Selama ini Penawaran Umum dalam pengertian yang masih jamak

Document Sample
Selama ini Penawaran Umum dalam pengertian yang masih jamak Powered By Docstoc
					             STUDI TENTANG PENERAPAN
                 SHELF REGISTRATION
             DI PASAR MODAL INDONESIA




                           Oleh:
          Tim Studi Penerapan Shelf Registration
                 di Pasar Modal Indonesia

      DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
            BADAN PENGAWAS PASAR MODAL
     PROYEK PENINGKATAN EFISIENSI PASAR MODAL
TAHUN 2002ANGGOTA TIM STUDI TENTANG PENERAPAN SHELF
        REGISTRATION DI PASAR MODAL INDONESIA




                            1
PENGARAH

1.   I.B. Oka Nila, Drs
2.   Herbudianto, Drs, Ak


KETUA

1.   Samsul Hidayat, SE, MBA


PELAKSANA

1.   Ismady Maidir, SE
2.   IBP Sinarbawa, SE
3.   Heni Nugraheni, SH, LLM
4.   Paulus Suwarno, SE
5.   Yunita Linda S, SSos, MBA
6.   Kristrianti Puji R, SE, MBA
7.   Dudi Karnela, SH
8.   Iip Supriadi, SH
9.   Noveka Sugesty, Drs, MPM


PEMBANTU PELAKSANA

1.   Eko Rinaldo Octavianus, SE
2.   Wawan Setiadi, SE
3.   Mega Wilastomo
4.   Bayu Bandono, SE


STAF SEKRETARIAT

1.   Suharyono
2.   Andrianto




                                   2
                           KATA PENGANTAR


Komitmen untuk mengembangkan Pasar Modal Indonesia agar dapat
berfungsi menjadi penggerak ekonomi Nasional yang tangguh dan berdaya
saing global sudah tercatat dalam Cetak Biru Pasar Modal Indonesia sebagai
salah satu visi Pasar Modal Indonesia. Perwujudan visi tersebut menjadi
tugas dan kewajiban semua pelaku pasar modal, terutama Bapepam sebagai
Lembaga Pengawas Pasar Indonesia.

Visi di atas menghendaki berkembangnya pemikiran-pemikiran konstruktif
dan inovatif dalam pengembangan pasar modal,             sehingga tidak terjadi
stagnasi pemikiran yang akan menyebabkan kinerja Pasar Modal Indonesia
akan jalan di tempat. Kegiatan penelitian dan pengembangan merupakan
salah satu cara yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana
konstruktif, dimana pemikiran-pemikiran baru akan tumbuh dan berkembang
dalam   upaya   mencari    peluang,       menganalisis   permasalahan     serta
memanfaatkan dan memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi.

Mengamati dan menganalisis apa yang telah ada dan berkembang di negara
lain merupakan satu objek penelitian yang menarik. Hal ini akan semakin
menarik kalau hal yang menjadi objek penelitian tersebut belum pernah
diterapkan di Pasar Modal Indonesia. Salah satu hal yang cukup menarik
tersebut adalah Praktek Penawaran Umum dengan metode                      Shelf
Registration, sejak tahun 1982 praktek ini sudah diperkenalkan di Amerika
Serikat, dan secara permanen diterapkan pada tahun 1983.

Penelitian/studi ini akan mencari dan mencoba untuk memahami apa
sesungguhnya    yang   dimaksud      dengan     metode     Shelf   Registration.
Bagaimana praktek Shelf Registration ini diterapkan, untuk penawaran
umum apa saja metode ini digunakan dan hal-hal lain yang berhubungan
dengan praktek Shelf Registration.



                                      3
Mengingat praktek Shelf Registration ini merupakan sesuatu yang belum
pernah dikenal sebelumnya di Indonesia, tim menghadapi beberapa kendala
antara lain: dalam mencari referensi yang berhubungan dengan praktek Shelf
Registration di dalam negeri serta kurangnya nara sumber dalam negeri yang
dapat memberikan jawaban atas hal-hal yang belum tim ketahui.

Sebagian besar referensi yang digunakan adalah bersumber dari Internet,
dimana tim mencari informasi dari website resmi lembaga-lembaga
pengawas pasar modal negara lain. Disamping itu, tim juga memperoleh
masukan dari nara sumber seperti dari CLSA Emerging Market dan Citicorp
Investment Bank (Singapore) limited.

Tim juga mencari pendapat pelaku pasar tentang kemungkinan penerapan
sistem ini dipasar modal Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan membuat
dan menyebarkan kuestioner kepada Emiten, Perusahaan Efek, Lembaga
Penunjang dan Profesi Penunjang Pasar Modal.
Akhirnya, tim berharap hasil penelitian ini akan dapat bermanfaat bagi
pengembangan metode alternatif yang dapat digunakan dalam Penawaran
Umum, yang pada akhirnya diharapkan akan dapat memberikan manfaat
bagi pengembangan Pasar Modal Indonesia.
Kritik dan syaran yang bersifat konstruktif akan kami hargai sebagai masukan
bagi kami dalam penyempurnaan hasil penelitian ini.



                                           Wassalam,




                                           Ketua Tim Studi




                                       4
                                    DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                      i
Daftar Isi                                                        iii
BAB I PENDAHULUAN                                                 1
             A. Latar Belakang                                    1     B.   O
             B. Organisasi Studi                                  3
             C. Tujuan Studi                                      4
             D. Metode Studi                                      5
             E. Ruang Lingkup Studi                               6
             F. Objek Studi                                       6
             G. Waktu Studi                                       6
BAB II       TINJAUAN UMUM                                        7
             A. Penawaran Umum Di Indonesia                       8
             B. Penawaran Umum Dengan Metode Shelf Registration   12
BAB III      PENERAPAN SHELF REGISTRATION DI BEBERAPA NEGARA      15
             A. Amerika Serikat                                   16
             B. Inggris                                           23
             C. Singapura                                         28
BAB IV       SHELF REGISTRATION DI PASAR MODAL INDONESIA          32
             A. Tinjauan Dari Sisi Hukum                          32
             B. Tinjauan Dari Sisi Akuntansi                      35
             C. Tinjauan Dari Sisi Keterbukaan                    38
             D. Tinjauan Dari Sisi Kebutuhan                      42
BAB V        KESIMPULAN DAN REKOMENDASI                           55
             A. Kesimpulan                                        55
             B. Rekomendasi                                       57
Daftar Pustaka                                                    58
Lampiran




                                           5
                                BAB I
                           PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

      Sesuai dengan amanat Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1995
  tentang Pasar Modal, tugas pokok Badan Pengawas Pasar Modal
  (Bapepam) adalah melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan
  dengan tujuan mewujudkan terciptanya kegiatan Pasar Modal yang
  teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan
  masyarakat. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, salah satu
  kewenangan Bapepam adalah menetapkan persyaratan dan tata cara
  Pernyataan Pendaftaran serta menyatakan, menunda, atau membatalkan
  efektifnya Pernyataan Pendaftaran.

      Proses pelaksanaan Pernyataan Pendaftaran sebagaimana yang
  digariskan dalam Undang-undang ini dilakukan dengan mengikuti
  ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam Nomor IX.A.1
  tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, dan
  peraturan-peraturan teknis lainnya yang berhubungan dengan tata cara
  pelaksanaan pengajuan Pernyataan Pendaftaran. Sedangkan untuk
  penerbitan saham kedua dan seterusnya yang dikeluarkan dari portepel
  harus mengikuti Peraturan Bapepam Nomor IX.D.1 tentang Hak
  Memesan Efek Terlebih Dahulu atau mengikuti Peraturan Bapepam
  Nomor IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
  Terlebih Dahulu.

      Peraturan-peraturan tersebut diatas mewajibkan Emiten untuk
  melakukan Penawaran Umum segera setelah Pernyataan Pendaftaran
  dinyatakan efektif. Dengan demikian rencana Penawaran Umum harus
  dilakukan dengan benar-benar memperhatikan semua variabel yang akan
  mempengaruhi baik harga Efek, daya serap pasar terhadap Efek yang


                                   6
akan diterbitkan maupun peruntukan dana yang diperoleh dari hasil
Penawaran Umum.

    Di beberapa negara dimungkinkan bagi perusahaan yang sudah
tercatat (Emiten) untuk melakukan pendaftaran kepada Securities
Commision atas Efek yang akan dijual tanpa harus segera melakukan
Penawaran Umum setelah Pernyataan Pendaftaran tersebut menjadi
efektif, proses tersebut dikenal dengan nama Shelf Registration. Setelah
Pernyataan Pendaftaran tersebut menjadi efektif maka Emiten dapat
menjual Efek tersebut pada suatu waktu tertentu di masa yang akan
datang dengan tidak melebihi masa berlakunya pernyataan efektif,
metode ini dikenal dengan nama Delayed Basis. Emiten dapat juga
menjual Efek yang Pernyataan Pendaftarannya sudah dinyatakan efektif
tersebut secara berkelanjutan sepanjang pernyataan efektif belum habis
masa berlakunya, metode ini dikenal dengan nama Continous Basis. Di
negara yang menjadi objek studi ini yaitu Amerika Serikat pernyataan
efektif tersebut berlaku selama dua tahun, sedangkan di Inggris berlaku
selama satu tahun.

    Sejalan dengan perkembangan Pasar Modal Indonesia, diperlukan
adanya alternatif lain untuk mengantisipasi kondisi politik dan ekonomi
yang semakin sulit untuk diprediksi. Salah satu alternatif yang dapat
dipertimbangkan adalah penerapan metode Shelf Registration, dimana
pihak-pihak yang akan menjual Efeknya di pasar modal dapat
memanfaatkan setiap momentum positif yang terjadi dan menghindari
momentum negatif untuk meningkatkan nilai Efek perusahaannya.

    Hingga saat ini di Pasar Modal Indonesia tercatat beberapa
perusahaan yang menarik kembali Pernyataan Pendaftaran Efeknya. Hal
ini disebabkan oleh kondisi pasar baik harga Efek, daya serap pasar
maupun    tingkat    bunga   yang       sangat   tidak   mendukung   bagi
perusahaan-perusahaan tersebut untuk menerbitkan Efek. Tindakan


                                    7
  menarik kembali Pernyataan Pendaftaran ini tentunya menyebabkan
  perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kerugian atas biaya-biaya
  yang telah dikeluarkan untuk mempersiapkan Pernyataan Pendaftaran
  tersebut.

       Metode Shelf Registration akan sangat membantu bagi perusahaan
  yang menghadapi kondisi tersebut diatas. Perusahaan-perusahaan yang
  melihat bahwa kondisi pasar belum memungkinkan untuk menerbitkan
  Efek, atau kebutuhan dana belum akan direalisasikan dalam waktu dekat,
  dapat mengajukan Pernyataan Pendaftaran dan melakukan penawaran
  atas Efeknya pada saat yang tepat.

       Berdasarkan hal tersebut diatas, serta mempertimbangkan praktek
  ini telah diterapkan di negara-negara lain, Bapepam memandang perlu
  untuk melakukan studi guna melihat kemungkinan penerapan Shelf
  Registration di Pasar Modal Indonesia.

       Dengan pelaksanaan studi tentang Shelf Registration ini diharapkan
  akan dapat diperoleh gambaran tentang bagaimana praktek Shelf
  Registration   diterapkan   di   negara-negara   lain,   dan   bagaimana
  peraturan-peraturan yang berhubungan dengan Shelf Registration
  diberlakukan di negara-negara tersebut. Studi ini juga mencoba untuk
  mencari masukan dari para pelaku Pasar Modal Indonesia tentang
  tanggapan mereka atas kemungkinan di berlakukannya sistem ini. Hasil
  dari studi ini diharapkan akan dapat memberikan masukan bagi kebijakan
  pengembangan Pasar Modal Indonesia.

B. Organisasi Studi

       Tim studi tentang Shelf Registration bekerja atas dasar surat
  Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 130/KM.1/2002
  tentang Pembentukan Tim Studi Penerapan Shelf Registration di Pasar
  Modal Indonesia, dan Surat Keputusan Ketua Pelaksana Tim Studi


                                     8
  tentang Penerapan Shelf Registration di Pasar Modal Indonesia Nomor
  Kep-01/PPEPM.3/2002       tentang   Pengangkatan   Anggota   Pembantu
  Pelaksana dan Sekretariat Tim Studi Tentang Penerapan Shelf
  Registration di Pasar Modal (Surat keputusan terlampir).

       Tim beranggotakan pegawai Bapepam dengan komposisi sebagai
  berikut:

  1. 2 (dua) orang pengarah

  2. 1 (satu) orang Ketua Tim merangkap anggota

  3. 9 (sembilan) orang Pelaksana

  4. 4 (empat) orang Pembantu Pelaksana

  5. 2 (dua) orang Staf Sekretariat

C. Tujuan Studi

       Tim studi ini dibentuk dengan tujuan:

  1. Mempelajari praktek Shelf Registration yang telah dilakukan di
     negara-negara lain.

  2. Mempelajari kemungkinan penerapan Shelf Registration dalam proses
     Penawaran Umum saham maupun obligasi di Pasar Modal Indonesia.

  3. Mencari dan mempelajari masukan-masukan dari para pelaku Pasar
     Modal Indonesia sehubungan dengan Shelf Registration.

  4. Sebagai tambahan informasi dalam mengambil kebijakan yang
     berhubungan dengan kemungkinan pengaplikasian Shelf Registration
     di Pasar Modal Indonesia.




