Docstoc

Ruptur Perineum

Document Sample
Ruptur Perineum Powered By Docstoc
					                  Pengertian dan Penanganan Ruptur Perineum Derajat II


                             1.   Pengertian Ruputur Perineum (Menurut Harry Oxorn.1998.Ilmu Kebidanan.Patologi dan Fisiologi,Yayasan Esesentia
                                  Medika)Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang
                                  berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi. Sumber
                                  perdarahan dapat berasal dari perineum vagina, servik dan robekan uterus. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan
                                  robekan jalan lahir dengan perdarahan yang bersifat arteril atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan
                                  sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam atau speculum.


                       Perdarahan karena robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan. Jika perlukan hanya mengenai bagian luar
                       (superficial) saja atau jika perlukan tersebut tidak mengeluarkan darah, biasanya tidak perlu dijahit. Hanya perlukan yang lebih dalam
                       dimana jaringannya tidak bisa didekatkan dengan baik atau perlukan yang aktif mengeluarkan darah memerlukan suatu penjahitan.

                       Tujuan dari penjahitan perlukan perineum/episiotomi adalah :
                  a.   Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi. Proses penyembuhan bisa terjadi, proses penyembuhan
                       itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringan.
                  b.   Untuk menghentikan perdarahan

                       Robekan perineum dibagi menjadi 4 tingkat :
ingkat I       : Robekan terjadi pada selaput lendir vagina dengan atau tanpa kulit perineum
ngkat II      : Robekan mengenai selaput lendir vagina dan otot pernei aranseralis, tetapi tidak mengenai otot sfingerani.
 ngkat III    : Robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingter ani
ngkat IV     : Robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingter ani dan mukosa rectum.




                             2.   Ruptur Perineum Derajat Dua


                       Pada robekan tingkat dua dinding belakang vagina dan jaringan ikat yang menghubungkan otot-otot diafragma urogenitalis pada garis
                       tengah terluka.
                       Pada robekan perineum tingkat dua, setelah diberi anesthesia lokal otot-otot diafragma urogenitalis dihubungkan di garis tengah dengan
                       jahitan dan kemudian luka pada vagina dan kulit perineum ditutup dengan mengikut sertakan jaringan-jaringan dibawahnya.
                  a.   Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan
                  1)   Wadah berisi : sarung tangan, pemegang jarum, jarum jahit, benang jahit, kasa steril, pincet
                       Rasionalisasi : Ditempatkan dalam satu wadah agar memudahkan pekerjaan.
                  2)   Kapas DTT
                       Rasionalisasi : Untuk membersihkan perineum dari lendir dan darah
                  3)   Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steri, jatuhkan dalam wadah DTT
                       Rasionalisasi : Menghindari adanya kontaminasi dari tangan penolong
                  4)   Patahkan ampul lidokain
                       Rasionalisasi ; Lindokain untuk anestesi luka jalan lahir
                  b.   Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi ditepi tempat tidur
                       Rasionalisasi : Agar luka terlihat dan penjahitan lebih mudah dilakukan
                  c.   Pasang kain bersih dibawah bokong ibu
                       Rasionalisasi : Menghindari terjadinya infeksi karena kain untuk persalinan sudah kotor oleh lendir dan darah.
                  d.   Atur lampu sorot atau senter kearah vulva / perineum ibu
                       Rasionalisasi : Untuk dapat melihat dengan jelas luka perineum
e.    Pastikan lengan / tangan tidak memakai perhiasan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
     Rasionalisasi : Mencuci tangan termasuk dalam upaya pencegahan infeksi dan di air mengalir karena mikroorganisme akan tumbuh dan
     berkembang di air yang tidak mengalir
f.   Pakaian satu sarung tangan DTT pada tangan kanan
     Rasionalisasi : Untuk mengambil spuit yang ada pada wadah DTT
g.   Ambil spuit dengan tangan yang bersarung tangan, isi tabung suntik dengan lidokain dan letakkan kembali kedalam wadah DTT
     Rasionalisasi : Untuk memudahkan pekerjaan dan menjaga agar spuit tidak tersentuh oleh alat-alat on-steril
h.   Lengkapi pemakaian sarung tangan pada tangan kiri
     Rasionalisasi : Pemakaian sarung tangan termasuk dalam pencegahan infeksi
i.   Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT dengan gerakan satu arah dari vulva ke perineum
     Rasionalisasi : Untuk mencegah kontaminasi kotoran tinja
j.   Periksa vagina, servik, dan perineum secara lengkap, pastikan bahwa laserasi hanya merupakan derajat satu atau dua
     Rasionalisasi : Karena jika laserasi derajat II dan IV, jangan mencoba untuk menjahit siapkan rujukan segera.

