Embed
Email

Newsletter Juli 2006.doc - Kementerian Pertanian

Document Sample
Newsletter Juli 2006.doc - Kementerian Pertanian
Shared by: HC111116184939
Categories
Tags
Stats
views:
1
posted:
11/16/2011
language:
English
pages:
12
Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id





ISSN : 1411-9196









Pusat Data dan Informasi Pertanian

PertanianPertanian`



Daftar Isi :

 Arahan Kapusdatin Pada Acara Sinkronisasi Arahan Kapusdatin Pada Acara

Angka Tetap Hortikultura Tahun 2005 di Sinkronisasi Angka Tetap Hortikultura

Bandung, 20-23 Juni 2006….. (1)

 Workshop Sinkronisasi Angka Tetap Hortikultura

Tahun 2005 Bandung, 20 – 23 Juni 2006

Tahun 2005, di Bandung…..(2)

 Survei Struktur Ongkos dan Kesejahteraan Petani

di Sulawesi Selatan TA 2006…..(3)

 Pengumpulan Data Padi dan Palawija secara

Cepat (Quick Count) TA 2005 di Jabar…..(5)

 Pelatihan Instruktur Nasional (Innas)

Pengumpulan Data Peternakan TA 2006.....(6)

 Pelatihan Statistik Bagi Petugas Pengelola Data

dan Statistik Se-Indonesia TA 2006…..(8)

 Peluncuran Buku SLHI 2005 dan Diskusi Panel :

“Refleksi Status Lingkungan Hidup Indonesia

Dalam Penanggulangan Bencana…..(8)

 Pelatihan e-Procurement Departemen Pertanian

TA 2006…..(9)

 Temu Koordinasi Kehumasan TA 2006 di

Cirebon dan Mataram TA. 2006.....(11)





Tim Redaksi :

Penasehat : Dr. Edi Abdurachman, MS Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian sedang memberikan

Penanggung Jawab : arahan pada acara sinkronisasi angka tetap hortikultura 2005

Ir. Harisno, MM Pada Tanggal 21 juni 2006, Pusat Data dan Informasi

Ir. Tassim Billah, MSc

Pertanian (Pusdatin) menghadiri Undangan Pertemuan

Ir. Yasid Taufik, MM

Ir. Retno Indah WBH, MM Sinkronisasi Angka Tetap Hortikultura Tahun 2005, di

Hotel Perdana Wisata, Bandung. Pertemuan tersebut

Redaksi : Ir. Dewa N Cakrabawa, MM diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura –

Dra. Laelatul Hasanah, MSi

Ir. Tita Widyawati, MM

Departemen Pertanian yang diikuti oleh para petugas yang

menangani data dan informasi di pusat dan Dinas Pertanian

Editor : Ir. Rumonang Gultom Provinsi seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut Pusat Data

Dra. Hanny P. Mulyani, MM dan Informasi Pertanian menyampaikan materi dengan judul

Ir. Takariyana Heni, MM

Ir. Roch Widaningsih, MSi

“Pengembangan Sistem Informasi Pertanian dalam

Ir. Mohammad Chafid, MSi rangka Mendukung Peningkatan Kualitas Data Statistik

Hortikultura”.

Kontak Redaksi : Siti Dhorifahati, SE Sri Beberapa hal pokok yang disampaikan sehubungan

Wahyuningsih, Heruwati, Asiah,

dengan Pengembangan Sistem Informasi Pertanian dalam

Widiyanti, Dian P

Desain Layout : Moh. Ade Supriyatna rangka Mendukung Peningkatan Kualitas Data Statistik

Hortikultura antara lain tujuan pengembangan sistem,

Redaksi menerima tulisan maupun saran strategi untuk mencapai tujuan, serta program.

dan kritik untuk Newsletter Pusdatin

Tujuan dari Pengembangan Sistem Informasi Pertanian

Kirimkan ke alamat redaksi : dalam rangka Mendukung Peningkatan Kualitas Data Statistik

Pusat Data dan Informasi Pertanian Hortikultura adalah terbangunnya sistem informasi pertanian

Jl. Harsono RM No. 3 Gd. D Lantai IV pada setiap jajaran instansi pengelola data pertanian baik

Pasar Minggu – Jakarta 12550

secara vertikal maupun horizontal yang mampu mendukung

Telp : 021-7805305, 7816384

Fax : 021-7822638 tersedianya data dan informasi yang berkualitas serta mudah

e-mail : newsletter@deptan.go.id diakses oleh pengambil kebijakan maupun pelaku usaha.









1

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







Strategi yang ditempuh untuk mencapai tujuan impor dan lain sebagainya. Selain itu berbagai

tersebut adalah dengan menerapkan sistem kebijakan dan kondisi perekonomian sangat

informasi terpadu guna mendukung kebijakan mempengaruhi pada tingkat permintaan dan

sentralisasi konsep dalam pengumpulan, konsumsi, yang akhirnya berdampak pada tingkat

pengolahan dan penyajian data dan informasi. produksi. Upaya untuk meningkatkan validitas dan

Selain itu dilakukan konsolidasi internal yaitu keakuratan data hortikultura telah dilakukan.

dengan membangun infrastruktur sistem informasi Melalui kerjasama antara Pusat Data dan Informasi

pertanian dan budaya kerja untuk pelayanan data Pertanian (Pusdatin), Ditjen Hortikultura dan Biro

dan informasi pertanian, serta dilakukan koordinasi Pusat Statistik telah sepakat untuk secara rutin

eksternal secara vertikal, horizontal dan diagonal menyelenggarakan kegiatan Sinkronisasi Angka

untuk membangun sistem informasi pertanian Sementara Hortikultura dengan seluruh petugas

sehingga saling mendukung, menunjang dan pengelola data Dinas Pertanian Tingkat Provinsi

melengkapi. Sedangkan strategi operasionalnya se-Indonesia (lihat Newsletter vol.3 No.22).

adalah dengan mengembangkan jaringan informasi Kegiatan sinkronisasi tersebut telah sampai pada

pertanian di tingkat pusat, pusat dengan daerah tahap akhir yang menghasilkan”Angka Tetap

(sumber data) serta antar instansi di daerah dalam Hortikultura Tahun 2005”, yang diselenggarakan

rangka peningkatan pengumpulan, pengolahan dan DI Hotel Perdana Wisata pada tanggal 20 s.d 23

pengiriman data dan informasi, membangun sistem Juni 2006 di Bandung. Semula pertemuan ini

informasi yang berkualitas yang mudah diakses direncanakan di Kota Gudeg Yogyakarta, namun

pengguna dalam rangka penyebaran data dan karena adanya bencana gempa bumi di Yogyakarta,

informasi, meningkatkan penyajian data dan maka pertemuan tersebut kemudian dialihkan ke

informasi dengan meningkatkan koordinasi dengan kota Kembang. Hal ini semakin menyadarkan kita,

pengguna data dan sistem informasi, meningkatkan bahwa kita sebagai manusia hanya dapat

kemampuan SDM dalam bidang sistem informasi merencanakan, namun keputusan akhir tetap

baik di tingkat pusat maupun daerah, dan ditentukan Yang Maha Kuasa. Pada kesempatan ini

menguatkan infrastruktur jaringan baik dari sisi hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

perangkat keras maupun perangkat lunak. didampingi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi

Untuk Pengembangan Sistem Informasi Pertanian, dan Direktur Statistik Pertanian BPS.

