perenc pblj ips by lyK73b

VIEWS: 22 PAGES: 30

									                Oleh:
Prof. Dr. H. Sutarno Joyoatmojo, M.Pd.
 Dra. Hj. Patni Ning Hardjanti, M.Pd.
        Dra. Sri Wahyuni, M.Pd




    Alamat Kontak:
E-mail: buning@uns.ac.id
          KEMAJUAN BANGSA PERLU:   DESAIN INSTR-INTR-01

       MANUSIA/MASYARAKAT BERKUALITAS

Bebas dari:
[] Kebodohan
[] Keterbelakangan              Berkembang sesuai harkat dan martabat
[] Kemiskinan                                 manusia

    PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT (LIFELONG LEARNER)
     MASYARAKAT GEMAR BELAJAR (LEARNING SOCIETY)



          REFORMASI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN


                         LEARNING TO KNOW
                          LEARNING TO DO
                          LEARNING TO BE
                     LEARNING TO LIVE TOGETHER


           PERANAN STRATEGIS GURU/DOSEN/FASILITATOR
               SEBAGAI PERANCANG PEMBELAJARAN
      UNESCO’s International Commission on Education for Twenty-first Century:
  SETIAP INDIVIDU PERLU MEMILIKI BEKAL UNTUK DAPAT MEMANFAATKAN
  KESEMPATAN BELAJAR SEPANJANG HAYATNYA, BAIK UNTUK MEMPERLUAS
 PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN SIKAP YANG TELAH DIMILIKI MAUPUN
   UNTUK BERADAPTASI DENGAN KONDISI DUNIA YANG BERUBAH, BERSIFAT
          KOMPLEKS, DAN SALING TERGANTUNG SATU SAMA LAIN.

   KOMISI MEREKOMENDASIKAN PERLU DITERAPKANNYA EMPAT PILAR PEM-
                                 BELAJARAN:
      (1) LEARNING TO KNOW: UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN UMUM
    YANG BERSIFAT LUAS SEBAGAI ALAT UNTUK PEMAHAMAN DAN BELAJAR
                      BAGAIMANA SEHARUSNYA BELAJAR;
(2) LEARNING TO DO: UNTUK MEMPEROLEH KOMPETENSI DALAM MENGHADAPI
         BERBAGAI SITUASI DAN UNTUK DAPAT BERTINDAK KREATIF PADA
                            LINGKUNGAN TERTENTU.
       (3) LEARNING TO LIVE TOGETHER: UNTUK MENGEMBANGKAN SALING
      PENGERTIAN SATU SAMA LAIN, SEBAGAI PENGAKUAN ADANYA SALING
      KETERGANTUNGAN, DAN UNTUK BERPARTISIPASI DAN BEKERJASAMA
                             DENGAN ORANG LAIN
    (4) LEARNING TO BE : UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN, KEMAM-
        PUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN, DAN TANGGUNG JAWAB PRIBADI
          MELALUI PENGEMBANGAN SELURUH ASPEK DARI POTENSI DIRI.
  BANATHY (1991) , PENDIDDIKAN MERUPAKAN KESELURUHAN PROSES YANG MENDO-
  RONG SESEORANG UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN, SIKAP, DAN PERILAKU
       YANG POSITIF BAGI KEHIDUPAN PRIBADI MAUPUN KEMASYARAKATAN.

  UU NO. 20/2003 TTG SISDIKNAS (PASAL 1): PENDIDIKAN ADALAH USAHA SADAR DAN
    TERENCANA UNTUK MEWUJUDKAN SUASANA BELAJAR DAN PROSES PEMBELA-
  JARAN AGAR PESERTA DIDIK SECARA AKTIF MENGEMBANGKAN POTENSI DIRINYA
    UNTUK MEMILIKI KEKUATAN SPIRITUAL KEAGAMAAN, PENGENDALIAN DIRI,
     KEPRIBADIAN, KECERDASAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETERAMPILAN YANG
            DIPERLUKAN DIRINYA, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA.