                                      9
D. Metode Studi

      Pelaksanaan studi ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan
  semua data dan informasi yang dibutuhkan, yang dilakukan dengan cara:

  1. Studi kepustakaan

     Studi ini dilakukan dengan cara mencari informasi dan artikel-artikel
     yang   berhubungan     dengan      Shelf   Registration,   dan   juga
     peraturan-peraturan pelaksanaan Shelf Registration yang diterapkan
     pada negara-negara yang menjadi sumber kajian. Peraturan-peraturan
     pelaksanaan ini dilakukan dengan cara melakukan browsing terhadap
     website resmi milik lembaga/badan pengawas pasar modal negara
     tersebut. Disamping itu, dipelajari juga Peraturan / Keputusan Ketua
     Bapepam dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang
     berhubungan dengan Penawaran Umum.

  2. Studi Lapangan

     Studi lapangan dilakukan untuk memperoleh masukan dari para
     pelaku pasar terutama Emiten dan Perusahaan Efek. Masukan pokok
     yang diharapkan dapat diperoleh dalam studi lapangan ini adalah
     tanggapan para pelaku pasar tentang sistem ini, apakah sistem ini
     sesuai digunakan untuk pasar modal Indonesia, serta kapan sistem ini
     seharusnya diterapkan di Pasar modal Indonesia.

     Studi lapangan ini dilakukan dengan metode:

     a. Penelitian survey dengan penyebaran kuestioner kepada sejumlah
        Emiten dan Perusahaan Efek. Penentuan responden dilakukan
        dengan metode penarikan contoh acak (random sampling).

     b. Diskusi dengan nara sumber, yang berasal dari CLSA Emerging
        Market dan Citicorp Investment Bank (Singapore) limited.


                                   10
E. Ruang Lingkup Studi

      Ruang lingkup pembahasan studi adalah mempelajari praktek
  penerapan Shelf Registration pada beberapa negara dan melakukan
  kajian tentang kemungkinan penerapan sistem ini di Pasar Modal
  Indonesia.

F. Objek Studi

      Sebagai Objek dalam studi ini adalah:

  1. Pelaksanaan Shelf Registration di Amerika Serikat, Inggris dan
     Singapura.    Studi      ini   dilakukan   dengan     mempelajari
     peraturan-peraturan yang digunakan di negara tersebut, serta
     pelaksanaan sistem tersebut.

  2. Tanggapan dari Emiten dan Perusahaan Efek tentang pelaksanaan
     sistem apabila metode Shelf Registration yang sama diterapkan di
     Pasar Modal Indonesia.

G. Waktu Studi

      Studi dari mulai masa persiapan, pelaksanaan studi, sampai dengan
  penyusunan laporan dilakukan dalam waktu satu tahun, dimulai dari
  Januari 2002 dan berakhir pada bulan Desember 2002




                                    11
                                 BAB II

                           TINJAUAN UMUM



        Kegiatan penawaran Efek suatu perusahaan kepada masyarakat
merupakan salah satu sumber pembiayaan perusahaan. Penawaran Efek
dapat dilakukan dengan private placement, atau dengan cara Penawaran
Umum. Dalam hal kegiatan penawaran Efek dilakukan dengan cara
Penawaran Umum, maka sebagaimana proses Penawaran Umum yang
selama ini dikenal, perusahaan yang akan melakukan Penawaran Umum
terlebih dahulu wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran ke Securities
Commision. Setelah perusahaan tersebut memperoleh pernyataan efektif
maka perusahaan tersebut diwajibkan untuk segera melakukan Penawaran
Umum.

        Namun di beberapa negara praktek Penawaran Umum dapat juga
dilakukan dengan metode Shelf Registration. Metode ini merupakan salah
satu alternatif cara melakukan Penawaran Umum. Dalam metode ini,
kegiatan Penawaran Umum tidak harus dilaksanakan segera setelah
efektifnya suatu pernyataan pendaftaran.

        Selanjutnya akan dipaparkan perbedaan antara bentuk Penawaran
Umum sebagaimana yang selama ini dikenal, dengan Penawaran Umum
yang dilakukan dengan metode Shelf Registration. Paparan ini bertujuan
untuk dapat memberikan gambaran tentang perbedaan antara keduanya.
Dengan asumsi proses Penawaran Umum Non-Shelf Registration pada garis
besarnya sama di hampir semua negara, maka dalam studi ini akan
dipergunakan proses Penawaran Umum di Indonesia sebagai pembanding.




                                    12
A. Penawaran Umum di Indonesia

      Pengertian Penawaran Umum di Indonesia adalah kegiatan
  penawaran Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur
  dalam Undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Sedangkan
  pengertian Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang,
  surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit
  Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan
  setiap derivatif dari Efek. Kedua pengertian tersebut menjelaskan bahwa
  kegiatan Penawaran Umum di Indonesia dilakukan atas Efek, dimana
  secara umum Efek tersebut terdiri dari dua jenis surat berharga, yaitu
  surat berharga yang bersifat ekuitas dan surat berharga yang bersifat
  hutang. Berdasarkan prosedurnya, kegiatan Penawaran Umum baik
  untuk efek ekuitas maupun efek bersifat hutang baru dapat dilaksanakan
  setelah efektifnya Pernyataan Pendaftaran.

  1. Penawaran Umum Saham

     Kegiatan Penawaran Umum dalam rangka penerbitan saham di Pasar
     Modal Indonesia dapat dibedakan atas:

     a. Penawaran Umum Perdana

        Merupakan kegiatan Penawaran Umum yang dilakukan oleh
        Emiten pada saat pertama kali perusahaan tersebut melakukan
        penambahan modal dengan cara melakukan penawaran umum
        saham.

     b. Penawaran Umum kepada Para pemegang Saham (Hak Memesan
        Efek Terlebih dahulu / Right Issue)

        Kegiatan ini dilakukan oleh Emiten dalam hal Emiten tersebut akan
        melakukan Penawaran Umum kedua dan seterusnya.




                                    13
c. Penawaran Umum Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

   Emiten dapat melakukan penawaran umum Efek Tanpa Hak
   Memesan Efek Terlebih Dahulu apabila kegiatan tersebut/Emiten
   bersangkutan memenuhi kriteria-kriteria tertentu.

Dalam hubungannya dengan penerbitan Saham, Dalam Pasal 70 ayat
(1) Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM)
disebutkan bahwa “Yang dapat melakukan Penawaran Umum
hanyalah Emiten yang telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran
kepada Bapepam untuk menawarkan atau menjual Efek kepada
masyarakat dan Pernyataan Pendaftaran tersebut telah efektif”. Dalam
Pasal tersebut tidak diatur kapan perusahaan yang Pernyataan
Pendaftarannya telah efektif harus melakukan Penawaran Umum.
Namun hanya ditegaskan bahwa yang dapat melakukan Penawaran
Umum hanyalah pihak yang telah menyampaikan Pernyataan
Pendaftaran dan Pernyataan Pendaftaran tersebut telah menjadi
efektif. Dengan demikian, bagaimana proses/mekanisme Penawaran
Umum itu sendiri diatur dalam ketentuan tersendiri dan tergantung
pula pada kondisi atau sifat dari Penawaran Umum tersebut. Apakah
Penawaran Umum saham tersebut merupakan Penawaran Umum
saham perdana, Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau
Penawaran Umum Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dalam peraturan tentang mekanisme Penawaran Umum yang saat ini
dipergunakan oleh Bapepam sebagai pedoman dalam proses
Penawaran Umum telah diatur dengan jelas bahwa setelah efektifnya
suatu Pernyataan Pendaftaran kegiatan Penawaran Umum harus
“segera” dilaksanakan,     bukan pada waktu yang akan datang
sebagaimana mekanisme yang dipergunakan dalam mekanisme Shelf
Registration.



                               14
Dalam tata cara Penawaran Umum, Peraturan Bapepam menegaskan
bahwa     Emiten     wajib       mengumumkan         Propektus    Ringkas
selambat-lambatnya        dua    hari   kerja    setelah   disampaikannya
Pernyataan Pendaftaran. Prospektus Ringkas ini merupakan bagian
dari Pernyataan Pendaftaran yang diumumkan sekurang-kurangnya
dalam satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai
peredaran nasional. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat
kabar, Emiten dapat juga mengumumkan Propektus Ringkas tersebut
dalam media massa yang lain.

Setelah diumumkannya Prospektus Ringkas, Emiten dapat melakukan
Penawaran Awal (bookbuilding). Yang dimaksud dengan Penawaran
Awal adalah ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung
dengan menggunakan Prospektus Awal yang antara lain bertujuan
untuk mengetahui minat calon pembeli atas Efek yang akan
ditawarkan dan atau perkiraan harga penawaran Efek.

Selanjutnya,     diatur      bahwa       masa       Penawaran       Umum
sekurang-kurangnya tiga hari kerja. Penyampaian laporan hasil
Penawaran Umum kepada Bapepam selambat-lambatnya 15 hari
kerja   sejak   efektifnya      Pernyataan      Pendaftaran.   Berikut   ini
digambarkan Jadwal Penawaran Umum di Indonesia sesuai dengan
Peraturan Bapepam Nomor IX.A.2.




                                  15
                                                      Pengumuman revisi atau
      Pernyataan                                        Tambahan, bukti ke                   < 2 HK bukti kepemilikan efek
      Pendaftaran                                            bapepam                               tersedia jika dicatt
                                                     2 HK setelah pengumuman                 < 5 HK bukti kepemilikan efek
                                                                                                    tersedia jika tidak
                                                                                              dicatt, dan lap. Perjanjian ke
 Laporan      Pengumuman PR, bukti ke                                                                     BPPM
Keuangan       Bapepam 2 HK setelah        Efektif
                   pengumuman

                                                                      Masa     Penjatahan   Refund                  Pencatatan
                                                                       PU

                                     Book
                                    Building
                < 2 HK


                                                     < 2 HK          < 3 HK      < 3 HK     2 HK
                          45 hari



                      180 hari

                                                                                                        <15 HK
   Ket :
   PR      : Prospektus Ringkas
   HK      : Hari Kerja
   SKE     : Surat Kolektif Efek
   PU      : Penawaran Umum                                                       <15 HK
   BPPM    : Bapepam




    Beberapa ketentuan mengenai tata cara Penawaran Umum tersebut di
    atas dan ketentuan-ketentuan lain, misalnya tata cara penjatahan,
    pengembalian uang pemesanan, penyediaan surat kolektif Efek, dan
    pencatatan Efek di Bursa Efek, telah secara tegas mengatur bahwa
    penyampaian Pernyataan Pendaftaran memang dirancang bagi
    Penawaran Umum yang wajib dilaksanakan segera setelah efektifnya
    Pernyataan Pendaftaran.

2. Penawaran Umum Obligasi

    Secara umum Penawaran Umum dalam rangka penerbitan obligasi
    tidak berbeda dengan Penawaran Umum dalam rangka penerbitan
    saham. Keduanya tetap mengikuti peraturan tentang pengajuan
    Pernyataan pendaftaran sebagaimana yang telah diuraikan diatas.
    Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan dari
    sisi mekanisme/prosedur penawaran umum. Hal yang berbeda adalah
    dalam hal keterbukaan informasi yang harus disajikan dalam
    prospektus.


                                                               16
B. Penawaran Umum dengan Metode Shelf Registration

       Secara      sederhana,      pengertian    Shelf        Registration     adalah
  penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum
  sekarang akan tetapi pelaksanaan Penawaran Efeknya tidak dilakukan
  segera setelah Pernyataan Pendaftaran tersebut efektif. Sedangkan
  pelaksanaan penawaran Efek dilakukan pada suatu saat di masa yang
  akan datang (delayed basis) atau dengan cara berkelanjutan (continuous
  basis). Penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran
  Umum       dengan     menggunakan         metode    Shelf     Registration    akan
  memberikan manfaat kepada Pihak yang akan melakukan Penawaran
  Umum yang tidak diperoleh dari metode Non-Shelf Registration. Dengan
  demikian, pada saat dibutuhkan (proximate future) Efek tersebut sudah
  siap untuk segera ditawarkan ke publik.

       Dalam praktek yang ada sekarang ini, mekanisme Shelf Registration
  telah diterapkan di beberapa negara yaitu antara lain: Amerika Serikat,
  Inggris,   dan      Singapura.    Mekanisme        Shelf     Registration    dapat
  dipergunakan untuk melakukan penawaran baik saham, obligasi, maupun
  Medium Term Notes (MTN). Beberapa negara memungkinkan untuk
  menggunakan semua penawaran instrumen tersebut diatas dengan
  mekanisme Shelf Registration. Namun ada negara yang hanya
  memperbolehkan penggunaan mekanisme Shelf Registration hanya
  untuk jenis efek tertentu saja. Pembahasan secara lebih rinci mengenai
  penerapan metode Shelf Registration di beberapa negara tersebut akan
  diungkapkan lebih lanjut pada Bab III mengenai “Praktek Shelf
  Registration di Beberapa Negara”.

       Munculnya metode Shelf Registration ini bermula dari kebutuhan
  praktek bisnis. Penawaran Umum yang dikenal selama ini di Indonesia,
  dirancang untuk diselesaikan segera setelah efektifnya Pernyataan
  Pendaftaran. Bentuk Penawaran Umum dengan menggunakan metode


                                       17
Shelf Registration dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan
praktek bisnis, yang terkadang mengharuskan manajemen untuk
melakukan tindakan segera dalam menanggapi kesempatan-kesempatan
bisnis yang ada. Perusahaan menginginkan adanya kemungkinan untuk
melakukan pendaftaran dan menyiapkan Efek-efeknya terlebih dahulu.
Dengan demikian Efek-efek tersebut akan segera tersedia untuk
ditawarkan dan dijual pada saat dibutuhkan. Sebagai contoh, perusahaan
merencanakan untuk mengakuisisi suatu perusahaan lain. Untuk
keperluan tersebut, perusahaan berkeinginan untuk menyediakan saham
yang telah terdaftar dan siap dijual untuk digunakan dalam pelaksanaan
akuisisi perusahaan tersebut.

