Embed
Email

Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Document Sample
Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan
Description

Diklat PPD-RPJMD LP3E-FE Universitas Padjadjaran di Cherry Homes Hotel-Bandung, 21 November 2011

Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
64
posted:
11/21/2011
language:
Indonesian
pages:
71
dadang-solihin.blogspot.com 2

Nama Dr. Solihin SE

: Dr Dadang Solihin, SE, MA

Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961

Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja

Pembangunan Daerah

Bappenas

Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2

Jakarta 10310

Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248

HP : 0812 932 2202

PIN BB : 277878F0

Email : dadangsol@yahoo.com

Website :

http://dadang-solihin.blogspot.com



dadang-solihin.blogspot.com 3

Materi

• PP 8/2008-Permendagri 54/2010

tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah

• Penajaman Visi-Misi: Perumusan

Positioning Differentiation Brand (

g )

(PDB)

• Tujuan dan Permasalahan

Pembangunan Daerah

• Perencanaan Pembangunan Daerah

• Evaluasi Kinerja Pembangunan

Pembangunan Daerah





dadang-solihin.blogspot.com 4

8/2008- g

PP 8/2008-Permendagri 54/2010

tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah



1. Pembangunan Daerah;

2. Perencanaan Pembangunan Daerah;

3. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD);

4. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);

5

5. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD);

6. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra

SKPD);

7. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD);

8. Tahapan Perencanaan Pembangunan Daerah;

9

9. Tatacara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah;

10. Pengendalian;

11. Evaluasi;

12. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).





dadang-solihin.blogspot.com 5

dadang-solihin.blogspot.com 6

g ( )

Positioning Differentiation Brand (PDB)





POSITIONING DIFFERENTIATION









BRAND









dadang-solihin.blogspot.com 7

PDB Triangle: Provinsi Gorontalo

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Agro Bisnis

Provinsi Jagung

Jagung









BRAND



Visi Provinsi

Gorontalo







dadang-solihin.blogspot.com 8

dadang-solihin.blogspot.com 9

PDB Triangle: Kabupaten Lamongan

g p g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



p g

Kabupaten dengan j

Pelajaran Bahasa

pemerintahan Mandarin di Sekolah

entrepreneurship dan Pesantren









BRAND



Visi Kabupaten

Lamongan







dadang-solihin.blogspot.com 10

dadang-solihin.blogspot.com 11

PDB Triangle: Kota Sawahlunto

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Kota Pariwisata ,

Lokasi Historis Kuno,

Budaya DaerahPertambangan

Pertambangan Batu Bara, Lahan

Alami









BRAND



Visi Kota

Sawahlunto







dadang-solihin.blogspot.com 12

dadang-solihin.blogspot.com 13

dadang-solihin.blogspot.com 14

Apa Itu Pembangunan?

Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan:

 proses perubahan ke 1.

1 Peningkatan standar hidup (levels

arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik

baik pendapatannya, tingkat konsumsi

pangan sandang papan pelayanan

pangan, sandang, papan,

 melalui upaya yang kesehatan, pendidikan, dll.

dilakukan secara 2. p g

Penciptaan berbagai kondisi y g

yang

terencana.

t memungkinkan tumbuhnya rasa

percaya diri (self-esteem) setiap

orang.

orang

3. Peningkatan kebebasan

(freedom/democracy) setiap orang.

Todaro, 2000





dadang-solihin.blogspot.com 15

Ho ?

How?

1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan

 antar daerah

 antar sub daerah

 antar warga masyarakat (p

g y )

(pemerataan dan keadilan).

2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

p p g j

3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

p j g y

5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam

agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa

datang (berkelanjutan).









dadang-solihin.blogspot.com 16

g g

Tantangan dalam Pembangunan Daerah

• Mengurangi

Sarana dan

Prasarana yang

P ketimpangan

memadai dan • Memberdayakan

berkualitas masyarakat

• Mengentaskan

kemiskinan.

• Menambah lapangan

kerja.

Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian

kondusif SDA

Pemanfaatan

sumber daya secara

berkualitas



Koordinasi yang

semakin baik antar

stakeholders







Peningkatan kapasitas

SDM

dadang-solihin.blogspot.com 17

PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH









Upaya terencana untuk

Upaya untuk memberdayakan

meningkatkan kapasitas

masyarakat di seluruh daerah

Pemerintahan Daerah



Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu

S hi t i t t

kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan

profesional dalam:

p masyarakat untuk:

y







 Memberikan pelayanan kepada  M ik ti k lit k hid

Menikmati kualitas kehidupan

masyarakat, yang lebih baik, maju, dan

tenteram,,

 M l l b daya

Mengelola sumber d  Peningkatan harkat, martabat,

ekonomi daerah. dan harga diri.



dadang-solihin.blogspot.com 18

PEMBANGUNAN DAERAH

Dilaksanakan Melalui:



Penguatan Otonomi Pengelolaan

Good Governance

Daerah Sumberdaya



Keseimbangan Peran Tiga Pilar

K i b P Ti Pil



Pemerintahan

P i t h D i Usaha

Dunia U h Masyarakat

M k t



Menjalankan dan

menciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksi

politik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan

kondusif bagi unsur- pendapatan. politik.

unsur lain.



dadang-solihin.blogspot.com 19

Pergeseran Paradigma:

From Government to Governance









Government Governance

 M b ik h k ekslusif b i

Memberikan hak k l if bagi  P l l blik

Persoalan-persoalan publik

negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama

publik, pemerintah, civil society dan

 Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor

disertakan sejauh negara utama.

mengijinkannya

mengijinkannya.

dadang-solihin.blogspot.com 20

g

Pelaku Pembangunan:

Paradigma Governance

 Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.

Tenaga Kerja

Kontrol Kontrol







Dunia Usaha

Pemerintah y

Masyarakat

S t

Swasta





Nilai Redistibusi

Pertumbuhan Melalui Pelayanan

Pasar



 Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan

Good.

Good

dadang-solihin.blogspot.com 21

Governance

Model Go ernance

Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga





Tingkat Perusahaan Organisasi LSM

Supranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional









Tingkat P

Perusahaan

h Ormas/LSM

Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional







Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal

Subnasional Lokal Lokal



(Kamarack and Nye Jr., 2002)



dadang-solihin.blogspot.com 22

g

Pelaku Pembangunan: Stakeholders



STATE CITIZENS

Executive

i i di t

organized into:

Judiciary Community-based organizations

g

Legislature Non-governmental organizations

Professional Associations

Public service

Religious groups

Military Women’s groups

Police Media



BUSINESS

Small / medium / large enterprises

Multinational Corporations

Fi i l i tit ti

Financial institutions

Stock exchange





dadang-solihin.blogspot.com 23

Troika









dadang-solihin.blogspot.com 24

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,

Swasta

Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat







Masyarakat,

Bangsa, dan

Negara Masyarakat



VISI

Pemerintah



Good Governance Dunia Usaha









dadang-solihin.blogspot.com 25

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 26

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 27

dadang-solihin.blogspot.com 28

Proses Perencanaan

Pendekatan Politik:

Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana

pembangunan hasil proses politik (public choice theory of

planning) khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam

planning),

RPJM/D.

Proses Teknokratik:

Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh

lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas

itu

untuk itu.



Partisipatif:

stakeholders,

Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders antara

lain melalui Musrenbang.



Proses top-down dan bottom-up:

Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.



dadang-solihin.blogspot.com 29

Perencanaan:

Persyaratan Dokumen Perencanaan:

SMART

 SPECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi

 MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured

g g )

gets managed”)

 ACHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and

appropriate collection method)

 RELEVANT (information needs of the people who will

use the data)

 TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

time to influence many manage decision)



dadang-solihin.blogspot.com 30

Syarat Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

H iliki t h i d hit k

1. Tujuan akhir yang dikehendaki.

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang

mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah yang dihadapi.

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta

pengalokasiannya.

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.

