PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
BAB 1:
Potret Diri
ARTI USDRP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan
pemerintah daerah dengan membantu mereka mencapai tujuan dan
POTRET DIRI
prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan secara
demokratis. Bantuan teknis ini pada umumnya diimplementasikan
dalam bentuk pelatihan dan pertemuan-pertemuan baik yang
berfokus pada praktisi dan teknorat di lembaga-lembaga
pemerintah maupun khalayak multipihak yang menjadi pemangku
kepentingan dalam proses pembangunan di daerah.
Dalam melaksanakan berbagai bentuk bantuan teknis
tersebut USDRP tertantang untuk harus selalu siap dengan
perangkat dan metode yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan-
kegiatan itu termasuk juga siap dengan perangkat untuk
mendesainnya. Karena salah satu misi USDRP adalah
menyebarluaskan pendekatan partisipatif dalam proses-proses
pemerintahan maka kegiatan-kegiatan bantuan teknis yang
diberikannyapun seharusnya didesain supaya berjalan partisipatif.
Dengan pertimbangan itulah buku ini disiapkan untuk menyediakan
panduan praktis bagi Anda, staf USDRP dan klien kami di daerah
dalam mendesain kegiatan-kegiatan yang akan menunjang proses
pemerintahan yang transparan dan akuntabel di daerah dampingan
USDRP.
“Banyak orang
berpikir
bagaimana
mengubah dunia
ini. Hanya sedikit
yang memikirkan
bagaimana
mengubah
dirinya sendiri“
- (Leo Tolstoy)
Apakah potret diri? ===
Potret diri merupakan upaya memberi kesempatan kepada
Anda, staf atau mitra USDRP yang menjadi peserta lokakarya
untuk melihat ke dalam diri masing-masing terlebih dahulu,
melakukan perenungan, dan merefleksikan pengalaman dalam
1 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
memfasilitasi, dan pemahaman Anda tentang dunia fasilitasi.
Kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang biasanya dilakukan
USDRP dalam lokakarya Mendesain Kegiatan Interaktif setelah
acara pembukaan dan perkenalan selesai. Namun sesungguhnya
proses perenungan ini bisa dilakukan tidak terbatas hanya pada
lokakarya ini saja. Ia bisa dilakukan kapan saja, pada banyak
kegiatan mana saja.
Ada tiga hal yang biasanya menjadi objek pemotretan :
Pertama, jati diri atau kepribadian Anda.
Kedua, pengalaman mengelola dan/atau memfasilitasi
kegiatan-kegiatan partisipatif selama ini.
Ketiga, kompetensi dan keterampilan Anda memfasilitasi.
ALASAN
PERLUNYA
POTRET DIRI
Mengapa perlu potret diri? ====
Refleksi fasilitasi menjadi menu pertama dalam proses
mendesain kegiatan partisipatif, karena tiga alasan:
Pertama, USDRP percaya bahwa penyegaran dan
penyempur-naan dalam metode-metode fasilitasi adalah suatu
“Mata persepsi
keharusan agar para fasilitator terhindar dari rutinitas dan situasi melihat dengan
yang monoton. Dengan melakukan refleksi terhadap kemampuan kasat mata, mata
fasilitasi kita, kita akan selalu mawas diri dan semakin menghargai probability melihat
potensi yang kita miliki. Melalui proses berbagi pengalaman selama dengan skenario-
mendesain kegiatan itu kita diharapkan akan mendapatkan inspirasi skenario, dan
mata possibility
untuk memperkaya dan melakukan terobosan baru dalam dunia melihat dengan
fasilitasi yang kita geluti. kekuatan
Kedua, pesertanya, yakni Anda, yang akan mendesain menggerakkan“
sebuah kegiatan, adalah fasilitator yang sudah berpengalaman dalam - (Rhenald Kasali)
dunia fasilitasi dan memahami seluk beluknya. Pengetahuan dan
pengalaman lapangan Anda merupakan masukan yang sangat
berharga dan menjadi bahan dasar utama dalam proses mendesain
sebuah kegiatan.
Ketiga, seorang fasilitator adalah manusia yang mempunyai
karakteristik dan kelebihan masing-masing. Ada orang yang
menyadari bagaimana karakternya, tapi belum mengetahui
bagaimana membuat karakternya bisa menjadi aset yang hebat.