    Dalam kasus lain, terkadang suatu transaksi mensyaratkan Efek
ditawarkan dan dijual dalam suatu periode yang panjang secara
berkelanjutan, misalnya penawaran saham dalam skema Employee Stock
Ownership Plan (ESOP). Dalam program ini, perusahaan memberikan
kepada karyawannya hak untuk membeli saham setiap waktu dalam
periode program ESOP tersebut.

    Contoh lain adalah Penawaran Umum obligasi. Dalam pelaksanaan
penawaran tersebut, perlu dipertimbangkan kondisi dan daya serap
pasar, yaitu antara lain dengan memperhatikan perubahan tingkat suku
bunga dan memperhatikan saat yang tepat untuk melepaskan obligasi
tersebut di pasar. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas,
maka desain Penawaran Umum dengan metode Shelf Registration
menjadi pilihan yang tepat, mengingat perusahaan dapat mempersiapkan
lebih awal Efek yang akan ditawarkan di kemudian hari pada waktu yang
sesuai.

    Shelf Registration merupakan alternatif lain yang memiliki beberapa
fleksibilitas daripada proses Penawaran Umum yang selama ini dikenal.
Dari sisi waktu, Shelf Registration lebih fleksibel bagi penggunanya,


                                 18
karena memungkinkan untuk melakukan persiapan lebih dini dan
melaksanakan penawaran Efek pada waktu yang sesuai. Sedangkan dari
sisi keterbukaan informasi, dengan Shelf Registration, pada saat
penawaran Efek dilakukan, perusahaan hanya diwajibkan menyampaikan
informasi yang lebih ringkas, mengingat informasi secara lengkap telah
disampaikan sebelumnya.

       Lebih jauh berkaitan dengan keterbukaan informasi, mengingat ada
jeda     waktu   antara   efektifnya        Pernyataan   Pendaftaran   dengan
pelaksanaan Penawaran Umum, maka untuk memenuhi prinsip
keterbukaan, pihak yang menggunakan metode Shelf Registration
diwajibkan untuk memutakhirkan informasi ke publik atas setiap
perubahan material maupun tambahan informasi yang ada.

       Di samping itu, mengingat Penawaran Umum dapat dilakukan
dengan cara delayed basis atau continuos basis, maka untuk menghindari
adanya penurunan kualitas keterbukaan informasi, Shelf Registration
memberikan batasan waktu antara efektifnya Pernyataan Pendaftaran
dengan pelaksanaan penawaran Efek.




                                       19
                                   BAB III
                   PRAKTEK SHELF REGISTRATION
                            DI BEBERAPA NEGARA



    Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bab sebelumnya, dengan
metode Shelf Registration akan memungkinkan Emiten untuk melakukan
Penawaran Umum atas Efek pada continuous atau delayed basis. Dengan
kata lain penyampaian Pernyataan Pendaftaran sekarang sedangkan
Penawaran Efeknya dilakukan kemudian. Perbedaan yang mendasar jika
dibandingkan dengan proses Penawaran Umum dalam bentuk Non-Shelf
Registration adalah dalam hal waktu pelaksanaan Penawaran Umum.
Dimana dalam metode Non-Shelf Registration, segera setelah efektifnya
Pernyataan Pendaftaran wajib segera dilakukan Penawaran Umum.

    Secara spesifik negara-negara yang telah menerapkan metode Shelf
Registration mengatur pelaksanaannya dalam aturan khusus. Meskipun
konsep umum yang digunakan hampir sama, namun terdapat karakteristik
yang berbeda pada masing-masing negara, misalnya jangka waktu
kadaluarsanya pernyataan efektif, tata cara penyampaian Pernyataan
Pendaftaran dan tata cara memutakhirkan informasi, terdapat perbedaan di
masing-masing negara. Selanjutnya untuk dapat memperoleh gambaran
tentang   Penerapan    Shelf    Registration,   perbedaan   tata   cara   dan
peraturan-peraturan yang diterapkan, dalam Bab ini akan dibahas
bagaimana aturan tersebut diterapkan pada masing-masing negara yang
menjadi objek penelitian.




                                      20
A. Amerika Serikat

  1. Peraturan

     Perlu beberapa saat bagi Securities Exchange Committee (SEC) untuk
     menerbitkan peraturan tersendiri tentang Shelf Registration. Hal ini
     dikarenakan adanya kekhawatiran SEC pada saat itu bahwa investor
     akan disuguhi dengan stale prospectus (prospektus kadaluarsa).
     Sebelum diterapkan secara resmi pada bulan November 1983,
     peraturan tentang Shelf Registration telah melalui masa percobaan
     dari bulan Maret 1982. Hingga akhirnya, Shelf Registration diatur
     dalam Rule 415 tentang “Delayed or Continuous Offering and Sale
     Securities”
     Perubahan/tambahan Rule 415 ini diperlukan karena dalam Section
     6(a) menyatakan bahwa “Pernyataan Pendaftaran dinyatakan efektif
     hanya jika efek yang ditentukan akan segera ditawarkan”. Alasan dari
     kalimat terakhir dari peraturan ini adalah untuk meyakinkan investor
     bahwa Pernyataan Pendaftaran dan prospektus yang mereka gunakan
     sebagai dasar untuk mengambil keputusan, telah memuat dan
     menyediakan informasi yang paling terkini.
     Keterbukaan informasi bagi metode Shelf Registration tunduk pada
     Regulation S-K yaitu Standard Instructions for Filling Forms Under
     Securities Act of 1933, Securities Exchange Act of 1934 and Energy
     Policy and Conservation Act of 1975.

  2. Ruang Lingkup

     Sistem Shelf Registration diterapkan hanya untuk efek-efek tertentu
     yaitu:

     a. Efek-efek yang yang ditawarkan atau di jual hanya oleh atau atas
        nama pihak atau pihak-pihak selain pendaftar, subsidiary pendaftar
        atau pihak dimana pendaftar sebagai subsidiary;



                                   21
b. Efek yang ditawarkan dan dijual berkaitan dengan deviden atau
   bunga dari program re-investasi atau ESOP;

c. Efek yang dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan opsi, waran, atau
   right (hak untuk memesan Efek);

d. Efek yang dikeluarkan dalam rangka konversi Efek lainnya;

e. Efek yang dilekatkan sebagai jaminan;

f. Efek yang didaftarkan berdasarkan Form F-6;

g. Efek yang beragun mortgage;

h. Efek yang dikeluarkan dalam rangka transaksi bisnis yang bersifat
   kombinasi;

i. Efek yang ditawarkan akan diumumkan dengan segera dan dapat
   dilanjutkan untuk suatu jangka waktu tidak lebih dari 30 hari sejak
   Pernyataan Pendaftarannya dinyatakan efektif;

j. Efek yang didaftarkan pada Form S-3 atau Form F-3 yang
   ditawarkan dan dijual pada continuous atau delayed basis oleh
   pendaftar, subsidiary pendaftar atau pihak dimana pendaftar
   sebagai subsidiary;

k. Saham biasa yang ditawarkan dan dijual pada pada continuous
   atau delayed basis oleh reksadana tertutup atau perusahaan
   business development yang membeli penawaran secara periodik.

Dalam hal pernyataan pendaftaran untuk penawaran efek bersifat
ekuitas di pasar oleh pendaftar atau atas nama pendaftar:

a. Harus memenuhi huruf j di atas;

b. Dalam hal saham yang didaftarkan memiliki hak suara, jumlah efek
   yang didaftarkan tersebut tidak boleh melebihi 10% dari kapitalisasi

                               22
     nilai pasar dari saham dengan hak suara yang sah yang dimiliki
     oleh pihak diluar afiliasi.(dihitung sejak waktu 60 hari sebelum
     tanggal filling);

  c. Efek harus dijual melalui underwriter atau beberapa underwriter,
     selaku principal atau agen bagi pendaftar;

  d. Nama-nama underwriter harus disebutkan dalam prospektus
     sebagai bagian dari pernyataan pendaftaran. Istilah penawaran di
     pasar berarti penawaran efek kepada pasar perdagangan yang ada
     untuk saham beredar pada kelas yang sama namun pada harga
     selain fixed price dengan atau melalui fasilitas bursa efek nasional
     atau kepada atau melalui market maker selain bursa efek.

  Peraturan ini tidak berlaku bagi pernyataan pendaftaran untuk
  penawaran umum efek oleh face-amount certificate atau redeemable
  securities yang dikeluarkan oleh reksadana terbuka atau unit
  investment trust di bawah peraturan the Investment Act of 1940 atau
  pernyataan      pendaftaran   pemerintah        asing   atau   political
  subdivision-nya.

3. Jumlah dan Jangka Waktu (untuk efek tertentu)

  Efek yang dikeluarkan dalam rangka transaksi bisnis kombinasi hanya
  dapat didaftarkan dalam suatu jumlah tertentu yang, pada saat
  pernyataan pendaftaran menjadi efektif, dapat diproyeksikan untuk
  ditawarkan dan dijual dalam jangka waktu dua tahun sejak pernyataan
  pendaftarannya dinyatakan efektif.

4. Keterbukaan Informasi

  Secara garis besar, keterbukaan informasi yang wajib disampaikan
  dalam rangka Shelf Registration adalah:

  a. Umum.



                                 23
b. Bisnis.

   1) Uraian mengenai kegiatan usaha Perseroan;

   2) Uraian mengenai harta kekayaan Perseroan;

   3) Pengaduan / Perkara-perkara yang dihadapi Perseroan.

c. Efek.

   1) Harga pasar dan deviden dari saham biasa dan hal-hal yang
      berkaitan dengan pemegang saham;

   2) Uraian mengenai saham Perseroan.

d. Informasi Keuangan.

   1) Ikhtisar data keuangan penting;

   2) Informasi tambahan mengenai keadaan keuangan;

   3) Analisis dan pembahasan oleh manajemen mengenai kondisi
      keuangan dan operasional Perseroan;

   4) Perubahan dan Ketidaksetujuan dengan Akuntan berkaitan
      dengan keterbukaan akuntansi dan keuangan.

e. Manajemen dan Pemegang Saham Tertentu.

   1) Direksi, CEO, dan Pengendali;

   2) Kompensasi bagi manajemen;

   3) Kepemilikan saham oleh pemegang saham tertentu (beneficial
      owner) dan manajemen;

   4) Transaksi-transaksi tertentu.

f. Pernyataan pendaftaran dan prospektus.

   1) Pernyataan pendaftaran;

   2) Prospektus ringkas, faktor resiko;


                               24
     3) Penggunaan dana;

     4) Penentuan harga penawaran;

     5) Dilusi;

     6) Rencana distribusi;

     7) Kepentingan dari tenaga ahli dan konsultan;

     8) Biaya lain dari penerbitan dan pendistribusian;

     9) Penjaminan penawaran umum efek.

  g. Lampiran

  h. Lain-lain

5. Corporate Action yang menggunakan Shelf Registration

  a. Continuous Basis

     Salah satu contoh bentuk Penawaran Umum yang memanfaatkan
     sistem      Shelf   Registration    dalam   continuous   basis   adalah
     Penawaran Umum saham kepada karyawan (ESOP), yaitu
     program pemberian hak kepada karyawan untuk membeli saham
     setiap saat selama jangka waktu program.

     Mengingat pelaksanaan hak untuk membeli saham tersebut dapat
     dilakukan sewaktu-waktu dalam jangka waktu program, maka
     pengeluaran sahamnya harus dilakukan beberapa kali. Oleh karena
     itu, dengan adanya sistem Shelf Registration, maka Emiten tidak
     perlu lagi menyampaikan pernyataan pendaftaran setiap kali akan
     mengeluarkan saham sebagai pelaksanaan hak dari ESOP.

     Dalam praktek, Emiten biasanya melaksanakan program ESOP
     dalam beberapa tahap dalam jangka waktu tertentu.

  b. Delayed Basis


                                    25
     Penawaran Umum dalam delayed basis pada umumnya digunakan
     oleh   Emiten   yang   menawarkan       obligasi,   di   mana   dalam
     pelaksanaan penawaran umumnya Emiten dapat menunggu saat
     yang tepat untuk menawarkan obligasinya di pasar misalnya dalam
     hal mempertimbangkan tingkat suku bunga.

6. Pemutakhiran Informasi

  Untuk menghindari adanya stale prospectus diwajibkan bagi pendaftar
  Shelf Registration untuk memberikan amandemen pasca efektif untuk
  menjaga kekinian informasi demi keterbukaan di dalam pernyataan
  pendaftaran dan prospektus, sesuai dengan paragraph (a)(3) Rule
  415.
  Pendaftar harus menyampaikan amandemen sesuai item 512(a)
  Regulation S-K, antara lain:

  a. Menyampaikan semua persyaratan yang diminta dalam prospektus
     sesuai section 10(a)(3).

     Hal ini berarti bahwa pendaftar wajib memutakhirkan Laporan
     keuangan Tahunan.

  b. Perubahan Informasi yang bersifat fundamental.

     1) Menyampaikan fakta atau kejadian yang timbul setelah tanggal
         efektif atau pasca efektif amandemen yang terakhir, yang secara
         individu atau keseluruhan menimbulkan perubahan yang
         fundamental    dalam    informasi   yang    disampaikan     dalam
         pernyataan pendaftaran.

