Embed
Email

laporan PPL awal putu sutrisna

Document Sample
laporan PPL awal putu sutrisna
Categories
Stats
views:
145
posted:
11/18/2011
language:
Indonesian
pages:
32
BAB I

PENDAHULUAN





1.1 Latar Belakang





Pada masa pemerintahan presiden sekarang ini pendidikan sudah sangat di

perhatikan terbukti dengan dinaikannya anggaran pendidikan dalam RAPBN 2010 menjadi

20%, Untuk menanggapi hal tersebut, maka kita sebagai calon pendidik sudah seharusnya

mempersiapkan diri sebaik-baiknya supaya bisa memenuhi harapan Pemerintah yaitu

menciptakan tenaga pendidik yang professional yaitu antaralain melalui PPL Awal. PPL

Awal merupakan tuntutan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman awal dari mata

kuliah yang diperoleh di Kampus yang telah di programkan atau berupa pendalaman

pemahaman yang bersifat praktis dari materi yang sudah di peroleh sebelumnya. Melalui

kegiatan PPL Awal mahasiswa secara nyata dapat mengenal dan mengakrabkan diri dengan

kehidupan Sekolah Dasar yang di observasi, mahasiswa dapat mengenal langsung lingkungan

fisik dan non fisik sekolah, serta pola tingkah laku siswa di kelas selama selama mengikuti

Proses Belajar Mengajar (PBM) maupun diluar kelas melalui observasi, wawancara, diskusi

dan terlibat langsung dalam kegiatan ini mahasiswa memperoleh pengalaman sebagai bekal

awal selaku calon guru yang handal.





Mengingat pentingnya program PPL Awal, maka dari itu Mahasiswa Universitas

Pendidikan Ganesha diberikan tugas untuk menyusun laporan dari hasil orientasi dan

observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar yang menjadi tempat latihan.





1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, maka penulis dapat menetapkan beberapa rumusan

masalah, yaitu sebagai berikut :

1.2.1 Bagaimana keadaan fisik dan non fisik di SD No. 2 Cemagi sebagai tempat

berlangsungnya proses pembelajaran?

1.2.2 Bagaimana pola tingkah laku serta kegiatan siswa SD No. 2 Cemagi di dalam kelas

dan di luar kelas?

1.2.3 Bagaimana proses pembelajaran di SD No. 2 Cemagi ?





1

1.3 Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah diatas adapun tujuan yang hendak dicapai penulis adalah

sebagai berikut :

1.3.1 Untuk mengetahui lingkungan fisik dan non fisik di SD No. 2 Cemagi.

1.3.2 Untuk mengetahui pola tingkah laku serta kegiatan siswa di dalam dan di luar kelas.

1.3.3 Bagaimana proses pembelajaran di SD No. 2 Cemagi.









2

BAB II

KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA ORIENTASI





2.1 Kegiatan yang Dirancang

Adapun kegiatan yang dirancang penulis selama orientasi di SD Negeri No. 2

Cemagi adalah sebagai berikut :

2.1.1 Mencari data tentang lingkungan fisik dan non fisik dari SD No. 2 Cemagi , yang

meliputi :

- Denah SD No. 2 Cemagi.

- Perlengkapan administrasi di SD No. 2 Cemagi.

2.1.2 Mengenal pola tingkah laku warga SD No. 2 Cemagi, yang meliputi :

- Tata tertib di SD No. 2 Cemagi.

- Kehidupan sosial dan budaya di SD No. 2 Cemagi.

2.1.3 Mengenal pola tingkah laku siswa di dalam kelas, yang meliputi :

- Tingkah laku siswa pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

- Tingkah laku siswa di dalam kelas jika tidak ada guru.

2.1.4 Mengenal pola tingkah laku siswa di luar kelas, yang meliputi :

- Tingkah laku siswa pada saat jam istirahat.

- Tingkah laku siswa pada saat mengikuti kegiatan ektra kulikuler.

2.1.5 Mengenal proses kegiatan pembelajaran, yang meliputi :

- Perencanaan/persiapan mengajar yang dilakikan oleh guru.

- Pelaksanaannya di kelas pada saat membuka, inti, dan menutup kegiatan

pembelajaran.

- Interaksi guru terhadap siswa.

- Cara guru mengelola kelas dalam proses pembelajaran.

- Cara guru membuat RPP dan Silabus.

- Cara guru melaksanakan evaluasi.

- Cara guru memberikan bimbingan, baik terhadap siswa yang bermasalah

maupun siswa yang tidak bermasalah.









3

2.2 Cara Pengumpulan Data

Adapun cara penulis mengumpulkan data yaitu dengan cara :

2.2.1 Melalui Observasi

Yaitu melalui pengamatan langsung tingkah laku siswa, guru di dalam kelas

maupun di luar kelas, mengamati kelengkapan-kelengkapan yang menunjang

proses pembelajaran baik yang di luar kelas maupun di dalam kelas, serta

mengamati kebudayaan dan tradisi di SD No. 2 Cemagi

2.2.2 Melalui Wawancara

Yaitu mencari data dengan menggunakan bantuan nara sumber yang ada, dan

selanjutnya diberi pertanyaan secara lisan tentang hal-hal yang berhubungan

dengan data yang ada di SD No. 2 Cemagi, diantaranya menanyakan luas tanah,

keberadaan Lapangan, ruang UKS, ruangan perpustakaan, Kantin, koperasi

,serta Perlengkapan-perlengkapan yang menunjang kegiatan pembelajaran,

kegiatan ektrakulikuler, serta hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan

pembelajaran.

2.2.3 Melalui Diskusi

Yaitu mengadakan orientasi terhadap kelemahan-kelemahan yang terjadi di SD

No. 2 Cemagi melalui diskusi bersama dengan Kepala Sekolah dan para Guru

agar masalah yang di temukan tesebut dapat di atasi dengan baik, seperti halnya

mendiskusikan tingkah laku siswa di dalam kelas maupun di luar kelas,

misalnya melanggar tata tertib, siswa yang suka mengganggu temannya, siswa

yang mempunyai masalah dengan prestasi akademiknya, dan lain sebagainya.

2.2.4 Mencatat dokumen data yang terdapat di SD No. 2 Cemagi. Misalnya data

administrasi, seperti data guru-guru, data siswa, serta tata tertib yang berlaku di

SD No. 2 Cemagi.









4

BAB III

TEMUAN DAN PEMBAHASAN





3.1 Temuan Selama Orientasi dan Observasi





3.1.1 Kondisi Fisik dan Non Fisik Sekolah

Adapun data fisik dan non fisik di SD Negeri No. 2 Cemagi sebagai berikut :

1. Nama Sekolah : SD No. 2 Cemagi.

2. Alamat Sekolah : Br. Kajekangin , Cemagi, Mengwi.

3. Status Sekolah : Negeri

4. Luas Tanah : 19,59 are

5. Jumlah Ruang Kelas : 8 Ruangan

6. Ukuran Rerata ruangan Kelas : 49 m2

7. Bangunan lain yang ada :

a. Ruang Kep.Sek dan Ruang Guru : 49 m2

b. Perpustakaan : 35 m2

c. Padmasana : 30 m2

d. Koperasi : 12 m2

e. Gudang : 9 m2

8. Lapangan Olah Raga

SD No. 2 Cemagi pada saat olah raga menggunakan lapangan Umum munggu yang

terletak di timur sekolah, karena lapangan ini adalah lapangan umum milik desa

munggu jadi lapangannya sangat luas, tapi untuk senam, bermain bulutangkis dan

volly dapat menggunakan lapangan yang ada di halaman sekolah.

