Embed
Email

JARINGAN KOMPUTER

Document Sample
JARINGAN KOMPUTER
Shared by: HC11111621533
Categories
Tags
Stats
views:
97
posted:
11/16/2011
language:
Indonesian
pages:
49
JARINGAN KOMPUTER

DI PT. LGPHILIPS DISPLAYS INDONESIA







TUGAS AKHIR





Diajukan sebagai salah satu syarat

untuk memperoleh gelar pada

Sarjana Teknik Informatika









Oleh:

Iwan Setiawan

0144190004









JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

JAKARTA

2004

I. LATAR BELAKANG





Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi ( Pendidikan, Penelitian dan

Pengabdian), maka setiap mahasiswa dituntut untuk tidak hanya memiliki

pengetahuan teoritis saja, tetapi juga mampu menerapkan dan

mengembangkannya sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan

negara. Sehubungan dengan hal tersebut dan sesuai dengan kurikulum 2004

jurusan Teknik Informatika F. TI UPI -YAI, maka setiap mahasiswa diwajibkan

untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan di sebuah perusahaan atau instansi

sesuai dengan bidang yang diminati oleh mahasiswa.

Program ini dilaksanakan mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang semakin maju, sehingga perlu adanya peningkatan dan

pengembangan sumber daya manusia, sehingga mampu memanfaatkan,

mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan

demikian diharapkan mahasiswa dapat menerapkan teori yang telah diperoleh dari

perkuliahan serta mendapat tambahan bekal ketrampilan dan etos kerja yang

sesuai dengan tuntutan dunia kerja. PT LGPHILIPS Displays Indonesia dapat

dijadikan tempat Praktek Kerja Lapangan mahasiswa Teiknik Informatika, karena

pada institusi tersebut terdapat banyak hal yang berhubungan dengan pengunaan

sistem komputerisasi.

Dalam sebuah perusahaan besar seperti PT LGPHILIPS Displays

Indonesia yang terdiri dari berbagai macam unit, menggunakan komputer sebagai

sarana utama dalam proses pengolahan data, komunikasi data dan pertukaran

informasi. Untuk itu diperlukan sebuah jaringan yang mengubungkan beberapa

komputer yang ada dalam perusahaan tersebut sehingga akan mempermudah dan

memperlancar setiap proses tersebut tanpa terhambat oleh kendala jarak dan

waktu, yang kemudian disebut jaringan komputer. Supaya setiap proses dapat

tetap berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suatu manajemen jaringan, yaitu

sebuah proses pengontrolan, pemantauan dan menjalankan jaringan untuk

memastikan jaringan beroperasi sebagaimana yang diharapkan dan memberikan

manfaat bagi pengguna.

II. PERMASALAHAN





Pada Praktek Kerja Lapangan ini, penulis ingin mengetahui beberapa hal

yang berhubungan dengan jaringan komputer yang ada di

PT LGPHILIPS Displays Indonesia serta sistem manajemen jaringan yang

digunakan, diantaranya :

1. Media transmisi yang digunakan dalam jaringan komputer PT LGPHILIPS

Displays Indonesia yang menghubungkan antara satu cabang dengan cabang

yang lain baik yang ada di dalam maupun di luar negeri.

2. Tipe jaringan dan topologi jaringan yang digunakan.

3. Pemecahan-pemecahan yang diberikan pada saat pemakai menemui masalah

selama menggunakan jaringan baik di dalam sirkuit jaringan, perangkat

keras maupun perangkat lunaknya.

4. Sistem keamanan dalam jaringan sehingga mampu mencegah akses dari

pihak yang tidak berwenang.





III. TUJUAN





Tujuan umum dari Pratek Kerja Lapangan ini ditekankan pada penerapan

kemempuan akademik yang diperoleh mahasiswa dari perkuliahan dalam sebuah

perusahaan. Sedangkan tujuan khususnya adalah :

a. Mengenalkan mahasiswa pada aspek-aspek usaha potensial dalam lapangan

pekerjaan antara lain struktur organisasi perusahaan, asosiasi usaha, jenjang

karier dan manajemen perusahaan.

b. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memasyarakatkan diri

pada suasana lingkungan kerja yang sesungguhnya, baik sebagai karyawan

maupun pekerja mandiri terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.

c. Memperoleh masukan, pengalaman dan umpan balik untuk memperbanyak

serta mengembangkan ilmu sesuai dengan bidangnya.

d. Mengetahui seluk beluk sistem komputerisasi di PT LGPHILIPS Displays

Indonesia yang memiliki banyak cabang baik di dalam maupun di luar

negeri dalam batas-batas yang diijinkan perusahaan.

IV. PELAKSANAAN





Waktu : 29 Maret s/d 31 Juni 2005

Tempat : PT LGPHILIPS Displays Indonesia

Blok G MM2100 Industrial Town

Cikarang Barat, Bekasi 17520 Jawa Barat

BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang





Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, memberikan banyak

kemudahan hampir di semua bidang kehidupan. Demikian juga dengan dunia

komputer.



Sejak ditemukannnya teknik komunikasi data antar komputer, mulailah

berkembang penggunaan jaringan komputer di perusahaan-perusahaan, lembaga-

lembaga pendidikan maupun institusi lainnya. Saat ini jaringan komputer tidak

lagi dibatasi oleh gedung yang terpisah maupun media penghalang lainnya.

Komputer dapat saling berkomunikasi tanpa harus melalui media kabel.



Banyak manfaat yang didapat dari pengaplikasian teknologi jaringan komputer

ini, antara lain dapat saling bertukar (sharing) data atau file, program aplikasi,

pemanfaatan hardware secara bersama-sama serta dapat berkomunikasi dengan

jaringan lainnya tanpa terhambat oleh kendala jarak dan waktu. Hal ini membawa

dampak yang sungguh luar biasa terhadap kinerja perusahaan, sehingga dapat

meningkatkan mutu maupun profit perusahaan tersebut.



Kecepatan transfer data dalam sebuah jaringan sangatlah ditentukan oleh tingkat

teknologi jaringan yang dipakai. Media yang digunakan juga sangat

mempengaruhinya. Saat ini, banyak sekali media untuk transfer data, dari kabel

sampai satelit.



Perkembangan teknologi jaringan komputer ini ditanggapi serius dan

dimanfaatkan oleh industri berskala besar. Komputer-komputer yang

berkomunikasi secara on-line dibutuhkan untuk mendukung kinerja perusahaan.

Cara-cara yang optimalpun terus dicari untuk mengoptimalkan resources guna

penigkatan mutu dan profit perusahaan. Peningkatan profit dari perusahaan dari

pengembangan teknologi jaringan ini cukup significant sehingga benar-benar

diperhatikan dan dikembangakn terus menerus.

PT LGPHILIPS Displays Indonesia merupakan industri yang bergerak dalam

bisnis tube manufacturing .







1.2 Perumusan masalah





PT LGPHILIPS Displays Indonesia kini telah memanfaatkan teknologi jaringan

komputer sebagai alat bantu kegiatan transaksinya. Banyak data dan informasi

yang sama yang diperlukan dan digunakan bersama oleh setiap divisi d

lingkungan kerja industri PT LGPHILIPS Displays Indonesia. Keterkaitan antar

divisi akan data dan inforasi ini memerlukan perangkat jaringan yang memadai

dan benar-benar optimal agar kinerja perusahaan meningkat dan profit yang tinggi

dicapai.



PKL ini hanya menjelaskan secara terperinci jaringan yang ada di kantor dan

industri PT LGPHILIPS Displays Indonesia yang terletak di Cibitung- Bekasi

Jawa Barat. Laporan ini akan mencoba menerangkan secara detail jaringan

komputer dan jaringan windows NT Server 4.0, bagaimana pengelolaannya

apabila terdapat gangguan selama menggunakan jaringan serta mengetahui tigkat

keamanan jaringan komputer yang sudah beroperasi di industri manufacturing itu.







1.3 Tujuan

Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk :

1. Menjelaskan secara mendetail peragkat keras yang digunakan, topologi

jaringan dan arsitektur jaringan yang digunakan di PT LGPHILIPS Displays

Indonesia Indonesia.

2. Memberi informasi tentang jaringan yang selama ini telah digunakan untuk

mendukung aktifitas perusahaan dan bagaimana pengelolaannya.

3. Menerapkan dan menambah wawasan ilmu yang didapat dari kuliah serta

menambah pengalaman dalam dunia kerja mengenai jaringan komputer.

1.4 Sistematika penulisan





Laporan PKL ini dibagi kedalam 5 bab. Isi dari tiap babnya adalah sebagai

berikut :



a. BAB I Pendahuluan



Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL),

serta perumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan.



b. BAB II Dasar teori



Bab ini berisi teori-teori yang berkaitan dengan jaringan komputer yang

dikutip dari berbagai sumber. Bab ini juga berisi tentang sejarah perusahaan

PT LGPHILIPS Displays Indonesia, perkembangan teknologi jaringan yang

digunakan dari awal berdiri sampai sekarang, serta tinjauan mengenai sistem

yang digunakan perusahaan saat ini.



c. Bab III Pembahasan



Bab ini berisi pembahasan mengenai perangkat keras jaringan, topologi dan

arsitektur jaringan yang ada di PT LGPHILIPS Displays Indonesia saat ini

serta bagaimana pengelolaan jaringan tersebut.



d. Bab IV Kesimpulan



Bab ini berisi kesimpulan mengenai jaringan komputer yang digunakan di

PT LGPHILIPS Displays Indonesia

BAB II

DASAR TEORI





2.1 Konsep Jaringan



Berdasarkan luas wilayah, tipe jaringan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :



 Local Area Networks (LAN): adalah kumpulan komputer yang terhubung

dengan jaringan pada daerah yang sempit (a small physical region), seperti

sebuah gedung perkantoran.