BUKU PEGANGAN PESERTA 2
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Nah, pada jenis pemotretan ketiga, kita akan dibantu oleh
perangkat khusus untuk mengetahui siapa kita sesungguhnya, apa
keunggulan kita dan bagaimana kita dapat bermanfaat bagi orang
banyak. Kita sudah sama-sama mengetahui bahwa bagi seorang
fasilitator mutlak dan penting untuk mengetahui karakteristik
khalayak yang ia fasilitasi, baik itu peserta pertemuan, sebuah
organisasi, atau suatu tim. Namun tak kalah pentingnya untuk
mengetahui juga, “saya ini orang yang bagaimana”, agar kita bisa
menyesuaikan diri dengan khalayak yang kita fasilitasi dan memilih
strategi fasilitasi yang tepat.
POTRET:
- KOMPETENSI
FASILITATOR
- KEPRIBADIAN
- PENGALAMAN
Bagaimana melakukannya? ====
Memotret kompetensi dan keterampilan fasilitasi
Untuk memotret kompetensi dan keterampilan memfasili-
tasi, beberapa cara dapat digunakan, diantaranya:
Pertama, melakukan pemotretan secara pasif, yakni dengan
mengisi semacam kuesioner yang berisi penilaian kemampuan diri
di bidang fasilitasi/kefasilitatoran. Dengan cara ini yang diperoleh
adalah pandangan sendiri terhadap kemampuan diri sendiri.
Kedua, memotret secara aktif, yaitu dengan mempraktek-
kan fasilitasi langsung dalam sebuah proses singkat dan meminta
“Dimana-mana peserta untuk mengomentari cara kita memfasilitasi (mungkin
selalu ada dengan sesama peserta lokakarya atau dalam kesempatan
bunga, bagi pertemuan-pertemuan di kantor/organisasi). Dengan cara ini
yang mau potret yang dihasilkan adalah gambaran dari sudut pandang
memperhatikan“
- (Henri Matisse)
peserta, yang merasakan langsung bagaimana Anda memfasilitasi
mereka. Dalam lokakarya mendesain kegiatan interaktif cara kedua
ini biasanya digunakan.
Kemungkinan ketiga adalah merekam dengan video ketika
Anda memfasilitasi dan menganalisanya setelah itu. Dengan cara ini
pandangan kedua pihak, fasilitator dan peserta terhadap
kemampuan fasilitasi si fasilitator dapat diperoleh sekaligus. Jika
perekaman gambar dan suara dilakukan dengan benar, video
merupakan alat yang paling ampuh untuk memperlihatkan dengan
jujur bagaimana sikap dan keterampilan kita ketika memfasilitasi.
3 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Di halaman berikut dapat Anda lihat beberapa contoh per-
tanyaan untuk memotret secara pasif kompetensi dan keterampilan
fasilitasi seseorang.
KOMPETENSI FASILITATOR
Bagaimana Anda menilai kompetensi diri Anda sebagai fasilitator? Berikanlah
penilaian dengan angka yang paling mencerminkan Anda di kolom paling kanan.
1 = Itu sama sekali bukan saya 2 = Kadang-kadang saya seperti itu
3 = Sering saya begitu 4 = Itu saya banget
Kompetensi dasar
1. Memahami peran fasilitator.
2. Tahu bagaimana memulai, menjalankan dan mengakhiri proses TES
fasilitasi.
KOMPETENSI
3. Memfasilitasi karena tugas.
FASILITATOR
4. Menunjukkan jalan keluar sewaktu-waktu kelompok kehilangan
arah.
5. Menerapkan prinsip belajar yang kontekstual dalam proses
fasilitasi.
6. Menciptakan suasana yang menyenangkan untuk merangsang
kreatifitas peserta.
Komunikasi interpersonal
7. Menyimak dengan baik sehingga mampu menggambarkan
persoalan secara menyeluruh pendapat-pendapat yang beragam.
8. Mahir menggunakan metode bertanya dalam memandu diskusi
untuk menggali pendapat peserta. “Mereka yang
gagal selau
9. Sudah biasa memandu kelompok sampai pada konsensus.
membayangkan
10. Tahu cara membantu kelompok membuat rencana kerja. akibat dari
kegagalan,
11. Cepat membaca situasi dan berimprovisasi, menyesuaikan diri sedangkan
dengan perkembangan proses. mereka yang
Mengelola dinamika kelompok menang
membayangkan
12. Memberikan perhatian lebih kepada peserta yang sangat aktif. buah dari
13. Mampu mengatasi situasi bila ada peserta membuat kacau jalannya keberhasilan. “
proses. - (Rod Gilbert)
14. Tahu kapan saatnya dan bagaimana caranya mengakhiri
perdebatan dalam kelompok.
