Docstoc

Menjadi pribadi yang baik

Document Sample
Menjadi pribadi yang baik Powered By Docstoc
					Pada dasarnya secara umum manusia ingin mendapatkan kesuksesan dalam hidup.
Namun mengapa banyak orang yang belum mendapatkan kesuksesan, mereka
merasa gagal. Pertanyaannya mengapa bisa gagal? Jawabannya adalah
kemungkinan terbesar mereka gagal karena tidak tahu bagaimana caranya untuk
sukses.

Jika seseorang ingin menjadi penyanyi tentu ia harus tahu bagaimana caranya
menjadi penyanyi. Jika seseorang ingin menjadi orator, maka hal yang harus
dilakukan adalah mengetahui bagaimana caranya agar menjadi orator. Jika
seseorang ingin menjadi pilot, maka dia harus tahu cara bagaimana menerbangkan
pesawat. Jika seseorang ingin menjadi pengusaha, tentu ia harus tahu bagaimana
kiat-kiat dan cara-cara menjadi pengusaha. Dan banyak hal-hal lainnya sebagai
contoh.

Begitu pula lah dengan sukses. Sudah bisa dipastikan untuk mendapat kesuksesan
perlu cara dan jalan yang ditempuh. Itulah yang berkembang dewasa ini, betapa
banyak forum dan lembaga yang menawarkan berbagai macam cara untuk meraih
sukses, baik dalam berkarir maupun dalam bisnis. Karena memang masih banyak
dianatara kita yang gagal.

Tak dapat kita pungkiri kegagalan-kegagalan itu muncul akibat tidak adanya
pengetahuan bagaimana cara mencapai kesuksesan. Kegagalan itu pun sangat
bergantung pula dengan landasan berpikir pribadi seseorang yang melihat
bagaimana sebenarnya ukuran sukses.

Ada yang membuat ukuran sukses jika sudah punya kekayaan dengan jumlah
tertentu. Ada yang membuat ukuran sukses jika sudah mendapatkan jabatan dan
kedudukan tertentu. Ada pula yang membuat ukuran sukses jika sudah
mendapatkan pengakuan dan pujian atas prestasi tertentu. Ada yang membuat
ukuran sukses apabila diterima dalam suatu perkumpulan atau kelompok elit
tertentu. Dan sebagainya. Sungguh ukuran-ukuran sukses tadi begitu empiris dan
tidak baku, untuk itu marilah kita gunakan ukuran sukses yang sudah ditunjukkan
tuhan dan dicontohkan Rasul-Nya

Apakah seorang Muhammad Rasulullah SAW merupakan sosok manusia sukses?
Kami yakin 100 % jawaban kita secara serentak ”Ya, tentu saja beliau merupakan
pribadi yang sukses”. Sekarang tahukah kita bagaimana sosok Rasulullah tersebut.

Beliau adalah manusia pilihan yang mendapatkan amanah dari Allah SWT untuk
menyampaikan berbagai pesan-Nya kepada manusia. Bagaimana caranya menjadi
pedagang yang selalu beruntung. Bagaimana caranya menjadi orang tua.
Bagaimana caranya menjadi seorang anak. Bagaimana menjadi seorang isteri,
menjadi seorang suami. Bagaimana caranya berhubungan dengan orang lain.
Intinya Beliau menyampaikan pesan Tuhan kepada manusia bagaimana caranya
menjadi manusia.
Beliau juga diakui dunia bukan hanya dari kalangan Islam, sebagai pemimpin yang
sukses dan paling berpengaruh dalam catatan sejarah seperti yang ditulis oleh
Michael Hart dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah.

Rasulullah berhasil membina suku-suku di Jazirah Arab yang ketika itu merupakan
pusat perdagangan dunia. Bahkan bukan hanya untuk sukunya sendiri. Ternyata
beliau menaklukan semuanya berkat akhlak, charakter dan kepribadiannya yang
menarik. Sehingga seantero penduduk negeri ketika itu mengenal dirinya sebagai
sosok yang dapat dipercaya dengan gelar Al-Amin.

Gambaran kepribadian Rasulullah diantaranya, beliau selalu tersenyum bahkan
mengajarkan kepada umatnya bahwa senyum merupakan bagian dari sedekah. ”At-
tabassumu shodaqoh” senyum adalah sedekah. Beliau juga selalu bersyukur,
tidak pernah mengeluh dan tetap bersabar. Kita masih ingat ketika Rasul
dilempari dengan batu dan kotoran oleh penduduk Thaif beliau tidak memintakan
malaikat Jibril untuk menimpakan bukit kepada mereka padahal malaikat sudah
menawarkan pilihan itu. Subhanallah...