       BANATHY (1991) : PEMBAHARAUAN PENDIDIKAN (REFORMASI PENDIDIKAN):
                            <> DOING MORE OF THE SAME
                  <> DOING MORE OF THE SAME BUT DOING IT BETTER
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN MERUPAKAN USAHA PENINGKATAN EFISIENSI (REFORMASI GE-
  LOMBANG I); REFORMASI GELOMBANG II: PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN DE-
 NGAN MENGATUR KEMBALI KOMPONEN SISTEM YANG ADA; REFORMASI GELOMBANG III:
            SISTEM PENDIDIKAN DIDESAIN SESUAI DENGAN ERA INFORMASI.


   PENDIDIKAN NASIONAL BERFUNGSI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN
MEMBENTUK WATAK SERTA PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT DALAM RANGKA
                     MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.
 PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN UNTUK BERKEMBANGNYA POTENSI PESERTA DIDIK
    AGAR MENJADI MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YME,
BERAKHLAK MULIA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF, MANDIRI, DAN MENJADI WARGA
             NEGARA YANG DEMOKRATIS, SERTA BERTANGGUNG JAWAB.
DESAIN INSTR-INTR-02


                                FUNGSI PENDIDIKAN:
                        Sebagai pengawal arah menuju masa depan
      Mempersiapkan generasi muda dalam dimensi: sikap, nilai, kecerdasan, keterampilan
                    Sesuai kebutuhan peserta didik/masyarakat dengan
                    memperhatikan perubahan/perkembangan yang terjadi




                                          SETIAP INSAN HARUS MENJADI
       MEMERLUKAN:
                                              LIFELONG LEARNER:
        PERUBAHAN
    SISTEM PENDIDIKAN                  Sepanjang hayatnya mengembangkan potensi dirinya
                                         melalui usaha yang tiada henti untuk mendorong
                                       dan memberdayakan dirinya sendiri dalam memper-
      GLOBALISASI:                        oleh pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan
     Kebutuhan peserta                  pemahaman yang ia perlukan disertai upaya meng-
                                         aplikasikannya dengan rasa percaya diri, kreatif,
   didik terus berkembang                dan rasa senang dalam segala peran, situasi, dan
                                                           lingkungan.
                                                   + Pendidikan Moral (Agama)
     LEARN TO LEARN
       (LEARN HOW
        TO LEARN)
            KEMANDIRIAN (SELF RELIANCE) SEBAGAI JAWABAN
                                                  DESAIN INSTR-INTR

                 UTK. BERTAHAN DI ERA GLOBALISASI


 DAYA SAING EKONOMI TERGANTUNG DIMILIKINYA ANGKATAN KERJA YANG
    CUKUP TERDIDIK SEHINGGA MAMPU MENGIMBANGI PERKEMBANGAN
  TEKNOLOGI ( Kember, David. 2000. Action Learning, Action Research: Improving the Quality of
                     Teaching and Learning. London: Kogan Page, Ltd., p. 3)

KEUNGGULAN PERUSAHAAN DALAM ERA GLOBAL AKAN SANGAT DITENTUKAN
    PADA PENAMPILAN ORANG-ORANGNYA YANG MAMPU MELAKUKAN
 PENGEMBANGAN DIRI DALAM KETERAMPILAN DAN NILAI-NILAI (Longworth,
                 Norman. 1999. Making Lifelong Learning Work Learning Cities for
                      a Learning Century. London: Kogan Page, Ltd., p. 5)

Setiap anggota masyarakat yang memposisikan dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat
 akan membentuk masyarakat gemar belajar (learning society) yang merupakan prasyarat
   tumbuhnya masyarakat pecinta ilmu pengetahuan. Setiap orang akan selalu berusaha
memperbarui atau meningkatkan kemampuan dan keterampilannya sesuai dengan tuntutan
                            yang dihadapinya (Edwards, 1997).