9. Lingkungan Sekolah

 Jenis Bangunan Sekitar Sekolah:

Sebelah utara : Persawahan milik penduduk

Sebelah selatan : Persawahan dan Villa

Sebelah timur : Persawahan dan sungai

Sebelah barat : Rumah penduduk dan dungai

 Kondisi Lingkungan Sekolah:

Dari pengamatan serta wawancara yang penulis lakukan kondisi sekolah di SD

No. 2 cemagi , kondisi lingkungan sekolah ini sangat nyaman dan sejuk karena

5

banyak terdapat pepohonan dan kebun yang tertata rapi serta tempatnya yang

berada di antara sawah penduduk. Bangunannya pun sangat bagus dan nyaman,

karena setiap tahun sekolah ini terus direnofasi. Tetapi ada juga beberapa fasilitas

gedung sekolah yang perlu diperbaiki dan perlu dilengkapi seperti ; Ruang

Kep.Sek dan Ruang UKS.

10. Gambar lingkungan fisik sekolah disertai keterangan seperlunya (terlampir)

11. Catatan tentang ruang kelas tempat belajar siswa dan segala keperluannya sebagai

berikut:

1). Kelengkapan fasilitas Ruangan kelas, guru, dan kepala sekolah, yaitu sebagai

berikut :

a. Ruang kelas I dan Kelas II

- Meja guru

- Kursi guru

- Papan tulis hitam

- Lemari buku

- Tempat kapur

- Bak sampah

- Tempat penghapus

- Pohon ilmu

- Bangku siswa

- Pelangkiran

- Poster pendidikan

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar binatang

- Gambar penjumlahan

- Jadwal pelajaran

- Daftar absensi siswa

- Tata tertib

- Jadwal piket

- Papan Absensi

- Papan Statistik

- Hasil kreasi siswa

6

b. Ruang kelas III

- Meja guru

- Kursi guru

- Papan tulis hitam

- Lemari buku

- Bangku siswa

- Pelangkiran

- Poster pendidikan

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Tata tertib siswa

- Jadwal pelajaran

- Jam kedatangan

- Kotak sarapan pagi

- Penggaris kayu

- Papan Absensi

- Papan Statistik

- Daftar piket kelas

- Gambar-gambar kreasi siswa





c. Ruang kelas IV

- Meja guru

- Taplak meja

- Kursi guru

- Papan tulis hitam

- Lemari buku

- Bangku siswa

- Pelangkiran

- Poster pendidikan

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Gambar Pahlawan

7

- Gambar dewata Nawa Sanga

- Gambar Dewi Saraswati

- Struktur kelas

- Tata tertib siswa

- Jadwal pelajaran

- Jam kedatangan

- Kotak sarapan pagi

- Penggaris kayu

- Papan Absensi

- Papan Statistik

- Daftar piket kelas





d. Ruang kelas V

- Meja guru

- Kursi guru

- Taplak meja

- Vas bunga

- Papan tulis hitam

- Lemari buku

- Bangku siswa

- Pelangkiran

- Slogan pendidikan

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Tata tertib siswa

- Peta Indonesia

- Jadwal pelajaran

- Jam kedatangan

- Jam dinding

- Kotak sarapan pagi

- Samblung

- Penggaris kayu

- Papan Absensi

8

- Papan Statistik

- Daftar piket kelas

- Tempat sampah





e. Ruang Kelas VI

- Meja guru

- Kursi guru

- Taplak meja

- Vas Bunga

- Papan tulis hitam

- Lemari buku

- Bangku siswa

- Pelangkiran

- Slogan pendidikan

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Peta Indonesia

- Tata tertib siswa

- Jadwal pelajaran

- Jam kedatangan

- Kotak sarapan pagi

- Samblung

- Penggaris kayu

- Papan Absensi

- Papan Statistik

- Daftar piket kelas

- Tempat sampah





f. Ruang Kepala Sekolah dan Ruang guru

- Meja dan kursi Kepala Sekolah

- Mesin ketik

- Computer

- Laptop

9

- Meja tamu

- Sofa tamu

- Taplak meja

- Vas Bunga

- Telepon

- Pelangkiran

- Lemari buku

- Papan kalender pendidikan

- Papan data siswa di SD No. 2 Cemagi.

- Papan data struktur guru dan pegawai di SD No. 2 Cemagi.

- Papan struktur organisasi SD No. 2 Cemagi.

- Papan struktur komite

- Papan recana tahunan kepala sekolah

- Meja dan kursi guru

- Gambar Burung Garuda Pancasila

- Gambar Presiden dan Wakil Presiden

- Jadwal pelajaran setiap kelas

- Saklar Bel Alarm









2). Uraian dan manfaat kelengkapan fasilitas ruangan kelas, yaitu sebagai berikut :

- Meja dan bangku siswa

Meja belajar pada sekolah ini biasanya digunakan oleh 2 orang siswa yang

merupakan alas untuk menulis, serta pada meja tersebut terdapat lubang yang

biasa disebut kolong meja yang merfungsi untuk menyimpan tas atau peralatan

yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Bangku merupakan tempat

duduk yang berukuran panjang yang biasanya diduduki oleh 2 orang siswa.

- Meja dan kursi guru

Meja guru ukurannya lebih kecil dari pada meja murid, yang berfungsi sebagai

alas untuk menulis maupun untuk memperagakan alat peraga, serta ada

beberapa meja guru yang yang ukurannya agak besar dan berisi laci-laci yang

berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan absensi maupun buku-buku guru.

Kursi guru merupakan tempat duduk untuk guru.

10

- Papan tulis hitam

Papan tulis di sekolah ini berwarna hitam dan pojok kanan bawah terdapat

kotak kapur dan penghapus. Selain untuk menulis dan menggambar, papan ini

juga berfungsi sebagai tempat untuk menempel media pembelajaran.

- Taplak meja digunakan sebagai alas meja guru

- Jadwal pelajaran berfungsi untuk mengetahui jadwal pelajarn dari hari Senin

sampai hari Sabtu.

- Daftar piket digunakan untuk mengetahui jadwal piket siswa

- Poster pendidikan manfaatnya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

- Papan absen siswa

Manfaatnya untuk mengetahui kehadiran siswa.

- Papan jam kedatangan

Papan ini berfungsi untuk mengetahui jam kedatangan siswa. Serta berfungsi

untuk menentukan nomor soal yang akan diambil pada kotak sarapan pagi.

- Papan kelas

Papan ini berfungsi untuk menempel jadwal pelajaran, jadwal piket, tata tertib,

maupun untuk menulis pengumuman.

- Lemari

Manfaatnya sebagai tempat menyimpan segala keperluan belajar mengajar

maupun untuk menyimpan media pembelajaran.

- Pelangkiran

Pangkiran ini berfungsi sebagai tempat untuk menghaturkan sesaji berupa

canang, yang dihaturkan setiap pagi sebelum mulai pembelajaran.

