Kupas Tuntas Puasa Daud

Document Sample
Kupas Tuntas Puasa Daud Powered By Docstoc
					Kupas Tuntas Puasa Daud

Oleh : Menchana


Puasa yang paling Allah cintai
adalah puasa Nabi Daud 'Alaihissalam,
yaitu dia berpuasa satu hari
dan berbuka satu hari
dan shalat yang paling
Allah sukai adalah shalatnya
Nabi Daud 'Alaihissalam pula,
yaitu dia tidur
hingga pertengahan malam
lalu bangun mendirikan shalat
pada sepertiga malam
dan tidur lagi
di akhir seperenam malamnya




Prakata
Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala semata, Yang telah
mengutus Rasul-Nya dengan membawa hidayah dan dien yang hak. Shalawat dan
salam semoga tercurah atas pemimpin para rasul, yang diutus sebagai rahmat
sekalian alam. Wa ba'du,

Diantara amalan puasa sunnah dalam Islam terdapat amalan puasa sunnah yang
sangat berdampak positif yang luar biasa bagi pelakunya yaitu Puasa Nabi Daud.
Berdasarkan Pengalaman penulis berpuasa Daud sejak tahun 2003 hingga saat ini,
bermohon kepada Allah SWT untuk membagi pengalaman atas apa saja yang
penulis dapati dalam kurun waktu pelaksanaan puasa Daud tersebut.

Kehebatan puasa Daud sungguh sangat penulis akui berdasarkan yang penulis
rasakan. Dari perubahan cara memahami Islam, cara berfikir, karakter/tabiat,
kesehatan, ekonomi dan rumah tangga. Semua berubah jauh ke arah yang lebih
baik.

Untuk memahami puasa Daud ini, agar tidak terjadi kesalahan persepsi dan
pemahaman dalam menjalankan puasa Daud ini, maka dalam bab awal penulis
uraikan pengertian puasa dalam islam secara umum, dalam bab ini dibahasa
pengertian puasa, tentang puasa sunnah, hari hari berpuasa, perbedaan puasa
wajib dan puasa sunnah dan lain-lain yang bersifat pembahasa secara umum.
Pada Bab 2, pembahasan seputar puasa Daud penulis uraikan berdasarkan materi
yang penulis dapatkan dari sms, telpon, pengalaman rekan-reka n pelaku puasa
daud, email, maupun komentar pada blog yang penulis buat mengenai puasa
Daud. Dan pada bab akhir, untuk menjadi motivasi penulis sertakan pengalaman
selama berpuasa Daud.

Akhir kata, Penulis berharap uraian Puasa Daud dalam buku ini mudah untuk
dipahami dan memberi manfaat bagi siapapun yang membaca dan berkeingin
melakukan puasa sunnah khususnya puasa Daud.

Masukan dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan materi yang berhubungan dengan puasa Daud ini. Semoga saja
akan semakin banyak umat Islam yang mengenal Puasa Daud sebagai suatu
amalan sunnah seperti amalan sunnah yang lainnya.




Penulis,




Daftar Isi

KATA PENGANTAR

BAB I.

PUASA SUNNAH DALAM ISLAM

1. Pengertian Puasa

2. Keutamaan Puasa Secara Umum

3. Puasa Sunnah Dalam Islam

4. Puasa Kifarat

5. Perbedaan Puasa Wajib Dan Puasa Sunnah

6. Saat Dan Kondisi Haram Berpuasa

7. Syarat Syah Puasa

8. Rukun puasa

9. Sunat puasa

10. Mereka yang diizinkan berbuka

11. Tingkatan Puasa
12. Penyimpangan Puasa

BAB II.

TANYA JAWAB PUASA DAUD

1. Hadit-Hadits Puasa Daud

2. Niat/Tujuan/Motivasi Puasa Daud

3. Lafad Niat Puasa Daud

4. Cara Puasa Daud Menurut Rosululloh SAW

5. Kehebatan Puasa Daud Menurut Rosululloh SAW

6. Jangka Waktu Puasa Daud

7. Puasa Daud Dan Puasa Senin Kamis

8. Puasa Daud Pada Hari Jum’at atau hari Sabtu

8. Sahur Puasa Daud

9. Buka Puasa Daud

10. Keutamaan Do’a Orang Puasa

11. Puasa Daud Menghadiri Walimah

12. Faidah/Manfaat Puasa

13. Dalil Al Qur’an Puasa Daud

14. Puasa Daud dan Puasa Putih/Bidh

15. Puasa Daud dan Puasa Syawal

16. Manfaat Puasa Secara Medis



BAB III.
KISAH NYATA PUASA DAUD



DAFTAR PUSTAKA

http://majelispuasadaud.blogspot.com

http://ummiega.blogspot.com

http://www.alsofwah.com

http://www.wikipedia.com

Facebook :

Group Puasa Daud

Komunitas Puasa Daud

Pecinta Puasa Daud

Berbagai website yang mengulas Puasa Sunnah dan Puasa Nabi Daud AS



BAB. I

PUASA DALAM ISLAM

1. Pengertian Puasa/ Shaum

Secara Syar’i makna puasa adalah “menahan diri dari makan, minum dan jima’
serta segala sesuatu yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya
matahari dengan niat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala” ,

Puasa/ Shaum adalah ibadah mahdah. Artinya, seluruh pelaksanaannya telah
diatur dalam Al Quran atau sunnah, tidak dibenarkan kita menambahi atau
menguranginya. Walaupun shaum itu ibadah yang mulia, tetapi kalau waktu dan
cara pelaksanaannya tidak mengikuti ketentuan Allah dan Rosul, nilainya akan
hampa.
Puasa merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala
yang mana Allah menjanjikan keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang
mengamalkannya.

2. Keutamaan Puasa Secara Umum

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,



ً ‫َأّ أ ْز ٔ َاىصٍ ً ُْت إر م ُ ٌ ً ص‬                                ِّٔ‫ص ً ف‬           ٔ‫ق ه هلل َز ٗجو ُو ََو ِ دً ى‬
ِ َْ٘ ُ َْ٘ َ ‫َب َ ا ُ ع َّ َ َ ّ: م ُّ ع َ ِ ابْ ِ آ َ َ َ ُ إال اى ٍَِب َ. َإ َّ ُ ىًِ َٗ َب َج ِي بِ ِ. ٗ ِّ َب ُ ج َّ ٌ. فَِ َا َب‬
‫ئٌ َشح ِ َاىز س‬                            ِّ ُ َ ٔ َ ‫أد ِم ف َ ف ٗ ٌ خ ٗ ٌ ْ َ فإ ش ََٔ أدذ أ ق‬
ُ ْ‫َ َذ ٌُْ َال ٌشْ ُذْ َال َصْ َبْ َال َجٖوْ. َُِْ َبح َ ُ َ َ ٌ َْٗ َبحيَ ُ، فيٍَْقوْ: إًِّ صَب ِ ٌ – ٍ َّ ٍَْ ِ - ٗ َّ ِي َّف‬
 ‫َِيص ئٌ ف دخ ُ ْش ُ َُ إر‬                     ِ ‫ُ ََذ بٍذٓ ىخي ْف فٌ اىص ئٌ أ ٍب ع ذ هلل ٌ ً ق ٍت ٍ س خ‬
‫ٍذ َّ ٍ ِ َ ِ ِ. َ َُ٘ ُ َ ِ َّب ِ ِ َطْ َ ُ ِ ْ َ ا ِ َْ٘ َ اى ٍَِب َ ِ ِِْ ٌِْ ِ اىَسْل. ٗى َّب ِ ِ َشْ َ َب ِ ٌَف َدٖ َب: ِ َا‬
ِ ِ َْ٘ ِ َ ِ ‫َفط َ فشِ َ بِفط ِ ِ. ِٗ َا ىَ ِ َ س َّ ُ ف‬
ٍٔ ‫أ ْ َش َ ح ِ ْشٓ َإر قً َبٔ َشح بص‬



“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya
kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya,
puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka
janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah
berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya
atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang
berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau
mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi
kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia
dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya
dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR
Bukhari, Muslim dan yang lainnya)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