15. Dapat mengenali kapan proses diskusi mulai melenceng, dan tahu
bagaimana mengembalikannya ke arah semula.
Mendesain proses
16. Berpengalaman merancang proses partisipatif.
17. Mampu meyakinkan orang lain pada prinsip partisipasi.
18. Mampu melakukan presentasi di depan sekelompok petinggi.
BUKU PEGANGAN PESERTA 4
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Memotret jati diri
Untuk memotret jati diri atau kepribadian juga terdapat
banyak cara seperti dengan wawancara, simulasi, simulasi yang
divideokan dan berbagai bentuk tes tertulis. Yang paling banyak
digunakan orang adalah cara terakhir ini yang kebanyakan
dikembangkan oleh para psikolog. Tes kepribadian tertulis ini berisi
pertanyaan-pertanyaan yang menggali berbagai aspek dan dimensi
SUMBER kepribadian seseorang.
INSTRUMEN Dewasa ini banyak instrumen untuk mengetahui tipe
kepribadian ini yang dapat ditemukan di berbagai website di
internet, seperti www.personaldna.com, www.sac.its.ac.id,
www.humanmetrics.com, www.personalitypathways.com,
www.onelshy.com, dan masih banyak lagi yang lain. Salah satu yang
sering digunakan adalah yang dikembangkan oleh Isabel Briggs
Myers dan Katharina Cook Briggs pada tahun 1943, dan dikenal
dengan nama Myers and Brigg Type Indicator (MBTI). Pada
dasarnya ada 4 dimensi kepribadian yang diteropong oleh MBTI,
yaitu: pertama, keterbukaan (apakah seseorang itu tipe
ekstrovert/E atau introvert/I; kedua, cara pikir (apakah ia berpikir
dengan logika/thinking/T) atau dengan perasaan/feeling/F); ketiga,
cara pandang (apakah ia mengandalkan indera/Sensorik/S) atau
iNtuisi/N); dan keempat, cara mengambil keputusan (apakah ia
orang yang lebih mengikuti proses/perceiving/P) atau lebih
cenderung cepat menjatuhkan keputusan/judging/J). Kombinasi dari
keempat aspek itu akan membentuk kepribadian yang unik.
“ Di tengah
kesulitan
terdapat
peluang.“
- (Albert
Einstein)
5 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Berikut ini contoh instrumen MBTI untuk merekam
keempat aspek itu.
Bacalah pernyataan-pernyataan di bawah ini, dan berilah angka sesuai dengan
ketentuan berikut ini : 0 = bukan kepribadian saya. 1 = sedikit mirip dengan
saya, 2 = tepat dengan kepribadian saya. Jumlahkan nilai Anda dan isikan di
samping kotak “total”.
EKSTROVERT (E)
Saya mendapat energi dari berinteraksi dan berbicara dengan
1
orang lain. TES
Saya cukup mudah didekati dan banyak orang menganggap saya
2
ramah, terbuka dan semangat.
KEPRIBADIAN
Saya merasa nyaman berkenalan dan bercakap dengan orang-
3
orang yang baru saya kenal.
4 Saya senang menjadi pusat perhatian.
Saya cukup cerewet dan lebih suka komunikasi lisan daripada
5
tulisan.
6 Saya mudah mencari topik untuk dibicarakan dengan siapa saja.
7 Teman dan kerabat saya banyak.
Saya merasa kesepian dan gelisah jika harus sendiri untuk waktu
8
yang lama.
Saya harus menjaga diri untuk memberikan waktu kepada orang
9
lain untuk bicara.
Saya menemukan ide dan mencarai solusi lewat bicara. Saya
10
cenderung berpikir sambil berbicara.
Total
INTROVERT
“Orang yang
Saya canggung dalam situasi dimana saya tidak mengenal banyak sukses adalah
1 orang, tetapi saya senang berbicara berdua dengan orang yang saya yang mampu
anggap cocok. membangun
fondasi yang
2 Saya senang menyendiri.
kokoh dari batu-
Saya cenderung mempunyai beberapa sahabat dekat daripada banyak batu yang
3
kenalan dan menghabiskan waktu dengan mereka. dilemparkan
orang
4 Saya lebih suka didatangi daripada mendatangi orang lain. kepadanya. “
- (Luciano De
5 Orang lain sering menganggap saya malu atau sombong
David Brink)
6 Saya perlu waktu untuk berpikir sebelum bicara.
Saya capek kalau harus menghabiskan waktu dengan orang lain.
7
Berbicara ditelepon terlalu lama pun membuat saya lelah.