         Penggunanaan istilah perubahan informasi fundamental bukan
         informasi material merupakan cerminan keinginan SEC bahwa
         post effective amendments diminta untuk perubahan-perubahan




                                   26
         yang tidak harus material namun perubahan yang substansial
         dan besar.

      2) Kenaikan atau penurunan efek yang ditawarkan, dan semua
         deviasi dari maksimal penawaran yang diperkirakan dalam
         prospektus.

      3) Perubahan volume dan harga tidak lebih dari 20% dari yang
         telah diestimasikan.

      4) Informasi material mengenai distribusi yang belum dicantumkan
         atau perubahannya dalam pernyataan pendaftaran.

   c. Setiap pasca efektif amandemen dinyatakan sebagai pernyataan
      pendaftaran yang baru untuk efek yang ditawarkan.

   d. Pasca efektif amandemen tidak langsung efektif secara otomatis,
      biasanya diikuti dengan penundaan setidaknya selama 48 jam.

   e. Mencabut pendaftaran efek dengan pasca efektif amandemen yang
      belum terjual pada akhir periode penawaran.

   f. Jika pendaftar adalah Emiten asing, diatur dalam peraturan
      tersendiri.

7. Persyaratan bagi calon pendaftar Shelf Registration:

   Tidak semua perseroan bisa menggunakan sistem Shelf Registration
   ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

   a. Perseroan harus memiliki rating investment grade.

   b. Perseroan tidak mengalami default atas kewajibannya/hutang
      selama 12 bulan.

   c. Kapitalisasi nilai pasar saham perseroan yang beredar harus lebih
      dari USD 75 juta.



                                 27
     d. Tidak melanggar Securities Act of 1934 selama 12 bulan terakhir.

B. Inggris

  1. Umum

     Sistem Shelf Registration adalah sistem registrasi atau pendaftaran
     yang mengijinkan Emiten yang terdaftar pada Official list of UK Listing
     Authority (ULA) untuk menyerahkan dokumen yang berlaku selama
     satu tahun yang berisi sebagian besar informasi yang disyaratkan bagi
     Emiten untuk listing di pasar modal Inggris. Selanjutnya, ULA akan
     mempublikasikan dokumen tersebut melalui website, yang dapat
     diakses melalui http://www.fsa.gov.uk. Selanjutnya, apabila dalam
     kurun waktu satu tahun, Emiten tersebut berniat untuk menerbitkan
     dan mendaftarkan sahamnya atau obligasinya, maka Emiten tersebut
     tinggal menambahkan persyaratan yang belum dipenuhi, yakni short
     documents (“issue note”) serta memutakhirkan data apabila diperlukan
     atau dipertanyakan.
     Dengan metode sebagaimana diungkapkan diatas, maka akan
     memungkinkan bagi pemodal untuk menerima dokumen akhir yang
     jauh lebih ringkas namun mutakhir. Disisi Emiten, menggunakan Shelf
     Registration berarti mengurangi biaya-biaya periodik, hal ini berarti
     menekan biaya penawaran umum. Disisi lain, penerapan Shelf
     Registration akan mengurangi beban pekerjaan baik Emiten maupun
     profesi penunjang pasar modal konsultan pada saat terjadi penawaran
     umum saham atau obligasi, dan hal ini tentu saja akan meminimalkan
     waktu untuk memproses dokumen yang berhubungan dengan
     penawaran umum.
     Semua Emiten, dimanapun Emiten tersebut didirikan, berhak untuk
     menggunakan sistem ini apabila telah listing di ULA selama 12 bulan
     atau apabila Emiten tersebut telah menerbitkan untuk pertama kalinya
     annual account sebagai Emiten tercatat, yang mana lebih dahulu.



                                    28
  Pada dasarnya shelf document dapat dibuat kapan saja, namun akan
  sangat menghemat biaya apabila dibuat pada saat diterbitkannya
  annual report and account dari perusahaan yang bersangkutan.
  Informasi yang termuat dalam Shelf Registration, dianggap masih
  berlaku sampai diterbitkannya annual report and account yang baru.
  Informasi tersebut dianggap kadaluwarsa setelah 12 bulan sejak shelf
  document tersebut terpasang pada website Shelf Registration. Atas
  permintaan tertulis dari Emiten, data dalam shelf document tersebut
  dapat dihapus dari website Shelf Registration, meskipun shelf
  document tersebut belum terpasang selama satu tahun.
  Data dalam shelf document tidak akan atau tidak perlu diubah apabila
  masih dipandang paling mutakhir, perubahan data secara detail
  disertakan pada dokumen issue note selanjutnya.
  Emiten     dapat   memilih     format    untuk    mempersiapkan      shelf
  document-nya. Terdapat tiga format yang dapat dipilih, yaitu:

  a. Tailor made shelf document.

  b. “Wraparound” untuk annual report and account yang berisi
     tambahan    informasi     seperti    yang   disyaratkan   dalam   shelf
     document.

  c. “Expanded” annual report and account yang berisi informasi
     tambahan mengenai kedua laporan tersebut.

  Dari ketiga format tersebut di atas, negara-negara di kawasan Eropa
  cenderung memilih “Expanded” annual Report and account.

2. Keterbukaan

  Ketentuan-ketentuan penyampaian shelf document dari Financial
  Service Agency (FSA - lembaga otoritas keuangan yang salah satu
  tugasnya mengawasi pasar modal di Inggris ) dapat disarikan sebagai
  berikut:



                                   29
a. Shelf document harus memuat semua informasi sebagaimana
  disyaratkan di table I A untuk shares dan table II A untuk debt
  securities.

  Contoh checklist untuk penerbitan saham :

                  Shelf Document – Issue of shares


  Name of Company:
  ……………………………………………………………….….
  Nature of Transaction:
  …………………………………………………………………..
  Name of Sponsor/Authorised Advisor:
  .………………………………………………………………….
  Date submitted:
  …….…………………………………………………………….


     Rule        Page      Proof         Comment (where
                Ref No.    Number            applicable)
   6.A.01
   6.A.02
   6.A.03
   6.A.04
   6.A.05
   6.A.06
   6.A.07
   6.B.04*


  Signed by:
  ……………………………………………………………………………..
  Partner/Director or duly authorised officer for and on behalf of:


                               30
     *) Daftar peraturan yang tercantum pada tabel tersebut hanya
        sebagai contoh dan hanya sebagian kecil dari peraturan yang
        disyaratkan

  b. Apabila Emiten menggunakan annual report and account sebagai
     dasar penyampaian shelf document, maka Emiten tersebut tidak
     perlu   mengulang   informasi      sebagaimana    disyaratkan   pada
     appendix apabila informasi tersebut sudah tercakup pada kedua
     laporan tersebut.

  c. Apabila Emiten menggunakan annual report and account sebagai
     dasar penyampaian shelf document, maka apabila kedua laporan
     tersebut tidak mencakup laporan keuangan selama tiga tahun,
     maka Emiten tersebut wajib menyerahkan annual report and
     account dua tahun terakhir.

     Issue note harus mencakup detail dari perubahan informasi yang
     signifikan atau appropriate negative statement.

  d. Memuat pernyataan yang menerangkan bahwa hanya issue note
     dan shelf document yang memuat data yang sah perihal listing dari
     efek yang ditawarkan. Pernyataan ini harus ditempatkan pada
     tempat yang mudah dilihat dan wajib dimuat pada issue note dan
     shelf document. Issue note harus menyatakan bahwa shelf
     document akan ditampilkan di website dan tersedia dalam edisi
     cetak serta cara mendapatkan edisi cetak tersebut.

3. Persetujuan Shelf Document

  Shelf document harus mendapatkan persetujuan dari ULA sebelum
  dipublikasikan. Persetujuan diberikan dalam bentuk cap stempel pada
  dokumen tersebut.



                                   31
4. Publikasi dan Pendistribusian Shelf Document

   Setelah shelf document disetujui, fotokopi dari dokumen tersebut harus
   tersedia bagi publik baik secara online maupun dalam edisi cetak untuk
   kepentingan pemeriksaan di Document Viewing Facility. ULA akan
   mengumumkan shelf document yang telah mendapat persetujuan
   pada website-nya selambat-lambatnya T+1 dari tanggal publikasi serta
   pernyataan bahwa dokumen tersebut akan dipublikasi dalam website
   khusus ( terpisah dari website ULA) sepanjang data tersebut masih
   belum kadaluwarsa.
   Pada saat dokumen diserahkan ke ULA untuk mendapatkan
   persetujuan, Emiten wajib membuat salinan secara elektronik (melalui
   email maupun CD ROM), dengan format standar yang telah
   ditentukan, yaitu dalam bentuk Microsoft word atau Quark Press.
   Setelah dokumen tersebut disetujui, satu hari kerja dari tanggal
   penerimaan salinan format elektronik, ULA akan memuat dokumen
   tersebut pada website dan apabila diperlukan, ULA akan membuat link
   dari website shelf document ke website Emiten.

5. Penyerahan Dokumen

   Emiten wajib menyerahkan setiap draft issue note sebanyak tiga
   salinan minimal 10 hari kerja sebelum tanggal publikasi yang
   direncanakan. Draft tersebut harus disertai semua dokumen yang
   disyaratkan dan apabila diminta oleh ULA, Emiten wajib menyerahkan
   salinan dari persetujuan shelf document sebelumnya sebagai bahan
   cross check.
   Emiten wajib menunjuk listing agent dan sponsor yang bertanggung
   jawab untuk menyiapkan dan mendapatkan persetujuan atas shelf
   document dan issue note. Apabila kondisi ini tidak dapat dipenuhi
   maka, Emiten wajib memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam
   bab dua pada peraturan pencatatan FSA.



                                  32
     Setiap proses penawaran umum dikenakan biaya £ 5,000 yang terdiri
     dari £1,500 untuk biaya shelf document dan £3,500 untuk issue notes

C. Singapura

  1. Umum

     Dalam prakteknya di Singapura, metode Shelf Registration digunakan
     untuk penawaran umum Medium Term Notes (MTN), sebagai salah
     satu bentuk instrumen hutang yang bisa dijadikan alternatif jenis efek
     hutang yang diterbitkan dalam penawaran umum.
     Program MTN merupakan suatu master program hutang dimana issuer
     dapat menerbitkan hutang atau notes secara bertahap untuk jangka
     waktu, jumlah, tingkat bunga yang berbeda-beda. Dokumen utamanya
     disusun dan disampaikan pada permulaan penyampaian pernyataan
     pendaftaran, pada saat penerbitan dalam masing masing tahapan
     Emiten tinggal menyampaikan informasi tambahan.
     Jangka waktu yang ditawarkan dalam MTN adalah 3-4 tahun, lebih
     pendek dari obligasi yang umumnya ditawarkan dalam jangka waktu
     10 tahun atau lebih. Penerbit MTN umumnya dilakukan oleh
     perusahaan yang bergerak dalam industri properti dan perbankan.
     Nilai penawaran umum MTN mulai Januari 2000 sampai dengan
     Desember 2001 dengan masa jatuh tempo 3-4 tahun diserap oleh jasa
     keuangan mencapai 22%, properti 29 % utiliti 9%, otomotif 6%,
     manufaktur 5% dan sisanya 29% untuk industri lain-lain. Singapura
     tertarik menawarkan instrumen ini melalui pasar modal sebagai
     langkah proaktif mengatasi krisis keuangan di wilayah Asia.
     Kemudahan yang diberikan oleh pemerintah Singapura untuk efek
     hutang yang ditawarkan meliputi :

     a. Pembebasan pajak untuk pendapatan fee dari perencanaan,
        proses penawaran umum hingga pendistribusian efek hutang;




                                    33
  b. Tarif pajak 10% untuk pendapatan bunga dari pemilikan efek
     hutang dan pendapatan yang diperoleh dari perdagangan efek
     hutang; dan

  c. Pembebasan pajak atas bunga yang diperoleh dari kepemilikan
     efek hutang oleh investor asing.

2. Ruang Lingkup

  Penerbit efek hutang diwajibkan untuk menyampaikan pernyataan
  pendaftaran ke Monetary Authority of Singapore sebagai salah satu
  persyaratan, dan informasi tersebut terbuka untuk publik. Informasi
  meliputi jenis efek hutang yang ditawarkan dengan pengisian standar
  formulir    yang    ditetapkan,        biasanya   dalam   bentuk   info
  memo/prospektus ringkas. Info memo ini berguna pula bagi investor
  institusi dan lainnya untuk digunakan sebagai dokumen penjualan. Info
  memo harus ditandatangani oleh Emiten dan penjamin penawaran
  umum efek. Informasi mengenai Emiten yang menawarkan MTN
  dalam info memo ini biasanya dijadikan dasar investasi dalam jangka
  waktu enam bulan.
  Penerbitan MTN sebagai bagian dari penawaran efek hutang, dapat
  dilakukan oleh Emiten dalam jumlah hingga $ 500 juta Singapura, dan
  dapat dilaksanakan dengan atau tanpa menyertakan penjamin
  penawaran umum efek. Dalam setiap penerbitan MTN, pada dokumen
  penawaran, Emiten harus menjelaskan jenis efek hutang dan periode
  jatuh tempo, sesuai dengan prosedur umum dalam penawaran efek.
  Efek hutang ini diterbitkan untuk memberikan suatu hasil/margin
  dengan tingkat bunga tetap atau bunga mengambang. Pada umumnya
  setiap penerbitan MTN dikelola oleh satu atau lebih bank sindikasi atau
  diterbitkan dengan sistem tender melalui dealer atau bank yang
  ditunjuk.




