Minyak buah jarak by Dj0Vv5y

VIEWS: 91 PAGES: 4

									                                Minyak buah jarak


Rangkuman Diskusi Energi Alternatif di Mailing List Migas Indonesia bulan
September 2006 membahas tentang minyak buah jarak.

Dalam diskusi ini dibahas mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh
buah jarak, dan daerah potensial di Indonesia untuk menanam jarak, juga proses
pengolahannya menjadi minyak jarak.

Saat ini pemrosesan biodiesel dari minya jarak dilakukan dengan cara batch,
bagaimanakah cara agar bias dilakukan secara kontinu? Selain itu dibahas juga
mengenai kesesuaian spesifikasi biodiesel minyak jarak dengan genset yang saat
ini beredar di pasaran.

Diskusi selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut :



Pernyataan : I Gusti Ketut Ari Wijaya S.

Pohon jarak bisa diperoleh di daerah Jawa Barat, NTB, NTT, DLL. Pohon jarak hanya
membutuhkan waktu 6-8 bulan untuk bisa dinikmati hasil buahnya.
Pohon jarak bisa ditanam di daerah dengan keadaan tanah yang tidak subur.
Perusahaan tertentu sudah menggalakkan penanaman pohon jarak dengan volume yang cukup
besar. Diperkirakan perusahaan tersebut telah menanam pohon jarak di lahan seluas 200,000
hektar.

Tanggapan 1 : Sinurat

Dear Pak Ary Wijaya;

Salam kenal sebelumnya, saya Sinurat, kebetulan saya bekerja freelance sebagai Energy
Development Specialist di PT LAPI ITB. Pak, apakah Bapak memiliki referensi tentang daerah
potensial yang Bapak sebutkan, terutama di daerah Pulau Jawa? Jika berkenan perusahaan
apakah yang sudah memulai investasi penanaman seluas 200,000 hektar tersebut?

Terimakasih banyak sebelumnya

Tanggapan 2 : Achmad Hidayat

Daerah pesisir pantai, daerah banten, jawa timur di lahan lahan tdk prduktif, daerah gunung
kidul, dll. Yang saat ini lahannya kosong tdk prduktif bisa ditanam.
Bicara ratusan ribu hektar, tolong dibedakan antara yang isu, sedang menjajaki, atau mulai
beberapa ratus sd ribuan Ha. Kalau 200.000 Ha, tebakan saya baru sebatas studi dan menjajaki.

Tanggapan 3 : ariyo

Dear Mr Hadi M

Setau saya buah jarak itu sangat langka, di Indonesia hanya ada di NTT, Kalo masalah proses
pembuatannya itu Cuma sederhana, tinggal kita press dan kita ambil minyaknya.

Tapi kalo anda membutuhkan buah jarak tersebut, kira2 berapa yang bapak butuhkan?

Tanggapan 4 : Ivan Taufan Gmail

Dear Pak Aryo,

Proses pengolahan minyak jarak menjadi minyak diesel sintetis memang sederhana. Tapi setahu
saya tidak semudah di press, karena ada proses trans-esterifikasi untuk dijadikan minyak diesel
sintetis. Kalau diambil minyaknya doing memang cukup di-press aja

Tanggapan 5 : roeddy setiawan

menambahkan keterangan tentang reaksi transesterifikasi.

reaksi tranesterifikasi sangat mudah, berikut salah satu resep yang bisa di coba.

minyak jarak dicampur dengan methanol dengan perbandingan 30 % berat methanol. di aduk di
drum atau bejana pencampur dengan suhu 60 C. di tambah kan sedikit sedikit soda api (total 2 %
berat). aduk terus sekitar 6 jam untuk memastikan reaksi sempurna.

endapkan, bagian bawah adalah glyserol, bisa dipakai sebagai sabun. bagian atas nya minyak
biodiesel yang di cari . kalau sulit dapat minyak jarak, raw cpo yang berwarna merah bisa juga.

Tanggapan 6 : agung yulianto

Pak,

Selain minyak jarak juga sudah ada loh dari CPO.
Karena saya membaca tulisan di Kompas sudah di pergunakan di Pembangkit PLN di Lampung
komposisinya sebesar 20 : 80 dengan solar.
Malah salah satu di Pabrik tempat saya bekerja yang berada di Bali, mereka di tawarkan dengan
komposisi 50:50. Dan mereka memberikan referensi sudah di pake di Pabrik kacang Garuda unit
Surabaya.
Bagaimana dengan yang ini ? make sense gak ya...

