Docstoc

Universitas Gunadarma Jurusan Sistem Informasi Microsoft Solution

Document Sample
Universitas Gunadarma Jurusan Sistem Informasi Microsoft Solution Powered By Docstoc
					                  Universitas Gunadarma
                 Jurusan Sistem Informasi



       Microsoft Solution Framework ( MSF )


                             Matakuliah : Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
                                             Dosen : I Wayan Simri Wicaksana
Penyusun : Boby Hendrik Wijaya, Hutomo Ajie, Muhammad Hafid ( Kelas 4KA16 )
               Microsoft Solution Framework ( MSF )

1 FILOSOFI MICROSOFT SOLUTION FRAMEWORK
  Microsoft Solution Framework adalah metodologi perancangan dan
  pengembangan        aplikasi bisnis yang diperkenalkan oleh sebuah
  vendor software besar yaitu Microsoft Corporation. Prinsip-prinsip
  pengembangan perangkat lunak dengan metodologi MSF memiliki
  perencanaan berbasis milestone (model waterfall) dan memberikan
  hasil yang dapat diprediksi (model spiral/iterative) disertai umpan
  balik dan kreativitas dan tim pengembang.

2. Dasar Model Microsoft Solution Framework
   2.1 Model proses Waterfall ( Sequantial )
   2.2 Model Proses Spiral ( Iteratif )
2.1 Proses Model Waterfall
Model ini menggunakan milestone sebagai titik transisi dan pengujian, artinya setiap
aktivitas pada tahap pengembangan harus diselesaikan sebelum menuju tahap
pengembangan seperti pada gambar 1 dibawah ini.




                                          Gambar1. Proses Model Waterfall

Requirements analysis and definition : pada tahap ini tim pengembang mengumpulkan kebutuhan secara lengkap
kemudian dianalisis dan mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan proses bisnis yang harus dipenuhi oleh perangkat lunak
(solusi bisnis) yang akan dibangun.
System and software design : pada tahap ini tim pengembang mendesain sistem dan aplikasi meliputi desain
konseptual, logikal dan fisikal .
Implementation and unit testing : pada tahap ini desain yang telah di rancang diimplementasikan dengan
menterjemahkan ke dalam kode-kode program menggunakan sebuah bahasa pemrograman, sekaligus melakukan
pengujian terhadap unit-unit program yang telah dibuat.
Integration and system testing : tim pengembang menyatukan unit-unit program kemudian melakukan pengujian
sistem perangkat lunak secara keseluruhan.
Operation and maintenance : tim pengembang melakukan pengoperasian program dan melakukan pemeliharaan
terhadap perangkat lunak dengan penyesuaian atau perubahan terhadap situasi sebenarnya.
2.2 Proses Model Spiral

Model ini berbasiskan pada kebutuhan terhadap aplikasi secara keberlanjutan untuk menyaring           kebutuhan-kebutuhan

tersebut dan estimasi proyek secara keseluruhan. Model ini menerapkan perancangan model proses yang lebih dinamis

dengan terus beradaptasi terhadap kebutuhan proses bisnis dimasa yang akan datang sehingga versi aplikasi terus berkembang

dengan fitur-fitur yang mengalami peningkatan dari waktu kewaktu.




                                                Gambar2. Model Proses Spiral



Model spiral terbagi menjadi 4 sektor yaitu :

•    Pembuatan Tujuan

•    Perkiraan dan pengurangan resiko

•    Pengembangan dan Validasi

•    Perenanaan
3. Prinsip dan Tahapan Pada MSF
  3.1 Prinsip-prinsip dasar MSF
  1. Foster Open Communications
  2. Work Toward a Shared Vision
  3. Empower Team Members
  4. Establish Clear Accountability and Shared Responsibility
  5. Focus on Delivering Business Value
  6. Stay Agile, Expect Change
  7. Invest in Quality
  8. Learn From All Experiences

  3.2 MSF Team Model
3.3 Prosess Model MSF




    Dalam MSF Process Model sebuah proyek/rekayasa IT terbagi menjadi lima fase yaitu :
    Envisioning Phase,
    Planning Phase,
    Developing Phase,
    Stabilizing Phase,
    Deploying Phase,


 3.4 Project Management Proses
      • Melakukan pengendalian dan perencanaan
      • Mendefinisikan dan mengelola ruang lingkup
      • Mempersiapkan anggaran dan mengelola biaya
      • Memiliki persiapan yang teratur
      • Memastikan bahwa sumber daya yang tepat dialokasikan untuk proyek
      • Pengadaan sumber daya proyek diatur oleh vendor
      • Team memiliki komunikasi yang baik
      • Team menjaga baik dokumen
4. Kelebihan dan Kekurangan MSF
    4.1 Keunggulan Microsoft Solution Framework

    1. Mencakup solusi SDLC mulai dari project inception sampai live deployment, terutama dengan adanya pendefinisian
       visi dan bersama (customer-focused mindset) scope yang jelas dan disepakati.

    2. Menggunakan gabungan Waterfall model dan Spiral model sehingga tahapan proses lebih terarah namun tetap dapat di-
       iterasi.

    3. Organisasi team dalam kelompok-kelompok kerja kecil dengan model Peers (tanpa project manager), tidak seperti
       model tradisional (hierarchical) top-down dan Informasi terbuka bagi semua team (zero-defect mindset) sehingga
       menjamin kualitas (team menjadi lebih commit dan accountable).


   4.2 Kekurangan Microsoft Solution Framework
   1. Tahap proses selanjutnya harus menunggu penyelesaian tahap sebelumnya
   2. Tidak dapat mennentukan dengan pasti waktu proses karena adanya kemungkinan iterasi
   3. Memerlukan team yang cukup berpengalaman dan matang di bidangnya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:113
posted:11/22/2011
language:Indonesian
pages:7