 Metropolitan Area Networks (MAN): MAN menggunakan teknologi WAN

untuk menghubungkan (interconnect) LAN pada sebuah daerah geografik

tertentu, seperti sebuah kota.

 Wide Area Networks (WAN): WAN mencakup koneksi jaringan lintas

dunia; sarana komunikasi pihak ke tiga (a third-party communications carrier)

biasanya digunakan untuk mengirim (transmit) komunikasi antar jaringan.





Secara garis besar tipe jaringan terdiri dari dua macam, yaitu jaringan

berbasis server (client server) dan jaringan berbasis peer to peer.





2.1.1 Jaringan Peer-To-Peer



Komputer pada sebuah jaringan peer-to-peer dapat berfungsi sebagai sebuah client

maupun sebagai sebuah server, jaringan peer-to-peer tidak memiliki kontrol

terpusat (centralized control) pada sumber daya yang terbagi (shared resources).

Semua peralatan dapat membagikan sumber dayanya dengan semua komputer

pada jaringan yang sama. Hubungan peer berarti tidak ada satu komputer-pun

yang memiliki prioritas akses tertinggi, maupun tanggung jawab tertinggi untuk

membagikan sumber daya.



Semua pengguna (user) pada jaringan peer-to-peer dapat bertindak sebagai

administrator jaringan, sehingga setiap pengguna jaringan dapat mengatur hak

akses sumber daya pada komputer yang digunakannya. Pengguna mungkin saja

memberikan hak akses tidak terbatas (unlimited access) pada sumber daya lokal,

atau memberikan ijin hanya pada sumber daya tertentu. Setiap pengguna dapat

memutuskan apakah pengguna lain dapat meng-akses sumber daya secara

sederhana hanya dengan melakukan permintaan (requesting), atau harus

menggunakan kunci (password).



Pada umumnya jaringan peer-to-peer terdiri dari sekumpulan komputer

workstation atau sering disebut juga client yang terhubung melalui media jaringan

yang sama. Komputer workstation tersebut pada umumnya tidak dirancang untuk

dapat berfungsi sebagai server jaringan, sehingga unjuk kerja (performance) dari

jaringan dapat dengan mudah menjadi sangat lamban pada saat banyak pengguna

yang mencoba meng-akses sumber daya pada beberapa komputer atau peralatan

lainnya.



Selain itu jika sebuah komputer sedang di akses sumber dayanya oleh pengguna

lainnya melalui jaringan, maka pengguna pada komputer tersebut akan merasakan

penurunan unjuk kerja (performance) dari komputer yang sedang digunakannya.



Pada sebuah jaringan peer-to-peer tidaklah mudah untuk mengorgranisasi data

yang ada, karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server. Hal ini

menyulitkan pengguna untuk selalu mengetahui informasi yang dicari berada pada

komputer yang mana. Jika setiap 10 pengguna bertanggung jawab pada sebuah

kumpulan dokumen, salah seorang dari mereka mungkin harus meng-akses ke 10

komputer untuk mencari file tertentu.



Untuk memasang (install) jaringan peer-to-peer termasuk mudah dan murah.

Jaringan peer-to-peer umumnya hanya membutuhkan sebuah sistem operasi

seperti: Ms. Windows 95 atau Windows for Workgroups, pada komputer yang

memiliki kartu jaringan (NIC=Network Interface Card) dan media jaringan yang

sama. Begitu komputer terhubung, pengguna dapat segera membagikan informasi

dan sumber dayanya.







2.1.2 Jaringan Client/Server



Client/Server biasa di deskripsikan sebagai “network servers” atau “server-based”.

Sebagai definisi sederhana sebuah server adalah sebuah mesin (komputer) yang

hanya berfungsi untuk melayani atau menjawab (dengan kata lain me-respond)

permintaan client.

Sebuah server biasanya sangat jarang dioperasikan secara langsung oleh manusia.

Sebuah server dioperasikan oleh seorang administrator hanya pada saat:

pemasangan (install) sistem operasi atau penambahan aplikasi perangkat lunak

(software), meng-konfigurasi (configure), atau mengatur fasilitas layanan-nya

(manage its services).



Pada umumnya, sebuah server adalah sebuah kombinasi dari perangkat lunak

(software) dan perangkat keras (hardware) khusus, yang menyediakan layanan-

layanan (services) pada sebuah jaringan kepada komputer-komputer lainnya

(workstations) atau untuk proses lainnya.



Jaringan berbasis-server (server-based) bertumpu pada komputer yang memiliki

fungsi khusus (special-purpose komputers) disebut server yang menyediakan

tempat penyimpanan terpusat (centralized repositories) untuk sumber daya

jaringan, berikut keamanan dan pengaturan hak akses terpusat dalam perusahaan

(incorporate centralized security and control access).



Sebuah komputer server umumnya memiliki processor atau CPU yang kencang,

memori yang cukup besar, harddisk yang berkapasitas besar, dan peralatan

tambahan seperti tape drives dan CD-ROM, jika dibandingkan dengan komputer

client atau workstation. Server dirancang untuk memproses banyak permintaan

(multiple requests) pada sumber daya yang dibagi secara cepat dan efisien.



Server biasanya hanya-untuk (dedicated) melayani (servicing) permintaan client

jaringan. Sebuah server seharusnya di letak-kan pada lokasi khusus dan aman

(misal: ruangan kontrol akses yang terpisah dari akses umum area kantor), karena

bagaimanapun keamanan fisik dalam hal meng-akses server adalah sebuah kunci

penting dalam keamanan jaringan. Jaringan berbasis server selalu menyediakan

verifikasi terpusat (centralized verifications) pada user accounts dan passwords.







2.2 Topologi





Topologi adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan bagaimana

komputer terhubung dalam suatu jaringan. Secara umum, topologi dibedakan

menjadi dua jenis yaitu topologi fisik dan topologi logika. Topologi fisik

menguraikan layout aktual dari perangkat keras jaringan, sedangkan topologi

logika menguraikan perilaku komputer pada jaringan, dari sudut pandang operator

manusianya.





2.2.1 Topologi Fisik



Topologi fisik jaringan komputer adalah bagaimana cara dan bentuk jaringan

komputer secara fisik dalam menghubungkan antar komputer.



a. Topologi Fisik Linear Bus



Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap

simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung.

Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah

satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lain.

Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu

mesin pada jaringan ditetapkan sebagai file server, yang berarti bahwa mesin

tersebut dikhususkan hanya untuk penyebaran file data, dan biasanya tidak

digunakan untuk pemrosesan informasi.



Topologi ini digunakan pada jaringan area lokal dan untuk jaringan banyak titik

untuk jarak yang relatif pendek. Kelebihan dari model ini adalah bahwa untuk

memfungsikan jaringan tidak setiap komputer perlu dijalankan dan apabila ada

terminal-terminal tambahan dapat dihubungkan ke jaringan tanpa harus

mengkonfigurasi ulang jaringannya. Karena setiap lintas informasi hanya

digunakan satu kabel saja, maka kinerjanya kadang agak lambat.









Workstation Workstation Workstation









Workstation Workstation







Gambar 2.1 Topologi Bus

b. Topologi Fisik Ring



Layout ini serupa dengan linear bus, kecuali simpul terhubung dalam suatu

lingkaran dengan menggunakan segmen kabel. Dalam layout ini, tiap simpul

secara fisik terhubung hanya ke dua simpul lain. Masing-masing simpul mengirim

informasi ke simpul berikutnya, hingga tiba di sasaran yang dituju. Kinerja pada

sistem ini dapat lebih cepat sebab tiap bagian dari sistem pengkabelan hanya

menangani aliran data antara dua mesin. Jenis topologi ini dapat dijumpai dalam

jaringan peer-to-peer, dimana tiap mesin mengelola pemrosesan informasi

maupun penyebaran file data. Kelebihan dari topologi model ring adalah

kinerjanya dapat lebih cepat, sedangkan kekurangannya adalah untuk

mengaktifkan jaringan, harus menghidupkan semua komputer.









Workstation









Workstation Workstation









Workstation





Gambar 2.2 Topologi Ring







c. Topologi Fisik Star



Tiap terminal terhubung ke sebuah titik pusat (server) oleh suatu sirkuit terpisah

dan semua sambungan antar terminal dihubungkan oleh hub. Topologi ini

memiliki keunggulan dalam hal minimalnya lintas data sepanjang kabel (hanya

terminal ke-server), sehingga dapat dicapai kinerja yang optimal. Tetapi karena

satu mesin harus mengkoordinir seluruh komunikasi data, berarti topologi ini

memerlukan file server yang sangat ampuh (dan mahal), plus kabel tambahan.

Workstation





Workstation

Workstation







Hub









Workstation Workstation





Gambar 2.3 Topologi Star



d. Topologi Fisik Mesh



Topologi ini mempunyai sejumlah simpul dimana setiap simpulnya tersambung

secara total dengan simpul-simpul yang lain, sehingga hubungan dari satu simpul

ke simpul yang lain dapat melewati sejumlah jalur. Keuntungan dari model ini

adlah berkurangnya efek kegagalan persambungan jalur dan kadang terjadinya

congestion (kemacetan) sambungan ke simpul tujuan. Sedangkan kerugian dai

model ini adalah munculnya tunda pengiriman, serta mahalnya biaya

persambungan, sehingga simpul-simpul pada model ini tidak disambungkan

secara menyeluruh.