                                    34
3. Manfaat

  Manfaat atau Keuntungan dari penerbitan MTN :

  a. Merupakan sumber dana alternatif, peluang yang tidak diberikan
     oleh industri perbankan, jatuh tempo yang fleksibel dan penerbitan
     yang memerlukan informasi yang ringkas.

  b. Penerbitan yang bersifat fleksibel, pembayaran dengan jadwal yang
     ditentukan, memberi respon atas permintaan pasar dan investor,
     bentuk alternatif terstruktur, dapat dicatatkan di bursa dan
     menggunakan       standar   penyampaian      dokumen   pernyataan
     pendaftaran.

  c. Biaya rendah, peluang untuk transaksi swap, reverse enquiry,
     efisiensi dalam penyampaian dokumen pendaftaran.

  d. Perluasan kepemilikan oleh investor dan program pengelolaan
     yang andal. Memperluas akses bagi investor di Singapura, peluang
     akses ke pasar modal, mudah untuk keluar dari mekanisme bursa
     tanpa menimbulkan spekulasi dan mempermudah Emiten dalam
     mengamati arus keluar dan masuknya dana.

  Seperti halnya penawaran umum obligasi/Efek hutang jangka panjang,
  skema penawaran umum MTN melibatkan pihak-pihak meliputi
  Emiten, Penjamin Pelaksana Penawaran Umum Efek, Konsultan
  Hukum, Wali Amanat, pihak bank sebagai agen untuk penentuan
  tingkat    bunga   yang   diberikan   serta   Agen   Pembayaran   dan
  Penyimpanan.

4. Keterbukaan Informasi

  Dokumen yang wajib disampaikan seperti telah disebutkan diatas,
  tidak harus dalam bentuk prospektus lengkap, dapat berupa info
  memo/prospektus ringkas, antara lain meliputi kesepakatan program



                                  35
penawaran MTN, perjanjian keagenan, perjanjian perwaliamatan,
perjanjian pendistribusian, opini Konsultan Hukum, comfort letter dari
Akuntan Publik, opini Akuntan Publik atas Laporan Keuangan,
pernyataan manajemen, agen pemeringkat, dan perjanjian dengan
bursa efek dimana MTN dicatatkan.




                               36
                                  BAB IV
                         SHELF REGISTRATION
                     DI PASAR MODAL INDONESIA



    Sebagai suatu metode penawaran umum efek, Shelf Registration sudah
diterapkan pada berbagai negara. Dalam prakteknya sudah barang tentu
metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya dalam Bab ini,
akan dianalisis tentang bagaimana kemungkinan penerapan metode Shelf
Registration ini di Pasar Modal Indonesia.

Dalam pembahasannya akan dicoba untuk melihat kemungkinan penerapan
metode Shelf Registration ini dari berbagai sudut pandang, dengan demikian
akan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif, ditinjau dari sisi
hukum, keterbukaan, akuntansi dan kebutuhan.

A. Tinjauan dari Sisi Hukum

       Tinjauan dari sisi hukum ini akan mengkaji kemungkinan dapat atau
   tidaknya metode Shelf Registration diterapkan di Pasar Modal Indonesia.
   Kemungkinan ini dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan yang
   berlaku Indonesia, seperti Undang-undang Perseroan Terbatas.

       Peninjauan dari sisi hukum ini tentunya tidak terlepas dari bagaimana
   proses penyampaian Pernyataan Pendaftaran dan Penawaran Umum
   yang saat ini diatur dalam aturan Pasar Modal Indonesia.

       Bentuk    Penawaran      Umum      yang   diatur   dalam   peraturan
   perundang-undangan di bidang pasar modal yaitu :




                                     37
1. Penawaran Umum

  Berdasarkan Pasal 70 Ayat 1 dan Pasal 74 UUPM antara lain
  disebutkan bahwa setiap Pihak yang bermaksud menghimpun dana
  melalui Penawaran Umum diwajibkan terlebih dahulu menyampaikan
  Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam dan Penawaran Umum
  tersebut baru dapat dilakukan setelah Pernyataan Pendaftaran
  menjadi efektif. Pernyataan Pendaftaran akan menjadi efektif apabila
  Pernyataan Pendaftaran tersebut telah disampaikan secara lengkap
  dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Bapepam.
  Berdasarkan angka 26 Peraturan Nomor IX.A.2 tentang Tata Cara
  Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum disebutkan bahwa
  jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan
  disampaikannya laporan hasil Penawaran Umum kepada Bapepam
  selambat-lambatnya 15 hari kerja.
  Berdasarkan hal tersebut diatas, Undang-undang tidak mengatur
  kapan Penawaran Umum atas suatu Efek yang sudah didaftarkan ke
  Bapepam harus ditawarkan kepada Publik. Dalam rangka memberikan
  kejelasan tentang bagaimana seharusnya tata cara Penawaran
  Umum, maka Bapepam mengeluarkan aturan yang mewajibkan
  Emiten untuk melakukan Penawaran Umum paling lambat 15 hari
  setelah surat efektif dikeluarkan oleh Bapepam. Dengan kondisi
  tersebut, maka dalam hal metode Shelf Registration akan diterapkan di
  Pasar Modal, maka secara hukum tidak terdapat aturan yang
  menghalanginya. Mengenai bagaimana tata cara Penawaran Umum
  dengan metode Shelf Registration itu sendiri dapat diatur dalam aturan
  tersendiri.

2. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Peraturan Nomor IX.D.1.)

  Dalam Peraturan tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
  (HMETD) ditentukan bahwa bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang



                                 38
  akan menambah sahamnya, termasuk melalui penerbitan waran, atau
  Efek konversi, wajib memberikan HMETD atas Efek baru yang akan
  diterbitkan bagi setiap pemegang saham yang ada sebanding dengan
  prosentase kepemilikan mereka. Sedangkan dalam metode Shelf
  Registration tidak dikenal adanya proses Hak Memesan Efek Terlebih
  dahulu.
  Dengan demikian, pelaksanaan Penawaran Umum dengan metode
  Shelf Registration untuk HMETD tidak dimungkinkan. Hal ini karena
  pelaksanaan Shelf Registration langsung ditawarkan kepada publik
  tanpa memberikan HMETD.

3. Penambahan modal tanpa HMETD (Peraturan Nomor IX.D.4.)

  Peraturan ini ditujukan bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang akan
  menambah modalnya tanpa HMETD. Penambahan modal dapat
  dilaksanakan dengan ketentuan:

  a. Maksimum 5% dari modal disetor dalam jangka waktu tiga tahun.

  b. Lebih dari 5% jika mengalami salah satu kondisi sebagai berikut:

     1) Mempunyai modal kerja bersih negatif dan mempunyai
        kewajiban melebihi 80% dari asset;

     2) Gagal   atau   tidak   mampu    menghindari    kegagalan     atas
        kewajibannya; atau

     3) Bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang berbentuk bank yaitu
        bank yang menerima pinjaman dari BI atau lembaga Pemerintah
        yang jumlahnya lebih dari 200% dari modal disetor.
  Berdasarkan   Peraturan      Nomor   IX.D.4   tersebut   diatas,   maka
  penawaran saham dengan cara Shelf Registration:

  a. Dapat diterapkan untuk penambahan modal yang maksimum 5%
     dengan catatan perlu adanya perubahan dari Peraturan Nomor



                                 39
          IX.D.4 khususnya mengenai keterbukaan informasi dan tata cara
          penyampaian dokumen tambahan.

       Tidak dapat diterapkan untuk penambahan modal yang melebihi dari
  5% karena penawaran saham dengan cara Shelf Registration pada
  umumnya diperuntukkan bagi perusahaan yang mempunyai kondisi
  keuangan yang baik. Sedangkan Peraturan Nomor IX.D.4 diperuntukkan
  bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang kondisi keuangannya tidak
  baik.

B. Tinjauan dari Sisi Akuntansi

       Ditinjau dari sisi Akuntansi, penerapan Shelf Registration dalam
  Pasar Modal Indonesia sangat dimungkinkan. Hal ini disebabkan karena
  sesuai dengan Peraturan Bapepam No. VIII.G.7 tentang Pedoman
  Penyajian Laporan Keuangan masih diatur secara umum, sedangkan dan
  hal-hal yang berhubungan dengan bentuk, isi dan persyaratan dalam
  penyajian laporan keuangan yang tidak diatur dalam peraturan ini, harus
  mengikuti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang
  diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan praktik akuntansi
  lainnya yang lazim berlaku di pasar modal. Tinjauan dari aspek akuntansi
  meliputi perubahan yang harus dilakukan dan dijelaskan dalam laporan
  keuangan dalam rangka penerapan Shelf Registration.

       Berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya, dengan metode
  Shelf Registration akan memungkinkan Emiten untuk melakukan
  Penawaran Umum atas Efek pada continuous atau delayed basis yang
  akan berdampak terhadap penyajian dan keterbukaan informasi
  akuntansi yang harus dilakukan dalam Laporan Keuangan Emiten.
  Disamping hal tersebut, jangka waktu Shelf Registration yang biasanya
  terdiri dari satu atau dua tahun juga akan berpengaruh terhadap cut off
  date atas beban-beban Emisi Efeknya.



                                   40
     Tinjauan dari aspek akuntansi menitikberatkan pada perlakuan
akuntansi Penawaran Umum baik Efek bersifat ekuitas atau Efek bersifat
hutang yang terjadi akibat penerapan Shelf Registration tersebut.

1.   Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas

     Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam penerapan Shelf
     Registration pada Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas adalah
     perlunya penambahan disclosure atau keterbukaan terutama pada
     akun    ekuitas,   melalui   penambahan            catatan   tertentu   yang
     menjelaskan adanya penerapan Shelf Registration sehingga dapat
     dijelaskan jumlah saham yang tersedia untuk dijual, metode
     penjualan yang langsung atau bertahap serta jangka waktu
     penawarannya. Hal tersebut perlu diungkapkan karena adanya
     kemungkinan jangka waktu lebih dari satu tahun seperti diterapkan di
     Inggris, sehingga riwayat atas transaksi harus secara jelas
     diungkapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca
     Laporan keuangan yang disebabkan oleh hal-hal tertentu yang
     bersifat khusus.
     Biaya emisi Efek yang berkaitan dengan hal tersebut telah dijelaskan
     dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman
     Penyajian Laporan Keuangan dalam angka 2 huruf b tentang Biaya
     Emisi Efek Ekuitas dimana dinyatakan bahwa:
     “Pos ini merupakan biaya yang berkaitan dengan penerbitan efek
     ekuitas perusahaan. Biaya ini mencakup fee dan komisi yang
     dibayarkan kepada penjamin emisi, lembaga dan profesi penunjang
     pasar   modal,     dan   biaya        percetakan    dokumen      pernyataan
     pendaftaran, biaya pencatatan efek ekuitas di bursa efek, serta biaya
     promosi. Biaya - biaya yang berkaitan dengan pencatatan saham di
     bursa efek atas saham-saham yang sudah beredar dan biaya yang
     berkaitan dengan deviden saham dan biaya pemecahan saham tidak
     termasuk dalam pos biaya emisi efek ekuitas.”

                                      41
     Beban emisi Efek yang timbul akibat pelaksanaan Penawaran Umum
     dengan metode Shelf Registration tersebut harus dibukukan dalam
     bagian ekuitas pada akun Tambahan Modal Disetor Lainnya,
     walaupun Penawaran Umumnya mungkin dilakukan pada periode
     mendatang. Untuk menghubungkan timbulnya penambahan pada
     akun nilai Tambahan Modal Disetor Lainnya dengan akun Modal
     Saham harus ditambahkan penjelasan yang memadai atas selisih
     tersebut.

2.   Penawaran Umum Efek Bersifat Hutang

     Secara garis besar tidak terdapat perbedaan yang mendasar untuk
     perlakuan akuntansi antara Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas
     dan Penawaran Umum Efek bersifat hutang dengan menggunakan
     metoda      Shelf   Registration.   Penambahan      disclosure   atau
     keterbukaan terutama pada akun hutang tersebut sangat dibutuhkan.
     Catatan tertentu yang menjelaskan adanya penerapan Shelf
     Registration sehingga dapat dijelaskan jumlah hutang yang tersedia
     untuk dijual, metode penjualan yang langsung atau bertahap serta
     jangka waktu penawarannya.

     Biaya emisi Efek hutang merupakan biaya transaksi yang harus
     dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan
     hasil emisi neto Efek hutang tersebut. Selisih antara hasil emisi neto
     dengan nilai nominal dari hutang tersebut merupakan diskonto atau
     premium yang harus diamortisasi selama jangka waktu efek hutang
     tersebut. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Peraturan Bapepam
     Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.
     Apabila pada satu periode biaya emisi Efek hutang sudah
     direalisasikan tetapi Penawaran Umum atas Efek bersifat hutang
     tersebut baru direalisasikan pada tahun berikutnya, biaya emisi
     tersebut harus diakui sebagai beban dibayar dimuka yang akan



                                    42
       dialokasikan atau direalisasikan sesuai pelaksanaan Penawaran
       Umum Efek tersebut.