D.   Etiologi
               Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan. Robekan dapat terjadi bersama
     dengan atonia uteri. Perdarahan pasca persalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan serviks atau
     vagina.
                Banyak wanita mengalami robekan perineum pada saat melahirkan anak pertama, pada sekitar separuh dari kasus-kasus
     tersebut, robekan ini akan amat luas. Laserasi harus diperbaiki dengan cermat

E.   Penyebab Maternal


           1.   Partus presipitatus yang tidak dikendalikan dan tidak ditolong
           2.   Pasien tidak mampu berhenti mengejan
           3.   Partus diselesaikan secara tergesa-gesa dengan dorongan fundus yang berlebihan.
           4.   Edema dan kerapuhan pada perineum
           5.   Varikositas vulva yang melemahkan jaringan perineum
           6.   Arcus pubis sempit dengan pintu bawah panggul yang sempit pula sehingga menekan kepala bayi ke arah posterior.
           7.   Peluasan episiotomi




     Faktor-faktor janin :


           1.   Bayi yang besar
           2.   Posisi kepala yang abnormal, misalnya presentasi muka dan occipitoposterior
           3.   Kelahiran bokong
           4.   Ekstrasksi forceps yang sukar
           5.   Dystocia bahu
           6.   Anomali congenital, seperti hydrocephalus.




      Laserasi derjat kedua merupakan luka robekan yang lebih dalam, luka ini terutama mengenai garis tengah dan melebar sampai corpus
      perineum. Acapkali musculus peirneus transverses turut terobek dan robekan dapat turun tapi tidak mencapai sphincter recti. Biasanya
      robekan meluas ke atas disepanjang mukosa vagina dan jaringan submukosa. Keadaan ini menimbulkan laserasi yang
      berbentuk segitiga ganda dengan dasar pada fourcheffe, salah satu apex pada vagina dan apex lainnya di dekat rectum.
F.   Perbaikan
           Perbaikan pada laserasi derajat dua dilakukan lapis demi lapis
1.   Jahitan terputus, menerus ataupun jahitan simpul digunakan untuk merapatkan tepi mukosa vagina dan submukosanya (gambar 4a)




2.   Ototo-otot yang dalam corpus perineum dijahit menjadi satu dengan jahitan terputus (gambar 4b)
3.   Jahitan subcutis bersambung atau jahitan terputus, yang disimpul secara longgar, menyatukan kedua tepi kulit (gambar 4c)

G.   Pemberian Anestesi Lokal
1.   Pilihan obat (biasanya lidokain)
2.   Dosis obat (20-30 ml)
3.   Pemeriksaan obat (nama, kekuatan, dan dosis sebelum diberikan)
4.   Teknik infiltrasi (tepat dibawah kulit)
a.   Pasang jarum 1 ½ inci ukuran 22 pada spuit 20 cc
b.   Isi spuit dengan lidokain
c.   Suntikkan keseluruhan panjang jarum ke dalam robekan vagina tepat dibawah kulit. Tarik batang penghisap spuit dan lihat jika ada
     darah (jika anestesi lokal diinjeksikan langsung ke dalam pembuluh darah, maka dapat menyebabkan denyut jantung irregular).
     Injeksikan bersamaan saat anda menarik spuit.
d.   Lakukan hal tersebut pada kedua sisi robekan vagina
e.   Ulangi prosedur pada kedua sisi robekan perineum.
                                               ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “R” DENGAN PERSALINAN
                                                DENGAN KASUS ROBEKAN JALAN LAHIR (DERAJAT II)
                                                   DI RB AL’IQRA IBU SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR
                                                                    TAHUN 2007

I.   PENGUMPULAN DATA DASAR


               A.      Data Subjektif


          Pada tanggal 05 Oktober 2007 Pukul 14.00 WIB
     1.   Identitas
          Nama Istri    : Ny. R                  Nama Suami     : Tn. N
          Umur           : 30 tahun               Umur            : 30 tahun
          Agama        : Islam                    Agama         : Islam
          Suku         : Jawa                     Suku           : Jawa
          Pendidikan : SMEA                    Pendidikan   : STM
          Pekerjaan    : IRT                      Pekerjaan      : Buruh
          Alamat      : Jln. Wira Bumi          Alamat       : Jln. Wira Bumi
                          Sekampung                                Sekampung

     2.   Anamnesa
          Tanggal 05 Oktober 2007 Pukul 14.00 WIB
          Oleh : Bidan




                            a.   Keluhan utama


          G3P2A0 umur kehamilan 9 bulan 14 hari, mengeluh mulas dan nyeri di pinggang dan ibu mengatakan sudah mengeluarkan cairan
          pervaginam sejak tanggal 05 Oktober 2007 pukul 14.00 WIB


                            b.   Keluhan sejak kunjungan terakhir


          Ibu berkunjung 7 hari yang lalu dengan keluhan pegal-pegal di daerah pinggang dan kehamilan ibu normal.