 Penyesuaian kemampuan seseorang perlu terus dilakukan mengikuti perkembangan yang
  terjadi dalam masyarakat, dalam dunia industri, ataupun organisasi tempat seseorang
mengabdikan dirinya. Tanpa penyesuaian kemampuan diri, seseorang sulit untuk dapat terus
          berperan secara maksimal. (Daniel, 1999; Edwards, 1997; Mansell & When, 1998).
Tuntutan perkembangan & kemajuan di dalam : Masyarakat, dunia industri,
organisasi/lembaga tempat mengabdi



                           Perlu kemampuan untuk terus
                            melakukan penyesuaian diri



 Pendidikan berkualitas di samping utk. memberikan kemampuan hard skills juga harus
         mampu memberikan bekal kemampuan-kemampuan/sikap (soft skills):


      • Berkomunikasi                        • Pengembilan Keputusan
      • Pemecahan masalah                    • Menciptakan Peluang
      • Kepemimpinan                         • Risk Taking
      • Berkolaborasi                        • Fleksibel
      • Negosiasi & Persuasi                 • Pro Aktif
                          • Penanganan Masalah Kompleks,
                 • Komitmen, Integritas, Semangat, Kreatif, Konsistensi
             Pendidikan harus bersifat antisipatoris :
   Mempersiapkan peserta didik untuk menyongsong masa depan.




        REFORMASI                               TRANSFORMASI
 Perubahan tanpa mengubah                    Perubahan yang lebih
 fondasi & struktur yang ada              mendasar & mendalam dalam
                                               sistem yang ada




• Penyerahan wewenang penyelenggaraan pendidikan kepada Pemerintah
  Daerah
• Penumbuhan kesadaran individu & masyarakat
   Belajar Sepanjang Hayat  Learning Society
   Belajar Mandiri
   PENDEKATAN KONVENSIONAL : PENGAJARAN

   GURU : (1) MEMILIH BAHAN;
          (2) MEMILIH METODE
   KEMUDIAN MENYAMPAIKAN BAHAN
   TERSEBUT KEPADA PESERTA DIDIK



           PENDEKATAN BARU: PEMBELAJARAN


          PENGAJAR
PESERTA
 DIDIK
              LINGKUNGAN
                                   TUJUAN
      BAHAN


   PROSES BELAJAR
     MENGAJAR
 GURU/DOSEN YANG BERKUALITAS TIDAK DAPAT DIGANTIKAN OLEH APAPUN TERMASUK
                                 OLEH TEKNOLOGI
                        KIASAN GURU/DOSEN BERKUALITAS:
   MEMILIKI SIKAP BIJAK SEPERTI NABI SULAIMAN, MEMILIKI KEMAMPUAN MEMAHAMI
  SEPERTI SIGMUND FREUD, MEMILIKI KEPANDAIAN SEPERTI EINSTEIN, DAN MEMILIKI
                     DEDIKASI SEPERTI FLORENCE NIGHTINGALE


                             MENGAJAR

                                                       SEBAGAI ILMU:
             SEBAGAI SENI:                         MENERAPKAN PRINSIP
        ADANYA KEINGINAN YG                                 ILMIAH:
        KUAT ATAU ANTUSIASME                     (1) IDENTIFIKASI TUJUAN;
         THD BIDANG STUDI YG                        (2) MERENCANAKAN
          AKAN DIAJARKAN                            STRATEGI/RUMUSKAN
          MENCARI METODE YG                             LANGKAH LOGIS;
         PALING EFEKTIF / GAYA                   (3) KUMPL. & EVAL. DATA;
        KHAS SENDIRI & TERUS                    (4) MENGKOMUNIKASIKAN
           MEMODIFIKASINYA                                   HASIL




• GURU/DOSEN/FASILITATOR DITUNTUT UNTUK TERUS BELAJAR
• GURU/DOSEN/FASILITATOR SBG. TELADAN : PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT
• GURU/DOSEN/FASILITATOR SBG. PECINTA ILMU : ILMU TERUS BERKEMBANG
• GURU/DOSEN YG. INOVATIF, KREATIF, REFLEKTIF  GURU YG. EFEKTIF
    MENGAPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN
    SISTEM DLM. DESAIN PEMBELAJARAN?
       .