Workstation







Workstation Workstation









Workstation Workstation









Workstation





Gambar 2.4 Topologi Mesh

e. Topologi Fisik Cluster (Pohon)



Topologi model ini menggunakan sebuah komputer yang dihubungkan oleh jalur

empat kawat ke titik cabang yang disebut cluster controller yang sesuai untuk

rangkaian pertukaran telepon. Cluster controller memisahkan jalur menjadi dua

atau lebih cabang dan setiap cabang dipisahkan menjadi dua atau lebih cabang

oleh cluster controller yang lain dan seterusnya sampai dicapai maksimum dua

belas cabang. Diperlukan sebuah modem pada ujung komputer pada jalur utama

dan sebuah modem pada ujung terminal pada setiap cabang.









Gambar 2.5 Topologi Cluster







2.2.2 Topologi Logika Jaringan



Topologi logika adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan skema yang

digunakan oleh sistem operasi jaringan untuk mengelola aliran informasi diantara

simpul. Skema komunikasi sistem operasi mempengaruhi cara pengguna

workstation dalam membayangkan komunikasi antar komputer.



Topologi logika jaringan adalah bagaimana secara logika antar komputer

terhubung atau berkomunikasi satu dengan lainnya. Kebanyakan sistem operasi

jaringan menggunakan salah satu dari dua jenis dasar topologi logika.



a. Topologi Logika Linear



Skema komunikasi ini berfungsi seperti topologi fisik linear bus dan sudah umum

dalam sistem berbasis Ethernet. Tiap simpul memiliki alamat yang unik, dan

alamat diakses secara sekuensial (urut). Informasi dikirim menyusuri daftar ke

atas dan ke bawah hingga dijumpai alamat sasaran yang tepat.



b. Topologi Logika Token Ring



Skema ini dapat dijumpai pada topologi fisik linear bus dan ring. Tiap simpul

memiliki alamat yang unik, dan alamat diakses dalam corak melingkar. Disini

tidak diperlukan korespondensi antara alamat logika dan lokasi fisik komputer

relatif satu dengan lainnya.



Perbedaan antara topologi fisik dan logika. Dalam sistem Ethernet, alamat logika

berkorespondensi dengan lokasi fisik komputer. Dalam sistem token ring, alamat

logika tidak memiliki korespondensi yang sama ke layout linear bus.







2.3 Peralatan Jaringan Komputer



Untuk dapat menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, maka dibutuhkan

beberapa peralatan yang terdiri dari:



a. Kartu penghubung jaringan (Network Interface Card = NIC)

b. Media penghubung jaringan

c. Hub (Konsentrator)

d. Repeater

e. Bridge

f. Router



2.3.1 Kartu Penghubung Jaringan (Network Interface Card = NIC)



Kartu antarmuka jaringan (Network Interface Card) yang disingkat NIC

merupakan peralatan utama dari jaringan yang harus ada pada setiap komputer

untuk dapat berkomunikasi. Ada beberapa macam Network Interface Card yang

bisa digunakan pada komputer IBM dan kompatibelnya, diantaranya yang sering

digunakan adalah:



a) Ethernet

b) Archnet

c) Token Ring



Dari ketiga macam tersebut yang paling banyak digunakan adalah Ethernet.



Penggunaan NIC akan menentukan arsitektur jaringan. Tabel berikut akan

menampilkan karakteristik dari masing-masing arsitektur dengan melihat

kecepatan transmisinya, kabel yang sesuai untuknya dan pilihan topologinya

Arsitektur Kec. Trasmisi Tipe kabel yang Pilihan topologi

kompatibel



Ethernet 10 Mbps, 100 Mbps Koaksial, STP,UTP Star,bus

Token ring 4 atau 16 Mbps UTP,STP Star,bus

ARCNet 2.5 Mbps Koaksial, UTP Star,bus

FDDI 100 Mbps Fiber Optik Star, ring

CDDI 100 Mbps UTP,STP Star, ring

ATM 150-622 Mbps UTP,STP,Fiber Star

Optik



Tabel 2.1 Tabel Arsitektur Jaringan



1. Ethernet

Arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan adalah jenis ini. Ada beberapa

macam tipe ethernet yang secara umum terbagi atas dua bagian yaitu ethernet

yang mempunyai kecepatan 10 Mbps dan Fast Ethernet yaitu ethernet yang

mempunyai kecepatan 100 Mbps atau lebih. Ethernet 10 Mbps yang sering

digunakan adalah 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF dan kabel UTP kategori

3 atau kabel coaxial RG 58. Sedangkan Fast Ethernet adalah 100BaseT series

dan kabel UTP kategori 5.



Dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun 1970-an, kemudian menjadi sangat

populer tahun 1980-an karena diterima sebagai standar IEEE 802.3. Cara kerja

Ethernet adalah berdasarkan broadcast network, yaitu setiap node menerima

setiap transmisi data yang dikirim oleh sebuah node. Ethernet menggunakan

metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection)

baseband.



Karena dalam suatu jaringan terdapat banyak ethernet card, maka harus ada

metode untuk membedakan masing-masing ethernet card tersebut. Oleh karena itu

pada setiap ethernet card tertera kode khusus sepanjang 48 bit, yang dikenal

sebagai ethernet address.







 10Base5



Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm)

sebagai media penghubung berbentuk bus. Biasanya kabelnya berwarna kuning

dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai

resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa

sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah

jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.







 10Base2



Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk

bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis

twisted pair. Jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan

dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih

pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925

m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer

saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung

media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor

dipakai jenis BNC.



 10BaseT



Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti

terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam

NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena

jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan

setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit

sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.



Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded

Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang

banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan

transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat

di tabel 3.2

Kategori Aplikasi

Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel

telepon di rumah-rumah.

Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk

komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.

Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps

dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.

Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16

Mbps.

Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya

digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.



Tabel 2.2 Jenis kabel UTP dan aplikasinya.

 10BaseF



Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena

menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang

jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000

m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk

transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.



 Fast Ethernet (100BaseT series)



Selain jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah

seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses

datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX.

Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya

(seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis

LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain

sebagainya.







2. ARCNet



ARCNet diciptakan oleh Datapoint Coorporation. Sebagian besar protokol LAN

mnegikuti standar IEEE, tetapi ARCnet adalah hasil pengembangan Datapoint.

ARCNet biasanya menggunakan RG-62 A/U coaxial cable. Kabel RG-62 tidak

digunakan untuk jaringan Ethernet. Kabel ARCNet sama dengan television cable

(TV cable) yang pernah populer dalam jaringan.

ARCNet beroperasi dengan kec maks 2,5 Mbps. Rentang jaringan bisa mencapai

6100 m. Media transmisi data yang diggunakan adalah kabel koaksial. Kelebihan

yang dimiliki arcnet yaitu biayanya relatif murah dan rentang jaringan bisa

mencapai 6100 m. Sesuai dengan jenis NIC yang digunakan ARCNet dibedakan

menjadi 2 jenis, yaitu :



1. ARCNet low impedance

2. ARCNet high impedance





3. Token ring



Sesuai dengan namanya, jaringan IBM Token ring menggunakan skema token

passing untuk transmisi datanya yang dikembangkan oleh IBM. Protokol untuk

sistem ini dibuat mengikuti standart IEEE 802.5. Jaringan token ring dirangkai

secara fisik seperti star, tetapi sifat jaringannya seperti sebuah ring. Pada bagian

pusat terdapat jalur melingkar dan masing-masing workstation dihubungkan ke

bagian pusat ini dengan sebuah kabel. Dengan kata lain paket-paket data mengalir

dari workstation ke workstation lain secara berurutan (seperti dalam sebuah

jaringan ring). Tetapi secara kontinyu mengalir melalui titik sentral (seperti dalam

jaringan star). Jaringan token ring dapat bekerja dengan baik degan kabel UTP,

STP maupun serat optik.



Jaringan token ring tersedia dalam dua versi masing-masing dengan kecepatan

transmisi 4 Mbps dan 16 Mbps. Tetapi meskipun jaringan-jaringan tersebut

bekerja pada kecepatan berbeda, 4 Mbps dan 16 Mbps, kedua jaringan tersebut

bisa dihubungkan satu sama lain.



Jaringan token ring merupakan jaringan yang paling reliable, cepat (terutama versi

16 Mbps) dan mudah dipasang. Tetapi bila dibandingkan dengan jaringan

ARCNet, jaringan token ring membutuhkan biaya yang lebih mahal.



2.3.2 Media Penghubung Jaringan



Media penghubung dalam jaringan secara garis besar dapat dibagi dua yaitu:



a. Dengan menggunakan kabel

b. Tanpa kabel (wireless)

a. Kabel



Kabel merupakan media penghubung yang paling banyak digunakan pada LAN.

Ada beberapa macam kabel yang digunakan pada jaringan, diantaranya adalah:



1. Kabel Twisted Pair (belitan ganda). Ada dua jenis kabel yaitu:

 Unshielded Twisted Pair ( Kabel belitan ganda tak berpelindung )

 Shielded Twisted Pair ( Kabel belitan ganda berpelindung )

2. Kabel Koaksial

3. Kabel Fiber Optic (serat optik)





1. Kabel Twisted Pair

a. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Karakteristik dari kabel unshielded twisted pair (UTP) adalah sebagai berikut:

 Kabel twisted pair adalah kabel-kabel yang disusun berpasangan dan di twist

satu sama lain.

 Untuk kabel jenis UTP, terdiri atas empat pasang (delapan buah kabel).

 Kabel UTP kategori 3, dapat melewatkan data dengan bandwith sampai 10

Mbps.

 Kabel UTP kategori 5, dapat melewatkan data dengan bandwith sampai 100

Mbps.

 Hanya dapat melewatkan satu channel data (baseband), karena itu

dibutuhkan konsentrator untuk menghubungkan satu node dengan node yang

lain. Konsentrator yang digunakan biasanya berupa HUB atau SWITCH.

 Panjang kabel maksimum adalah 100 meter.