8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan

pelaksanaannya.

dadang-solihin.blogspot.com 31

Fungsi/Manfaat Perencanaan

• Sebagai alat koordinasi

seluruh stakeholders

• Sebagai penuntun arah

• Minimalisasi ketidakpastian

• Minimalisasi inefisiensi

sumberdaya

• Penetapan standar dan

P t t d d

pengawasan kualitas









dadang-solihin.blogspot.com 32

Status Hukum Dokumen Perencanaan

NASIONAL DAERAH

Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan

Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda

Jangka Panjang Nasional ( 13 Ayat 1)

(Ps. y ) Jangka Panjang Daerah (Ps. y )

( 13 Ayat 2)

(RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah)

Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH

Jangka Menengah N i l

J k M h Nasional (Ps. 19 Ayat 1) J k M

Jangka Menengah D

h Daerah

h (Ps. 19 Ayat 3)

(RPJM-Nasional) (RPJM-Daerah)

Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan

Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Ps. 19 Ayat 2) (Renstra SKPD) (Ps. 19 Ayat 4)

Rencana Kerja Pemerintah Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH

(RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2)

Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Peraturan

Kementerian / Lembaga Pimpinan KL Kerja Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Renja KL)

( j ) (Ps 21 Ayat 1)

(Ps. (

(Renja SKPD)

j ) Ps

( Ps. 21 Ayat 3)

dadang-solihin.blogspot.com 33

Perencanaan yang Ideal

• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat

dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.

• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti

pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin

terus menerus kesejahteraan,

adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan

jangan sampai terjadi kemunduran.

• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan

p p

pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau

sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam

keseluruhan.

keutuhan konsep secara keseluruhan

• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and

system)

adaptive system).

• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).



dadang-solihin.blogspot.com 34

dadang-solihin.blogspot.com 35

dadang-solihin.blogspot.com 36

Kedudukan Monev dalam

Perencanaan

Perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

1. dikehendaki.

1 Tujuan akhir yang dikehendaki

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang

mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah dihadapi.

4 Masalah masalah yang dihadapi

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta

pengalokasiannya.

pengalokasiannya

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7 O i i t badan l k

7. Orang, organisasi, atau b d pelaksananya.

8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.



dadang-solihin.blogspot.com 37

Definisi Monitoring

• Monitoring secara umum dapat diartikan

sebagai fungsi manajemen yang dilakukan

pada saat kegiatan sedang berlangsung

mencakup aspek-aspek antara lain:

Penelusuran pelaksanaan k i t d

– P l l k kegiatan dan

keluarannya (fokus pada input, proses

dan output)

p )

– Pelaporan tentang kemajuan

– Indentifikasi masalah-masalah

pengelolaan dan pelaksanaan.









dadang-solihin.blogspot.com 38

E al asi

Definisi Evaluasi

• Proses menentukan nilai atau pentingnya

suatu kegiatan, kebijakan, atau program.

• Sebuah penilaian yang obyektif dan sistematik

terhadap sebuah intervensi yang

di k d berlangsung ataupun

direncanakan, sedang b l t

yang telah diselesaikan.





(OECD, 2010)









dadang-solihin.blogspot.com 39

Jenis Evaluasi

menurut waktu pelaksanaan

Tahap Perencanaan (ex-ante):

 dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan

 untuk memilih dan menentukan:

p g

1. skala prioritas dari berbagai alternatif dan

2. kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya



Tahap Pelaksanaan (on-going)

 Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai

 Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program

 Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program

capaian capaian



Tahap Pasca-Pelaksanaan (ex-post)

 dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir

 untuk melihat apakah pencapaian (output/ outcome/ impact) program

mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan

 untuk menilai:

t k il i

1. efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan),

2. efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun

3. program.

3 manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program

dadang-solihin.blogspot.com 40

Perl Mone

Mengapa Perlu Monev

• Review perkembangan/progress

p p

• Identifikasi masalah dalam perencanan dan/atau implementasi

• Membuat penyesuaian yang dapat membuat “perbedaan”

g penyebabnya

• Membantu mengidentifikasi masalah dan p y y

• Memberikan berbagai kemungkinan solusi dalam menyelesaikan

masalah

• Memunculkan pertanyaan mengenai asumsi dan strategi

• Mencerminkan tujuan yang akan dicapai dan bagaimana

i

mencapainya

• Memberikan informasi dan pengetahuan mendalam

• Meningkatkan kemungkinan dalam membuat perubahan

pembangunan yang positif



dadang-solihin.blogspot.com 41

Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:

E l i M b ik I f i i



 Strategi

Apakah yang dilakukan sudah benar?





 Operasi

Apakah cara yang ditempuh sudah benar?





 Pembelajaran

Apakah d lebih baik?

