Embed
Email

ABSTRAK

Document Sample
ABSTRAK
Shared by: HC111123001957
Categories
Tags
Stats
views:
88
posted:
11/22/2011
language:
Indonesian
pages:
18
Kumpulan Abstrak Tesis

Semester Genap 2008/2009

Pendidikan Kejuruan (PKJ)

334 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







Perbedaan Penggunaan Media Mobil Training dan Media Mobil Real pada Kompetensi

Troubleshooting Sistem Penerangan dan Wiring Siswa SMK Negeri 1 Kota Mojokerto



Achmad Iswahyudi



Abstrak

Pendekatan mengajar yang efektif dan efisien dalam pembelajaran praktik merupakan strategi untuk

menghasilkan siswa yang kompeten. Media sebagai bagian penting dalam pembelajaran praktik sebaiknya

sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Media mobil training dapat dikatagorikan media yang

sesuai, efektif dan mudah untuk memahami pembelajaran kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan

wiring.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kompetensi troubleshooting sistem penerangan

dan wiring siswa SMKN 1 Kota Mojokerto yang diajarkan dengan menggunakan media mobil training, 2)

kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring siswa SMKN 1 Kota Mojokerto yang diajarkan

dengan menggunakan media mobil real, dan 3) perbedaan yang signifikan penggunaan media mobil training

dan media mobil real pada kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring.

Penelitian ini mengunakan disain quasi experimental, dengan subyek penelitian adalah kelas XI

TMO 1 yang berjumlah 38 siswa sebagai kelas yang diajakan dengan menggunakan media mobil training dan

kelas XI TMO 2 yang berjumlah 38 siswa sebagai kelas yang diajarkan dengan menggunakan media mobil

real SMKN 1 Kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan prates dan

pascates dengan menggunakan tes unjuk kerja yang telah melalui pengujian validitas dari 10 soal tes

dinyatakan valid dan pengujian reliabilitas menggunakan koefisien alpha Cronbach > 0,60= 0,978.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa; 1) kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan

wiring yang diajarkan menggunakan media mobil training menghasilkan nilai rerata pascates 81,97; 2)

kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring yang diajarkan menggunakan media mobil real

menghasilkan nilai rerata pascates 74,74; dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan

media mobil training dan media mobil real pada kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring

dengan taraf signifikansi (α)=0,05.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru pengajar kompetensi kelistrikan untuk

mengembangkan dan menggunakan media mobil training yang memenuhi karakteristik dalam kegiatan

pembelajaran praktik kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring, sehingga siswa mampu

menguasai kompetensi troubleshooting dengan baik. Media mobil training sebagai media pembelajaran lebih

luas dapat dikembangkan secara lebih komprehensif.



Kata kunci: kompetensi troubleshooting, media mobil training, media mobil real







Kontribusi Status Industri Lama Pelaksanaan Prakerin, dan Motivasi Belajar terhadap

Sikap Kewirausahaan Siswa SMK di Kabupaten Indramayu



Akhmad Karyono



Abstrak

Kurikulum SMK tahun 2004, telah mengisyaratkan bahwa pelaksanaan Pendidikkan dan Pelatihan

di SMK bagi siswa diharuskan melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di dunia usaha dan industri

(DU/DI). Tujuan utama pelaksanaan Prakerin adalah untuk mendekatkan mutu lulusan SMK dengan

kemampuan (kompetensi) yang diminta oleh industri. Salah satu faktor penyebab lulusan SMK menganggur

adalah tidak beraninya berwirausaha. Lulusan siswa SMK Bidang Mesin di Kabupaten Indramayu yang

tertampung di industri berkisar 41% dan sisanya 59% menganggur. Tujuan SMK menurut kurikulum 2004

bahwa lulusan SMK seharusnya dapat melihat peluang kerja dengan berwirausaha. Pelaksanaan Prakerin

diharapkan juga dapat membantu peningkatan sikap kewirausahaan bagi siswa SMK, yang meliputi tiga

faktor yang dapat mempengaruhinya, yaitu: status industri tempat Prakerin, lama pelaksanaan Prakerin, dan

motivasi belajar siswa.

Berdasarkan tiga faktor di atas maka peneliti mengajukan beberapa hipotesis mengenai sikap

kewirausahaan dilihat dari faktor: status industri tempat Prakerin, lama pelaksanaan Prakerin dan motivasi

belajar yang dilaksanakan di SMK di Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, antara lain : (1) Status industri

tempat prakerin dan lamanya pelaksanaan Prakerin berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap



333

Program Studi S2 PKJ 335







motivasi belajar produktif siswa, (2) Status industri tempat Prakerin berkontribusi secara signifikan terhadap

motivasi belajar produktif siswa, (3) Lama Prakerin berkontribusi secara signifikan terhadap motivasi belajar

produktif siswa, (4) Status industri tempat prakerin, lamanya pelaksanaan Prakerin, dan motivasi belajar

produktif berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa, (5) Status

industri tempat Prakerin berkontribusi secara signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa, (6) Lama

Prakerin berkontribusi secara signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa, (7) Motivasi belajar produktif

berkontribusi secara signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa.

Objek penelitian adalah siswa SMK Bidang Teknik Mesin SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten

Indramayu – Jawa Barat, dengan membagi dalam tiga wilayah: SMK di wilayah Indramayu Barat, SMK di

wilayah Indramayu Tengah, dan SMK di wilayah Indramayu Timur. Metode penelitian menggunakan metode

survey, dengan model rancangan penelitian causal corelational yang bersifat ex-post facto. Analisis data

dengan menggunakan analisis Deskriptif, interkorelasi antar variabel, dan analisis jalur (Path Analysis)

dengan menggunakan regresi linier ganda.

Hasil analisis data mengungkap: (1) Analisis deskriptif menunjukkan status industri tempat Prakerin

pada kategori sedang (51,6 %), lama pelaksanaan Prakerin pada kategori sedang (50 %), motivasi belajar

siswa pada kategori sedang (57,6 %), dan sikap kewirausahaan siswa pada kategori sedang (56,8 %); (2)

Analisis jalur (Path analysis) pada sub struktur-1 menunjukkan status industri (X1) dan lama pelaksanaan

Prakerin (X2) berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa (X3) dengan F

sebesar 171,571 pada signifikansi rtabel

maka soal yang ditanyakan valid, diambil nilai r > 0,4 ke atas dinyatakan signifikan. Untuk reliabilitas

menggunakan Kuder_Richardson (KR-20). Reliabilitas soal dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s

Alpha > dari 0,60. Selanjutnya juga dilakukan pengujian persyaratan analisis, yang meliputi uji normalitas

338 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







yang menggunakan uji Kolmogorof-Smirnof test, jika nilai Dhitung

alpha 5% maka data dianggap bervarian homogen. Analisis data yang terakhir dalam penelitian ini

menggunakan uji-t, kesemuanya pengujian tersebut menggunakan program SPSS 12 for windows.

Berdasarkan kesimpulan analisa data yang telah dilakukan diperoleh hasil penelitian sebagai

berikut: (1) ada pengaruh yang signifikan penggunaan CD interaktif terhadap pengetahuan siswa tentang

sistem pengapian pada kelas III program keahlian mekanik otomotif (2) ada pengaruh yang signifikan

penggunaan CD interaktif terhadap kompetensi siswa tentang sistem pengapian pada kelas III program

keahlian mekanik otomotif.

Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian ini dapat disarankan sebagai berikut: (1) guru harus

meningkatkan pemahaman pengetahuan siswa, dengan menerapkan pembelajaran CD interaktif, (2) siswa

diwajibkan untuk memiliki media CD interaktif karena harganya murah dan praktis (3) hendaknya sarana

praktek di workshop/bengkel dilengkapi, yang mengikuti perkembangan teknologi sehingga siswa lebih

banyak mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan, (4) perlu diadakan penelitian lanjutan untuk kompetensi

yang berbeda dalam perbandingan yang sama, atau metode lain pada kompetensi yang lain.