                            c.   Tanda-tanda persalinan


     1)   Ibu datang pukul 14.00 WIB inpartu kala I, his positif dengan lama his 20 detik dengan kekuatan sedang, his muncul 2-3 kali dalam 10
          menit perineum menonjol
     2)   Perineum menonjol
     3)   Vulva membuka
     4)   Dorongan untuk meneran




                            d.   Pengeluaran pervaginam


     1)   Darah lendir : ada, jumlah sedikit
     2)   Air ketiban : tidak ada
     3)   Darah : tidak ada




                            e.   Masalah-masalah khusus


          Ibu tidak mengalami kelainan lain yang beresiko yang mempengaruhi riwayat persalinannya kondisi umum ibu baik.




                            f.   Riwayat kehamilan sekarang


          HPHT : 08-01-2007
          TP : 15-10-2007
          Siklus haid : lamanya 6-7 hari, 30 hari
          ANC     : Dilakukan secara teratur setiap 1 bulan sekali sampai umur             kehamilan 9 bulan




                            g.   Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
                             Tempat           Usia             Jenis                        Penyakit                   BB/P
     Hami         Tahu                                                        Penolon                                             Keadaa
                            persalina       kehamila         persalina                      persalina           Jk       B
       l           n                                                             g                                                  n
                                n               n                n                              n                      lahir
        1.        2000        BPS            9 bulan          Normal           Bidan        Tidak ada          Wanit   3600       Sehat
                                                             pervagina                                          a      gr/53
                                                                 m                                                      cm
        2.        2003            BPS         9 bulan         Normal           Bidan        Tidak ada          Wanit   3500       Sehat
                                                             pervagina                                          a      gr/50
                                                                 m                                                      cm

                      h.   Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir


     20 kali dalam 24 jam terakhir




                      i.   Makan dan minum terakhir


     Ibu mengatakan makan terakhir tanggal 05 Oktober 2007, ibu sering minum dan minum terakhir 1 gelas air putih.




                      j.   Eliminasi


     BAB terakhir 1 x pada 05 Oktober 2007, pukul 06.30 WIB
     BAB terakhir 1 x pada 05 Oktober 2007, pukul 06.30 WIB




                      k.   Istirahat


     Setiap hari ibu tidur 6-7 jam/hari setelah rasa mulas pada perutnya timbul pada pukul 05.00 WIB, sampai pengkajian dilakukan ibu
     tidak dapat istirahat.




                      l.   Psikologis


     Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinan




             B.   Data Obyektif


1.   Pemeriksaan umum
a.   Keadaan umum baik, kesadaran composmentis
b.   Tanda-tanda vital
     TD       : 100/70 mmHg
     Nadi     : 80 x/menit
     RR       : 22 x/menit
     Suhu      : 370C

2.   Pemeriksaan Fisik
a.   Rambut
     Bersih, berwarna hitam, tidak ada ketombe, tidak rontok
b.   Muka
     Bentuk simetris, tidak pucat, keadaan bersih, tidak terdapat oedema, tidak terdapat cloasma gravidarum.
c.   Mata
     Bentuk simetris, tidak ada pembengkakan kelopak mata, konjungtiva merah muda, sclera tidak ikterik, berfungsi dengan baik.
d.   Hidung
     Bentuk simetris keadaan bersih dan tidak ada pembengkakan pembesaran polip berfungsi baik
e.   Mulut
     Bentuk simetris, bersih dan tidak ada caries gigi, tidak terdapat stomatis, tidak ada pembesaran tonsil
f.   Telinga
     Bentuk simetris, keadaan bersih, fungsi pendengaran baik
g.   Leher
     Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, vena jugularis maupun kelenjar getah bening
h.   Dada
     Bentuk buah dada simetris, pergerakan nafas teratur
i.   Payudara
     Bentuk simetris, tidak ada benjolan yang abnormal, putting susu menonjol, hiperpigmentasi pada areola mamae, kolostrum sudah
     keluar
j.   Abdomen
1)   Tidak ada bekas luka operasi, pembesaran sesuai umur kehamilan
2)   Palpasi TFU : 32 cm, TBJ : (TFU – 11) x 155 = 3100 gram)
a)   Leopold I      : Pada fundus teraba bagian keras, bulat, melenting (kepala)
b)   Leopold II       : Pada abdomen ibu bagian kiri teraba bagian-                         bagian   kecil   janin    pada   abdomen   ibu
      bagian             kanan teraba bagian yang datar (puka)
c)   Leopold III    : Teraba bagian bulat bebas dan tidak        melenting (bokong)
d)   Leopold IV    : Bagian terendah janin, sudah masuk PAP    (divergen)
3)   DJJ terdengar : 136 x/menit teratur
4)   Palpasi supra publik kandung kemih
     Kandung kemih kosong
5)   Punctum maksimum : 2 jari diatas ibu bagian kanan.