Hortikultura program yang dikembangkan antara Acara tersebut dibuka oleh Sesditjen Hortikultura

lain adalah : (Bapak Ir. Daryanto, MM). Pada pelaksanaannya

 Pengembangan metodologi pengumpulan peserta workshop dibagi menjadi 3 kelompok

data hortikultura; metode sampling penentuan yaitu: kelompok sayuran, kelompok buah-buahan,

luas area dan produksi (2001-2002) dan metode dan kelompok tanaman hias yang didalamnya

pengukuran produktivitas. termasuk tanaman obat. Masing-masing kelompok

 Pengumpulan data harga dan data ekspor dipandu oleh petugas dari BPS, Ditjen Hortikultura

impor. dan Pusdatin Deptan.

 Pembangunan infrastruktur dan sistem

informasi; pengadaan sarana teknologi Bagaimanakah Hasilnya?

informasi untuk pusat dan daerah, Berikut adalah hasil Rumusan Sinkronisasi Angka

pengembangan E-Form hortikultura Tetap Hortikultura 2005, yang antara lain sebagai

(SIMHORT), koneksi internet, pengembangan berikut:

website pusat dan daerah, pengembangan 1. Penyempurnaan Buku Pedoman Pengumpulan

SIPASAR/SINGOSARI, dan BDEXIM.(ea) Data Hortikultura akan segera dilakukan mulai

tahun 2006 dan dalam waktu yang dekat ini

Pedoman tersebut akan dipisahkan dari Buku

Workshop Sinkronisasi Angka Pedoman yang selama ini berlaku sehingga

Tetap Hortikultura Tahun 2005, terpisah dari tanaman pangan. Pelaksanaan

di Bandung pemisahan ini akan dilakukan setelah

berkoordinasi dan melakukan kajian bersama

antara Ditjen Hortikultura, Ditjen Tanaman

Angka dan data hortikultura merupakan hal Pangan, Pusdatin dan Badan Pusat Statistik

yang rumit dan bervariasi. Banyak faktor dan

parameter yang mempengaruhi, seperti banyaknya 2. Baik dari Badan Pusat Statistik maupun dari

komoditas, tersebarnya sentra-sentra produksi, Departemen Pertanian (Ditjen Hortikultura dan

perubahan musim dan aktifitas musiman, Pusdatin) sedang mempersiapkan pengajuan

performan dan daya saing produk, keadaan ekspor- anggaran dalam rangka memberikan insentif





2

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







kepada para petugas pengumpul data di tingkat 6. Beberapa provinsi menggunakan metode yang

lapang (kecamatan) seperti Mantri Tani / KCD berbeda dengan provinsi lain, yaitu provinsi

atau petugas di tingkat kecamatan yang Sumbar, Jambi dan NTB. Metode yang

mengumpulkan data hortikultura, khususnya digunakan tidak berdasarkan pengambilan

yang mengelola data Survei Pertanian (SP). angka terbesar provinsi, melainkan angka

terbesar kabupaten.

3. Untuk Provinsi Baru yaitu: Kepulauan Riau dan

Sulawesi Barat pada Publikasi Angka Tetap 7. Ada beberapa data produktivitas yang tidak

Tahun 2005 ini masih disajikan dalam bentuk sesuai dengan kisaran produktivitas yang telah

data gabungan dengan provinsi induknya, ditetapkan oleh Ditjen Hortikultura. Data

namun tetap akan dicantumkan keterangan tersebut telah disesuaikan dengan merubah

bahwa data yang ditampilkan tersebut adalah produksi dan banyaknya tanaman yang

juga merupakan data yang masih termasuk data menghasilkan.

provinsi hasil pemekaran.

8. Masih diberi kesempatan pada beberapa

4. Di dalam pembahasan ASEM dan ATAP 2006 provinsi untuk memperbaiki data sampai

hortikultura akan dilakukan pemisahan antara tanggal 30 Juni 2006.

provinsi Riau dengan Kepulauan Riau serta

9. Pengambilan data untuk komoditas tanaman

Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat.

hias yang semula hanya 15 provinsi mulai tahun

5. Ada 4 kriteria data yang dibahas dalam 2005 dilakukan pada 31 provinsi, sedangkan

sinkronisasi ATAP 2005 yaitu data untuk komoditas biofarmaka yang semula

berdasarkan; 1) pengolahan dengan SIMHORTI hanya 13 provinsi mulai tahun 2005 dilakukan

daerah, 2) pengolahan dengan SIMHORTI pada 31 provinsi.

pusat, 3) angka sinkronisasi antara BPS

10. Rencana Kegiatan Hortikultura 2006-2007.(lh)

provinsi dan Diperta dan 4) angka dari RPSP.

Tingkatan tersebut merupakan tingkat akurasi

data. Oleh karena itu diharapkan agar setiap

provinsi mengacu kepada kriteria tersebut.

No Kegiatan Bulan/Tahun Tempat

1. Peningkatan Kapabilitas Petugas September 2006 Surabaya atau Denpasar

Pengelola Data Hortikultura

2. ASEM Februari/Maret 2007 Babel atau Surabaya atau

Mataram, atau Palu

3. ATAP Mei/Juni 2007 Batam

4. Survei Produktivitas 2007 15 Provinsi





Survei Struktur Ongkos dan tingkat kesejahteraan petani pada periode tahun

Kesejahteraan Petani 2005. Karena kegiatan survei kesejahteraan petani

merupakan kegiatan panel maka tahun-tahun

di Sulawesi Selatan TA. 2006 berikutnya juga akan dilakukan hal yang serupa

untuk memperoleh informasi perkembangan

Kegiatan survei struktur ongkos dan survei tingkat kesejahteraan petani.

kesejahteraan petani merupakan salah satu paket Kegiatan survei ini dilakukan melalui

kegiatan yang dilaksanakan Pusat Data dan beberapa tahap yang meliputi tahap sosialisasi,

Informasi Pertanian untuk Tahun Anggaran 2006. pelaksanaan listing/pendaftaran rumah tangga,

Kegiatan ini dilaksanakan di lima provinsi yaitu pemilihan sampel serta wawancara. Tahapan untuk

Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, tiap-tiap provinsi dilakukan pada periode yang

Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi untuk berbeda, dimana untuk gelombang pertama

kegiatan survei kesejahteraan petani hanya dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan yang

dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan dan terpilih untuk survei struktur ongkos usaha tani dan

Jawa Tengah. survei kesejahteraan.