Standar Warna Kabel UTP pada konektor RJ45 untuk 100 Mbps

Agar kabel UTP kategori 5 dapat mengalirkan data dengan bandwith 100 Mbps

maka kabel UTP tersebut harus dipasang pada konektor RJ45 dengan urutan

warna sebagai berikut:

PIN Warna kabel

1 Putih/Oranye

2 Oranye

3 Putih/Hijau

4 Biru

5 Putih/Biru

6 Hijau

7 Putih/Coklat

8 Coklat





Tabel 2.3 Konfigurasi kabel UTP straight

Agar dapat menghubungkan dua komputer menggunakan kabel UTP tanpa

HUB/SWITCH anda dapat menggunakan kabel UTP yang dihubungkan secara

Crosslink, adapun susunan kabel untuk Crosslink adalah sbb:





Konfigurasi kabel UTP (cross)

Connector 1 Connector 2

1. Putih / orange 1. Putih / hijau

2. Orange / putih 2. Hijau / putih

3. Putih / hijau 3. Putih / orange

4. Biru / putih 4. Biru / putih

5. Putih / biru 5. Putih / biru

6. Hijau / putih 6. Orange / putih

7. Putih / coklat 7. Putih / coklat

8. Coklat / putih 8. Coklat / putih





Tabel 2.4 Konfigurasi kabel UTP cross





b. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)



Karakteristik kabel STP hampir sama dengan kabel UTP. Bedanya pada kabel

STP terdapat shield/pelindung yang dihubungkan ke sebuah ground, yaitu sebuah

aluminium foil yang membungkus kabel-kabel tersebut. Kegunaan dari shield

tersebut adalah untuk melindungi kabel dari External Electromagnetic

Interference (EMI).



Kabel STP memang lebih aman dari kabel UTP tetapi kabel STP ini lebih tidak

fleksibel dibanding kabel UTP sehingga menyulitkan pada saat pemasangan dan

pemeliharaan, sehingga pada saat ini kabel UTP lebih sering digunakan dibanding

kabel STP.

2. Kabel Koaksial



Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

 Paling populer untuk LAN

 Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.

 Koaksial sering digunakan untuk kabel TV, ARCnet, thick ethernet dan thin

ethernet.

 Thick coaxial / 10Base5 / RG-8 sering digunakan untuk backbone untuk

instalasi jaringan antar gedung. Kabel ini secara fisik berat dan tidak fleksibel,

namun ia mampu menjangkau jarak 500 m bahkan lebih. Thicknet

menggunakan Attachement Unit Interface (AUI) berupa transceiver external

yang terhubung ke setiap NIC. AUI disebut juga DB15.

 Thin coaxial / 10Base2 / RG-58 / cheapernet sering digunakan untuk jaringan

antar workstation. Kabel ini secara fisik lebih mudah ditangani daripada RG-8

karena lebih fleksibel dan ringan. Thinnet biasa menggunakan konektor BNC

(British Naval Connector).





3. Kabel Fiber Optic



FDDI (Fiber Distributed Data Interface) atau sering disebut kabel serat-optik

semakin lazim digunakan seiring dengan tuntutan peningkatan kecepatan

transmisi. Jenis kabel ini terdiri atas kaca tipis atau filamen plastik, kurang-lebih

selebar rambut manusia, dan dilindungi oleh bantalan plastik tebal dan selubung

plastik luar. Kabel serat-optik menggunakan sinar laser atau light-emitting diode

(LED) yang mengirim pulsa cahaya satu arah melewati serat-optik dan bukan

frekuensi elektronik untuk mengirim sinyal.





Harga, instalasi, dan pemeliharaan kabel jenis ini lebih mahal. Disamping itu

diperlukan peralatan khusus (dinamakan fiber line driver) untuk menerjemahkan

sinyal elektronik yang dikirim sepanjang kabel. Penggunaannya di batasi hanya

untuk jaringan yang sangat besar dan ekstensif dimana faktor jarak, kecepatan,

dan keamanan sedemikian pentingnya sehingga pengeluaran biaya ekstra tidak

dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan.



b. Media Tanpa Kabel (Wireless)



Penghubung media jaringan ini dapat menggunakan transmisi gelombang radio,

microwave, atau infrared. Jaringan tanpa kabel saat ini semakin banyak digunakan

karena peningkatan jumlah WAN, dan kebutuhan komputer berjalan (mobile

computing).



1. Gelombang Radio



Teknologi radio mengirim data melalui frekuensi radio dan secara praktis tidak

terdapat batasan jarak. Teknologi ini digunakan untuk menghubungkan LAN

melewati jarak geografik yang sangat jauh. Transmisi Radio biasanya mahal, dan

harus mengikuti peraturan/regulasi pemerintah, dan sangat rentan terhadap

interference elektronik dan atmosfir. Teknologi ini sangat mudah didengar,

sehingga membutuhkan encrypsi atau modifikasi transmisi lainnya untuk

mendapatkan level keamanan yang dapat diterima.



2. Microwaves



Transmisi data Microwave menggunakan frekuensi tinggi untuk jarak dekat dan

transmisi global; keterbatasan utama adalah antara pengirim (transmitter) dan

penerima (receiver) harus dapat saling terlihat atau disebut juga dengan line of

sight (LOS). Transmisi Microwave biasanya digunakan untuk menghubungkan

LAN dalam gedung terpisah, dimana penggunaan media fisik sangat tidak

memungkinkan atau tidak praktis.



Sebuah contoh misalnya menghubungkan dua gedung pencakar langit yang

berdekatan, dimana menggunakan kabel sangat tidak mungkin. Microwave juga

sering digunakan dalam transmisi global, dengan menggunakan satelit

geosynchronous dan parabola sehingga memenuhi syarat line-of-sight. Transmisi

Microwave, yang secara khusus memanfaatkan satelit, tentunya membutuhkan

biaya sangat mahal.



3. Transmisi Infrared



Teknologi Infrared, yang beroperasi pada frekuensi sangat tinggi, dapat digunakan

untuk mengirim data pada jarak yang dekat. Biasanya digunakan LED untuk

mengirim (transmit) gelombang infrared ke penerima (receiver). Karena

gelombang Infrared tersebut dapat terhalangi secara fisik, dan dapat ter-

interference oleh cahaya yang lebih kuat, maka transmisi data melalui Infrared

sangat terbatas pada jarak yang dekat sampai dengan 6 Km, dan aplikasi line-of-

sight.









2.3.3 HUB



Bentuk fisik Hub adalah seperti sebuah kotak yang memiliki banyak konektor

RJ45 female. Setiap konektor pada hub dapat dipasang kabel UTP yang telah

diberi konektor RJ45 male pada ujungnya.



Antara satu hub dengan hub lainnya dapat di hubungkan melalui kabel coaxial

atau UTP yang di crosslink, biasanya ada 1 buah port yang dilengkapi switch

untuk menjadikannya sebagai port crosslink, sehingga dapat menggunakan kabel

UTP biasa untuk menghubungkan satu hub dengan hub lainnya.



Hub hanya memiliki satu domain collision, maka semua peralatan yang

berhubungan dengan suatu hub menggunakan satu domain collision secara

bersamaan walaupun peralatan dihubungkan ke port-port yang berlainan dari hub.









2.3.4 Repeater



Fungsi utama repeater adalah untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima

sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkannya kembali dengan

kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel LAN yang lain.

Dengan cara ini jarak kabel antara dua komputer dapat diperjauh.



2.3.5 Bridge



Bridge digunakan untuk menghubungkan dua LAN dan memisahkan jaringan

yang luas menjadi sub-jaringan yang lebih kecil dan bekerja di lapisan data link.

Beberapa bridge mempelajari alamat ethernet setiap device yang terhubung

dengannya dan mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.



Bridge dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan

metode transmisi berbeda dan/atau medium akses kontrol yang berbeda, misalnya

bridge dapat menghubungkan ethernet baseband dengan ethernet broadband, dan

sebagainya.



Mekanisme yang digunakan oleh bridge disebut mekanisme frame filtering, yaitu

frame yang diterima disimpan sementara di bridge dan kemudian di forward ke

workstation pada LAN lainnya.



2.3.6 Router

Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP dari satu jaringan ke

jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya. Router-

router yang terhubung di Internet memiliki algoritma routing terdistribusi yang

digunakan untuk memilih jalur terbaik yang dilalui paket IP dari satu jaringan ke

jaringan lain.



Router umumnya digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN, sekaligus

mengisolasikan trafik data antara LAN satu dengan lainnya. Jika dua atau lebih

LAN terhubung dengan satu router, maka setiap LAN akan dianggap memiliki

subnetwork yang berbeda.



Router dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu router dedicated (router buatan

pabrik, misalnya Cisco, 3Com) dan PC Router. Sebuah PC dapat dikatakan

sebagai PC Router jika PC tersebut memiliki lebih dari satu network interface dan

PC tersebut memiliki kemampuan mem-forward paket IP.



2.4 Model OSI dan Protokol

Agar jaringan dapat berkomunikasi, komputer-komputer harus dapat mengirim

(transmit) data satu dengan lainnya. Protokol merupakan kesepakatan metode

komunikasi, yang memungkinkan hal ini terjadi.

Standar-standar yang menjadi dasar protokol jaringan adalah :



 Model Referensi OSI (The Open Sistems Interconnection (OSI) Reference

Model), dikembangkan oleh International Standards Organization (ISO) guna

memberikan sebuah metode standar untuk komunikasi komputer.

 Standar IEEE 802, Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) 802

standards, mengembangkan (expand) lebih lanjut model OSI.