1. TUJUAN PEMBELAJ. MERUPAKAN FOKUS DARI SELURUH AKTIVITAS
   PEMBELAJARAN. PESERTA DIDIK PERLU TAHU FOKUS TSB. TANPA
   FOKUS YG. JELAS, PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI MENJADI
   TIDAK JELAS DAN TIDAK EFISIEN.

2. DENGAN PENDEKATAN SISTEM, TERDAPAT KAITAN ERAT ANTAR
   KOMPONEN, KHUSUSNYA ANTARA STRATEGI PEMBELAJ. DENGAN
   TUJUAN PEMBELAJARAN. PEMBELAJ. DIARAHKAN UTK. DIPER-
   OLEHNYA KECAKAPAN DAN PENGETAHUAN SESUAI TUJUAN PEM-
   BELAJARAN DENGAN MENYEDIAKAN KONDISI LINGK. BELAJAR
   YANG SESUAI.

3. DENGAN PENDEKATAN SISTEM, PEMBELAJ. DIPANDANG SBG.
   PROSES YG. DPT. DIREPLIKASI BERDASARKAN MASUKAN DARI
   PENGALAMAN MASING-MASING KOMPONEN.
                                                                           Resource
                         Design
             Adoption                                                    acquisition &
                                                       Information
                                   Production                             allocation
  Needs                                                  handling
 analysis
                                                                                 Personel
                                        Communication
Evaluation


                                       Prototyping
                                                                               Facilities
                                                            Management
         Operation
                        Installation


      KOMPONEN PENGEMBANGAN                             KOMPONEN PENDUKUNG

              INSTRUCTIONAL PROJECT DEVELOPMENT AND
                     MANAGEMENT (IPDM) MODEL
                                           (Gentry, 1994)
        Mela-
        kukan                     Melakukan revisi
        anali-
       sis pem-
         bela-
         jaran

Identi-
  fikasi          Merumus-    Mengem-                    Mengem-   Merancang
                                         Mengembang-     bangkan
 tujuan           kan tuju-   bangkan                              dan mela-
                                          kan strategi     dan
pembe-            an pembe-     tes                                  kukan
                                           pembela-      memilih
lajaran            lajaran     acuan                                evaluasi
                                            jaran         bahan
 umum               khusus    patokan                               formatif
                                                          ajaran
      Menge-
     nali peri-                                                       Merancang
     laku awal                                                        dan melaku-
     & karak-                                                         kan evaluasi
       teristik                                                         sumatif
      peserta
        didik

                       MODEL PENDEKATAM SISTEM DALAM DESAIN
                           PEMBELAJARAN – DICK & CAREY
                        PLANNING

                        REVISION


                 INSTRUCTIONAL
                    PROBLEM         LEARNER
                                 CHARACTERISTIC
           EVALUATION
          INSTRUMENTS
                                           TASK ANALYSIS
      DEVELOPMENT OF
        INSTRUCTION                       INSTRUCTIONAL
                                            OBJECTIVES
         DESIGNING THE              CONTENT
           MESSAGE                 SEQUENCING
                     INSTRUCTIONAL
                       STRATEGIES


                   FORMATIVE EVALUATION


                   PROJECT MANAGEMENT

MORRISON, ROSS & KEMP MODEL OF INSTRUCTIONAL DESIGN PROCESS
    Many
                                              objectives

 Num-
 ber
                                subcompetency
 of
 State-
 ments
                        competency



                 goal
     Few

            General                       Very Specific
             Scope of learning outcome statement
Sumber: Gene E. Hall, & Howard L. Jones, Competency-based
   Education, London: Prentice-Hall Int. Inc., 1976, p. 29.
            KOMPETENSI -- TUJUAN PEMBELAJARAN


