Embed
Email

Hardware-hardware pada komputer_1_

Document Sample

Shared by: Jun Wang
Categories
Tags
Stats
views:
0
posted:
11/16/2011
language:
Indonesian
pages:
26
Pemasaran Pariwisata II







Aktualisasi Perjalanan Wisata

Promosi dan Publikasi

 Diperlukan penyesuaian antara produk

pariwisata dengan permintaan pasar.

 Karena hal ini disebabkan oleh,

pendistribusian produk pariwisata ke pasar

terutama dalam bentuk citra, calon wisatawan

tidak begitu saja akan membelinya dalam

kuantitas yang di harapkan.

Promosi dan Publikasi

 Penyesuaian antara produk pariwisata

dengan permintaan pasar dapat dilakukan

ke dua arah, yaitu:

1. Dengan lebih menyesuaikan produk

pariwisata dengan permintaan wisatawan,

sehingga produk menjadi lebih menarik, ini

disebut dengan „promosi‟.

2. Dengan berusaha lebih menyesuaikan

permintaan dengan produk pariwisata, ini

disebut dengan „publikasi‟.

Promosi dan Publikasi

 Tidak selalu ada perbedaan yang jelas antara

promosi dan publikasi.

 Namun bedanya, publikasi ialah kegiatan

publikasi tidak ditujukan pada sasaran

tertentu.

 Selain kaitan dengan promosi dan publikasi

akan dibicarakan sedikit tentang „hubungan

masyarakat‟ yang ada hubungannya dengan

kedua-duanya.

Promosi dan Publikasi

A. Promosi.

 Kegiatan promosi itu suatu kegiatan yang

intensif dalam waktu yang relatif singkat.

 Dalam kegiatan promosi itu diadakan usaha

untuk memperbesar daya tarik produk

terhadap calon konsumen.

 Berkenaan mengenai promosi dalam praktek

kepariwisataan, dikenal dua promosi yaitu:

1. Promosi langsung; dan

2. Promosi tidak langsung.

Promosi dan Publikasi

a.1 Promosi langsung (consumer promotion).

 Karakteristik dari promosi langsung ialah industri-

industri produk pariwisata seperti perusahaan

angkutan, akomodasi dan atraksi wisata ini langsung

ditujukan kepada wisatawan tersebut.

 Sasaran terakhir dari semua kegiatan pemasaran dan

promosi ialah orang-orang yang akhirnya

mengeluarkan uang untuk mengadakan perjalanan

wisata: si calon wisatawan dan wisatawan potensial.

 Berhasil tidaknya promosi kepariwisataan akan

kelihatan dari banyaknya jumlah orang yang sungguh-

sungguh membeli produk pariwisata yang

dipromosikan.

Promosi dan Publikasi

 Cara-cara yang lazim yang digunakan untuk

keperluan promosi tersebut, antara lain:

• Peragaan (display), misalnya rumah adat,

pakaian tradisional, gambar-gambar. Dengan

peragaan itu produk dan tempat penjualannya

lebih mudah dikenal oleh calon

konsumen/wisatawan.

• Barang cetakan (prospectus, leaflet atau

brochure) yang disebarkan ke pasar. Berbagai

informasi dan imbauan dapat dicantumkan di

dalamnya.

Promosi dan Publikasi

• Pameran khusus berupa benda-benda

kebudayaan, pertunjukan kesenian dan

sebagainya.

• Pemberian „diskon‟ selama jangka waktu

tertentu, biasanya diberikan selama waktu

promosi.

• Pemberian hadiah khusus selama waktu

promosi kepada konsumen/wisatawan,

misalnya: tas perjalanan, karcis bebas untuk

atraksi di daerah pariwisata dan sebagainya.

PROMOSI dan PUBLIKASI

a.2 Promosi tidak langsung (dealer promotion).

 Promosi tidak langsung pertama-tama ditujukan

kepada penyalur produk pariwisata, seperti biro

perjalanan umum dan cabang-cabangnya, agen

perjalanan, organisasi-oraganisasi perjalanan dan

sebagainya.

 Tujuan promosi kepada penyalur ialah:

1. Menarik perhatian mereka kepada komponen-

komponen produk pariwisata yang ditawarkan dan

membuat mereka bersedia untuk menjualkannya

dalam produk pariwisata yang mereka susun;

2. Menciptakan kondisi dan menyediakan sarana bagi

mereka untuk menyusun produk pariwisata yang

tepat untuk dijual kepada konsumen/wisatawan.