8 Saya lebih senang bekerja sendiri.
Saya sangat pemilih dalam membangun pertemanan dengan orang
9
lain.
10 Saya tidak suka menjadi pusat perhatian.
Total
BUKU PEGANGAN PESERTA 6
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
SENSORIK
Saya cenderung bertindak praktis, realistik dan berdasarkan hal-hal
1
nyata.
2 Saya lebih tertarik pada fakta-fakta dan angka-angka daripada teori.
Saya lebih suka pekerjaan yang praktis dan menghasilkan sesuatu
3
yang terukur.
4 Saya cenderung bicara, mendengar dan menafsirkan apa adanya
Saya seoran pengamat yang baik. Saya memperhatikan lingkungan
5
sekitar dan sering mengingat hal-hal rinci.
6 Saya senang melakukan hasta kerya seperti benda-benda kerajinan.
Saya suka menggunakan dan mengembangkan ketrampilan yang sudah
7
saya miliki.
Saya memiliki kapasitas menikmati sesuatu kapan saja dan dimana
8
saja.
9 Saya percaya pengalaman membuktikan apa yang nyata dan pasti
Saya cenderung berfikir tentang apa yang sudah di depan mata
10
dibandingkan berandai-andai tentang hal-hal yang belum pasti.
Total
INTUITIF
Saya sulit pada satu hal saja karena saya kerap berandai-andai tentang
1
banyak gagasan pada wakatu yang sama.
Saya cenderung menggunakan metafora, analogi atau perumpamaan
2
ketika menjelaskan sesuatu.
Saya mengandalkan inspirasi dan imajinasi ketika mengumpulkan
“Apa yang 3
informasi.
terbentang di Saya cenderung berfikir tentang masa depan dan senang melakukan
hadapan dan di 4 hal-hal baru. Saya tidak suka sesuatu hal yang bersifat rutin dan
belakang kita tak berulang-ulang.
begitu penting. Saya cenderung mencari kemungkinan baru dan fokus pada apa yang
Yang jauh lebih 5
mungkin dapat dilakukan.
penting adalah
Saya mencari apa yang menjadi latar belakang sesuatu hal dan berfikir
apa yang ada di 6
hal-hal besar. Saya tidak suka pada hal-hal yang sifatnya rinci.
dalam diri kita “
- (Oliver Windell 7 Saya cenderung memperhatikan dampak atau pengaruh suatu hal.
Holmes)
Saya sering mencari makna tersembunyi dari sesuatu dan
8
membayangkan apa yang sebetulnya tidak dinyatakan dengan terbuka.
9 Saya tidak banyak memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling saya.
Saya menikmati hal-hal abstrak dan teori-teori, dan terkadang
10
beranggapan bahwa kehidupan sehari-hari itu membosankan
Total
7 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
PEMIKIR (THINKING)
Saya menilai penting kemampuan berfikir dan mengambil
1
keputusan amat jelas serta masuk akal
Saya senang berdebat dan mempertahankan pandangan dan
2
kebutuhan orang lain.
Saya sering dituduh tidak peka pada perasaan dan kebutuhan
3
orang lain.
Orang kadang menilai saya tidak peduli dengan orang lain dan
4
terlalu pemikir.
5 Saya terlalu blak-blak dan terbuka.
Saya cenderung tertarik apa yang dipikirkan orang daripada
6
perasaannya
7 Saya tidak suka menunjukkan perasaan saya sesungguhnya.
Saya kadang mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip
8 umum keadilan dan masuk akal dibandingkan dengan kepedulian
pada kondisi yang dialami seseorang.
Menurut saya lebih penting berterus terang dibandingkan dengan
9
basa-basi
10 Saya tidak segan-segan mengkritik atau mengoreksi orang.
Total
PERASA (FEELING)
Saya menilai penting kemampuan saya berempati dan merasakan
1.
apa yang dirasakan orang amat kuat.
2. Saya senang berbicara tentang perasaan dan hubungan pribadi.
Dalam mengambil keputusan, saya memikirkan perasaan orang
3.
lain.
Saya merasa lebih penting bersopan santun atau berbasa basi
4.
dibandingkan dengan bicara terus terang.
5. Menghargai apa yang dilakukan orang amat penting bagi saya.
“ Sebuah lilin tak
6. Saya mencari sesuatu yang baik dari seseorang dan sesuatu. akan kehilangan
apapun ketika
7. Orang menilai saya orang yang hangat dan pengertian menyalakan lilin
Saya amat sulit berbicara terus terang tentang apa yang saya lainnya. “
8. - (Erin Majors)
inginkan atau butuhkan.