          Goals are the broadest statements one makes
        about the expected outcomes of a CBE program.
     On the opposite end of the continuum from goals are
 objectives. An objective is the most specific formal statement
  that is made about expected learning outcomes. Objectives
are behavioral descriptions of learning skills. On the continuum
   of goals to objectives, competencies lie in the mid range.
        All three – goals, competencies, and objectives—
                  rest on a base of assumptions.
                      (Hall & Jones, 1976: 28)




      … the general idea is that competencies should be
       more specific than goals, subcompetencies more
  specific than competencies, and objectives more specific
  than subcompetencies. For any program there will probably
  be more competencies than goals, more subcompetencies
         than competencies, and more objectives than
                       subcompetencies
                   (Hall & Jones, 1976: 28)
      KOMPETENSI --- TUJUAN PEMBELAJARAN




McAshan, H.H. 1981. Competency-based Education and
  Behavioral Objectives. Englewood Cliffs, N.J.: Education-
  al Technology Publications:

… this book deals with the techniques for writing and opera-
tionalizing appropriate types of competencies (goals) and
performance objectives, … (p. v).

  A competency-based education (CBE) program is one in
which the desired learning outcomes – usually referred to
as competencies which represent the specific instructional
intents of the program and the behavioral outcomes, some-
times referred to as assessment modes or evaluation
indicators– are specified in advance in written form. (p. 30).
              PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA
                 PEMECAHAN MASALAH


                PROSES DESAIN PEMBELAJARAN
                DIMULAI DENGAN IDENTIFIKASI
                         MASALAH

PROSES IDENTIFIKASI MASALAH = PROSES IDENTIFIKASI/ANALISIS
KEBUTUHAN (NEEDS ANALYSIS)

WHAT IS VERSUS WHAT SHOULD BE
PEMBELAJARAN DIDESAIN UNTUK MENGATASI KESENJANGAN ANTARA WHAT
IS VERSUS WHAT SHOULD BE TERSEBUT

HASIL ANALISIS KEBUTUHAN KEMUDIAN DIFORMULASIKAN DALAM BENTUK
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM MERUPAKAN SEBUAH DESKRIPSI TENTANG
HASIL PEMBELAJARAN BUKAN SEBUAH DESKRIPSI PROSES
PEMBELAJARAN
TUJUAN PEMBELAJARAN DINYATAKAN DALAM BENTUK PERNYATAAN
MENGENAI APA YANG AKAN DAPAT DILAKUKAN PESERTA DIDIK SETE
LAH SELESAI MENGIKUTI SEBUAH PEMBELAJARAN.
STRATEGI-STRATEGI DALAM ANALISIS KEBUTUHAN

DATA UTAMA DALAM ANALISIS KEBUTUHAN HARUS DIPEROLEH DARI
(CALON) PESERTA DIDIK. INSTRUMEN PERLU DIKEMBANGKAN
UNTUK MENGUMPULKAN DATA DARI PESERTA DIDIK TERSEBUT.


ADA LIMA TIPE BUTIR PERTANYAAN ATAU DATA/KEBUTUHAN YANG
PERLU DIGALI MELALUI INSTRUMEN:

  1. MASALAH-MASALAH APA YANG DIHADAPI DALAM DUNIA
     KERJA?
  2. PRIORITAS-PRIORITAS KETERAMPILAN APA YANG PERLU
     MASUK DLM. PEMBELAJARAN?
  3. KETREMPILAN/KEMAMPUAN YANG TELAH DIMILIKI PESERTA
     DIDIK (MELALUI PRE TES )
  4. HARAPAN/TANGGAPAN TENTANG HAL YANG PALING MENARIK
     SEBAGAI ALASAN MENGIKUTI PEMBELAJARAN.
  5. PENDAPAT TENTANG CARA YANG PALING BAIK DALAM MENGA-
     TASI MASALAH SEPERTI YANG AKAN DIPECAHKAN MELALUI
     PEMBELAJARAN INI. (APAKAH TIDAK ADA CARA LAIN YANG
     LEBIH EFISIEN DIBANDINGKAN DENGAN PEMBELAJARAN?)
  ANALISIS PEMBELAJAR DAN ANALISIS KONTEKSTUAL
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PEMBELAJAR TERKAIT DG. TUJUAN
TERDAPAT TIGA KELOMPOK KARAKTERISTIK :
  (1) KARAKTERISTIK UMUM: JENIS KLMN, USIA, PENGALAMAN, TINGKAT PDDK, DLL.
  (2) KOMPETENSI PRASYARAT: UTK. MENENTUKAN TK. KESUKARAN PBLJRN.
  (3) GAYA BELAJAR : BGMN PEMBELAJAR MENGHADAPI TUGAS & MEMPERLAKUKAN
      INFORMASI
                INFORMASI-INFORMASI AKADEMIK:
                   - CAPAIAN PRESTASI AKADEMIK, BIDANG STUDI YG. TELAH
                     DITEMPUH
                   - RATA-RATA NILAI YG, DIPEROLEH
                   - KEMAMPUAN BACA, TULIS, HITUNG, IQ DSB.
                   - LATIHAN/PENATARAN YANG TELAH DITEMPUH

                KARAKTERISTIK PRIBADI DAN SOSIAL: TK. KEMATANGAN, MOTIVASI,
                SIKAP, HARAPAN,
                    BAKAT, KEMAMPUAN BLJ. DI LINGK. TERTENTU, DSB.
KARAKTERISTIK PEMBELAJAR DENGAN KONDISI KHUSUS:
 <>PEMBELAJAR DG. MULTI BUDAYA/KLP. MINORITAS
 <>PENYANDANG CACAT
 <>ADULT LEARNER: Motivasi Blj. Tinggi, Manfaat materi, Waktu adalah
   berharga, Menghargai Guru yang mumpuni, Membawa serta penglmn. dlm.
   Belajar, mandiri, Berpartisipasi aktif, Kurang luwes, Bekerjasama.
BERUSAHA MENGKAITKAN PEMBELAJARAN DG. DUNIA NYATA:

TIGA TIPE KONTEKS PEMBELAJARAN:
 <> MENGORIENTASIKAN KONTEKS TERFOKUS PD. PEMBELAJAR:
       - Apa tujuan pembelajar mengikuti pembelajaran?
       - Apa tanggapan akan manfaat pembelajaran?
       - Apa persepsi pembelajar ttg. akuntabilitas pembelajaran?
 <> KONTEKS PEMBELAJARAN: Mengidentifikasi kondisi lingk. pbljrn.
         menyangkut: pencahayaan, gangguang, suhu udara, tempat duduk,
                       akomodasi, peralatan pbljrn, transportasi.
 <> KONTEKS TRANSFER HASIL BLJ.: Penyediaan lingk. yg. memudahkan
         transfer penget. yg. dipelajari ke dalam praktek nyata.
         KRITERIA PENETAPAN TUJUAN
               PEMBELAJARAN
TUJUAN PEMBELAJARAN PERLU DIUJI DENGAN 3 PERTANYAAN:
1. APAKAH TERDAPAT CUKUP SUMBERDAYA MANUSIA DAN WAKTU UNTUK
   MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN
   TERSEBUT?

2. APAKAH TUJUAN PEMBELAJARAN TERSEBUT DAPAT DITERIMA PIHAK
   MANAJEMEN/PEMEGANG OTORITAS?

3. APAKAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN YANG AKAN DILAKUKAN
   DAPAT MEMECAHKAN MASALAH DAN DAPAT MENCAPAI TUJUAN
   PEMBELAJARAN YANG TELAH DITETAPKAN?