Kata kunci: pembelajaran praktikum, CD interaktif, sistem pengapian







Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perawatan dan Perbaikan Mesin Bensin 4 Tak 4

Silinder Tune Up dengan Sistem Multimedia



Gunawan Dwiyono



Abstrak

Pembelajaran di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk Program Keahlian Mekanik Otomotif

diperlukan pengetahuan teoritis yang cukup, lalu disertai dengan pengetahuan praktis yang mudah dipahami.

Tidak kalah pentingnya mereka harus memiliki skill yang khusus karena karakteristik lulusan SMK adalah

memiliki kompetensi di bidangnya. Untuk itu mata diklat produktif merupakan mata diklat yang sangat

memungkinkan bisa membekali kompetensi yang diperlukan sesuai bidang keahliannya. Salah satu yang

menyulitkan dalam pembelajaran produktif yaitu Tune Up mesin adalah banyak sekali prosedur yang harus

dilakukan rawan menimbulkan kesalahan fatal. Untuk membawa siswa menjadi taat dan tidak salah maka

akan menjadi efektif bila dihadirkan seorang instruktur yang senantiasa benar dan tidak melupakan

informasi-informasi yang dibutuhkan.

Guru sebagai instruktur memiliki sifat pelupa secara manusiawi. Ketika dalam proses pembelajaran

instuktur memberi contoh ada beberapa hal yang terlupa. Kejadian semacam ini menjadikan proses belajar

harus senantiasa memberikan instuksi lagi, memberi informasi lagi karena saat memberi contoh tadi lupa

belum tersampaikan dan baru disadari saat siswa melakukan kesalahan.

Untuk mengatasi masalah tersebut siswa dapat diberi sajian dalam bentuk gambar bergerak, teks

yang jelas suara maupun urutan langkah pengerjaan yang sempurna dari rekaman yang diedit berulang-ulang

agar didapatkan tujuan pembelajaran yang baik dan sempurna. Hal ini bisa dilakukan dengan mengemban-

gkan perangkat pembelajaran dengan bantuan multimedia.

Pengembangan media pembelajaran multimedia akan menjadi lebih baik bila dirancang dengan

model pengembangan prosedural yang meliputi empat tahap yaitu: (1) Tahap pendefinisian yaitu konsultasi

dengan para ahli, guru-guru dan siswa mekanik otomotif dan pihak lain yang dianggap perlu dalam proses

pengembangan, (2) Tahap desain yang meliputi persiapan media trainer, pemilihan strategi dan tujuan

instruksional (3) Tahap pelaksanaan pengambi-lan gambar audiovisual, pengisian suara, editing, dan

selanjutnya (4) Tahap uji coba produk. Pada tahap uji coba media dianalisis dengan rancangan diskriptif

untuk memperoleh tanggapan dan penilaian dari para ahli, guru dan siswa. Yang dilibatkan dalam ujicoba ini

adalah 3 orang ahli isi, 2 orang ahli media, 5 orang guru dan 30 orang siswa.

Uji coba dilakukan dalam dua tahap. Pada ujicoba tahap pertama diperlukan untuk memperoleh

masukan dan kemudian produk direvisi. Pada tahap kedua ujicoba produk hasil revisi untuk memperoleh

masukan lagi dari para ahli, guru dan siswa.

Dari hasil pengembangan ini: secara umum ahli isi memberikan penilaian (86,58%), ahli media

memberikan penilaian (84,37%), guru memberikan penilaian (87,22%), dan siswa memberikan penilaian

(84,29%). Hal ini berarti bahwa media ini telah memenuhi syarat dalam memenuhi kebutuhan siswa dalam

proses pembelajaran.

Program Studi S2 PKJ 339







Guru dan siswa berpendapat bahwa pembelajaran dengan menggunakan media semacam ini dapat

terlaksana secara efektif, efisien, dan memberi motivasi kepada siswa dalam belajar. Efektifitas pembelajaran

terjadi karena siswa dapat melihat berbagai bentuk data baik gambar, teks, suara, gerak dan peragaan

mengenai prosedur pelaksaan tune up, sehingga memungkinkan siswa lebih menguasai materi pelajaran.



Kata kunci: media pembelajaran, tune up mesin, multimedia







Konstribusi Iklim Organisasi Sekolah, Kecerdasan Emosional Guru dan Pengetahuan

Teknologi Informasi dengan Profesionalisme Guru Produktif SMK Negeri Kelompok

Teknologi dan Industri se Kabupaten Indramayu



Haryono Suhendro



Abstrak

Salah satu permasalahan utama dalam dunia pendidikan adalah pro-fesionalisme guru, yaitu

membentuk guru yang memiliki kompetensi standar yang memadai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan

hubungan iklim orga-nisasi sekolah, kecerdasan emosional guru dan pengetahuan teknologi informasi dengan

profesionalisme guru produktif SMK Negeri Kelompok Teknologi dan Industri se Kabupaten Indramayu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi, dimana variabel inde-penden dikorelasikan dengan

variabel dependen. Data Populasi penelitian adalah guru produktif dari 10 SMK Negeri Kelompok Teknologi

dan Industri se Kabupaten Indramayu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kue-sioner dengan

skala Likert, sedangkan teknik analisis mengunakan teknik ana-lisis regresi linear ganda dan analisis product

moment Pearson, yang dihitung menggunakan SPSS for Windows Release 10.

Hasil analisis penelitian membuktikan, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim

organisasi sekolah, kecerdasan emosional guru, dan pe-ngetahuan teknologi infomasi dengan profesionalisme

guru produktif SMK Negeri Kelompok Teknologi dan Industri se kabupaten Indramayu, yang ditun-jukkan

oleh nilai koefisien korelasi secara berurutan: X1 dan Y (0,401), X2 dan Y (0,577), X3 dan Y (0,770),

dengan probabilitas (Sign.) lebih kecil dari 0,05

Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara iklim organisasi sekolah,

kecerdasan emosional guru dan pengetahuan teknologi informasi dengan profesionalisme guru produktif

SMK Kelompok Teknologi dan Industri se Kabupaten Indramayu, baik secara sendiri-sendiri maupun secara

bersama. Saran yang disampaikan adalah perlunya keterlibatan semua pihak dalam membangun iklim

organisasi sekolah, kecerdasan emosional guru dan pengetahuan teknologi informasi untuk meningkatkan

nilai profesionalisme guru.



Kata kunci: iklim organisasi sekolah, kecerdasan emosional guru, pengetahuan teknologi informasi, profe-

sionalisme guru.







Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran Melalui Program Jardiknas oleh Guru-guru

SMK di Kabupaten Indramayu



Kamajaya



Abstrak

Pemanfaatan kemajuan teknologi internet akan semakin mendekatkan sumber informasi kepada

guru dan peserta didik sehingga akan memperoleh kemudahan dalam mengakses informasi dari berbagai

sumber, khususnya yang berkaitan dengan materi yang paling muktahir di bidang pendidikan/pembelajaran.

Fakta dilapangan masih banyak guru yang belum memanfaatkan fasilitas internet yang ada di SMK. Hal

tersebut apakah disebabkan oleh motivasi kerja guru, ataukah kebijakan kepala sekolah yang kurang

mendukung dalam pemanfaatan internet melalui program ICT Jardiknas.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan internet dalam pembelajaran melalui

program ICT Jardiknas oleh guru-guru SMK di Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan pendekatan

deskriptif korelasional, variabel penelitian ini adalah: motivasi kerja (X1), kebijakan kepala sekolah (X2) dan

pemanfaatan internet (Y). Populasi penelitian adalah seluruh guru SMK kelompok teknologi dan industri

340 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







yang sekolahnya memiliki fasilitas koneksi internet melalui program ICT center Indramayu yang berjumlah

174 orang, dan tersebar di 4 SMK. Jumlah populasi sebanyak 120 guru yang diambil secara acak.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data penelitian

berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Instrumen

yang digunakan adalah kuesioner menggunakan skala Likert dengan empat alternatif jawaban. Adapun teknik

analisis data memakai teknik analisis korelasi product moment Pearson, dan analisis regresi linear ganda.

Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja

dengan pemanfaatan internet. 2) terdapat hubungan yang positif antara kebijakan kepala sekolah dengan

pemanfaatan internet. 3) terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja (X1), kebijakan kepala sekolah

(X2) secara bersama-sama dengan pemanfaatan internet (Y). Sumbangan efektif masing-masing variabel

adalah 1) motivasi kerja guru SMK sebesar 13,89% dan 2) kebijakan kepala sekolah tentang pemanfaatan

internet memberikan sumbangan efektif sebesar 1,53%. Dapat dikemukakan bahwa sumbangan efektif

motivasi kerja guru SMK lebih besar dari kebijakan kepala sekolah tentang pemanfaatan internet melalui

program ICT Jardiknas.



Kata kunci: internet, motivasi kerja, guru SMK, kebijakan kepala sekolah







Pengaruh Media Pembelajaran Dua Dimensi, Tiga Dimesi dan Bakat Mekanik Terhadap

Hasil Belajar Sistem Pengapian Sistem Pengapian Motor Bensin Di SMK Negeri 1 Kota

Mojokerto



Khoirul Anwar



Abstrak

Hasil belajar adalah hal yang selalu menjadi orientasi dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran.

Inti dari proses pembelajaran adalah penyampaian informasi melalui pemberian pengalaman oleh guru

kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Fakta di lapangan menunjukkan

kurang optimalnya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran terkait dengan pemanfaatan media

pembelajaran dan pemahaman terhadap bakat atau potensi peserta didik sebagai faktor yang mempengaruhi

hasil belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Dua Dimensi, Tiga Dimesi

dan Bakat Mekanik Terhadap Hasil Belajar Sistem Pengapian Sistem Pengapian Motor Bensin Di SMK

Negeri 1 Kota Mojokerto. Ada 3 hal yang dieksperimenkan, yaitu (1) perbedaan yang signifikan hasil belajar

sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua

dimensi dan tiga dimensi; (2) perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara

kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik

tinggi; (3) interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang memiliki pengaruh

terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data penelitian

berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Instrumen

yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tes tertulis dalam bentuk tes objektif. Data yang dimaksud

adalah hasil belajar sistem pengapian motor bensin. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan

menggunakan metode eksperimen. Analisis data dilakukan dengan analisis ANOVA dua jalur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem

pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi

dan media pembelajaran tiga dimensi; (2) terdapat perbedaan hasil belajar sistem pengapian motor bensin,

antara kelompok peserta didik berbakat mekanik rendah, berbakat mekanik sedang dan berbakat mekanik

tinggi; (3) tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang berpengaruh

terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.

Berdasarkan hal tersebut, guru perlu mengusai penggunaan media pembelajaran sehingga dalam

proses pembelajaran, dapat memaksimalkan informasi yang disampaikan kepada peserta didik, SMK

hendaknya lebih inovatif dan variatif dalam pembuatan media pembelajaran, perlunya pemenuhan kebutuhan

media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran oleh pihak terkait



Kata kunci: media pembelajaran, bakat mekanik, hasil belajar

Program Studi S2 PKJ 341







Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Orientasi Lokus Kendali terhadap Hasil Belajar

Kompetensi Sistem Penerangan dan Wiring Otomotif Siswa SMK Program Keahlian

Mekanik Otomotif



M. M. Al Khasani



Abstrak

Sudah saatnya pertumbuhan SMK yang pesat diiringi oleh peningkatan kualitas lulusan SMK.

Namun kenyataannya masih jauh dari harapan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh pencapaian kompetensi/hasil

belajar yang diperoleh lulusan SMK yang masih belum memuaskan. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh

variabel mutu pembelajaran dan karakteristik pebelajar.

Untuk mengungkap dan mengetahui pengaruh strategi pembelajaran dengan pemberian job

pembuatan dan aplikasi trainer, serta lokus kendali terhadap hasil belajar kompetensi sistem penerangan dan

wiring otomotif siswa Program Keahlian Mekanik Otomotif, maka penelitian ini mempunyai rumusan

masalah: (1) Adakah perbedaan hasil belajar kompetensi sistem penerangan dan wiring otomotif antara

kelompok siswa yang diajar menggunakan trainer saja dan kelompok siswa yang diajar menggunakan trainer

dengan terlebih dahulu diberi job pembuatan trainer sistem penerangan dan wiring otomotif?; (2) Adakah

perbedaan hasil belajar kompetensi trainer sistem penerangan dan wiring otomotif antara kelompok siswa

yang memiliki lokus kendali internal dan kelompok siswa yang memiliki lokus kendali eksternal?; dan (3)

Adakah interaksi antara penggunaan media trainer dan lokus kendali siswa terhadap hasil belajar kompetensi

sistem penerangan dan wiring otomotif?

Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian quasi-

experimental dengan desain faktorial prates-postes dan dilakukan pada di SMK “Roudlotun Nasyi’in”

Beratkulon Kemlagi Mojokerto. Ada dua kelas yang digunakan sebagai subjek penelitian dengan jumlah 73

siswa. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik random assignment sampling.

Penelitian ini menggunakan tes untuk pengumpulan datanya.

Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kompetensi

sistem penerangan dan wiring otomotif yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan trainer dengan

terlebih dahulu diberi job pembuatan trainer dan yang diajar dengan menggunakan trainer saja; (2) Terdapat

perbedaan hasil belajar kompetensi sistem penerangan dan wiring otomotif yang signifikan antara kelompok

siswa yang memiliki lokus kendali internal dan yang memiliki lokus kendali eksternal; dan (3) Terdapat

interaksi antara penggunaan dan pemberian job pembuatan media trainer, dan lokus kendali siswa terhadap

hasil belajar sistem penerangan dan wiring otomotif.

Berdasarkan hasil temuan ini, maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan, yaitu: (1) Agar

guru mata diklat kompetensi sistem penerangan dan wiring otomotif melakukan pembelajaran dengan

terlebih dahulu memberikan job pembuatan trainer sebelum menggunakan trainer tersebut, agar hasil belajar

siswa dapat meningkat; (2) Agar pihak sekolah meyelenggarakan kegiatan pembimbingan kepada siswa,

antara lain layanan orientasi dan informasi, konseling (baik individu maupun kelompok) untuk kasus-kasus

khusus, misalnya terhadap siswa yang beranggapan bahwa keberhasilan yang diperolehnya bersumber dan

ditentukan oleh sesuatu di luar dirinya (yang memiliki kecenderungan lokus kendali eksternal); dan (3) Agar

guru dapat menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah orientasi lokus kendali siswa dari eksternal

ke internal, misalkan dengan menumbuhkan keinginan untuk berkompetisi dalam berprestasi, kondisi

pembelajaran yang menyenangkan, dan lain-lain.



Kata kunci: pengaruh strategi pembelajaran, lokus kendali, hasil belajar, sistem penerangan dan wiring

otomotif

342 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







Penerapan E-Learning untuk Pembelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan

Informasi (KKPI) pada Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMK

di Kota Malang



Muhammad Rafie Pawellangi



Abstrak

Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) sebagai salah satu mata pelajaran di

SMK perlu diperkenalkan, dipraktikkan, dan dikuasai siswa sedini mungkin sehingga siswa dapat beradaptasi

dengan dunia kerja, perkembangan global, dan jenjang pendidikan lebih tinggi. E-Learning merupakan salah

satu media pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengakses materi setiap waktu. Perubahan

paradigma pembelajaran dari teacher center ke student center memberikan kesempatan lebih bagi interaksi

antara guru dan siswa, dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang disediakan. Evaluasi hasil belajar

melalui ujian tertulis terkadang dipengaruhi faktor judgement atau pertimbangan subyektivitas guru sehingga

diperlukan sistem ujian berbantuan komputer (ujian online) untuk meningkatkan proses evaluasi menjadi

lebih efektif .