2.4.1 Model Referensi OSI



Seiring dengan semakin berkembangnya konsep jaringan dalam dunia bisnis, ide

untuk menghubungkan jaringan-jaringan dan memisahkan sistem semakin

diperlukan. Solusinya pada tahun 1978 ketika ISO (Intenational Standards

Organization) mengumumkan sebuah arsitektur yang memungkinkan tujuan

tersebut tercapai.



Model Referensi OSI menjabarkan sebuah pendekatan secara berlapis (layered)

terhadap jaringan. Setiap lapisan (layer) dari model mewakili sebuah porsi yang

berbeda dari proses komunikasi.



Dengan memisahkan bagian komunikasi kedalam lapisan, model OSI

menyederhanakan bagaimana perangkat lunak (software) dan perangkat keras

(hardware) bekerja sama, sehingga memudahkan upaya penanganan masalah

(trouble-shooting) dengan menyediakan sebuah metode tertentu untuk memahami

bagaimana komponen harus berfungsi.





Model referensi OSI membagi jaringan kedalam 7 lapisan (seven layers). Lapisan-

lapisan tersebut di jabarkan sebagai berikut:

 Lapisan Aplikasi (Application layer). Menyediakan sekumpulan penghubung

(interfaces) untuk aplikasi-aplikasi guna mendapatkan akses ke layanan-

layanan jaringan (networked services).

 Lapisan Presentasi (Presentation layer). Merubah data kedalam sebuah bentuk

(format) yang umum (generic) untuk pengiriman jaringan (network

transmission); untuk pesan yang masuk (incoming messages). Lapisan ini

merubah data dari bentuknya kedalam sebuah bentuk yang dapat dimengerti

oleh aplikasi penerima (receiving application).

 Lapisan Sessi (Session layer). Memungkinkan dua pihak untuk menahan

komunikasi yang sedang berlangsung (ongoing communications)-sessi

pemanggil (called sessions)-yang melalui sebuah jaringan.

 Lapisan Transport (Transport layer). Mengatur pengiriman data yang melalui

sebuah jaringan.

 Lapisan Jaringan (Network layer). Menangani informasi alamat untuk

pengiriman, sama halnya dengan menterjemahkan (translates) alamat logik

jaringan dan nama kedalam pasangan fisiknya (into their physical

counterparts).

 Lapisan Link Data (Data Link layer). Mengirim bingkai-bingkai data khusus

(special data frames) dari lapisan jaringan (Network layer) ke lapisan fisik

(Physical layer).

 Lapisan Fisik (Phycisal layer). Merubah bit-bit menjadi signal-signal untuk

pesan-pesan keluar (outgoing messages), dan signal-signal menjadi bit-bit

untuk pesan-pesan yang masuk (incoming messages).





Tabel berikut akan lebih memperjelas setiap fungsi dan pelayanan yang

disediakan masing-masing layer.





Layer Nama Fungsi Pelayanan/Protokol

7 Application Menyediakan pelayanan yang File transfer, e-mail dan akses

langsung mendukung aplikasi ke database

pemakai.

6 Presentation Menerjemahkan, kompresi dan ASCII, EBCDIC, MIDI,

enkripsi data. MPEG, TIFF, JPEG, PICT,

Quick Time

5 Session Mengkoordinasi komunikasi antara SQL, NetBEUI,

sistem. RPC,Xwindows

4 Transport Memungkinkan paket data dikirim TCP, UDP, SPX

tanpa kesalahan dan tanpa duplikat.

3 Network Menentukan jalur pengiriman dan IP, IPX, ARP, RARP,

penerusan paket ke alamat peralatan CMP,RIP, OSFT, BGP

lain yang berjauhan

2 Data Link Mengatur data biner (0 dan 1) SLIP, PPP, MTU

menjadi logical group.

1 Physical Transmisi data biner melalui jalur 10BaseT, 100BaseTX, HSSI,

komunikasi. V.35, X.21

Tabel 2.5 Lapisan-lapisan Referensi Model OSI





2.4.2 Protocols (Protokol-Protokol)



Seperti yang telah disebutkan diatas, komputer harus sepakat (agree) pada sebuah

protocol yang digunakan agar semua tipe komunikasi dapat berlangsung. Berikut

ini adalah beberapa contoh protokol yang sering digunakan dalam sebuah

jaringan.



 NetBEUI

NetBEUI adalah sebuah network layer transfer protokol yang sederhana. Yang di

kembangkan untuk mendukung jaringan NetBIOS. NetBEUI tidak dapat di

rutekan (not routable), sehingga protokol ini tidak dapat digunakan dalam sebuah

jaringan enterprise. NetBEUI adalah protokol transport tercepat yang tersedia

pada Windows NT. NetBEUI sangat baik untuk pengiriman cepat, tetapi tidak

dapat digunakan jika harus melewati jaringan yang di rute-kan (but is not usable

across routed networks).



 TCP/IP



TCP/IP adalah protocol suite yang paling luas penggunaannya di jaringan pada

saat ini. Hal ini seiring dengan cepatnya perkembangan global internet. TCP/IP

dapat mencakup area yang luas dan sangat fleksibel. TCP/IP memberikan

dukungan antar platform (cross-platform), kemampuan untuk di rute-kan (routing

capabilities), sebagai dukungan yang baik untuk Simple Network Management

Protocol (SNMP), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows

Internet Name Service (WINS), Domain Name Service (DNS), dan induk dari

protokol-protokol yang bermanfaat. Bagaimanapun, TCP/IP memiliki sangat

banyak kelebihan-kelebihan (features) yang tersedia dengan tambahan biaya

overhead. Yang dapat membuatnya menjadi tidak praktis (cumbersome) untuk

beberapa jaringan atau aplikasi.



 AppleTalk



Protokol AppleTalk digunakan untuk komunikasi dengan komputer Macintosh.

Dengan mengaktifkan AppleTalk, Client Macintosh dapat menyimpan dan meng-

akses file-file yang berada pada sebuah Server Windows NT, mencetak ke printer

Windows NT, dan sebaliknya. Tetapi sebelum meng-install AppleTalk, harus

meng-install terlebih dahulu NT Services For Macintosh. Macintosh hanya dapat

didukung dari sebuah partisi NTFS yang ada pada Windows NT.



 APPC



Advanced Program-to-Program Communication (APPC) protocol, dikembangkan

oleh IBM, APPC adalah peer-to-peer protocol digunakan dalam IBM’s Sistems

Network Architecture (SNA) untuk digunakan pada AS/400-series komputers.



 X.25



X.25 adalah satu set protokol wide-area yang digunakan dalam jaringan packet-

switching. X.25 dibuat untuk menghubungkan remote terminals ke mainframes.

Walaupun banyak tipe komunikasi wide-area yang lainnya tersedia di United

States, X.25 tetap digunakan secara luas di Eropa.



 HDLC



High-level Data Link Control (HDLC) adalah sebuah fleksibel bit-oriented data

link protocol yang berbasis pada IBM’s Synchronous Data Link Control (SDLC).

HDLC telah distandarkan oleh ISO. HDLC dapat mendukung transmisi half atau

transmisi full-duplex, jaringan circuit atau jaringan packet-switched, topologi

jaringan peer-to-peer atau topologi jaringan client/server dan transmisi melalui

kabel atau media wireless.



 XNS



Xerox Network Sistem (XNS) di buat oleh Xerox untuk digunakan dalam jaringan

Ethernet. XNS adalah basis untuk Novell’s IPX/SPX, tetapi sudah jarang

ditemukan pada jaringan saat ini.





2.5 IP Address



IP address adalah alamat khas yang harus dimiliki oleh setiap komputer yang

terhubung ke dalam sebuah jaringan komputer. Tidak boleh ada dua komputer

yang memiliki IP Address yang sama. IP Address ini nantinya dibutuhkan dalam

pengiriman paket-paket data, karena dalam setiap paket data tersebut terdapat

header yang berisi IP Address dari tujuan paket-paket data tersebut. IP address ini

diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.

IP address terdiri atas 32-bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat

angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti: 192.168.0.1.



Kelas IP address

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, IP address terdiri atas 32-bit angka biner,

yang ditulis dalam empat kelompok, terdiri atas 8-bit (oktet) dengan dipisah oleh

tanda titik. Contohnya adalah seperti dibawah ini:

11000000.00010000.00001010.00000001





Atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255)

seperti contoh berikut:

192.16.10.1





Atau secara simbolik dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka sebagai

berikut:





w.x.y.z





IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, di mana network

ID menentukan alamat dari jaringan, sedangkan host ID menentukan alamat dari

peralatan jaringan. Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu

peralatan jaringan beserta alamat jaringan di mana peralatan itu berada. Ini sama

ibaratnya dengan alamat rumah, yang terdiri atas nama jalan dan nomor rumah,

dimana network ID merupakan nama jalan dan host ID merupakan nomor rumah.





Berapa jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang

termasuk host ID, bergantung pada kelas dari IP address yang dipakai. Untuk

mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai. Oleh sebab itu

IP address dibagi dalam tiga kelas seperti tampak pada Tabel 3.5

Kelas A B C



Network ID w. w.x w.x.y



Host ID x.y.z y.z Z



Default Subnet Mask 255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0





Tabel 2.6 Kelas-kelas IP address dengan default subnet mask



Untuk dapat menandai kelas satu dengan kelas yang lain, maka dibuat beberapa

peraturan sebagai berikut:

Oktet pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0.

Oktet pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10.

Oktet pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110.





Oleh sebab itu, IP address dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka

desimal tertentu pada oktet pertama, seperti terlihat pada Table 4-3 berikut ini.

Kelas A B C



Range 1-126 128-191 192-223



Jumlah Maksimum Network 127 16384 2097152



Jumlah Maksimum Host per Network 16777214 65534 254





Tabel 2.7 Jumlah network dan host dari kelas-kelas IP address





Disamping itu ada pula beberapa aturan tambahan, yaitu:

 Angka 127 di oktet pertama digunakan untuk loopback.

 Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.

 Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.





2.6 Sejarah Perusahaan

Rasa menyegarkan coca-cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886

oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia,Amerika

Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian

dikenal dengan Coca-Cola. Frank Robinson, sahabat sekaligus akuntan John,

menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan

tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian ia menciptakan nama dengan

huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo Coca-Cola. Dr.

Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen pergelas di apotiknya dan

mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan

untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun 1982, Pemberton menjual

hak cipta Coca-Cola ke Asa G.Ghandler yang kemudian mendirikan perusahaan

Coca-Cola pada tahun 1982.





Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat

berbagai macam benda – benda cindera mata berlogo Coca-Cola. Benda-benda

tersebut kemudian dibagi-bagikan di lokasi-lokasi penjualan, sehingga menjadi

saluran promosi penjualan penting yang berkesinambungan. Upaya mengiklankan

merek coca-cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata coke,

bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli coca-cola dengan kata-kata berikut

:”Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan

mendorong penggantian nama produk dengan yang lain “. Tetapi konsumen tetap

menghendaki coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera

pasar. Tahun itu juga, nama dagang coke memperoleh pengakuan periklanan yang

sama dengan Coca-Cola, dan pada tahin 1945, coke resmi menjadi merek dagang

terdaftar.







2.7 Coca-Cola di Indonesia



Coca-cola mulai diperdagangkan pada tahun 1932 oleh Netherlands

Indische Mineral Water Fabrick Jakarta dibawah manajemen Bernie Vonigs dari

Belanda. Setelah proklamasi kemerdekaan dan masuknya para pemegang saham

dari Indonesia, perusahaan ini berganti nama menjadi Indonesia Beverages

Limited (IBL). Tahun 1971, IBL menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan

Jepang, yaitu Mitsui Toatsu Chemical Inc., Mitsui co.Ltd dan Mikuni LGPHILIPS

Displays Co. membentuk PT Djaya Beverage Bottling Company (DBDC). Pada

tanggal 12 Oktober 1993, Coca-Cola Brik, pembotolan Coca-cola terbesar didunia

untuk pabrikasi, dist Bottling Limited (CCA) sebuah perusahaan publik dari

Australia yang merupakan paribusi dan pemasaran produk the Coca-Cola

Company telah mengambil alih kepemilikan DBBC dan berubah namanya

menjadi LGPHILIPS Displays Indonesia. Sampai saat ini, CCAI didukung sebelas

pabrik pembotolan dan sekitar 9000 karyawan, melayani lebih dari 400.000

pelanggan diseluruh nusantara. Coca-cola merupakan perusahaan yang paling

berhasil beroperasi di Asia karena keunikan produk dan sistem pemasaranya serta

pemahamannya terhadap pasar lokal / budaya lokal. Sebelas pabrik pembotolan

yang ada di Indonesia terdapat di Semarang, Lampung, Padang, Makasar, Medan,

Surabaya, Bandung, Bali, Jakarta, Balikpapan dan Manado.







2.8 Coca-Cola di Jawa Tengah



Perusahaan Coca-Cola di Jawa Tengah dirintis oleh dua orang pengusaha

yaitu Bapak Partogius Hutabarat dan Bapak H.Mugijanto. Nama yang dipilih

adalah PT.Pan Java Bottling Company, yang resmi didirikan pada tanggal 1

November 1974; tetapi perusahaan baru mulai berproduksi pada tanggal 5

Desember 1976. Karena perkembangan perusahaan yang begitu cepat maka pada

bulan April 1992 PT Pan Java Bottling Join Venture dengan LGPHILIPS Displays

Limited, Australia sehingga sejak itu PT. Pan Java Bottling Co. berubah namanya

menjadi PT. Coca-Cola Pan Java.







2.9 Perkembangan Jaringan komputer di PT. Coca – Cola Bottling

Indonesia



 Tahun 1978



Data masih diolah secara manual dan data masih berupa print out. Dari

tiap departemen belum bisa mengambil data secara tepat. Untuk aliran data

dari satu departemen ke departemen yang lain masih menggunakan disket. Hal

ini tentunya sangat tidak efisien terutama bila datanya sangat besar.

Karena hal tersebut maka Coca-Cola mengembangkan jaringan yang

masih kecil yaitu dengan mewnggunakan mainframe kecil. Dalam jaringan ini

disediakan direktori khusus yang bisa diakses oleh tiap departemen. Jaringan

ini on line ke Jakarta, server yang digunakan adalah server molakuler.

 Tahun 1990



Menggunakan server kecil ICL UNIX, namun kapasitasnya masih terbatas

 Tahun 1993



Menggunakan Novell 3.1 dan mempunyai 40 user untuk departemen

finance dan marketing.





 Tahun 1995



Jaringan komputer yang ada dikembangkan ke semua departemen dan

untuk komunikasi dengan sales centre digunakan server modem radio dengan

kecepatan 1200 Mbps.

 Tahun 1996



PT. LGPHILIPS DISPLAYS mengembangkan jaringan komputer yang

dipunyai dengan mengganti modem yang lama yaitu modem radio dengan

modem 14400 kbps. Setengah tahun kemudian digunakan sistem direct

modem, dengan memberi tahu terlebih dahulu ke sumber tujuan. Komunikasi

ke Jakarta menggunakan sistem leasdline dan jaringan online ke Jakarta

dengan aplikasi GL (General Ledger) dan untuk database menggunakan

Oracle.

 Tahun 1997



Awal tahun 1997 mulai mengembangkan jaringan AS 400 yang on line ke

Jakarta dengan menggunakan modem Vsat. Sebagai sarana email lokal

digunakan Lotus Ccmail dan setengah tahun kemudian diganti dengan Lotus

Notes. Pada tahun ini jaringan dikembangkan ke tingkat international. Server

lotus notes ada di Jakarta. Selain itu juga terdapat Novell Netware server 3.12

win 95

 Tahun 2000



Server Lotus Notes berbasis NT dan pertengahan Agustus mulai

menggunakan MAXI. Data dari sales centre ke head office memakai alat RAS

(Remote Access Service) dengan menggunakan 6 line telepon dan memakai

dial up networking.

 Tahun 2001



Jaringan yang berbasis Novel Netware diganti dengan Windows NT.

2.10 Struktur organisasi PT LGPHILIPS Displays Indonesia





BIS Manager

Jakarta





General

Manager









Sekretaris









Operation Human Finance General Sales Bisnis

Manager Resource Manager Manager Information

Manager Service (BIS)

Manager









Jenis-jenis hasil produksi Coca-Cola :

1. Coca-Cola

2. Sprite

3. Fanta

4. Hi-C

5. Frestea

6. Diet Coke





Jumlah komputer di setiap departemen :

1. Finance : 20 unit

2. Marketing : 25 unit

3. Operation : 24 unit

4. Human Resource Departement ( HRD ) : 16 unit

5. Management : 2 unit

6. Bussiness Information Service ( BIS ) : 4 unit

7. Sales Centre : 65 unit





BAB III

PEMBAHASAN



3.1 Teknologi Jaringan



1. Lotus Notes Server



Server ini berfungsi sebagai local mail server dan local notes database server.

Lotus Notes adalah jaringan client server yang memungkinkan user mengakses,

membagi dan mengolah data dan informasi melalui sebuah jaringan.



Jaringan Lotus Notes dibangun oleh paling sedikit satu server (Domino server)

dan satu atau lebih client atau workstation. Komputer server adalah komputer

berkekuatan besar yang memungkinkan semua komputer dapat berkomunikasi

dan mensuplai komputer lain apapun yang dibutuhkan. Komputer client adlah

komputer yang terhubung ke server dan menggunakan sumber dayanya.



Sebagai contoh, server harus mensuplai ke workstation file, program dan sistem

backup data. Selain itu server Lotus Notes mensuplai workstation dengan fasilitas

mailbox dan ssebuah tempat penyimpanan informasi dimana setiap user dapat

mengaksesnya.



Standart sebuah komputer untuk dapat menjalankan Lotus Notes yaitu :



 Processor Intel 80486 DX4 100 Mhz atau processor Pentium

 Memori 24 MB untuk Windows 95

 Hard disk minimal 1 GB

 Monitor EGA, VGA, SVGA, mono SVGA, IBM, 8414A, CGA atau Hercules



Layanan yang diberikan Lotus Notes adalah layanan e-mail sehinggga semua

komputer yang terhubung dalam jaringan dapat berkirim dan menerima e-mail.

Selain itu dapat bertukar file baik dalam bentuk text, spreadsheet, grafik dan tabel.

Ada beberapa layanan yang bisa digunakan dalam notes server ini, berikut ini

adalah beberapa layanan standar yang disediakan dalam lingkungan

PT. LGPHILIPS Displays Indonesia :

1. Lotus Notes

Layanan ini memungkinkan user untuk mengakses e-mail dan file-file

database yang ada di komputer server.

2. Arcserve

Arcserve adalah sebuah software khusus yang digunakan untuk backup data.

Proses backup data dilakukan untuk menyimpan data-data penting perusahaan

apabila terjadi kebakaran, korupsi, data hilang atau ancaman lainnya. Hasil

backup data disimpan dalam bentuk tape catridge.

3. Norton Anti Virus

Layanan ini diberikan untuk mencegah masuknya virus yang dapat

menyebabkan rusak atau hilangnya data yang ada dalam komputer server.