Tujuan dari adanya kegiatan ini adalah agar

dapat disusun struktur ongkos usaha tani untuk Sosialisasi

komoditas padi, jagung, kentang, ayam ras Sosialisasi metode listing/pendaftaran rumah

pedaging dan anggrek yang saat ini cukup jauh dari tangga telah dilakukan jauh hari sebelum

up to date serta diperoleh informasi mengenai pelaksanaan survei. Sosialisasi diberikan kepada





3

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







petugas kecamatan yang akan melaksanakan listing tangga buruh tani akan memiliki peluang yang

dan petugas kabupaten yang akan membantu sama untuk dipilih sebagai wakil kelompoknya.

pelaksanaan di lapangan. Di Sulawesi Selatan,

kegiatan ini dilakukan di dua kabupaten yaitu Pengumpulan Data

Kabupaten Sidenreng Rappang (Kecamatan Pengumpulan data survei struktur ongkos

usaha tani dan survei kesejahteraan

petani di Provinsi Sulawesi Selatan

dilaksanakan pada tanggal 20 – 28

Juni 2006. Pelaksanaan survei

tersebut diawali dengan pengecekan

hasil listing yang telah dilaksanakan

oleh petugas, pemilihan sampel serta

sosialisasi pengumpulan data di

lapangan terhadap petugas

kecamatan, kabupaten dan provinsi.

Lokasi awal dari kegiatan ini

dilakukan di Kabupaten Sidenreng

Rappang selama 4 hari mulai 20 –

23 Juni 2006 yang kemudian

dilanjutkan ke Kabupaten Gowa

selama 5 hari dari 24 – 28 Juni 2006.

Petugas pelaksana pengumpul data

Dari kiri ke kanan : Bapak Kapusdatin, Kasubbid Data Perkebunan dan Kabid survei struktur ongkos usaha tani

Data Hortikultura dan Perkebunan (membelakangi gambar) sedang melakukan adalah petugas kecamatan dibantu

supervisi dan mendengarkan enumerator melakukan wawancara.

petugas kabupaten dan provinsi serta

Baranti) dan Gowa (Kecamatan Bontonompo dan disupervisi oleh petugas pusat.

Bajeng). Pemilihan kecamatan dilakukan karena Selain itu petugas pusat juga melakukan

kecamatan-kecamatan tersebut merupakan sentra pengumpulan data survei kesejahteraan petani

petani padi, jagung dan ayam ras pedaging. secara langsung di lapangan



Listing Supervisi

Kegiatan listing dilakukan di masing-masing Untuk mengetahui tingkat akurasi

desa sentra rumah tangga pertanian terpilih untuk pengumpulan data di lapangan maka dilakukan

tiap-tiap kecamatan. Listing merupakan kegiatan supervisi. Supervisi kegiatan ini di Sulawesi

pendaftaran seluruh rumah tangga, baik rumah Selatan dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Data

tangga pertanian maupun non pertanian. Kegiatan dan Informasi Pertanian, DR. Ir. Edi Abdurrahman,

listing ini bertujuan untuk mendapatkan frame M.Sc bersama dengan Kepala Bidang Data

sampel yang tepat bagi pemilihan sampel. Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Yasid Taufik,

MM dan Kepala Sub Bidang Data Perkebunan, A.

Pemilihan Sampel Hanafi, SP, MM.

Pemilihan sampel untuk survei struktur Selama melaksanakan kegiatan supervisi,

ongkos dan survei kesejahteraan petani dilakukan supervisor sangat antusias untuk melihat secara

sedikit berbeda. Untuk survei struktur ongkos yang langsung pengumpulan data di lapang. Tim

termasuk dalam frame survei ini adalah seluruh supervisor yang dipimpin langsung oleh

rumah tangga petani yang pada tahun sebelumnya Kapusdatin secara cermat mendengarkan dan

mempunyai tanaman yang akan dihitung struktur mengikuti jalannya wawancara antara enumerator

ongkosnya. Selanjutnya dipilih petani secara dan responden. Selama supervisi tersebut,

sistematik setelah diurutkan berdasarkan luas supervisor merasa bahwa kegiatan survei struktur

garapan. Sedangkan untuk survei kesejahteraan ongkos perlu dilakukan untuk tahun-tahun

petani, frame survei dalam kegiatan ini adalah berikutnya pada komoditas yang lain. Sedangkan

rumah tangga petani dan rumah tangga buruh tani. untuk survei kesejahteraan petani tentunya tetap

Untuk pemilihan sampel di proporsionalkan dilaksanakan karena sifatnya yang panel untuk

terhadap jumlah total rumah tangga tersebut mengetahui perkembangan tingkat kesejahteraan

terhadap jumlah alokasi sampel. Dengan metode ini petani.(pn)

maka baik rumah tangga petani maupun rumah







4

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







2. Tersedianya data estimasi luas tanam dan luas

Pengumpulan Data Padi dan panen komoditi padi dan palawija Provinsi

Palawija Secara Cepat Jawa Barat.

(Quick Count) Cakupan kegiatan

di Provinsi Jawa Barat Kegiatan pengumpulan data secara cepat

(quick count) dilaksanakan dengan metode

Salah satu upaya untuk meningkatkan sampling, pada beberapa kecamatan terpilih seluruh

perstatistikan, terutama dalam menghadapi kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Data yang

cepatnya perkembangan informasi, adalah dikumpulkan adalah data luas panen, luas puso dan

perbaikan mutu data dan kecepatan penyajian data luas tanam padi-palawija seperti tertuang dalam

statistik. Mutu dan kecepatan penyajian data formulir SP-IA dan SP-IB. Sedangkan cakupan

tergantung pada berbagai faktor antara lain kualitas waktu pengiriman data adalah Bulan Juli sampai

data yang dikumpulkan oleh petugas dan ketepatan dengan Desember 2005.

pengiriman dokumen.