- Kotak sarapan pagi

Namanya saja kotak sarapan pagi, otomatis ini berfungsi pada pagi harinya,

tapi bukan dalam bentuk makanan. Kotak sarapan pagi ini adalah tempat untuk

menyimpan soal-soal yang akan dikerjakan pada pagi hari sebelum bel masuk

kelas berbunyi. Banyaknya soal sesuai dengan jumlah siswa di kelas tersebut.

Soal tersebut diambil oleh masing-masing siswa sesuai dengan jam

kedatangan Materi soalnya ini sesuai dengan jadwal pelajaran yang didapatkan

pada jam pertama. Selanjutnya soal ini dibahas sebelum menginjak kemateri

pelajaran.





11

- Gambar Presiden, Wakil Presiden, serta Burung Garuda Pancasila

Kita sebagai warga Negara yang baik sudah sepantasnya tahu lambang Negara

serta Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia, maka dari itu

di depan kelas ditempelkan gambar-gambar tersebut.

- Pengaris kayu

Penggaris ini digantung di depan kelas yang berfungsi untuk menggaris dan

untuk menunjuk suatu huruf atau kalimat yang di pergunakan pada saat proses

pembelajaran.

- Pohon Ilmu

Pohon ilmu digunakan sebagai media pembelajaran yang biasanya ditemukan

dikelas rendah yang fungsinya untuk membangkitkan semangat siswa untuk

belajar dan membangkitkan kreativitas anak.

- Jam dinding

Manfaatnya sebagai petunjukan waktu, tetapi tidak semua kelas memiliki jam

dinding.

- Tempat sampah

Manfaatnya sebagai tempat pembuangan sampah

12. Perpustakaan SD No. 2 Cemagi.

Ruangan perpustakaan SD No. 2 Cemagi sekarang lagi diperbaharui karena telah

mendapat dana bantuan dari dinas pendidikan setempat, jadi nantinya siswa dapat

meminjam dan membaca buku di perpustakaan yang baru dibangun.

13. Laboratorium

SD No. 2 Cemagi. tidak memiliki laboratorium atau ruang praktek, maka dalam

pembelajaran IPA ataupun KTK yang membutuhkan tempat praktek, maka guru

biasanya menyarankan siswa untuk membawa perlengkapan yang diperlukan pada

saat belajar mata pelajaran IPA atau KTK dan pelaksanaannya dilaksanakan di dalam

ruangan kelas ataupun di luar ruangan kelas.

14. Ruang BK

SD No. 2 Cemagi Belum meempunyai ruang BK, apabila ada siswa yang bermasalah

biasanya guru langsung memberikan bimbingan di ruang guru atau di dalam kelas.

Jika anak yang diberi bimbingan tersebut tidak kapok dan mengulangi perbuatannya

lagi, maka guru melaporkan kepada kepala sekolah untuk ditindak lanjuti.





12

15. Bangunan lain seperti ruang serba guna, tata usaha, ruang OSIS, dan ruang UKS di

SD No. 2 Cemagi belum ada, apabila guru atau siswa ingin menyimpan peralatan

penting seperti : bendera merah putih, obat-obatan dan peralatan olah raga lainnya

biasanya disimpan di ruang guru.

16. Keadaan guru dan administrasi sekolah

a. Jumlah guru tetap / honorer dan petugas administrasi di SD No. 2 Cemagi.

- Guru tetap sebanyak 10 orang termasuk kepala sekolah.

- Guru pengabdi sebanyak 3 orang.

b. Rasio jumlah siswa dan guru adalah 13 : 258

Siswa lebih banyak dari pada guru sehingga di SD No. 2 Cemagi kekurangan

fasilitas guru.

c. Pembagian tugas guru di atur oleh Kepala Sekolah sebagai berikut:

1. Drs. I Wayan Sunarka : Kepala Sekolah

2. I Dw.A.G.Puspawati,A.Ma.Pd : Guru Kelas I

3. Ni Luh Putu Kastawa,A.Ma.Pd : Guru Kelas II

4. Ni Kadek Suparmini : Guru Kelas III A

5. Ni Luh Gd. Pt. Seniasih,A.Ma.Pd : Guru Kelas III B

6. Dw.Ayu Telagawati,A.Ma.Pd : Guru Kelas IV A

7. Ni Wayan Sudani : Guru Kelas IV B

8. I Made Kardiana,A.Ma.Pd : Guru Kelas V

9. I Made Sudiarta,A.Ma.Pd : Guru Kelas VI

10. I Nyoman Korma,A.Ma.Pd : Guru Penjaskes

11. Kt Ayu Oka Sutarmi,A.Ma : Guru Agama

12. I Made Suarta, S.Ag : Guru Agama

13. I Ketut Wiranata,SS : Guru Bahasa Inggris

d. Beban yang dihadapi oleh guru dilihat jam mata pelajaran tidak terlalu berat. Serta

apabila ada tugas lain selain tugas mengajar misalnya mengajar siswa apabila ada

perlombaan antar sekolah atau kegiatan di luar lainnya.

e. Struktur sekolah yang menggambarkan aliran kerja antar pejabat sekolah/ tugas

disertai keterangan (terlampir)









13

17. Keadaan siswa

 Jumlah keseluruhan siswa adalah 258 orang yang terdiri dari

Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

I 24 18 42

II 24 18 43

III A 15 15 30

III B 14 16 30

IV A 13 11 24

IV B 18 13 31

V 18 9 27

VI 19 12 31

Jumlah 147 110 257





 Sistem penerimaan siswa baru di SD No. 2 Cemagi adalah siswa baru lulus

Sekolah Taman Kanak-kanak (STK) dan cukup umur.

 Kualitas akademik siswa yang di terima sangat baik dan tamatan sekolah Taman

Kanak-kanak namun tidak memakai sebaran NEM.

 Perimbangan jumlah kelompok siswa di lihat dari jenis kelamin antara siswa

perempuan dan laki-laki.

 Latar belakang ekonomi siswa.

18. Kegiatan Ekstrakulikuler

Kegiatan ekstrakulikuler yang diprogramkan dan dilaksanakan di SD No. 2

Cemagi antara lain adalah mejejahitan, pramuka,dan menari bali.

a. Dalam memilih ekstrakulikuler tidak dilakukan penyaringan terhadap siswa yang

ingin mengikuti ekstrakulikuler. Setiap siswa wajib mengikuti 1 ekstrakulikuler

wajib yaitu pramuka dan siswa juga wajib mengikuti 1 atau 2 ekstrakulikuler

pilihan. Pembina ekstrakulikuler dilakukan oleh guru yang ditunjuk oleh kepala

sekolah, serta ada juga didatangkan dari luar misalnya Pembantu Pembina

pramuka yang berasal dari warga setempat dan pembiayaan ekstrakulikuler ini

berasal dari dana BOS.









14

b. Dalam mengelola kegiatan ini siswa di ajarkan mejejahitan sesuai dengan daerah

masing-masing siswa, siswa di SD No. 2 Cemagi kebetulan juga kebanyakan

beragama Hindu. Pembiayaan dalam kegiatan ini ditanggung oleh masing-masing

siswa, dengan membawa perlengkapan sendiri dari rumah berupa janur, pisau,

semat, dan alat lainnya yang di perlukan dalam proses mejejahitan.

c. Sebaran jumlah siswa pada masing-masing bidang dalam program ekstra sudah

merata.

d. Kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam menangani kegiatan itu yaitu ada

berupa siswa lupa membawa salah satu perlengkapan ekstrakulikuler, maka untuk

menanggulanginya guru menasihati siswa agar tidak mengulangi kesalahannya.

e. Prestasi yang pernah diraih yaitu pada saat mengukuti perlomban memungut

sampah plastik yang diselenggarakan desa cemagi.