‫ب عذ هلل ب َِل ٍ ً ٗ ْٖٔ عِ ْ س س ع ِ َش ب‬                                 ‫ٌص ً ع ذ ٌ ٍْ ف سب و‬
ً‫.ال َ ُْ٘ ُ َبْ ٌ َ٘ ًب ًِ َ ٍِْ ِ اهلل. إال َب َ َ ا ُ، ِزى َ اى َْ٘ ِ، َج َ ُ َ ِ اى َب ِ َبْ ٍِْ َ خ ٌِْف‬
“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan
menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak
perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya)

3. Puasa Sunnah Dalam Islam

1. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub Al-Anshory bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ِ َّٕ ِ ‫َِْ صَب َ س َ َب َ. ر َّ َحْب َ ُ س ًّب ِِْ ش َّاه. َب َ َ ٍَِب‬
‫ً ٍَض ُ ٌُ أ َعٔ ِخ ٍ َ٘ م ُ مص ً اىذ ْش‬                              ٍ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa
enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR.
Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



ِ َ َّ ُ ‫ِ َب ُ شْٖ ِ س َ َب َ بعشْش ِ أشٖ ٍ، َ ٍَِب ُ س َّ ِ أ َّب ٍ بعْ َ ُ بشْٖشٌِ، َزى َ ِ َب‬
‫ف َِل صٍ ً اىسْت‬          َ ِ ٓ‫صٍ ً َ ش ٍَض ُ َ ة َ ْ ُش ٗص ً ِخت ٌَ ً َ ذ‬

“Puasa pada bulan Ramadhan seperti berpuasa sepuluh bulan , dan puasa enam
hari setelahnya seperti berpuasa selama dua bulan, maka yang demikian itu (jika
dilakukan) seperti puasa setahun.” (Hadits shahih Riwayat Ahmad)

2. Puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ُ َ ْ‫ِ َبً ُ َْ٘ ِ ع َ َ َ أدْخ ِ ُ َيَى ا ِ َُْ ٌن ِّ َ ََّْ َ َّ ًِ َبيَ ُ. ٗ َّ َ َ اّخًِ بع‬
ٓ‫صٍ ٌ ً َشفت َسب ع هلل أ ُ َفش اىس ت اىخ ق ْ ٔ َاىسْت ى َ ذ‬

“Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-
dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

3. Puasa pada hari Asyura’ (10 Muharrom) dan sehari sebelumnya

Dari Abu Qotadah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ٔ‫ٗص ً ٌ ً ش س ء أ خسب َي هلل أ ُ َفش اىسْت اى ق ْي‬
ُ َ‫َ ٍَِب ُ َْ٘ ِ عَب ُ٘ َا َ، َدْ َ ِ ُ عَى ا ِ َُْ ٌن ِّ َ َّ َ َ َّخًِ َب‬

“Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-
dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ ِ ‫َ ِِْ َ ٍِْ ُ إَى قَب ِ ٍ َ ٍُْ٘ َّ اىخَب‬
‫ىئ بق ج ِى بو ألص َِ سع‬

“Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan aku akan berpuasa pada
hari yang kesembilan.” (HR. Muslim)

4. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

  ‫َ َأ ج سس ْه هلل َي هلل عي ٔ َ َيٌ ا َ ْ َو صٍ ً َ ْش إ ٍَ ُ ٗ َأ خٔ َ زش ص ٍ ٍ ٔ ف‬
ًِ ُ ْ ِ ‫فََب سٌَْ ُ َ ُ٘ َ ا ِ صَّى ا ُ ٍََْ ِ ٗسَّ َ ِسْخنَ َ ِ َب َ شٖ ٍ ِال س َضَب َ، ٍََب سٌَْ ُ ُ أمْ َ َ ٍَِب ًب‬
َ ‫.شعْبَب‬
ُ َ



“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa
sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidaklah saya melihat beliau
memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada
bulan sya’ban.” (HR. Bukhari)

5. Memperbanyak Puasa Pada Bulan Muharrom

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ِ ٍَ‫أفْض ُ ِّ َب ِ، بعْ َ س َ َب َ، شٖ ُ ا ِ اى ُذ َّ ُ َ أفْض ُ َّال ِ بعْ َ اى َ ٌِْ َ ِ َال ُ اى‬
‫َو اىصٍ ً َ ذ ٍَض ُ َ ْش هلل َْ َشً ٗ َو اىص ة َ ذ فش ضت ص ة ي ْو‬

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan
Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu
adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

6. Puasa Hari Senin dan Kamis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ٌ‫ئ‬         ‫ُ ْشض أل ْ ه ٌ ً ْ ِ ٗ ََ س أ ِب أ ُ ْشض َ َ َأ‬
ٌ ِ ‫حع َ ُ ا َعََب ُ َْ٘ َ االرْ ٍَْ ِ َاىْخ ٍِْ ِ فَُد ُّ َُْ ٌع َ َ عَيًِ ََّٗب صَب‬

“Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika
ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (Shahih, riwayat An-
Nasa’i)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari
senin, beliau bersabda:

ِ ٍِْ َّ ‫) َا َ َْ٘ ٌ ِٗذْ ُ ٍِْ ِ. َ َْ٘ ٌ ب ِزْ ُ (َْٗ َّز َ عي‬
ٔ ‫ر ك ٌ ً ُى ث ف ٔ ٌٗ ً ُع ج أ أ ْ ِه ًََ ف‬

“Ia adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus (atau diturunkan
(wahyu) kepadaku ).” (HR. Muslim)

7. Puasa 3 hari setiap bulan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,



‫عي ٔ َ َيٌ بز د ص ً ر رت ٌَ ً ٍ ُو َ ْش َ َ ْعخ ضذ َأ أ ش ق و‬                                            ‫َي‬   ‫َي ْي‬
َ ْ‫أْٗصَبِّى خٍِِى صَّى اهلل ُ ٍََْ ِ ٗسَّ َ ِ َال ٍ: ٍَِب ِ َال َ ِ أ َّب ٍ ِِْ م ِّ شٖ ٍ، ٗسم َ َى اى ُ َى، َُْٗ َْٗح َ َب‬
ً ‫أ أ‬
َ ‫َُْ ََّب‬

“Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Mewasiatkan kepadaku tiga
perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir
sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

Lebih dianjurkan untuk berpuasa pada hari baidh yakni tanggal 13, 14 dan 15
bulan Islam (Qomariyah). Berdasarkan perkataan salah seorang sahabat
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

   ‫َي ٔ َ َيٌ أ ّص ً ٍِ َّ ر ت ٌَ ً ب ط ر د َ ْشة ٗ َ بع َ ْشة‬                                           ‫َ َش سس ْه هلل َي‬
، َ َ ‫أٍ ََّب َ ُ٘ ُ ا ِ صَّى اهلل ُعٍَْ ِ ٗسَّ َ َُْ َ ُْ٘ َ ِ َ اىشْٖش ِ َالرَ َ أ َّب ِ اى ٍَْ ِ: َال َ عش َ َ، َ أسْ َ َ عش‬
‫َ َ س َ ْشة‬
َ َ ‫ٗخَْ َ عش‬

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa
pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13, 14 dan 15.” (Hadits Hasan, dikeluarkan oleh An-
nasa’i dan yang lainnya)

8. Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari (Puasa Dawud ‘alaihis salam)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ً ٌٗ ٔ‫ٌٗق ً ُيز‬                 ‫هلل صٍ ً د ٗد ٗ َب اىص ة ِى هلل ص ة د ٗد م ُ ٌْ ً ّ ف‬                        ً ٍ‫َب اىص‬
ُ ‫أد ُّ ِّ َب ِ إىى ا ِ ِ َب ُ َا ُ َ، َأد ُّ َّال ِ إَى ا ِ َال ُ َا ُ َ: َب َ َ َب ُ ِصْ َ اىيٍو، َ َ ُ٘ ُ رُ َ ُ َ ََْب‬
                   ٍْ ٌ ً ‫س ُ ٔ َم ُ ٌ ْطش ٌ ٍْ ٌٗص‬
ٍٔ‫) ُذسَ ُ، ٗ َب َ ُف ِ ُ َ٘ ًب َ َ ُْ٘ ُ َ٘ ًب (ٍخفق عي‬

“Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan shalat yang
paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh
malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya, adalah
beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi)

9. Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dihitung dari tanggal 1 sampai dengan
tanggal 9. Hari tanggal 9 Dzulhijjah itu disebut hari Arafah dan puasanya disebut
puasa Arafah, karena jamaah haji pada hari itu sedang melaksanakan wuquf di
Arafah. Jadi pada bulan Dzulhijjah seseorang dapat puasa 9 hari, termasuk di
dalamnya puasa tarwiyah dan puasa Arafah.