Data luas tanam, luas panen padi dan palawija Metodologi Survei

yang tersedia saat ini bukan saja kurang akurat Pemilihan kecamatan sampel antar kabupaten/

tetapi juga tidak tepat waktu. Di lapangan data kota dilakukan secara terpisah. Kerangka sampel

dikumpulkan oleh mantri tani (KCD) melalui (sampling frame) yang digunakan adalah data luas

kegiatan survei pertanian (SP) yang dilakukan di panen untuk komoditas padi dan palawija dengan

tingkat kecamatan. Secara berjenjang data dikirim cakupan kecamatan. Jumlah sampel kecamatan

ke kabupaten untuk diolah, kemudian dari sebanyak 14 persen dari total jumlah kecamatan di

kabupaten, data dikirim ke provinsi untuk Provinsi Jawa Barat, yaitu sebanyak 75 kecamatan.

selanjutnya hasil pengolahan dari provinsi dikirim Alokasi sampel kecamatan pada setiap kabupaten

ke pusat. Tahapan proses pengumpulan dan dilakukan secara proposional terhadap jumlah

pengolahan data ini disamping memerlukan waktu kecamatan.

yang relatif lama juga menyebabkan data menjadi Rancangan penarikan sampel yang diterapkan

kurang akurat. pada Pengembangan Sistem Pengumpulan Data

Kemajuan teknologi informasi yang Secara Cepat (quick count) adalah rancangan

berkembang dewasa ini mampu menjembatani penarikan dua tahap (two stage sampling design).

hambatan jarak dan waktu. Melalui metode Tahap pertama, adalah melakukan

pengumpulan data secara cepat (quick count), data penggerombolan kecamatan dalam setiap

dari mantri tani (kecamatan) dapat dikirim kabupaten berdasarkan luas panen untuk setiap

langsung ke Pusat Data dan Informasi Pertanian komoditas padi-palawija ke dalam 3 kelompok

dalam waktu yang relatif cepat tanpa dipengaruhi yaitu :

oleh pihak lain. Dalam kegiatan quick count, (1) Kecamatan dengan luas panen tinggi

pengiriman data dari mantri tani ke Pusdatin, (2) Kecamatan dengan luas panen sedang

menggunakan hand phone melalui fasilitas Sort (3) Kecamatan dengan luas panen rendah

Massage System (SMS). Analisis yang digunakan dalam

Kegiatan pengumpulan data secara cepat dan penggerombolan adalah dengan metode pautan

SMS bertujuan : ”Ward” dengan konsep jarak ”Euclidean”

1. Mengumpulkan data luas tanam dan luas panen menggunakan software Minitab 13.20. Tahap

padi dan palawija dengan metode sampling kedua, adalah untuk setiap kelompok kecamatan

survei dengan frame survei kecamatan. luas panen tersebut, dipilih kecamatan secara acak

2. Memanfaatkan teknologi informasi SMS untuk berdasarkan alokasi sampel yang diambil secara

mengumpulkan data dari kecamatan sampel dan proporsional terdapat jumlah kecamatan di

menyediakan layanan transaksi informasi antara kabupaten tersebut. Kecamatan terpilih selanjutnya

user dengan Pusdatin. melaporkan hasil pengumpulan data SP IA dan SP

3. Melakukan estimasi data luas tanam dan luas IB melalui SMS ke Pusat Data dan Informasi

panen tingkat Provinsi di Jawa Barat. Pertanian (PUSDATIN) dengan menggunkan

Sedangkan sasaran dari kegiatan tersebut HandPhone yang telah dirancang sesuai dengan

adalah : format yang telah ditentukan.

1. Terlaksanakanya survei luas tanam dan luas

panen di Provinsi Jawa Barat dengan frame

survei kecamatan melalui proses pengiriman

data dengan menggunakan fasilitas SMS.







5

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







Sistem Aplikasi jagung dan kedele untuk indikator luas tanam dan

Untuk mensuport proses percepatan aliran luas panen periode pelaporan bulan Juli sampai

data yang masuk telah dibangun Sistem Aplikasi dengan Agustus 2006 seperti terdapat pada tabel-

Quick-Count yang disingkat dengan QuickSP (Q- tabel berikut ini.

SP). Q-SP merupakan aplikasi berbasis web yang Sementara itu jika dilihat secara kumulatif

dibangun untuk mempercepat pemasukan data dari untuk bulan Juli sampai dengan Desember 2005

formulir SP yang dilaporkan oleh Mantri Tani dari baik luas tanam maupun luas panen, ada

kecamatan. Untuk mempercepat proses pemasukan kecenderung perbedaan hasil yang relatif kecil.

data, data dikirimkan ke pusat menggunakan Hasil estimasi luas tanam dan luas panen padi

teknologi SMS (Short Messaging Service) melalui dibandingkan dengan laporan RPSP untuk periode

ponsel. Formulir SP yang dimaksud adalah yang sama menunjukkan estimasi data Quick SP

formulir SP-IA dan SP-IB yang

disederhanakan yang mencakup 7

komoditi yaitu: Padi, Jagung, Kedelai,

Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi

Kayu dan Ubi Jalar.

Adapun aliran data dari aplikasi

sistem ini seperti yang terpapar di

Gambar 1 dapat secara singkat

dijelaskan sebagai berikut:

1. Petugas KCD/Mantri Tani di

Kecamatan mengirimkan SMS yang

berisi data dengan format yang telah

ditetapkan ke server Pusat ke nomor

0813 808 29 555;

2. SMS akan diterima di Server Pusat,

bila sesuai dengan format data yang

ditetapkan maka server akan

mengirimkan pesan SMS

konfirmasi balasan bahwa data telah

tersimpan ke dalam database, bila (Q-SP) cenderung over estimate sebesar 19.15 dan

format SMS tidak sesuai dengan format yang 9.48 persen. Sedangkan hasil estimasi data Q-SP

ditetapkan maka server akan mengirimkan untuk luas tanam jagung cenderung under-estimate

pesan SMS bahwa format yang dikirimkan sebesar 19.24 persen, akan tetapi untuk luas panen

salah mohon diulang kembali; jagung cenderung mempunyai perbedaan yang

3. Masyarakat/pengguna dapat mengakses data cukup besar yaitu over-estimate sebesar 74.25

yang masuk melalui internet dengan alamat persen. Hasil estimasi Q-SP untuk luas tanam

http://database.deptan.go.id/quicksp/. kedele cenderung over-estimate sebesar 21.17

Tersedia menu laporan yang dapat diakses dan persen dan luas panen kedele under-estimate

dicetak apabila diperlukan; sebesar 10.53 persen (Tabel 1 dan Tabel 2).