PROMOSI dan PUBLIKASI

 Cara-cara yang banyak digunakan untuk keperluan

tersebut antara lain:

1. Pemberian informasi dalam bentuk barang cetakan;

2. Publikasi dalam majalah-majalah profesi yang

beredar di daerah perusahaan penyalur;

3. Kunjungan kepada perusahaan-perusahaan

penyalur;

4. Pertemuan-pertemuan dengan perusahaan penyalur

untuk memberi informasi;

5. Menyelenggarakan temu karya;

6. Mengundang wakil-wakil perusahaan penyalur untuk

mengunjungi daerah tujuan wisata.

Promosi dan Publikasi

 Hal yang menarik adalah, ada kalanya wisatawan yang

ingin menyusun sendiri acara perjalanannya itu

melakukannya sesudah tanya sana-sini dan meminta

nasihat orang lain yang mengetahui.

 Orang-orang yang berpengaruh atas keputusan calon

wisatawan itu juaga harus dijadikan sasaran promosi.

 Orang-orang seperti itu misalnya politisi, artis, tokoh-

tokoh umum nasional maupun internasional, orang-

orang yang pernah mengunjungi suatu atraksi wisata.

 Seringnya terdapat tokoh-tokoh yang menarik, seperti

artis-artis terkenal dalam suatu daerah pariwisata akan

membuat daerah pariwisata yang bersangkutan

menjadi menarik.

Promosi dan Publikasi

 Sudah tentu promosi itu makan biaya.

 Semua biaya promosi harus dipandang

sebagai investasi, yaitu investasi

promosional.

 Berhasil tidaknya promosi dapat diukur dari:

1. Banyaknya informasi yang diminta; dan

2. Besarnya volume kedatangan wisata.

Promosi dan Publikasi

B. Publikasi.

 Berbeda dengan promosi yang berusaha lebih

menyesuaikan produk dengan permintaan pasar,

maka „publikasi‟ berusaha menciptakan

permintaan atau mempengaruhi permintaan dengan

cara menunjukkan kesesuaian produk wisata

dengan permintaan.

 Tujuan pokok dari publikasi ialah memancing reaksi

pasar, menggerakkan calon konsumen agar mencari

produk yang ditawarkan.

Promosi dan Publikasi

 Di dalam publikasi dapat dilihat adanya tiga tahapan

pokok, yaitu:

1. Penyebaran informasi;

2. Penanaman kepercayaan dan keyakinan; dan

3. Penjualan.

 Untuk memenuhi terjadinya penjualan pada produk

pariwisata, maka informasi yang disampaikan

mengenai produk wisata tersebut harus disampaikan

begitu rupa sehingga calon wisatawan yang potensial

ini, percaya dan yakin bahawa ia akan dapat

menikmati apa yang diinformasikan itu apabila ia

membeli produk yang bersangkutan.

Promosi dan Publikasi

 Publikasi itu mempunyai struktur yang terdiri atas

empat unsur pokok, yaitu:

1. Tujuan harus jelas dan tetap oleh karenanya harus

teliti dan khusus.

2. Poros (axis), yaitu gagasan pokok yang hendak

disampaikan kepada konsumen, di sini gambaran

pokok dari „citra pariwisata‟, yaitu: Pantai Kuta

sebagai daerah rekreasi.

3. Tema, yaitu rumusan dalam bahasa secara tepat

dan teliti dari poros publikasi. Misalnya: pesona

pantai Bali.

4. Pesan, publikasi yang disusun berdasarkan tema

yang dipilih berupa rumusan yang disampaikan

kepada publik atau calon konsumen.

Promosi dan Publikasi

 Publikasi itu dapat langsung disampaikan

kepada konsumen di pasar atau melalui media

massa.

 Publikasi langsung, biasanya langsung

ditujukan langsung kepada konsumen, seperti:

leaflet, brosur, atau folder (lipatan-lipatan).

 Publikasi dalam media massa, publikasi

yang memanfaatkan media massa seperti

media cetak, radio atau periklanan televisi.

Promosi dan Publikasi

C. Hubungan masyarakat (Public Relation).

 Hubungan masyarakat tidak bertujuan untuk menjual

produk, tetapi berusaha untuk membuat produsen

disegani pada masyarakat pada umumnya, tidak

hanya calon konsumen.

 Hubungan masyarakat berusaha menciptakan

keadaan di dalam masyarakat pada umumnya yang

menguntungkan perusahaan, di mana produsen

diterima dengan baik oleh masyarakat, dan orang-

orang terkait di dalamnya.