10. Puasanya orang bujangan yang belum mampu menikah

Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang tidak kuasa untuk menikah, hendaklah ia
puasa karena puasa itu menjadi penjaga baginya.

4. Puasa Kifarat

Dalam syariat Islam ada empat puasa kifarat yaitu:

1. Puasa kifarat karena membunuh seorang muslim tanpa disengaja. Kesalahan
tersebut mewajibkan pelaksanaan salah satu dari dua denda, yaitu diyat atau
kifarat.

Kifarat untuk itu ada dua macam yaitu:

Memerdekan hamba beriman yang tidak ada cela pada dirinya yang menghambat
kerja atau usaha

Puasa 2 (dua) bulan berturut-turut.
Ulama Syafi’iyah menambahkan bahwa jika seseorang karena tua atau sangat
lemah tidak kuat berpuasa, maka ia dapat menggantikannya dengan member
makanan untuk 60 orang miskin masing-masing 1 mud (+ 1 liter)

2. Puasa kifarat karena seorang suami melakukan zhihar. Karena ucapan zhihar itu
suami tersebut bergaul dengan istrinya. Kemudian ia bermaksud menarik kembali
ucapan zhiharnya itu karena keinginannya untuk bergaul seperti sebelum
terjadinya zhihar.

Wajib membayar kifarat, ialah memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak
mampu,

Berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika ia tidak kuat berpuasa, maka ia terkena
hukum wajib memberi makanan untuk orang-orang miskin sebanyak 60 orang
masing-masing 1 mud.

3. Puasa kifarat karena seseorang bersumpah lantas dengan sengaja ia melanggar
sumpahnya. Pelanggaran tersebut menyebabkannya terkena kifarat sumpah,
yaitu:

Wajib memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,

Wajib memberi makan/pakaian 1 orang miskin atau jika itupun ia tidak mampu,

Wajib berpuasa 3 hari

4. Puasa kifarat karena seorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan,
baik yang halal maupun yang haram. Kifaratnya adalah:

Menggantinya dengan hewan ternak yang seimbang dengan binatang buruan yg
dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil dan disembelih sebagai hadya
(kurban) di tanah haram serta dagingnya diberikan kepada fakir miskin, atau jika
tidak mampu,

Memberi makanan kepada fakir miskin yang banyaknya sedemikian rupa sehingga
seimbang dengan hadya (hewan pengganti) tersebut, atau
Berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang seharusnya ia
keluarkan (jumlah hari puasa itu adalah sebanyak mud yang diberikan kepada
fakir dan miskin. Mud tersebut dibanding seimbangkan dengan hewan yang
disembelih tadi).

5. Perbedaan Puasa Wajib Dan Puasa Sunnah

Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, dan minum
serta tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, berbeda dengan puasa
wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.

Seseorang yang berpuasa sunnah diperbolehkan membatalkan puasanya jika ia
menghendaki, dan tidak ada qodho atasnya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata:



 ‫ه فإّ إر‬                 ْ‫ق‬           ‫ء‬        ‫َي ٔ َ َيٌ ر ث ٌ ً فق ه ٕ ع َم‬                      ‫د َو ًََ َس ه هلل َي‬
‫َخ َ عي َّ س ُْ٘ ُ ا ِ صَّى اهلل ُعٍَْ ِ ٗسَّ َ َا َ َْ٘ ٍ َ َب َ:( َوْ ِ ْذ ٌُْ شًَْ ٌ ؟ ) فَ ُيْ َب: ال. قَب َ: ( َِ ِى ِ ًا‬
    َِ ‫ٌُ أ ّ ٌ ٍْ خ ُ ْ ٌ َس ه هلل أ ذي ىْ د س فق ه أ ٔ َ ق أ ب ج ص‬                                                      ٌ‫ئ‬
) ‫صَب ِ ٌ ) ، ر َّ َحَب َب َ٘ ًب آ َش. فَقيْ َب: َب س ُْ٘ َ ا ِ ُْٕ ِ َ َ َب ٍَْ ٌ . َ َب َ: ( َسٌٍْْ ِ، فيَ َذْ َصْ َذْ ُ َبئ ًب‬
                ‫َ َو‬
ٌ‫)فَأم َ. (سٗآ ٍسي‬

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari datang kepadaku kemudian
berkata: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”, kemudian kami
berkata: “tidak”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau begitu
saya berpuasa”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang pada
hari yang lain kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami
dihadiahi haisun (kurma yang dicampur minyak dan susu yang dihaluskan), maka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawalah kemari, sesungguhnya
aku tadi berpuasa”, kemudian beliau memakannya (HR. Muslim)

6. Saat Dan Kondisi Haram Berpuasa

1. Shaum/ Puasa pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha

Idul Fitri jatuh pada tanggal satu Syawal dan Idul Adha pada tanggal sepuluh
Dzulhijjah. Jadi, haram shaum pada waktu-waktu tersebut (HR. Bukhari
2. Shaum/ Puasa pada Hari Tasyriq

Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan menyebut (mengingat) Allah SWT .
(HR. Muslim)Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (setelah Idul Adha).

3. Shaum/ Puasa Sepanjang Masa

Islam mengharamkan shaum tiap hari tanpa henti/jeda (HR. Bukhari), kecuali
Ramadhan. Shaum yang disunahkan paling maksimal adalah shaum daud, yaitu
shaum sehari dan berbuka sehari.

4. Shaum/ Puasa Khusus pada Hari Sabtu

Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Sabtu (HR. Ahmad), kecuali dengan
niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

5. Shaum/ Puasa Khusus pada Hari Jum’at

Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Jum’at (HR. Bukhari dan Muslim),
kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

6. Shaum/ Puasa di Arafah

Orang yang sedang melaksanakan haji (wukuf di Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah)
diharamkan melaksanakan shaum (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

7. Wanita yang Haid dan Nifas

Jika sedang haid atau nifas, wanita diharamkan shaum dan sholat. (HR. Bukhari)

8. Shaum/ Puasa Wishal

Shaum wishal adalah shaum yang berkesinambungan tanpa berbuka walaupun
waktunya sudah tiba. Saat azan maghrib dia tidak berbuka hingga keesokan
harinya. Shaum macam ini diharamkan dalam Islam. (HR. Bukhari)

9. Shaum/ Puasa pada Hari yang Meragukan
Sebelum melaksanakan Ramadhan, kita harus mendapatkan kepastian apakah
sudah masuk Ramadhan atau belum. Kalau belum ada kepastian, sebaiknya kita
tidak shaum karena shaum pada hari yang meragukan itu terlarang. (HR. Tirmidzi)

10. Shaum/ Puasa Mendahului Ramadhan

Kalau hari pertama adalah besok, hari ini dan kemarin dilarang shaum. Namun,
bagi orang-orang yang terbiasa melaksanakan shaum sunah, larangan ini tidak
berlaku. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Shaum Istri Tanpa Izin Suami

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ّٔ ‫حص ً ْ َ ْأة ٗ َ ُْٖ ش ٕذ إ إ‬
ِ ِ ْ‫ال َ ُْ٘ ُ اىَشَ ُ َبعي َب َب ِ ٌ ِال بِِر‬

“Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya menyaksikannya
kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari Muslim)

7. Syarat Syah Puasa

Orang-orang Islam yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini diwajibkan
berpuasa:

Berakal/waras

Baligh (cukup umur)

Mampu/tidak uzur.