Bagi para administrator di Pusat melalui internet

dengan alamat yang sama disediakan menu admin Tabel 1. Hasil Estimasi Luas Tanam Padi,

untuk dapat memperbaiki atau memverifikasi data Jagung dan Kedele Data Q-SP dengan RPSP

yang masuk. Provinsi Jawa Barat

Luas Tanam RPSP Beda

Hasil Estimasi Komoditi

Pengolahan dan estimasi data SPIA dan SPIB (Ha) (ha) (%)

yang dikirim menggunakan SMS dilakukan untuk Padi 1,066,249 862,083 19.15

laporan Bulan Juli sampai dengan Desember 2005

Jagung 81,185 96,802 -19.24

pada komoditas Padi, Jagung dan Kedele. Data

hasil estimasi tersebut kemudian dibandingkan Kedele 18,778 14,802 21.17

dengan data realisasi luas tanam dan luas panen

tahun 2005 yang diperoleh dari Dinas Pertanian

Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pengolahan dan estimasi

data yang telah dilakukan terhadap komoditi padi,





6

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







Tabel 2. Hasil Estimasi Luas Panen Padi, Tahun 2006 metode pengumpulan data

Jagung dan Kedele Data Q-SP dengan RPSP peternakan dengan pendekatan rumah tangga

Provinsi Jawa Barat tersebut diterapkan di seluruh wilayah RI.

Luas Panen RPSP Beda Penanggung jawab kegiatan tersebut adalah

Komoditi Ditjennak, dan pelaksanaannya diswakelolakan

(ha) (ha) (%)

kepada BPS, kegiatannya dilakukan bersama-sama

Padi 915,086 828,315 9.48 Ditjennak, BPS dan Pusdatin.

Survei Rumah Tangga Peternakan 2006

Jagung 115,391 29,713 74.25

(SPN06) bertujuan :

Kedele 8,697 9,613 -10.53 1) Mendapatkan parameter dalam penghitungan

estimasi populasi dan produksi ternak melalui

survei rumah tangga peternakan.

Pelatihan Instruktur Nasional 2) Memperbaiki metode estimasi populasi dan

produksi ternak yang dikuasai rumah tangga.

(Innas) Pengumpulan Data

Peternakan TA. 2006 Pelatihan innas dilaksanakan di Hotel Ever

Green, Cisarua, Bogor pada tanggal 5 s.d 7 Juni

Metode pengumpulan data peternakan selama 2006. Peserta pelatihan innas berasal dari BPS,

ini belum sama di tiap-tiap wilayah Republik Ditjennak dan Pusdatin dengan instruktur utama

Indonesia (RI), hal ini menyebabkan angka yang (intama) dari BPS.

dikeluarkan wilayah/instansi yang satu berbeda Tugas innas :

dengan wilayah/instansi yang lain. Oleh sebab itu 1) Mengajar semua materi SPN06 yang diterima

pada tahun 2001/2002 Direktorat Jenderal Bina selama mengikuti pelatihan kepada peserta

Produksi Peternakan (Ditjennak), Pusat Data dan pelatihan petugas lapang dengan sebaik-

Informasi Pertanian (Pusdatin) dan Badan Pusat baiknya.

Statistik (BPS) dengan bantuan Food Agriculture 2) Menjelaskan tatacara pembuatan pertanggung

Organization (FAO) mengembangkan metode jawaban anggaran kepada Kepala Bidang

pengumpulan data peternakan dengan pendekatan Statistik Produksi.

rumah tangga. Metode ini diharapkan dapat 3) Membuat laporan pelatihan.

diterapkan di seluruh wilayah RI, sehingga angka Pelatihan Innas dilaksanakan selama 3 hari, dengan

yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang jadwal sebagai berikut:

mengeluarkan data adalah satu angka.



Hari ke Sesi Materi

(1) (2) (3)

I 19.30 – 21.00 Pembukaan

II 08-00 – 10.00 Penjelasan Umum dan Metodologi

10.00 – 10.30 Istirahat

10.30 – 12.30 Daftar SPN06-L

12.30 – 14.00 Istirahat

14.00 – 15.30 Tata Cara Penarikan sampel dan Daftar SPN06-DSRT

15.30 – 16.00 Istirahat

16.00 – 18.00 Daftar SPN06-S lok I s.d. Blok V

III 08.00 – 10.00 Daftar SPN06-s Blok V s.d. Blok VIII

10.00 – 10.30 Istirahat

10.30 – 12.30 Pemeriksaan

12.30 – 13.30 Istirahat

13.30 – 15.30 Pendalaman

15.30 – 19.00 Istirahat

19.00 – 21.30 Evaluasi dan Penutupan



SPN06 dilakukan di seluruh wilayah RI, potong, sapi perah, babi, domba, kambing, ayam

mencakup seluruh rumah tangga yang berusaha di buras, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik/itik

sub sektor peternakan di dalam blok sensus terpilih. manila. Kerangka sampel yang digunakan berasal

Komoditas yang dicakup dalam SPN06 meliputi 11 dari daftar Blok Sensus dalam KCI-TAN ST03.

jenis ternak/unggas, yaitu : kerbau, kuda, sapi





7

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







Petugas lapang yang terlibat dalam survei Pelatihan Statistik Bagi Petugas

Rumah Tangga Peternakan 2006 adalah BPS Pengelola Data dan Statistik Se-

daerah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan :

1) Pencacah (PCS), yaitu Koordinator Indonesia TA. 2006

Statistik Kecamatan (KSK).

2) Pengawas/Pemeriksa (PMS), yaitu

staf BPS Provinsi atau

Kabupaten/Kota dan atau Staf Dinas

Peternakan Provinsi atau

Kabupaten/Kota.



Alokasi beban tugas PCS dan

PMS adalah sebagai berikut:

1) Seorang PMS akan membawahi

seitar 4-5 orang PCS.

2) Seorang PCS bertugas untuk

mencacah 3-4 Blok Sensus dan atau

30-40 rumah tangga usaha

peternakan.



Jenis dokumen yang dipergunakan Peserta dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sedang mengikuti

dalam SPN06 adalah : pelatihan statistik.

1) Daftar SPN06-DSBS : adalah daftar

Sampel Blok Sensus

2) SKETSA PETA adalah sketsa peta Blok Sensus Sesuai dengan visi Pusdatin yaitu menjadi

terpilih (hasil scanning) digunakan sebagai penyedia data dan informasi yang mampu

petunjuk lokasi bagi petugas pencacah mendukung pembangunan pertanian dan misi yang

lapangan. keempat yaitu mebina SDM dan kelembagaan

3) Daftar SPN06-L : adalah daftar pertanyaan bidang statistik dan informasi pertanian maka

untuk mencacah seluruh bangunan dan rumah Pusdatin telah menyelenggarakan pelatihan statistik

tangga dalam Blok Sensus. untuk para pejabat statistisi dan staf yang

4) Daftar SPN06-LKOC : adalah lembar kerja olah mengelola atau bertugas di bidang statistik yang

cepat yang digunakan untuk rekapitulasi hasil ada di daerah. Pelatihan statistik ini dilaksanakan

pendaftaran rumah tangga. pada tanggal 26 Juni s/d 1 Juli 2006 dari jam

5) Daftar SPN06-DSRT : adalah daftar sampel 08:30 - 16:30 WIB. Pelatihan ini diharapkan dapat

rumah tangga usaha peternakan terpilih dalam memberikan pembekalan tentang keterampilan

satu Blok Sensus. penyelenggaran statistik sektor pertanian,

6) Daftar SPN06-S : adalah daftar yang digunakan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan staf

untuk memperoleh keterangan tentang kegiatan atau pejabat statistisi di bidang statistik yang ada di

rumah tangga usaha peternakan terpilih. daerah sehingga setelah mengikuti pelatihan

