Embed
Email

HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Document Sample
HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Shared by: HC11111818046
Categories
Tags
Stats
views:
89
posted:
11/18/2011
language:
Indonesian
pages:
42
HUKUM PERDAGANGAN

INTERNASIONAL

ADI SULISTIYONO

DEFINISI





Hercules Booysen

HPI adalah Aturan2 Hk internasional yg

berlaku thd perdagangan barang, jasa

dan perlindungan HaKI

HPI juga terdiri dari aturan hk nasional yg

memiliki atau pengaruh lsg thd

perdagangan int. sec. Umum.

PRINSIP DASAR HPI



 PRINSIP KEBEBASAN BERKONTRAK

 PRINSIP PACTA SUNT SERVANDA

 PRINSIP PENGGUNAAN ARBITRASE

TUJUAN HPI

 Mencapai perdagangan int. yg stabil &

menghindari kebijakan2 & praktik2

perdagangan nasional yg merugikan neg.

lainnya.

 Meningkatkan volume perdagangan dunia

 Meningkatkan standar hidup manusia;

 Meningkatkan lapangan tenaga kerja;

 Mengembangkan sistem perdagangan

multilateral;

 Meningkatkan pemanfaatan sumber2

kekayaan dunia, meningkatkan produk dan

transaksi jual beli barang.

SUMBER HUKUM PERDAGANGAN INT



 Perjanjian Internasional

 Hukum Kebiasaan Internasional

 Prinsip2 Hukum Umum

 Putusan Badan Pengadilan dan Doktrin

 Kontrak

 Hukum Nasional

SUBYEK HUKUM



 Negara

 Organisasi Internasional (Pemerintah

dan Non Pemerintah)

 Individu (Perusahaan Multinasional dan

Bank)

KELEMAHAN HPI



 HPI sebagian besar bersifat pragmatis

dan permisif. Hal ini menyebabkan

aturan HPI kurang obyektif untuk

memaksakan neg2 tunduk pd hukum.

 HPI bersifat mendamaikan dan

persuasif.

CARA MENGHINDARI KONFLIK HUKUM





 Negara Sepakat Tdk Menerapkan Hk

Nasionalnya

 Choice of Law

 Unifikasi dan Harmonisasi Hukum

UNIFIKASI DAN HARMONISASI

 WTO-1994 (Pasal XVI ayat 4): TRIPS; TRIMs; GATS;

Dispute Setlement Understanding; AGREEMENT on

Agriculture; Textiles and Clothing; Anti-dumping.

 The INTERNATIONAL INSTITUTE for THE

UNIFICATION OF PRIVATE LAW (UNIDROIT)-1940:

Convention Relating to a Uniform Law on the Form of

an International Sale of Goods (1964); CoI.Financial

Leasing (1988).

 The UNITED NATIONS COMMISSION on

INTERNATIONAL TRADE LAW (UNCITRAL)-1966:

Un.Con.on the Carriage of Goods by Sea-1978.

 ICC (The international Chamber of Commerce)-1919:

The International Commercial Terms (Incoterms-

1936-2000); ICC Guidelines on Advertising and

Marketing on The Internet (1998); ICC International

to Code of Direct Selling (1999);ICC Arbitration Rules

KONVENSI INTERNASIONAL TERKAIT DG

JUAL BELI BENDA



1. CONVENTIO ON THE LAW APPLICABLE TO

INTERNATIONAL SALES OF GOODS;

2. C ON L . GOVERNING TRANSFER OF TITLE IN

INTERNATIONAL SALES OF GOODS;

3. C ON THE JURISDICTION OF SELECTED FORUM IN THE

CASE OF INTERNATIONAL SALE OF GOODS

4. C. RELATING TO A UNIFORM LAW ON THE

INTERNATIONAL SALES OF GOODS

5. C.R. TO A UNIFORM LAW ON THE FORMATION ON

CONTRACTS FOR THE INTERNATIONAL SALES OF

GOODS.