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap penerapan E-Learning dalam pembelajaran KKPI,

faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya interaksi antara siswa dengan guru, efektifitas pelaksanaan

evaluasi melalui ujian online, dan sumber pembelajaran KKPI menggunakan aplikasi E-Learning pada

Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Keahlian TIK se Kota Malang. Populasi siswa sebanyak 2925 orang

dan guru sebanyak 31 orang. Dengan menggunakan teknik probability sampling dengan simple random

sampling diperoleh sampel siswa sebanyak 341 orang. Analisa data menggunakan statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan E-Learning untuk pembelajaran KKPI secara

umum siap menggunakan aplikasi E-Learning KKPI, yang dibangun dari Moodle; (2) interaksi guru dan

siswa dalam penerapan E-Learning bersifat positif dan edukatif, dimana guru memposisikan diri sebagai

fasilitator dan siswa sebagai partisipan yang aktif, sehingga antar siswa dapat saling berbagi pengalaman dan

bekerja sama dalam pembelajaran; (3) pelaksanaan evaluasi melalui ujian online efektif, konsumsi kertas

minimum, penghematan waktu tanpa mengorbankan kualitas dan integritas ujian, hasil evaluasi dapat

langsung dapat diketahui, kesalahan penghitungan kecil karena dikoreksi otomatis, dan keseluruhan proses

evaluasi dapat dijadikan umpan balik bagi perbaikan pembelajaran; (4) sumber materi pembelajaran KKPI

pada aplikasi E-Learning memiliki daya tarik, dapat membantu penggunanya untuk terampil mengoperasikan

komputer dan mengelola informasi.

Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (1) untuk kesinambungan penerapan E-Learning

diperlukan komitmen yang tinggi dari sekolah dan Dinas Pendidikan. Setiap sekolah yang menerapkan E-

Learning sebaiknya; (a) menjaga kestabilan koneksi intranet dan internet, sehingga guru dan siswa dapat

mengakses server E-Learning tanpa ada batasan waktu; dan (b) menyediakan server permanen dan teknisi

yang selalu memantau dan merawat server E-Learning, dan Dinas Pendidikan membuat kebijakan dan

memantau secara berkala terhadap penerapan E-Learning khususnya SMK yang membuka Bidang Keahlian

TIK, (2) perlu diusahakan setiap sekolah memiliki perangkat keras khusus yang mendukung video

conference dan memaksimalkan pemanfaatan jaringan VPN Jardiknas yang sudah ada sehingga interaksi

yang terjadi tidak terbatas pada chatting, forum, dan email, (3) untuk menghindari kebocoran soal ujian

diperlukan sistem ujian yang handal dan memperbanyak bank soal sistem ujian. Selain itu diperlukan usaha

yang besar untuk membudayakan penggunaan sistem ujian online sebagai alat evaluasi oleh guru dan siswa

sehingga terbiasa menggunakannya, dan (4) materi pembelajaran sebaiknya juga dipersiapkan materi dalam

bentuk live CD, sehingga guru dan siswa tetap dapat mempelajari materi dimana saja, misalnya di rumah

walaupun tanpa koneksi internet ataupun intranet.



Kata kunci: e-learning , interaksi, ujian online, KKPI

Program Studi S2 PKJ 343







Korelasi Bakat Mekanik, Prestasi Praktikum Otomotif dan Praktik Industri dengan Hasil

Uji Kompetensi Servis berkala Otomotif Roda Empat Sesuai Standar Industri Otomotif,

Studi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM



Mustaman



Abstrak

Pesatnya perkembangan produksi Industri Otomotif sebagai dampak dari persaingan secara

kompetitif antara industri otomotif dengan industri otomotif lainnya. Produksi industri otomotif agar dapat

mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka diperlukan pengembangan lokasi dengan mendirikannya

maindealer dan bengkel resmi di seluruh kawasan Indonesia, dengan tujuannya untuk melakukan pelayanan

jasa yang antara lain: a) melakukan pemasaran produk otomotif kepada masyarakat yang meminatinya. b)

melakukan servis berkala bagi masyarakat pengguna kendaraan atau otomotif roda empat. Upaya

pengembangan lokasi tersebut merupakan model kebijakan untuk mengimbangi kuantitas dan kualitas

produksi otomotif PT ISI. Maindealer dan bengkel resmi agar dapat berjalan sesuai dengan fungsinya, maka

perlu ditunjang tenaga mekanik dan instruktur yang memiliki kompetensi dibidang otomotif yang memadai.

Setiap diadakan perekrutan tenaga instruktur dan tenaga mekanik, dilakukan psikotes atau tes bakat mekanik

dan tes kompetensi sesuai dengan standar industri otomotif, dengan diperolehnya tenaga kerja yang memiliki

kompetensi yang sesuai harapan industri otomotif. Setelah terekrut tenaga mekanik dan tenaga intruktur

diklat dilingkungan produk industri otomotif PT Indomobil Suzuki Internasional (PT. ISI), sebelum

melakukan job pekerjaan servis berkala di Industri Otomotif, terlebih dahulu menjalani diklat yang dibina

oleh instruktur diklat di Trainning Centre, yang berasal dari lulusan S1 bidang keahlian Pendidikan Teknik

Otomotif

Untuk menjembatani hal tersebut, di dalam Pengembangan Jangka Panjang Perguruan Tinggi

(PJPT) atau Helts 2003–2010 amanah dari Dirjen Dikti, maka Universitas Negeri Malang (UM) menetapkan

visi, misi dan tujuan pengembangan pendidikan yang tertuang dalam Statuta. Perguruan Tinggi yang unggul

dan menjadi rujukan, yaitu salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan tujuan untuk

memproduksi atau menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga profesional yang siap pakai yang

diperuntukan di lembaga-lembaga pendidikan maupun siap pakai di industri/perusahaan. Sedangkan tujuan

Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, adalah menghasilkan lulusan sarjana (S1) yang memiliki

kompetensi dan kewenangan sebagai guru pemula pada sekolah menengah kejuruan otomotif dan instruktur

pada lembaga pelatihan kejuruan teknik otomotif lainnya.Upaya meningkatkan kompetensi lulusan

mahasiswa tersebut, diwajibkan pula untuk menempuh mata kuliah praktik industri bidang keahlian otomotif

dengan harapan, agar kompetensi lulusan yang dimiliki mahasiswa sesuai harapan industri. Permasalahan

yang timbul dapat dirumuskan sebagai berikut : 1) Bagaimana bakat mekanik (BK) mahasiswa Program

Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM?, 2) Bagaimana prestasi belajar Praktikum Otomotif (PO)

yang mencakup (PL, PM, CH) mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM?, 3)

Bagaimana prestasi Praktik Industri (PI) mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM?,

4) Bagaimana Hasil uji Kompetensi Servis berkala Otomotif roda empat sesuai Standart Industri Otomotif

(SB), 5)Apakah ada hubungan dan variabel mana yang paling dominan antara Bakat Mekanik (BK), prestasi

Praktikum Otomotif (PO) dengan cakupan ( PL, PM, CH,) (dan Praktik Industri (PI)dengan Hasil uji

Kompetensi Servis berkala Otomotif roda empat sesuai Standar Industri Otomotif (SB) mahasiswa S1

Pendidikan Teknik Otomotif FT UM?.

Subyek penelitian seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif berjumlah 41 mahasiswa, dan

data penelitian mahasiswa diperoleh antara lain: Skor nilai Bakat mekanik diperoleh melalui tes, skor nilai

Prestasi Praktikum Otomotif, Prestasi Praktik Industri diperoleh melalui data dokumen, skor hasil uji

kompetensi servis berkala diperoleh melalui tes visual. Kemudian skor nilai dianalisis menggunakan statistik

deskriptif untuk memperoleh gambaran dari variabel (BK, PL, PO, CH) dan variabel PI, variabel SB.

Kemudian dilanjutkan skor nilai dari 6(enam), variabel dianalisis menggunakan path analisys dengan metode

LISREL untuk memprediksi dan menelaah keeratan hubungan variabel eksogen dengan endogen, dan untuk

memprediksi dan menelaah keeratan hubungan variabel edogen dengan endogen.