Jika saya tidak setuju dengan pandangan orang, saya sulit
9.
mengatakannya
Saya tidak suka kritik karena akan saya ambil sebagai masalah bagi
10. saya pribadi. Orang menyebut saya sebagai orang yang sensitif
(selalu menggunakan perasaan).
Total
BUKU PEGANGAN PESERTA 8
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
KEPRIBADIAN PEMBUAT KEPUTUSAN (JUDGING)
1. Saya tidak suka sesuatu yang tidak pasti.
Saya tidak bisa berkonsentrasi penuh jika lingkungan saya tidak
2.
teratur atau gaduh.
Saya memeriksa semua yang akan saya lakukan dan merasa
3. senang bila semua yang harus saya lakukan sudah disiapkan
dengan baik.
Saya punya jalan sendiri dalam melakukan sesuatu. Saya tidak
4. suka bila orang lain mengatur jadwal saya, khususnya pada saat-
saat akhir.
Saya harus punya tempat untuk semua barang saya, dan
5.
ditempatkan di satu tempat.
Sebelum melaksanakan kegiatan, saya selalu memastikan apakah
6.
semua hal sudah benar-benar disiapkan.
Tepat waktu amat penting bagi saya, dan saya tidak bisa paham
7.
kenapa orang tidak menganggap penting untuk tepat waktu.
Saya senang bisa tahu jadwal sebelum kegiatan berlangsung. Bila
8.
tidak ada perencanaan, saya merasa tidak nyaman.
Saya tidak suka pekerjaan yang tidak terselesaikan dan selalu
9.
ingin menyelesaikan pekerjaan sebelum memulai pekerjaan baru.
Saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dulu sebelum bisa
10.
santai dan bersenang-senang.
Total
KEPRIBADIAN PENGAMAT (PERCEIVING)
Saya cenderung menganggap semua hal itu mudah, bisa
1. disesuaikan dan tidak kaku. Bila sesuatu berubah di saat-saat
akhir, saya tinggal menyesuaikan saja.
Bukannya saya tidak fokus, melainkan karena saya punya jalan
2.
sendiri untuk bergerak dari kegiatan satu ke kegiatan lain.
Saya senang memulai kegiatan baru. Saya senang memulai kegiatan
3.
baru sebelum kegiatan yang lainnya berakhir.
Tepat waktu tidak terlalu penting bagi saya. Jadwal hanya menjadi
“Masa depan 4.
wawasan bagi saya, kapan suatu kegiatan mulai dan berakhir.
bergantung
Saya jarang mendaftar pekerjaan yang akan saya lakukan. Kalaupun
pada mereka 5. mandaftar kegiatan yang akan saya lakukan saya tidak perlu
yang percaya memeriksanya.
pada keindahan
Saya sering menunggu sampai waktu tenggat, baru fokus pada
mimpinya“ 6.
menyelesaikan tugas.
- (Eleanor
Cara saya mengatur ruangan boleh jadi membuat orang kacau
Roosevelt) 7.
balau.
Saya tidak perlu menyelesaikan semua tugas sebelum bisa
8.
menikmati liburan atau santai.
Saya biasanya menunda keputusan, dan terlebih dahulu
9. mengumpulkan informasi dan baru bila benar-benar dibuthkan
saya mengambil keputusan.
Saya menikmati spontanitas. Saya menikmati hal-hal yang
10.
mengejutkan.
Total
9 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Periksalah sekarang setiap halaman, dan tandai tipe kepribadian
mana yang jumlah nilainya lebih tinggi. Umpamanya, untuk aspek
keterbukaan, ekstrovert atau introvert (E atau I). Untuk aspek cara
pikir, lebih tinggi thinking atau feeling (T atau F). Begitu seterusnya,
untuk keempat aspek tersebut. Lalu gabungkan keempat huruf
yang nilainya lebih tinggi pada setiap aspek itu. Akan ada 16
kemungkinan kombinasi, seperti di bawah ini. David West Keirsey
menggabungkan 2 aspek dari sudut temperamen dan membuat 4
kategori besar, yaitu : NF - idealis; NT – rasional, SJ - penolong;
dan SP – seniman (dicetak dengan warna biru dan lebih besar).
Yang manakah Anda?
