MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN MELALUI PELAKSANAAN SIM DAN
KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF
( Analisis deskriptif korelasional pelaksanaan SIM dan Komunikasi Interpersonal hubungannya
dengan Kinerja Pegawai kantor pelayanan PBB Kab. Kuningan)
Oleh Susilawati
ABSTRAK
Kinerja pegawai merupakan hasil kerja sebagai akibat suatu tindakan seseorang dalam
melaksanakan tugas dengan dilandasi oleh kemampuan, sikap dan motivasinya. Perbedaan unjuk
kerja individu dalam situasi kerja adalah akibat adanya perbedaan karakteristik individu dan situasi
berbeda. Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri melainkan berhubungan dengan
faktor individu, organisasi dan lingkungan eksternal.
Kemajuan teknologi telah menjanjikan suatu hasil pekerjaan yang efektif dan efesien serta
mampu memenangkan kompetitip, dengan sistem teknologi yang semakin pesat, sistem-sistem
informasipun begitu mudah di peroleh, semakin akurat dan cepat tetapi. Bagaimanapun pesatnya
kemajuan teknologi, peranan manusia masih menduduki peringkat terpenting, karena teknologi
hanyalah berupa alat bantu berupa hardware, sedangkan manusia itu sendiri yang
mengoptimalkannya, hal-hal yang menyangkut perasaan, pertimbangan-pertimbangan dan kebijakan,
tidak dapat dilakukan oleh teknologi. Keharmonisan diantara personal, suasana yang penuh
kekeluargaan, tidak sedikit pengaruhnya terhadap kinerja pegawai. Dengan demikian kedua faktor
tersebut begitu besar pengaruhnya terhadap kinerja pegawai
Kata Kunci : Kinerja, SIM, Komunikasi Interpersonal
Latar Belakang Masalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kab.
Kinerja merupakan tanda berhasil atau Kuningan dengan indikasi terjadinya
tidaknya seseorang atau organisasi dalam pengaduan-pengaduan (complain) dari
melaksanakan pekerjaan nyata yang ditetapkan pihak user/pelanggan atas ketidakpuasan
dengan standar tertinggi dari orang tersebut, mereka dalam mendapatkan pelayanan,
yang melampaui apa yang diminta atau rendahnya kualitas kerja yang dihasilkan
diharapkan. Selain itu kinerja pegawai yang disebabkan oleh kurangnya tanggung
baik terlihat dari hasil menyelesaikan jawab dan kesadaran serta kerja sama yang
pekerjaan, kinerja juga berkaitan dengan mendalam dari para pegawai, hal ini dapat
tingkat pengetahuan dan kemampuan dalam disebabkan oleh faktor yang datang dari
mengatasi masalah.
diri pegawai (intrinsik) dan dari luar diri
Pada kenyataannya kualitas Sumber pegawai (ekstrinsik),
Daya Manusia (SDM) Indonesia relatif Atas dasar gejala tersebut, peneliti perlu
tertinggal dibanding negara-negara menguji kebenaran dugaan tersebut dengan
tetangga dalam percaturan pasar global, mengadakan penelitian mengenai berbagai
dan Indonesia masih lemah dalam aspek perilaku organisasi, terutama
menghasilkan karya-karya bermutu sebagai pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen
hasil dari penguasaan ilmu pengetahuan (SIM) menurut persepsi pegawai dan
dan teknologi, hal ini perlu dicermati apa Komunikasi Intepersonal yang diperkirakan
yang menjadi penyebabnya. Salah satu berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai kantor
indikator rendahnya kualitas Sumber Daya pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Manusia (SDM) adalah rendahnya Kuningan.
kinerja, termasuk pada kantor pelayanan
1
Deskripsi Teori
Kinerja Pegawai Dari bagan tersebut terlihat jelas bahwa salah
Istilah kinerja berasal dari kata job satu faktor yang mempengaruhi Kinerja dari
performance atau actual performance (prestasi dalam organisasi diantaranya terciptanya kondisi
kerja atau prestasi sesungguh nya yang dicapai kerja yang kondusif, hubungan antar personal
oleh seseorang). Menurut Nanang Fattah dan dari luar organisasi diantaranya yaitu
(1999,19) bahwa “prestasi kerja atau penampilan perubahan terknologi yang sangat dirasakan
kerja (performance) diartikan pada era sekarang ini.
sebagai ungkapan kemampuan yang didasari Dua variabel ini terlihat cukup ironis, satu
Oleh pengetahuan, sikap dan sisi kemajuan teknologi telah menjanjikan suatu
Keterampilan dan motivasi dalam hasil pekerjaan yang efektif dan efesien serta on-
Menghasilkan sesuatu”. Kinerja adalah “tingkat line, dengan sistem teknologi yang semakin
keberhasilan di dalam melaksanakan tugas serta pesat, sistem-sistem informasipun begitu mudah
kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah di peroleh, semakin akurat, dan cepat, tetapi
ditetapkan. Kinerja dikatakan baik dan sukses jika bagaimanapun pesatnya kemajuan teknologi,
tujuan yang dinginkan dapat dicapai dengan peranan manusia masih menduduki peringkat
baik”(Khoerul ,2005;.12 ) terpenting, karena teknologi hanyalah berupa alat
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bantu berupa hardware, sedangkan manusia itu
istilah kinerja menunjukkan adanya suatu tindakan sendiri adalah yang mengoptimalkannya, hal-hal
seseorang dalam melaksanakan tugasnya dengan yang menyangkut perasaan, pertimbangan
dilandasi oleh kemampuan, sikap dan motivasinya. kebijakan tidak dapat dilakukan oleh teknologi.
Perbedaan unjuk kerja individu dalam situasi kerja Keharmonisan diantara personal, suasana yang
adalah akibat adanya perbedaan karakteristik penuh kekeluargaan, tidak sedikit pengaruhnya
individu dan situasi berbeda terhadap kinerja pegawai. Dengan demikian
Mengacu pada pendapat di atas, bahwa kedua faktor tersebut begitu besar pengaruhna
kinerja pegawai ditentukan oleh Kemampuan, terhadap kinerja pegawai
motivasi dan sikap, Kinerja dalam menjalankan Sementara itu menurut JM. Ivancevich,
fungsinya tidak berdiri sendiri, melainkan James H. Donnely dalam Khaerul (2005;5)
berhubungan dengan kepuasan dan tingkat “faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja
imbalan, kondisi yang kondusif, sistem yang Pegawai adalah 1). Individu, 2) Organisasi dan 3)
relevan, dengan kata lain faktor individu, Faktor Psikologis”
organisasi dan lingkungan eksternal dapat
mempengaruhi kinerja pegawai, Faktor Perilaku Individu Faktor
Castteter dalam Khaerul (2005;83) Individu Prestasi (hasil Psikologis
mengemukakan sumber-sumber yang yang diharapkan)
1. Kemampua 1. 1, Persepsi
menyebabkan terjadinya kinerja tidak efektif keterampilan 2. Sikap
adalah sebagai berikut: mental fisik . KePriba
Tabel 1. 2. 2. Latar dian
belakang 4. Belajar
Sumber-sumber yang menyebabkan kinerja tidak efektif
3. keluarga,
tingkat
Sumber dari Sumber dari Sumber dari
social dan
individu itusendiri organisasi lingkungan Faktor Organisasi
pen laman
eksternal 1. Sumber daya
3. Demografi:
Kelemahan Intelektual Sistem Keluarga umur, asal 2. Kepemimpinan
Kelemahan Fisiologis Organisasi Kondisi-kondisi usul, jenis 3. Imbalan
Demotivasi Peranan ekonomi kelamin 4. Struktur desian
Faktor Personalitas Organisasi Kondisi-kondisi pekerjaan
Keusangan/ketuaan Kelompok hukum
Preparasi, posisi Organisasi Nilai-nilai sosial
Orientasi nilai Perilaku yang Pasaran Kerja
berhubungan Perubahan
Gambar 1 .
dengan Teknologi
pengawasan Perkumpulan- Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai.
Iklim Organisasi perkumpulan
2
Untuk mengetahui kinerja pegawai perlu bentuk komunikasi interpersonal, sebagai umpan
melakukan evaluasi kinerja.Evaluasi Kinerja balik (feed back) .
adalah salah satu bagian dari manajemen kinerja, Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen
yang merupakan proses di mana kinerja Pengertian umum tentang sebuah sistem akan
perseorangan dinilai dan dievaluasi. Ini dipakai terdiri dari kumpulan komponen-komponen atau
untuk menjawab pertanyaan,” Seberapa baikkah sub sistem-sub sistem yang saling tertintegrasi.
kinerja seorang pegawai pada suatu periode Menurut Gordon B. Davis,(1984;91) “Sistem
tertentu?, “Metode apapun yang dipergunakan Informasi menerima masukan data dan instruksi,
untuk menilai kinerja, tidak untuk menyalahkan mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan
salah satu unsur dalam organsasi . Penilain kinerja mengeluarkan hasilnya”
hanyalah sebuah titik awal bagi diskusi serta Selanjutkan Gordon B. Davis (1984 92)
diagnosis lebih lanjut”.(RobertBacal,h. 4).. menjelaskan bahwa “Sistem pengolahan
. Sejalan dengan pendapat Miller Richard informasi memiliki sub system fungsional seperti
(1978;250) yang mengemukakan bahwa “kinerja sistem perangkat keras, sistem pengoperasian
karyawan dapat dipantau dari catatan lembaga, (operating system), sistem komunikasi dan
yakni efesiensi dan produktivitas kerjanya”. sistem data base”
(Khoerul , 2005 ;h.86 ) Dari pernyataan tersebut menunjukkan
Penilaian kinerja ditujukan bukan untuk bahwa sistem berkaitan dengan 1) sasaran, 2)
kepentingan organisasi yang bersangkutan komponen masukan-proses dan keluaran, 3)
melainkan untuk semua pihak, seperti yang berada dalam suatu lingkungan, 4) mencakup
diungkapkan oleh Ahmad S. Ruky (2001; 20- sejumlah sub sistem 5) bekerja dengan cara
21)bahwa penilaian prestasi mempunyai tujuan interdenpendesial 6) menggambarkan sebuah
untuk jaringan kerja 7) senantiasa menghadapi kendala
1. Meningkatkan prestasi kerja karyawan baik dan 8) sistem mengandung pengendalian.
sevara individu, meupun sebagai kelompok Sistem informasi yang dimaksud di sini
2. Mendorong kinerja sumber daya manusia adalah merupakan himpunan dari kelompok
secara keseluruhan yang direfleksikan dalam orang yang bekerja, prosedur-prosedur dan
kenaikan produktivitas sumber daya peralatan, pengumpulan data,
3. Merangsang minat dalam pengembanagan mengolahnya menjadi informasi, merawat dan
pribadi dengan tujuan meningkatkan hasil kerja menyebarkan informasi dalam suatu organisasi.
dan prestasi kerja Keterkaitan komponen-komponen dalam suatu
4. Membantu perusahaan untuk dapat menyusun sistem dapat terlihat pada gambar berikut ini :
program pengembangan dan pelatihan
karyawan yang lebih tepat guna.