7) Buku Pedoman Pencacah Survei Rumah statistik petugas dapat melatih tenaga statistik yang

Tangga Peternakan 2006 (SPN06-PCS) : Buku ada di wilayah kota/kabupaten.Dalam pelatihan ini

yang memuat aturan pencacahan rumah tangga sebanyak 30 orang petugas statisik sudah dilatih

usaha peternakan terpilih, konsep definisi dan dan dibekali dengan materi pelatihan yaitu; survey

tata cara pengisisian Daftar SPN06-S. Stok dan Praktek, Analisis Sosial Data SUSENAS,

8) Buku Pedoman Pengawas/Pemeriksa Survei Survei Susut, Praktek Lapang Survey Susut, PDB

Rumah Tangga Peternakan 2006 (SPN06-PMS) dan PDRB.

: Buku berisi penjelasan tatacara pemeriksaan Survey stok dan konsumsi menjelaskan

Daftar SPN06-S, tata cara penarikan sampel bagaimana melakukan survey stok dan konsumsi

rumah tangga dan tata cara pengisian Daftar beras di masyarakat yaitu pada rumah tangga

SPN06-LKOC. produsen dan konsumen, demikian juga dengan

9) Buku Pedoman Teknis Provinsi dan analisis data susenas yang membahas tentang

Kabupaten/Kota : Buku ini berisi penjelasan konsumsi dalam rumah tangga. Peserta pelatihan

tentang koordinasi teknis pelaksanaan juga dibekali bagaimana melakukan penghitungan

SPN06.(rw) PDB dan PDRB. Di samping materi PDB dan

PDRB dalam materi susut dijelaskan bagaimana







8

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







cara penghitungan susut pada padi dan beras, mulai MenLH bidang Pembinaan Sarana Teknis dan

dari susut panen padi, susut pengangkutan padi, Peningkatan Kapasitas, Isa Karmisa A., dalam

susut penyimpanan padi, susut penggilingan padi sambutannya.

dan susut beras mulai dari pengangkutan, Dua persoalan ini dibahas dalam SLHI 2005.

penyimpanan dan penanganan beras pada pedagang Upaya untuk mengatasi krisis energi dilakukan

besar. Pemberian materi susut pengangkutan, melalui intervensi kebijakan dan program, baik

penyimpanan dan penanganan beras juga diberikan disisi kebutuhan (demand) maupun pasokan

praktek, di mana seluruh peserta pelatihan dibawa (supply). Selain itu upaya untuk pemanfaatan

dan diajak untuk meninjau langsung proses sumber energi alternatif yang lebih ramah

peyimpanan dan penanganan beras di pusat lingkungan, seperti biodiesel dan biofuel perlu terus

perdagangan Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta. didorong. Menurut Isa, diperkirakan saat ini di

Dengan pelatihan ini diharapkan petugas yang Indonesia tersedia lebih dari 50 jenis tumbuhan

telah dilatih mampu untuk melatih petugas yang berpotensi menghasilkan biofuel atau biodiesel.

ada di daerahnya masing – masing sehingga Sementara merebaknya berbagai penyakit di

petugas pengelola data dapat menjalankan tugas tahun 2005 seperti flu burung, tuberculosis, polio,

dengan baik dalam penyediaan data dan diare, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut),

informasi.Dengan demikian data yang dihasilkan malaria, demam berdarah, anthrax, menunjukkan

adalah data yang akurat, tepat waktu dan konsisten daya tahan tubuh masyarakat serta menurunnya

sehingga dapat dipertanggungjawabkan.(ba) kualitas kesehatan lingkungan. Upaya yang

direkomendasikan untuk mengatasinya antara lain

mengoptimalkan lembaga-lembaga masyarakat

yang ada seperti Posyandu, PKK, program-program

Peluncuran Buku SLHI 2005, dan kerja bakti dan mengembangkan kearifan

Diskusi Panel : tradisional yang berkaitan dengan kesehatan dan

“Refleksi Status Lingkungan Hidup lingkungan, untuk membantu menjaga kesehatan

Indonesia Dalam Penanggulangan masyarakat dan melestarikan fungsi lingkungan.

Bencana” Selain itu upaya pemulihan lingkungan di berbagai

wilayah yang rentan terhadap dinamika perubahan

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, lingkungan dan bencana perlu mendapat prioritas.

menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan Menyikapi situasi dan kondisi lingkungan

akuntabilitas kinerja pengelolaan lingkungan hidup hidup yang dihadapkan pula dengan musibah

kepada masyarakat, melalui peluncuran buku bencana alam dan bencana lingkungan akhir-akhir

Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2005, ini, maka diselenggarakan Diskusi Panel tentang

di Hotel Shangri-la Jakarta tanggal 27 Juni 2006 “Refleksi Status Lingkungan Hidup Indonesia

yang lalu. dalam Penanggulangan Bencana” yang dibuka

Buku SLHI 2005 adalah Laporan tentang secara resmi oleh Menteri Negara Lingkungan

Status Lingkungan Hidup Indonesia yang disusun Hidup, Rachmat Witoelar.

dengan tujuan untuk memberikan gambaran Topik yang dipaparkan terdiri dari: 1)

mengenai status lingkungan hidup Indonesia di Kerentanan Wilayah Bencana Alam di Indonesia

tahun 2005, yang memperlihatkan keterkaitan oleh Prof. Dr. Ir. Suparkah dari Pusat Geoteknologi

antara manusia dan alam dalam suatu hubungan LIPI, yang mewakili Prof. Dr. J.A Katili; 2) Era

sebab-akibat. Fokus utamanya adalah informasi Baru Pengelolaan Sampah oleh Prof. Dr. Enri

tentang berbagai aktivitas manusia yang Damanhuri, guru besar pada Teknil Sipil dan

menyebabkan perubahan terhadap status sumber Lingkungan ITB; 3) Kualitas Lingkungan dan

daya lingkungan: air, udara, lahan/tanah, Kesehatan Masyarakat oleh Dr. Tri Prasetyo, dari

keanekaragaman hayati (kehati), hutan, pesisir dan WHO; 4) Monitoring dan Evaluasi Lingkungan

laut; serta menginformasikan respon pemerintah dalam Perspektif Perencanaan Pembangunan

dan masyarakat untuk mengatasi dampak yang Nasional oleh Dr. Bemby Uripto, dari BAPPENAS.