A k h ada cara yang l bih b ik?









dadang-solihin.blogspot.com 42

Perbedaan Monitoring dan Evaluasi

Aspek Monitoring Evaluasi

Tujuan Menilai kemajuan dalam Memberikan gambaran pada suatu

pelaksanaan program yang waktu tertentu mengenai suatu

sedang berjalan program

Fokus

F k Akuntabilitas i

• Ak t bilit penyampaian Akuntablitas b

• Ak t blit penggunaan sumber

input program daya

• Dasar untuk aksi perbaikan • Pembelajaran tentang hal-hal yang

• Penilaian keberlanjutan dapat dilakukan lebih baik di masa

program yang akan datang



Cakupan • Apakah pelaksanaan sesuai • Relevansi

dengan rencana? • Keberhasilan

• Apakah terdapat • Efektifitas biaya

penyimpangan?

• Pembelajaran

• Apakah penyimpangan tersebut

dapat dibenarkan?

Waktu Dilaksanakan terus menerus atau Umumnya dilaksanakan pada

Pelaksanaan secara berkala selama pertengahan atau akhir program

g

pelaksanaan program



dadang-solihin.blogspot.com 43

Fokus Monev

Fok s Mone

• monitoring dan evaluasi dapat digunakan sebagai pembelajaran dari

apa yang telah dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan,

dengan memfokuskan pada:

– Efisiensi menggambarkan bahwa pemanfaatan input telah

sesuai dengan output yang dihasilkan

– Efektifitas ada ukuran apakah suatu kegiatan telah mencapai

tujuan yang ditetapkan

– Impact menggambarkan apakah yang telah dilakukan

memberikan perbedaan terhadap masalah yang ingin

diselesaikan









dadang-solihin.blogspot.com 44

Tujuan Monitoring

T j M it i

1. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai

dengan rencana

2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi

3. Melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang

digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan proyek.

4. Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk

l h k

memperoleh ukuran k j

kemajuan,

5. Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa

tujuan.

menyimpang dari tujuan









dadang-solihin.blogspot.com 45

T j an Evaluasi

Tujuan E al asi

• Tujuan etis. Memberikan laporan pada pemimpin politik (kepala

daerah) dan masyarakat tentang bagaimana sebuah kebijakan

diterapkan d h il yang di

dit k dan hasil i Tujuan i i menggabungkan

dicapai. T j ini b k

tujuan untuk pertanggungjawaban yang lebih baik, informatif, etika

p penegakkan demokrasi.

politik dan p g

• Tujuan manajerial. Mencapai pembagian keuangan dan sumber

daya manusia yang lebih rasional diantara tindakan yang berbeda

dan meningkatkan manajemen layanan publik.

• Tujuan keputusan. Membuka jalan terhadap pembuatan keputusan

t k l j t h ti t b h b h kebijakan.

untuk pelanjutan, penghentian atau perubahan sebuah k bij k

• Tujuan pendidikan dan motivasi. Mendidik dan memotivasi

pelaksana umum dan mitra kerja melalui pemahaman terhadap

proses dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh mereka

sendiri.

dadang-solihin.blogspot.com 46

1/2

1/2

Jenis Evaluasi

J i E l i

1. Evaluasi Formatif

y g pada kinerja y g lebih baik (

– Evaluasi yang fokus p j yang j ,

(kebijakan,

program atau kegiatan).

– Dapat dilaksanakan untuk alasan lain misalnya pemenuhan

kelengkapan sarana dan prasana, keperluan pembentukan

hukum dan kebijakan, atau evaluasi kegiatan sebagai bagian

lengkap.

dari pelaksanaan evaluasi yang lebih lengkap

2. Evaluasi Sumatif

(akibat).

– Evaluasi yang fokuskan pada hasil (akibat)

– Evaluasi sumatif ditujukan untuk memberikan informasi tentang

g

kegunaan sebuah p gprogram.







dadang-solihin.blogspot.com 47

2/2

E al asi

Jenis Evaluasi

3. Evaluasi Prospektif.

p p p p y

– Evaluasi prospektif fokus pada pertanyaan:

• Apakah kebijakan, program, atau kegiatan tertentu harus

evaluasi?

• Apakah hasil yang akan diperoleh sesuai dengan upaya atau

sumberdaya yang digunakan?