k.   Genetalia
1)   Inspeksi
     Vulva dan vagina : tidak ada varices, luka, peradangan dan nyeri
     Perineum : kaku
     Pengeluaran : ada, pengeluaran lendir bercampur darah
     Muskulus perineus transverses turut terobek dan robekan dapat turun tapi tidak mencapai sphint robekan meluas.
2)   Pemeriksaan dalam
     Teraba os sacrum
     Pemeriksaan dalam pukul 14.30 WIB
              Pengawasan kala I (fase laten)
                                                                                          Penurunan             Keadaan ibu
               Pkl         Pembukaan         Kontraksi     Lamanya         Nadi     DJJ               Ketiban
                                                                                            Kepala              TD      RR
              14.30        3 cm              3x/10 mnt     20-40 dtk      80        130      3/5        (+)     100/70 20
              15.00                          3x/10 mnt     20-40 dtk      82        134                         100/70 20
              15.30                          3x/10 mnt     30 dtk         80        130                         100/70 20
              16.00                          3x/10 mnt     30 dtk         84        135                         110/70 20
              16.30                          3x/10 mnt     30 dtk         80        132                         110/70 20
              17.00                          3x/10 mnt     30 dtk         80        130                         110/70 22
              17.30                          3x/10 mnt     30 dtk         80        132                         100/70 20
              18.00                          3x/10 mnt     30 dtk         82        130                         100/70 20
              18.30                          3x/10 mnt     20-40 dtk      80        134                         120/70 24
                           6 cm                                                              2/5        (+)

        3)    Fase aktif
              Partograf terlampir

        l.    Punggung
              Lordosis, tidak ada kelainan
        m.   Ekstermitas
Atas     : Pergerakan baik, simetris kanan dan kiri, tidak ada varises dan oedema
Bawah   : Pergerakan baik, simetris kanan dan kiri, tidak ada varises dan oedema

        3.    Pemeriksaan Laboratorium


                                  a.   Hb                  : 11 gr%
                                  b.   Protein urine       : (-)
                                  c.   Golongan darah     :B
          II.       INTERPRESTASI DATA DASAR


                              1.       Diagnosa


                         Ibu G3P2A0 hamil 38 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterine, memanjang kepala inpartu kala I fase laten
                         Dasar :
                    a.   HPHT : 08-01-2007       TP : 15-10-2007
                    b.   Pembukaan servik 3 cm pada pemeriksaan dalam pukul 14.30 WIB tanggal 05 Oktober 2007
                    c.   DJJ (+) 138 x/menit, teratur
                    d.   Punctum maksimum : 2 jari diatas pusat perut ibu bagian kanan
                    e.   Leopold I              : Teraba bagian keras, bulat, melenting (kepala)
                         Leopold II                 : Puka
                         Leopold III               : Teraba bagian bulat, lebar, tidak melenting   (bokong)
                         Leopold IV           : Divergen
                    f.   Pada pemeriksaan dalampembukan 3 cm penurunan kepala 3/5 hodge III
                    g.   Pada pemeriksaan dalam teraba os sacrum dan anus




                              2.       Masalah


                    a.   Gangguan psikologis
                         Dasar :
                         Ds       : Ibu mengatakan cemas pada persalinannya
                         Do      : 1) Ibu mengatakan tampak menahan sakit dan gelisah saat ada                           his
                                    2) Ketuban sudah pecah sejak pukul 21.30 WIB
                                    3) Waktu his abdomen terasa tegang




                    b.   Nyeri / mulas
                         Dasar :
                         Ds       : Ibu mengatakan nyeri perut dan mulas hilang timbul
                         Do      : 1) His timbul 3 x dalam 10 menit lamanya 20-40 detik
                                    2) Waktu his abdomen terasa tegang
                                    3) Ibu terlihat menahan sakit dan cemas saat his




                              3.       Kebutuhan


                    a.   Kebutuhan cairan dan nutrisi
                          Dasar :
Ds    :        1)    Ibu mengatakan terakhir makan tanggal 05 Oktober 2007.
               2)    Ibu mengatakan sering minum dan minum terakhir 1 gelas air putih
               3)    Ibu mengatakan merasa cemas dan lelah menghadapi persalinan.
Do    :       Ibu   terlihat lelah dan cemas menghadapi persalinan

                    b.   Penyuluhan persiapan fisik dan mental menghadapi kala II persalinan
                         Dasar
Ds    :        1)    Ibu mengatakan bahwa ia merasa cemas menghadapi persalinannya
               2)    Ibu mengatakan rasa ingin BAB dan ingin mengedan
               3)    Ibu mengatakan rasa sakit bertambah sering dan menjalar dari pinggang bagian bawah
Do    :       Ibu   tampak cemas dan lelah menghadapi persalinannya