19. Parhyangan / tempat ibadah

Di SD No. 2 Cemagi mempunyai parhyangan yang luasnya sekitar 30 m 2 yang

biasanya digunakan oleh guru dan siswa pada saat melaksanakan persembahyangan

bersama pada saat adanya rahinan purnama, tilem, dan odalan di padmasana, dan

setiap harinya biasanya masing-masing kelas mempunyai perwakilaan untuk

menghaturkan banten atau canang di tempat tersebut.

20. Koperasi sekolah

Koperasi sekolah dikelola oleh para guru , Koperasi memberikan manfaat yang sangat

banyak pada seluruh warga sekolah karena di koperasi menjual alat – alat tulis,

makanan seperti; nasi, roti, buah, minuman yang terjamin kebersihan dan

kesehatannya serta harganya yang murah. Selain itu keuntungan koperasi dapat

digunakan untuk membeli konsumsi pada saat kegiatan kenaikan kelas sehingga siswa

tidak perlu mengeluarkan uang untuk konsumsi.

21. Pertamanan, kerindangan dan kebersihan sekolah di jaga dengan baik oleh seluruh

warga SD No. 2 Cemagi, dan setiap kelas mepunyai tugas masing-masing untuk

membersihkan taman, ruang kelas, WC, ruang kepala sekolah dan ruang guru. Maka

dari itu dibentuklah petugas piket dan kegiatan pembersihan dilakukan pagi hari

menjelang jam pelajaran dimulai. Dan SD No. 2 Cemagi juga telah memiliki penjaga

sekolah sekaligus bertugas merawat kebun sekolah.

22. Semua unsur fisik yang saya lihat sudah saya ungkapkan.

23. Dari hasil temuan yang didapatkan sudah sesuai dengan data yang ada.

15

3.1.2 PENGENALAN SIKAP DAN POLA TINGKAH LAKU SISWA

I. Umum

1. Adapun tata tertib untuk guru, pegawai, dan siswa di SD No. 2 Cemagi adalah

sebagai berikut;

Tata tertib untuk siswa di SD No. 2 Cemagi yaitu sebagai berikut ;

a) Murid wajib datang sebelum jam pelajaran dimulai yaitu pukul 07.15 Wita

b) Murid berpakaian sopan, sesuai dengan seragam hari yang telah ditentukan.

c) Jika siswa tidak hadir harus ada pemberitauan

d) Semua murid harus menjaga kebersihan lingkunggan sekolah

e) Pada jam istirahat siswa harus berada di luar kelas

f) Pada waktu pelajaran, keluar masuk kelas harus dengan system guru kelas

g) Meninggalkan sekolah sebelum waktunya harus meminta izin dulu kepada

guru atau kepala sekolah

h) Pada saat memulai dan mengakiri pembelajaran harus dengan berdoa

i) Apabila ada guru atau tamu masuk atau kluar kelas harus diberi hormat

j) Murid wajib mengikuti upacara bendera pada hari senin, hari kemerdekaan

dan hari pendidikan.

2. Kesan saya tentang hubungan sosial antara :

a) Siswa dengan siswa

Hubungan antara siswa dengan siswa terjalin dengan baik, hal ini

tampak rasa kepedulian antar sesama begitu tinggi, misalnya siswa

bersikap saling tolong menolong antara siswa jika ada teman mereka

yang mengalami kesulitan dalam belajar dan menjenguk jika ada siswa

yang sakit, tetapi masih sering juga ada siswa yang berkelahi pada saat

bermain dengan teman-temannya.

b) Siswa dengan guru

Hubungan siswa dengan guru terjalin sangat baik. Itu ditandai dengan

komunikasi siswa dengan gurunya yang sangat baik, misalnya pada

saat pulang sekolah para siswa mencari para guru untuk berpamitan

dan mencium tangan sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua, dan

siswa tidak segan-segan member hormat kepada gurunya jika

berpapasan dijalan.





16

c) Guru dengan guru

Hubungan antara guru juga terjalin dengan baik. Itu ditandai oleh rasa

kekeluargaan diantara mereka, misalnya sering bercanda-bercanda

ringan untuk mengisi waktu luang, serta saling membantu dalam hal

pendidikan.

d) Kepala sekolah dengan bawahannya

Hubungan antara kepala sekolah dengan bawahannya adalah sangat

baik. Para guru sangat menghormati serta menghargai kepala sekolah.

Mereka tidak segan-segan meminta batuan dari kepala sekolah jika

menumukan kesulitan. Begitu pula sebaliknya, kepala sekolah juga tida

segan-segan meminta bantuan kepada para guru maupun siswa.









II. Kegiatan di Dalam Kelas

Sebelum saya mengadakan pengamatan di dalam kelas, terlebih dahulu saya

mengadakan wawancara seputar pendidikan yaitu tentang bahan ajar yang berlangsung

didalam kelas dengan kurikulum yang berbasis KTSP, sedangkan metode yang

digunakan adalah metode ceramah dan tanya jawab. Fasilitas yang dgunakan dalam

proses pembelajaran adalah gambar-gambar, peta, maupun benda-benda konkret yang

ada.

Setelah selesai melakukan wawancara kepada guru, selanjutnya barulah saya

mengamati proses pembelajaran di dalam kelas, seperti :

a) Membuka dan Menutup Pelajaran

1. Akan memasuki kelas setelah bel tanda masuk berbunyi setelah bel berbunyi

siswa mulai berbaris terlebih dahulu di depan kelas dengan rapi, barisan mana

yang paling rapi itu yang di persilahkan untuk memasuki kelas terlebih dahulu.

Setelah masuk kelas siswa diperintahkan sembahyang terlebih dahulu (Tri

Sandya) bersama-sama yang dipimpin oleh masing-masing ketua kelas. Selain

itu ada juga guru yang memberikan pertanyaan terlebih dahulu sebelum masuk

kelas, siapa yang menjawab dengan benar, dipersilahkan masuk kelas.









17

2. Guru memasuki ruangan kelas.

Pada saat guru memasuki ruangan kelas, ketua kelas memimpin hormat

memberi hormat kepada Bapak/Ibu Guru dengan serempak atau bersama-sama

siswa mengucapkan panganjali umat ”Om Swastyastu”.

3. Guru akan memulai pelajaran.

Guru mengadakan absensi atau kehadiran siswa. Siswa sudah mempersiapkan

buku pelajaran pada hari itu dan mengeluarkan alat tulis.

4. Guru pada saat memulai pelajaran

Guru memulai pelajaran, di dahului dengan apersepsi, menghubungkan dengan

hal-hal yang sering dijumpai dalam kegidupan sehari-hari bila ada, dihubungkan

dengan materi yang akan disampaikan. Kemudian selesai mengadakan apersepsi

guru memulai memberikan materi dengan menggunakan metode ceramah, bila

perlu menggunakan benda kongkrit maupun gambar-gambar untuk

memudahkan anak-anak mengerti. Supaya terjadi interaksi guru dengan siswa,

maka guru kemudian menggunakan metode ceramah, yaitu memberikan

pertanyaan kepada siswa dan memberikan kesempatan bertanya apabila ada hal-

hal yang belum dimengerti.