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM HARUS:

  BERISI PERNYATAAN YANG JELAS (WALAUPUN BERSIFAT UMUM)
  DARI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK.
  TERKAIT DENGAN MASALAH YANG DIIDENTIFIKASI DAN HASIL
  ANALISIS KEBUTUHAN
  HAL ITU DAPAT DICAPAI MELALUI PROGRAM PEMBELAJARAN
  BUKAN UPAYA YANG LAIN.
     ANALISIS PEMBELAJARAN
                                    KLASIFIKASI TUJUAN
                                    PEMBELAJARAN
             ANALISIS TUJUAN
             PEMBELAJARAN
ANALISIS
                                    IDENTIFIKASI LANGKAH POKOK
PEMBELA                             YANG HARUS DITAMPILKAN
JARAN                               PESERTA DIDIK
              ANALISIS
              KEMAMPUAN AWAL




  ANALISIS PEMBELAJARAN DILAKUKAN SETELAH TUJUAN PEMBELAJARAN
  DIRUMUSKAN SECARA JELAS YANG BERUPA PERNYATAAN/DESKRIPSI
  TENTANG APA YANG AKAN DAPAT DITAMPILKAN OLEH PESERTA DIDIK
  SETELAH SELESAI MENGIKUTI PEMBELAJARAN
     EMPAT MACAM STRUKTUR PERILAKU
1. HIRARKIKAL                             2. PROSEDURAL

 PERILAKU UMUM/
KOMPETENSI DASAR
                             PRLK.     PRLK.         PRLK.         PERILAKU
                            KHUSUS    KHUSUS        KHUSUS           UMUM

PERILAKU KHUSUS



PERILAKU KHUSUS


 3. PENGELOMPOKAN                         4. KOMBINASI
         PERILAKU
           UMUM                           PERILAKU UMUM




                                  PRLK.
                                  PRLK.      PRLK.         PRLK.
                                 KHUSUS
                                 KHUSUS     KHUSUS        KHUSUS
 PERI-    PERI-     PERI-
 LAKU     LAKU      LAKU
 KHU-     KHU-      KHU-
  SUS      SUS       SUS          PRLK.         PRLK.      PRLK.
                                 KHUSUS        KHUSUS     KHUSUS
                          1
                 Menuliskan Perilaku/
                 Kompetensi Umum


           2                                         3
  Menuliskan Perilaku2/                 Menyusun Perilaku2/Kom-
  Kompetensi Khusus                      Petensi Khusus secara
  Pada Secarik Kertas                       Logis/Sistematis
                                            menurut Struktur
                                                 tertentu



           5
  Diskusi sejawat me-                              4
nyangkut: Kelengkapan,                  Meneliti kemungkinan
  Logis, Strukturnya                    hubungan antar Peri-
                                           laku Umum --
                                          Perilaku Khusus
      IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PEMBELAJARAN
                                (MRK)




PROSES DESAIN INSTRUKSIONAL DIAWALI DENGAN IDENTIFIKASI MASALAH ATAU
KEBUTUHAN PEMBELAJARAN. APABILA AKAR MASALAH TELAH DIKETAHUI, AKAN
DAPAT DITENTUKAN APAKAH DENGAN PEMBELAJARAN AKAN DAPAT
MEMECAHKAN MASALAH TERSEBUT.

