Pola Pengelolaan Hubungan Partai Politik dengan Masyarakat

Shared by: linzhengnd
Categories
Tags
-
Stats
views:
117
posted:
11/20/2011
language:
Indonesian
pages:
27
Document Sample
scope of work template
							  PERTEMUAN RUTIN KELIMA
     08 September 2005

Pola Pengelolaan Hubungan
Partai Politik dengan
Masyarakat


                HASIL WORKSHOP IV
         FORUM KOMUNIKASI POLITISI
         Definisi Konstituen
1.   Pemilih pada daerah pemilihannya
2.   Kelompok anggota/ pendukung / simpatisan
     partai tertentu yang menyepakati platform
     tertentu
     Mekanisme Hubungan Parpol
         dengan Masyarakat
   Parpol membutuhkan suara pemilih dalam
    pemilu
   Parpol harus mengetahui dan
    memperhatikan kebutuhan, keinginan dan
    preferensi masyarakat
   Kemudian parpol dapat mendesain sebuah
    program yang menawarkan jawaban atas
    masalah yang dihadapi masyarakat
     Mekanisme Hubungan Parpol
         dengan Masyarakat
   Dalam kompetisi multi-partai yang dibutuhkan
    parpol adalah responsiveness
   Partai perlu pengelolaan hubungan dengan
    pemilih yang responsif untuk memaksimalkan
    suara
   Pengelolaan hubungan dengan masyarakat
    juga penting bagi survival dan keberlanjutan
    partai sebagai organisasi
     Mekanisme Hubungan Parpol
         dengan Masyarakat
   Semua organisasi berusaha untuk
    mengkontrol dan menstabilisasi lingkungan
    organisasi
   Bagi parpol lingkungan yang sangat penting
    adalah konstituennya
   Komunikasi yang konsisten dan dua arah
    merupakan stabilisator karena pemilih lebih
    terikat pada partai
Hubungan Parpol dengan
      Konstituen

              KONSTITUEN

Sumber    Prosedur /                Sumber
Daya      Mekanisme                 Keuangan
Manusia


           Ideologi / Nilai-nilai



          Thinking (Pemikiran)


                 Perilaku
     Hubungan Parpol dengan
           Konstituen
   Partai harus membangun ideologi sebagai
    landasan pemikiran dan program partai.
   Partai mengidentifikasi kelompok-kelompok
    masyarakat yang memiliki kurang lebih satu
    kesamaan dengan ideologi partai
   Baru setelah itu dilakukan pengorganisasian.
   Kemudian pengembangan program dapat
    dijalankan
Hubungan Parpol dengan
      Konstituen



              Ideologi



 Pengembang                   Identifikasi
     an



              pengorganisas
                   ian
     Hubungan Parpol dengan
           Konstituen
   Ideologi dan nilai-nilai dihadapkan pada
    semua masalah untuk mengembangkan
    tawaran solusi atas masalah-masalah, baik
    masalah ekonomi, sosial, antar agama, dll.
   Ini yang akan membuat ideologi secara terus
    menerus applied atau hidup.
   Ini menjadi siklus, sehingga menjadi gerak
    spiral ke atas.
       Dua Strategi Pengelolaan
     Hubungan dengan Masyarakat
1.   Komunikasi langsung dengan pemilih
2.   Membangun hubungan melalui organisasi
     yang berfungsi sebagai mediator
    Mekanisme pada dasarnya sama:
     penukaran suara pemilih dengan (janji)
     kebijakan dan program politik
    Akan tetapi caranya sangat berbeda
       Keadaan di Indonesia (1)
   Lemahnya pemahaman ideologi dan sistem
    nilai partai
   Hubungan partai dengan konstituen sudah
    terjebak pada pola hubungan jual-
    beli/transaksional
   Belum terbangunnya suatu komunitas politik
    dan infrastrukturnya yang solid
       Keadaan di Indonesia (2)
   Belum adanya peraturan partai yang
    mengatur, mengelaborasi dan mendesain
    pola mengenai bagaimana membangun
    hubungan dengan konstituen
   Parpol menggunakan konstituen untuk
    kepentingan jangka pendek
   Komunikasi dan hubungan parpol dengan
    konstituen pada umumnya masih satu arah
   Pengelolaan Organisastoris
Pada dasarnya terdapat dua strategi untuk
  mengelola hubungan dengan masyarakat:
 Komunikasi langsung dengan pemilih