Idealis Rasionalis Pelindung Artistik 16 TIPE
KEPRIBADIAN
ENFJ ENTJ ESTJ ESTP
Bijak Pemimpin Pendorong Pengelana
Guru Pengatur lapangan Pemimpin Pendukung
ENFP ENTP ESFJ ESFP
Melihat kedepan Pembaharu Suka menolong Jenaka
Juara Penemu Pemberi Penghibur
INFJ INTJ ISTJ ISTP
Penuh rahasia Pemikir bebas Andalan Praktis
Penasihat Cerdas Pemeriksa Pengrajin
INFP INTP ISFJ ISFP
Pemimpi Aneh Pemupuk Berseni
Penyembuh Arsitek Pelindung Penggubah
“Kita semua
adalah malaikat
Bila kebetulan jumlah nilai Anda untuk salah satu atau beberapa dengan satu
aspek sama, tuliskan keduanya (E dan I, atau P dan J). Lalu pasangkan sayap, hanya
masing-masing dengan tiga yang lainnya. Berarti Anda mempunyai bisa terbang bila
dua atau lebih tipe kepribadian. merangkul
orang lain. “
- (Luciano De
Memotret pengalaman fasilitasi Crescenzo)
Pengalaman mengelola atau memfasilitasi kelompok dapat
dipotret dengan meminta peserta lokakarya saling berbagi dan
menceritakan pengalaman masing-masing, dan menyimpulkannya
bersama. Proses ini adalah bagian dari metode PRA (Participatory
Reflection and Action), yang pada awalnya dikenal sebagai metode
Participatory Rural Appraisal. Pada mulanya proses ini dimaksud-
kan untuk memberi peluang kepada masyarakat di pedesaan untuk
mengevaluasi keadaan mereka sendiri, menganalisisnya, membuat
perencanaan, melaksanakan rencananya sendiri, dan melakukan
monitoring dan evaluasi sendiri. Dalam perkembangannya, mereka
BUKU PEGANGAN PESERTA 10
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
yang biasa melakukan proses ini menemukan bahwa metode
seperti ini sebetulnya memberi peluang bagi pesertanya untuk
saling belajar dari sesama sehingga prosesnyapun diberi nama
Participatory Learning and Action (PLA).
Pada dasarnya untuk memotret pengalaman memfasilitasi
ini, Anda menggabungkan dua potret pertama (kompetensi sebagai
fasilitator dan tipe kepribadian) dengan apa yang terjadi di lapangan
ketika Anda memfasilitasi. Karena sifatnya berbagi pengalaman,
maka bentuk potretnya adalah kumpulan dari berbagai pelajaran
berharga yang Anda dan teman-teman Anda peroleh selama ini
dalam memfasilitasi. Mozaik pengalaman ini dapat Anda bangun
dengan menanyakan berbagai aspek dari pengalaman memfasilitasi.
Beberapa contoh pertanyaan dapat Anda lihat di bawah ini.
REFLEKSI PENGALAMAN
1. Peserta :
REFLEKSI a. Siapa saja peserta pertemuan yang pernah Anda dan teman-teman
PENGALAMAN fasilitasi?
b. Apakah mereka kelompok yang homogen, atau heterogen?
2. Metode :
a. Bila kelompok yang Anda fasilitasi heterogen atau multipihak,
bagaimana cara Anda membuat mereka sampai pada kesepakatan
bersama? Metode apa saja yang Anda gunakan?
b. Bagaimana Anda membuat kelompok yang dianggap “awam” atau ada
pada posisi “dibawah” bersuara dan terlibat penuh serta berinteraksi
dengan kelompok “elit” atau “penggede”?
c. Seberapa sering Anda melakukan triangulasi (meminta pendapat dari
beberapa orang berbeda tentang suatu hal).
d. Seberapa sering pula Anda memberikan pendapat sendiri atau saran,
ketika diskusi sampai pada titik buntu? Dan seberapa sering Anda
menyerahkan “tongkat kekuasaan” kepada peserta, meminta mereka
sendiri yang mencari jalan keluarnya?
3. Media/alat bantu :
“Terimalah a. Apa alat peraga yang sering Anda gunakan untuk mempermudah
kekeliruan, dan peserta melihat gambaran besar topik yang didiskusikan?
belajarlah dari b. Mengapa Anda banyak menggunakannya?
kesalahan“ c. Pertanyaan-pertanyaan apa saja yang sering Anda lontarkan ketika
- (Robert menggali gagasan dari peserta?
Chambers) d. Apakah pertanyaan-pertanyaan itu Anda tulis, atau hanya diucapkan
saja?
