Tengkorak Kristal

Document Sample
Tengkorak Kristal Powered By Docstoc
					Tengkorak Kristal, Misteri Peradaban Kuno
  Feb 2, 2009
  radhite
  Sains
  2,826 views




Berdasarkan perhitungan kasar, “Tengkorak Takdir” ditemukan pada tahun 1927 oleh seorang
penjelajah Inggris, Fredrik A Mitchell-Hedges, dalam sebuah reruntuhan bangsa Maya di
Lubaantun. Namun ada pendapat lain yang mengatakan peneliti ini telah membelinya dalam
sebuah lelang Sothebys di London pada tahun 1943.

Ini memang bukan rekayasa cerita seperti dalam film “Indiana Jones and the Kingdom of the
Crystal Skull” yang populer itu. Akan tetapi bisa jadi terinspirasi dari “kemisteriusan dari
tengkorak kristal” ini yang belum terpecahkan hingga kini.

Namun bagaimanapun juga, tengkorak kristal ini dibuat dan digosok dengan begitu sempurna
sehingga menjadi sebuah karya seni yang amat berharga. Untuk memastikan hipotesa pertama
yaitu tengkorak ini berasal dari bangsa Maya, kita dihadapkan pada serangkaian pertanyaan.

Tengkorak Takdir ditelaah secara nalar adalah sebuah teknik yang sungguh muskil. Memiliki
berat sekitar 5 kg dan meniru secara sempurna tulang tengkorak wanita. Menurut para ilmuwan,
tidaklah mungkin benda ini dibuat tanpa menggunakan metode modern, padahal kebudayaan
bangsa Maya belum diketahui telah memiliki peradaban modern.
Tengkorak ini telah menjadi sesuatu yang menarik bagi para ahli dari berbagai disiplin ilmu
selama beberapa tahun ini – meskipun demikian ada yang memperkirakan benda ini buah karya
dari “kelompok esoteric kuno” dengan “kemampuan supernormalnya” seperti telekinesis.

Ada berbagai analisa yang berbeda terhadap Tengkorak ini. Salah satu misteri yang tidak
terpecahkan adalah kristal kwarsa dan tingkat kekerasan yang mencapai nilai 7 dari skala Mohs
(yaitu sebuah cara pengukuran kekerasan suatu materi yang berkisar dari 0 hingga 10). Sungguh
mengherankan benda ini jika dipahat tanpa menggunakan peralatan modern yang terbuat dari
batu ruby ataupun intan.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh perusahaan Amerika, Hewlett-Packard pada tahun 1970-
an, mereka menemukan bahwa untuk mencapai tingkat kesempurnaan seperti itu, tengkorak ini
harus diasah oleh erosi pasir selama 300 tahun.

Secara nalar dapatkah bangsa Maya membuat benda yang membutuhkan waktu selama 3 abad
untuk melihatnya secara utuh? Satu hal yang pasti Tengkorak Takdir ini bukan satu-satunya yang
ditemukan. Beberapa diantaranya ditemukan diberbagai belahan dunia dan terbuat dari bahan
yang berlainan.

Sebuah tengkorak yang terbuat dari batu giok, namun dalam skala yang agak lebih kecil dari
tengkorak manusia, telah ditemukan didaerah Tiongkok/Mongolia. Usianya diperkirakan 2200
hingga 3500 tahun sebelum masehi.

Tentu saja, ada sejumlah orang yang meragukan keautentikannya benda-benda ini, namun begitu
ada hal yang tidak bisa dipungkiri: fenomena tengkorak kristal dan benda artifak lainnya akan
terus menjadi subyek yang menarik untuk diselidiki.(Epochtimes)

Sumber

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7
posted:11/19/2011
language:Indonesian
pages:2