 Membangun hubungan dengan pemilih
  melalui organisasi lain yang berfungsi
  sebagai mediator
                            Partai dan Masyarakat: Sifat Hubungan



                                   Partai Politik
                                           143, 15P9
                                       (Elit Partai)




                 Hubungan melalui organisasi                        Hubungan
                         (formal/informal)                          langsung




Organisasi pendamping
(collateral organisation)     Organisasi               New social         Media massa
                             anggota                   movements               / surveys




                                Masyarakat (Pemilih)
        Komunikasi langsung
   Komunikasi melalui media massa atau alat-
    alat political marketing, seperti direct mailing,
    atau penggunaan internet
   Parpol menggunakan survey, riset dan focus
    group discussions untuk mengetahui
    preferensi pemilih
      Komunikasi langsung
Kelemahan:
1. Tidak ada kesepakatan yang mengikat;

2. Tidak dapat memastikan electoral support;

3. Seleksi isu-isu dilakukan oleh elit partai
   sendiri
    Hubungan melalui organisasi
   Di dalam organisasi terdapat proses pre-
    seleksi (agregasi) isu-isu yang menghasilkan
    suatu paket tuntutan politik
   Organisasi memasuki negosiasi dengan
    parpol: kepentingan organisasi menjadi
    bagian program partai dan organisasi
    mendukung parpol dalam pemilu
 Hubungan melalui organisasi
Kekuatan
1. Gambaran mengenai kebutuhan dan
   preferensi kelompok masyarakat tertentu
   yang lebih jelas
2. Organisasi dapat memobilisasi anggotanya
   untuk memilih parpol tertentu
3. Pemilih lebih terikat pada partai
      Tipologi Hubungan Melalui
              Organisasi
    Dibedakan antara formal dan informal,
     dimana hubungan formal lebih stabil dan
     efektif
    Terdapat tiga tipe organisasi yang dapat
     memfasilitasi hubungan parpol dengan
     masyarakat
1.   New social movements
2.   Organisasi pendamping
3.   Organisasi anggota
       New Social Movements
   Tidak mempunyai akar sosial yang kuat
   Tidak dapat menjamin dukungan kelompok
    tertentu dalam pemilu
   Keterikatan partai dengan organisasi new
    social movement tidak terlalu kuat
        Organisasi pendamping
       (Collateral Organisations)
   Berinteraksi dengan parpol secara reguler
    dan berjangka panjang
   Keterikatan pada umumnya lebih erat
   Parpol dapat merekrut anggota baru melalui
    organisasi pendamping
          Organisasi Anggota
   Hubungan elit parpol dengan pemilih yang
    paling erat
   Anggota merupakan komunikator program
   Anggota merupakan „sensor“ di tengah
    masyarakat yang memberikan feedback
   Akan tetapi, tetap terjadi negosiasi antara elit
    partai dan wakil sayap-sayap partai tentang
    program partai dan posisi-posisi di dalamnya
       Identifikasi Organisasi
   Partai harus mengidentifikasi kelompok-
    kelompok sosial yang mempunyai kesamaan
    nilai-nilai dengan partai.
   Organisasi yang mewakili kelompok sosial
    tersebut harus didekati partai untuk
    membangun hubungan yang stabil dan
    keberlanjutan.
                  Perencanaan Strategis
                        (Contoh)
                                     Nelayan (Tangkap,
  SASARAN         Buruh Industri                           HKTI (pengusaha)      Kelompok Tani             Santri          Marginal Perkotaan
                                         Tangkar)
                 Lobby Pimpinan                                                                                             Lobby Pimpinan
 PRAKONDISI                             Silaturahmi             Lobby              Silaturahmi           Lobby Kyai
                     Buruh                                                                                                    Kelompok
   FAKTOR
                Ekonomi / Emosi       Ekonomi / Emosi     Ekonomi/ Gagasan       Ekonomi/Emosi       Sentimen Emosional     Ekonomi / Emosi
  DOMINAN
   SIFAT
                    Pragmatis           Pragmanatis             Taktis              Prgamatis              Taktis              Prgamatis
 TRANSAKSI
                Dialog, Kerjasama,
                                           Dialog             Lokakarya               Dialog         Aktifitas Keagamaan    Dialog, Hiburan
                     Ceramah
   SARANA
                     Hiburan              Hiburan                                    Hiburan