8. Rukun puasa

Berniat pada malam harinya

Menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa mulai terbit fajar
hingga terbenam matahari.

9. Sunat puasa

Perkara-perkara berikut disunatkan ketika berpuasa:
Makan sahur serta melambatkannya

Menyegerakan berbuka dan sunat berbuka dengan buah kurma atau benda-
benda yang manis atau air

Menjamu orang-orang berbuka puasa

Memperbanyakkan ibadah dan berbuat kebaikan.

Perkara yang membatalkan puasa :

Makan dan minum dengan sengaja walaupun pada nilaian dan kadaran yang
sedikit pun,seperti memakan saki baki makanan kecil yang terlekat pada celah gigi
dan lain-lain lagi.

Muntah dengan sengaja

Bersetubuh atau keluar air mani dengan sengaja

Keluar darah haid atau nifas

Gila (hilang akal)

Pitam(termasuk pengsan) atau mabuk sepanjang hari.

Merokok disiang hari.(Termasuk menghisap ganja atau dadah)

Murtad (keluar dari Islam)

Memasukkan sesuatu ke dalam rongga terbuka seperti menyembur pewangi atau
menyegar mulut dan sebagainya.Larangan ini tidak termasuk memasukkan air
atau udara kedalam rongga terbuka kerana ingin berwuduk atau melegakan
kesakitan dan ketidakselesaan pada rongga(dengan syarat air tersebut tidak
diminum atau ditelan dengan sengaja).

10. Mereka yang diizinkan berbuka

Terdapat kelonggaran (harus) kepada golongan yang berikut untuk berbuka:

Orang yang sakit .
Orang yang berkerja buruh.

Orang yang dalam musafir (perjalanan).

Orang tua yang sudah lemah.

Orang yang hamil dan ibu yang menyusukan anak.

11. Tingkatan Puasa

Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam bukunya Ihya al-'Ulumuddin telah
membahagikan puasa itu kepada 3 tingkatan:

Puasanya orang awam (shaum al-'umum): menahan diri dari perkara-perkara
yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.

Puasanya orang khusus (shaum al-khusus): turut berpuasa dari panca indera dan
seluruh badan dari segala bentuk dosa.

Puasanya orang istimewa, super khusus (shaum al-khawasi al-khawas): turut
berpuasa 'hati nurani', iaitu tidak memikirkan sangat soal keduniaan

Pembahagian di atas memberikan umat Islam ruang untuk berfikir dan menelaah
tingkat manakah mereka berada.

12. Penyimpangan Puasa

1. Berpuasa tidak dalam rangka beribadah kepada Allah

Semisal seseorang yang berpuasa karena hendak mendapatkan bantuan dari
jin/syaitan berupa sihir atau yang lainnya, atau bernazar puasa kepada selain
Allah, maka perbuatan ini termasuk kesyirikan yang besar karena memalingkan
ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Menyelisihi tata cara Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, diantaranya:

Mengkhususkan tata cara tertentu yang tidak dituntunkan oleh Nabi shallalahu
‘alaihi wa sallam, semisal puasa mutih (menyengaja menghindari makan daging
atau yang lainnya), puasa sehari semalam tanpa tidur atau tanpa berbicara
dengan menganggap hal ini memiliki keutamaan dan yang lainnya.

Mengkhususkan waktu tertentu yang tidak dikhususkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam semisal mengkhususkan puasa pada hari atau bulan tertentu
tanpa dalil dari al-Qur’an dan sunnah, ataupun mengkhususkan jumlah hari yang
tidak dikhususkan dalam syariat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‫ٍ َ ِو ََال ى س عي ٔ َ ْش فٖ٘ َد‬
ٌّ ‫َِْ عَ َ ع َ ً ٍَْ َ ٍََْ ِ أٍ َُّب َ ُ َ س‬

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari
kami maka tertolak.” (HR. Muslim)



BAB II.

TANYA JAWAB PUASA DAUD

1. Hadits Cara Puasa Daud

Ada beberapa hadits sohih yang menjelaskan tentang cara puasa Daud.
Diantaranya adalah Shahih Bukhari, 1841 :



Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Ali] telah mengabarkan kepada kami
[Abu 'Ashim] dari [Abu Juraij] aku mendengar ['Atho'] bahwa [Abu Al 'Abbas Asy-
Sya'ir] mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar ['Abdullah bin 'Amru
radliallahu 'anhuma] (berkata,); Telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam berita tentang aku bahwa aku akan terus berpuasa dan shalat malam.
Aku tak ingat lagi, apakah kemudian beliau mengutus utusan atau aku menemui
beliau, dan Beliau berkata: "Apakah benar kabar bahwa kamu akan berpuasa
tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur)? Puasa dan berbukalah, shalat
dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada bagian hak atasmu dan bagi dirimu
dan keluargamu ada bagian hak atasmu". 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma
berkata: "Sungguh aku lebih kuat dari (amal amal) itu". Beliau berkata: "Kalau
begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam". Dia bertanya:
"Bagaimana caranya". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab: "Nabi Daud
'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur
ketika berjumpa dengan musuh". Dia berkata: "Lalu Siapa teladan bagi diriku
dalam masalah puasa sepanjang jaman ini wahai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Allah? 'Atho' berkata: "Aku tidak tahu bagaimana dia menyebutkan puasa abadi
(sepanjang hidup), karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak
dianggap puasa bagi siapa yang puasa abadi". Beliau mengucapkannya dua kali.



Penjelasan dari Shahih Bukhari, 1841 tersebut sangat mudah dipahami.
Contohnya, apabila hari ini berpuasa, maka besok hari tidak berpuasa, lalu besok
harinya berpuasa, lalu besok harinya tidak berpuasa dan seterusnya. Kecuali pada
hari-hari yang diharamkan yaitu dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari-
hari Tasriq, tidak boleh berpuasa Daud.

2. Niat/Tujuan/Motivasi Puasa Daud

Secara umum ketika seseorang hendak berpuasa tentunya dengan tujuan
mendapatkan rido dari Allah dalam arti untuk lebih taat kepada ajaran Islam
seperti yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 183. Ayat ini tidak hanya
berlaku untuk puasa wajib, namun puasa sunnahpun diharapkan demikian. Dalam
prakteknya, setiap orang akan berbeda tujuan ketika akan melakukan puasa Daud
ini. Selama tujuan tersebut mengandung manfaat dan bukan mudorot, itu syah-
syah saja. Karena pada akhirnya setiap amal tergantung niat atau motivasinya
apalagi bab puasa ini adalah bab khusus dimana antara Allah dan pelaku puasalah
yang akan merasakannya.

3. Lafad Niat Puasa Daud

Karena tidak didapati dalam hadits lafads puasa Daud, maka hal ini dikembalikan
kepada keyakinan masing-masing pelaku puasa Daud. Ada yang tidak melafadkan
karena alasan bahwa niat cukup dalam hati namun ada pula yang melafadkan baik
dengan redaksi bahasa sendiri maupun redaksi bahasa arab.
4. Kehebatan Puasa Daud Menurut Rosululloh SAW

Merujuk pada hadits bukhari yang telah ada diatas, secara jelas Rosululloh
menyatakan, "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari
sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh"

5. Jangka Waktu Puasa Daud

Seumpana menerapkannya, tdk dlm jangka wkt yg lama afdolkah?...mis: 1 bulan
menerapkan, lalu absen, lalu menerapkan lg..spt itu,bgmn hukumnya?

puasa nabi Daud itu batasannya brp hari y?? misal niy niat puasa nabi Daud cm
2mggu gtu bs?

puasa Daud hukumnya sunnah, jadi tidak masalah bila sekehendak hati dilakukan
asal jangan berpuasa Daud pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Batasan puasa nabi Daud tidak ada ketentuannya jadi diserahkan pada niat orang
yang berpuasa Daud tersebut. Bisa jangka pendek, menengah, atau jangka
panjang. Yang perlu diingat puasa Daud adalah puasa Sunnah, jadi jangan sampai
dengan puasa Daud ini malah memberatkan orang yang berpuasa Daud tersebut

Walaupun dalam hadits tentang asal mula puasa nabi Daud yang Rosululloh
sarankan kepada sahabat Abduloh bin Amr bin Al Ash dimana sahabat tersebut
melakukan puasa Daud hingga usia tuanya, dalam prakteknya tidaklah demikian,
namun tergantung pada kondisi orang yang akan berpuasa Daud tersebut. Ada
yang melakukannya secara terus menerus, ada yang hanya jangka waktu tertentu.