terjadi, serta upaya memperbaiki kualitas Diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Effendi

lingkungan hidup. Ghazali yang terkenal sebagai penasihat Presiden

“Selama tahun 2005 ada dua persoalan Republik BBM di Indosiar ini berlangsung serius

nasional menonjol yang menjadi laporan utama di tapi kocak. Tampil sebagai moderator yang bergaya

media massa, yang memberikan dampak pada ceplas ceplos, ia menciptakan nuansa demam bola

kebijakan lingkungan hidup. Pertama, krisis bahan dalam ruangan diskusi dengan cara memamerkan

bakar minyak, dan yang kedua adalah merebaknya kartu kuning dan kartu merah yang dikeluarkan

flu burung”. Demikian dikatakan oleh Deputi dari saku bajunya, untuk “mengancam” agar para





9

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







panelis disiplin dengan waktu yang telah Sistem pengadaan barang dan jasa yang

dialokasikan untuk presentasi. proses pelaksanannya menggunakan infrastruktur

Ancamannya terbukti cukup manjur. Para teknologi informasi (internet) disebut dengan e-

panelis tidak ada yang mau kena kartu kuning Procurement atau pengadaan barang dan jasa

apalagi merah. Mereka berusaha berbicara sesuai secara elektronik. e-Procurement atau yang disebut

alokasi waktu, bahkan panelis ke-4 yaitu Dr. Sistem e-Procurement Pemerintah (SePP) Republik

Bemby mengantisipasi ancaman dengan mengawali Indonesia pada dasarnya adalah sebuah aplikasi

paparan dari kesimpulan. Diskusi ini sangat banyak komputer berbasis web dan dapat diakses oleh user

mendapat masukan dari peserta yang kebanyakan yang telah diberikan otoritas oleh pengelola

terdiri dari para pendekar dan pemerhati aplikasi tersebut, pengelola aplikasi ini adalah

lingkungan hidup. Mengingat alokasi anggaran Departemen Komunikasi dan Informatika

untuk masalah lingkungan hidup ini tidak sampai 1 (Depkominfo).

% dari APBN, maka sosialisasi tentang etika Pusat Data dan Informasi Pertanian yang

lingkungan dan etika moral harus dibangun mulai mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,

dari keluarga agar setiap individu merasa pengembangan sistem informasi pertanian serta

bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan pelayanan data dan informasi pertanian di

hidup.(tw). Departemen Pertanian telah melaksanakan

pelatihan e-Procurement yang bekerja sama dengan

Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika,

Pelatihan E-Procurement Departemen Komunikasi dan Informatika, dan

berlangsung dari tanggal 12 hingga 16 Juni 2006.

Departemen Pertanian TA. 2006 Secara garis besar pelatihan ini terbagi

menjadi beberapa modul yaitu :

Sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang

 Prinsip Dasar dan Kebijakan Umum Barang dan

pemanfaatan teknologi informasi dalam proses

Jasa, sekaligus Pola Pikir Implementasi e-

penyelenggaraan pemerintahan (e-Government),









POLA PIKIR IMPLEMENTASI e-PROCUREMENT (depkominfo)



khususnya dalam pengadaan barang dan jasa yang Procurement berdasarkan aturan-aturan yang

lebih transparan, akuntabel, responsif, efektif serta berlaku;

efisien, maka perlu segera diimplementasikan  Agency Management System, yaitu pembuatan

pengadaan barang dan jasa melalui pemanfaatan account bagi pengelola instansi (satuan kerja);

teknologi informasi.







10

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







 e-Purchasing, yaitu modul pembelian barang pemasukkan penawaran, pembukaan

langsung berdasarkan barang yang tersedia di penawaran, evaluasi penawaran, penentuan

catalog; score dan proposal teknis, undangan kepada

 e-Tendering, dimana modul ini didahului vendor yang lulus evaluasi teknis, pembukaan

dengan pembuatan tim panitia pengadaan proposal finansial, penetapan calon pemenang,

barang yang terdiri dari: Pejabat Pembuat masa sanggah, klarifikasi dan negosiasi,

Komitmen, tim Panitia Pengadaan

dan Verifikator. Pada modul ini

tersedia berbagai fasilitas seperti :

pembuatan paket tender,

pengumuman tender, pembuatan

jadwal secara otomatis, persetujuan

jadwal tender oleh PPK,

pengumuman pra-kualifikasi,

pengambilan dokumen pra-

kualifikasi (download), pengajuan

pendaftaran oleh vendor (register),

pemasukkan dokumen oleh vendor

(upload), menyetujui hasil pra-

kualifikasi oleh PPK, vendor melihat

hasil pra-kualifikasi, masa sanggah,

undangan bagi vendor yang lulus,

pengambilan dokumen lelang,

aanwijzing, pemasukan dokumen Para peserta sedang mengikuti pelatihan e-procurement

penawaran (upload), pembukaan penunujukkan pemanang, hingga

penawaran, evaluasi penawaran, penetapan penandatanganan kontrak;

pemenang, pengumunan pemenang, masa  Modul Administrator, untuk keperluan

sanggah, penunjukkan pemenang hingga pengelolaan aplikasi dan database di lingkup

penandatangan kontrak; Departemen Pertanian.

 e-Auction, e-pengadaan dengan lelang harga,

dimana modul ini terdiri dari : mendaftarkan Interface Aplikasi E-Procurement

paket tender dan membuat jadwal pelaksanaan, Pelatihan ini bersifat TOT yang akan

pengumuman pasca-kualifikasi, pendaftaran dilanjutkan dengan angkatan berikutnya yang

vendor (register), pengambilan dokumen tender direncanakan akan terdiri dari beberapa angkatan.

oleh vendor (download), proses aanwijzing, Pada angkatan pertama dilatih sebanyak 12 peserta

penyusunan berita acara, pemasukkan proposal dari masing-masing tim pengadaan Eselon I dan 6

teknis vendor (upload), evaluasi proposal teknis peserta dari Pusdatin sebagai administrator.

dan pengumumannya, PPK menyetujui hasil Selain mensosialisasikan penggunaan aplikasi

evaluasi penawaran, pengumuman hasil tersebut, pelatihan ini juga bertujuan untuk

penawaran, lelang harga, penetapan pemenang menghasilkan 6 orang trainer dari Pusdatin untuk

dan pengumuman calon pemenang, hasil melatih kelompok tim pengadaan lingkup

evaluasi pemenang oleh PPK, pengumuman departemen bagi angkatan selanjutnya.