Kondisi orang-orang yang pantang mengeluh, tetap bersabar dan berbuat kebajikan
atau amal sholeh telah dilukiskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal
saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS Hud : 11)

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah

Nabi Muhammad juga sebagai sosok penolong dan pemurah, bahkan sering
mengabaikan kepentingan pribadi dan keluarganya hanya karena lebih
mendahulukan kepentingan orang lain. Ketika suatu hari beliau didatangi pengemis
yang meminta makanan, padahal hari itu beliau dan juga putrinya Fatimah sama-
sama belum makan. Beliau dengan ikhlas memberikan jatah makan yang
sebelumnya disiapkan untuknya dan juga putrinya. Ini suatu bukti pengamalan
firman Allah SWT;

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan,
akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan     pertolongan)    dan   orang-orang   yang   meminta-minta;     dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-
orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-
Baqarah, 2 : 177)

Rasulullah juga dikenal sebagai sosok yang Tidak pernah marah, tidak pernah
kata-katanya menyakiti hati. Hal tersebut dapat tergambar dalam kisah Anas
Bin Malik, seorang pembantu rasulullah yang mengaku bahwa beliau tidak pernah
marah dan mengeluarkan kata-kata menyakitkan, selama sekian tahun Anas hanya
mendapati beliau marah ditandai dengan wajahnya memerah, ”tangannya
mengusap kepala ku kemudian menyuruh ku pergi sesuka hati ku.” Ungkap Anas.

Rasulullah senang menutupi aib orang lain, rendah hati dan tidak sombong.
Suatu saat ketika perjalanan dari Madinah ke Makkah dalam peristiwa Fathu
Makkah Muhammad terlihat menarik unta sementara Abu Bakar berada di atas
punggung unta. Beliau bukan saja menjadi penumpang setia namun bersedia
bergantian dengan Abu Bakar selama perjalanan. Lihatlah seorang pemimpin besar
tidak malu untuk menuntun unta yang dinaiki bawahannya, Ini bukti kerendahatian
beliau.

Kepribadian beliau yang lain ialah Menepati janji, tidak pernah mau
membicarakan orang lain dan tidak pernah berburuk sangka kepada orang
lain seperti halnya larangan yang telah difirmankan Allah dalam surat Al-Hujarat
ayat 12.

Hadirin sidang jumu’ah rahimakumullah....

Kepribadian berikutnya yang dimiliki rasulullah adalah selalu Hadir pada
kesusahan atau kebahagiaan orang lain. Telah terbukti ketika orang yang
selalu memaki-maki dan meludahi beliau setiap perjalanan berangkat sholat Subuh
tiba-tiba tidak nampak lagi di tepi jalan tempat biasa ia memaki. Kemudian
 Rasulullah menanyakan kepada sahabat yang lain kemanakah gerangan orang
yang biasa meludahi ku. Sahabat menjawab bahwa ia sedang sakit. Maka
Rasululullah pun datang menjenguk orang tadi.

Beliau juga Sangat ramah, menyapa terlebih dahulu (dia yang meminta semua
pengikutnya harus menjadi orang ramah mengucapkan salam). Tidak membeda-
bedakan orang lain. Beliau juga Rapi dan sering para sahabat menjumpainya
saat sedang bersisir. Beliau Sangat bersih dan wangi, mengajurkan bersiwak atau
mengosok gigi, memakai wangi-wangian.

Yang tak kalah hebatnya dari kepribadian beliau adalah Pema’af. Ketika Du’Tsur
mengejar Rasulullah untuk membunuhnya dengan harapan mendapatkan 100 ekor
unta sebagai imbalan sayembara pemuka Kafir Qurais bagi siapa saja yang
mendapatkan Muhammad dalam keadaan hidup atau mati. Di suatu lembah Du’tsur
mencoba menghampiri Rasulullah dengan wajah dan ucapan mengerikan serta
hunusan pedangnya yang tajam namun Rasulullah terselamatkan oleh kebesaran
kalimah Allah. Setelah itu posisi pedang berpindah tangan, Rasul pun membalikkan
arah pedang ke leher Du’tsur yang sudah mulai ketakutan sambil bertanya ”Wal An
man yamna’uka minni” Sekarang siapa yang akan menolongmu? dengan nada
memelas Du’tsur menjawab tidak ada Muhammad melainkan jika engkau mau
mema’afkan dan memberiku ampun. Rasulullah pun mema’afkan dan menyeruhnya
untuk pulang.

