Budidaya-Tanaman-Seledri

Document Sample
Budidaya-Tanaman-Seledri Powered By Docstoc
					                                                             epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918




                                 Budidaya Seledri




                         BUDIDAYA SELEDRI ALA CIWIDEY

Seledri (Apium graveolens L.) sudah sejak lama dikenal masyarakat
Indonesia. Tanaman Seledri dikenal sebagai sayuran bumbu (penyedap
rasa), ada juga yang mengatakan sebagai obat, penyembuh demam
dan darah tinggi, ada pula yang mengatakan sebagai penyubur rambut.

Jenis seledri 'Cut Common' yang siap tanam


Varietas

Dalam klasifikasinya, Seledri tergolong dalam family Umberliflorae. Di
masya-rakat Indonesia tanaman seledri yang banyak dikenal ada dua
varietas yaitu : Seledri potong (Varietas Sylvester) dan Seledri daun
(Varietas Secalium). Sebenarnya masih ada satu jenis lagi Seledri tetapi
jarang ditemui di masyarakat yaitu Seledri berumbi (Varietas
Repaceum). Diantara ketiga varietas di atas Seledri daun yang paling
banyak dibudidayakan petani Ciwidey, Bandung adalah jenis Seledri
daun (Cut Common). Varietas ini mempunyai ciri diantaranya
tanamannya pendek , daunnya banyak, juga anakannya cukup banyak.
Beberapa benih seledri yangbanyak ditemui di toko pertanian khususnya
di Ciwidey antara lain Amigo (East West), produk Royal Sluis dan
sebagainya.

Teknik Budidaya




    1   epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918
                                                             epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918




Tanaman Seledri dapat ditanam dari dataran rendah hingga dataran
tinggi, tetapi untuk mencapai hasil optimal penanamannya dilakukan
pada ketinggian antara 1.000 - 1.200 m.dpl. bisa memperoleh hasil yang
terbaik.


Teknik Persemaian

Tanaman Seledri sebelum tanam perlu disemai terlebih dahulu. Adapun
caranya sebagai berikut :

a. Disiapkan bedengan dengan lebar antara 80 - 100 cm. panjang
sesuai kebutuhan dan tanah tersebut diolah dicampur pupuk kandang.

b. Setelah tanah bedengan dirapikan benih Seledri ditabur rata tidak
boleh menumpuk (bergerombol) supaya pertumbuhannya seragam.

c. Kemudian ditutup pakai campuran tanah + pupuk kandang + serbuk
gergaji atau sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah itu disiram
dan ditutup pakai karung biar tanahnya lembab dan merangsang
perkecambahan.

d. Setelah + 10 hari tanaman akan tumbuh, penutup dibuang (diambil)
dan untuk mengurangi terik panas matahari dibuatkan naungan. Seperti
persemaian yang lainnya perlu dilakukan penyiraman setiap pagi dan
sore hari. Setelah berumur + 45 hari sampai 50 hari bibit tersebut siap
ditanam.

Penanaman

Kebiasaan petani Ciwidey, pengolahan lahan dilakukan bersamaan
dengan waktu semai. Cara pengolahan lahan seperti biasa membuat
bedengan-bedengan berukuran 80 cm - 100 m. panjang sesuai
kebutuhan. Jarak antar bedeng + 40 cm dan kebutuhan pupuk kandang
+ 20 ton per hektar dicampur rata di atas bedengan.Untuk memudahkan
pemeliharaan kebiasaan petani membuat parit-parit keliling untuk
pengairan. Karena tanaman Seledri biasanya membutuhkan air banyak
apalagi pada musim kemarau. Para petani Ciwidey biasanya
menggunakan jarak tanam 25 x 25 cm2 atau 30 x 30 cm2 dengan dua
atau tiga tanaman per lubang.

Pemupukan



    2   epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918
                                                             epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918




Untuk pemupukan kebiasaan petani Ciwidey dalam satu musim tanam
antara dua sampai tiga kali.

a. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10 - 15 hari
setelah tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha., Urea = 50 kg/ha. dan KCl
= 100 kg/ha.

b. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur + 30 hari setelah
tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha. dan Urea = 50 kg/ha.

c. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur + 45 hari setelah
tanam dengan dosis ZA = 100 kg/ha. Pemupukan ini jarang dilakukan
kecuali kalau tanaman dirasa kurang subur.

Pemeliharaan

Untuk memperoleh hasil yang optimal pengairan perlu dilakukan secara
kontinyu terutama saat tanam di musim kemarau. Pada saat musim
kemarau, penyiraman dilakukan setiap 10 hari sekali. Disamping
pengairan, penyiangan juga perlu dilaksanakan setiap 15 hari
sekali.
Pengendalian Hama dan Penyakit

1. Hama

Pada Seledri hama utama adalah Liriomyza atau wereng atau biasa
disebut petani Ciwidey adalah Aro. Hama ini berbahaya sekali kalau
dibiarkan. Hama ini menghisap cairan daun sampai kering. Kebiasaan
petani Ciwidey untuk mengendalikan hama tersebut adalah memakai
Curacron, Trigard dan akhir-akhir ini yang sering dipakai adalah Winder
25 WP. Disamping hama di atas hama lain antara lain Aphid dan Ulat,
tetapi kedua hama ini kurang merisaukan petani karena dianggap tidak
terlalu merugikan.

Jenis seledri 'Cut Common' yang siap tanam


2. Penyakit

Penyakit utama pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat
kuning (Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii). Kedua
penyakit ini gejala yang ditimbulkan hampir sama dan kebiasaan petani
untuk mengendalikannya memakai Kocide 77WP.


    3   epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918
                                                             epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918




Pemanenan & Pemasaran

Tanaman Seledri daun dipanen + berumur 45 - 60 hari. Cara panen
dengan mencabut tanaman sampai akarnya, kemudian dicuci hingga
bersih selanjutnya ditali dan siap dibawa ke pasar. Kebanyakan para
bandar Seledri memasarkan Seledrinya ke pasar Caringin Bandung,
pasar Bogor dan pasar induk Cibitung atau Kramat Jati Jakarta.




    4   epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-seledri-918

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:326
posted:11/21/2011
language:Indonesian
pages:4