– Evaluasi prospektif merupakan sintesis dari informasi hasil

monitoring (monitoring) dan penilaian dari studi awal untuk

kebijakan,

menilai kemungkinan hasil terhadap suatu kebijakan program

atau kegiatan yang baru diusulkan.









dadang-solihin.blogspot.com 48

Jenis Evaluasi

menurut tujuan

• Evaluasi proses:

Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus

pada masalah penyampaian pelayanan (service delivery).





• Evaluasi biaya-manfaat:

g j y program relatif terhadap alternatif

Mengkaji biaya p g p

penggunaan sumberdaya & manfaat dari program.





• Evaluasi dampak:

Mengkaji apakah program memberikan pengaruh yg

diinginkan terhadap individu, rumahtangga, masyarakat,

& kelembagaan.



dadang-solihin.blogspot.com 49

Tipe Evaluator

1. Evaluator Internal

– Mengetahui lebih banyak tentang sejarah, organisasi, budaya,

problem, keberhasilan dan sebagainya.

– M t d b k

Menyatu dengan obyek yang di l i

dievaluasi.

2. Evaluator Eksternal

– Punya kredibilitas yang lebih tinggi dan keahlian yang lebih

spesifik.

g p p

– Tidak terikat dengan keputusan-keputusan administratif dan

keuangan.

3. Evaluator Partisipatif

– Wakil dari pemerintah dan stakeholderss (termasuk penerima

manfaat) bekerjasama dalam merancang dan melaksanakan

evaluasi.

– Metode partisipatif memungkinkan digunakan dalam evaluasi

internal dan eksternal.



dadang-solihin.blogspot.com 50

a uas te a dan te a

Evaluasi Internal da External

Kelebihan Kekurangan

Evaluasi • Evaluator cukup mengenal dengan • Objektifitas tim evaluasi

Internal lingkungan yang dievaluasi terhadap hasil evaluasi

p p

• Beberapa responden lebih mudah g p p g

mungkin dapat dipengaruhi

digali informasinya oleh orang berbagai kepentingan

dalam daripada orang luar • Tim evaluasi mungkin

• Biaya lebih rendah dibanding kurang terlatih atau memiliki

eksternal kemampuan dalam bidang

evaluasi

Evaluasi • Evaluasi dapat lebih objektiff • Evaluasi eksternal dapat

Eksternal • Evaluator memiliki kemampuan dan memakan biaya yang besar

keterampilan lebih dalam bidang g • Evaluator eksternal

evaluasi mungkin salah mengerti

• Beberapa responden lebih mudah keinginan kita terhadap apa

digali informasi oleh orang luar yang ingin dievaluasi

• Menggunakan evaluator eksternal

dapat memberikan kredibilitas lebih

terhadap hasil temuan

dadang-solihin.blogspot.com 51

1/2

1/2

Tahapan Evaluasi

1. Menetapkan apa yang akan dievaluasi

p g g j yang

– Identifikasi program/kegiatan/objek y g akan dievaluasi

– Jelaskan uraian program/kegiatan/objek evaluasi

y g j

– Tentukan fokus yang menjadi p y

perhatian s.d informasinya

2. Menyusun rencana evaluasi

p y

– Susun pertanyaan evaluasi

– Tetapkan informasi diperlukan untuk pertanyaan

– Tentukan kriteria evaluasi

– Tentukan bagaimana, dimana, kapan, dari siapa informasi

didapat

– Identifikasi hambatan pelaksanaan evaluasi





dadang-solihin.blogspot.com 52

2/2

Tahapan Evaluasi

3. Pengumpulan data

– Identifikasi informasi

– Pilih instrumen dalam mendapatkan informasi

– Pilot test untuk menguji instrumen

Susun k b li i t

– S b i b ik

kembali instrumen sebagai perbaikan

4. Analisis dan presentasi data

– Susun metode analisis dan presentasi data

– Buat kesimpulan analisis

– Buat laporan hasil evaluasi

– Presentasikan dan laporkan secara tertulis

5 Pengambilan keputusan

5.