Peristiwa ini senada dengan Firman Allah SWT:
“Berikanlah kemaafan dan suruhlah dengan kebaikan serta pedulikanlah orang-
orang yang bodoh itu.” (al-A’raf: 199)

Dan masih banyak lagi kepribadian-kepribadian beliau yang belum kita ceritakan
disini. Sungguh betapa mempesonanya kepribadian Rasulullah...

Tidak diragukan lagi bahwa ummat manusia tidak akan mungkin mampu
menggapai cita-cita sebagaimana yang dicanangkan Allah SWT seandainya di
tengah-tengah mereka tidak ada orang yang memiliki akhlak mulia atau
kepribadian mempesona.

Rasulullah sendiri sepanjang hidupnya telah membuktikan kebenaran dan
keampuhan pribadi beliau yang sangat mempesona. Ia adalah seorang tokoh
sejarah yang sangat sukses. Dalam banyak hal, kesuksesannya itu berhasil diraih
karena ia selalu mengedepankan akhlak yang lembut dan menyentuh saat
berinterakasi dengan umatnya.

Mari kita lihat

Mengapa Rasulullah mendapatkan kepercayaan sebagai Al-Amin yang berhak
mengangkat dan memindahkan hajar Aswad? Jawabannya tentu karena Rasulullah
memiliki kepribadian yang mempesona.

Mengapa seorang saudagar kaya Khadijah meminta Rasul agar memperisterinya,
sementara semua mahar dan kelengkapan pernikahan yang harganya luar biasa
mahal ditanggung sendiri oleh Khadijah? Jawabannya tentu karena Rasulullah
memiliki kepribadian yang mempesona.

Mengapa Rasulullah berhasil menaklukkan kota Mekkah, mengajak seluruh
penduduknya memeluk agama Islam tanpa cara kekerasan dan pertumpahan
darah? Jawabannya tentu karena Rasulullah memiliki kepribadian yang
mempesona.

Mengapa Rasulullah saat berdagang laku lebih cepat dari kebiasaan orang lainnya
yang berdagang? Jawabannya tentu karena Rasulullah memiliki kepribadian yang
mempesona.

Dan masih banyak lagi rahasia kesuksesan beliau yang kita bongkar dengan
pertanyaan mengapa dan mengapa. Jawabannya hanya dengan satu ungkapan
karena Rasulullah memiliki kepribadian yang mempesona.

Hal ini terekam dalam Al-Quran saat Allah SWT menyatakan bahwa seandainya
Nabi Muhammad tidak bersikap lemah lembut, maka umat manusia niscaya akan
menjauh darinya.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(Ali-Imran, 3 : 159)

Saat menerangkan tentang kepribadian Rasulullah SAW, Ayatullah Khamanei
menyatakan, “Nabi yang mulia adalah kumpulan keutamaan semua nabi dan para
kekasih Allah. Beliau adalah naskah terlengkap dari semua kebajikan yang ada
pada diri para utusan Tuhan sepanjang sejarah. Ketika nama Nabi Muhamad kita
sebut, kita seakan-akan sedang mendeskripsikan kehadiran seluruh nama
cemerlang dari orang-orang suci, mulai dari Nabi Ibrahim, Nuh, Musa, Isa, Luqman,
serta semua nama dari para imam yang suci.”

Sementara Rahbar menambahkan, “Di antara bintang-bintang yang bertaburan
menghiasi jagad semesta, ada bintang-bintang tertentu yang sangat cemerlang dan
memancarkan cahaya seakan-akan ia adalah sebuah galaksi. Padahal, galaksi
sendiri sebenarnya adalah sebutan untuk sekumpulan bintang-bintang. Rasulullah
di tengah-tengah itu, para kekasih Allah ibarat bintang besar yang kekuatan
cahayanya menyerupai galaksi di tengah-tengah bintang-bintang lainnya. Nabi
Muhamad adalah pribadi cemerlang, sebagaimana cemerlangnya galaksi di jagad
raya.”