6. FINAL ACT OF THE UNITED NATIONS CONFERENCE ON

CONTRACTS FOR SALE OF GOODS (CISG)

GATT



 Merupakan generasi ketiga

perkembangan HPI

 Memiliki tiga ciri: Internationalism;

munculnya organisasi internasional

(PBB; WTO); Pendirian badan2

ekonomi regional (The European Single

Market-1992; The North American Free

Trade Agreement-NAFTA-1994; Asean

Free Trade Area-AFTA- 1 Januari 2003)

KILAS BALIK GATT



 TAHUN 1946 – 1948 SERANGKAIAN KONFERENSI

DI LONDON, NEW YORK, JENEWA DAN HAVANA

UNTUK MENDIRIKAN INTERNASIONAL TRADE

ORGANISATION DLM RANGKA TRIUMVIRAT (IMF

DAN WORLD BANK)

 TUJUAN UTAMA PEMBENTUKAN ITO ADALAH

MENGUSAHAKAN TERBENTUKNYA

PERSETUJUAN PENGURANGAN TARIF DI

BIDANG PERDAGANGAN DUNIA, DAN

MENGUSAHAKAN PERATURAN PERDAGANGAN

DUNIA

 ITO GAGAL DIDIRIKAN, KRN KONGRES AS

MENOLAK MERATIFIKASI HAVANA CHARTER

 GATT BERLAKU SEJAK JANUARI 1948

 GATT SEMULA MERUPAKAN PERJANJIAN YG

MENGURAIKAN PROSEDUR2 UNTUK

PELAKSANAAN PERUNDINGAN PERDAGANGAN

 KEBERADAAN GATT, DIHARAPKAN UNTUK

MEMELIHARA SUATU SISTEM PERDAGANGAN

YANG TERBUKA, BEBAS DAN KOMPETITIF.

TERJADI PERDAGANGAN DUNIA YANG BEBAS,

TANPA DISKRIMINASI, DENGAN CARA

MENEMPUH DISIPLIN DIANTARA PARA

ANGGOTA, SEHINGGA TIDAK MENGAMBIL

LANGKAH YANG MERUGIKAN ANGGOTA LAIN,

DAN BISA MENCEGAH TERJADINYA PERANG

DAGANG.

MISI GATT



 Sebagai lembaga yang selalu

mengupayakan terciptanya Pasar

Bebas. Dengan senantiasa

mengedepankan konsep Keunggulan

Komparatif atau memaksimalkan

potensi (David Ricardo-1772/1823).

 Keunggulan Komparatif: Negara

menjadi makmur melalui konsentrasi

terhadap produk apa yang bisa

diproduksi oleh negara dengan sebaik-

baiknya.

TUJUAN GATT



1. MENINGKATKAN TARAF HIDUP UMAT

MANUSIA

2. MENINGKATKAN KESEMPATAN KERJA

3. MENINGKATKAN PEMANFAATAN

KEKAYAAN ALAM DUNIA, DAN

4. MENINGKATKAN PRODUKSI DAN TUKAR

MENUKAR BARANG.

PRINSIP-PRINSIP GATT

MOST FAVOURED NATION

Suatu kebijakan perdagangan harus

dilaksanakan atas dasar non-

diskriminatif. Semua negara terikat

untuk memberikan negara2 lainnya

perlakuan yang sama dlm

pelaksanaan dan kebikan impor dan

ekspor serta biaya lainnya

NASIONAL TREATMENT

Produk dari suatu negara anggota yang

diimpor ke dalam suatu negara harus

diperlakukan sama seperti halnya

produk dalam negeri



LARANGAN RESTRIKSI KUANTITATIF

Larangan RK terhadap ekspor atau impor

dalam apapun (mis penetapan kuota

exim, restriksi penggunaan lisensi exim)

PERLINDUNGAN MELALUI TARIF

Pada prinsipnya GATT hanya

memperkenankan tindakan proteksi

terhadap industri domestik melalui tarif

(menaikan tarif bea masuk)



RESIPOSITAS

Perundingan2 tarif yang didasarkan atas

dasar timbal balik dan saling

menguntungkan kedua belah pihak.

FUNGSI GATT

1. Sebagai perangkat aturan multilateral yang

mengatur tindak tanduk perdagangan yang

dilakukan oleh pemerintah.

2. Sebagai suatu forum perundingan

perdagangan untuk

mengurangi/menghilangkan hambatan-

hambatan perdagangan, dan memantau

perkembangan perdagangan

3. Sebagai suatu pengadilan internasional di

mana para anggotanya menyelesaikan

sengketa dagangnya dg angota2 GATT

Lainnya

ANATOMI KETENTUAN GATT

GATT MEMILIKI 38 PASAL. PASAL-PASAL

TERSEBUT TERBAGI EMPAT BAGIAN

 BAGIAN I : Pasal 1, Pasal Utama menetapkan prinsip

utama GATT, MFN Treatment pada anggota. Pasal 2

Penurunan Tarif yang Disepakati bdr GATT.