Promosi dan Publikasi

 Tugas penghubung masyarakat antara lain:

1. Mengadakan kerja sama dan hubungan sebaik-

baiknya dengan instansi-instansi setempat;

2. Masyarakat setempat diberi informasi

secukupnya agar pentingnya perusahaan untuk

masyarakat diketahui dan diakui oleh

masyarakat yang bersangkutan;

3. Mengundang orang luar terpilih untuk, misalnya

mengadakan makan bersama,

menyelenggarakan hiburan untuk mereka dan

sebagainya;

4. Mengadakan “open house”.

Penjualan

 Kegiatan penjualan adalah usaha untuk

meyakinkan konsumen atas ketepatan

tindakannya apabila ia membeli produk yang

ditawarkan, dilanjutkan dengan

pemindahtanganan produk kepada

konsumen.

 Dalam jual beli terjadi kontak pribadi antara

penjual dan pembeli, baik secara fisik

maupun dengan perantaraan surat-menyurat,

telepon atau sarana elektronik lain.

Penjualan

 Agar terjadinya penjualan produk tersebut,

maka kebijaksanaan produksi menyesuaikan

produk dengan permintaan pasar,

kebijaksanaan harga yang wajar dan

menarik, distribusi menyediakan produk di

pasar sehingga dapat diperoleh konsumen,

promosi dan publikasi yang menyebabkan

produk menjadi menarik bagi konsumen, ada

syarat agar terjadi penjualan dapat terlaksana

dengan baik.

Penjualan

 Penjualan produk wisata lebih sulit daripada

penjualan produk yang berupa benda

komoditi.

 Di sini calon konsumen tidak berhadapan

dengan barang yang nyata yang dapat dilihat

terlebih dahulu sebelum ia memutuskan

untuk membeli.

 Calon wisatawan hanya berhadapan dengan

„citra‟ yang digambarkan oleh sang penjual.

Penjualan

 Oleh sebab itu, maka para penjual dituntut

adanya syarat untuk melakukan kegiatan

penjualan tersebut.

 Syarat-syarat itu antara lain:

1. Penampilan, penampilan penjual harus

serasi dengan lingkungannya, termasuk

pembeli sendiri.

2. Sikap dan tutur bahasa; dan

3. Pengetahuan tentang komoditi yang dijual.

Penjualan

 Rintangan-rintangan lain dalam penjualan

produk wisata ialah, hal-hal yang dapat

membuat perjalanan tidak efektif, banyak

tenaga dan waktu yang hilang tidak produktif.

 Misalnya, keterlambatan penerbangan,

mencari restoran untuk makan, pencarian

hotel dan lain-lain.

 Teknik penjualan yang baik harus dapat

mengatasi pemborosan-pemborosan seperti

itu, misalnya dengan cara mengoptimalkan

kemampuan komputer.

Jasa Purnajual

 Jasa purnajual adalah kegiatan terakhir dalam

pemasaran pariwisata.

 Kegiatan ini bertujuan untuk, agar rasa senang,

pengalaman, serta kepuasan yang diperolehnya

dalam perjalanan tersebut itu dapat dinikmatinya

sebaik dan selama mungkin.

 Kegiatan purnajual di sini berupa tindakan-tindakan

yang dapat memperpanjang atau membangkitkan

kembali rasa puas dan senang tersebut yang dapat

menimbulkan nostalgia.

Jasa Purnajual

 Menyediakan cendera mata merupakan

salah satu dalam kegiatan purna jual ini.

 Cendera mata bukan saja bisa kita temukan

di tempat atraksi wisata saja, tetapi hotel,

restoran atau kelab malam, biasanya juga

memberikan cendera mata ini secara cuma-

cuma kepada para wisatawan.

Jasa Purnajual

 Usaha memelihara ingatan kepada

pengalaman perjalanan yang sudah lampau

itu juga memiliki nilai pemasaran.

 Nostalgia akan pengalaman masa lalu, dapat

digunakan oleh biro-biro perjalanan yang

dapat menggunakan media promosi dan dan

publikasi, untuk merangsang kembali agar

mereka mengadakan perjalanan untuk

kesekian kalinya ke daerah tersebut.


Related docs
Other docs by Jun Wang
Learning Management Systems_1_
Views: 0  |  Downloads: 0
Leadership_ Management and Supervision
Views: 0  |  Downloads: 0
Leadership and Management - NGfL Cymru_1_
Views: 0  |  Downloads: 0
Le Système de Management de la Qualité_3_
Views: 0  |  Downloads: 0
LE SFIDE PER IL CHANGE MANAGEMENT
Views: 0  |  Downloads: 0
LE MANAGEMENT EN TERMINALE STG
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!