Berdasarkan dari hasil analisis data penelitian, maka dapat diintepretasikan sebagai berikut: Skor

nilai Bakat Mekanik dari hasil tes psikologi, dan Prestasi Praktikum Otomotif, serta Prestasi Praktik Industri

maupun Hasil uji kompetensi Servis Berkala Otmotif roda empat mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan

Teknik Otomotif angkatan 2005, jika dikaitkan dengan patokan standar nilai Industri Otomotif, diperoleh

wacana bahwa perekrutan tenaga instruktur Industri Otomotif roda empat yang dipersyaratkan masih belum

memuaskan atau belum memenuhi harapan bagi Industri otomotif. Hal ini disebabkan masih ada sebagian

mahasiswa skor nilai yang dimiliki dibawah patokan setandar nilai yang ditentukan PT. Indomobil Suzuki

344 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







Internasional. Hubungan antara Bakat Mekanik, Prestasi Praktikum Otomotif dan Prestasi Praktik Industri

yang mencakup antara lain : Faktor-faktor diantara variabel yang memiliki hubungan yang paling dominan di

antara variabel eksogen dan variabel endogen dengan hasil uji kompetensi servis berkala otomotif roda

empat, baik secara langsung maupun tidak langsung di jabarkan sebagai berikut: (a) Terdapat hubungan

efektif antara Bakat Mekanik dengan Hasil Uji Kompetensi Servis Berkala Otomotif. (b) Terdapat hubungan

efektif antara Prestasi Praktikum Mesin Otomotif dengan Hasil Uji Kompetensi Servis Berkala Otomotif. (c)

Terdapat hubungan efektif antara Prestasi Praktik Industri dengan Hasil Uji Kompetensi Servis Berkala

Otomotif. Disarankan: (a) Penerimaan mahasiswa baru sebagai persyaratan lulus di Jurusan teknik Mesin,

Program Studi S1 Pendidikan Otomotif, diperlukan tes kompetensi dan tes khusus yaitu tes psikologi berupa

bakat mekanik. (b) Perlunya peningkatan kompetensi para instruktur atau dosen sesuai dengan bidang

keahlian otomotif, melalui diklat di Lembaga Diklat taraf nasional maupun internasional. (c) Perlunya

pembenahan diskripsi kurikulum agar relevan dengan dunia produksi industri otomotif. (d) Perlunya

peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana praktikum otomotif di Bengkel/Laboraturium

Otomotif, agar lulusan dapat mengikuti perkembangan di era global. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti

karena masih terdapat sebagian permasalahan di bidang otomotif belum tergali.



Kata kunci: bakat mekanik, prestasi praktikum otomotif, prestasi praktik industri, hasil uji servis berkala







Hubungan antara Kualitas Layanan Bursa Kerja Khusus dan Persepsi Alumni terhadap

Layanan di SMK se-Kabupaten Kendal Jawa Tengah



Setyo Raharjo



Abstrak

Keberadaan BKK di sekolah kejuruan akan bertugas membantu sekolah dalam menginformasikan

dan mempromosikan profil kemampuan yang dimiliki tamatan. Selain tu juga mencatat, mendata para alumni

untuk selanjutnya memasarkan/menawarkan kepada industri untuk bisa mengisi pekerjaan sesuai dengan

kesempatan yang ada. Keberhasilan sekolah kejuruan sering dikaitkan atau diukur dengan besarnya jumlah

tamatan yang telah bekerja atau berwiraswasta. Maka kualitas BKK sangat menentukan untuk bisa

menjalankan salah satu program sekolah.

Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui kualitas layanan BKK di SMK se-Kabupaten

Kendal, mengungkap ada tidaknya hubungan antara bimbingan kepada alumni dan persepsi alumni terhadap

layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara penawaran kepada pengguna tenaga kerja dan persepsi

alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara administrasi pencari kerja/alumni dan

persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara informasi lowongan kerja dan

persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara kerjasama dengan pegguna

tenaga kerja dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara bimbingan

kepada alumni, penawaran kepada pengguna tenaga kerja, administrasi dan mendata pencari kerja/alumni,

informasi/mencari lowongan kerja, kerjasama pegguna tenaga kerja, dan persepsi alumni terhadap layanan.

Subyek penelitian diambil alumni tahun 2006/2007 pada SMK Teknologi dan Industri yang

mempunyai BKK. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan teknik

survey. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan mengacu pada skala Lickert. Tersedia jawaban

sangat memuaskan, memuaskan, kurang memuaskan dan sangat kurang. Penentuan sampel dalam penelitian

ini ada dua yaitu: sampel secara proporsi (Proporsional Sample) dan sampel purposive. Populasi dari

penelitian ini sebesar 1.188 dan responden yang diambil adalah 181 alumni SMK se-Kabupaten Kendal. Data

dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier ganda dengan bantuan SPSS 15 for window.

Hasil analisis data dapat mengungkap: 1) sumbangan pengaruh variabel bimbingan (X1), penawaran

ke industri (X2), administrasi dan mendaftar/data (X3), informasi lowongan (X4) dan kerjasama industri

(X5), terhadap variabel persepsi alumni (Y) sebesar 38.3%. 2) analisis regresi linier ganda menunjukan

hubungan positif dan signifikan antara (X1, X2, X3, X4, X5,) secara bersama-sama dengan (Y) yaitu: nilai F

hitung > F tabel (21.719 > 2.151). Hasil penelitian terungkap bahwa bimbingan p=0.043, penawaran

p=0.034, administrasi dan mendata p=0.006, signifikansi informasi p=0.000, signifikansi kerjasama industri

p=0.007.

Berdasarkan hasil penelitian; 1) Pengelola BKK di SMK se-Kabupaten Kendal hendaknya selalu

meningkatkan kualitas bimbingan kepada alumni ataupun calon alumni. 2) Pengelola BKK di SMK se-

Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas penawaran kepada pengguna

tenaga kerja khususnya dunia industri, 3) Pengelola BKK di SMK se-Kabupaten Kendal hendaknya selalu

Program Studi S2 PKJ 345







meningkatkan administrasi sebagai pendukung kegiatan antar kerja, 4) Pengelola BKK di SMK se-

Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan kegiatan untuk mendapatkan informasi lowongan kerja

dan menjalin kerja sama dengan industri maupun dengan pengelola tenaga kerja lainya, 5) Kualitas layanan

bimbingan kepada alumni, penawaran kepada pengguna tenaga kerja, administrasi dan mendaftar/mendata

pencari kerja/alumni, informasi dan mendata lowongan kesempatan kerja, kerjasama dengan penguna tenaga

kerja, di BKK SMK se-Kabupaten Kendal, hendaknya menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan Kantor

Dinas terkait dalam penyelenggaraan kegiatan antar kerja.



Kata kunci: kualitas layanan, BKK, persepsi alumni







Peningkatan Kecermatan Bekerja dalam Kompetensi Menggunakan Perkakas Tangan

dengan Modul CD Pembelajaran pada Siswa Kelas X Mekanik Industri SMK Negeri I

Singosari



Shanty Sri Isnainingsih



Abstrak

Penelitian ini bertujuan memperbaiki proses pembelajaran, yang dilaksanakan dengan menggunakan

metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research atau CAR), pelaksanaannya

dilakukan pada 3 sub kompetensi antara lain sub kompetensi penandaan, sub kompetensi penggergajian dan

sub kompetensi pengikiran dan masing-masing terdiri dari tiga ranah yang diteliti yaitu ranah afektif, ranah

kognitif dan ranah psikomotorik. Pada penilaian hasil akhir dikatakan siswa sudah lulus atau kompeten

apabila siswa mempunyai nilai ≥ 7,00

Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga siklus, tiap siklus menggunakan benda kerja yang berbeda,

siklus pertama menggunakan benda kerja balok segi empat, sedang siklus kedua dan ketiga menggunakan

benda kerja profil U, tetapi berbeda bidang yang dikerjakan. Metode pembelajaran menggunakan modul CD

pembelajaran yang dilengkapi dengan modul pendamping, jobsheet, dan instrumen penilaian, dengan

perencanaan pembelajaran diawali pembuatan skenario pembelajaran, menyiapkan media pembelajaran,

menyiapkan perangkat observasi siswa dan guru, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian.