                    c.   Penyuluhan teknik untuk mengurangi nyeri karena his
                 Dasar :
Ds     : Ibu mengatakan nyeri perut dan mules hilang timbul
Do    : 1) His timbul 3 x dalam 10 menit lamanya 20-40 detik
         2) Pembukaan servik 3 cm pukul 14.30 tanggal 05 Oktober 2007
Ds     : Ibu mengatakan mengeluh nyeri perut dan mulas
Do    : 1) Ibu inpartu kala I, kontraksi 3 x dalam 10 menit lamanya 20-40 detik
         2) TBJ : 3100 gram
         3) Presentasi kepala

          III. IDENTITAS DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
                    1. Potensial terjadi infeksi
                        Dasar :
                        Ds      : Ibu mengatakan mengeluh nyeri perut dan mules
 Do       :     a. Ibu inpartu kala I, kontraksi 3 x dalam 10 menit lamanya 20-40 detik
                b. TBJ : 3100 gram
                 c.     Presentasi kepala

                          2.   Potensial terjadi rupture perineum
Dasar :
Ds      :        Ibu mengatakan mengeluh nyeri perut dan mulas
Do       :       a. TBJ : 3100 gram
                 b. Presentasi kepala

         IV. IDENTITAS KEBUTUHAN TINDAKAN DAN KOLABORASI
                          Bila ada komplikasi segera kolaborasi dengan dokter

         V.       RENCANA MANAJEMEN
                 1. a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini
                      b. Siapkan alat-alat pertolongan persalinan dan alat-alat resusitasi bayi untuk membantu proses persalinan.
                      c. Tempatkan ibu di ruang yang bersih dan nyaman
                      d. Atur posisi ibu senyaman mungkin dan usahakan miring ke kiri
                      e. Observasi kala I menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada keluhan
                      f. Anjurkan teknik relaksasi dan ajarkan cara mengedan yang baik.
                      g. Anjurkan keluarga untuk memberikan support pada ibu

                 2.      a.     Penyuluhan cara mengejan yang efektif
                      b. Jelaskan manfaat mengejan efektif pada ibu, apabila ibu mengejan dengan baik maka dapat membantu mempercepat penurunan kepala
                           dan pengeluaran bayi.
                      c. Ajarkan ibu cara mengejan efektif, mengejan dilakukan pada saat his dan telah memasuki kala II persalinan, kaki di tarik ke arah badan
                           sehingga lingkungan badan dapat mendorong janin.
                      d. Observasi cara mengejan yang baik.

         VI. IMPLEMENTASI LANGSUNG
              1.  Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan lab kondisi ibu serta janin
              a.  Keadaan umum ibu baik
              1)  TD : 100/70 mmHg
              2)  Nadi : 80 x/menit
              3)  Suhu : 370C
                   4)     RR : 22 x/menit
                   b.     Status emosional ibu cemas
                   c.     Pembukaan serviks 3 cm pukul 14.30 WIB tanggal 05 Oktober 2007
                   d.     Pada pemeriksaan dalam teraba os sacrum dan anus
                   e.     DJJ normal yaitu 138 x/menit

                   2.     a. Menyiapkan alat-alat pertolongan persalinan yaitu 2 buah klem, 1 gunting        tali pusat, 1 setengah kocher, 1 kateter nelaton, 1
                          gunting episiotomi
                          b. Menyiapkan alat-alat resusitasi yaitu alat penghisap de lee, alat resusitasi,    tabung, dan sungkup, tabung oksigen, 3 helai kain,
                          stop watch

                   3.     Menenpatkan ibu diruangan yang bersih dan nyaman.
                   4.     Mengatur posisi ibu senyaman mungkin dan mengusahakan miring ke kiri.
                   5.     Mengobservasi keadaan ibu, janin dan kemajuan persalinan
                   a.     Memantau his ibu
                   b.     Memantau DJJ
                   c.     Memantau tanda-tanda persalinan (vulva membuka, perineum menonjol dorongan meneran)
                   6.     Mengajarkan teknik relaksasi dan cara mengedan yang baik
                   a.     Mengajarkan ibu menarik nafas lalu menghembuskan pelan-pelan
                   b.     Mengajarkan dog breathing
                   7.     Menganjurkan keluarga untuk memberikan support pada ibu