calon pemenang, masa sanggah, klarifikasi Diharapkan follow up dari pelatihan ini adalah,

harga, penunjukkan pemenang tender hingga seluruh proses tender yang berada pada seluruh

penandatanganan kontrak; satuan unit kerja dapat memanfaatkan aplikasi ini,

 e-Tendering jasa konsultasi, terdiri dari : agar proses pelaksanaanya dapat lebih transparan,

pembuatan kegiatan oleh PPK, pembuatan akuntabel, dan lebih efisien. Rencananya, Pusdatin

jadwal oleh panitia, pengumuman tender, akan menyediakan sebuah server sebagai ”mirror

pemasukkan dokumen prakualifikasi, server” untuk keperluan e-Procurement lingkup

pendaftaran vendor, vendor upload dokumen Departemen Pertanian, selanjutnya server tersebut

pra-kualifikasi, evaluasi dokumen pra- nantinya akan terkoneksi dengan server induk

kualifikasi, penetapan hasil pra-kualifikasi, milik Departemen Komunikasi dan

penetapan hasil oleh PPK, pengumuman hasil Informatika.(en)

pra-kualifikasi, proses masa sanggah,

undangan, pengambilan dokumen lelang oleh

vendor (download), penjelasan lelang,





11

Vol. 3 No. 25 BulanJuli 2006 www.deptan.go.id







jarak pagar, dan meninjau Pusat Penelitian

Temu Koordinasi Kehumasan Agronomi PT Rajawali Nusantara Indoenesia.

Di Cirebon dan Mataram TA. 2006 Bagaimana penyelenggaraan Temu Koordinasi

Kehumasan di Mataram?

Lain lubuk lain belalang, lain di Cirebon lain

Peranan Humas sebagai penunjang pula di Mataram. Penyelenggaraan Temu

tercapainya keberhasilan program dan kebijakan Koordinasi Kehumasan di Mataram dilakukan

departemen melalui berbagai kegiatan komunikasi dalam rangka Apresiasi Pejabat/Petugas Hukum

sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sebagai sumber dan Kehumasan Deptan yang diselengarakan secara

informasi, peranan kehumasan mengemas dan rutin setiap tahun. Alasan pemilihan kota Mataram,

mengeluarkan informasi kepada masyarakat dengan karena kota ini merupakan kota wisata di Nusa

menyampaikan program dan kebijakan serta hasil Tenggara Barat, yang diselenggarakan pada tanggal

pembangunana. Sebagai wahana komunikasi, 3-6 Mei 2006. Pertemuan ini dihadiri oleh

menumbuhkan komunikasi dua arah antara Pejabat/Petugas Hukum dan Kehumasan yang

pemerintah dan mayarakat dalam rangka berasal dari Lembaga Kehumasan Departemen

menumbuhkan partisipasi masyarakat terhadap Pertanian yang meliputi para petugas hukum dan

penyelenggaraan pembangunan nasional. Selain itu kehumasan lingkup Eselon I Departemen

sebagai citra departemen yaitu pembinaan dan Pertanian. Pada kesempatan tersebut hadir pula

peningkatan hubungan yang harmonis dengan beberapa Nara Sumber yang memaparkan

Stakholder untuk membangun citra yang positif. makalahnya masing-masing diantaranya adalah:

 Temu Koordinasi Kehumasan yang di

selenggarakan oleh Ditjen Perkebunan Departemen  Ratna Komala (RCTI) dengan judul Strategi

Pertanian di PT Rajawali II Unit Pabrik Gula Komunikasi Menghadapi Krisis/Isu Politik

Jatitujuh Cirebon. Di hadiri oleh Pejabat/Petugas Melalui Media TV.

Kehumasan yang berasal dari lembaga kehumasan  Drs. Legiman, M.Si (Setneg) dengan judul

Departemen Pertanian yang meliputi para petugas Strategi Hubungan Antar Lembaga Dalam Era

kehumasan lingkup Eselon I Departemen Globalisasi.

Pertanian, para Wartawan dan juga dihadiri oleh  Suprahtomo, SH, MH, M.Si (Karo Humas

Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen Deptan) dengan judul Rencana Kerja Hukum

Pertanian. Nara Sumber berasal dari PT Pabrik dan Kehumasan Tahun 2007.

Gula Rajawali Nusantara Indonesia, dan Direktur  Drs. Dudi Gunadi, M.Si (Kabag Hubungan

Perkebunan Departemen Pertanian. Ditjen Media Massa) dengan judul Peran Strategi

Perkebunan selaku panitya penyelenggara dalam Media Massa Dalam Kehumasan Departemen

Temu Koordinasi Kehumasan tersebut memiliki Pertanian.

tujuan sebagai berikut :  Jenny Handono (Dentsu Advertising) dengan

 Mensosialisasikan target untuk memenuhi judul Periklanan Mendukung Kegiatan Humas.

kebutuhan gula nasional, baik untuk konsumsi  Drs. Lukmanul Hakim (Dewan Pers) dengan

langsung maupun untuk industri. Judul Kode Etik Jurnalistik Dalam Kebebasan

 Mengoptimalkan sumber daya berdasarkan Pers.

prinsip keunggulan kompetitip wilayah.  Daru Priyambodo (Wakil Pemred Majalah

 Meningkatkan kesejahteraan petani produsen Tempo) dengan judul Naskah Advertorial/Press

dan Stakeholder lainnya. Release

 Memperluas kesempatan kerja dan peluang  Humas Pemda NTB tentang Apresiasi

usaha di kawasan pedesaan. Kehumasan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara

Adapun acara pada Temu Koordinasi tersebut Barat.

antara lain: (1) Pembukaan Temu Koordinasi

Kehumasan; (2) ceramah dan diskusi (3) Tujuan diselenggaranya Apresiasi Pejabat/Petugas

dilanjutkan dengan mengunjungi Pabrik Gula Hukum dan Kehumasan yang diselenggarakan di

Jatitujuh; (4) meninjau Stan Pameran di Hotel NTB adalah untuk meningkatkan keterampilan

Kartikasari Cirebon, dan diskusi tentang profesional dan kemampuan memahami perubahan

“Mewujudkan Swasembada Gula tahun 2009 dan paradigma di bidang hukum dan kehumasan.

Pabrik Gula Industri berbasis Tebu“. Kunjungan Sasarannya adalah terlaksananya Apresiasi ini

ke lapangan dalam rangka meninjau: meniplant dengan baik dan menghasilkan peningkatan

Japropha Oil; meninjau proses produksi gula; keterampilan profesional (khd).

meninjau pabrik pangan ternak; meninjau tanaman







12


Related docs
Other docs by HC111116184939
Responsibilities:
Views: 45  |  Downloads: 0
General Information
Views: 1  |  Downloads: 0
Executive
Views: 8  |  Downloads: 0
Cesk� jazyk
Views: 1  |  Downloads: 0
NGH? QUY?T
Views: 5  |  Downloads: 0
Costs of Production
Views: 2  |  Downloads: 0
marsz w glab ladu
Views: 25  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!