4. Dinamika suasana :
a. Apa saja yang Anda lakukan untuk menghidupkan suasana yang dingin
atau lesu?
b. Bagaimana Anda membangunkan perhatian peserta di setiap awal sesi,
untuk memperkenalkan topik yang akan dibahas pada sesi itu?
5. Kejutan :
a. Apa saja hal-hal baru yang pernah Anda lakukan, yang merupakan
kejutan yang menyenangkan bagi peserta?
b. Apa pula hal-hal baru yang pernah dilakukan atau dihasilkan oleh
peserta ketika Anda memfasilitasi?
11 BUKU PEGANGAN PESERTA
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Itu hanyalah beberapa contoh. Silakan kembangkan
pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan hal-hal yang muncul dari
pengalaman nyata Anda selama ini. Selamat berpotret.
BUKU PEGANGAN PESERTA 12
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
BAB 2:
Peran dan Sikap Fasilitator
Dunia fasilitasi menjadi kian mengemuka belakangan ini
seiring dengan berkembangnya era otonomi daerah. Proses
pembangunan dengan semangat partisipasi melatarbelakangi
semakin berkembangnya proses-proses yang melibatkan
masyarakat di dalamnya. Dalam kerangka tersebut peran fasilitator
menjadi salah satu hal yang cukup mengemuka. Dan karenanya
fasilitator kemudian menjadi sebuah profesi pilihan yang cukup
menjanjikan masa depan bagi sebagian orang.
“Apa sih, yang
biasa dilakukan
manusia, tetapi Pemberdayaan Masyarakat dan
mereka tidak
tahu apa yang
Mitos Pembangunan ===
dilakukannya. “
- Shakespeare Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Chambers (dalam
Nasution, 1998) menyatakan bahwa terdapat dua pola budaya dari
luar sistem masyarakat (community system) yang akan melahirkan
bias atau persepsi yang salah terhadap sistem dan komponen-
komponen sistem masyarakat yang diharapkan menjadi intended
beneficiaries dari program pengembangan masyarakat (community
development programs). Kedua pola budaya tersebut adalah: (1)
pola budaya negatif ilmuwan yang melakukan kajian-kajian kritis
yang sepertinya tidak terbatasi oleh waktu; dan (2) pola budaya
positif para agen pembangunan (baik pemerintah maupun non-
13 BUKU PEGANGAN PESERTA
13
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
pemerintah) yang umumnya terbatasi oleh waktu dan harapan
terhadap hasil nyata yang cepat kelihatan.
Pola budaya yang pertama umumnya cenderung melihat
persoalan kemasyarakatan sebagai permasalahan yang njlimet
(rumit) dan seringkali terjebak pada keadaan tidak mampu
memberikan saran secara konkret bagi pembangunan masyarakat.
Sedangkan pola budaya kedua, lebih memandang persoalan
masyarakat sebagai fenomena lingkungan sekitar yang mudah
diatasi secara teknis semata. Sehingga pendekatan yang dilakukan
adalah seringkali pendekatan proyek pembangunan dan bantuan
sosial-materi belaka.
Kedua pola pendekatan budaya ini tidak selalu berhasil
melahirkan pola pendekatan yang terpadu diantara keduanya.
Masing-masing pola budaya tersebut cuma menunjukkan sisi
persepsional mereka saja terhadap masyarakat, bukan didasarkan
pada realitas yang terjadi pada masyarakat. Kenjlimetan pola budaya
yang pertama dan ketergesaan pola kedua seringkali tidak dapat
BIAS
menjawab persoalan dinamika masyarakat. Kedua pola budaya ini
kemudian melahirkan bias dalam pembangunan. RASIONAL
Zaltman dan Duncan (dalam Nasution, 1998) menyebut
kedua bias tersebut sebagai bias rasional (rasionalistic bias) dan bias BIAS
teknokrasi (technocratic bias). Rasionalistic bias adalah bias yang TEKNOKRASI
terjadi karena para ilmuwan merasa bahwa tugas yang mereka
emban hanya sebatas memberikan informasi tentang perubahan- MITOS
perubahan yang perlu dilakukan oleh masyarakat. Para ilmuwan ini
yakin bahwa secara otomatis masyarakat akan melakukan PEMBANGUNAN
informasinya karena sangat logis. Bias ini mencerminkan kenaifan
pandangan sebagian ilmuwan dan agen pembangunan tentang
sistem kepercayaan dan sistem nilai masyarakat tentang perubahan.