MODEL
5. Menyediakan alat/sarana untuk
membandingkan prestasi kerja pegawai dengan
gajinya atau imbalannya
6. Memberikan kesempatan pada pegawai untuk PROSES
mengeluarkan perasaannya tentang pekerjaan INPUT OUT PUT
atau hal-hal yang ada kaitannya.
Evaluasi kinerja diharapkan dapat
meningkatkan prestasi kerja pegawai, mendorong
Sumber Daya Manusia (SDM) secara
keseluruhan, merangsang minat untuk
berkembang yang dapat membantu perusahaan DATA BASE
menyusun program pengembangan, sekaligus
menjadi alat untuk membandingkan prestasi
dengan gaji/ imbalan yang diterimanya dan yang Control Teknologi
terpenting dengan adanya evaluasi kinerja
memberikan kesempatan pada pegawai untuk Gambar 2.
mengeluarkan perasaannya tentang pekerjaan Komponen Sistem Informasi (Jogiyanto HM, 2003;43)
atau hal-hal lain yang ada kaitannya, dalam
3
Data Diolah
Informasi
Dari pernyataan- pernyataan tersebut di atas,
Dari gambar di atas terlihat, bahwa untuk dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah data
melakukan siklus pengolahan data diperlukan yang sudah diolah sehingga berguna untuk setiap
input, model dan proses. Untuk data yang masih orang yang membutuhkannya, baik untuk tiap
belum diolah perlu disimpan untuk pengolahan fungsi-sungsi organisasi ataupun untuk tiap
lebih lanjut, karena tidak semua data yang tingkatan organisasi dalam menyelesaikan setiap
diperoleh langsung diolah, data yang diperoleh pekerjaannya.
disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap Menurut Wing Wahyu Winarno
saat dapat diambil untuk diolah menjadi (2004;1.9), Informasi yang baik memiliki
informasi. Data ini disimpan (storage) dalam karakteristik tertentu yakni akurat, tepat waktu,
bentuk basis data (database). Informasi yang lengkap, relavan, terpercaya, terverifikasi, mudah
tepatwaktu (time lines) dapat dicapai dengan dipahami dan mudah diperoleh, seperti yang
komponen teknologi. Komponen teknologi tampak pada table berikut ini
sistem komputer mempercepat proses
Tabel 2.
pengolahan data dan komponen teknologi
telekomunikasi mempercepat proses transmisi Karakteristik Informasi yang Baik
data sehingga membuat informasi dapat disajikan Karakteristik Keterangan
tepat waktu. Informasi yang akurat (accurate) Akurat Menggambarkan kondisi objek yang
dapat dicapai dengan komponen kontrol atau sesungguhnya
pengendali akan menjaga sistem informasi dari Tepat waktu Informasi harus tersedia sebelum
kesalahan-kesalahan yang disengaja atau tidak keputusan dibuat
disengaja. Lengkap Mencakup semua yang diperlukan
oleh pembuat keputusan
Dalam informasi terkandung penafsiran
dan proyeksi. Informasi menentukan kualitas Relevan Berhubungan dengan keputusan yang
akan diambil
keputusan. Informasi yang menyesatkan
menyebabkan keputusan yang dibuat manajemen Terpercaya Isi informasi dapat dipecaya (istilah
lainnya reliable)
menjadi keliru. Sebaliknya, informasi yang baik
Terverifikasi Dapat dilacak ke sumber aslinya
akan memungkinkan manajemen membuat (Verifiable)
keputusan yang baik. “Informasi adalah Semua
Informasi harus siap dipahami oleh
data yang mempunyai arti bagi pihak pemakai”.( Mudah Dipahami
pembacanya
Winardi, 1987; h. 57) Fakta itu sendiri adalah
Mudah diperoleh Informasi yang sulit diperoleh bisa
kenyataan atau peristiwa yang sebenarnya. tidak berguna
Sedangkan data adalah berasal dari fakta yang
kemudian akan diolah menjadi informasi.
Pengolahan ini dapat dilakukan oleh komputer, Banyaknya orang salah memahami konsep
karena baru merupakan sekumpulan fakta informasi, menganggap tahu tentang informasi
(walaupun telah disusun dengan sistematis), dan yakin bahwa system teknologi informasi
maka data itu masih perlu di olah dalam bentuk sudah menghasilkan informasi, padahal yang
struktur data (yaitu, data yang tersimpan dalam dihasilkan bukan informasi melainkan sampah
komputer), struktur arsip (file) dan”bidai” data /”garbage” (Jogiyanto HM, 2003; 6 ).
(data base). Data yang akurat, bila diproses akan Banyak orang salah memahami tentang konsep
menghasilkan informasi yang juga akurat, informasi, mereka sudah menganggap tahu
informasi akurat sangat berguna untuk membuat tentang informasi dan yakin bahwa sistem
keputusan, mengukur pelaksanaan, memantau teknologi informasi yang mereka buat sudah
perkembangan, memberikan pengetahuan untuk menghasilkan informasi, padahal yang dihasilkan
melaksanakan pekerjaan, bukannya (garbage).( Jogiyant Fungsi Informasi
untuk menghilangkan ke-tidakpasti-an-
ketidakpastian, dan resiko untuk menghasilkan
suatu keputusan yang mantap
4
Dengan adanya sistem informasi yang baik Informasi yang dihasilkan oleh perusahaan
dapatlah tercegah pencarian keterangan yang akan sangat menentukan keberhasilan
lama atau bahkan kehilangan keterangan yang perusahaan. Informasi yang baik sangat
merugikan organisasi. Tanpa sistem keterangan menentukan keberhasilan perusahaan. Informasi
yang baik, pimpinan organisasi sulit yang baik dapat mendukung kegiatan
memperoleh berbagai keterangan dalam bentuk perusahaan dengan baik, dengan demikian
yang tepat, di tempat yang diperlukan dan pada informasi harus betul-betul disediakan oleh
waktu yang singkat. Bahkan tidak adanya suatu perusahaan secara baik pula. Informasi menjadi
sistem , menurut The Liang Gie (1991;.32)dapat suatu sumber daya yang sama pentingnya
mengakibatkan tejadinya : 1) kekembaran dengan sumber yang lain seperti dana, aktiva,
keterangan yang banyak, 2) pembiayaan dan sumber daya manusia. Karena
keterangan yang boros 3) kehilangan keterangan “bagaimanapun pentingnya arti suatu data yang
yang merugikan organisasi. akurat bagi pemerintah kabupaten adalah
Sistem Informasi dapat diterapkan secara masalah informasi dan nilai dari asset tersebut”.
internal dan eksternal. Secara eksternal, sistem (LayananBASIMPEKAB Kalimantan Timur
informasi yang ada ditarik ke luar menjangkau ,2005,h2(http;//Kutaitimur.go.id/Kutim/basimpe
ke palanggan, para pesaing dan lembaga- kab
lembaga terkait lainnya. Secara internal, sistem Sistem Informasi Manajemen (SIM) terdiri
informasi dapat diterapkan di dalam fungsi- dari unsur-unsur yang saling keterkaitan dan
fungsi organisasi atau di tingkat-tingkat membentuk kerjasama mencapai tujuan yang
organisasi. Jika struktur perusahaan di dasarkan telah disepakati bersama pula. Sejalan dengan
pada fungsi-fungsi organisasinya, maka unit-unit pendapat Roberst G. Murdick/Joel E.
di perusahaan dikelompokkan ke dalam Ross/James R, Clagett ( 1993;16) yang
beberapa fungsi atau departemen. Dengan menyatakan bahwa “Sistem Informasi
menggunakan komponen-komponen Input Manajemen (SIM) adalah suatu kelompok
(data), model (diolah), out put (informasi), basis orang, seperangkat pedoman dan petunjuk,
data, keknologi dan kontrol, maka sistem ini peralatan pengolah data (seperangkat elemen)
disebut Sistem Informasi Manajemen memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil
(Jogiyanto;2003 6) kembali data ( mengoperasikan data dan barang)
Kantor pelayanan pajak bumi dan untuk mengurangi ketidakpastian pada
bangunan (PBB) merupakan suatu kantor yang pengambilan keputusan (mencari tujuan
bertugas memberikan pelayanan kepada para bersama) dengan menghasilkan informasi untuk
pelanggan pajak bumi dan bangunan. Struktur manajer pada waktu mereka dapat
kantornya di dasarkan pada fungsi-fungsi menggunakannya dengan paling efesien
organisasinya dengan beberapa departemen (menghasilkan informasi menurut waktu
yaitu seksi pendataan dan penilaian , seksi rujukan. Ibnu Syamsi, S.U,( 2000; 102)
pengolahan data dan informasi, seksi mengemukakan bahwa “Sistem Informasi
penetapan, seksi penerimaan , seksi penagihan Manajemen (SIM) merupakan jaringan
seksi keberatan dan pengurangan dan bagian informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam
umum. Selain itu kantor pelayanan pajak bumi menjalankan tugasnya, terutama dalam
dan bangunan (PBB) memanfaatkan teknologi pengambilan keputusan”.
internet yang menyediakan data dan informasi
Selanjutnya Komaruddin (1993;65) SIM
secara luar biasa cepat, mudah, dan lengkap.
