BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG MASALAH
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia
itu dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan
kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat
hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia
manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak
asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain,
atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan
Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.
Manusia ditakdirkan Allah Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan
hubungan dan interaksi sosial dengan sesama manusia. Sebagai makhluk sosial,
manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya, baik kebutuhan material maupun spiritual.
Ajaran Islam menganjurkan manusia untuk bekerja sama dan tolong
menolong (ta’awun) dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. Dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam dapat berhubungan dengan siapa
saja tanpa batasan ras, bangsa, dan agama. Dengan kerjasama dan tolong
menolong tersebut diharapkan manusia bisa hidup rukun dan damai dengan
sesamanya.
Kerukunan adalah istilah yang dipenuhi oleh muatan makna “baik” dan
“damai”. Intinya, hidup bersama dalam masyarakat dengan “kesatuan hati” dan
“bersepakat” untuk tidak menciptakan perselisihan dan pertengkaran (Depdikbud,
1985:850) Bila pemaknaan tersebut dijadikan pegangan, maka “kerukunan”
adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia.
Kerukunan dalam Islam diberi istilah "tasamuh" atau toleransi. Sehingga
yang di maksud dengan toleransi ialah kerukunan sosial kemasyarakatan, bukan
AGAMA | Makalah HAM dan Toleransi Dalam Agama Islam 1
dalam bidang aqidah Islamiyah (keimanan), karena aqidah telah digariskan secara
jelas dan tegas di dalam Al Qur'an dan Al Hadits.
Sikap inkritisme dalam agama yang menganggap bahwa semua agama
adalah benar hal ini tidak sesuai dan tidak relevan dengan keimanan seseorang
muslim dan tidak relevan dengan pemikiran yang logis, meskipun dalam
pergaulan sosial dan kemasyarakatan Islam sangat menekankan prinsip toleransi
atau kerukunan antar umat beragama. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara
anggota masyarakat (muslim) tidak perlu menimbulkan perpecahan umat, tetapi
hendaklah kembali kepada Al Qur'an dan Al Hadits.
Dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW., kerukunan sosial
kemasyarakatan telah ditampakkan pada masyarakat Madinah. Pada saat itu rasul
dan kaum muslim hidup berdampingan dengan masyarakat Madinah yang berbeda
agama (Yahudi danNasrani). Konflik yang terjadi kemudian disebabkan adanya
penghianatan dari orang bukan Islam (Yahudi) yang melakukan persekongkolan
untuk menghancurkan umat Islam.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Dalam pembahasan ini dibatasi beberapa hal sebagai berikut:
1.2.1. HAM menurut pandangan Agama Islam
1.2.2. Pengertian Toleransi
1.2.3. Toleransi dalam Pandangan Islam
1.2.4. Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
1.2.5. Pluralisme Agama Sebagai Suatu Keniscayaan Sosial
1.3. TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1.3.1. Menambah pengetahuan kita tentang Ilmu Agama, khususnya HAM
dan Toleransi Umat Beragama Menurut Pandangan Agama Islam
1.3.2. Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama Semester Ganjil Tahun
Akademik 2011/2012
AGAMA | Makalah HAM dan Toleransi Dalam Agama Islam 2
1.4. MANFAAT PEMBAHASAN
Manfaat yang diharapakan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat menambah khasanah pengetahuan Ilmu Agama khususnya Hak
Asasi Manusia (HAM) dan Toleransi Umat Beragama Menurut
Pandangan Agama Islam.
2. Dapat menerapkan toleransi antar umat beragama dalam kehidupan
sehari-hari.
AGAMA | Makalah HAM dan Toleransi Dalam Agama Islam 3