6. Puasa Daud Dan Puasa Senin Kamis

Rasul pernah membolehkannya tatkala Al Qur-an blm diturunkan seluruhnya.
setelh Al Qur-an lengkp (Madinatul Munawarah), malah yg dicontohkan
Rasulullah adalah shaum Inti bln Ramadhan, shaum pada hari2 tertentu, dan
selebihnya adalah shaum senin dan kamis.

Saya kemarin udah mencoba, mulainya senin.berarti selasa engga kan? trus rabu
puasa..kamis engga ya?? tapi kamis saya pengen puasa senin-kamis! Boleh ga kalo
kita lagi puasa daud, kita puasa senin-kamis juga (maksudnya: harusnya senin dan
kamis jadwal ga puasa daud, tapi karena pengen puasa senin kamis, jadinya
puasa!).

puasa daud dan puasa senin kamis adalah amalan sunnah, jadi terserah
sekemampuan kita. Tapi yang biasa kami lakukan adalah ketika puasa daud maka
tidak melakukan puasa senin kamis. Ketika seseorang melakukan puasa Daud,
maka secara otomatis ia tidak dapat melakukan puasa senin dan kamis.
Mengapa? Pada hadits dimana Abdulloh bin Amr bin Al Ash disuruh untuk puasa 3
hari setiap bulan dan puasa senin kamis, beliau merasa mampu. Maka Rosululloh
menyarankan untuk berpuasa Daud.

Dari Abdulloh bin ‘Amru bin ‘Ash r.a., katanya

Rosululloh SAW bersabda kepadanya:”Wahai Abdulloh! Benarkah kabar orang
kepadaku, bahwa engkau puasa sepanjang siang dan bangun untuk sholat
sepanjang malam?”

Jawabku,”Benar, ya, Rosululloh!”

Sabda Nabi SAW,”Janganlah engkau lakukan lagi. Puasalah sehari dan berbuka
sehari. Bangunlah dan tidurlah! Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu,
matamu mempunyai hak atasmu, istrimu mempunyai hak atasmu, dan tamumu
mempunyai hak atasmu. Dan sesungguhnya cukuplah kiranya jika engkau puasa
tiap-tiap bulan tiga hari. Maka untuk setiap kebaikanmu akan di balas sepuluh kali
lipat. Sesungguhnya yang demikian itu sama dengan puasa sepanjang masa.

Karena aku minta diperbanyak, maka diperbanyak untukku.

Aku berkata,”Ya, Rosululloh! Sesungguhnya aku sanggup.

Jawab Nabi SAW,”Puuasalah seperti puasa Nabi Dawud ‘Alaihi Salam, dan jangan
engkau lebih dari itu.”

Tanyaku,”Bagaimana puasa Nabi Dawud ‘Alaihi Salam?”

Sabda Beliau,”Seperdua masa.”
Setelah masa tuanya, Abdulloh berkata,”Wahai kiranya, saya terima kelonggaran
dari Nabi SAW.”

I. Sahabat Rosulullah SAW yang bernama Abdullah bin Amr bin Al Ash, yang
ghirah—mempunyai keinginan kuat untuk beribadah, diperintahkan oleh
Rosulullah SAW untuk menjalankan puasa sunnah yang terbaik, yaitu puasa Nabi
Daud AS.

II. Rosulullah SAW sendiri tidak melakukan puasa Nabi Daud AS ini. Dalam ilmu
hadits dikenal “Bentuk-bentuk Hadits”, sebagai berikut:

1. Hadits Qouli: segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa
perkataan atau ucapan yang memuat berbagai maksud syara’, peristiwa, dan
keadaan, baik yang berkaitan dengan aqidah, syari’ah, akhlak, maupun lainnya.

2. Hadits Fi’li: segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa
perbuatannya yang sampai kepada kita.

3. Hadits Taqriri: segala hadits yang berupa ketetapan Nabi SAW terhadap apa
yang datang dari sahabatnya. Nabi SAW membiarkan suatu perbuatan yang
dilakukan oleh para sahabat setelah memenuhi beberapa syarat, baik mengenai
pelakunya maupun perbuatannya.

4. Hadits Hammi: hadits yang berupa hasrat Nabi SAW yang belum terealisasikan.

5. Hadits Ahwâli: hadits yang berupa hal ihwal Nabi SAW menyangkut keadaan
fisik, sifat-sifat dan kepribadiannya.

Dalam kasus puasa Nabi Daud AS, inilah yang termasuk dalam “Hadits Tagriri”

7. Puasa Daud bagi wanita

Apakah puasa daud tidak boleh terputus? mengingat seringkali kita mendapat
undangan yang jatuhnya pas kita sedang menjalankan puasa daud (misal
sabtu/minggu). Dan bagi kaum wanita pasti diselingi oleh haid.

Resiko yang sering dihadapi pelaku puasa Daud adalah kadang diundang untuk
acara resepsi dimana harus menyantap sajian, disitu tergantung trik kita masing-
masing, bila orang yang mempunyai hajat sudah tahu kita melakukan puasa Daud,
itu tidak masalah bila kita tidak ikut menyantap hidangan, namun bila orang yang
mempunyai hajat tidak tahu kita melakukan puasa Daud, ada beberapa cara,
diantaranya berterus terang bahwa kita sedang berpuasa Daud. Puasa Daud
afdolnya memang diselang sehari.Wanita yang sedang haid tentu saja tidak
diperbolehkan melakukan puasa Daud, namun bila haid selesai, bisa kembali
melakukan puasa Daud

8. Puasa Daud Pada Hari Jum’at atau hari Sabtu

Saya baru mau nyoba melaksanakan puasa daud,

puasa daud kan sehari puasa sehari nggak kan, kalo misalnya pas hari rabu puasa,
kamis nggak, trus jumat diperbolehkan puasa gak. .

apabila mengkususkan puasa pada hari jum'at tidak diperbolehkan, kecuali bila
sudah terbiasa berpuasa pada hari-hari sebelumnya. Contohnya pelaku puasa
daud seumpama minggu ini pada hari jum'at jadwal daudnya libur pada hari
jum'at, otomatis jum'at depan akan jatuh berpuasa pada hari jum'at. Nah, ini
diperbolehkan

9. Meningkatkan kwalitas puasa Daud

bagaimana meningkatkan kualitas puasa dawud

Meningkatkan kualitas puasa Daud tentunya dengan semakin banyak membaca
dan mengkaji serta mengamalkan isi dari Al Qur'an. Karena badan orang yang
berpuasa diibaratkan sebuah gelas adalah gelas yang bersih, tinggal diberi isinya
yaitu Al Qur'an

10. Saat Mulai Puasa Daud

sya sdg bljr mngamalkn shaum daud..

yg sya tanyakan,

jika sninnya puasa, slasa ga.
rabu puasa, kamis ga.

jumat puasa, sabtu ga.

hr minggu puasa, snin ga..

gimana klw pas hr minggux ga puasa, lalu mulai lg hr snin puasax. apa boleh?

tidak masalah kapan dimulainya lagi hari puasa Daud. Namun dari istiqomah
disiplin berpuasa Daud insya Allah ada sesuatu yang bermanfaat yang hanya
dapat dirasakan oleh sipelaku puasa Daud tersebut.

11. Puasa Daud Profesi Butuh Energi besar

saat ini saya mulai belajar puasa nabi daud, udah berjalan hampir 2 bulan, tapi
udah bolong 2 kali, karna saya gak kuat menahan godaan terutama dari istri
saya...., itu gimana? terus karena pekerjaan saya yang membutuhkan fisik yang
prima (saya aparat keamanan) saya harus gimana (satu sisi saya pingin puasa nabi
daud disisi lain saya takut mengganggu pekerjaan saya), mohon petunjuk..., hari-
hari yang diharamkan puasa itu hari apa saja ya.