C. Tinjauan dari Sisi Keterbukaan

       Proses Penawaran Efek di Indonesia, diawali dengan pengajuan
  Pernyataan Pendaftaran. Selanjutnya Sebagaimana dipahami dalam
  Penawaran Umum Efek di Indonesia dalam rangka keterbukaan informasi
  guna perlindungan kepada masyarakat pemodal telah diatur dengan
  peraturan-peraturan antara lain:

  1. Penawaran     Umum      Perdana      (Initial   Public   Offering)   dengan
     peraturan-peraturan pokok sebagai berikut:

     a. Peraturan Nomor IX.A.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-111/PM/1996, tanggal 24 Desember 1996 tentang
        Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

     b. Peraturan Nomor IX.A.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-44/PM/2000, tanggal 27 Oktober 2000 tentang Tata
        Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.

     c. Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-42/PM/2000, tanggal 27 Oktober 2000 tentang
        Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam
        Rangka Penawaran Umum.

     d. Peraturan Nomor IX.C.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-51/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang
        Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka
        Penawaran Umum.


     e. Peraturan Nomor IX.C.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-43/PM/2000, tanggal 27 Oktober 2000 tentang


                                     43
        Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Ringkas dalam
        Rangka Penawaran Umum.

2. Penawaran Umum Kepada Para Pemegang Saham (Hak Memesan
     Efek Terlebih Dahulu / Right Issue) dengan ketentuan-ketentuan
     pokok:

     a. Peraturan Nomor IX.A.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-111/PM/1996, tanggal 24 Desember 1996 tentang
        Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

     b. Peraturan Nomor IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-07/PM/2001, tanggal 23 Maret 2001 tentang Hak
        Memesan Efek Terlebih Dahulu.

     c. Peraturan Nomor IX.D.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-08/PM/2002, tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman
        Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
        Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

     d. Peraturan Nomor IX.D.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
        Nomor Kep-09/PM/2000, tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman
        Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan
        Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

3.    Penawaran Umum Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dalam
      Peraturan Nomor IX.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
      Nomor    Kep-44/PM/1998,   tanggal   14   Agustus   1998   tentang
      Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan
      seluruh peraturan dalam Penawaran Umum perdana (Initial Public
      Offering).




                                 44
       Sebagaimana dimaklumi, sejak efektifnya Pasar Modal di Indonesia
tahun 1977, Perusahaan yang telah Go Public (Emiten), dalam rangka
penambahan modalnya, dapat melakukan Penawaran Umum kedua.

       Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang
Perusahaan Terbatas dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang
Pasar Modal, serta khususnya Peraturan Nomor IX.D.1 tentang Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu, Emiten tidak dimungkinkan untuk
melakukan Penawaran Umum kedua karena setiap pengeluaran saham
baru harus ditawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham yang
ada.

       Selanjutnya, dengan diberlakukannya Peraturan Nomor IX.D.4
tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu,
Emiten dimungkinkan kembali untuk melakukan Penawaran Umum
Kedua dan seterusnya dalam jumlah saham, waktu dan kondisi yang
terbatas.

       Mengingat praktek internasional yaitu di Inggris dan di Amerika Shelf
Registration hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah tercatat
dan memenuhi kriteria tertentu, maka penerapan Shelf Registration di
Pasar Modal Indonesia dapat mengikuti hal yang sama dengan beberapa
penyesuaian.      Apabila   prosedur     Shelf   Registration   sudah   dapat
dilaksanakan, maka keterbukaan informasi kepada para investor dapat
mengambil ketentuan dalam Penawaran Umum (Initial Public Offering)
maupun Right Issue yang telah ada.

       Selanjutnya memperhatikan bahwa prosedur Shelf Registration
ditujukan untuk penawaran Efek yang tertunda (Delayed Offering) dan
penawaran Efek yang bersifat terus menerus (Coutinuous Offering), maka
ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan yaitu :




                                    45
1. Efektifnya Pernyataan Pendaftaran
  Sesuai Undang-undang Pasar Modal, sampai saat ini efektifnya suatu
  Pernyataan Pendaftaran hanya diberikan kepada suatu Pernyataan
  Pendaftaran yang telah lengkap atau final. Dengan demikian, apabila
  Emiten akan menempuh prosedur Shelf Registration, maka perlu
  dibuat aturan tersendiri yang mengatur mengenai kelengkapan
  dokumen Pernyataan Pendaftaran dengan metode Shelf Registration.
  Di samping itu, perlu pula diatur batasan-batasan perubahan informasi
  material yang harus disampaikan, tata cara penyampaiannya, dan
  jangka waktu penyampaiannya.
2. Rencana Jadwal Penawaran
  Sesuai dengan peraturan IX.A.2 yang mengatur mengenai Tata Cara
  Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum, Efek hasil Penawaran
  Umum harus sudah dapat diperdagangkan di pasar sekunder atau di
  Bursa Efek (Listed) selambat-lambatnya 15 hari kerja sejak efektifnya
  Pernyataan Pendaftaran atau selambat-lambatnya lima hari kerja
  sejak penjatahan dilaksanakan. Dengan demikian, semua jadwal yang
  berhubungan dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran untuk Shelf
  Registration maupun proses Penawaran Umumnya perlu dilakukan
  penyesuaian atau perubahan.
  Dimana    perhitungan   jadwal     pelaksanaan   Penawaran   Umum,
  penyelesaian (Settlement) Penawaran Umum bukan dikaitkan dengan
  efektifnya suatu Pernyataan Pendaftaran melainkan dapat dikaitkan
  dengan rencana pencatatan Efek pada Bursa Efek. Namun pencatatan
  Efek tersebut ditetapkan masih dalam periode Shelf Registration yang
  dimungkinkan (satu atau dua tahun dari efektifnya suatu Pernyataan
  Pendaftaran).

    Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dalam rangka perlindungan
kepada masyarakat investor maka keterbukaan informasi proses Shelf
Registration dapat mengkombinasikan antara Prosedur Penawaran


                                46
  Umum (Initial Public Offering) dengan keterbukaan dalam Prosedur Right
  Issue.

       Pada Initial Public Offering ketentuan yang dapat digunakan dengan
  beberapa penyesuaian yaitu peraturan IX.A.1, IX.A.2, mengingat
  peraturan-peraturan tersebut berkenaan dengan Penawaran Umum
  kepada masyarakat.

       Pada Right Issue ketentuan-ketentuan yang dapat digunakan dengan
  beberapa penyesuaian yakni peraturan IX.D.1, IX.D.2, IX.D.3 hal tersebut
  mengingat peraturan-peraturan diatas merupakan keterbukaan informasi
  bagi perusahaan yang telah tercatat (Emiten).

       Sedangkan dalam rangka penambahan atau perubahan-perubahan
  informasi yang penting (Updating Data) dapat pula mengadopsi Peraturan
  Nomor       VIII.G.2    Lampiran   Keputusan      Ketua   Bapepam     Nomor
  Kep-38/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang Laporan Tahunan,
  mengingat bahwa peraturan tersebut merupakan keterbukaan lanjutan
  (countinuing Disclosure) bagi suatu Emiten.

       Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka apabila prosedur Shelf
  Registration akan diterapkan pada pasar modal Indonesia dari aspek
  Keterbukaan Informasi kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan
  melakukan penyesuaian-penyesuaian atau perubahan-perubahan pada
  peraturan-peraturan IX.A.1, IX.A.2, IX.D.1, IX.D.2, IX.D.3, dan peraturan
  VIII.G.2.

D. Tinjauan dari Sisi Kebutuhan

       Survey dilakukan untuk mengetahui pandangan atau tanggapan
  seluruh     pelaku     Pasar   Modal    seperti   Emiten/Perusahaan   Publik,
  Perusahaan Efek (khususnya underwriter), Profesi Penunjang Pasar




                                         47
Modal, dan Lembaga Penunjang Pasar Modal. Kuestioner yang diajukan
pada responden secara garis dapat dibagi atas informasi utama yaitu:

1. Keterangan tentang responden
   Informasi ini dibutuhkan untuk mengetahui sumber data/informasi.
   Secara spesipik pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang
   diperoleh adalah:

   a. Posisi responden dalam perusahaan

       No.        Posisi Responden Dalam           N          %
                         Perusahaan

       1.    Direksi                                6             40,00

       2.    Corporate Secretary                    6             40,00

       3.    Manajer                                3             20,00

   b. Keterkaitan perusahaan responden di Pasar Modal Indonesia

       No. Keterkaitan Perusahaan Responden        N          %
                  di Pasar Modal Indonesia

       1.    Emiten/Perusahaan Publik              11             73,33

       2.    Perusahaan Efek                        4             26,67

       3.    Profesi Penunjang Pasar Modal          -                  -

       4.    Lembaga Penunjang Pasar Modal          -                  -

   c. Lamanya perusahaan Responden beroperasi

       No.    Lamanya Perusahaan Responden         N          %
                         Beroperasi

       1.    Lebih dari 20 tahun                    7             46,67

       2.    10 – 20 tahun                          5             33,33

       3.    Kurang dari 10 tahun                   3             20,00




                                   48
  d. Kondisi Perusahaan Responden Selama 2 (dua) tahun terakhir

      No.     Kondisi Perusahaan Responden         N          %
               Selama 2 (dua) tahun terakhir

      1.    Meningkat                              8              53,33
      2.    Stabil                                 5              33,33
      3.    Menurun                                2              13,34

  e. Posisi Perusahaan Responden Dalam Persaingan Usaha

      No.     Posisi Perusahaan Responden          N          %
                 Dalam Persaingan Usaha

      1.    Cukup kompetitif                       8              53,33
      2.    Unggul                                 7              46,67
      3.    Mengkhawatirkan                                           -


2. Tanggapan responden atas permasalahan

  Pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada responden yang
  berhubungan dengan permasalahan ini dirancang dengan tujuan agar
  diperoleh masukan dari para pelaku pasar tentang kebutuhan akan
  metode ini di Pasar Modal Indonesia. Pertanyaan yang diajukan juga
  dihubungkan dengan Program Employee Stock Ownership Plan
  (ESOP). Hal ini karena metode Shelf Registration terutama untuk yang
  Continuous Offering dalam prakteknya dapat digunakan untuk
  pelaksanaan program ESOP. Hal-hal pokok yang ditanyakan antara
  lain: 1). Pengetahuan responden tentang Shelf Registration, 2). Jenis
  Efek yang apa yang lebih tepat menggunakan metode Shelf
  Registration, 3). Manfaat Shelf Registration bagi Pasar Modal
  Indonesia, 4). Keterbukaan informasi, 5). Keterkaitan antara Shelf
  Registration dengan program Employee Stock Ownership Plan




                                49
(ESOP), 6). Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan Shelf
Registration di Indonesia.

Secara terperinci pertanyaan dan jawaban responden adalah sebagai
berikut:

a.   Program ESOP dalam Perusahaan Responden

      No.    Apakah terdapat rogram ESOP di     N        %
                 Perusahaan Responden

      1.    Tidak                               9            60,00
      2.    Ya                                  5            33,33
      3.    Sedang direncanakan                 1             6,67

b.   Jika Ya, ESOP tersebut bertahap atau sekaligus

      No.    Bagaimana Program ESOP yang        N        %
                     diberikan tersebut

      1.    Bertahap                            4            80,00
      2.    Sekaligus                           1            20,00

c.   Jika Kondisi pasar tidak mendukung, apa yang dilakukan dengan
     Pernyataan Pendaftaran yang telah disampaikan

      No.   Jika Kondisi pasar tidak            N        %
            mendukung, apa yang dilakukan
            dengan Pernyataan Pendaftaran
            yang telah disampaikan

      1.    Menunda                            13            86,66
      2.    Melanjutkan                         2            13,34




                               50
d.   Pengetahuan responden tentang pengertian Shelf Registration

      No.          Pengetahuan tentang Shelf      N          %
                          Registration

     1.      Tidak                                9                60,00
     2.      Ya                                   6                40,00

e.   Penerapan Shelf Registration untuk Efek bersifat ekuitas dan atau
     Efek bersifat hutang

      No.    Shelf Registration untuk ekuitas     N          %
                        dan atau hutang

     1.      Keduanya                             14               93,33
     2.      Efek bersifat hutang                 1                 6,67
     3.      Efek bersifat ekuitas                -                    -

     Mayoritas alasan mengapa Responden memilih keduanya (Efek
     bersifat hutang dan Efek bersifat ekuitas) adalah karena
     kesuksesan suatu Penawaran Umum, baik Penawaran Umum
     Efek bersifat ekuitas maupun Penawaran Umum Efek bersifat
     hutang tergantung dari kondisi pasar, Shelf Registration dapat
     membantu Emiten untuk mengatur waktu yang tepat untuk
     melakukan      penawaran,    asalkan   Peraturannya   jelas     dan
     transparan.
     Sedangkan alasan Responden memilih Efek bersifat hutang
     adalah karena Market fixed income lebih stabil, dan market equity
     lebih bergejolak




                                 51
f.   Penerapan Shelf Registration membantu perkembangan Pasar
     Modal Indonesia

      No.      Shelf Registration membantu          N    %
                  perkembangan Pasar Modal
                           Indonesia

     1.      Ya                                     14       93,33
     2.      Tidak                                  1         6,67

     Mayoritas alasan mengapa Responden optimis bahwa penerapan
     Shelf Registration membantu perkembangan Pasar Modal
     Indonesia karena Emiten dapat menyiapkan diri lebih awal, dan
     waktu persiapan lebih fleksibilitas.
     Sedangkan alasan Responden yang tidak setuju karena bila
     Emiten menunda terlalu lama, hal ini menimbulkan stagnasi di
     pasar modal. Oleh karena itu perlu adanya batas waktu Emiten
     sampai kapan penundaan dilakukan

g.   Pihak yang diuntungkan jika Shelf Registration diterapkan di
     Pasar Modal Indonesia

      No.       Pihak yang diuntungkan atas         N    %
                penerbitan Shelf Registration
                  (pilihan bisa lebih dari satu)