Siklus pertama masing-masing sub kompetensi, diawali dengan tahap penjelasan (secara umum dan

pre tes), berikutnya tahap peragaaan (tayangan durasi penuh untuk sub kompetensi penandaan, penggergajian

dan pengikiran), tahap komunikasi terjadi interaksi, dan tahap mencoba mengerjakan soal pos tes yang

terdapat pada modul pendamping. Tahap bekerja, siswa yang kompeten pada kompetensi penandaan yaitu

9,09 %, kompetensi penggergajian yang kompeten 9,09%, dan kompetensi pengikiran yang kompeten pada

bidang satu 9,09% dan pada bidang dua 3,03%. Hasil refleksi siklus pertama, kurang baik maka siklus yang

berikutnya ditayangkan modul CD pembelajaran dengan bentuk potongan per sub kompetensi yang

ditayangkan satu kali yaitu pada awal pembelajaran.

Hasil pembelajaran pada siklus II yang kompeten adalah 93,94% pada sub kompetensi penandaan,

sedang sub kompetensi penggergajian adalah 96,96%, dan sub kompetensi pengikiran sebesar 81,82% pada

bidang satu, serta pada bidang dua sebesar18,18%

Dilakukan pengamatan serta penilaian dengan perolehan hasil bahwa ditemukan nilai yang kurang

kompeten, hasil refleksi pada siklus kedua ini masih rendah. Sehingga pada siklus ketiga tahap peragaan

modul CD pembelajaran yang ditayangkan dengan modul potongan pada masing-masing sub kompetensi

diperoleh hasil siswa yang kompeten pada sub kompetensi penandaan, penggergajian dan pengikiran bidang

satu sudah 100%, sedangkan pada sub kompetensi pengikiran untuk bidang dua yang kompeten masih

96,97%.

Bertitik tolak pada temuan ini, beberapa kesimpulan yang didapatkan yaitu: (1) adanya peningkatan

nilai postes yang signifikan dibandingkan dengan nilai pretes, (2) peningkatan kecermatan dalam pemilihan

dan penggunaan alat perkakas tangan, (3) peningkatan kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan alat

ukur, (4) peningkatan kecermatan dalam pelaksanaan K3, (5) peningkatan nilai pada semua sub kompetensi.



Kata kunci: kecermatan bekerja, kompetensi menggunakan perkakas tangan, modul CD pembelajaran,

Sekolah Menengah Kejuruan

346 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







Pencitraan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Trenggalek



Sunarko



Abstrak

Setiap akhir tahun ajaran para orang tua disibukkan oleh urusan persekolahan anak-anak mereka,

yaitu masalah peralihan jenjang dari SD ke SLTP dan seterusnya ke SLTA. Sebuah keputusan yang harus

ditentukan saat itu menyangkut masa depan anak. Secara umum harapan orang tua, bagaimana si anak dapat

melanjutkan sekolah berstatus negeri yang bagus dengan tetap berpihak pada karir dan masa depan anak-

anak.

Peralihan dari jenjang khususnya dari SLTP ke SLTA yang sudah mulai erat kaitannya dengan karir

masa depan anak perlu penanganan secara serius, bukan hanya oleh orang tua, tetapi juga oleh seluruh

masyarakat yang terlibat dengan masalah pendidikan lanjutan ini.

Terkait dengan karir masa depan anak, maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga

yang menyiapkan tamatan yang siap bekerja dan berkarir adalah solusinya. Peraturan Pemerintah Nomor 29

tahun 1990 yang merumuskan bahwa pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan peserta didik

untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.

Peran SMK dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, mendidik anak-anak untuk mandiri,

menurunkan angka pengangguran, mengurangi angka kejahatan dan meningkatkan pemasukan pajak untuk

negara, maka perlu dilakukan analisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab. Seperti kinerja sekolah,

keprofesionalan tenaga pendidik, program kahlian, sistem pendidikan dan pelatihan, serta kualitas produk.

Pada gilirannya dapat dirancang program-program apakah yang perlu dilakukan untuk menata masa depan

pendidikan kejuruan di Indonesia, program kerja yang realistis, terintegrasi, dan berkesinambungan.

Dalam pemecahan masalah-masalah seperti ini diperlukan program terpadu yang didahului dengan

pemulihan citra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan diikuti program-program yang diarahkan untuk

evaluasi diri secara menyeluruh, yang terkait dengan kelembagaan, keprofesionalan guru, program keahlian,

sistem pendidikan dan pelatihan, serta produk dan jasa peserta didik (student project), sehingga diharapkan

penyelenggaraan pendidikan/pembelajaran dapat berjalan sesuai harapan bersama.

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah peserta didik SMK kelas

3 di Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2007/2008 sebanyak 1332 dan sampel sejumlah 267. Kegiatan

penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: (1) penyusunan instrumen berupa angket yang melalui

tahap pengukuran validasi secara statistik sesuai jenis data yang digali, (2) menggali data dari sumber, yaitu

populasi peserta didik dengan menggunakan angket yang telah disusun, (3) melakukan tabulasi, analisa data

dan pemaknaan hasil analisa data.

Hasil penelitian mengungkap fakta: (1) sebagian besar program responden (70,60%) berpersepsi

bahwa struktur, visi misi, dan tujuan SMK sesuai dengan kebutuhan dan harapan peserta didik, mean

(116,40), (2) sebagian besar responden (78,195%) berpersepsi bahwa keprofesionalan guru-guru di SMK

sesuai dengan kebutuhan dan harapan peserta didik, mean (121,21), (3) sebagian besar responden (62,02%)

berpersepsi bahwa tujuan program keahlian sesuai dengan kebutuhan peserta didik, mean (21,54), (4) pada

umumnya responden (86,90%) berpersepsi bahwa sistem pendidikan dan pelatihan di SMK sesuai dengan

harapan peserta didik, mean (41,29), (5) sebagian besar responden (72,04%) berpersepsi bahwa produk dan

jasa di SMK sesuai dengan kebutuhan peserta didik, mean (36,02).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) dalam dunia pendidikan (persekolahan)

yang berposisi sebagai produsen adalah pihak sekolah, yakni pihak yang memproduksi jasa layanan

pendidikan yang diperlukan oleh konsumennya yaitu peserta didik, (2) penyelenggaraan pendidikan yang

berkualitas/bermutu tidak lepas dari bagaimana program sekolah direncanakan seefektif mungkin untuk

diarahkan bagi usaha membuat seluruh peserta didik belajar, (3) efektifitas belajar bukan hanya menilai hasil

belajar peserta didik, tetapi semua upaya yang menyebabkan anak belajar. Artinya, kualifikasi dan kinerja

guru, staf sekolah, dan personil lainnya adalah indikator yang turut menentukan efektifitas belajar, (4)

sebagian besar gugu-guru SMK di Kabupaten Trenggalek sudah memenuhi syarat kualifikasi pendidik

ditinjau dari: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesi, (5)

bidang kejuruan yang diberikan di SMK di Kabupaten Trenggalek masih belum memberikan kesesuaian

dengan harapan peserta didik, ini berarti tujuan yang ingin dicapai program keahlian dapat dikatakan belum

dicapai secara maksimal atau belum bisa memberikan kepuasan kepada peserta didik. Penyebab kegagalan

ini terutama terletak pada layanan pembelajaran yang belum diterapkan secara maksimal dan sarana/

prasarana yang kurang memadai, (6) SMK di Kabupaten Trenggalek sudah menjalin kerjasama dengan

DU/DI dengan baik, terbukti dengan adanya kesepakatan bersama dalam merencanakan program pembelajar-

an dasar kejuruan dan produktif untuk meningkatkan mutu tamatan. Tetapi pelaksanaan proses pembelajaran

Program Studi S2 PKJ 347







dasar kejuruan di SMK belum memenuhi harapan DU/DI, sehingga pada pelaksanaan praktik produktif di

DU/DI, peserta didik tidak ditempatkan pada bidang-bidang kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya.

Terkait dengan layanan pembelajaran, maka beberapa saran kepada guru-guru di SMK adalah: (1)

senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui lembaga pelatihan maupun organisasi-organisasi pembela-

jar seperti MGPD atau organisasi lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelarannya, (2) senantiasa

mengembangkan kurikulum dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, (3) senantiasa menggunakan

teknologi informasi dan komunikasi sebagai metode pembelajaran mutakhir yang senantiasa diarahkan

supaya peserta didik gemar dan betah belajar, pada akhirnya tercapai tujuan pembelajaran yang sudah

ditetapkan, (4) senantiasa mengembangkan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik

bidang keahlian dan peserta didik, (5) senantiasa berupaya untuk berpihak bagi masa depan peserta didik.