Adapun yang berpuasa Daud apabila profesi pekerjaan memerlukan energi yang
besar, untuk tidak memaksakan diri. Boleh melaksanakan puasa Senin dan Kamis
atau puasa 3 hari sebulan. Intinya, jangan sampai dengan puasa Daud ini menjadi
mudorot bagi pelakunya. Hari-hari haram berpuasa diantaranya 2 hari raya dan
hari-hari tasriq

12. Puasa Daud Menghadiri Walimah

bagaimana mengantisipasi apabila kita diundang dalam suatu acara sedangkan
kita sedang berpuasa daud, pernah terjadi dan saya dianjurkan berbuka untuk
menghormati tuan rumah... saya ingin silaturahmi tetap berjalan dengan baik
tanpa membatalkan puasanya

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian
diundang maka wajib baginya untuk menghadiri undangan. Apabila dia dalam
keadaan berpuasa maka hendaknya dia mendo'akannya (yang mengundang) dan
apabila dia dalam keadaan berbuka maka hendaknya dia mencicipi hidangannya.”
(HR. Muslim no. 1431)

Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Ummu
Hani` radhiallahu anha:

‫َ ئٌ َْخط ِع ٍَ ش ْسٔ إ ش ء ص ً َإ ش ء أ ْطش‬    ٘               ‫ص‬
َ َ ‫اى ّب ِ ُ اى ُ َ َ ّ ُ أ ٍِ ُ َّف ِ ِ ُِْ َب َ َب َ ُِْٗ َب َ َف‬

“Orang yang berpuasa sunnah lebih berhak atas dirinya, jika ingin maka boleh
membatalkan atau menyempurnakan puasanya.” (HR. Ahmad no. 25658 dan At-
Tirmizi no. 664)

13. Memenuhi Undangan ketika sedang Berpuasa

Puasa bukanlah penghalang untuk menghadiri acara walimahan dan undangan
makan lainnya. Hanya saja jika puasanya adalah puasa wajib maka dia tetap
disyariatkan untuk menghadiri undangan tersebut akan tetapi tentunya dia tidak
boleh makan. Tapi jika puasanya adalah puasa sunnah maka dia boleh tetap
berpuasa dan boleh juga dia membatalkan puasanya. Karena Nabi shallallahu
alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang maka
wajib baginya untuk menghadiri undangan. Apabila dia dalam keadaan berpuasa
maka hendaknya dia mendokannya (yang mengundang) dan apabila dia dalam
keadaan berbuka maka hendaknya dia mencicipi hidangannya.” (HR. Muslim no.
1431)

Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Ummu
Hani` radhiallahu anha:

َ َ ‫اى ّب ِ ُ اى ُ َ َ ّ ُ أ ٍِ ُ َّف ِ ِ ُِْ َب َ َب َ ُِْٗ َب َ َف‬
‫َ ئٌ َْخط ِع ٍَ ش ْسٔ إ ش ء ص ً َإ ش ء أ ْطش‬    ٘               ‫ص‬



“Orang yang berpuasa sunnah lebih berhak atas dirinya, jika ingin maka boleh
membatalkan atau menyempurnakan puasanya.” (HR. Ahmad no. 25658 dan At-
Tirmizi no. 664)

Akan tetapi, jika dia merasa yang mengundang akan tersinggung atau akan
menimbulkan suasana yang kurang nyaman di antara para undangan maka lebih
utama jika dia membatalkan puasa sunnahnya. Ini berdasarkan hadits Abu Said Al-
Khudri radhiallahu anhu beliau mengatakan: “Saya membuat makanan untuk Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika makanan tersebut dihidangkan, seseorang
berkata, “Saya sedang berpuasa.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Saudaramu telah mengundangmu dan telah bersusah payah
karenamu, berbukalah dan berpuasalah di lain hari sebagai penggantinya jika
engkau mau.” (HR. Al-Baihaqi: 4/279 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam
Al-Irwa` no. 1952)

14. Puasa Daud Seorang Istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ّٔ ‫حص ً ْ َ ْأة ٗ َ ُْٖ ش ٕذ إ إ‬
ِ ِ ْ‫ال َ ُْ٘ ُ اىَشَ ُ َبعي َب َب ِ ٌ ِال بِِر‬

“Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya menyaksikannya
kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari Muslim)

15. Do’a Ketika Puasa Daud

Ketika sedang berpuasa Daud, perbanyaklah berdoa. Doa ditentukan tergantung
kepada kebutuhan masing-masing baik dengan doa dalam al quran, hadits,
ataupun dengan redaksi sendiri.

16. Doa Orang Puasa

Sebab doa orang yang berpuasa itu lebih dekat dikabulkan, sebagaimana yang

dirawikan oleh Imam Abu Daud at-Thayalisi dalam musnadnya, diterima daripada

Abdullah bin Umar. Beliau berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah saw

bersabda:

"Bagi orang yang berpuasa itu, seketika dia berbuka adalah doa yang

mustajab"
Dan terdapat pula sebuah hadits dalam musnad Imam Ahmad dan Sunan an-
Nasa'i

dan Tirmidzi dan Ibnu Majah, diterima daripada Abu Hurairah ra, berkata dia:

Berkata Rasulullah saw:

"Bertiga yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa

sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya."

17. Faidah Puasa

Puasa Itu Adalah Kafarat (Penghapus Dosa)

Pintu Rayyan Itu Khusus Untuk Orang-Orang yang Berpuasa

Sahl r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga
terdapat (delapan pintu. Di sana 4/88) ada pintu yang disebut Rayyan, yang besok
pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak seorang
selain mereka yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan, 'Dimanakah orang-orang
yang berpuasa?' Lalu mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang
masuk darinya. Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup. Sehingga,
tidak ada seorang pun yang masuk darinya."

Manfaat atau kelebihan atau faidah atau keutamaan atau kehebatan dari Puasa
Daud bagi orang yang melakukannya akan berbeda-beda. Namun berdasarkan
pengamatan pada pelaku Puasa Nabi Daud yang terhimpun pada Majelis Puasa
Daud, kebanyakan secara spiritual mampu mengendalikan emosi pada diri pribadi.
Adapun secara duniawi mengalami kemajuan dalam arti cukup sandang pangan.

18. Dalil Al Qur’an Puasa Daud

sy mau nanya emang ada di AL,QUR,AN yang menerangkan puasa daud sy mau
tanya ayat berapa ?

Jawaban : Tidak ada dalam Al-Qur'an perintah untuk menjalankan puasa Daud,
kalaupun ada adalah puasa Ramadhan. Coba cermati juga bahwa tidak ada
perintah untuk melaksanakan sholat magrib, isya, duhur. Kalaupun ada perintah
sholat saja. Adapun perintah sholat lima waktu cara dan waktunya diterangkan
lengkap dalam hadits-hadits yang mashur.

19. Puasa Daud dan Puasa Putih/Baidh

Puasa Baidh atau puasa mutih yaitu puasa 3 hari sebulan . Puasa Baidh yakni
tanggal 13, 14 dan 15 bulan Islam (Qomariyah). Merujuk pada hadits asal usul
puasa Daud, maka bagi yang berpuasa Daud tidak bisa berpuasa baidh, namun
bila melakukan puasa baidh disamping puasa Daud, tidak masalah.

20. Puasa Daud dan Puasa Syawal

Yang biasa kami lakukan adalah pada hari raya Idul Fitri, yaitu 1 syawal kami tidak
berpuasa lalu besoknya tanggal 2 sampai 7 syawal kami melakukan puasa syawal
selama enam hari berturut-turut, baru setelah itu berbuka sehari yaitu tanggal 8
syawal dan esoknya mulai berpuasa Daud kembali. Namun ada pula selama bulan
syawal berpuasa syawal tidak berturut-turut, yang penting berpuasa syawal 6 hari
dalam bulan syawal, setelahnya baru berpuasa Daud kembali.