Tak heran jika Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak dan budi pekerti.
Karena memang sejak zaman nabi Adam AS dan Rasul-rasul berikutnya hingga
Nabi Isa AS Tauhid Ketuhanan telah sempurna diturunkan oleh Allah SWT. Tentu
misi diutusnya Muhammad Rasulullah SAW sebagai rencana Tuhan untuk
membentuk akhlak dan kepribadian manusia. Sesuai dengan Sabdanya: Innama
bu’itstu liutammima makarimal akhlak. ”Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan budi pekerti yang baik”

Dengan perkataan lain maksudnya kira-kira bahwa “Umat Islam harus menjadi
orang-orang yang mempesona”

Allah dengan tegas memberikan penjelasan dalam Al-Qur’an:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah.

Dapat pula kita fahami bahwa Ajaran Islam adalah rangkaian cara-cara bagaimana
meniru dan mencontoh Muhammad SAW dalam segala sisi kehidupan baik
hubungannya antara manusia dengan Tuhan maupun hubungannya antara manusia
dengan manusia.
Dengan perkataan lain “Seorang Islam harus menjadi seorang Muhammad” menjadi
duplikatnya menjadi fotocopy darinya baik secara lahir maupun secara bathin.
Bukan hanya batinnya saja tapi lahir atau zahirnya jangan kita abaikan. Semuanya
tergambar dalam kepribadian Rasulullah yang kita sering kenal dengan istilah
akhlak.

Jika semua orang Islam berkepribadian seperti Rasulullah. Betapa mempesonanya
akhlak orang Islam.

Dari berbagai uraian tadi setidaknya dapat kita lihat hal-hal sebagai berikut,
diantaranya bahwa;

1. Akhlak adalah ajaran utama Islam

2. Akhlakul Karimah membuat pribadi yang mengamalkannya menjadi seorang
   yang mempesona

3. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk menjadi pribadi yang mempesona

4. Kecantikan dari dalam - Inner beauty - yang bukan polesan adalah akhlakul
   karimah

5. Akhlakul karimah dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan & kejayaan
   dunia, popularitas, kekuasaan, uang (kalau mau) dan lain-lain, serta bila
   dijalankan dengan keimanan yang teguh juga mengantar seseorang ke sisi
   terbaik Tuhannya

6. Sebagai orang beriman dan hamba yang sholeh kita harus memandang bahwa
   Tujuan Akhlakul Karimah atau berkepribadian menarik dan mempesona adalah
   Allah semata, tentu jika membuahkan kemuliaan di dunia hanyalah sebagai
   akibat, bukan tujuan. Pastilah berbeda dengan orang yang tidak beriman, yang
   memandang bahwa berkepribadian menarik dan mempesona karena ada
   maunya, karena menjadikan keuntungan dan uang sebagai tujuan. Dan ini tentu
   nol nilainya di hadapan Tuhan. Sebab Allah tidak melihat itu semua, Dia hanya
   melihat hati yang menjadi barometer kemuliaan di sisi-Nya.

Akhirnya marilah kita sadari bahwa ajaran Islam adalah tentang pribadi yang
mempesona, rahmatan lil’alamin menebarkan kasih sayang untuk seantero alam di
jagad raya ini. Mari kita baca lagi buku-buku tentang apa dan bagaimana
Rasulullah. Baca dan baca lagi karena itulah ajaran Islam. Baca pula pesan Tuhan
yang dikatakan Rasulullah melalui hadits-haditsnya. Juga janganlah kita lupa agar
terus membaca rohani kita, baca dan baca dengan berdzikir sebanyak-banyaknya
sebab itu pun perintah Allah dan dilakukan oleh Rasulullah.

Mari kita sadari pula bahwa Anggapan dan pandangan “beragama itu berat” harus
disingkirkan jauh-jauh dari pemikiran kita. Kita buang anggapan tersebut dan
gantikan dengan kesadaran bahwa “beragama itu mempesona”. Sadarilah
bahwa selaku umat nabi Muhammad, bila tidak melaksanakan akhlakul karimah,
kita berdosa. Dengan perkataan lain orang Islam wajib berakhlakul karimah, wajib
mempesona kepribadiannya.

Marilah tetap yakin dan percaya serta tetap memegang teguh nilai-nilai ajaran Allah
yang tertuang dalam Al-Qur’an dan penjelasan lain yang lebih rinci melalui hadits
Rasul-Nya.

Selanjutnya dimanapun kita berada, apapun profesi kita mari miliki dan amalkan
kepribadian yang menarik lagi mempesona karena itulah perintah Tuhan untuk
menggapai segala kesuksesan. Semoga kita sukses di dunia dan di akhirat Amin Ya
Rabbal Alamin

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:85
posted:11/19/2011
language:Indonesian
pages:7