5. Guru pada saat mengakhiri pelajaran

Pada saat menghakiri pelajaran, guru menyimpulkan kembali tentang kegiatan

pembelajaran yang dilakukan tadi kemudian disertai dengan memberikan

beberapa pertanyaan dan pekerjaan rumah yang gunanya untuk mengetahui

sebatas mana siswa sudah mengerti dengan pelajaran yang diberikan tadi. Dan

selanjutnya bersama-sama mengaturkan pramasantih untuk menutuk pelajaran,

yaitu “Om Santih, Santih, Santih Om”.





b) Interaksi Belajar Mengajar

1. Prilaku siswa pada saat pembelajaran yang dilihat dari :

a. Aktivitas anak dalam merespon masalah yang di sampaikan oleh guru. Siswa

memperhatikan penjelasan dari guru dan mencatat hal-hal yang dianggap

penting.

b. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau belum dimengerti, maka siswa

bertanya.





18

c. Interaksi siswa, pada saat pembelajaran berlangsung yaitu pada saat guru

memberikan pertannyaan kepada siswa dan siswa yang bisa agar

mengacungkan tangan, selanjutnya apabila ada jawaban siswa yang kurang

jelas maka guru memberikan kesempatan kepada siswa yang lainnya. Setiap

jawaban yang diajukan oleh siswa diberikan penghargaan atas keberaniannya

dalam mengemukakan pendapat, yaitu dengan cara memberikan penguatan

seperti acungan jempol ataupun ucapan bagus. Jika ada jawaban yang kurang

lengkap maka guru akan melengkapinya dengan jelas.

d. Respon anak dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah adalah mereka

biasanya sudah mengerjakan tugas atau PR, baik itu dibantu oleh teman

maupun oleh keluarganya. Siswa di SD No. 2 Cemagi ini sangat jarang kalau

tidak mengerjakan tugas, karena mereka tahu kalau tidak mengerjakan tugas

mereka akan dihukum oleh gurunya.

2. Pada saat proses pembelajaran berlangsung ada beberapa anak yang berprilaku

khusus yang dapat mengganggu proses pembelajaran, ada beberapa anak

berprestasi atau memperoleh rangking di kelas yang dianggap pintar, cepat

menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya. Karena tugasnya sudah selesai

maka ia mengganggu teman yang lainnya, untuk menangani hal seperti itu, maka

guru menasehati agar tidak mengganggu teman yang lain dan menyuruh

mengerjakan kedepan kelas.

3. a. Dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa mempunyai fasilitas belajar

seperti : buku paket, LKS, buku catatan, buku latihan tugas- tugas, bolpoint,

pensil dan fasilitas lainnya.

b. Apabila ada siswa yang tidak membawa perlengkapan yang memadai, maka

guru akan menyuruh anak tersebut bergabung dengan anak yang membawa

perlengkapan yang memadai dan selanjutnya guru menasehati agar besok

membawa perlengkapan tersebut.

4. Hubungan tersebut perilaku anak antara aktivitas atau interaksi anak dengan guru

mengaji : yaitu apabila siswa tidak mendengarkan penjelasan guru dengan baik

maka siswa menjadi tidak mengerti sehingga tidak terjadi interaksi antara anak

dan guru maka proses pembelajaran menjadi terlambat.









19

c) Pengelolaan Kelas

1. Posisi pengaturan tempat duduk siswa sudah diatur dengan baik yaitu satu

bangku terdiri dari dua orang anak , dari depan sampai belakang dan posisi bangku

diberi jarak agar tidak mepet sehingga kegiatan belajar menjadi lebih leluasa.





2. Perbedaan prilaku siswa yang dikelola secara klasikal, kelompok atau

individual adalah sebagai berikut :

a. siswa yang dikelola secara klasikal perilaku anak yang dikelola secara klasikal

dimana prilaku anak sulit untuk diatur, karena hanya satu orang guru yang

mengawasi banyak siswa yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

b. siswa yang dikelola secara kelompok pengajaran yang diberikan dengan

sistem kelas, murid-murid dikumpulkan dalam satu ruangan dan dikelompokan.

Satu orang guru mengawasi beberapa orang siswa dalam kelompok tersebut.

c. Siswa yang dikelola secara individual yaitu pengajaran yang diberikan kepada

anak, seseorang, materi pengajaran disusun sedemikian rupa sehingga dapat

dipelajari sendiri oleh anak secara individual.





3. Perilaku anak apabila guru terlambat atau tidak hadir. Apabila guru terlambat

datang ke kelas maka situasi kelas akan ribut, anak bermain didalam kelas.

Selanjutnya ketua kelas datang kekantor mencari guru yang akan mengajar pada jam

pelajaran yang dipeloleh pada saat itu. Jika guru tidak hadir biasanya guru yang

bersangkutan itu memberikan tugas.





4. Cara guru menangani anak yang terlambat yaitu terlebih dahulu menanyakan apa

alasan yang membuat siswa itu terlambat, kemudian dinasehati bila perlu

memberikan hukuman membersihkan halaman. Jika siswa tersebut tidak kapok

terhadap hukuman yang diberikan dan masih saja mengulangi perbuatan itu maka

guru tidak segan-segan untuk memberitahukan anak tersebut kepada orang tuanya.





5. Apabila pada saat mengerjakan tugas siswa tidak diawasi oleh guru atau guru

piket, maka anak-anak akan rebut, bermain-main di dalam kelas, ataupun berkeliaran

keluar kelas, ada yang pindah-pindah tempat duduk, dan ada juga yang mengganggu

temannya.

20

III Kegiatan di Luar Kelas

1. Perilaku siswa di luar kelas pada saat usai pelajaran.

a. Kegiatan yang dilakukan adalah pergi koperasi sekolah untuk berbelanja

mebeli makanan, atau minuman, dan ada juga yang bermain-main di halaman

sekolah.

b. Pola perilaku ekstrim yang mungkin dimunculkan anak tertentu. Misalnya,

anak-anak laki-laki yang sering mengganggu teman perempuannya.

c. Hubungan siswa dengan guru di SD No.2 Cemagi, mereka sangat

menghormati guru, baik itu guru walinya walaupun guru-guru yang lain.

Sedangkan hubungan antara siswa di SD ini sangatlah baik, mereka saling

tolong-menolong, baik di dalam kelas maupun diluar kelas, kalau dalam kelas

mereka suka membantu temannya yang sedang kesusahan dalam belajar,

sedangkan di luar kelas ada siswa yang kasihan melihat temannya yang nggak

jajan, lalu anak itu ngajak anak itu jajan.

d. Pemanfaatan waktu istirahat sekolah secara efisien dan efektif. Pada saat jam

istirahat, semua siswa berada di luar kelas. Beramai-ramai mereka pergi ke

koperasi sekolah untuk jajan, sesudah jajan mereka biasanya bermain di

halaman, misalnya bermain kapal-kapalan, main kasti, main tangkap-

tangkapan , main lompat-lompatan dan lain sebagainya.