“merupakan metode yang dapat menghasilkan
informasi yang tepat waktu untuk manajemen
mengenai lingkungan ekstern dan pelaksanaan
intern sehingga dapat menunjang pengambilan
keputusan”. yang dapat terlihat bentuk model
SIM berikut ini:
11
2) Informasi yang diterima akurat 3) Informasi
yang diterima tepat waktu 4) Informasi yang
Lingkungan Manajemen
diterima lengkap 5) Informasi mudah dipahami
6) Informasi mudah diperoleh, 7) Informasi
terverifikasi, dimensi pengambilan keputusan 1)
Keputusan yang diterima tepat 2) dapat diterima
Peristiwa Kebutuhan dana 3) berkualitas.
dlm keseluruhan Kebutuhan
lingkungan informasi Kantor pelayanan Pajak Bumi dan
informasi manajer
terpilih Bangunan (PBB), menggunakan sistem
manajer gabungan (sentralisasi dan desentralisasi) ,
fungsi sistem informasi berada didalam
Umpan balik dan Keperluan departemen-departemen yang ada di perusahaan
penilaian informasi
dan fungsi sistem informasi berada pada
departemen terpisah, dengan menggunakan
Operasi Komputer
Sistem informasi Obyek Pajak (SISMIOP) yang
(bank data)
memfokuskan kepada sistem informasi untuk
pelayanan kepada para pelanggan, sehingga di
kantor pelayan Pajak Bumi dan Bangunan
Rancanagan sistim (PBB) terdapat divisi atau seksi yang khusus
memberikan pelayanan informasi yang sumber
datanya diperolah dari beberapa divisi/seksi
Gambar 3 Model SIM. yang terkait. Seperti terlihat pada bagan berikut
ini:
Gambar tersebut menunjukkan bahwa
sistem informasi manajemen (SIM)
mempunyai sifat-sifat 1) dapat mengukur Seksi Pendataan
pengaruh keputusan, baik sebelum atau pun Dan Penilaian
sesudah terjadi. 2) dapat mengukur lingkungan,
karena kita tidak mungkin dapat mengawasi atau
Seksi Pengolahan
meramalkan pengaruh perubahan keadaan data dan
ekstern. 3) dapat bereaksi dalam jangka waktu informasi
memadai, sehingga menyebabkan dapat
mempelajari perkembangan daerah sulit yang Seksi Penetapan
potensial pada waktu diperlukan untuk
Seksi
bertindak. Pelayanan WAJIB PAJAK
Setempat
Dapat penulis kemukakan bahwa Sistem Seksi Penerimaan (PST)
Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah
sistem mesin-pemakai, yang terintegrasi, yang
menyediakan informasi guna menunjang
operasi-operasi, manajemen analisis dan fungsi- Seksi penagihan
fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah
organisasi.Sistem tersebut memanfaatkan
perangkat keras dan perangkat lunak komputer, Seksi Keberatan
prosedur-prosedur manual, model-model untuk dan Pengurangan
analisis, perancanaan, pengawasan dan
pengambilan keputusan dan sebuah data base
Adapun yang dimaksudSistem informasi Bagian Umum
manajemen (SIM)dalam penelitian ini
merupakan jaringan informasi yang dibutuhkan
oleh pimpinan dalam rangka mempermudah dan Gambar 4. Fungsi-fungsi SISMIOP
(Hasil Wawancara dengan bapak Slamet Subagio, S.E, M.Si
memperlancar tugas-tugas perencanaan, (Kepala Seksi Pengolahan data dan Informasi kantor pelayanan
pengaturan,pelaksanaan dan tugas pengendalian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kuningan)
serta dalam pengambilan keputusan dengan
indikator 1) Kemudahan memperoleh informasi
12
Pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh komunikasi yang efektif untuk merubah sikap,
kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan pendapat dan perilaku seseorang, karena secara
adalah diantaranya pelayanan dalam pendaftaran langsung diketahui tanggapan atau respon
objek pajak baru, mutasi objek/subjek pajak, terhadap suatu berita yang disampaikan,suasana
pembetulan SPPT/SKP/STP, pembatalan lingkungan dan latar belakang dari komunikan
SPPT/SKP/STP dan pengurangan atas pajak yang bersangkutan. Adapun komunikasi
terhutang. personal bermedia yaitu komunikasi yang
menggunakan alat, seperti memorandum,
Komunikasi Interpersonal telepon dan lain sebagainya. Berbeda dengan
Dalam suatu organisasi, komunikasi komunikasi tatap muka, komunikasi bermedia
mengalir dari individu ke individu dalam bentuk tidak menimbulkan kontak pribadi.
tatap muka dan kondisi kelompok, yang sering Dari beberapa pendapat tersebut di atas
disebut sebagai komunikasi antar pribadi. dapat penulis simpulkan bahwa Komunikasi
Komunikasi Interpersonal terutama sebagai alat personal yaitu komunikasi yang dilakukan di
komunikasi manajerial; dari hari khusus, lebih dalam organisasi antar perseorangan, baik secara
dari tiga perempat komunikasi manajer terjadi dialog yang saling berhadapan dan bertatap
dalam bentuk interaksi tatap Muka ( Red muka maupun melalui media yang dapat
Luthans dan Janet K.Larsen, “ How Managers merubah perilaku atas dasar saling adanya
Really Communicate,” Human Relation 39, no pemahaman diantara kedua belah pihak.
2’986, hal 161-78 dalam Gibson,Ivancevich Indiro Gitosudarmo dan I Nyoman
Donnell; 1997: 245.) Sudita dalam bukunya perilaku keorganisasian
Sementara itu Dan B. Curtis. James J. Floys. (1997;. 202) menyatakan bahwa komunikasi
Jerry L. Winsol alih bahasa Nanan Kandagasari antar pribadi adalah pertukaran informasi yang
(1998;30) mengemukakan bahwa Komunikasi terjadi di antara dua orang dalam melakukan
antar persona adalah Komunikasi yang terjadi komunikasi antar pribadi masing-masing
terutama di antara dua atau beberapa orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam
(kuantitif) yang bersifat alamiah dan dapat berhubungan dengan orang lain. Johary Window
menghasilkan suatu hubungan produktivitas merupakan salah satu model komunikasi antar
secara terus menerus (Kualitatif) sedangkan pribadi.
komunikasi Interpersonal mengacu pada pesan-
pesan yang dikirimkan oleh orang-orang yang Balikan
secara intern (pemikiran), yang seringkali Kurang Lebih
Kurang diketahui Tidak diketahui
berhubugan dengan diri mereka sendiri E
(evaluasi diri) x Diketahui ARENA BIDANG diketahui
Selanjutnya Dan B. Curtis. James J. Floys. p orang lain
Jerry L. Winsol dalam Nanan Kandagasari , o
s
Yuyun Wirassmita (1998;. 30) menjelaskan u Tidak BIDANG TIDAK Tidak
bahwa studi Komunikasi antar personal efektif r diketahui DEPAN DIKETAHUI Diketahui
berdasarkan teori yang logis meliputi keahlian e orang lain
yang dapat diterapkan pada lingkungannya.
Keahlian komunikasi antar personal dan Diketahui oleh Tidak diketahui
keahlian hubungan manusia (diikuti oleh diri sendiri diri sendiri
keahlian lisan) menduduki urutan dalam keenam
Gambar 5. Johary Window
faktor faktor terpenting yang diperlukan dalam
keberhasilan prestasi kerja . Gambar tersebut di atas menjelaskan bahwa
“Komunikasi personal ialah komunikasi komunikasi akan berjalan dengan efektif jika
antara dua orang dan dapat berlangsung dengan masing-masing orang yang berkomunikasi
dua cara yaitu (a) Komunikasi tatap muka (face- mengetahui informasi secara lengkap, namun
to-face communication), (b) Komunikasi sering terjadi masing-masing tidak memiliki
bermedia (mediate communication)”. (Onong informasi yang relevan secara lengkap. Gambar
Uchjana Effendy, 1982 ;160) tersebut di atas mengidentifikasi empat
Komunikasi personal tatap muka kombinasi , informasi yang diketahui dan tidak
berlangsung secara dialog yang saling diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang
berhadapan dan bertatap muka sehingga terjadi lain, yaitu :
kontak pribadi, hal ini sering dianggap jenis
12
Komunikasi antar pribadi dapat diperbaiki 1. Percaya (Trust) yang menyangkut factor
dengan dua cara yaitu perluasan dan umpan personal, karakteristik dan maksud orang lain,
balik. Perluasan (exposure) merupakan upaya hubungan kekuasaan dan sifat serta kualitas
untuk memperbesar bidang arena dan komunikasi, menerima, empati dn kejujuran
memperkecil bidang depan. Caranya dengan 2. Sikap Suportif yang terlihat dalam perilaku
menjelaskan atau memberikan informasi kepada deskripsi, orientasi masalah , spontanitas,
orang lain sehingga mereka memahami empati, persamaan dan provisionalisme. Sikap
informasi yang dibutuhkan. Dengan demikian suportif merupakan kebalikan dari sifat
maka komunikasi yang terjadi akan efektif defensif.