– Tentukan pilihan rekomendasi

– Identifikasi area evaluasi

dadang-solihin.blogspot.com 53

Perbedaan Pendekatan Evaluasi

Pendekatan Tujuan Utama Fokus Pertanyaan Metodologi

Goal-based Menilai pencapaian • Apakah tujuan tercapai? Membandingkan baseline dan progres

tujuan dan sasaran Efisienkah? data, menemukan cara-cara dalam

• Apakah tujuan tersebut mengukur indikator

sudah sesuai?

Decision Memberikan • Apakah program • Menilai kisaran opsi yang terkait

makingg informasi efektif? dengan konteks p y , input,

g proyek, p ,

• Perlukah dilanjutkan? proses dan hasil.

• Bagaimana jika program • Membuat beberapa cara konsensus

tsb dimodifikasi? pengambilan keputusan

Goal-free Menilai • Apakah hasil • Determinasi independen akan

keseluruhan efek keseluruhan dari kebutuhan dan ukuran dalam

dari proyek baik proyek? menilai kelayakan proyek.

yang diinginkan Nilai-nilai

• Nilai nilai apakah yang • Teknik kualitatif dan kuantitatif

maupun yang tidak terdapat disana? dalam menemukan berbagai

kemungkinan hasil.

Expert Penggunaan Bagaimana ahli external Review kritis berdasarkan

judgement keahlian menilai proyek ini? pengalaman, survey informal dan

wawasan mendalam yang subjektif





dadang-solihin.blogspot.com 54

Kriteria Evaluasi

 Relevansi Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas

dan kebijakan

 Efektifitas Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan

mencapai tujuan

 Efisiensi Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif,

dalam hubungan dengan masukan.

 Dampak Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan

oleh sebuah intervensi pembangunan, secara

tidak,

langsung maupun tidak disengaja maupun tidak

 Keberlanjutan Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat

terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan

gg

lagi.





dadang-solihin.blogspot.com 55

www.dadangsolihin.com 56

Pengertian Indikator









 Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi

y g g

petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga

dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green, 1992).









dadang-solihin.blogspot.com 57

Pengertian Kinerja

 Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu

kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran,

tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)

 Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan

t t jik ditetapkan i i k l t

stratejik yang dit t k organisasi, kepuasan pelanggan serta

kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane

dan Johnson, 1995)

, )

 Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu

kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional,

sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada

banyak faktor (Bates dan Holton 1995).









dadang-solihin.blogspot.com 58

Pengertian Indikator Kinerja

P ti I dik t Ki j

 Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan

ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian

suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan



KEGUNAAN

 dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante),

p ( g g), p y ( p )

pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)

 petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran









dadang-solihin.blogspot.com 59

Fungsi

F ngsi Indikator Kinerja

• Memperjelas tentang; what, how,

who, and when suatu kegiatan

dilaksanakan

• Menciptakan konsensus yang

dibangun oleh stakeholders

• Membangun dasar pengukuran,

analisis, dan evaluasi kinerja

program pembangunan









dadang-solihin.blogspot.com 60

Kedudukan Indikator Kinerja

monitoring dan

Perencanaan Pelaksanaan

Evaluasi



Indikator

Kinerja



Kualitatif Kuantitatif







Sasaran dan Tujuan





dadang-solihin.blogspot.com 61

1/3

1/3

Kriteria P I dik t Ki j

K it i Penyusunan Indikator Kinerja

1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugas

institusi, serta realisasi tujuan dan sasaran strategis institusi;

2. Well-defined: definisi indikator jelas dan tidak bermakna ganda

sehingga mudah untuk dimengerti dan digunakan;

3. Measurable: indikator yang digunakan diukur dengan skala

penilaian tertentu yang disepakati, dapat berupa pengukuran secara

kuantitas, harga.

kuantitas kualitas atau harga

– Indikator Kuantitas diukur dengan satuan angka dan unit

– Contoh Indikator Kuantitas: jumlah penumpang internasional

yang masuk melalui pelabuhan udara dan pelabuhan laut.









dadang-solihin.blogspot.com 62

2/3

Kriteria P I dik t Ki j

K it i Penyusunan Indikator Kinerja

– Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaan

tertentu yang ingin dicapai (melalui penambahan informasi

tentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan)

– Contoh Indikator Kualitas: Proporsi kedatangan penumpang

internasional yang diproses melalui imigrasi dalam waktu 30

menit.

– Indikator Harga mencerminkan kelayakan biaya yang diperlukan

untuk mencapai sasaran kinerja.