2. SD No. 2 Cemagi belum ada petugas BK yang khusus,dan dalam penangan anak

bermasalah usaha memotivasi anak dan pengembangan karir, serta menjaga

hubungan sekolah dengan orang tua siswa ditangani oleh I Nyoman Korma

selaku guru olahraga dan kepala sekolah. Aktivitas pembimbing dalam

menangani hal-hal yaitu sebagai berikut :

a) Penanganan anak yang bermasalah di dalam maupun di luar kelas

adalah dengan cara memanggil anak yang bersangkutan ke ruang guru.

Kemudian anak bermasalah tersebut diceramahi, selanjutnya diberikan

dua pilihan, dimana pilihan pertama, jika anak berbuat tidak buruk

maka akan mendapatkan hal yang buruk pula. Sedangkan pilihan

kedua, jika anak berbuat baik dan mematuhi peraturan maka akan

mendapatkan hal yang baik pula. Kemudian suruh anak tersebut

memilih yang menurut mereka baik. Apabila pilihan mereka salah dan

21

masih berbuat buruk, maka kita sebagai guru pembimbing dengan

sabar membimbing kearah yang baik, supaya anak tersebut

menentukan pilihannya sendiri, bukan karena paksaan guru. Begitulah

cara guru maupun kepala sekolah di SD Negeri No. 2 Cemagi dalam

membimbing anak yang bermasalah. Serta kata guru di SD ini kita

tidak boleh memberikan nasihat, karena nasihat itu dianggap suatu

paksaan oleh siswa. Dan sebaiknya kita bemberikan suatu pilihan,

yaitu memberikan suatu kebebasan untuk siswa memilih keputusan

mereka sendiri itupun harus diberikan arahan terlebih dahulu oleh guru

pembimbing. Karena semua keputusan yang diambil siswa akan

menghasilkan suatu pengalaman yang akan selalu di ingat oleh siswa,

baik itu pengalaman yang buruk maupun pengalaman yang baik.

b) Bimbingan yang dilakukan terhadap pengembangan karir siswa, yaitu

dengan memberikan lebih banyak contoh-contoh soal serta pengalam

yang baik supaya mereka menjadi termotivasi dalam mengikuti

pelajaran. Dan selalu memberikan sanjungan jika siswa mendapatkan

nilai yang memuaskan, yang juga berguna untuk memotivasi anak

dalam belajar. Disamping itu usaha yang dilakukan untuk

mengembangkan karir anak adalah dengan cara memberikan buku

paket yang berguna sebagai acuan belajar siswa di sekolah ataupun di

rumah. Serta dengan memberikan tugas atau PR agar dikerjakan

dengan baik dan sungguh-sungguh. Dan memanfaatkan waktu luang

untuk membaca supaya menambah pengetahuan.

c) Menjaga hubungan sekolah dengan orang tua siswa adalah dengan cara

mengundang orang tua siswa untuk dating ke sekolah apabila ada

permasalahan yang terjadi dengan anaknya. Selanjutnya guru dengan

para orang tua siswa mencari solusi bersama-sama untuk mengatasi

permasalahan anak tersebut.









22

3.1.3 PENGENALAN PEMBELAJARAN





I. Informasi Umum

Identitas guru yang digunakan sebagai nara sumber saat penulis mengadakan

orientasi di SD Negeri No. 2 Cemagi.





1. a) Nama : Ni Kadek Suparmini

b) Kelas : III A

c) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

d) Materi Pelajaran : Teks Percakapan

e) Waktu : 2 x 35 menit





2. a) Nama : I Made Kardiana,A.Ma,Pd

b) Kelas :V

c) Mata Pelajaran : SAINS

d) Materi Pelajaran : Kergaman Kenampakan Alam dan Buatan

e) Waktu : 2 x 35 menit





3. a) Nama : I Made Sudiarta,A.Ma,Pd

b) Kelas : VI

c) Mata Pelajaran : Matematika

d) Materi Pelajaran : Operasi Hitung Bilangan Bulat

e) Waktu : 2 x 35 menit





II. Perencanaan Pembelajaran

1) Cara yang dipakai Guru dalam menyusun perencanaan pengajaran.

a. Menganalisis materi pelajaran/pengembangan materi.

Dalam mengembangkan materi dan menganalisis materi pelajaran yaitu

dengan berpatokan pada kalender akademik pendidikan, sehingga dapat

menentukan hari efektif sekolah. Agar semua ini dapat tercapai dengan baik,

maka nara sumber membuat pokok dan sub pokok materi yang akan

diajarkan guru lepada siswa nantinya.





23

b. Menyusun program tahunan, semesteran dan harian.

Pertama kali yang harus dilakukan adalah melihat materi pokok dalam

kurikulum, lalu melihat buku paket guru, dari hal tersebut dapat dilihat dan

dibuat program tahunan, semesteran dan harian. Setelah selesai menyusun

program-program ini baru dipadukan denagn GBPP dan kurikulum.

c. Menyusun silabus.

Dalam penyusunan Silabus, para guru kelas mengadakan pertemuan antar

guru sekolah dasar yang disebut dengan gugus. Mereka mengadakan

pertemuan untuk mencapai kesepakatan yang sama didalam menyusun

silabus.

2) Dari diskusi antara penulis dengan nara sumber.

Nara sumber membuat dan menyusun silabus yang bertujuan untuk :

- Memudahkan Guru mengembangkan materi pokok.

- Agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

- Untuk mencapai keseragaman antar sekolah-sekolah se-gugus

- Agar Guru dalam proses pengajaran tidak menyimpang keluar dari materi

pokok.

3) Hasil dari silabus yang dibuat terlampir.





III. Pelaksanaan Pembelajaran

1. Membuka Pelajaran

Aktivitas guru dalam membuka pelajaran :

a. Ketika guru memasuki ruangan kelas, guru terlebih dahulu mengucapkan

salam kepada siswa (selamat pagi, selamat siang, Om Swastiastu)

b. Kemudian guru mulai mengabsen kehadiran siswa, selanjutnya mengecek

kebersihan kelas dan tempat duduk siswa, jika sudah tertib dan bersih maka

kegiatan pelajaran akan segera dimulai.

2. Kegiatan inti

1) Cara guru dalam melaksanakan program pengajaran.

a. Kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan pengajaran.

Karena sudah diprogramkan, sebagian besar perencanaan berjalan

dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan dan dalam mengajar

guru menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah disediakan.

24

b. Penyampaian materi bahan ajar.

Dalam penyampaian materi bahan ajar, guru didukung dengan

beberapa media dan alat peraga sesuai dengan materi yang diajarkan.

Serta dalam menyampaikan materi yang diajarkan dapat diterima dan

dipahami oleh siswa.

c. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran.

Dalam pengelolaan kelas guru biasanya menggunakan metode

ceramah dan di sela-sela pemberian materi untuk menjaga agar suasana

kelas tetap tertib maka guru mengajukan beberapa pertanyaan atau

langsung menunjuk siswa yang kurang memperhatikan pelajaran untuk

menjawab. Hal ini dilakukan agar siswa lebih bisa fokus terhadap

pelajaran.

d. Usaha dan cara mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

Yaitu dengan cara mengadakan tanya kawab untuk melatih daya

ingat siswa tentang pelajaran. Selain itu denagn memberikan tugas-tugas

atau pekerjaan umah dan saat siswa memberikan jawaban dari soal yang

diajukan guru kemudian memberikan penguatan, siswa akan termotivasi

dalam memahami materi pelajaran hngga nantinya siswa mau aktif

dalam proses belajar mengajar.

e. Cara guru menangani siswa yang kesulitan dalam belajar antara lain;

- Melakukan pendekatan terhadap anak untuk mengetahui masalah yang

menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar.