     1.      Emiten                                 10       66,67
     2.      Semua      pelaku    dipasar   modal   9        60,00
             Indonesia
     3.      Profesi penunjang                      6        40,00
     4.      Investor                               5        33,33
     5.      Pihak lainnya                          -
     6.      Tidak ada yang diuntungkan             -


                                  52
     Mayoritas alasan mengapa pihak yang diuntungkan jika Shelf
     Registration diterapkan di Pasar Modal Indonesia adalah Emiten,
     dan semua pelaku di Pasar Modal Indonesia, karena Emiten
     dapat memilih waktu yang tepat sehingga biaya yang dikeluarkan
     dapat ditekan dan dapat menjual Efeknya dengan harga bagus.
     Bagi pelaku pasar modal Shelf Registration dapat menciptakan
     pasar yang lebih besar, likuid dan bergairah serta proses
     persiapannya dapat dilakukan jauh-jauh hari sehingga biaya lebih
     rendah dengan akurasi data lebih baik.
     Sedangkan mayoritas alasan bagi Responden yang memilih
     investor merupakan pihak yang diuntungkan atas diterapkannya
     Shelf Registration karena dengan Shelf Registration, pihak
     investor akan memiliki lebih banyak lagi pilihan investasi karena
     bertambahnya Emiten dan Efek serta akan mendapatkan Efek
     pada saat kondisi pasar menguntungkan.

h.   Keuntungan Penerapan Shelf Registration

      No.      Keuntungan penerapan Shelf         N         %
                        Registration
                (pilihan bisa lebih dari satu)
     1.     Mengurangi beban kerja Emiten        11           73,33
     2.     Mengurangi biaya-biaya                8           53,33
     3.     Mengurangi beban kerja                8           53,33
            underwriter
     4.     Mengurangi waktu proses               8           53,33
            Penawaran Umum
            (secondary offering)
     5.     Memungkinkan investor                 6           40,00
            memperoleh dokumen yang lebih
            ringkas dan padat



                                53
 6.        Lainnya                                1                 6,67
 7.        Abstain                                1                 6,67

Mengurangi beban kerja Emiten merupakan pilihan pertama dari
pihak      responden   atas   keuntungan   dari       penerapan      Shelf
Registration di Indonesia, dengan alasan mayoritas adalah Emiten
hanya memerlukan updating data dan dokumen sehingga beban
kerja Emiten berkurang serta konsumsi waktu lebih efektif.
Sedangkan pilihan kedua dari pihak responden adalah mengurangi
biaya-biaya, dengan mayoritas alasannya adalah tidak perlu
dokumen yang berulang-ulang dan proses dapat dilakukan
jauh-jauh hari serta akurasi data lebih baik.
Selanjutnya pilihan ketiganya adalah mengurangi beban kerja
underwriter dan Mengurangi waktu proses Penawaran Umum
(secondary offering), dengan mayoritas alasannya adalah proses
dapat dilakukan jauh-jauh hari, biaya lebih rendah, akurasi data
lebih baik dan dengan hanya melakukan update informasi, maka
Penawaran Umum dapat dilakukan dengan waktu yang relatif
singkat.
Pilihan keempatnya adalah memungkinkan investor memperoleh
dokumen yang lebih ringkas dan padat.
Disamping       keuntungan-keuntungan      tersebut       diatas,     ada
Responden yang menambahkan keuntungan lainnya yaitu adanya
update informasi yang bersifat material dan tidak perlu dokumen
yang berulang-ulang. Memberikan fleksibilitas kepada Emiten,
dengan alasan penawaran dilaksanakan pada saat pasar dan
kinerja perusahaan mendukung, sehingga Emiten akan lebih
serius menyiapkan diri.




                              54
i.   Kemungkinan Penerapan Shelf Registration

      No.    Kemungkinan Penerapan Shelf             N    %
                        Registration

     1.     Dimungkinkan dengan perubahan            14       93,33
            dan alteration dari peraturan
     2.     Dimungkinkan,       karena      pasar    1         6,67
            modal Indonesia telah memiliki
            semua instrumen pendukungnya
     3.     Tidak     dimungkinkan        karena     1         6,67
            infrastruktur pendukungnya belum
            siap/tersedia
     4.     Dimungkinkan,       dengan     alasan    1
            karena     Peraturan         Bapepam
            sebelumnya yang memungkinkan
            offering dilakukan dalam waktu 60
            hari     sejak     tanggal     efektif
            sebenarnya       sudah    merupakan
            semacam delayed offering
     5.     Tidak dimungkinkan karena terlalu        -
            banyak peraturan         yang harus
            diubah
     6.     Tidak dimungkinkan, karena…              -
     7.     Lainnya, jelaskan                        -




                                55
j.   Bentuk Keterbukaan Informasi yang Ideal informatif bagi investor
     dalam skema Shelf Registration

      No.     Bentuk Keterbukaan Informasi            N        %
                    untuk Shelf Registration

     1.     Keterbukaan       informasi     hanya     8            53,33
            pada          perubahan-perubahan
            informasi yang material
     2.     Keterbukaan                   informasi   4            26,67
            sebagaimana diwajibkan kepada
            Emiten pada umumnya
     3.     Lainnya                                   3            20,00

     Para mayoritas Responden yang memilih pilihan lainnya atas
     bentuk Keterbukaan Informasi yang Ideal informatif bagi investor
     dalam skema Shelf Registration beralasan karena bentuk
     keterbukaan tersebut dapat berasal dari perpaduan antara
     perubahan-perubahan informasi yang material dan informasi
     sebagaimana diwajibkan kepada Emiten, namun definisi informasi
     materialnya harus mengikuti standar definisi Bapepam dan
     Indonesian GAAP.

k.   Pelaksanaan      ESOP    dengan      menggunakan     metode    Shelf
     Registration

      No.             Pelaksanaan ESOP                N        %
                 menggunakan metode Shelf
                         Registration

     1.     Ya                                        8            53,33
     2.     Tidak                                     6            40,00
     3.     Abstain                                   1             6,67



                                 56
     Alasan mayoritas dari Responden yang memilih setuju atas
     pelaksanaan ESOP (Employee Stock Ownership Program)
     dengan    menggunakan       metode     Shelf   Registration   adalah
     kebijakan dari ESOP perusahaan akan dapat diketahui publik,
     ESOP dapat membantu memperbaiki image perusahaan serta
     ESOP adalah program internisasi kepemilikan saham.
     Sedangkan mayoritas Responden yang tidak setuju beralasan
     karena pelaksanaan Shelf Registration berkaitan dengan ESOP
     tidak diperlukan, Shelf Registration dalam aplikasi di ESOP tidak
     terlalu dibutuhkan, dalam program ESOP sahamnya pada tingkat
     harga yang menguntungkan karyawan, listing harus tuntas baru
     ESOP supaya unsur kepastian yang jelas dan modal perum tidak
     dalam bentuk saham

l.   Jangka Waktu Ideal Bagi Penerapan Shelf Registration

      No.           Jangka Waktu Penerapan            N            %
                       Shelf Registration

     1.       1 (satu) tahun                         10            66,67
     2.       2 (dua) tahun                           5            33,33

m. Waktu Yang Tepat Untuk Menerapkan Mekanisme Shelf
     Registration

      No.      Waktu Yang Tepat Menerapkan            N            %
                       Shelf Registration

     1.       Nanti diwaktu yang akan datang          8            53,33
     2.       Sekarang dalam tahun ini                7            46,67

     Alasan mayoritas dari Responden yang memilih penerapan Shelf
     Registration dimasa yang akan datang adalah karena infrastruktur
     pasar modal harus disempurnakan terlebih dahulu.



                                 57
        Sedangkan alasan mayoritas bagi Responden yang menyetujui
        penerapan Shelf Registration dalam tahun ini adalah karena pada
        saat ini pasar sedang lesu, penerapan peraturan baru dampaknya
        akan lebih ringan dan peraturan yang baik dapat menstimulasi
        investor, Emiten dll, serta alasan lainnya adalah untuk penerbitan
        Medium Term Note (MTN) dan ESOP.

   n.   Perlu/tidaknya Peraturan Tersendiri Mengenai Shelf Registration

          No.       Perlu / tidaknya Peraturan        N             %
                    Tersendiri Mengenai Shelf
                           Registration

        1.      Perlu                                 13            86,67
        2.      Tidak Perlu                            2            13,33

        Mayoritas responden 86%, menyatakan bahwa untuk penerapan
        Shelf Registration perlu dibuat aturan yang khusus mengatur
        pelaksanaan     Penawaran      Umum      dengan    Metode       Shelf
        Registration. Sedangkan 2% responden menyatakan tidak perlu
        dibaut aturan khusus.

    Disamping itu, didalam kuestioner ini terdapat permintaan saran dan
komentar dari para Responden atas rencana penerapan                     Shelf
Registration di Pasar Modal Indonesia, saran dan komentar tersebut
antara lain adalah sebagai berikut:

1. Shelf Registration bisa dipakai/diterapkan hanya saja harus diikuti
   dengan penyesuaian/ penggantian aturan-aturan pasar modal.
2. Harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat investor
   dan penerapannya secara bertahap, agar tidak disalahgunakan.
3. Semua ketentuan yang akan diterbitkan harus disesuaikan dengan
   kondisi pasar modal di Indonesia, baik yang menyangkut Emiten
   maupun Lembaga penunjang.


                                  58
4. Sebaiknya sebelum diterapkan metode ini disosialisasikan terlebih
  dahulu termasuk perangkat peraturan pelaksanaannya agar pada saat
  pelaksanaanya lancar, tidak membingungkan pasar, atau tidak
  memberikan sinyal yang salah kepada calon investor.
5. Sebelum Shelf Registration diterapkan, dibutuhkan kesiapan Sumber
  Daya Manusianya terlebih dahulu pada pihak Bapepam.
6. Pelaksanaan Shelf Registration diharapkan bertahap untuk program
  tertentu, seperti MTN.
7. Dimungkinkan juga untuk Emiten dapat exit (delisting).
8. Perlu untuk segera direalisasikan untuk menunjang pengembangan
  pasar modal di Indonesia.
9. Confidentiality yang sensitif terhadap penetapan harga sangat
  diperlukan, kesalahan dan kebocoran akan dapat merusak calon
  Emiten, Penjamin Pelaksana Emisi dan pada gilirannya akan merusak
  pasar modal secara keseluruhan.
10.Shelf Registration dapat juga memberikan sinyal yang salah pada
  pasar karena beberapa calon Emiten berulangkali menunda masuk
  kepasar.




                                 59
                                BAB V
                  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. Kesimpulan

      Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa:

  1. Metode Shelf Registration dalam Penawaran Umum merupakan
     metode alternatif yang dapat dipergunakan oleh Emiten untuk
     menawarkan sahamnya kepada Masyarakat. Metode ini sudah
     dipraktekkan secara resmi di Amerika Serikat sejak tahun 1983.
     Metode yang sama juga sudah diterapkan pada negara-negara seperti
     Inggris, Kanada, Spanyol, Singapura dan lain-lain. Dalam prakteknya,
     di beberapa negara metode ini dapat dipergunakan untuk Penawaran
     Umum Efek yang bersifat ekuitas dan juga Efek yang bersifat hutang.
     Pada beberapa negara lain, hingga saat ini hanya dipergunakan untuk
     menerbitkan Efek yang bersifat hutang saja.

  2. Dalam prakteknya, berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan
     oleh para ahli, metode ini mengandung beberapa kelebihan dan juga
     sebaliknya mengandung beberapa kelemahan, antara lain:

     Kelebihan:

     a. Dibandingkan dengan Non-Shelf Registration, metode Shelf
        Registration dapat meminimalkan underwriting cost.

     b. Memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk menentukan
        sendiri kondisi pasar yang paling menguntungkan bagi dirinya.

     c. Bisa memperoleh tingkat suku bunga yang lebih rendah bagi
        debt/bond dan devidend rate yang lebih rendah bagi saham
        preferen, sehingga menguntungkan para pemegang saham.



                                   60
   d. Fleksibilitas yang diberikan oleh Shelf Registration juga membuat
      perseroan dapat melakukan variasi struktur dan terms dari Efek
      dengan pemberitahuan yang singkat sehingga mampu menyiapkan
      Efek yang sesuai dengan permintaan pasar.

   e. Dengan kondisi pasar yang optimal, banyak manfaat yang dapat
      diperoleh oleh Emiten sehingga Emiten dapat menekan cost of
      capital   yang   dipergunakan     untuk    membiayai     operasional
      perusahaan

   Kelemahan:

   a. Berkurangnya kekinian keterbukaan, karena master Pernyataan
      Pendaftaran dapat dipersiapkan sampai dua tahun kedepan
      sebelum pelaksanaan Penawaran Umum.

   b. Shelf Registration akan menyebabkan pasar overhang, karena
      Pernyataan Pendaftaran menginformasikan pasar akan adanya
      Penawaran Umum di masa yang akan datang. Hingga dengan
      adanya overhang akan menekan harga pasar.

3. Ditinjau dari sisi hukum, tidak terdapat kendala material yang dihadapi.
   Tidak terdapat larangan dalam Dasar Hukum Pasar Modal Indonesia
   untuk menerapkan Metode Shelf Registration di Pasar Modal
   Indonesia. Namun sudah barang tentu praktek Shelf Registration ini
   harus diatur, baik itu diatur dalam satu aturan khusus atau dapat juga
   dititipkan pada aturan Penawaran Umum yang saat ini sudah ada.
   Begitu juga dari sisi akuntansi, baik metode Shelf Registration untuk
   penawaran umum Efek bersifat ekuitas maupun Efek bersifat hutang
   tidak terdapat kendala. Hanya perlu dilakukan penyesuaian atas
   laporan keuangan Emiten.