                 VII. EVALUASI
                  1.   Ibu tampak tenang setelah mendapat penjelasan tentang hasil pemeriksaan
                  2.   Alat-alat pertolongan persalinan dan alat-alat resusitasi bayi sudah siap.
                  3.   Ibu mengatakan merasa nyaman ditempatkan pada ruangan yang bersih
                  4.   Ibu bersedia miring ke kiri
                  5.   Ibu mengerti dan melaksanakan teknik relaksasi yang diajarkan
                  6.   Ibu ditemani oleh keluarga
                  7.   Pukul 22.30 pembukaan lengkap, ketiban sudah pecah spontan, vulva membuka, perineum menonjol, ibu mengatakan seperti ingin BAB,
                          penurunan kepala Hodge IV, his teratur dan sering
                   8.     Ibu mengatakan merasa nyeri saat ada kontraksi




                          KALA II
                          Pukul 22.00 WIB

     S       :    1. Ibu mengatakan rasa ingin BAB dan ingin mengedan
        2. Ibu mengatakan rasa sakit bertambah sering dan lama menjalar dari pinggang keperut bagian bawah
        3. Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya

O   :   1. Keadaan umum baik
           TD : 110/70 mmHg              Temp   : 370C
           RR : 22 x/menit               Pols    : 80 x/menit
        2. DJJ : 132 x/menit, teratur
        3.   His 3 x dalam 10 menit, teratur lamanya 20-40 detik
        4.   Pengeluaran dari vagina blood slym yang makin banyak
        5.   Inspeksi vulva membuka, anus mengembang perineum menonjol dan tampak kaku
        6.   Keadaan kandung kemih kosong
        7.   Musculus perineus transversus turut terobek dan robekan dapat turun tapi tidak mencapai sphincter recti
        8. Robekan meluas keatas disepanjang mukosa vagina dan jaringan sub mukosa
        9. Terdapat luka laserasi dari vagina sampai ke perineum
        10.Pemeriksaan dalam pukul 22.30 WIB dengan hasil :
                        a. Vulva/vagina : Blood slym
                        b. Dinding vagina : kaku
                           c. Serviks : Tipis, pembukaan 10 cm
                           d. Ketuban : Sudah pecah sejak pukul 21.30 WIB
                           e. Presentasi : Kepala, UUK kanan depan
                           f. Penurunan : Hodge IV
                            g. His : ada
                            h. Frekuensi : 3 x dalam 10 menit
                            i. Lamanya : 20-40 detik
                        11. Ibu tampak cemas dan gelisah

A   :   1. Diagnosa
           Ibu G3P2A0 hamil 38 minggu, janin hidup tunggal, intra uterine, memanjang presentasi kepala, inpartu kala II fase aktif
           Dasar :
           a. Ibu mengatakan hamil anak ketiga
           b. HPHT : 08-01-2007 TP : 15-10-2007
           c. Umur kehamilan 38 minggu
           d. Pada inspeksi tampak : vulva membuka, anus mengembang, perineum             menonjol
           e. Pemeriksaan dalam : portio tidak teraba, pembukaan serviks 10 cm,      ketiban (-), presentasi kepala, UUK kiri depan, penurunan bagian
               teraba    di hodge IV
           f. DJJ 136 x/menit, teratur terdapat I punctum maksimum
           g. Setelah kepala lahir perineum tampak kaku lalu terjadi robekan spontan
        2. Masalah
           a. Cemas
              Dasar
              Ds : Ibu mengatakan cemas dalam menghadapi persalinan
              Do : 1) TD : 110/70 mmHg, Temp : 370C, Pols : 80 x/mnt, RR : 22 x/mnt
                    2) Ibu tampak cemas dan gelisah




           b. Nyeri sehubungan his
              Dasar :
              Ds : 1) Ibu mengeluh nyeri perut dan mulas
                    2) Ibu mengatakan ingin mengedan setiap ada his
              Do : 1) Ibu tampak menahan sakit dan gelisah saat his
                    2) Kontraksi uterus 3 x dalam 10 menit lamanya 40 detik
        3. Kebutuhan
           a. Dukungan emosional
              Dasar : 1) Ibu mengatakan cemas
                       2) Ibu merasa nyeri
           b. Pertolongan persalinan
              Dasar : 1) Ibu mengatakan ingin mengedan
                        2) Ibu merasa nyeri semakin kuat dan sering
                        3) Pembukaan 10 cm, effacement 100%
                        4) Presentasi kepala
                        5) Ketuban utuh, anus mengembang dan vulva menonjol
           c.         Pertolongan pertama pada BBL
              Dasar : 1) Ibu merasa ingin BAB
                        2) Ibu dipimpin mengedan dengan posisi litotomi
                        3) Kepala lahir

P   :   1.   Jelaskan pada ibu bahwa ia telah memasuki kala II persalinan
        2.   Observasi kemajuan persalinan, keadaan umum ibu dan janin
        3.   Libatkan keluarkan dalam memberikan dukungan
        4.   Mengatur posisi ibu litotomi
        5. Memimpin persalinan dan membimbing ibu mengedan, melahirkan dengan menggunakan teknik APN