Tanggapan 7 : zukita
Untuk tambahan informasi tentang minyak jarak bisa juga lihat di www.jarakpagar.com

Tanggapan 8 : ari rifani bustaman

sharing,
perusahaan kami (private shipyard di surabaya) telah melakukan trial biofuel dari CPO dengan
penggunaan 100% (mid sept 2006) Trial di lakukan pada genset dengan mesin mitsubishi 6D22,
output 80 kva., selama 5 hari dengan rata2 pemakaian 8-10 jam /hari (sebagai power source
mesin las)
 hari ke-6, genset tidak bisa start up sama sekali, dari pemeriksaan, 5 dari 6 nozzle injector buntu
tersumbat kotoran

penjelasan dari supplier:
biofuel tersebut memiliki kemampuan membersihkan kotoran2 pada bagian2 mesin yg
dilaluinya,
terhadap kondisi mesin yg sudah cukup tua dan filter bahan bakar yg tidak cukup baik, adalah
wajar jika kotoran terbawa sampai ke nozzle injector dan pompa bahan bakar.

saat ini saya masih menunggu informasi lebih lanjut dari produksi, karena selain nozzle injector,
memang pompa bahan bakar genset tersebut pun ternyata ikutan rusak

Tanggapan 9 : Firman

Pak Arif,

Adakah bapak pernah memasang diff pressure gauge di filter dan oil pressure gauge sewaktu
menggunakan CPO. Sehingga diketahui parameter pressure.

Untuk yang dinozzle ada kemungkinan memang dari kotoran or debris yang lolos dari filter.
Atau kemungkinan lain dari sisa hasil pembakaran yang kurang sempurna (setting engine).

Tanggapan 10 : Sadikin, Indera

Pak Ari,
Kalau dicoba di genset baru dan rusak juga berarti bisa diklaim balik ke supplier dong. Artinya
proses penyaringan dari supplier ga bagus.

Tanggapan 11 : roeddy setiawan

Pak Ari,

ini dugaan saya saja
saya duga manufacturing process dr bio diesel tersebut yang belum baik, maksud saya
umumnya reactor transesterifikasi itu proces nya BATCH, jadi berupa bejana yang di aduk. jadi
antara produk, katalis dan reactan campur baur jadi satu.
Pemisahan nya ini yang sulit, karena Biodiesel dan glyserol plus katalist (KOH) agak sulit di
pisah. untuk produser yang baik biodiesel yang terbentuk akan di water wash berkali kali untuk
membuang KOH dan Glyserol yang mungkin masih ada. tapi kalau quality control dari
manufacturing proses ini tidak diestablish agak repot.

Klaim Biodiesel maker memang betul punya daya bersih wong ada sabun nya (gliserol dg KOH
jadi spt sabun colek) tapi material ini juga akan mengurangi lubricity dari diesel tersebut, ujung
ujung nya injection pump nya jadi oblag, ngak ada pressure nya buat atomizing fuel. dan juga
kalau masih ada unreacted material tinggal di injection tube karean temperaturnya panas
bereaksi kembali ahirnya jadi gunk buntuin atomizer.

saya kira ini yang menjadi rational Bppt waktu testing biodiesel nya, ngak mau 100% pake
biodiesel buatanya sendiri buat menjaga lubricity fuel itu secatra keseluruhan.
terus terang ini dugaan saja i dont have all the fact, cuman melihat dari kesulitan Batch process.

untuk aman nya sih, test bio diesel tersebut pake simulated diesel saja, maksud saja dibikin work
bench yang komponen nya, injection pump, high presure tube, injector/atomizer. yang dijalankan
oleh motor listrik. jadi pak ari boleh main main sa puas nya di angetin tube nya di dinginkan see
what happen. meskipun saran ini tidak menjamin top lubrication ke piston & piston house di uji.
selamat mencoba pak

Tanggapan 12 : Nurudin

Saya sependapat dengan pak roedy,

Kemungkinan besar karena atomizingnya yang kurang baik.
Hasil kotoran yang pernah saya bandingkan antara DI dan IDI Diesel Engine, lebih bersih IDI.

Tanggapan 13 : gandi r setyadi

Salam,

Pak Ari,
Mungkin di tes dulu saja bio-diesel yang digunakan tersebut apakah sudah masuk ke spesifikasi
sesuai SNI. Seharusnya problem tersebut tidak muncul, apalagi kalo masalahnya juga sampai di
pompa bahan bakar (yang berarti memang ada kotoran terikut pada supply biodieselnya).
Ada teman di ITB pernah test dgn Genset DongFeng 30 KVA, no problemo bahkan untuk
penggunaan 100%.

Benar memang proses di transesterifikasi seperti yang diceritakan pak Roeddy, akan tetapi
dengan proses washing dan flash evaporasi yang baik maka gliserol dan kadar air seharusnya
bisa memenuhi SNI. Daya pembersihannya bukan karena adanya sabun yang terbentuk (ini yang
hustru harus dihindari dan dihilangkan) tetapi dari karakteristik bio-diesel sendiri yang mampu
melarutkan bahan organik dan rubber (kalau pengotornya metal tracing ya sami mawon).

								
To top