– Contoh Indikator Harga: Biaya pemrosesan imigrasi per

penumpang.

4. Appropriate: indikator yang dipilih harus sesuai dengan upaya

i k t l /ki j

peningkatan pelayanan/kinerja





dadang-solihin.blogspot.com 63

3/3

Kriteria P I dik t Ki j

K it i Penyusunan Indikator Kinerja

5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikuti

perubahan tingkatan kinerja;

6. Verifiable: memungkinkan proses validasi dalam sistem yang

digunakan untuk menghasilkan indikator;

7. Cost-effective: kegunaan indikator sebanding dengan biaya

pengumpulan data.









dadang-solihin.blogspot.com 64

Logic Model Theory

g y

Hasil pembangunan yang

Apa yang ingin

DAMPAK diperoleh dari pencapaian

outcome diubah



Manfaat yang diperoleh dalam

jangka menengah untuk Apa yang ingin

OUTCOME

unan









beneficieries tertentu sebagai dicapai

hasil dari output

etode Penyusu









Apa yang dihasilkan

Produk/barang/jasa akhir yang

OUTPUT (barang) atau

dihasilkan

P









dilayani (

dl )

(jasa)



Proses/kegiatan

Me









menggunakan input Apa yang

KEGIATAN menghasilkan output yang dikerjakan

diinginkan

Metode

Pelaksanaan

Sumberdaya yang memberikan Apa yang

INPUT kontribusi dalam digunakan dalam

menghasilkan output j

bekerja

dadang-solihin.blogspot.com

Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007 65

Indikator Ki j

I dik t Kinerja INPUT

• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana),

SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan

untuk melaksanakan kegiatan.

• Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah

l k i b d dimiliki telah i dengan rencana

alokasi sumberdaya yang di iliki t l h sesuai d

stratejik yang ditetapkan





Contoh:

• Jumlah dana yang dibutuhkan

• Tenaga yang terlibat

• Peralatan yang digunakan

• Jumlah bahan yang digunakan



dadang-solihin.blogspot.com 66

Indikator Kinerja OUTPUT

• Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu

kegiatan apabila tolok ukur dik i k d

k i bil l k k dikaitkan dengan sasaran k ikegiatan yang

terdefinisi dengan baik dan terukur.

• Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan

instansi.

Contoh:

• Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan

– Jumlah orang yang diimunisasi/ vaksinasi

– Jumlah permohonan yang diselesaikan

– Jumlah pelatihan/ peserta pelatihan

– Jumlah jam latihan dalam sebulan

• Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan

– Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli

– Jumlah komputer yang dibeli

– Jumlah gedung/jembatan yg dibangun

– meter panjang jalanyang dibangun/rehab



dadang-solihin.blogspot.com 67

Indikator Ki j

I dik t Kinerja OUTCOME

• Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran

indikator Keluaran.

• Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun

produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara

t k i t t l h tercapai.

outcome kegiatan telah t i

• Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi

pihak.

yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak

• Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil

y g p p g p

yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat

dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan

yang besar bagi masyarakat.









dadang-solihin.blogspot.com 68

Contoh:

Ukuran Kinerja Indikator Outcome

• Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan

– Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan

– tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)

– kemenangan tim dlm setiap pertandingan



• Peningkatan langsung hal-hal yg positif

– kenaikan prestasi kelulusan siswa

– peningkatan daya tahan bangunan

y p g

– Penambahan daya tampung siswa



• Penurunan langsung hal-hal yang negatif

– Penurunan Tingkat Kemacetan

– Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas



dadang-solihin.blogspot.com 69

Indikator Ki j

I dik t Kinerja IMPACT

• Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang

diperoleh dari hasil kegiatan.

• manfaat,

Seperti halnya indikator manfaat indikator dampak juga baru dapat

diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang.

• Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan

dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan

kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.

Contoh:

• Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang

p

– % Kenaikan Pendapatan p p y

perkapita masyarakat

– Peningkatan cadangan pangan

– Peningkatan PDRB sektor tertentu

• Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang

– Penurunan Tingkat kemiskinan

g

– Penurunan Tingkat Kematian

dadang-solihin.blogspot.com 70

dadang-solihin.blogspot.com 71


Related docs
Other docs by Dadang Solihin
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!