        6. Lahirkan bayi dengan cermat dan hati-hati
           bayi lahir spontan pervaginam, pukul 22.30 WIB, jenis kelamin perempuan, BB : 300 gram PB : 49 cm, APGAR SCORE 8/10 tidak ada
              kelainan
        7. Keringkan dan bersihkan badan bayi
        8. Bebaskan jalan nafas dengan menggunakan penghisap lendir dee lee, bayi tidak menangis.
        9. Pemotongan tali pusat
        10.Lakukan perawatan pada bayi segera lahir
           a. Pertahankan suhu tubuh bayi untuk mencegah hipotermi terjadinya   kehilangan panas melalui upaya sebagai berikut :
              1) Keringkan bayi dengan seksama
              2) Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
              3) Selimuti bagian kepala bayi
              4) Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya
              5) Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
           b. Tunggu sedikitnya enam jam setelah lahir sebelum memandikan bayij (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi)
           c.          Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat
           d. Merawat tali pusat
              Setelah placenta lahir dan kondisi ibu dinilai sudah stabil maka lakukan   pengikatan putting tali pusat atau jepit dengan klem plastik
               tali pusat.




KALA III
Pukul 23.15 WIB

S   :   1. Ibu merasa lega dan senang atas kelahiran bayinya
        2. Ibu mengatakan masih merasa mulas pada perutnya.

O   :   1. Bayi tidak menangis
        2. Kontraksi uterus baik, TFU sepusat, uterus terasa bulat dan keras
        3. Keadaan umum
           TD : 110/70 mmHg            Suhu : 370C
           RR : 20 x/menit              Nadi : 82 x/menit teratur
        4. Placenta belum lahir
        5. Pada inspeksi terdapat robekan jalan lahir derajat II

A   :   1. Diagnosa
           Ibu G3A0 partus spontan pervaginam partu kala III
           Dasar :
         a. Bayi baru lahir spontan pervaginam pukul 23.00 WIB
         b. Perdarahan 150 cc
         c. Kontraksi uterus baik, TFU sepusat, konsistensi keras, tali pusat memanjang dijalan lahir
         d. Terdapat robekan jalan lahir derajat II
         e. Ibu merasa gelisah karena bayinya belum menangis

        2. Masalah
           Gangguan rasa nyaman dan cemas
           Dasar :
         a. Ibu merasa perut mulas
         b. Placenta belum lahir
         c. Bayi menangis
        3. Kebutuhan
           a. Manajemen asfiksia bayi baru lahir
              Dasar : 1) Bayi baru lahir tidak menangis
                      2) Ibu merasa cemas

           b. Manajemen aktif kala III untuk melahirkan placenta
              Dasar : 1) Ibu mengatakan perutnya mulas
                      2) Kontraksi uterus baik, TFU sepusat, konsistensi uterus keras,                         talipusat memanjang di jalan lahir.
                      3) Placenta belum lahir

P   :   1. Jelaskan kondisi ibu saat ini, ibu inpartu kala III
        2. Periksa fundus dan pastikan tidak ada janin lagi, kandung kemih kosong dan kontraksi uterus baik.
        3. Lakukan manajemen aktif akal III
           a. Pemberian suntikan oksitosin dalam 1menit pertama setelah bayi lahir
             Suntikan oksitosin 10 unit IM pada 1/3 bagian atas paha bagian
             luar(Aspektus Lateralis).
             Catatan:jika oksitosin tidak tersedia,minta ibu untuk melakukan stimulasi putting susu atau menganjurkan ibu untuk menyusukan dengan
                segera. Ini akan menyebabkan pelepasan oksitosin secara alamiah. Jika peraturan atau program kesehatan memungkinkan,dapat
                diberikan misoprostol 600mcg (oral/sublingual) sebagai pengganti oksitosin.
                           b. Lakukan peregangan tali pusat terkendali
Catatan: jangan melakukan peregangan tali pusat tanpa diikuti dengan               tekanan dorso kranial secara serentak pada bagian uterus (diatas
                syimpisis pubis)
                            c. Masase fundus dalam waktu 15 detik