 BAGIAN II : Memuat 30 Pasal (Ps III-Ps XXII)

Pasal III, larangan pengenaan pajak & upaya diskriminatif thd

import; Psl IV, cinematograph film; Psl V, kebebasan transit; Psl

VI, custom valuation; Psl VIII fees and formalities; Psl IX market

of origin; Psl X publikasi & pengaturan2 perdagangan; Psl XI-XV

mengatur restriktif kuantitatif; Psl XV mengatur kerjasama

GATT dg IMF; Psl XVI himbauan penghapusan subsidi ekspor;

Psl XVII menyarankan perusahaan dagang milik negara tdk

melakukan diskriminasi dlm perdagangan luar negeri; XVIII

mengakui bahwa neg.berkembang membutuhkan tarif flexsibel

& dpt menerapkan beberapa restriksi kuantitatif untuk

kebutuhan pembangunan.

Psl XX & XXI menetapkan pengecualian2 umum thd GATT

(mis.untuk melindungi kesehatan masya.); Psl.XXII mengatur

konsultasi; XXIII mengatur penyelesaian sengketa.

 BAGIAN III : berisi 11 Pasal.

Psl XXIV mengatur bagaimana customs union & free trade area

dpt memanfaatkan pengecualian2 thd ketentuan MFN.

Psl XXV menetapkan tindakan2 yg dilakukan oleh anggota para

pemerintah. Mengakui beberapa pengecualian thd aturan

GATT. Psl XXVI sampai XXXV berisi pengoperasian GATT.





 BAGIAN IV: terdiri dari empat pasal yg ditambahkan

pd th 1965. Bagian ini berisi kebutuhan2 khusus

neg2 sedang berkembang.

Psl XXXVII mengatur komtmen neg2 anggota untuk

melaksanakan tujuan ini; Psl XXXVII tindakan bersama oleh

para anggota (neg. sdg berkembang).

PUTARAN PERDAGANGAN



1. PERUNDINGAN DI JENEWA (1947, 23 NEGARA)

2. PERUNDINGAN DI URUGUAY (1949, 33 NGR)

3. P. DI TARGUAY (1950-1951, 34 NGR)

4. P. DI JENEWA (1955-1956, 26 NGR)

5. DILLON ROUND (1960-1961, 26 NGR)

6. KENNEDY ROUND (62 NGR, DISEPAKATI GATT-

ANTI DUMPING)

7. TOKYO ROUND (1972-1979, 102 NGR)

8. URUGUAY ROUND (1984-1994)

9. DOHA ROUND (2001)

AGENDA PUTARAN GATT

 1947 JENEWA (April-Nopember 1947)

 1947-1948 HAVANA. Membahas piagam ITO dan

mengesahkan piagam Havana. The General Agreement ditetapkan

berlaku 1 januari 1948.

 1949 ANNECY. Menyetujui penurunan 5000 tarif

 1950/51 TORQUAY. Setuju penurunan 8700 item

TAHUN2 MARAKPENGGUNAAN PANEL-GATT UNTUK

MENYELESAIKAN SENGKETA DAGANG INTERNASIONAL

 1955/56 JENEWA. Penurunan 2,5 milyar dollar.

 1961/62 DILLON. 44 Tarif bernilai 4,9 milyar dollar.

 1963/67 KENNEDY. 40 milyar dollar. Gandum&kimia

 1973/79 TOKYO

Kesepakatan non tariff barrier tdk bisa jalan. Kondisi Ekonomi

buruk memunculkan pertentangan kepentingan antar negara. Marak

proteksi.

1980 -1985 : LUNTURNYA DISIPLIN ANGGOTA GATT

TERHADAP ATURAN, KRN DIANGGAP TDK SESUAI DG

PERKEMBANGAN; BANYAK MEMBUAT PERJANJIAN

BILATERAL YG DISKRIMINATIF DAN RESTRIKTIF;

MARAKNYA PEMBERIAN SUBSIDI OLEH PEMERINTAH

UNTUK MENUNJANG INDUSTRI.

1986/1994 URUGUAY ROUND. PERTEMUAN TINGKAT

MENTERI DI PUNTA DEL ESTE, URUGUAY.

TOPIK MULAI KONSESI TARIF SAMPAI MASUKNYA TOPIK

BARU (GATS, TRIPS, TRIMS); SUBSIDI PERTANIAN

DIGUGAT.

1994 TERBENTUK WTO (WORLD TRADE ORGANISATION).

1996 KONFERENSI TINGKAT MENTERI WTO DI

SINGAPURA. (SINGAPORE ISSUES): PENANAMAN MODAL,

KEBIJAKAN PERSAINGAN, KONTRAK-KONTRAK

PEMERINTAH,FASILITASI PERDAGANGAN . NEGARA2

BERKEMBANG MENENTANG KARENA PERUSAHAAN

BESAR AKAN MENGUASAI.