(seperti bidang area). Umpan Balik (feedback) Dapat penulis simpulkan bahwa untuk tetap
merupakan cara lain untuk meningkatkan berlangsungnya proses komunikasi interpersonal
efektivitas komunikasi individu. Seperti bidang yang efektif tidaklah mudah, melainkan perlu
gelap di mana diri sendiri yang tidak mengetahui suatu usaha perbaikan terus menerus, baik
informasinya, sedangkan orang lain mengenai persepsi interpersonal (memahami apa
mengetahuinya. Dalam kondisi seperti itu, yang tidak tampak pada alat indera dengan kata
komunikasi akan efektif jika diri sendiri lain memahami tindakan dan motif tindakan),
mendapat umpan balik dari orang lain, di mana konsep diri yaitu pandangan dan perasaan serta
orang lain mau memberikan informasinya atraksi interpersonal (menuju interpersonal)
kepada diri sendiri. artinya semakin tertarik pada seseorang maka
Teori-teori hubungan interpersonal tertuang semakin besar kecenderungan melakukan
dalam bentuk model-model untuk menganalisis komunikasi.
hubungan interpersonal, yaitu (1) model Sebuah artikle yang berjudul “The Eight
pertukaran social/social exchange model (2) Classic Types Of Workplace Behavior, yang
model peranan/role model (3) model ditulis oleh Francie M. Dalton, presiden Dalton
permainan/the games people play dan (4) model Alliances Inc, dalam HR, Megazine, edisi
interaksional / instructional model( Coleman September 2000 Majalah Manajemen, April
dan Hammen (1974:224-231) dikutip langsung 2002 (
oleh Jalaluddin Rakhmat, 1998; 120 – 124) http://www.jasakami.Com/front/Article )
Berdasarkan teori-teori tersebut di atas, memberi tips praktis mengenai bagaimana
penulis berpendapat bahwa untuk dapat menghadapi berbagai macam Style pegawai ,
melakukan komunikasi interpersonal yang tepat, sehingga potensi mereka dapat tergali sekaligus
maka seseorang harus pandai-pandai terselurkan bagi kepentingan peusahaan, yaitu :
mempertimbangkan ganjaran dan biaya, pandai Commanders ( tipe suka memerintah)
bermain peran serta tangkas dalam setiap 1. Drifters (tipe anti aturan)
permainan kepribadian baik sebagai orang tua 2. Attackers ( Bersahabat)
yaitu aspek kepribadian yang merupakan asumsi 3. Pleasers (Tipe suka damai)
dan perilaku yang diterima dari orang tua atau 4. Performers (tipe ambisius dan pencari
yang dianggap orang tua atau sebagai orang perhatian)
dewasa yang merupakan bagian kepribadian 5. Avoider ( Tipe Penyendiri)
yang mengolah informasi secara rasional atau 6. Analyticals (Tipe analisis)
juga sebagai anak yaitu unsure kepribadian yang 7. Achievers (Tipe percaya diri)
diambil dari perasaan dan pengalaman kanak- Dengan perilaku yang umumnya
kanak dan mengandung potensi intuisi, ditunjukkan oleh masing-masing gaya tersebut,
spontanitas, kreativitas dan kesenangan. baik kelebihan dan kelemahannya, seorang
Apapun teori hubungan interpersonal atasan dapat menentukan sikap atau tindakan
tersebut di atas yang dipakai, akan terdapat hal terbaik yang dilakukan menghadapi tiap tipe
yang sama bahwa hubungan interpersonal perilaku tersebut. Tentu saja setiap pegawai
melibatkan dan membentuk kedua belah pihak tidak harus identik dengan salah satu tipe
yang berlangsung secara tiga tahap yaitu perilaku tersebut, mungkin pegawai merupakan
pembentukan hubungan, peneguhan hubungan kombinasi dari tipe-tipe tersebut. Untuk itu
dan pemutusan hubungan. Coleman dan pendekatannya juga mengambil cara-cara efektif
Hammen (1974:224-231) dalam Jalaluddin untuk tiap tipe perilaku yang mereka tampakan,
Rakhmat, 1998;. 124 – 129) karena mungkin tidak ada cara paling benar
Adapun faktor-faktor yang dapat dalam menangani perilaku manusia, setidaknya
menumbuhkan kemonukasi interpersonal yaitu :
13
untuk membantu menciptakan komunikasi melalui respons-rspons yang tidak
interpersonal efektif. menghakimi dan ramah.
Pace & Boren, (1973) dalam R . Wayne 6. Berterus-terang mengapa menjadi sulit atau
Face Don F, Faules, editor Dedi Mulyana bahkan mustahil untuk sepakat satu sama
(2005;203) dalam bukunya komunikasi lainnya dalam perbincangan yang tidak
organisasi mengemukakan komunikasi menghakimi, cermat, jujur dan membangun.
antarpersona yang efektif sebagai berikut :` Dapat disimpulkan bahwa hubungan antar
1. Menjaga kontak pribadi yang akrab tanpa personal memiliki pengaruh yang besar dan
menumbuhkan Perasaan bermusuhan menembus kehidupan organisasi. Bila kondisi
2. Menetapkan dan menegaskan identitas anda untuk hubungan antar personal yang baik
dalam hubungan dengan orang lain tanpa tercipta, juga cenderung untuk menemukan
membesar-besarkan ketidaksepakatan respon-respon positip terhadap pegawai, sikap
3. Menyampaikan informasi kepada orang lain tanggap atas kebutuhan-kebutuhan pribadi dan
tanpa menimbulkan kebingungan, organisasi, kepekaan terhadap perasaan pegawai
kesalahpahaman, penyimpangan atau dan kesediaan untuk berbagi informasi; semua
perubahan lainnya yang disengaja ini adalah prasyarat untuk komunikasi ke atas
4. Terlibat dalam pemecahan masalah yang dan ke bawah yang efektif.
terbuka tanpa menimbulkan sikap bertahan Dengan demikian yang dimaksud dengan
atau menghentikan proses komunikasi interpersonal dalam penelitian ini
5. Membantu orang-orang lainnya untuk adalah pertukaran informasi yang dilakukan
mengembangkan gaya hubungan persona oleh para pegawai terhadap pegawai lain dan
dan antarpersona yang efektif terhadap pimpinan melalui media interpersonal
6. Ikut serta dalam interaksi sosial informasi dengan menerapkan prinsip komunikasi yang
tanpa terlibat dalam muslihat atau gurauan efektif, yaitu dengan menerapkan prinsip
atau hal-hal lainnya yang mengganggu Komunikasi Interpersonal; percaya/trust,
komunikasi yang menyenangkan perilaku suportifdan sikap terbuka. Prinsip
Dengan demikian komunikasi antapersonal percaya/trust meliputi : 1) Karakteristik dan
akan berjalan secara efektif apabila masing- maksud orang lain, 2)Hubungan kekuasaan, 3)
masing individu telah mempersiapkan diri baik Kualitas komunikasi,sedangkan prinsip, Prilaku
secara kemampuan pengetahuan ataupun Suportif meliputi : 1) Deskripsi, 2)
kemampuan emosional, sehingga keterlibatan Orientasimasalah 3) Spontanitas, 4) Empati, 5)
masing-masing individu dapat saling Persamaan, 6) Profesionalisme, Prinsip sikap
memahami, karena dengan pemahaman terbuka meliputi : 1) Kemampuan menilai
bersama, maka tujuan komunikasi akan tercapai. secara obyektif, 2) kemampuan membedakan
Selanjutnya Pace & Boren(R. Wayne Pace dengan mudah 3) kesediaan mengubah
Don F.Faules, Editor Deddy Mulyana, keyakinannya, pencarian informasi dari
2005:203) menjelaskan bahwa untuk berbagai sumber.
terlaksananya komunikasi yang efektif tersebut
di atas sehingga, hubungan antarpersona Hasil-hasil Penelitian yang relevan
cenderung lebih baik, maka kedua belah pihak Adapun hasil-hasil penelitian yang relevan
melakukan hal-hal berikut: dengan penelitian ini diperolah dari tulisan
1. Menyampaikan perasaan secara langsung tentang layanan badan Sistem Informasi
dan dengan cara yang hangat dan ekspresif Pemerintah Kabupaten
2. Menyampaikan apa yang terjadi dalam KalimantanTimur(http://Kutaitimur.go.id/Kuti
lingkungan pribadi mereka melalui m/basimpekab )mengungkapkan keberhasilan
penyingkapan diri (self-disclosure) penggunaan Sistem Informasi Manajemen
3. Menyampaikan pemahaman yang positip, Pelayanan Setempat ( SIMPTAP). Dalam kurun
hangat kepada satu sama lainnya dengan waktu yang singkat kurang lebih 1 tahun,
memberikan respon-respon yang relevan SIMPTAP telah membuktikan kinerjanya
dan penuh pengertian. dengan menghasilkan pelayanan terbaik kepada
4. Bersikap tulus kepada satu sama lainnya masyarakat Kutai Timur dan turut andil dalam
dengan menunjukkan sikap menerima secara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
verbal maupun nonverbal Pemerintah Kabupaten Kutai Timur itu sendiri,
5. Selalu menyampaikan pandangan positip sebagai embrio SIMPTAP kemudian
tanpa syarat terhadap satu sama lainnya
14
dikembangkan menjadi badan SIMPEKAB yaitu namun, ada satu hal yang tidak dapat
Sistem Informasi Manajemen Pembangunan diselesaikana oleh mesin (teknologi yang
Kabupaten. SIMPEKAB berkedudukan sebagai canggih) yaitu penyelesaian pekejaan yang
unsur staf, berada di bawah dan bertanggung menyangkut perasaan atau pertimbangan-
jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. petimbangan tertentu. Perasaan atau suasana hati
Tugasnya yaitu menyelenggarakan urusan para pegawai perlu mendapat perhatian khusus,
rumah tangga daerah di bidang Informasi karena pegawai akan merasa senang melakukan
Manajemen Pemerintah Kabupaten.Dengan pekerjaan apabila suasana hatinya senang, betah
Penerapan Sistem Informasi, mengakibatkan ditempat kerja , bergembira. Kondisi yang
Kinerja PT. Waru Abadi di tahun 2003 cukup demikian (kondusif) dapat tercipta apabila
baik.(http://www/waruabadi:co.id/wartabadi/ setiap individu (personal) kantor mampu
warta.o.htm) melakukan komunikasi antar pribadi secara
Laba setelah pajak tahun 2003 sebesar 1.946 sehat. Melalui komunikasi dan sosialisasi dalam
juta atau 110% dari RKAP tahun 2003 dan lingkungan kerja, maka sikap dan kesediaan
108% dari realisasi tahun 2002. Tercapainya karyawan untuk bekerja dapat ditumbuhkan
laba di atas akibat menggunakan sistem bahkan dikembangkan.