21. Manfaat Puasa Secara Medis

Allah ta'alaa berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada
kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang
sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Allah berfirman: Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian
jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).

Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari
firman Allah "Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian"??

Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mempu
mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa puasa adalah
keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak. Itu saja.
Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci
terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa
puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia
sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar
sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia
membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat
membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang
waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami
hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa'i dari shahabat Abu
Umamah:"Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah
akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu". Maka
Rasulullah bersabda, "Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara
dengan puasa".

Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu
badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon
atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa,
sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru
makan untuk durasi waktu beberapa jam.

Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon
yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat
berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa puasa
menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu
adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun,
dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran
Rasulullah dalam sebuah haditsnya: Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan,
maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).

Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:Barangsiapa
yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10
kali lipat dari amalan itu.
Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari
setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu
tahun dalam penghargaan Allah.

Tom Branch, dari Columbia Press mengatakan:

Aku menganggap puasa adalah pengalaman ruhani yang sangat luar biasa, lebih
besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Maka karena keinginan itu,
aku mulai berpuasa dengan tujuan membersihkan diriku dari berat badan yang
berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat
sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga
pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam
menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Dan aktivitas puasaku belum berlalu
beberapa hari, tetapi aku mendapati pengaruh kejiwaan yang demikian besar.

Aku telah berpuasa beberapa kali hinga sekarang. Dan aku biasanya memilih
waktu antara 1 sampai 6 hari. Dan pada awalnya tujuanku adalah untuk
menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi, juga untuk
membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya
setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, dan aku melihat
banyak kedhaliman dan kebrutalan yang manusia hidup di dalamnya. Sungguh
aku merasa bertangung jawab terhadap keadaan mereka, maka aku pun berpuasa
untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu."

"Saya setiap kali berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang,
dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku
berpaling dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka
ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua
perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan
sungguh aku merasa dengan pengalaman yang begitu mengesankan bersama
dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin semua yang aku katakan
ini adalah sebab yang menjadikan muslimin -sebagaimana aku melihat mereka di
Turki, Suriah, dan Quds- dengan puasa selama 1 bulan penuh menjadikan jiwa-
jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan duni
manapun".
Mencegah Dari Tumor

Puasa juga berfungsi sebagai "dokter bedah" yang menghilangkan sel-sel yang
rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang
sedang berpuasa akan bisa menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh
untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusah atau lemah tadi untuk
menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan
untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi
dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-
organ yang sakit dan memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga
badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium,
kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-
awal pembentukannya.

Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

Puasa saangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga
mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa
memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yangbaik untuk istirahat.
Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat
tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan
kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini
hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar darah
pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit
diabets. Dan sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabets ini di
seluruh dunia dengan mengikuti "sistem puasa" selama lebih dari 10 jam dan
kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan
keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan
selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah
mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabets dan tanpa
menggunakan satu obat-obatan kimiawi pun.

Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah
Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan, adalah "dokter" yang paling murah
secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan,
dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang
dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka.
Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa
biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.

Dan inisebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan
minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan
merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan
dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau
kekuatan kepada badan.

Adapun jika kita langsung makan daging setelah lapar karena puasa, sayuran, dan
roti, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna
dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan
pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa
lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat
langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat, dan vitalitas, bahkan
ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Dan ini tentu bukanlah tujuan
Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk berpuasa.

Allah berfirman: Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai
petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa
yang menemui bulan Ramadhan ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau
dalam perjalanan maka dia mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah
menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian
kesulitan (Q.S. Al-Baqarah: 175).

Penyakit-Penyakit Kulit

Sungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit.
hal ini disebabkan karena dengan puasa maka kandungan air dalam darah
berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang ada di kulit. Hal ini pada
gilirannya akan berpengaruh pada:
1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit
mikroba dalam perut.

2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur
badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).

3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak.

Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan:

Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita sakit kulit yang kronis. Penyakit ini
muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemui satu jenis obat pun. Dan
setelah dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada Ayahku,
"Kalian harus membiasakan ini dan kalian hidup dengan penyakit ini. Penyakit
iniadalah tamu yang memberatkan lagi memakan waktu lama".

Dan ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun, dan dekat dengan waktu
pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku
benar-benar sumpeg (sempit dada). Dan akhirnya, salah seorang sahabat ayahku
yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku,
"Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari kemudian engkau berbuka
(makan) sehari, sebab hal itulah yang juga menjadi sebab kesembuhan suamiku
dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan
tetapi, lakukanlah bahwa pemberi obat adalah Allah dan sesungguhnya sebab
terjadinya obat seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan
terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu
berpuasalah".

Maka, aku pun melakukan puasa, dan aku mulai meneliti hal-hal yang
mengeluarkan aku dari jahim yang menyelimutiku. Dan aku membiasakan diri
ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan,
kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Dan aku makan (tidak
puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya.
Dan mulai terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku
derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku
sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai seperti biasa, dan aku melihat
bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-
benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut
sampai akhir hayatku."

Puasa Mencegah "Penyakit Orang Kaya"

Penyakit ini sering juga disebut dengan nama "penyakit nacreous" yaitu yang
disebabkan karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya
tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Dimana
darinya akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian,
khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Dan ketika persendian terkena
penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri
yang sangat. Dan terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah,
kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Dan
mengurangi porsi makan merupakan sebab utama bagi kesembuhan dari penyakit
yang sangat berbahaya ini.

Pembekuan Jantung dan Otak

Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini --mayoritasnya adalah
non-muslim-- menegaskan akan kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi
sebab berkurangnya minyak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan
berkurangnya kolesterol. Taukah anda apa "mal-kolesterol" itu? Mal-Kolesterol
adalah zat yang tertimbun pada oleh karena itu tidaklah berlebihan jika kita mau
mendengarkan kepada firman Allah Ta`ala yang berbunyi :

"Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian
mengetahui."

Maka berapa ribu manusia yang diliputi kebiasaan makan dan minum secara terus
menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena keinginan. Dan andai mereka
mengikuti metode Allah dan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak
berlebihan dalam hal makan dan minum, puasa tiga kali tiap bulan, tentu mereka
akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka alami akan berakhir
serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram.
Sakit Persendian Tulang

Sakit persendian adalah penyakit yang timbul karena berlalunya waktu yang
panjang. Dengan hal itu maka organ-oragan tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-
sakitpun akan menyertai, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang
banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya,
akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang
sesungguhnya adalah kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas
penyakit ini sampai sekarang.

Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasannya
puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa
mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan.
Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka
mikroba ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan
pada badan selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita
penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.

Berkata Sulaiman Rogerz dari New York berkata, "Aku pernah mengalami penyakit
dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu,
padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu kecuali aku tidak bisa berjalan
jauh, dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat
dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal kemudian qodarullah aku berkenal
dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani disebuah jalan yang menuju masjid
dan ia mengajak aku masuk Islam, dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan,
dan aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku
terus mengikuti aturan Islam ini karena aku merasa aturan itu lebih menyejukan
hati dimana atarun-aturan itu bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya
dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah
masalah yang paling susah yang aku alami di New York. Dan sungguh aku
mencoba untuk berpuasa sehari sebelum masuk Islam, aku hanya makan sayur-
sayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka pusa. Dan aku tidak makan
apapun setelah itu kecuali ketika sahur, dan kini aku bisa berjalan panjang dan
Alhamdulillah aku bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang
selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang
bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah
atas limpahan nikmat-Nya padaku untuk masuk Islam setelah aku benar-benar
mantap dengan-Nya.

Diakhirnya, Sulaiman berkata sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar
sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku menyambut bulan Ramadhan
setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan, "Ah, layaknya seperti anak kecil
saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun".