                Upah, Hak Buruh                             Koperasi, Harga       Harga Pupuk,
                                      Koperasi, Harga-                                                                         Koperasi
                   (wanita)                                     Pupuk,              Koperasi          Persamaan Status
ISSUE/MATERI
                                     Solar Murah, Pakan                                                  Pendidikan
                                                              Hasil Tani
                                           Murah

                Massa terorganisir   Massa terorganisir    Tidak Beroposisi     Massa Terorganisir    Tidak Beroposisi     Massa Terorganisir
AGENDA PARTAI



   TARGET          Simpatisan           Simpatisan               Opini             Simpatisan               Opini             Simpatisan

                  KTA / Petugas        KTA / Petugas                              KTA / Petugas                              KTA / Petugas
   TARGET                                                 Meneruskan Opini di                        Meneruskan Opini di
                    Pemillu              Pemillu                                    Pemillu                                    Pemillu
  LANJUTAN
                                                                Media                                      Media

NAMA PROGRAM    Buruh Perjuangan     Nelayan Sejahtera       Tani Makmur          Tani Makmur           Santri Modern        Usaha Mandiri
            Rekomendasi (1)
1.   Hubungan konstituen harus ditandai dengan
    Wajah politik yang padat dengan ide-ide dan
     upaya kongkrit yang lebih mensejahterakan rakyat
     plus nilai-nilai keadilan bagi masyarakat.
    Orientasi politik ke grass roots, dimana ide-ide
     politik harus lebih mendominasi dibandingkan
     dengan manuver politik yang hanya berorientasi
     untuk membangun kekuasaan belaka.
          Rekomendasi (2)
2.   Kemampuan untuk merespon konstituen
3.   Peningkatan Penggunaan Media
4.   Membangun Hubungan yang berkelanjutan
5.   Meningkatkan kapabilitas dan kreatifitas
6.   Membangun infrastruktur
7.   Peraturan partai yang mengatur tentang
     komunikasi dengan konstituen
            Rekomendasi (3)
8.    Membangun dan mengembangkan sayap
      partai
9.    Identifikasi pemilih, pendukung, dan
      simpatisan
10.   Mendirikan sekretariat di daerah pemilihan

						
Related docs
Other docs by linzhengnd
Spec_PUMP
Views: 1  |  Downloads: 0
Sheet1 - Laptop Repair from Laptop Clinic
Views: 42  |  Downloads: 0
modello_cibi_nido
Views: 1  |  Downloads: 0
Math - Laurel County Schools
Views: 4  |  Downloads: 0
Lesson 2 Magic School Bus on the Ocean - CPSB
Views: 11  |  Downloads: 0
In the United States Court of Federal Claims
Views: 1  |  Downloads: 0
B.ED
Views: 20  |  Downloads: 0
Ecodesign and labelling of Boilers
Views: 17  |  Downloads: 0
vfy_m450-05fr
Views: 7  |  Downloads: 0