informasi manajemen dengan nama Sistem Kesediaan karyawan untuk bekerja secara
Informasi Manajemen Waru Abadi (SMWA) sungguh-sungguh merupakan fenomena
dan juga tidak terlepas dari program efesiensi kinerja yang bagus, kinerja pegawai yang
yang diterapkan begitu ketat dan mengarah baik terlihat dari hasil menyelesaikan
kepada pengurangan aktivitas yang tidak pekerjaan yang di dalamnya berkaitan dengan
bernilai tambah. pengetahuan dan kemampuan dalam
mengatasi masalah.
Kerangka Berpikir Dari uraian tersebut di atas, diduga
Hubungan Pelaksanaan SIM (X1) dengan terdapat hubungan yang positif antara
Kinerja Pegawai (Y) Komunikasi Interpersonal dengan Kinerja
Penyediaan informasi yang cepat, tepat, dan Pegawai
akurat membutuhkan suatu sistem informasi
manajemen (SIM) yang komputerisasi. Dengan Hubungan antara Pelaksanaan SIM (X1)
SIM yang komputerisasi, maka informasi yang dan Komunikasi Interpersonal (X2)
dihasilkan dapat dipergunakan untuk secara bersama-sama dengan Kinerja
memperlancar pelaksanaan pekerjaan, Pegawai (Y)
mempercepat pelayanan, lebih dari itu Mengkaji hubungan antara
komputerisasi dapat memproses data secara pelaksanaan SIM dengan Kinerja Pegawai dan
efektif dan efesien sehingga setiap orang yang hubungan antara Komunikasi Interpersonal
membutuhkannya akan dapat segera dengan Kinerja Pegawai, maka kedua variabel
memperolehnya. babas tersebut yaitu persepsi pegawai tentang
Terpenuhinya kebutuhan setiap orang yang pelaksanaan SIM (X1), Komunikasi
dilayani menunjukkan sejauhmana kinerja Interpersonal (X2) memberikan kontribusi
pegawai tersebut, kinerja pegawai merupakan terhadap Kinerja Pegawai (Y)
tanda berhasil atau tidaknya seseorang atau Berangkat dari kerangka pemikiran
organisasi dalam melaksanakan pekerjaannya sebelumnya, bahwa pelaksanaan SIM ada
yang ditetapkan dengan standar tertinggi dari hubungannya dengan keberhasilan
orang tersebut, yang melampui apa yang diminta penyelesaian pekerjaan, artinya pekerjaan
atau diharapkan. dapat segera diselesaikan apabila informasi
Berdasarkan uraian di atas, diduga terdapat sebagai pendukung proses penyelesian
hubungan yang positif antara Pelaksanaan SIM pekerjaan tersedia secara cepat, tepat, mudah
(X1) dengan Kinerja Pegawai.(Y) serta akurat. Hal ini artinya terjadi suatu kerja
sama (integrasi) antara unsur inti
Hubungan antara Komunikasi Interpersonal organisasi/kantor yaitu Manusia dan unsur
(X2) dengan Kinerja Pegawai (Y) kerja yang terdiri dari sumber daya manusia
Walaupun kemajauan ilmu pengetahuan (kemampuan/potensi), sumber daya nir- insani
dan teknologi telah benyak memberikan manfaat yaitu tersedia perlengkapan kantor sebagai
pada dunia perkantoran, khususnya dalam penunjang (equipment / teknologi) dan juga
pengolahan data secara cepat, tepat dan akurat, sumber daya konseptual yaitu para eksekutif
15
sebagai pembuat keputusan. Keserasian Populasi target dalam penelitian ini adalah
diantara unsur kerja dapat menentukan mutu pegawai kantor Pelayanan Pajak Bumi dan
interaksi unsur inti, artinya mutu kerja Bangunan (PBB) yang berjumlah 53 orang.
pegawai bergantung kepada potensinya, Ditentukan Jumlah anggota sample/ukuran
ketersediaan perlengkapan (peralatan dan sample dengan tingkat kepercayaan 90% , atau
mesin-mesin) serta keputusan yang dibuat oleh tingkat kesalahan 10% maka diperoleh 35
pimpinan.
orang. Teknik penarikan sample dilakukan
Dari uraian tersebut penulis menduga
dengan teknik random sampel.
terdapat hubungan yang positif antara
Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen ( Teknik Analisa Data
SIM) dan Komunikasi Interpersonal secara Analisis data penelitian dilakukan dengan
bersama-sama dengan kinerja pegawai. dua tahap, yakni statistik deskriptif untuk
mendiskripsikan data variabel penelitian. Nilai
Pengajuan Hipotesis yang dicari dalam hal ini adalah nilai rata-rata
1. Terdapat hubungan positif antara skor, nilai tengah (median), nilai yang sering
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen muncul (modus), nilai maksimum/minimum
( SIM) dengan Kinerja Pegawai serta varians dan standar deviasi.
2. Terdapat hubungan positif antara
Komunikasi Interpersonal dengan Kinerja Untuk tahap berikutnya (statistik inferensial)
Pegawai. dalam hal ini uji signifikansi korelasi dan regresi
3. Terdapat hubungan positif antara akan diuji dengan menggunakan analisis
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen korelasi Produc Moment Pearson. Uji ini akan
(SIM) dan Komunikasi Interpersonal secara digunakan apabila uji persyaratan analisis
bersama-sama dengan Kinerja Pegawai. terpenuhi. Uji persyaratan analisis yang
dimaksud adalah:
Metode penelitian Uji Signifikansi korelasi dan regresi
Penelitian ini menggunakan metode tersebut dilakukan dengan cara :
survai dengan pendekatan korelasional. Unit
analisis nya adalah pegawai kantor Pajak 1. Sample minimum terpenuhi
Bumi dan Bangunan (PBB) Kuningan, 2. Sampel diambil secara acak
dengan metode pengumpulan datanya
menggunakan 3 (tiga) buah instrumen yang 3. Data berdistribusi normal
berbentuk kuesioner, dengan menggunakan 4. Data berasal dari populasi yang homogen
skala penilaian/rating scale yang selanjutnya
dilakukan pengolahan data dengan metode 5. Regresi bersifat linier
statistik yang bertujuan untuk memperoleh Apabila salah satu dari persyaratan
bentuk hubungan variabel yang dikaji. Tersebut tidak terpenuhi, maka akan
Hubungan variabel yang dimaksud, dapat digunakan uji korelasi Spearman (statistik non
penulis gambarkan sebagai berikut: parametrik).Uji signifikansi korelasi dan
regresi tersebut dilakukan dengan cara sebagai
Є berikut:
X1 1 Menggunakan korelasi sederhana untuk
melihat tingkat hubungan antara variable X1
atau X2 dengan variable Y
X2 Y
2 Menggunakan regresi sederhana untuk melihat
hubungan fungsional antara variable X1 atau
X2 dengan variable Y
Gambar 6. 3 Menggunakan regresi ganda untuk melihat
hubungan fungsional antara varaiabel X1 dan
Hubungan antara variable bebas dan variable terikat
dalam penelitian X2 secara bersama-sama dengan
Populasi dan teknik pengambilan sampel
16
Tabel 3. Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Konseptual Definisi Operasional Indikator Skala
Kinerja Hasil kerja pegawai Hasil penilaian terhadap hasil 1. Melaksanakan setiap jenis Ordinal
Pegawai kantor pelayanan kerja Pegawai kantor pelayanan pelayanan sesuai dengan target
PBB kuningan PBB Kuningan sebagai akibat yang ditentukan secara efesien
sebagai akibat suatu suatu tindakan dalam dan efektif
tindakan dalam melaksanakan tugasnya yang 2. Mrmiliki kedisiplinan yang Ordinal
melaksanakan dilandasi oleh kemampuan, sikap tinggi dalam memberikan
tugasnya yang dan motivasinya pelayanan
dilandasi oleh 3. Memiliki rasa tanggung jawab Ordinal
kemampuan, sikap yang tianggi dalam memberikan
dan motivasinya pelayanan
4. Menjalin kerjasama dengan Ordinal
pegawai lain
5. Dorongan yang tinggi untuk Ordinal
memberikan pelayanan yang
memuaskan
6. Kreatif dan inovatif menangani Ordinal
pekerjaan
Sistem Sistem Informasi Hasil penilaian terhadap proses 1. Kemudahan memperoleh Ordinal
Informasi Manajemen (SIM) kerja jaringan informasi yang informasi
Manajemen merupakan Proses dibutuhkan oleh pimpinan dan 2. Informasi yang diterima akurat Ordinal
kerja jaringan pegawai dalam rangka 3. Informasi yang diterima tepat Ordinal
informasi pada kantor mempermudah dan memperlancar waktu
pelayanan PBB yang tugas-tugas perencanaan, 4. Informasi yang diterima Ordinal
dibutuhkan oleh pengaturan pelaksanaan dan lengkap
pimpinan dan tugas-tugas pengendalian 5. Informasi yang diterima mudah Ordinal
pegawai dalam pelayanan kepada para wajib dipahami
rangka pajak.yang meliputi dimensi 6. Informasi yang diterima relepan Ordinal
mempermudah dan Sistem Teknologi Informasi (STI) 7. Informasi yang diterima Ordinal
memperlancar tugas- dan pengambilan keputusan terveripikasi
tugas perencanaan, 8. Keputusan yang tepatan Ordinal
pengaturan 9. Keputusan Dapat diterima Ordinal
pelaksanaan dan Berkualitas
tugas-tugas
pengendalian
pelayanan kepada
para wajib pajak.
