Serabut
                              Genus          : Centella           Modifikasi akar : Filiformis
                              Species       : Centella asiatica




Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 6
               Kebun Raya Bogor memiliki luas mencapai 80 hektar, serta memiliki 15.000 jenis
       koleksi pohon dan tumbuhan. Disamping Kebun Raya Bogor ini juga terdapat pusat-pusat
       keilmuan, diantaranya adalah Museum Zoologi dan IPB, serta Herbarium Bogoriense.
       Selain itu, di Kebun Raya Bogor ini juga terdapat Istana Presiden, Perpustakaan, koleksi
       taman anggrek, dan ribuan koleksi tanaman tropis yang telah dikelompokan sesuai
       dengan jenisnya.

               Dan ada juga beberapa jenis bunga yang tergolong langka, diantaranya adalah
       bunga Rafflesia Arnoldi, bunga Fragnant Frangipani, serta bunga Lily Jawa yang sudah
       langka.

              Kebun Raya Bogor memiliki beberapa macam koleksi tanaman obat, diantaranya
       ada yang telah dibudidayakan dan ada juga yang masih tumbuh liar. Adapun koleksi
       tanaman obat di Kebun Raya Bogor ini diantaranya bunga cebaceae, bunga anggrek dan
       yang termasuk Centella asiatica


4.2.   HASIL OBSERVASI DI BALLITRO

1. Lidah buaya



                                  Kingdom           : Plantae          Cirri-ciri botani :
                                  Sub kingdom    : Tracheobionta        Daun tunggal, hijau,
                                  Phyllum        : Spermatophyta           tebal,berdaging,lender,
                                  Sub phyllum    : Magnoliophyta           getahnya kuning
                                                                           kehijauan
                                  Class          : Liliopsida
                                                                        Bunga majemuk di ujung
                                  Sub class      : Commelinidae            batang,berbentuk
                                  Ordo           : Asparagales             terompet merah jingga
                                  Sub ordo       : Asparagaleae         Buah kotak, hijau
                                  Family         : Asphodelaceae        Biji hitam
                                  Genus          : Aloe
                                  Species        : Aloe vera L.

       Bagian yang digunakan untuk obat adalah daun, dimana sebagai obat pencahar, anti
    bengkak, luka bakar, obat batuk, antiTBC, kencing nanah, dan banyak digunakan juga
    sebagai kosmetik shampoo dan kulit




 Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 7
   2. Rhodamnia cinerea J.

                            Kingdom       : Plantae          Jenis daun      : Daun tunggal
                            Sub kingdom   :Viridaeplantae    Kelengkapan daun:Daun tidak lengkap
                            Phyllum       : Tracheophyta     Kedudukandaun          :Berhadapan
                            Subphyllum    :Euphyllophytina   Bentuk daun           : Memanjang
                            Class         : Dicotyledonae    Pertulangan daun      : Sejajar
                            Sub class     : Rosidae          Tepi daun              : Rata
                            Ordo          : Myrtales         Ujung daun            : Meruncing
                            Sub ordo      : Myrtineae        Pangkal daun          : Runcing
                            Family        : Myrtaceae        Struktur batang       :       Tumbuhan
                            Genus         : Rhodamnia        berkayu
                            Species        :Rhodamnia        Bentuk batang         : Bulat
                            cinerea                          Sistem perakaran      : Tunggan



   3. Tanaman sirih
                                Kingdom                 : Plantae
                                Sub kingdom           : Tracheobionta
                                Phyllum               : Spermatophyta
                                Sub phyllum           : Magnoliophyta
                                Class                 : Magnoliopsida
                                Sub class             :Magnoliidae
                                Ordo                  : Piperales
                                Sub ordo              : Piperaleae
                                Family                : Piperaceae
                                Genus                 :Piper
                                Species               : Piper betle L.


       Cirri-ciri botani :
            Batang berkayu lunak, bulat, beruas-ruas, hijau dan beraluralur
            Daun tunggal, berseling, bervariasi darin bundar sampai oval, berlekuk,
               meruncing, tepi daun rata
            Bunga majemuk berwarna hijau atau kuning
            Sistem perakaran : Serabut
            Modifikasi akar : Akar Pelekat

Bagian yang digunakan daun, berfungsi sebagai obat sakit gigi dan mulut, sariawan, aese rongga
mulut, luka bekas cabut gigi, dll

Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 8
              Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) telah menghasilkan
      inovasi teknologi komoditas obat dan aromatik meliputi: benih varietas unggul, teknik
      budidaya, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan teknologi pasca
      panen. Akan tetapi inovasi teknologi tersebut belum optimal dimanfaatkan oleh praktisi
      pertanian/perkebunan untuk meningkatkan produktivitas, mutu dan sekaligus daya saing
      produk. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya kegiatan sosialisasi guna
      mempromosikan inovasi teknologi tersebut ke masyarakat.

              Dalam upaya mendukung pengembangan agribisnis tanaman obat dan aromatik,
      Balittro melalui Koordinator Alih Teknologi (KAT) melaksanakan kegiatan Magang
      Teknologi Tanaman Obat dan Aromatik (TOA) yang penyelenggaraannya dapat
      direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan alokasi waktu pengguna.




Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta | 9
                                           BAB V

                                      KESIMPULAN



       Sebagaimana kami telah melaksanakan tugas dari mata kuliah BPTOA utuk melakukan
observasi, kami dapat menyimpulkan dari dua tempat yang kita tunjuk untuk dilaksanakannya
observasi adalah Kebun Raya bogor dan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik di daerah
Bogor.

       Dimana dari kedua tempat tersebut kami mengamati berbagai macam tanaman obat, ada
yangtinggi, besar sampai kecil yang juga berfungsi sebagai obat. Kekayaan Alam Indonesia
sangatlah indah dan sangat bermanfaat bagi manusia terutama dalam bidang pengobatan.
Banyak masyarakat menengah ke bawah dalam hal ekonomi, mereka lebih memilih pengobatan
yang menggunakan tanaman herbal. Ini dikarenakan harganya yang murah dan mudahnya
mendapatkan tanaman obat dilingkungan sekitar yang tanpa kita sadari juga berfungsi sebagai
obat.

       Kita sebagai mahasiswa farmasi yang akan terjun dalam lingkungan kerja kesehatan, kita
harus meyakinkan masyarakat bahwa tanaman herbal bukan hanya pilihan pengobatan untuk
masyarakat kalangan bawah tetapi untuk semua kalangan masyarakat karena kegunaannya yang
sebenarnya sangat besar digunakan untuk penyakit yang biasa saja sampai yang parah. Tidak kita
pungkiri kalau tanaman herbal memliki kekurangan dalam hal waktu efeknya obat untuk
mengobati penyakit.




  Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta |
                                                                                          10
                                    DAFTAR PUSTAKA



www.plantamor.com/index.php?plant=1158

http://sehatherbal.com/tanamanobat.html

Sastroamidjo, Seno. 1997. Obat Asli Indonesia. Jakarta : Dian Rakyat.

Supriyadi, Sirait Asmah. 2005. Tanaman Alam Indonesia Sebagai Obat Kanker. Bandung
:Institut Tehnologi Bandung




  Laporan Penelitian Budidaya dan Pengetahuan Tumbuhan Obat Asli Indonesia, UHAMKA. Jakarta |
                                                                                          11

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1646
posted:11/23/2011
language:Indonesian
pages:11