Kata kunci: SMK, profesionalitas guru, program keahlian, sistem pendidikan dan pelatihan







Hubungan Pengalaman Diklat/Penataran, Pengalaman Kerja, dan Kemampuan Profesional

dengan Kinerja Guru SMK di Kota Blitar



Suryanto



Abstrak

Diklat/penataran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana sebagai usaha

untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan (guru). Semakin sering seorang guru mengikuti diklat/

penataran, maka cenderung akan semakin meningkat kemampuannya. Pengalaman kerja berhubungan erat

dengan tugas-tugas guru sebagai pendidik, pembimbing, pembina peserta didik, dan lamanya bekerja/masa

kerja. Semakin sering guru mengikuti program diklat/penataran dan semakin berpengalaman dalam

melaksanakan tugas sehari-hari, maka akan meningkatkan kemampuan profesionalnya. Kinerja akan tercapai

dengan baik apabila aktivitas guru mencakup tiga aspek, yaitu: perilaku, efektivitas, dan hasil. Perilaku

menunjukkan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan, efektivitas merupakan langkah-langkah dalam

pertimbangan, dan hasil yang merupakan prestasi kerja organisasi yang menekankan proses pekerjaan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan pengalaman diklat/penataran, pengalaman

kerja, dan kemampuan profesional dengan kinerja guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Kota Blitar.

Populasi sebanyak 341 orang. Sampel penelitian sebanyak 172 orang yang ditetapkan secara purposif

proporsional random. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) variabel pengalaman diklat/penataran termasuk

kategori baik. Pengalaman diklat/penataran memberikan pengaruh yang tinggi terhadap tugas-tugas guru, dan

mampu mengubah perilaku guru dalam proses pembelajaran, (2) variabel pengalaman kerja pada umumnya

cenderung baik. Pengalaman kerja memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap tugas pokok guru

sebagai pendidik, pembimbing, pembina, serta mampu meningkatkan kesungguhan dalam bekerja, (3)

variabel kemampuan profesional pada umumnya termasuk kategori baik. Kemampuan profesional

memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kecakapan guru dalam melaksanakan tugas profesinya, (4)

kinerja guru pada umumnya termasuk kategori baik. Kinerja guru memberikan pengaruh yang tinggi terhadap

prestasi kerja, pencapaian kerja, unjuk kerja, penampilan kerja, dan hasil kerja yang berhubungan dengan

tugas-tugas guru di sekolah, (5) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman

diklat/penataran dengan pengalaman kerja sebesar 0,160; dengan kekuatan hubungan yang lemah sekali, (6)

terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman diklat/penataran dengan kemampuan

profesional sebesar 0,404; dengan kekuatan hubungan yang sedang, (7) terdapat hubungan yang positif dan

signifikan antara pengalaman kerja dengan kemampuan profesional sebesar 0,367; dengan kekuatan

hubungan yang lemah, (8) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman diklat/penataran

dengan kinerja guru sebesar 0,485; dengan kekuatan hubungan yang sedang, (9) terdapat hubungan yang

positif dan signifikan antara pengalaman kerja dengan kinerja guru sebesar 0,260; dengan kekuatan hubungan

yang lemah, dan (10) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan profesional dengan

kinerja guru sebesar 0,726; dengan kekuatan hubungan yang kuat.

Saran yang diajukan dari penelitian ini adalah: (1) agar tetap diadakan kegiatan diklat/penataran

yang dirancang dan diorganisir dengan baik sehingga mampu mengubah perilaku guru dalam proses

pembelajaran, (2) agar guru SMK menambah pengalaman kerja dalam melaksanakan tugas kesehariannya

dengan cara memberikan tugas tambahan seperti bimbingan penyuluhan, guru piket, jabatan pada struktur

organisasi sekolah, bahkan perlu membangun hubungan dengan orang tua siswa dan masyarakat, (3) agar

guru SMK berupaya lebih maksimal meningkatkan kemampuan profesionalnya, dengan cara memberikan

348 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







pengaruh yang tinggi terhadap kecakapan yang dikuasai dalam melaksanakan tugas profesinya, (4)

hendaknya guru SMK meningkatkan pengaruh yang tinggi terhadap prestasi kerja, pencapaian kerja, unjuk

kerja, penampilan kerja, dan hasil kerja yang berhubungan dengan tugas-tugas guru di sekolah, yang pada

akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru, dan hasil belajar siswa.



Kata kunci: pengalaman diklat/penataran, pengalaman kerja, kemampuan profesional, kinerja guru







Pengaruh Penggunaan Media CD Interaktif Microsoft Access terhadap Hasil Belajar

Kompetensi Mengoperasikan Perangkat Lunak Basis Data di SMK Negeri 4 Malang



Taufik Priolaksono



Abstrak

Pendekatan mengajar yang efektif dan efisien dalam pembelajaran praktik merupakan strategi untuk

menghasilkan siswa yang kompeten. Media sebagai bagian penting dalam pembelajaran praktik sebaiknya

sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Media CD interaktif Microsoft Access dapat dikategorikan

media yang sesuai, efektif dan mudah untuk memahami pembelajaran kompetensi mengoperasikan perangkat

lunak basis data.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hasil belajar siswa pada kompetensi mengoperasi-

kan perangkat lunak basis data yang diajarkan dengan menggunakan CD interaktif Microsoft Access, 2) hasil

belajar siswa pada kompetensi mengoperasikan perangkat lunak basis data yang diajarkan dengan metode

konvensional, 3) pengaruh penggunaan media CD interaktif Microsoft Access dan metode konvensional

terhadap hasil belajar siswa pada kompetensi mengoperasikan perangkat lunak basis data.

Penelitian ini menggunakan disain quasi experimental, dengan subyek penelitian pada Program

Keahlian Persiapan Grafika (PsG) yaitu kelas X PsG-4 yang berjumlah 42 siswa sebagai kelas eksperimen

yang diajarkan dengan media CD interaktif Microsoft Access dan kelas X PsG-5 yang berjumlah 42 siswa

sebagai kelas kontrol yang diajarkan menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dalam

penelitian ini menggunakan prates dan pascates pada tes pengetahuan dan tes keterampilan yang telah

melalui pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa; 1) kompetensi mengoperasikan perang-kat lunak basis data

yang diajarkan menggunakan media CD interaktif Microsoft Access menghasilkan nilai rerata pascates

pengetahuan 75,18 dan untuk pascates keterampilan 77,29; 2) kompetensi mengoperasikan perangkat lunak

basis data yang diajarkan menggunakan metode konvensional menghasilkan nilai rerata pascates

pengetahuan 71,97 dan untuk pascates keterampilan 72,57; dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara

penggunaan media CD interaktif Microsoft Access pada kompetensi mengoperasikan perangkat lunak basis

data dengan taraf signifikansi (α)=0,05.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru pengajar kompetensi mengoperasikan

perangkat lunak basis data untuk mengembangkan dan menggunakan media CD interaktif Microsoft Access

yang memenuhi karakteristik dalam kegiatan pembelajaran kompetensi mengoperasikan perangkat lunak

basis data, sehingga siswa mampu menguasai kompetensi tersebut dengan baik. Media CD interaktif

Microsoft Access sebagai media pembelajaran dapat dikembangkan secara lebih luas komprehensif.