Masalah-masalah yang sering muncul dalam Notes server yaitu :



 Pengalamatan IP address

 Network Card

 Patch cable

 Hardware

 Konfigurasi IP address





Server ini dilengkapi dengan firewall yang berfungsi sebagai filter email. Filter

terhadap email diakukan berkali-kali, apalagi bila pengirim email berasal dari luar

jaringan PT LGPHILIPS Displays Indonesia. User yang berhak menggunakan

server ini terbatas sehingga mudah dikontrol. Server ini sangat diproteksi terutama

dari gangguan virus, karena setiap email yang masuk akan difilter berkali-kali.

Jadi, tingkat keamanan di server ini cukup tinggi.

2. NT Server



Server ini berfungsi sebagai :



1. File and print services

2. FTP services

3. Application services

4. Network services yang terdiri dari :

a. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yaitu pemberian IP

adress secara otomatis apabila terdapat komputer yang terhubung ke

dalam jaringan.

b. Backup Domain





Beberapa layanan yang diberikan NT Server diantaranya :

1. Sybase SQL

Sybase SQL adalah sebuah software yang diperlukan untuk menjalankan

apilkasi Citibank, yaitu pembayaran secara online melalui electronic banking.

2. Oracle

Sebuah sistem database yang digunakan untuk menampung kegiatan

pemasukan data melalui komputer.

3. Arcserve

Sama seperti Notes server, NT Server juga menyediakan fasilitas untuk

backup data dalam bentuk tape catridge.

4. Norton Anti Virus

Layanan ini diperlukan untuk melindungi komputer server dari ancaman

virus.

5. Serve-U FTP

Serve-U diperlukan untuk mendukung layanan FTP (File Transer Protocol)

ke masing-masing client. FTP biasanya digunakan untuk download maupun

upload file dari dan ke Sales Centre.

6. DHCP services

DHCP adalah layanan pemberian IP address untuk komputer yang terhubung

ke dalam jaringan secara otomatis dan bersifat dinamis.

7. Print services

Layanan ini diberikan untuk pemakaian printer secara bersama-sama.





FTP service merupakan sebuah sarana untuk menampung data dari Sales Centre

dan di dalamnya terdapat file-file yang bisa diakses bersama oleh semua user.

Berikut ini adalah proses aliran data yang terjadi dalam FTP server :

Server ini lebih aman, karena tidak semua user dapat mengupdate dan menghapus

file yang terletak di server. User dari workstation pada umumnya hanya

diperbolehkan membaca, sedangkan yang berhak mengupdate dan menghapus file

di server hanya administrator. User dari Sales centre hanya bisa mengupload file

ke FTP server dan tidak bisa mendownload.

Kedua server yang digunakan mempunyai spesifikasi yang sama yaitu IBM

Netfinity, 512 MB RAM, 3 x 9 GB – Raid 5. NT server dan Notes server ini

dihubungkan dengan 1 buah monitor menggunakan metode switching dengan

sistem operasinya Windows NT.

Berikut ini adalah contoh pengalamatan IP address agar komputer dapat

terhubung ke kedua server di atas :



I.E: PING 167.103.78.254



3.2 Sistem Backup Data



Sistem backup data dilakukan melalui server dengan software yang digunakan

adalah Arcserve. Media penyimpanan yang digunakan adalah tape catridge. Drive

dan direktori yang di back up meliputi :

 Aplication data

 FTP data

 User data





Sistem backup data tersebut terdiri dari : daily, weekly, monthly dan yearly. Data

yang di back up dalam sistem daily, weekly dan monthly adalah data yang

terakhir dengan menggunakan sistem rotasi sedangkan dalam sistem yearly data

yang di back up bersifat permanent.

Frekuensi No Tape Waktu Sifat

Daily D1 – D8 Senin – kamis Recycle

Weekly W1 – W8 Setiap jumat Recycle

Monthly M1 – M6 Jumat pertama dalam Recycle

bulan tersebut

Yearly Y1 - … Permanent

Jumat pertama dalam tahun

tersebut



Tabel 3.1 Sistem backup data



Teknologi server yang digunakan dalam backup data adalah :

a. National Office







Server Backup Media Backup

software

 JKTGEN01 – Mail Server  DLT Tape Drive  ARCServe

 IBM Server 704 35/70 GB

 512 MB RAM  DLT Catridge

 5 x 4.5 GB HDD – Raid 5

 SEARHUB01 – Hub  DLT Tape Drive  ARCServe

Server 35/70 GB

 IBM Server 704  DLT Catridge

 256 MB RAM

 5 x 4.5 GB HDD – Raid 5

 CBTGEN01 – Notes App.  DAT Tape Drive  ARCServe

Server 20/40 GB

 IBM Server Netfinity 5600  DAT Catridge

 512 MB RAM

 4 x 18 GB HDD – Raid 5

 IDCBTH02 – Hub Server  DAT Tape Drive  ARCServe

 IBM Server Netfinity 5600 20/40 GB

 512 MB RAM  DAT Catridge

 3 x 9 GB – Raid 5

 IDCBTM02 – Mail Server  DAT Tape Drive  ARCServe

 IBM Server Netfinity 5600 20/40 GB

 512 MB RAM  DAT Catridge

 3 x 9 GB – Raid 5

 IDCBTI01–Infrastructure  DAT Tape Drive  ARCServe

Server 12/24 GB

 IBM Server Netfinity 3000  DAT Catridge

 128 MB RAM

 2 x 9 GB

 IDCBTF01 – Application  DAT Tape Drive  ARCServe

Server 20/40 GB

 IBM Server Netfinity 5500  DAT Catridge

M20

 512 MB RAM

 4 x 9 GB – Raid 5

 IDCBTF03 – File Server  DAT Tape Drive  ARCServe

 IBM Server Netfinity 5000 12/24 GB

 256 MB RAM  DAT Catridge

 2 x 9 GB

 IDCBTA01 – Essbase  DAT Tape Drive  ARCServe

Server Prod. 20/40 GB

 IBM Server Netfinity 5500  DAT Catridge

M20

 1024 MB RAM

 200 GB (EMC) – Mirror

 IDCBTD01 – Essbase  DAT Tape Drive  ARCServe

Server Dev. 20/40 GB

 IBM Server Netfinity 5500  DAT Catridge

M20

 512 MB RAM

 6 x 9 GB – Raid 5



Tabel 3.2 Teknologi backup data National Office Cibitung



b. Semarang

Server : IDSMGM01 – Notes Server

 IBM Server Netfinity 5600

 512 MB RAM

 3 x 9 GB – Raid 5

Backup media :

 DAT Tape Drive 20/40 GB

 DAT Catridge

Backup software :

 ARCServe IT Manager





Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan user tidak bisa melakukan

koneksi ke backup server, diantaranya :

1. Komputer tidak terhubung ke dalam jaringan PT LGPHILIPS Displays

Indonesia.

2. Adanya kerusakan pada kabel jaringan.

3. Kabel jaringan belum terhubung ke dalam server.

4. Komputer belum mempunyai IP address.

5. Program aplikasi Web Drive belum terinstall dalam komputer.

6. User tidak mempunyai Backup user id.







3.3 Topologi Jaringan



Topologi jaringan yang digunakan menggunakan kombinasi bus dan star dengan

arsitektur jaringannya adalah Ethernet. Jaringan komputer di PT. LGPHILIPS

DISPLAYS terhubung langsung secara on-line ke server pusat di National Office

Cibitung via Satelit Dish. Tiap sales centre di Jawa Tengah dan DIY terhubung ke

PT.LGPHILIPS DISPLAYS melalui line telepon yang terhubung ke modem dan

dikontrol oleh IBM 8285 RAS (Remote Access Service) yang berfungsi sebagai

switching.



Untuk komunikasi dari Bawen ke Jakarta menggunakan Satelit Dish dengan alat

pendukung router (IBM TY 2210) dan modem VSAT secara on line. Sedangkan

untuk hubungan dari Bawen ke Jakarta melalui jaringan AS/400, digunakan dumb

terminal dan di kontrol oleh RCU (Remote Control Unit) yang dihubungkan ke

port. Dari port dihubungkan ke masing-masing dumb terminal menggunakan

kabel koaksial. RCU befungsi sebagai remote control bagi dumb terminal. RCU

juga berfungsi untuk menyambung atau sebagai penghubung antara kabel UTP

dari hub dan kabel koaksial dari port dumb terminal.



Proses entri data AS/400 :



User mengeksekusi program aplikasi yang ada di server AS/400 Jakarta,

kemudian user melakukan entri data. Jalur data tersebut adalah :



Dumb terminal -> Port -> RCU -> Hub -> Router -> Modem VSAT -> Satelit

Dish Semarang -> Satelit Dish Jakarta



Namun karena perkembangan teknologi, banyaknya dumb terminal sendiri

sekarang tingggal 4 buah. Dumb terminal – dumb terminal tersebut terdapat di

finance 1 buah, pembelian 1 buah dan marketing 2 buah.



Bandwith dari router sendiri tidak digunakan khusus untuk jaringan komputer

melainkan digunakan juga untuk jaringan line telepon yang dihubungkan ke mesin

PABX (mesin telephone billing).

Tiap workstation dalam jaringan komputer di PT.LGPHILIPS DISPLAYS

dihubungkan dengan menggunakan kabel UTP dan yellow kabel. Workstation-

workstation di kelompokkan berdasarkan lokasi dengan menggunakan hub. Untuk

workstation yang lokasinya jauh dari server dihubungkan dengan kabel AUI.

Kabel AUI dihubungkan ke hub dari yellow kabel dengan menggunakan bantuan

transciever. Transceiver ini berfungsi untuk mengkonversi sinyal dari kabel AUI

ke yellow kabel atau sebaliknya



Berikut ini adalah persebaran hub dan jumlah workstation yang ada di PT Coca-

Cola Botting Indonesia :



1. Lokasi Finance Office (A)

Terdapat 3 hub di Finance Office yakni 2 hub untuk menghubungkan server

dengan hub-hub lainnya sedangkan hub lainnya terhubung ke PC-PC

workstation yang terdapat di Finance room dan Marketing room. Jumlah PC

workstation di Finance room sebanyak 20 unit.