Komunikasi Pertukaran informasi Hasil pengukuran terhadap 1. Karakteristik dan maksud orang Ordinal
Interpersonal yang dilakukan oleh aktivitas pertukaran informasi lain
para pegawai kantor yang dilakukan oleh para pegawai 2. Hubungan kekuasaan Ordinal
pelayanan PBB kantor pelayanan PBB dengan 3. Kualitas komunikasi dan Ordinal
denagan pegawai pegawai lain dan dengan sifatnya menggambarkan
lain dan dengan pimpinan melalui media adanya keterbukaan
pimpinan melalui interpersonal dengan menerapkan 4. Deskripsi Ordinal
media interpersonal prinsip komunikasi yang efektif. 5. Orientasi masalah Ordinal
dengan menerapkan Yang meliputi dimensi 6. Spontanitas, Ordinal
prinsip komunikasi percaya/trustm suportif dan sikap 7. Empati, Ordinal
yang efektif. terbuka 8. Persamaan, Ordinal
9. Profesionalisme Ordinal
10. Kemampuan menilai secara Ordinal
objektif
11. Kemampuan membeda- Ordinal
12. kan dengan mudah, Ordinal
13. Kesediaan mengubah Ordinal
keyakinan, pencarian informasi
dari berbagai sumber.
17
Komunikasi Interpersonal secara bersama-
Hipotesis Statistik sama dengan Kinerja Pegawai
Berdasarkan kerangka konseptual tersebut di
atas, Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah Pengujian Hipotesis
sebagai berikut
Hubungan anatara pelaksanaan Sistem
Informasi Manajemen (X1) dengan kineraja
Pegawai (Y)
1 H0 : y1 = 0, yaitu tidak terdapat
hubungan antara persepsi Pegawai tentang Pengujian hipotesis menggunakan uji
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen signifikansi dan linieritas terhadap persamaan
(SIM) dengan Kinerja Pegawai. regresi dengan menggunakan uji F dengan
persyaratan F hitung > F table. Hasil yang
H1 : y1 > 0, yaitu terdapat diperoleh menunjukkan F hitung = 5,64
hubungan yang positip antara Persepsi sedangkan F table (α = 0,05) = 4,14 dan F table (α
pegawai tentang pelaksanaan Sistem =0,05) = 7.47 dengan demikian hipotesis yang
Informasi Manajemen (SIM) dengan Kinerja berbunyi terdapat hubungan yang positip antara
Pegawai. Pelaksanaan SIM dengan Kinerja Pegawai (Y)
adalah signifikan .
2 H0 : y2 = 0, yaitu tidak terdapat hubungan Pengujian Linieritas regresi menggunakan
antara Komunikasi Interpersonal dengan uji F persamaan regresi dengan persyaratan
Kinerja Pegawai. dikatakan linier apabila F hitung 0, yaitu terdapat hubungan sedangkan F table (α = 0,05) = 2,28 dan F table (α
yang positip antara komunikasi interpersonal = 0,01) = 3,21 (dk pembilang = 10, dk
dengan Kinerja Pegawai penyebut = 23 dan ( α = 0,05) (α = 0,01)) dan
Dengan demikian persamaan Ŷ = 99.53 + 0.28
3. H0 : y1.2 = 0, yaitu terdapat hubungan X1adalah linier.
antara persepsi pegawai tentang Kedua hasil perhitungan tersebut di atas
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen dan yaitu perhitungan Uji Signifikasi dan Uji
Komunikasi Interpersonal secara bersama- kelinieran regresi antara variabel Pelaksanaan
sama dengan Kinerja Pegawai SIM (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y) dapat
terlihat pada table berikut:
H0 : y1.2 = 0, yaitu terdapat hubungan
antara persepsi pegawai tentang
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen dan
Tebal 4.
Analisis varian (Anava) untuk Uji Signifikasi
dan Linieritas Regresi variabel X1 dengan Y
Sumber Varians dk JK JK Fhitung Fhitung F table Kesimpulan
(α 0,05) (α = 0,01)
Total (T) 35 638528 - - - - -
Regresi a 1 637605,03 637605,03
Regresi b 1 134,64 134,64 5,64* 4,14 7,47 Signifikan
Sisa (residual) (S) 33 788,36 23,89
Tuna Cocok (TC) 10 142,25 14,23
Galat/kekeliuran(G) 23 646,11 28,09 0,73ns 2,28 3,21 Linier
11
Kekuatan hubungan antara variabel signifikan, .maka dengan demikian hipotesis
pelaksanaan SIM (X1) dengan Kinerja Pegawai yang berbunyi terdapat hubungan yang positip
(Y) sebesar : ry1 = 0,70 dan pengujian hipotesis antara Pelaksanaan Sistem Informasi
menggunakan uji signifikansi koefesiensi Manajemen (SIM) (X1) dengan Kinerja Pegawai
korelasi diperoleh t hitung = 5.43 sedangkan t tabel (Y) adalah signifikan yang dapat ter
= 1,70 dengan kriteria apabila t hitung > t table Lihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5.
Hasil perhitungan Uji Signifikansi Korelasi Variabel X1 dengan Y
Koefesiensi Korelasi Dk t hitung t table t table Kesimpulan
(α = 0,05) (α = 0,01)
0,70 33 5.43 1,70 2,46 Sangat
Signifikan
Syarat Signifikansi :t hitung > t table
Kontribusi antara Pelaksanaan SIM (X1) variasi Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh
terhadap Kinerja Pegawai (Y) dapat terlihat dari adanya Pelaksanaan Sistem Informasi
hasil perhitungan Koefisinsi Determinasi Manajemen (SIM)
2
sebesar r x1y =0,49 hal ini berarti bahwa 49 %
Hubungan antara Komunikasi
Interpersonal (X2) dengan Kinerja
Pegawai (Y)
Pengujian hipotesis menggunakan uji Pengujian Linieritas regresi
signifikansi dan linieritas terhadap persamaan menggunakan uji F persamaan regresi
regresi dengan menggunakan uji F dengan dengan persyaratan dikatakan linier apabila
persyaratan F hitung > F table. Hasil yang F hitung t table signifikan, .maka dengan
Komunikasi Interpersonal (X2) dengan Kinerja demikian hipotesis yang berbunyi terdapat
Pegawai (Y) sebesar : ry2 = 0,72 dan hubungan yang positip antara Komunikasi
pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Interpersonal (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y)
signifikansi koefesiensi korelasi diperoleh t hitung adalah signifikan yang dapat terlihat pada table
= 5.97 t tabel = 1,70 Dengan kriteria apabila berikut ini :
Tabel 7. Hasil perhitungan Uji Signifikansi Korelasi Variabel X2 dengan Y
Koefesiensi Korelasi dk thitung t table t table Kesimpulan
(α = 0,05) (α = 0,01)
0,72 33 5.97 1,70 2,46 Signifikan
Syarat Signifikansi :t hitung > t table
Kontribusi antara Komunikasi Interpersonal (X2) sebesar r2x1y = 0,52 hal ini berarti bahwa 52%
terhadap Kinerja Pegawai (Y) dapat terlihat dari variasi Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh
hasil perhitungan Koefisinsi Determinasi adanya Komunikasi Interpersonal
r2x1y = 0,52 hal ini berarti bahwa 52% variasi
Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh adanya
Hubungan antara Pelaksanaan Sistem Informasi manajemen (SIM) (X1) dan Komunikasi
Informasi Manajemen (SIM) (X1) dan Interpersonal (X2) secara bersama-sama dengan
Komunikasi Interpersonal (X2) secara Kinerja Pegawai (Y) menggunakan uji
bersama-sama dengan Kinerja Pegawai (Y) signifikansi terhadap persamaan regresi multiple
kantor pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu uji F, dengan persyaratan hipotesis diterima
Kuningan, apabila F hitung > F table. Hasil perhitungan yang
diperoleh menunjukkan bahwa F hitung = 9.91
Hubungan fungsional antara X1 dan X2 sedangkan F table = 3.30 dengan demikian bahwa
dengan Y dapat terlihat dalam bentuk persamaan hubungan antara variabel X1 dan X2 secara
regresi : Ŷ = 49,059 + 0,15X1 +0,57X2 Pengujian bersama-sama dengan varibel Y adalah signifikan.
terhadap hipotesis yang berbunyi teradapat
hubungan yang positip antara pelaksanaan Sistem
13
Hasil perhitungan uji signifikansi regresi Komunikasi Interpersonal (X2) secara bersama-
multiple variabel pelaksanaan Sistem sama dengan Kinerja Pegawai (Y) dapat
Informasi Manajemen (SIM) (X1) dan terlihat pada table berikut ini:
Tabel 8. Analisis Varians (Anava) Uji Signifikan Regresi Multipel
db JK RJK F hitung F table F table Kesimpulan
Sumber (α = (α =
Variansi 0,05) 0,01)
Total 35 638528 - - - -
Reg.ao 1 637,61 - - - -
Reg a1a2 2 353.025 176.5075
Sisa 32 569.75 17.81 9.91 3,30 5,24 Signifikan
Kekuatan hubungan antara variabel bahwa F hitung = 3,80, sedangkan F table =
Pelaksanaan SIM (X1) dan Komunikasi 3,30 ( dk pembilang = 2, db penyebut = 33
Interpersonal (X2) secara bersama - dan α = 0,05). Hal ini berarti koefesiensi
sama dengan Kinerja Pegawai (Y) adalah korelasi antara pelaksanaan SIM (X1) dan
ry.12 = 0,38 Selanjutnya dilakukan pengujian Komunikasi Interpersonal (X2) secara
hipotesis dengan uji F dengan kriteria bersama-sama dengan Kinerja Pegawai (Y)
terima hipotesa apabila F hitung > F table. Siginifikan, seperti tampak pada table
Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan berikut ini :
Tabel 9.