          4. Melahirkan placenta, placenta lahir lengkap pukul 23.15 WIB
             Kotiledon dan selaput utuh
           a. Panjang tali pusat : 40 cm
           b. Diameter placenta : 10 cm
           c. Berat placenta : 500 gr
           d. Tebal placenta : 3 cm
           e. Insersi : marginal
           f. Tidak ada kelainan placenta
          5. Pada jalan lahir terdapat robekan perineum derajat 2
             Melakukan heating perineum, lakukan heating jelujur pada bagian dalam dan heating sub cutikuler pada perineum ibu
             Perbaikan pada laserasi derajat 2 dilakukan lapis demi lapis
             Sebalum melakukan heating berikan anastesi lokal dengan lidokain 0,5%
             Aspirasikan dan kemudian suntikan sekitar 10 ml Lidokain 0,5% dibawah mukosa vagian, dibawah kulit perineum dan pada otot-otot
                perineum lidokain diberikan lewat pembuluh darah (I. V)
       a.         Jahitan terputus menerus, ataupun jahitan simpul digunakan untuk merapatkan tepi mukosa vagina dan submukosanya
       b. Otot-otot yang dalam pada korpus perineum dijahit menjadi satu dengan jahitan terputus
       c. Jahitan subcutis bersambung atau jahitan terputus, yang disimpul secara longgar, menyatukan kedua tepi kulit
          6. Observasi keadaan umum ibu, tanda vital, kontraksi uterus dan perdarahan
             Keadaan umum baik
             TD        : 100/70 mmHg,
                Pols       : 80 x/mnt,
                Temp      :   36,50C,
                RR        :   21 x/mnt
KALA IV
Pukul 23.30 WI B

S    :   1. Ibu merasa mulas dan pedih dibagian perineumnya
         2. Ibu merasa lelah

O   :    1. 15 detik setelah massase kontraksi uterus baik
         2. Ruptur perineum derajat 2 dengan jahitan jelujur dan sub kutikuler
         3. Keadaan umum baik
            TD : 100/70 mmHg            Temp : 36,50C
            RR : 24 x/mnt                Pols    : 80 x/mnt
         4. Kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, konsistensi uterus keras
         5. Jumlah perdarahan 1500C

A   :    1. Diagnosa
            P3A0 partus spontan partu kala IV
            Dasar :    a. Ibu merasa mulas dan pedih pada bagian perineum
                       b. Ibu melahirkan anak ketiga
                       c. Kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, konsistensi   uterus keras

         2. Masalah
            a. Gangguan rasa nyaman
               Dasar : Ibu tampak kotor setelah melahirkan
            b. Terdapat robekan perineum derajat 2
               Dasar : Jumlah perdarahan 150 cc
        3. Kebutuhan
           a. Heating perineum
               Dasar : 1) Perdarahan 150 cc
                       2) Ibu mengatakan pedih pada luka perineum
                         3) Luka derajat 2
             b. Personal hygiene
                dasar : Ibu tampak kotor setelah melahirkan
             c. Early ambulation
                Dasar : 1) Ibu tampak lelah
                        2) Luka perineum derajat 2
                        3) Ibu tampak kesakitan bila bergerak

P   :   1. Lakukan pengawasan kala IV
           a. Observasi keadaan umum ibu, kontraksi uterus, pengeluaran urine dan             perdarahan tiap 15 menit pada jam 1 dan 30 menit pada
                jam ke-II
               1) 2330 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Suhu : 36,5 0C, RR : 22 x/mnt
                          TFU 2 jari dibawah pusat kontraksi uterus baik (keras), kandung           kemih kosong, perdarahan dalam batas normal
               2) 2340 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 78 x/mnt, Suhu : 370C, RR : 22 x/mnt
                          TFU 2 jari dibawah pusat, kandung kemih kosong, perdarahan                dalam batas normal
               3) 24.00 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Suhu : 370C, RR : 22 x/mnt
                          TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik (keras), kandung          kemih kosong, perdarahan dalam batas normal
               4) 24.15 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Suhu : 370C, RR : 22 x/mnt
                          TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik (keras), kandung          kemih kosong perdarahan dalam batas normal



                5) 24.30 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Suhu : 370C, RR : 22 x/mnt
                           TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik (keras), kandung         kemih kosong perdarahan dalam batas normal
                6) 01.00 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 82 x/mnt, Suhu : 370C
                           TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik (keras), kandung         kemih kosong perdarahan pervaginam
                7) 02.30 : TD 100/70 mmHg, Nadi : 82 x/mnt, Suhu : 370C
                           TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, kandung kemih           kosong perdarahan pervaginam sedikit.
             b. Periksa kelengkapan placenta
             c. Periksa pengeluaran darah
             d. Luka heating rapat, tidak ada PUS, tidak ada perdarahan
        2.   Pindahkan ibu keruangan setelah 2 jam post partum
        3.   Anjurkan ibu untuk istirahat
        4.   Anjurkan ibu untuk miring kanan dan kiri
        5.   Anjurkan ibu untuk makan dan minum
        6.   Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya
        7.   Jelaskan ibu cara memassase fundus yaitu ; mengusap-usap fundus secara sirkulasi selama 15 detik
        8.   Libatkan keluarga untuk membantu ambulasi dini pada ibu.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1683
posted:11/16/2011
language:Indonesian
pages:15