BAB. III

Kisah Nyata Puasa Daud

Sehubungan dengan adanya pertanyaan seputar manfaat puasa nabi Daud A.S,
baik yang bertanya langsung bertatap muka dengan saya ataupun melalui telpon,
sms, email, kotak komentar blog, facebook, saya bermohon kepada Allah SWT
untuk dapat berbagi pengalaman. Yang saya tulis ini tidaklah mempunyai
kepentingan apapun kecuali untuk menghidupkan sunnah dalam Islam khususnya
seputar puasa nabi Daud A.S.

Yang saya terangkan ini adalah yang saya rasakan berpuasa Daud sejak 2003.

Pada tahun 1997 hingga tahun 2001 adalah masa-masa yang teramat sulit bagi
saya. Disamping masa sulit dalam bidang ekonomi, juga dalam hal kesehatan.
Saya benar-benar dalam posisi yang tidak bisa saya bayangkan. Kehancuran usaha
apalagi saat itu adalah masa dimana Negara Indonesia sedang menghadapi krisis
kepercayaan terhadap aparatur Negara yang berdampak pula pada bidang
ekonomi.

Saya harus melunasi hutang-hutang yang menurut saya tidak sedikit jumlahnya
dan saat itu saya tidak mampu membayarnya, tetapi semua itu harus saya hadapi
dengan rasa tanggung jawab.
Belumlah masalah hutang selesai, orang-orang yang begitu dekat dengan saya
meninggalkan saya. Betapa sakit hati pada masa itu. Saya seorang pecundang
yang kehilangan harta dan orang-orang yang saya kasihi. Ditambah 4 buah
penyakit yang saya derita yang tidak bisa saya utarakan.

Yah, penyakit yang saya derita sudah menghabiskan waktu dan biaya yang tidak
sedikit. Rumah Sakit menjadi langganan saya baik untuk check up maupun
berobat.

Setelah saya rasa Rumah Sakit tidak bisa menyelesaikan penyakit yang saya derita,
saya mulai menggunakan terapi pengobatan alternative. Apapun yang orang
katakana tentang pengobatan yang dapat menyembuhkan saya, saya kejar. Tapi,
hasilnya selalu nihil.

Merasa tidak sanggup menghadapi semua ini sendirian, saya pulang ke kampung
halaman yaitu Cirebon

Di Cirebon pun saya tidak dapat berbuat banyak. Dengan penyakit yang saya
derita, saya jalani usaha apapun dengan modal dari orang tua. Semua usaha
hancur. Dan yang paling menyakitkan adalah saya harus berpisah lagi dengan
orang yang saya kasihi yang saya kira bisa menjadi tempat berkeluh kesah.

Saat itulah mungkin puncak kesabaran saya. Al-Qur’an yang selama ini menjadi
panduan hidup saya akan saya lempar.

Namun, saya urung melakukannya. Saya teringat sebuah amalan yang belum saya
coba. Saat itu saya sudah terbiasa menjalankan puasa senin-kamis, sholat tahajud
dan sholat duha. Tetapi saya belum bisa membaca Al-Qur’an. Hanya
terjemahannya saja yang saya ketahui. Dan saya hanya hafal 3 surat Al-Qur’an,
yaitu: Al-Fatehah, Al-Ikhlas, dan An-Nash.

Amalan tersebut adalah puasa nabi Daud A.S. Saya berusaha mencari rujukan-
rujukannya ke toko buku.

Dan dengan keterbatasan ilmu itupun saya: “Bismillah” mulai berpuasa Daud di
bulan Mei 2003. Saya menjalaninya dengan penuh kesabaran. Ujian-ujian hidup
tetap ada dan harus dihadapi.
Kurang lebih ½ tahun saya menjalani, babak hidup baru harus saya lakoni.
Seorang teman meminta tolong tentang permasalahan yang di hadapi. Ia
mempunyai 3 keinginan. Apabila semua keinginannya terkabul, maka ia akan
benar-benar bertobat ke jalan Allah. Mohon maaf, kemaksiatan sudah menjadi
bagian hidupnya. Minuman keras, perjudian, pelacuran dsb.

Mendapat amanat seperti itu, saya hanya bisa berdoa, memohon kepada Allah
SWT untuk mengabulkan semua keinginannya.

Walhasil, semua keinginannya yang secara logika tidak mungkin terjadi, terjadilah.
Salah satu diantaranya, selama 6 tahun ia berkeluarga, Allah tidak memberinya
keturunan. Dan atas izin Allah-lah, Kun! Fay a kun! Ia dikarunia seorang anak lelaki
yang sehat yang disuruhnya saya memberinya nama. Maka untuk mengingat jerih
payah usaha yang kami lakukan, saya beri nama anak tersebut David …. Yaitu nabi
Daud dengan ejaan bahasa inggris.

Betapa gembirannya ia. Di syukurinya semua itu dengan menepati janji-janjinya.
Alhamdulillah, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sejak peristiwa tersebut, saya menjalani kehidupan baru yang mau tidak mau
harus saya jalani. Kedatangan beberapa orang teman ke rumah dengan maksud
dan tujuan yang berbeda-beda. Saya katakan kepada mereka bahwa saya tidak
memiliki kemampuan seperti yang mereka kira. Namun, kepada Allah saya
berserah diri. Dan hikmah dibalik itu semua, saya semakin rajin mempelajari Al-
Qur’an dan Al Hadits. Saya tetap berprinsip bahwa yang saya lakukan harus tetap
berada pada koridor dua kitab tersebut.

Dan yang lebih mengherankan adalah, semua penyakit saya benar-benar sembuh.
Masya Allah, bahkan seluruh keluargapun seperti tidak percaya bahkan kehidupan
ekonomi sayapun berangsur-angsur membaik dengan dianugerahinya saya
seorang pendamping hidup yang mendukung saya dalam berpuasa Daud bahkan
istripun melakukan puasa Daud.

Ya Allah. Banyak kejadian aneh yang saya alami. Diantaranya adalah pada jam 11
malam saya ditelpon oleh seorang teman. Ia katakan bahwa kakak lelakinya yang
menderita kelainan jiwa mengamuk memukul anggota keluarga yang lain hingga
berdarah lalu ia lari dan para tetangga mengejarnya. Namun, tidak berhasil
menangkapnya.

Sayapun datang, Alhamdulilah… dengan mudahnya si penderita kelainan jiwa
tersebut masuk ke kamarnya tanpa meminta korban.Sejak saat itu saya jarang
berada di rumah karena ada saja orang yang menjemput saya. Hatipun
mendambakan ketenangan. Lalu saya mendapati beberapa ayat dalam surat Ali-
Imraan, ayat 39 s/d 41. Maka saya melakukan seperti yang di lakukan oleh nabi
Zakaria tersebut. Saya berharap dengan melakukan amalan ini hati saya menjadi
tenang dan saya manfaatkan kesempatan ini untuk mengkhatamkan beberapa
surat Al-Qur’an.

Setelah melakukan kegiatan mengurung diri dalam kamar selama 3 hari dan 3
malam, yang saya dapat malah sebaliknya. Beberapa orang datang ke rumah yang
membuat saya harus kembali pada aktifitas ke luar kota.

Itulah aktivitas saya hingga saat ini. Alhamdulillah, saya menghimpun teman-
teman untuk belajar berpuasa. Entah yang sebulan 3 kali, senin-kamis, bahkan
bagi yang sudah mampu mulai berpuasa Daud sehingga tidak disadari terbentuk
komunitas puasa Daud bagi yang berada di Cirebon, Bandung, Garut, Jakarta,
Tangerang, Kalimantan, Riau, Korea, Saudi Arabia, Group Puasa Daud Facebook.
Komunitas Puasa Daud dalam wadah Majelis Puasa Daud.

Saya hanya berharap akan lebih banyak lagi orang yang mengenal puasa nabi
Daud sehubungan dengan manfaatnya yang begitu besar.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:9726
posted:11/23/2011
language:Indonesian
pages:38
Description: Mengupas cara Puasa Daud dan Manfaat Puasa Daud dari sisi kesehatan, ekonomi, spiritual dan sebagainya yang bermanfaat bagi yang melakukannya. Kupas Tuntas Puasa Daud langsung oleh pelaku Puasa Daud hampir 9 tahun.