Hasil perhitungan uji signifikan korelasi multiplevariabel X1 dan X2 dengan Y
Koefisiensi Dk Dk penyebut F hitung F table F table Kesimpulan
Korelasi pembilang (α = 0,05) (α =
0,01)
0,382 2 33 3.80 3,30 5,24 Signifikan
Syarat signifikansi F hitung > F table
Dengan demikian hipotesis penelitian Determinasi tersebut menunjukkan bahwa
yang menyatakan bahwa terdapat hubungan 14% Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh
yang positif antara pelaksanaan SIM (X1) variabel pelaksanaan Sistem Informasi
dan Komunikasi Interpersonal (X2) secara Manajemen (X1) dan Komunikasi Interperso
bersama-sama dengan Kinerja Pegawai (Y)
nal (X2)
dapat diterima, artinya makin efektif
pelaksanaan SIM dan Pelaksanaan
Komuinikasi Interpersonal secara bersama-
sama maka semakin baik kinerja pegawai
(Y)).
Koefisiensi Determinasi hubungan
antara pelaksanaan Sistem Informasi
Manajemen (SIM)(X1) dan Komunikasi )
Interpersonal (X2) dengan Kinerja pegawai
(Y) R2y.12 = 0,14 nilai Koefisiensi
14
Uji Korelasi Parsial Informasi Manajemen(SIM) (X1) Hubungan
antara variabel Komunikasi Interpersonal
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y) tidak
hubungaan antara Pelaksanaan SIM (X1) signifikan, artinya pelaksanaan Sistem
dengan Kinerja Pegawai (Y) yang Informasi Manajemen (SIM)
dikontrol oleh X2 sebesar rx2y.x10,4 dengan mempengaruhi hubungan antara
uji signifikan thitung = 0,53 < t tabel = 2,042 Komunikasi Interpersonal dengan
adalah Tidak signifikan, artinya hubungan Kinerja Pegawai, hal ini ditunjukkan
antara Pelaksanaan SIM dengan Kinerja dengan perolehan rx1y.x2 = 0,48 dan hasil
Pegawai kantor pelayanan PBB Kuningan uji signifikan menunjukkan t hitung 0,55 < t
dipengaruhi oleh Komunikasi Interpersonal tabel = 2,042 Komunikasi Interpersonal akan
Sistem Informasi Manajemen yang sudah tidak bermakna apabila tidak dilakukan
diciptakan dengan sebaik mungkin, tetapi dalam sebuah sistem karena informasi
hubungan interpersonal yang membentuk tersebut akan terpencar, namun dengan
sistem kurang baik, maka mempengaruhi adanya pelaksanaan Sistem Informasi
terhadap kelancaran kerja sebuah sistem Manajemen (SIM) informasi akan
tersebut, sehingga akan menimbulkan terkoordinir secara sistimatis dan terpadu
kurangnya integrasi dari sub sistem yang dan dengan pelaksanaan Sistem Informasi
membentuk sistem tersebut. manajemen (SIM) membuka lebar-lebar arus
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa komunikasi dalam organisasi baik vertikal,
saat dikontrol oleh pelaksanaan Sistem horizontal juga diagonal sesuai kebutuhan.
Interprestasi Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hubungan fungsional antara komunikasi
terdapat hubungan positif yang signifikan interpersonal dengan kinerja pegawai
antara pelaksanaan SIM dengan Kinerja memberikan arti bahwa semakin
pegawai sebesar 0,70. Hal ini positif/efektif komunikasi interpersonal akan
menunjukkan bahwa pelaksanaan SIM semakin baik kinerja pegawai kantor
(0,70) merupakan faktor atau upaya yang pelayanan PBB Kuningan, Dengan
dapat meningkatkan Kinerja Pegawai dalam diketahuinya determinasi dari koefesiensi
melaksanakan tugas memberikan pelayanan antara komunikasi interpersonal dengan
yang memuaskan kepada para wajib pajak. kinerja pegawai, dapat diketahui bahwa
Hubungan positip antara variabel sampai sejauhmana persentase kinerja
Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen pegawai kantor pelayanan PBB dapat
dengan kinerja pegawai menunjukkan dijelaskan melalui varians yang terjadi pada
bahwa semakin efektif penggunaan SIM, variabel Komunikasi Interpersonal. Hasil
maka semakin baik kinerja pegawai, dan yang diperoleh dari korelasi Komunikasi
sebaliknya apabila penggunaan SIM tidak Interpersonal dengan Kinerja pegawai
efektif , maka kinerja pegawai dapat adalah sebesar 0,72 sebesar 52% Kinerja
menurun. Determinasi dari koefisiensi pegawai merupakan hasil dari bekerjanya
korelasi antara SIM dengan kinerja pegawai komunikasi interpersonal
menunjukkan sebesar 49% Kinerja pegawai
merupakan hasil dari bekerjanya Sistm
Informasi Manajemen (SIM)
15
Koefisiensi korelasi ganda antara SIM bukanlah sesutu yang mewah, melainkan
dan komunikasi interpersonal secara suatu kebutuhan yang mendasar untuk
bersama-sama dengan kinerja adalah 0,61 pekerjaan kantor yang berorientasi kepada
dengan koefisiensi determinasinya sebesar efisien, efektif juga memenangkan
37%, hal ini dapat dikatakan bahwa 37% kompetitip.
kinerja pegawai kantor pelayanan PBB Tidak semua pekerjaan kantor dapat
dapat dijelaskan oleh bekerjanya secara diselesaikan oleh sebuah sistem, sistem
bersama-sama antara SIM dan komunikasi dengan seperangkat sub sistemnya hanyalah
interpersonal. sebuah alat, yang dalam kondisi tertentu
tidak dapat semuanya diselesaikan oleh
Pembahasan Hasil Penelitian sebuah mesin/sistem, karena pada akhirnya
Berdasarkan urian di atas. hasil semua alat akan merupakan teknologi
penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan canggih pada saat ada sumber daya manusia
Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan yang menggerakan dan saling bekerja
Komunikasi Interpersonal mempunyai sama. Pada kondisi tertentu pegawai
kontribusi yang besar terhadap Kinerja membutuhkan perhatian, bantuan dari orang
Pegawai. Di era informasi, Kinerja Pegawai lain dan sebaliknya juga merasakan masalah
maupun Kinerja Organisasi sangatlah yang dihadapi rekannya, untuk itu sangatlah
fundamental, mengingat begitu ketatnya tepat untuk melakukan komunikasi
persaingan yang berdampak pada semakin interpersonal. Komunikasi Internal
kompetitif pula pemberian pelayanan yang merupakan cara yang cukup efektip untuk
propesional, baik dalam hal kecepatan, merubah perilaku, dan mencapai
ketepatan sekaligus pelayanan secara tujuan/maksud tertentu, sebesar 0,72
memuaskan. korelasi antara Komunikasi Interpersonal
Pelaksanaan Sistem Informasi dengan Kinerja Pegawai atau sebesar 52%
Manajemen (SIM) memberikan kontribusi komunikasi interpersonal mampu al mampu
yang berarti untuk Kinerja Pegawai.sebesar memberikan kontribusi kepada Kinerja
49%, hal ini memberikan isyarat bahwa Pegawai.
dengan pelakasanaan Sistem Informasi Kedua hal tersebut di atas yaitu
Manajemen (SIM) diperoleh informasiyang pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen
akurat, cepat, cermat dan ketepatan dalam (SIM) dan Komunikasi Interpersonal secara
pengambilan keputusan, sehingga pegawai bersama-sama mempengaruhi Kinerja
dapat memberikan pelayanan kepada wajib Pegawai sebesar 0,15. Belum optimalnya
pajak secara cepat dan tepat, dengan Kinerja Pagawai dapat terlihat dari kendala
demikian wajib pajak merasa puas, dan yang ditimbulkan oleh adanya pelaksanaan
itulah target dari kondisi kantor saat ini (era Sistem Informasi Manajemen (SIM) serta
kompetitip), yaitu memberikan pelayanan Komunikasi Interpersonal, beberapa jenis
yang memuaskan kepada para pelanggan. pekerjaan belum dapat diselesaikan lebih
Namun demikian beberapa kendala yang cepat dari waktu yanga telah ditentukan,
sering timbul dari sebuah mesin tidak dapat masih kurangmya sikap keterbukaan
dihindarkan diantaranya kurang memuaskan dalam menerima saran perbaikan dari rekan
kondisi teknologi (komputer) yang ada baik kerja yang lain serta masih kurangnya
dalam jumlah ataupun kapasitas, atapun juga kemampuan yang dimiliki dalam
dalam pemilihan sistem yang mengembangkan kerja sama guna
dipergunakannya, serta kesiapan Sumber memberikan pelayanan yang terbaik kepada
Daya Manusia (SDM) itu sendiri. Kehadiran semua pihak.