2. Lokasi Produksi ( C )

Jumlah hubnya satu terhubung ke hub yang terletak di Finance. Sedangkan

jumlah PC workstationnya sebanyak 8 unit.

3. Lokasi HRD ( D)

Jumlah hubnya satu dihubungkan dengan hub yang terletak di Finance dan

jumlah PC workstationnya sebanyak 16 unit.

4. Lokasi Engineering ( E ).

Di lokasi ini terdapat 1 hub yang terhubung ke kabel AUI, jumlah PC

workstationnya sebanyak 2 unit.

5. Lokasi Operation ( F ).

Jumlah hub di lokasi ini hanya terdapat sebuah hub yang terhubung ke hub

yang terdapat di Production Administration. PC workstationnya yang

terdapat di lokasi ini sebanyak 3 unit.

6. Lokasi BIS ( G/H )

Dilokasi BIS ini terdapat sebuah hub yang terhubung ke hub yang di

marketing I. Jumlah PC workstationnya sebanyak 4 unit.

7. Lokasi Marketing I ( I )

Di lokasi Marketing I ini terdapat sebuah hub yang terhubung ke hub yang

ada di Finance. PC workstationnya sebanyak 10 unit.

8. Lokasi Marketing II ( J ).

Di lokasi Marketing II ini terdapat 14 PC workstation yang terhubung ke

sebuah hub yang dihubungkan dengan hub di Marketing I.

9. Lokasi Logistic ( K ).

Di lokasi ini terdapat sebuah hub yang di hubungkan dengan kabel AUI.

Jumlah PC workstation yang terdapat di lokasi ini adalah sebanyak 2 unit.





10. Lokasi Bawen Sales Centre ( L ).

Dilokasi ini terdapat sebuah hub yang terhubung dengan hub yang terdapat

dilokasi marketing I. Jumlah PC workstationnya sebanyak 6 unit.

11. Lokasi Marketing Storage ( M ).

Jumlah PC workstationnya satu yang dihubungkan langsung ke hub yang

ada di lokasi Operation.





Selain itu juga terdapat layanan CSC (Customer Service Centre), yaitu

sebuah layanan telepon bebas pulsa yang disediakan National Office Cibitung

Jakarta apabila terdapat masalah pada komputer server maupun user yang

terhubung ke jaringan PT LGPHILIPS Displays Indonesia selama 24 jam.

National Office Cibitung Jakarta akan segera memberikan pemecahan kepada

komputer yang bermasalah tersebut.







3.4 Software



Pada umumnya, software dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu software sistem

dan software aplikasi. Software sistem meliputi sistem operasi, compilers

(penerjemah), dan utilities untuk memanajemen komputer.



a. Sistem Operasi & Utilities



Sistem operasi yang digunakan dalam jaringan komputer PT LGPHILIPS

Displays Indonesia dibagi menjadi 2 macam, yaitu :



a. Microsoft Windows

Pada umumnya Microsoft 95B atau Microsoft Windows 95 OSR-2 adalah

sistem operasi standart yang digunakan di semua komputer yang ada di PT

LGPHILIPS Displays Indonesia. Tetapi untuk komputer atau notebook yang

baru, sistem operasi tersebut tidak bisa digunakan dan diperlukan sistem

operasi yang lebih kompatibel, yaitu Microsoft Windows 98 Second Edition.









b. Patches dan Updates



Untuk kedua versi sistem operasi di atas, perlu juga diinstall program Patches

yang berfungsi sebagai pendukung sistem operasi tersebut.



Patches untuk Microsoft Windows Patches untuk Microsoft Windows 98

95B SE

 Security Patch  Security Patch

 Y2K Patch  Shutdown Patch

Tabel 3.3 Patches untuk sistem operasi



Utilities adalah program untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus, biasanya yang

berhubungan dengan sistem manajemen perangkat peripheral, misalnya disk

drives, printers, dll.



Program utilities yang disediakan antara lain :



a. Norton Anti Virus 5.0

Mencegah masuknya virus ke dalam komputer dan memindahkannya apabila

ditemukan.

b. Adobe Acrobat Reader 5.0

Untuk membaca file-file dengan format file PDF. ( PDF adalah file standart

untuk dokumen online) .

c. Winzip 8.0

Untuk mengarsip dan memadatkan ukuran file.

d. Cute FTP 3.5

Untuk mentrasfer file dari dan ke FTP server.

e. Windows Media Player 6.4

Untuk menjalankan file-file multimedia.

f. Norton Utilities 2000

Untuk memanajemen dan mengoptimalkan fungi komputer.

g. Norton Ghost 5.1d

Untuk proses penginstallan beberapa komputer secara cepat (cloning

harddisk).

h. Partition Magic 5.0

Untuk mempartisi harddisk menjadi beberapa drive.





i. PC Anywhere 9.2

Untuk memberikan support sistem bagi komputer yang bermasalah.

j. Laplink Professional 7.0

Digunakan pada komputer server untuk mengakses file dari Sales Centre.



b. Sotfware aplikasi



Beberapa software aplikasi yang ada di PT LGPHILIPS Displays Indonesia antara

lain :

a. Microsoft Office 97 SR-2, yang terdiri dari :

 Microsoft Word, yaitu program aplikasi pengolah kata (word processing)

 Microsoft Excell, yaitu program aplikasi pengolah kertas kerja

(spreadsheet)

 Microsoft Power Point, yaitu program aplikasi untuk membuat slide

presentasi

 Microsoft Access, yaitu program aplikasi pengolah file-file database

b. Lotus Notes 4.6

Sebuah program aplikasi yang menyediakan fasilitas e-mail, sehingga

memudahkan user dalam bertukar informasi.

c. IBM Client Access 3.2

Software pendukung agar user dapat berhubungan dengan server IBM AS/400

National Office Cibitung.

d. Rumba 1.2 for the internet

Software pendukung supaya user dapat memenfaatkan sistem operasi Unix

yang disediakan oleh Sequent server (server perantara ke main server).

e. Microsoft Internet Explorer 5.5

Program browser untuk dapat menjelajahi dunia internet.

f. Microsoft Project 98

Software untuk memanajemen file-file project.

g. Microsoft Visio 5.0 Technical Edition

Software untuk membuat dan memanipulasi file-file yang berisi diagram alur.

Software pengembang yang digunakan yaitu :

a. Microsoft Foxpro 5.0

Untuk mengolah file-file database.

b. Microsoft Visual Basic 6.0

Bahasa pemrograman yang memungkinkan programmer mengembangkan

aplikasi bisnis.



BAB IV

KESIMPULAN





Jaringan komputer pada PT LGPHILIPS Displays Indonesia menggunakan

tipe client/server, dimana terdapat dua buah komputer server yang memberikan

layanan ke semua user yang ada dalam lingkup jaringan. Kedua server tersebut

adalah :



1. Lotus Notes server, yang berfungsi sebagai local mail server dan local notes

database server.



2. NT server, yang berfungsi sebagai file and print service, FTP service,

Application service dan Network service.



Untuk menyimpan data-data penting perusahaan, maka dilakukan back-up

data pada kedua komputer server tersebut yang disimpan dalam bentuk tape

catrtidge. Sistem back-up data tersebut terdiri dari daily, weekly, monthly dan

yearly.



Topologi jaringan yang digunakan menggunakan kombinasi bus dan star

dengan arsitektur jaringannya adalah Ethernet. Untuk komunikasi dengan

National Office Cibitung Jakarta, menggunakan Satelit Dish dengan alat

pendukung router (IBM TY 2210) dan modem VSAT secara online.



Tiap sales centre di Jawa Tengah dan DIY terhubung ke jaringan PT Coca-

Cola sBottling Indonesia melalui line telepon yang terhubung ke modem dan

dikontrol oleh IBM 8285 RAS (Remote Access Service).



Apabila user mengalami masalah selama menggunakan jaringan, maka

user dapat segera menghubungi CSC (Customer Service Centre), yaitu sebuah

layanan telepon bebas pulsa dari National Officee Cibitung Jakarta dalam

memberikan problem solving bagi komputer user atau server yang bermasalah.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Pintar TCP/IP Standar, Desain, dan Impelementasi, Onno W. Purbo, Elex

Media Komputindo, Kelompok Gramedia Jakarta, 1999

Jaringan Komputer Edisi Bahasa Indonesia Jilid I, Andrew S. Tanenbaum,

Prehallindo, Jakarta, 1997

Menguasai Novel Netware, Chery C. Currid, Craig A. Gillet, Elex Media

Computindo, Kelompok Gramedia Jakarta, 1991

Pengantar Local Area Network, Pedoman Awal untuk Memilih dan Membangun

Jaringan Terbaik Bagi Bisnis Anda, Robert M. Thomas, Elex Media Komputindo,

Kelompok Gramedia Jakarta, 1996

Windows NT Server 4.0, Singkat Tepat Jelas, Ir. Sudantha Wirija, Elex Media

Computindo. Kelompok Gramedia Jakarta, 1993









iii


Related docs
Other docs by HC11111621533
esb0405/1
Views: 0  |  Downloads: 0
Monmouth County Board of Chosen Freeholders
Views: 2  |  Downloads: 0
Rancangan dan Implementasi
Views: 3  |  Downloads: 0
enaminoct07
Views: 0  |  Downloads: 0
Sites
Views: 4  |  Downloads: 0
RUMAH IDAMAN SYURGA IMPIAN "
Views: 14  |  Downloads: 0
????? 1***
Views: 2  |  Downloads: 0
Projects
Views: 9  |  Downloads: 0
KERTAS 2
Views: 6  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!