2001- 2008 PUTARAN DOHA BELUM SELESAI.

ISU PERTANIAN MENJADI AGENDA KELOMPOK

NEGARA G-22 (DIKOMANDANI CHINA, INDIA,

BRAZIL, AFRIKA SELATAN, INDONESIA) UNTUK

MENENTANG SUBSIDI BESAR UNI EROPA DAN

AS KEPADA PETANI2 MRK (300 MILIAR EURO).

DISAMPING ITU NEGARA2 KAYA MENEGENAKAN

TARIF TINGGI BAGI IMPOR PRODUK PERTANIAN

NGR BERKEMBANG.

GATT -PU

EMPAT TEKS KETENTUAN HUKUM BARU

 Perdagangan Penanaman Modal

(TRIMS)

 Perdagangan Jasa (GATS)

 Perdagangan Hak Kekayaan Intelektual

(TRIPs)

 Pembentukan WTO (World Trade

Organization)

PENDAPAT PAKAR

 Arief Budiman:

Kalau PU berhasil disepakati, negara2 industri maju

akan lebih leluasa menjalankan praktik neo-imperialisme

dan neo-kolonialisme

 Martin Kok Peng:

Negara2 industri berusaha menguasai ekonomi dunia

dengan memasukkan tema2 baru.

 Thomas Ogada (duta besar kenya):

Kita diundang di PU untuk ikut serta dlm mencincang

dunis ketiga

 Ruben Ricupero ( duta besar brasil)

Menggambarkan dunia ketiga sebagai ayam yg ditanya

oleh sang koki, “dengan saus apa kau ingin kulalap?

Felix Wilfred

Ideologi globalisasi penampilannya sangat

cantik dan menarik tetapi ternyata

menyembunyikan kejahatan yang hanya

dikenal oleh mereka yang menjadi

korbannya. Kelihatannya globalisasi

membawa seluruh dunia bersamanya.

Namun dalam kenyataannya semakin banyak

orang yang ditinggalnya di padang pasir

penderitaan. Globalisasi mencabut orang &

menjanjikan kemakmuran. Namun,

sebenarnya orang tsb diisap habis-habisan,

kemudian dibiarkan mati kekeringan.

TRIMs (TRADE RELATED INVESTMENT

MEASURES)

Larangan Kebijakan penanaman modal

suatu negara yg dpt membatasi atau

bahkan merusak perdagangan dunia.

Klausula perlakuan nasional (NT) dan

larangan pembatasan kuantitatif

Masa transisi untuk pelaksanaan 2 th

neg.maju; 5 th neg sdg berkembang; 7

neg miskin.

PEMBATASAN YG SERING DILAKUKAN



 Penanaman modal hrs menggunakan

komponen lokal dlm proses produksi.

 Persyaratan penggunaan bhn baku, bhn

setengah jadi, suku cadang buatan dlm

negeri.

 Persyaratan ekspor dikaitkan investasi

 Persyaratan alih teknologi

 Keharusan komposisi pemilikan saham

 Pembatasan transfer devisa

 Pembatasan kapasitas produksi

PERDAGANGAN JASA (TRADE IN

SERVICES)



Setiap negara harus memberikan perlakuan

yang sama seperti kepada warganegaranya

terhadap jasa-jasa dari negara lainnya

dengan segera tanpa syarat.

Ruang lingkup jasa meliputi:

 Jasa yg diberikan dlm wilayah suatu neg.kpd

konsumen neg.lain, mis.turisme

 Jasa yg diberikan oleh warganegara suatu

neg di wilayah neg.lain, misalnya perbankan.

 Jasa yg diberikan oleh warganegara suatu

neg di wilayah neg.lain, misal jasa konsultan

PEMBATASAN YG DILAKUKAN PEM

 Ketentuan Bentuk Usaha Asing

 PMA dlm Bentuk Usaha Patungan

 Pembatasan Permodalan Oleh Pihak Asing

 Boleh tidaknya Jenis Pekerjaan tertentu yg

dikerjakan Pihak Asing

 Ketentuan mengenai desinvestasi atau

Indonesiasi.

 Ketentuan mengharuskan perusahaan asing

beroperasi melalui kantor perwakilan atau

melalui perusahaan Ind.