                                   61
  4. Dari hasil kuestioner, diperoleh tanggapan bahwa metode ini memang
    sudah seharusnya diterapkan di Pasar Modal Indonesia. Hal ini
    penting untuk menambah alternatif yang dapat dipergunakan oleh
    Emiten dalam melakukan Penawaran Umum.

B. Rekomendasi

  1. Metode Shelf Registration sudah saatnya diterapkan di Pasar Modal
    Indonesia. Hal ini untuk menambah alternatif metode Penawaran
    Umum yang dapat dipergunakan oleh Emiten untuk menerbitkan Efek.

  2. Meskipun baik secara hukum dan akuntansi tidak terdapat halangan
    fundamental yang dapat menghalangi penerapan metode ini di Pasar
    Modal     Indonesia.   Namun    mempertimbangkan      bahwa    dalam
    prakteknya Shelf Registration hanya diterapkan untuk secondary
    offering, sedangkan kegiatan secondary offering di Indonesia tunduk
    pada aturan right issue, dimana dalam aturan right issue tersebut
    pemegang saham lama terlebih dahulu harus ditawarkan dalam setiap
    penerbitan saham baru perusahaan.

  3. Mempertimbangkan hal tersebut diatas, serta kondisi dalam negeri
    baik politik dan ekonomi yang masih sulit untuk diprediksi, maka dalam
    jangka pendek yang paling memungkinkan untuk segera dapat
    diterapkan adalah Shelf Registration untuk efek yang bersifat hutang.
    Baik itu hutang dalam bentuk obligasi maupun dalam bentuk Medium
    Term Notes (MTN).

  4. Kami menyadari sepenuhnya mengingat masih terbatasnya objek dan
    referensi yang digunakan dalam penelitian ini, maka untuk dapat
    mengkaji lebih dalam penerapan metode ini perlu dilakukan penelitian
    lebih lanjut.




                                   62
                     DAFTAR KEPUSTAKAAN


1. Himpunan Peraturan Pasar Modal Indonesi

2. Badan Pengawas Pasar Modal “Cetak Biru Pasar Modal Indonesia
   2000-2004”, I Nopember 1999

3. James D.Cox, Robert W.Hillman, Donald C.Langevoort, “Securities
   Regulation Cases and Materials”, Second Edition

4. David J.Denis, “Shelf Registration and the Market for Seasoned Equity
   Offering” The Journal of Business

5. Ross, Westerfield,Jaffe, “Corporate Finance” Fifth Editon

6. http://www.sec.gov

7. http://practicallaw.com




                                  63
           DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
                  BADAN PENGAWAS PASAR MODAL
             PROYEK PENINGKATAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   TIM STUDI SHELF REGISTRATION
 Gedung Baru Departemen Keuangan RI Lt. 3-8             Telepon     : 62 21 3858001
 Jl. Dr. Wahidin                                        Faksimili   : 62 21 3857917
 Jakarta - 10170                                        Email       : bapepam@bapepam.go.id



Pendahuluan

Secara sederhana, pengertian “shelf registration” adalah penyampaian Pernyataan
Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum sekarang akan tetapi pelaksanaan Penawaran
Umumnya tidak dilakukan segera setelah Pernyataan Pendaftarannya tersebut efektif,
melainkan dilakukan pada suatu saat di masa yang akan datang (delayed basis) atau dengan
cara berkelanjutan (continuous basis). Penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum dengan menggunakan metode “shelf registration” akan memungkinkan
Pihak yang akan melakukan Penawaran Umum untuk melakukan persiapan lebih dini,
sehingga pada saat dibutuhkan (pada proximate future), Efek-efek tersebut sudah siap untuk
segera ditawarkan ke publik.

Dalam praktek yang ada sekarang ini, mekanisme “shelf registration” telah diterapkan di
beberapa negara yaitu antara lain: Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, Prancis. Penggunaan
mekanisme “shelf registration” di beberapa negara dapat dilakukan untuk Penawaran
Umum obligasi maupun saham.
Pada saat Pernyataan Pendaftaran dengan metode “shelf registration” mendapatkan efektif,
maka Pihak yang akan menawarkan efek yang bersifat hutang tersebut dapat memperhatikan
perubahan tingkat suku bunga dan menunggu saat yang tepat untuk melepaskan efeknya di
pasar, sedangkan untuk efek yang bersifat ekuitas dapat melihat kondisi dan daya serap
pasar. Dalam prakteknya di negara-negara tersebut diatas “shelf registration” diterapkan
setelah penawaran umum pertama dilaksanakan.

Mengingat ada jeda waktu yang cukup lama antara efektifnya Pernyataan Pendaftaran
dengan pelaksanaan Penawaran Umum, maka Pihak yang menggunakan metode “shelf
registration, diwajibkan untuk meng-up date informasi ke publik untuk setiap perubahan
material yang ada.

Ketentuan dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal yang ada sekarang
ini mewajibkan pelaksanaan Penawaran Umum dilakukan segera setelah efektifnya
Pernyataan Pendaftaran. Ketentuan tersebut belum memungkinkan Emiten atau Perusahaan
Publik untuk melakukan Penawaran Umum pada delayed basis atau continuous basis.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pelaku pasar modal di Indonesia
sekarang ini, khususnya Emiten atau Perusahaan Publik dan Penjamin Emisi Efek, sudah
membutuhkan bentuk Pernyataan Pendaftaran dengan metode “shelf registration”.




                                              64
Jawaban maupun tanggapan Saudara atas Kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya untuk
                               kepentingan studi



 Kuisioner yang telah diisi lengkap dapat dikembalikan melalui pos atau kurir dengan
 ditujukan kepada :

 Samsul Hidayat

 Ketua Tim Studi Shelf Registration

 Proyek Peningkatan Efisiensi Pasar Modal

 Badan Pengawas Pasar Modal

 Gedung Baru, Depertemen Keuangan RI, Lantai 7

 Jl. Dr. Wahidin Raya

 Jakarta 10710

 Telepon : (62 21) 3858001 ext. 7731

  Email    : Samsul@Bapepam.Go.id



Selanjutnya jika ada pertanyaan tentang studi atau kuisioner ini, dapat ditujukan kepada :

   1. Heni Nugraheni              3858001 Ext. 7742     Heni_Nugraheni@Yahoo.com

   2. Kristrianti Puji Rahayu     3858001 Ext. 4141     Kristrianti@Bapepam.go.id

   3. Yunita Linda Sari           3858001 Ext. 7631     Yunita@Bapepam.go.id



MOHON KUISIONER DIISI DENGAN LENGKAP DAN DIKEMBALIKAN SEBELUM
                 TANGGAL 3 Oktober 2002 KEPADA :

                        TIM STUDI SHELF REGISTRATION

                        BADAN PENGAWAS PASAR MODAL




                                             65
Petunjuk Pengisian :

          Beri tanda ✓atau X pada jawaban pilihan Saudara.
          Jika diperlukan Saudara dapat menambahkan pada kertas lain untuk menjelaskan jawaban
           Saudara.


1.       Apakah posisi saudara dalam perusahaan sebagai ?

         ( )   Direksi

         ( )   Manager

         ( )   Corporate Secretary

2.       Keterkaitan perusahaan Saudara di Pasar Modal Indonesia sebagai ?

         ( )   Emiten / Perusahaan Publik              ( )     Lembaga Penunjang Pasar Modal

         ( )   Profesi Penunjang Pasar Modal           ( )     Perusahaan Efek

3.       Berapa lama perusahaan Saudara sudah beroperasi?

         ( )   Kurang dari 10 Tahun

         ( )   10 s/d 20 Tahun

         ( )   Lebih dari 20 Tahun

4.       Kondisi perusahaan Saudara dalam 2 tahun terakhir ?

         ( )   Meningkat

         ( )   Stabil

         ( )   Menurun

5.       Bagaimana posisi perusahaan Saudara dalam persaingan usaha ?

         ( )   Unggul

         ( )   Cukup Kompetitif

         ( )   Mengkhawatirkan

6.       Apakah pada perusahaan Saudara terdapat program pemberian kepemilikan saham perusahaan
         kepada karyawannya ?

         ( )   Ya

         ( )   Tidak

         ( )   Sedang Direncanakan



                                                  66
7.   Jika Ya, apakah pemberian kepemilikan saham perusahaan kepada karyawan tersebut
     dilakukan bertahap atau sekaligus ?

     ( )   Bertahap                               ( )    Sekaligus

8.   Apabila kondisi pasar menurun atau tidak memungkinkan, sedangkan Saudara telah
     menyampaikan pernyataan pendaftaran ke Bapepam. Apa yang akan Saudara lakukan.

     ( )   Menunda                                ( )    Melanjutkan




                                            67
9.   Apakah sebelumnya Saudara sudah pernah mengenal istilah Shelf Registration ?

     ( )    Ya

     ( )    Tidak

10. Menurut Saudara apakah Shelf Registration bisa diterapkan untuk Efek bersifat ekuitas dan atau
    efek bersifat hutang ?

     a. Ya, bisa diterapkan untuk keduanya

     b. Hanya untuk efek bersifat ekuitas

     c. Hanya untuk efek bersifat hutang

     Alasan ………………………………………………………………………………………...

     ………………………………………………………………………………………................

     ………………………………………………………………………………………................

     ………………………………………………………………………………………................

     ………………………………………………………………………………………................

11. Menurut Saudara penerapan Shelf Registration di Indonesia (dengan mengesampingkan
    peraturan-peraturan yang mungkin membatasi dan tidak memungkinkan untuk menerapkan SR)
    akan membantu perkembangan Pasar Modal Indonesia (PMI) ?

     a.    Ya

     b.    Tidak

     Alasan ………………………………………………………………………………………….

     ………………………………………………………………………………………………….

     ………………………………………………………………………………………………….

     ………………………………………………………………………………………………….

12. Jika Shelf Registration diterapkan di Indonesia saat ini atau dalam waktu dekat, menurut saudara
    siapakah yang akan diuntungkan dalam hal ini? (jawaban bisa lebih dari satu)

     a. Investor

     b. Emiten

     c. Profesi Penunjang

     d. Semua pelaku di Pasar Modal Indonesia

     e. Pihak lainnya (bisa lebih dari satu, sebutkan)



                                                68
    f.   Tidak ada yang diuntungkan

    Alasan (jelaskan alasan bagi masing-masing pihak jika jawaban lebih dari 1)

    …………………………………………………………………………………......................

    ………………………………………………………………………………………………..

    ………………………………………………………………………………………………..

    ………………………………………………………………………………………………..

    ………………………………………………………………………………………………..

13. Dari sudut pandang Saudara, penerapan Shelf Registration dapat : (jawaban bisa lebih
    dari satu)

    a. Memungkinkan investor memperoleh dokumen yang lebih ringkas dan padat.

    b. Mengurangi biaya-biaya

    c. Mengurangi beban kerja Emiten

    d. Mengurangi beban kerja Underwriter

    e. Mengurangi waktu proses emisi (secondary offering)

    f.   Lainnya …………………………………………………………………………………..

         Alasan (jelaskan masing-masing jawaban)
         ...…………………………………………………………………………………………..

         ...………………………………………………………………………………………….

         ...………………………………………………………………………………………….

         ...………………………………………………………………………………………….

14. Menurut Saudara penerapan Shelf Registration di Pasar modal Indonesia dimungkinkan
    atau tidak ?

    a. Dimungkinkan, karena Pasar Modal Indonesia telah memiliki semua instrumen
       pendukungnya.

    b. Dimungkinkan, dengan perubahan dan alteration dari peraturan yang sudah ada

    c. Tidak dimungkinkan karena terlalu banyak peraturan yang harus diubah

    d. Tidak dimungkinkan karena infrastruktur pendukungnya belum siap/tersedia

    e. Dimungkinkan, karena (jelaskan) ………………………………………………..

    f. Tidak dimungkinkan, karena (jelaskan) …………………………………………


                                               69
    g. Lainnya (jelaskan) ……………………………………………………………….

15. Menurut Saudara bagaimanakah bentuk Keterbukaan Informasi yang ideal informatif
    bagi investor dalam skema Shelf Registration ini ?

   Jawab:

    a. Keterbukaan informasi sebagaimana diwajibkan kepada emiten pada umumnya.

    b. Keterbukaan informasi hanya pada perubahan-perubahan informasi yang material.

    c.   Lainnya ……………………………………………………………………………

16. Jika pelaksanaan Shelf Registration dimungkinkan di Indonesia, apakah anda akan
   menggunakannya untuk pelaksanaan Employee Stock Ownership Program (ESOP) ?

    a. Ya                                    b.     Tidak

    Alasan …………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………




                                        70
17. Menurut pendapat Saudara berapa lama jangka waktu yang ideal bagi Shelf Registration
    ?

    (    ) 1 tahun

    ( )    2 tahun

18. Menurut Saudara kapankan waktu yang tepat untuk menerapkan mekanisme Shelf
    Registration sudah saatnya diterapkan dalam Pasar Modal Indonesia ?

    a.    Sekarang dalam tahun ini

    b.    Nanti diwaktu yang akan datang

    c.    Sekarang, untuk program tertentu (mis: ESOP)

    Alasan …………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

19. Apakah menurut Saudara perlu atau tidak perlu adanya peraturan tersendiri mengenai
    Shelf Registration ?

    ( ) Perlu

    ( ) Tidak perlu

20. Saran, komentar dan masukan yang Saudara ingin tambahkan berkaitan dengan Shelf
    Registration.

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………………




                                           71

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:166
posted:11/17/2011
language:Indonesian
pages:71