sebuah sistem dengan teknologinya
16
Kesimpulan Bahan kajian bagi instansi lain khususnya
Kesimpulan dalam penelitian ini mencakup instansi yang terkait dengan bidang pendidikan
beberapa hal, antara lain: (sebagai organisasi yang Learing Organizing)
Bahwa terdapat hubungan positip antara untuk peningkatan kinerja pegawai dengan
persepsi pegawai tentang pelaksanaan Sistem menggunanakan Sistem Informasi Manajemen
Informasi Manajemen (SIM) dengan Kinerja (SIM) yang meliputi sub sistem hardware, soft
Pegawai kantor pelayanan Pajak Bumi dan ware, program, brainware, data base dan
Bangunan (PBB), artinya makin tinggi teknologi.
efektivitas pelaksanaan Sistem Informasi
Manajemen (SIM) akan makin baik Kinerja Upaya peningkatan pelaksanaan SIM dalam
Pegawai kantor pelayanan Pajak Bumi dan hubungannya dengan Kinerja pegawai
Bangunan (PBB) Kuningan, dengan kantor pelayanan PBB Kuningan .
persamaan regresi Ŷ = 99.53 + 0.28 X1 dan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
koefisiensi korelasi ry1 = 0,70 merupakan suatu sistem yang terdiri dari
Terdapat hubungan positip antara beberapa sub-sistem. Sebuah sistem dapat
Komunikasi Interpersonal dengan Kinerja dilaksanakan secara baik apabila seluruh sub
Pegawai kantor pelayanan Pajak Bumi dan sistemnya baik dan terintegrasi secara harmonis,
Bangunan (PBB) Kuningan, artinya makin untuk itu upaya-upaya ke arah sana perlu terus
tinggi tingkat efektivitas Komunikasi dikembangkan.
Interpersonal maka Kinerja Pegawai akan Sebuah sistem yang baik adalah yang dapat
bertambah baik, dengan pearsamaan dipahami oleh semua pihak yang terkait, mudah
regresi Ŷ = 59.05 + 0.65 X2 dan dilaksanakan serta memberikan hasil terbaik,
koefisiensi korelasi ry2 = 0,72. untuk itu perlu didukung oleh kesiapan Sumber
Terdapat hubungan positip antara persepsi Daya Manusianya (SDM), kesiapan pendanaan,
pegawai tentang pelaksanaan Sistem Informasi kesiapan lingkungan, kesiapan pimpinan juga
Manajemen (SIM) dan Komunikasi ketersediaan perangkat keras (Hard ware) yang
Interpersonal secara bersama-sama dengan memadai baik dalam jumlah maupun
Kinerja pegawai kantor pelayanan Pajak Bumi kapasitasnya,
dan Bangunan (PBB) Kuningan, artinya adanya Koordinasi yang baik dari semua unsur yang
keterpaduan antara pelaksanaan Sistem membentuk sistem tersebut merupakan upaya
Informasi Manajemen (SIM) secara bersama- yang optimal guna peningkatan Kinerja
sama dengan Komunikasi Interpersonal akan Pegawai, sekaligus juga Kinerja Organisasi.
menghasilkan Kinerja Pegawai kantor pelayanan
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kuningan Upaya peningkatan Efektivitas Komunikasi
yang lebih baik dengan persamaam regresi : Ŷ Interpersonal dalam hubungannya dengan
= 49,059 + 0,15X1 +0,57X2 koefisiensi Kinerja pegawai kantor pelayanan PBB
korelasi ry2 = 0,38. Kuningan
Tidak semua jenis pekerjaan dapat
Implikasi : diselesaikan oleh sebuah alat ataupun sebuah
Implikasi dari hasil penelitian ini mencakup : sistem. Sistem hanyalah diciptakan untuk
Upaya peningkatan efektivitas membantu efektivitas dan efisiensi untuk dapat
pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen mencapai tujuan. Pekerjaan-pekerjaan tertentu
(SIM) dan Komunikasi Interpersonal agar dapat diselesaikan oleh sebuah hubungan
Kinerja Pegawai kantor pelayanan Pajak Bumi kemanusian secara pribadi (komunikasi
dan Bangunan (PBB) Kuningan semakin baik. Interpersonal). Dengan mengembangkan
hubungan antara pribadi yang lebih baik, akan
17
dapat menimbulkan suasana senang, semangat Pegawai, baik secara terpisah maupun secara
kerja meningkat, dengan demikian Kinerja bersama-sama, dengan demikian perlu
Pegawaipun dapat ditingkatkan. mendapat perhatian khusus di dalam
Menjaga kondisi yang kondusip inilah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),
yang perlu diupayakan, sehingga baik sehingga Kinerja Pegawai maupun Kinerja
Kinerja Pegawai ataupun Kinerja Organisasi Organisasi dapat lebih meningkat.
tetap terjaga, dengan menggalakan suasana Kontribusi Komunikasi Interpersonal
terbuka, transparan , penuh rasa tanggung terhadap Kinerja Pegawai adalah positip dan
signifikan, dengan demikian masalah
jawab dan loyalitas serta dedikasi yang
Komunikasi Interpersonal perlu mendapat
tinggi kepada organisasi/kantor sangatlah perhatian, hal ini bisa dilakukan dengan jalan
diharapkan dan terus diupayakan.. lebih terbukanya kondisi untuk melakukan
komunikasi yang lebih efektif dari semua pihak,
Saran-saran baik antara pegawai dengan pegawai maupun
Pencapaian tujuan kantor pelayanan Pajak pegawai dengan atasan/pimpinan.
Bumi dan Bangunan (PBB) Kuningan
merupakan tanggung jawab semua pihak
sehingga untuk meningkatkan Kinerja Pegawai
dan Kinerja Organisasi perlu dilakukan hal-hal
sebagai berikut:
Tingkat Kinerja Pegawai berada pada
kondisi yang cukup, dengan demikian perlu
usaha -usaha untuk meningkatkannya
sehingga Kinerja Pegawai dapat lebih baik hal
ini bisa dilakukan dengan lebih mengupayakan
peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),
dengam cara meningkatkan kemampuan dan
keterampilan para pegawai, juga lebih
terbuka untuk menerima masukan dari
wajib pajak baik berupa keluhan, usulan
ataupun kritikan sehingga dapat memberikan
pelayanan yang lebih memuaskan.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan
Komunikasi Interpersonal mempunyai
hubungan secara langsung dengan Kinerja
18
Daftar Pustaka
Achmad S. Ruki (2004), Sistem Manajemen Kinerja,
PT. Sun, Jakarta
Murdick Robert G, alih bahasa J. Djamil (1993),
Davis, Gordon. B. alih bahasa Hendra Teguh, (1984),
Sistem Informasi untuk Manajemen
Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen
Modern, Erlangga, Jakarta.
Bagian I Pengantar, PT. Pustaka Binaman
Pressindo,Jakarta. Nanang Fattah (1999), Landasan Manajemen
Direktur Jendral Pajak, (2000-2001) Evaluasi dan Pendidikan, Remaja Rosda Karya, Bandung.
analisis pelaksanaan pembentukan dan atau
Onong Uchjana Effensi (1982) , Psikologi
pemeliharaan Basis Data SISMIOP, Direktorat
Manajemen, Alumni, Bandung.
PBB & BPHTP, Jakarta
Don F. R. Pace Wayne. Faules, Dedi Mulyadi (2005), Santosa Murwani (2004), Statistik Terapan (Teknik
Komunikasi Organisasi, PT. Remaja Rosdakarya, Analisa Data), PPS, Unpak, Bogor.
Bandung.
Sugiyono (2005), Metode Penelitian Administrasi, CV.
Gibson, Ivanvevich, Donnelly, alih bahasa Nunuk Alfabeta, Bandung.
Adraini (1997) Organisasi, Edisi Kedelapan,
Binarupa Aksara, Jakarta. Sujana (1996), Metode Statistik, Tarsito, Bandung.
Ibnu Syamsi, S.U. (2000), Pengambilan Keputusan dan Tim Automation (1997), PST dan SISMIOP, Direktorat
System Informasi, Bumi Aksara, Jakarta Jendral Pajak PBB, Jakarta.
Indriyo Gitosudarmo (1997), Perilaku Keorganisasian, The Ling Gie (1998), Administrasi Perkantoran
BPFE, Yogyakarta Modern, Liberty, Yogyakarta.
Ing Suwarto, SIM Pendidikan, PPS (2004)Unpak, Winardi (1987), Pengantar Sistem Informasi
Bogor Manajemen, Nova, Jakarta.
Jalaluddin Rakhmat,(1998), Psikologi Komunikasi edisi Wing Wahyu Winarno (2004), Sistem Informasi
revisi, PT. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung manajemen, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Jogiyanto (2003), Sistem Teknologi Informasi, Andi, Yuyun Wirasasmita (1998), Komunikasi Bisnis dan
Yogyakarta. Profesional, PT. Remaja Rosda Karya,
Bandung.
Khaerul (2005) , Iklim dan Budaya Organisasi serta http://Kutaitimur.go.id/Kutim/basimpekab
relevansinya dengan Kinerja dan Motivasi, PPS
Manajemen Pendidikan, Unpak, Bogor. http://www.jasakami.Com/front/Article
Komaruddin(1993), Manajemen Perkantoran, Teori
dan Praktek, Trigenda, Bandung. http://www//waruabadi:co.id/wartabadi/warta.o.htm
Komaruddin (2001), Asas-asas Manajemen http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/019/
Perkantoran, Suatu Pendekatan Sistem Informasi
Manajemen, Kappa-Sigma, Bandung.
Mangkunegara (2001), Manajemen Personalia,
Erlangga, Jakarta.
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123