Kata kunci: kompetensi, media CD interaktif, hasil belajar







Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Praktik Program Keahlian Teknik Komputer

dan Jaringan (TKJ) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Malang Raya



Wahyu Andreas



Abstrak

Peranan pemenuhan sarana dan prasarana turut menentukan kualitas dari proses belajar mengajar

disekolah. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Cahyono (2005) yang

menunjukkan bahwa sarana dan prasarana belajar berhubungan positif dengan prestasi belajar siswa. Dengan

demikian pembinaan kemampuan guru dalam mengelola sarana dan prasarana memang diperlukan dalam

Program Studi S2 PKJ 349







rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah, namun dalam rangka itu pula di sekolah perlu adanya

layanan profesional di bidang sarana dan prasarana (Gorton dalam Bafadal, 2004)

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemenuhan standar kuantitas sarana

praktik program keahlian TKJ, (2) mendeskripsikan pemenuhan standar kuantitas prasarana praktik program

keahlian TKJ, (3) mendeskripsikan pemenuhan standar kualitas prasarana praktik program keahlian TKJ di

SMK se-Malang Raya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subyek dalam penelitian ini

adalah 19 SMK yang mempunyai program keahlian TKJ se-Malang Raya. Instrumen yang digunakan dalam

penelitian ada tiga jenis, yaitu kuesioner pemenuhan pemenuhan standar kuantitas sarana, kuesioner

pemenuhan standar kuantitas prasarana dan angket pemenuhan standar kualitas prasarana praktik program

keahlian TKJ.

Hasil penelitian ini adalah : 1) secara umum, program keahlian TKJ kurang memenuhi standar

kuantitas sarana praktik program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. 2) secara umum, program keahlian

TKJ kurang memenuhi standar kuantitas prasarana praktik program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.

3) secara umum, program keahlian TKJ memenuhi standar kualitas prasarana praktik program keahlian

Teknik Komputer dan Jaringan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar: 1) dapat menjadi pertimbangan bagi kepala

dinas pendidikan se- Malang Raya dalam penentuan kebijakan pada penambahan sarana dan prasarana

praktik. 2) pihak sekolah melakukan usaha untuk meningkatkan pemenuhan standar sarana dan prasarana

praktik program keahlian TKJ. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain dengan cara melakukan

kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri. Pihak sekolah perlu membuka kesempatan kepada pihak

orang tua siswa yang berkeinginan untuk mengambil peranan dalam rangka pemenuhan standar sarana dan

prasarana praktik ini. Selain itu pihak sekolah juga perlu mengefektifkan peranan manajemen sekolah untuk

peningkatan fasilitas melalui efisiensi pembiayaan. 3) dilakukan penelitian lanjut yang bertujuan untuk

mengetahui pengaruh pemenuhan standar sarana dan prasarana praktik terhadap pencampaian kompetensi

siswa.



Kata kunci: sarana dan prasarana praktik, pemenuhan







Pemanfaatan EFI (Electronic Fuel Injection) Trainer dan Scan Tool dalam Pembelajaran

Sistem Injeksi Bensin Pada SMK Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif Se–Ex

Karesidenan Besuki



Yon Ansori



Abstrak

Sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai lembaga yang bertujuan men-cetak tenaga kerja tingkat

menengah lebih banyak mentransfer keterampilan kepa-da siswa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu

diperhatikan beberapa hal antara lain: 1) mutu lulusan SMK yang sesuai dengan kompetensi yang dituntut

oleh pasar kerja (DU/DI), 2) Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKNI), ser-ta 3) kebutuhan pembe-

kalan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan IPTEK. Perkembangan teknologi, khususnya

bidang otomotif yang akhir-akhir ini begitu pesat adalah berkembangnya teknologi sistem injeksi motor

bensin dengan kontrol elektronik atau yang dikenal dengan istilah EFI System. Perkembangan teknologi EFI

ini bagi siswa SMK harus diketahui, dipahami, dan dikuasai. Agar siswa dapat memperoleh pengalaman

langsung, untuk itu diperlukan media pembelajaran yang dapat mewakili benda sebenarnya, yaitu EFI trainer

dan scan tool.

Untuk mengungkap dan mendeskripsikan EFI Trainer dan Scan Tool (ditinjau dari ketersediaan,

penggunaan, dan kendalanya) dalam pembelajaran Sistem Injeksi Bensin pada SMK program keahlian

Teknik Mekanik Otomotif Se-Ex Karesidenan Besuki, maka penelitian ini mempunyai rumusan masalah

sebagai berikut: 1) Bagaimanakah ketersediaan EFI Trainer pada SMK program keahlian Teknik Mekanik

Otomotif?, 2) Bagaimanakah ketersediaan Scan Tool pada SMK program keahlian Teknik Mekanik

Otomotif?, 3) Bagaimanakah penggunaan EFI Trainer dalam pembelajaran Sistem Injeksi Bensin pada SMK

program keahlian Teknik Mekanik Otomotif?, 4) Bagaimanakah penggunaan Scan Tool dalam pembelajaran

Sistem Injeksi Bensin pada SMK program keahlian Teknik Mekanik Otomotif?, dan 5) Apa sajakah kendala

yang ada dalam penggunaan EFI Trainer dan Scan Tool dalam pembelajaran Sistem Injeksi Bensin pada

SMK program keahlian Teknik Mekanik Otomotif?

Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian

deskriptif dan dilakukan pada SMK program keahlian Tek-nik Mekanik Otomotif Se-Ex Karesidenan Besuki.

350 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009







Ada 16 SMK dengan 16 guru dan 468 siswa yang dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel

yang digunakan adalah sampling acak secara proporsional (proportional random sampling). Penelitian ini

menggunakan lembar observasi dan angket untuk pe-ngumpulan datanya.

Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa: 1) Ketersediaan EFI trai-ner di SMK Se-Ex

Karesidenan Besuki masih kurang memadahi, 2) Ketersediaan scan tool di SMK Se-Ex Karesidenan Besuki

masih sangat kurang memadahi, 3) Sebagian besar guru hanya menggunakannya sebagai alat bantu/peraga,

4) Pada umumnya guru maupun siswa menggunakan scan tool sebagai alat untuk mendi-agnosis kerusakan

(trouble shooting) yang terjadi pada EFI system, dan 5) Pada umumnya, kendala penggunaan EFI trainer dan

scan tool dalam pembelajaran Sistem Injeksi Bensin adalah dikarenakan keterbatasan atau jumlah alat yang

tidak memadahi.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, maka ada beberapa saran yang da-pat disampaikan, yaitu:

1) Bagi Pimpinan Direktorat Pembinaan SMK Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan penentuan

kebijakan dalam program pengembangan SMK khususnya di ex karesidenan Besuki ditekankan pada pe-

nambahan sarana praktek khususnya Scan tool dan EFI trainer. 2) Bagi Peme-rintah Daerah Tingkat II di

Wilayah Ex-Karesidenan dari hasil penelitian dida-patkan kekurangan alat dan terlalu tinggi perbandingan

jumlah alat dengan jumlah siswa pada program keahlian Mekanik Otomotif. Dengan demikian perlu duku-

ngan Pemerintan Daerah dalam rangka pengadaan sendiri ataupun saring dengan Pemerintah Pusat. 3) Bagi

Kepala Sekolah, diharapkan ada langkah-langkah kongkrit mencukupi kebutuhan media khususnya untuk

pengadaan EFI trainer dan scan tool. Hal ini dilakukan agar ketersediaan EFI trainer dan scan tool dalam

pembelajaran. 4) Bagi peneliti lain perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh

penggunaan EFI trainer dan scan tool dan kemampuan awal siswa terhadap pencapaian kompetensi mata

diklat Sistem Injeksi Bensin. 5) Bagi peneliti hasil penelitian ini merupakan bahan inspirasi untuk lebih

meningkatkan inovasi model pembelajaran sebagai pengganti keter-batasan peralatan, sehingga tujuan

pencapaian kompetensi sistem injeksi bahan bakar bensin tetap tercapai.



Kata kunci: pemanfaatan, EFI trainer dan scan tool, pembelajaran sistem injeksi bensin, teknik mekanik

otomotif


Related docs
Other docs by HC111123001957
RAUTAVAARAN KUNTA
Views: 9  |  Downloads: 0
CMSC 671 Fall 2005
Views: 1  |  Downloads: 0
project 2
Views: 16  |  Downloads: 0
TOIMINTASUUNNITELMA
Views: 2  |  Downloads: 0
Ascension Parish Comprehensive Curriculum
Views: 2  |  Downloads: 0
07CCPreregForm
Views: 0  |  Downloads: 0
Thesis&SR ??????????
Views: 96  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!