                                ANALISIS KEBUTUHAN

   TIGA PENDEKATAN
                                 ANALISIS SASARAN
 IDENTIFIKASI MASALAH

                                ANALISIS PENAMPILAN




                     EMPAT FUNGSI ANALISIS KEBUTUHAN:
1. MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN YG. RELEVAN DG. PEKERJAAN/TUGAS TERTENTU
           2. MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN YG. PALING MENDESAK
                  3. MENYUSUN PRIORITAS UNTUK DITANGANI
    4. MENYEDIAKAN DATA DASAR UTK. MENILAI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN
KEBUTUHAN      KEBUTUHAN       KEBU-      TUJUAN       KEBUTUH-     KEBUTUH-
 NORMATIF:    KOMPARATIF:      TUHAN       YG. DI-     AN MASA     AN INSIDEN-
DISESUAIKAN    DIBANDING-      YG. DI-     NYATA-       DEPAN:       TAL PEN-
   DENGAN     KAN DENGAN     RASAKAN:       KAN:        SARANA         TING:
   NORMA/     STATUS/UKUR-    KESEN-      TUJUAN         UTK.        IDENTIFI
  STANDAR      AN EKSTER-     JANGAN     YANG DIRA-    IDENTIFI-     KASI DF.:
 TERTENTU         NAL         ANTARA       SAKAN      KASI PERU-      MENGA-
                              TAMPIL-       YANG      BAHAN YG.       NALISIS
                               AN YG.      DINYA-        AKAN       MASALAH2
                               SEHA-       TAKAN      TERJADI YG   POTENSIAL
                              RUSNYA       DALAM       RELEVAN
                                 DAN       TINDAK      DG. MASA-
                                SENY-        AN           LAH
                               TANYA
  ANALISIS PEMBELAJAR DAN ANALISIS KONTEKSTUAL
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PEMBELAJAR TERKAIT DG. TUJUAN
TERDAPAT TIGA KELOMPOK KARAKTERISTIK :
  (1) KARAKTERISTIK UMUM: JENIS KLMN, USIA, PENGALAMAN, TINGKAT PDDK, DLL.
  (2) KOMPETENSI PRASYARAT: UTK. MENENTUKAN TK. KESUKARAN PBLJRN.
  (3) GAYA BELAJAR : BGMN PEMBELAJAR MENGHADAPI TUGAS & MEMPERLAKUKAN
      INFORMASI
                INFORMASI-INFORMASI AKADEMIK:
                   - CAPAIAN PRESTASI AKADEMIK, BIDANG STUDI YG. TELAH
                DITEMPUH
                   - RATA-RATA NILAI YG, DIPEROLEH
                   - KEMAMPUAN BACA, TULIS, HITUNG, IQ DSB.
                   - LATIHAN/PENATARAN YANG TELAH DITEMPUH

                KARAKTERISTIK PRIBADI DAN SOSIAL: TK. KEMATANGAN, MOTIVASI,
                SIKAP, HARAPAN,
                    BAKAT, KEMAMPUAN BLJ. DI LINGK. TERTENTU, DSB.
KARAKTERISTIK PEMBELAJAR DENGAN KONDISI KHUSUS:
 <>PEMBELAJAR DG. MULTI BUDAYA/KLP. MINORITAS
 <>PENYANDANG CACAT
 <>ADULT LEARNER: Motivasi Blj. Tinggi, Manfaat materi, Waktu adalah
   berharga, Menghargai Guru yang mumpuni, Membawa serta penglmn. dlm.
   Belajar, mandiri, Berpartisipasi aktif, Kurang luwes, Bekerjasama.
BERUSAHA MENGKAITKAN PEMBELAJARAN DG. DUNIA NYATA:

TIGA TIPE KONTEKS PEMBELAJARAN:
 <> MENGORIENTASIKAN KONTEKS TERFOKUS PD. PEMBELAJAR:
       - Apa tujuan pembelajar mengikuti pembelajaran?
       - Apa tanggapan akan manfaat pembelajaran?
       - Apa persepsi pembelajar ttg. akuntabilitas pembelajaran?
 <> KONTEKS PEMBELAJARAN: Mengidentifikasi kondisi lingk. pbljrn.
         menyangkut: pencahayaan, gangguang, suhu udara, tempat duduk,
                       akomodasi, peralatan pbljrn, transportasi.
 <> KONTEKS TRANSFER HASIL BLJ.: Penyediaan lingk. yg. memudahkan
         transfer penget. yg. dipelajari ke dalam praktek nyata.
      TAKSONOMI BLOOM, DKK:
            KOGNITIF
            AFEKTIF
          PSIKHOMOTOR


         TAKSONOMI GAGNE:
        <>INFORMASI VERBAL
    <>KETERAMPILAN INTELEKTUAL
        <>STRATEGI KOGNITIF
             <>AFEKTIF
      <>MOTORIK/PSIKHOMOTOR

TAKSONOMI BERBEDA DENGAN STRUKTUR
             PERILAKU

								
To top