- Mencoba mencari informasi mengenai latar belakang kehidupan dan

lingkungan sosial di sekitar anak tersebut.

- Guru mengadakan kerjasama dengan orang tua siswa dalam membatu

memecahkan masalah yang ada pada diri siswa.

- Memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar.

f. Memberi balikan dan menanggapi pertanyaan siswa.

Bila ada pertanyaan dari siswa, guru memberi kesempatan kepada

siswa lain untuk menjawab. Setelah adanya masukan ataupun jawaban

dari siswa lain maka guru memberi penjelasan dari pertanyaan siswa

sampai dipahami oleh seluruh siswa.





25

g. Kiat – kiat khusus dalam membuat suasana belajar yang kondusif.

Dengan cara menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk

siswa, selain itu guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang

menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan dan pendapat.

h. Pengembangan bahan ajar dan pemanfaatan alat bantu.

Bahan ajar dikembangkan sesuai dengan pokok bahasan dan guru

mampu mengaitkannya dengan kegiatan keseharian siswa.

i. Pemanfaatan waktu.

Waktu yang digunakan seoptimal mungkin dengan alokasi waktu 2

jam pelajaran. Waktu tersebut digunakan untuk siswa dalam proses

pembelajaran.

j. Kegiatan lain yang layak dikaji dan ditiru.

Cara guru dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan

oleh siswa.

1) Hal-hal yang sangat berkesan.

Bila siswa dapat menerima, menyerap materi dengan baik serta

memperhatikan pelajaran disertai dengan menunjukan kreativitasnya di dalam

kelas. Dan ketika ada siswa yang dihukum karena bercanda saat pembelajaran

berlangsung. Juga pada saat siswa yang berbeda pendapat dengan temannya

dan mempertahankan jawaban tersebut tentang jawaban suatu permasalahan

yang diajukan guru.





3. Menutup Pelajaran.

1) Cara Guru di dalam menutup pelajaran.

a. Strategi yang digunakan.

Dalam menutup pelajaran Guru terlebih dahulu menyimpulkan

pelaksanaan proses pembelajaran, disertai kesan dan pesan kemudian

terakhir dengan memberikan tugas rumah kepada siswa.

b. Alat evaluasi/penilaian yang dilakukan.

Alat evaluasi yang dilakukan adalah berdasarkan penilaian dari tes

tulis ke tes lisan.









26

c. Efisiensi waktu.

Dalam penutupan pelajaran alokasi waktu yang diberikan yaitu 10

menit digunakan untuk tes tulis dan 5 menit untuk tes lisan.

d. Keberhasilan siswa dalam memahami materi yang disajikan.

Mengenai keberhasilah siswa sudah cukup bagus, sebagian besar siswa

sudah mengerti dan mampu memahami materi yang disampaikan dan

diberikan oleh guru.

2) Dalam merevisi/memodifikasi silabus dibuat setelah pelaksanaan

pembelajaran.

Di SD No. 2 Cemagi Guru tidak melakukan revisi terhadap silabus yang

sudah dibuat karena perencanaan tersebut sudah sesuai dengan program

pengajaran dan sudah mampu diterapkan guru dalam pembelajaran.

3) Kesan umum terhadap kegiatan belajar mengajar.

Dalam proses belajar mengajar berlangsung dengan suasana gembira,

karena siswa mampu dan mengerti dengan materi yang diterangkan oleh guru,

disamping itu guru mengajar dengan ramah dan sabar disertai dengan sedikit

humor, hal ini menyebabkan minat belajar siswa menjadi lebih terfokus

terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru.





IV. Permasalahan yang perlu diangkat dalam perkuliahan.

I. Dalam hal ini saya menemukan bahwa di sekolah ini siswa-siswa memiliki

kemampuan dalam bidang non akademis seperti : bulu tangkis, volly, catur

sepak bola, sepak takraw, melukis, menari, menulis aksara bali, dan

mesatua bali tetapi tidak ada guru yang memang benar – benar menguasai

hal-hal tersebut juga pasilitas untuk mengembangkan diri masih kurang.

Bagaimana caranya agar siswa dapat berkembang secara maksimal baik

dalam bidang akademis ataupun non akademis.









27

3.2 PEMBAHASAN

3.2.1 Pembahasan Unsur Fisik dan Non Fisik Sekolah.

1) Unsur Fisik.

Keadaan fisik Bangunan No. 2 Cemagi secara umum masih baik dan layak

untuk digunakan.

2) Kondisi dan pengelolaan fasilitas sekolah.

Secara umum SD No. 2 Cemagi belum memiliki fasilitas yang lengkap

untuk menunjang jalannya proses pembelajaran di sekolah. Kondisi dan

pengelolaan fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian, misalnya :

a. Perpustakaan, walaupun sekarang sedang proses pembangunan untuk buku-

buku bacaan anak perlu diperbaharui agar pengetahuan siswa barkembang

sesuai dengan yang sedang terjadi dimasyarakat.

b. Laboratorium/ruang praktik khusus belum ada dan juga alat-alat

laboratorium untuk praktik jumlahnya masih minim oleh karena itu proses

belajar mengajar untuk pelajaran SAINS belum dapat berjalan dengan

baik/maksimal.

c. Untuk fasilitas belajar mengajar telah tersedia cukup lengkap tetapi

jumlahnya juga perlu ditingkatkan terutama alat peraga yang juga

menunjang proses pembelajaran.

d. Kondisi siswa dan guru dilihat dari jumlah jam guru yang mengajar, banyak

mata pelajaran harus dipegang serta tugas lain yang harus dijalankan, beban

tugas guru di sekolah tersebut sangatlah berat. Oleh karena itu maka di SD

No. 2 Cemagi sangat memerlukan tambahan personil sebagai petugas

administrasi, sehingga guru dapat mengoptimalkan tugasnya dalam

merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Dilihat dari jumlah guru siswa

per-kelas tidak ada masalah karena jumlah siswa 25-35 orang per-kelasnya

dan ini merupakan jumlah yang baik dalam mengikuti kegiatan belajar

dikelasnya.

e. Saat ini kegiatan ekstrakurikuler sekolah baru terbatas pada kegiatan

pramuka. Hal ini dapat dimaklumi karena masih kurangnya pembina atau

pelatih yang benar-benar menguasai bidangnya pada ekstrakurikulerdi

sekolah. Bila tersedia tenaga Pembina, maka kegiatan ekstrakurikuler dapat

ditambah untuk menyalurkan bakat dan minat yang dimiliki siswa.

28

3.2.2 Pembahasan Sikap dan Pola Tingkah Laku Siswa.

1) Umum.

Tata Tertib di SD No. 2 Cemagi telah dilaksanakan oleh guru maupun siswa.

Diharapkan dengan adanya tata tertib tersebut warga sekolah dapat

bertingkah/berprilaku yang baik sehingga tercipta hubungan yang harmonis

antara guru, kepala sekolah maupun antar siswa.