 Ketentuan yang membatasi wilayah

operasi perusahaan asing

 Ketentuan yang membatasi kualitas

jasa yang dapat diberikan perusahaan

asing (misal hotel harus berbintang

keatas)

 Ketentuan yang mengharuskan

perusahaan asing beroperasi melalui

General Agentnya (Perusahaan

Iindonesia)

PERDAGANGAN HAK KEKAYAAN

INTELEKTUAL (TRIPs)

Implikasinya:

 UU No 30 Tahun 2000 Rahasia Dagang

 UU No 31 Tahun 2000 Desain Industri

 UU No 32 Tahun 2001 Desain Tata Letak

Sirkuit Terpadu

 UU No 14 Tahun 2001 Paten

 UU No.15 Tahun 2001 Merk

 UU No.19 tahun 2002 Hak Cipta

ERA WTO

 Tanggal 15 Desember 1993 PU berakhir dg

disepakati Final Act

 Tanggal 15 April 1994 teks akhir

ditandatangani. Salah satunya disepakati

pembentukan WTO.

 Pem.Ind. Melakukan Ratifikasi UU No.7 Tahun

1994.

 Tanggal 1 Januari 1995 World Trade

Organization efektif bekerja.

 WTO adalah suatu lembaga perdagangan

multilateral yang permanen.

 GATT 1947 melebur dalam Multilateral

Agreement on Trade in Goods.

MUKADIMAH WTO

BAHWA HUBUNGAN2 PERDAGANGAN DAN KEGIATAN

EKONOMI NEG2 ANGGOTA HRS DILAKSANAKAN

DG MAKSUD UNTUK MENINGKATKAN STANDAR

HIDUP, MENJAMIN LAPANGAN KERJA,

PENINGKATAN PENGHASILAN NEGARA,

MEMPERLUAS PRODUKSI DAN PERDAGANGAN

BARANG DAN JASA, DG PENGGUNAAN OPTIMAL

SUMBER2 DAYA MANUSIA SESUAI DEG

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. JUGA

MENGUSAHAKAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

HIDUP ....DALAM MENGEJAR TUJUAN2 INI DIAKUI

ADANYA SUATU KEBUTUHAN AKAN LANGKAH2

POSITIF UNTUK MENJAMIN NGR BERKEMBANG,

TERISTIMEWA NGR TERBELAKANG, MDPT BAGIAN

DR PERTUMBUHAN PERDAGANGAN INT, SESUAI

DG KEBUTUHAN PEMBANGUNAN EKONOMINYA

ORGAN WTO



1. MINISTERIAL CONFERENCE

2. GENERAL COUNCIL

3. COUNCIL TRADE IN SERVICES

4. COUNCIL FOR TRIPS

5. DISPUTE SETLEMENT BODY

6. TRADE POLICY REVIEW BODY

PENYELESAIAN SENGKETA



 Hukum Acara:

The Understanding on Rules and

Procedures Governing the Setlement of

Disputes (Kesepakatan tentang

Peraturan dan Prosedur yang mengatur

Penyelesaian Perselisihan) - DSU

 Lembaga:

 Dispute Settlement Body (DSB)

KEWENANGAN DSB

 Membentuk panel.

 Mengesahkan laporan panel dan

laporan badan banding.

 Mengawasi pelaksanaan putusan atau

rekomendasi panel.

 Memberikan wewenang pd Negara

Untuk Melaksanakan Retalisasi

(tindakan balasan) apabila yg kalah tdk

mengindahkan putusan

MEKANISME PENYELESAIAN

SENGKETA

 Prosedur Konsultasi

 Pembentukan Panel

 Pembentukan Badan Banding

 Rekomendasi yang diajukan Panel

atau Badan Peradilan Banding

 Implementasi Laporan: Pelak.

Rekomendasi, Kompensasi, atau Otorisasi

Tindakan Balasan

ERA BARU WTO

 Putaran Doha atau disevut sebagai Agenda

pembangunan Doha, yang dimulai di Qatar

pada bulan November 2001 telah terhenti

sejak tahun 2007.

 Putaran Doha diharapkan menghasilkan

sebuah rezim Perdagangan Internasional

yang baru menggantikan Putaran Uruguay.

 Putaran Doha macet, karena negara2 maju

yg dimotori AS, Uni Eropa, dan Jepang

cenderung mengelabui negara berkembang.

Negara miskin didesak membuka pasar,

tetapi negara maju mempertahankan subsidi

pemerintahan kepada petaninya. Sedangkan

negara2 maju minta negara2 berkembang

untuk menurukan tarif import barang2

industrinya.


Related docs
Other docs by HC11111818046
Mopar Fitments
Views: 1  |  Downloads: 0
Sheet 1 - The City of Tulsa Online
Views: 0  |  Downloads: 0
WILL
Views: 3  |  Downloads: 0
LIETUVOS RESPUBLIKOS APLINKOS MINISTRO
Views: 5  |  Downloads: 0
GRUPO GAMSA, S
Views: 1  |  Downloads: 0
Chart
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!