2) Kegiatan di dalam kelas.

a. Perilaku siswa saat guru membuka dan menutup pelajaran.

Dari saat membuka hingga menutup pelajaran, sikap maupun tingkah

laku siswa sudah cukup baik walaupun ada beberapa siswa yang masih

bermain-main saat proses belajar mengajar berlangsung namun itu dapat

diatasi oleh guru dengan memberikan tugas atau latihan supaya tidak sibuk

dengan aktivitasnya sendiri dan dapat mengerjakan tugas dengan baik.

b. Interaksi Belajar Mengajar.

Interaksi yang terjadi baik antar siswa dengan siswa, antar siswa dengan

guru dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik. Respon

siswa terhadap permasalahan yang dilontarkan guru cukup baik dan

membuat siswa lainnya terpancing menjawab sehingga suasana di dalam

kelas menjadi sangat menyenangkan.

c. Pengelolaan Kelas.

Dari pengalaman penulis, pengelolaan kelas sudah cukup baik.

Pengaturan tempat duduk siswa diatur dengan rapi dan bagus. Prilaku anak

pada kelas rendah yaitu I, II dan III kebayakan masih ribut, gaduh dan

banyak mainnya tetapi lain halnya untuk anak-anak dikelas tinggi mereka

sudah mampu belajar mandiri jika guru belum datang ataupun pada saat

mengerjakan soal-soal yang sudah dipersiapkan oleh gurunya.

3) Kegiatan di luar kelas.

Kegiatan siswa di luar kelas hanya bermain dan berbelanja di kantin. Pola

ekstrim yang dimunculkan siswa adalah bermain kejar-kejaran dengan

temannya. Namun di kelas tinggi kehiatan siswa hanya duduk-duduk bersama

dan mengobrol dengan teman-temannya.





29

3.2.3 Pembahasan Pembelajaran

1) Perencanaan Pembelajaran.

Perencanaan pembelajaran yang meliputi materi pelajaran, menyusun

program tahunan, semesteran dan harian serta menyusun rencana program

pengajaran akan sangat menentukan lancarnya kelangsungan proses

pembelajaran, karena perencanaan yang baik akan berdampak secara langsung

terhadap penguasaan materi oleh siswa. Dari pengamatan saya, cara guru di SD

No. 2 Cemagi dalam perencanaan, efesiensi waktu sangat menyesuaikan dengan

kondisi siswa.

2) Pelaksanaan Pembelajaran.

Dari pengamatan yang penulis lakukan, kemampuan guru dalam

melaksanakan pembelajaran sudah sangat baik, hal ini dilihat dari adanya

relevansi pembukaan pelajaran yang dilakukan guru sudah baik dalam

mengaitkan dari apersepsi menuju ke pelajaran inti. Cara penyampaian materi,

pengelolaan kelas, usaha dan cara mengaktifkan siswa, menanggapi pertanyaan

siswa, adanya kiat khusus agar suasana pembelajaran menjadi kondusif, strategi

yang digunakan, alat evaluasi, efesiensi waktu, serta tingkat keberhasilan siswa

dalam memahami materi, namun ada satu hal yang menjadi perhatian penulis

yaitu untuk penggunaan alat peraga. Sebagian besar guru tidak menggunakan

alat peraga/media peraga. Jadi dalam proses pembelajaran sebaiknya disertai

dengan media/alat Bantu pengajaran. Secara umum proses belajar mengajar

berlangsung cukup baik dan lancar.









30

BAB IV

PENUTUP





4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil orientasi yang penulis lakukan di SD No. 2 Cemagi, maka

penulis dapat menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :

1) Unsur fisik SD No. 2 Cemagi sudah baik dan layak digunakan dalam pelaksanaan

pembelajaran, walaupun masih ada fasilitas yang belum lengkap. Sedangkan dari

unsur non fisiknya juga terbilang sudah cukup baik, walaupun di SD No. 2 Cemagi

masih belum ada tugas administrasi masih bisa dilakukan oleh guru yang

bersangkutan.

2) Pola tingkah laku siswa SD No. 2 Cemagi pada umumnya, baik di dalam maupun di

luar kelas sudah cukup baik dan berdisiplin. Karena SD No. 2 Cemagi sudah

memiliki tata tertib untuk dipatuhi dan ditaati oleh semua warga sekolah. Sehingga

jarang timbul masalah yang dapat menghambat kegiatan pembelajaran di sekolah

tersebut.

3) Proses pembelajaran yang berlangsung di SD No. 2 Cemagi juga berjalan dengan

baik dan terarah. Ini dilihat dari bagaimana guru dalam membuka pelajaran,

menyampaikan inti pelajaran, dan menutup pelajaran. Namun dalam pembelajaran

guru juga perlu mengadakan variasi, sehingga siswa tidak cepat bosan. Dalam

pembelajaran interaksi antara siswa dengan siswa dengan guru sudah baik.





4.2 Tindak Lanjut

Meskipun penyelenggaraan pendidikan di SD No. 2 Cemagi, penulis nyatakan

cukup baik, tetapi masih juga dalam beberapa hal yang ada kurang. Maka dari itu,

walaupun penulis menyadari keterbatasan kemampuan pengetahuan, dan pengalaman

penulis dalam dunia pendidikan, namun disini penulis mencoba memberikan saran

untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD No. 2 Cemagi pada khususnya, dan dunia

pendidikan pada umumnya.

Adapun saran-saran yang ingin penulis sampaikan adalah sebagai berikut :

1) Guru dalam menyajikan materi, secara umum sudah cukup baik dan terarah. Namun

perlu lebih ditingkatkan lagi dengan menggunakan metode-metode yang lebih

bervariasi sehingga akan tercipta suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan

31

bagi siswa. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik yang bermuara

pada sukses dan tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

2) Ide kreatif dan inovatif seorang guru sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu

pendidikan keprofesionalan guru. Maka dari itu, menurut saran penulis sebaiknya

dalam pembelajaran guru perlu memanfaatkan fasilitas penunjang yang ada, seperti

misalnya media berupa gambar, agar gambar tersebut tidak hanya digunakan sebagai

pajangan saja. Dan guru juga perlu menambah fasilitas penunjang dalam kegiatan

pembelajaran dengan sarana dan prasarana yang murah dan mudah didapatkan.

3) Kebersihan, keindahan, ketertiban, dan kedisiplinan sekolah sudah cukup baik.

Namun masih ada hal yang perlu dilakukan pihak sekolah., yaitu mempertahankan

hal yang telah tercipta tersebut. Karena pada kenyataannya mempertahankan sesuatu

yang telah ada itu cukup sulit. Maka dari itu menurut penulis, diharapkan guru dan

seluruh warga sekolah lainnya untuk bekerja sama dalam mempertahankan hal yang

telah ada tersebut dan juga dalam memajukan sekolah.

4) Dalam bidang seni dan budaya siswa memiliki bakat yang harus dilatih, serta

nantinya dapat diikutkan dalam lomba-lomba.









32


Related docs
Other docs by Putu Trisne Uz...
POWER POIN RPP BAHASA INDONESIA
Views: 84  |  Downloads: 0
laporan PPL awal putu sutrisna
Views: 143  |  Downloads: 2
LAPORAN AKHIR KELUARGA ASUH TRIS
Views: 93  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!