Sedangkan technocratic bias adalah bias yang lahir sebagai akibat
keyakinan sebagian ilmuwan dan agen pembangunan bahwa anggota
masyarakat pasti dapat mengimplementasikan berbagai gagasan “Sebuah sikap
perubahan yang didesain oleh ilmuwan atau agen pembangunan. tidak hanya
menyangkut
Bias ini seringkali menjadi suatu persimpangan jalan antara pertahanan diri,
persepsi ilmuwan atau agen pembangunan yang meyakini tetapi juga
masyarakat yang harus mengikuti rekomendasinya sebagai suatu hal tantangan “
yang logis dengan persepsi masyarakat tentang perubahan dimasa - Thomas
Gillespie
depan. Karenanya, seringkali pada akhirnya ditempuh jalan pintas
untuk mengatasi persimpangan yang terjadi. Jalan pintas yang
diambil tersebut pada umumnya didasarkan pada mitos-mitos
tentang pemberdayaan masyarakat dengan pondasi berbagai bias-
bias di atas. Jelas bahwa mitos bukanlah realitas yang terjadi dalam
masyarakat Karenanya hampir bisa dipastikan pembangunan
masyarakat yang dilakukan akan menemui kegagalan dalam
memberdayakan masyarakat itu sendiri karena tidak dibangun di
atas realitas.
14
BUKU PEGANGAN PESERTA 14
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Dengan dasar filosofi semacam ini, maka jelas sekali bahwa
konsep community based development sangat menekankan pada
peran serta masyarakat, baik pada tataran perencanaan
pembangunan sampai dengan tahap implementasinya. Hanya
dengan mendudukkan masyarakat sebagai subyek pembangunan
maka akan terciptalah apa yang disebut sebagai development for
society (pembangunan untuk masyarakat) dan bukannya society for
development (masyarakat untuk pembangunan) seperti yang selama
ini pembangunan kita rasakan.
Atas dasar pijak hal tersebut, maka kemudian menyeruaklah
peran fasilitator sebagai sebuah tantangan yang dibutuhkan untuk
mempertemukan berbagai perbedaan pandang secara damai. Peran
fasilitator menjadi penting manakala semakin banyak orang yang
FASILITATOR membutuhkan mengambil keputusan secara berkelompok atau
secara bersama-sama harus merencanakan, membuat inovasi,
implementasi dan berbagi tanggung jawab. Fasilitatorlah yang
memiliki tanggungjawab untuk mengerahkan energi yang luar biasa
tersebut untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin mereka
putuskan sendirian.
Apa itu Fasilitator? ===
Fasilitasi adalah membuat lebih mudah atau tidak terlalu sulit.
Fasilitator adalah orang yang membuat kerja kelompok
menjadi lebih mudah karena kemampuannya dalam
“Ini adalah nilai menstrukturkan dan memandu partisipasi anggota-
luhur manusia…
untuk anggota kelompok. Pada umumnya fasilitator bekerja dalam
mengetahui sebuah pertemuan atau diskusi. Akan tetapi seorang fasilitator juga
bagian dari diri dapat bekerja di luar pertemuan. Tetapi pada prinsipnya seorang
kita sendiri dan fasilitator harus mengambil peran netral (dengan banyak bertanya
proporsi
keseluruhan dan banyak mendengarkan) ketika membantu sebuah kelompok
yang atau pertemuan.
menakjubkan. “
- Samuel Taylor Fasilitasi adalah pertemuan sekelompok orang yang menghadirkan
Coleridge fasilitator sebagai perancang dan pengelola proses kelompok agar
kelompok dapat mencapai tujuannya. Sebuah fasilitasi juga bisa
berarti sebuah pertemuan antara dua orang fasilitator dan satu
orang lain yang menerima bantuan dan panduan dalam prosesnya.
Kelompok adalah kumpulan individu-individu yang karena alasan-
alasan tertentu memutusakan untuk bersama. Waktu hidup
kelompok ada yang pendek ada pula yang panjang dan bentuknya
15 BUKU PEGANGAN PESERTA
15
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
ada yang sesuai dengan rencana awal tapi ada juga yang terbentuk
dalam perjalanan proses.
Tim (team) adalah sejenis kelompok yang anggota dan
pimpinannya sangat dekat dalam bekerja sama menncapai hasil
kesepakatan yang menguntungkan. Kata „tim‟ berimplikasi pada
kemandirian dan sinergi; tim juga bisa dibayangkan seperti
kelompok yang berfungsi dengan sangat baik. Dalam situasi
pencapaian tujuan dan tugas sebagai sebuah kelompok, sebuah tim
dapat berubah menjadi satu unit kohesif dan mampu memperbaiki
keahlian anggota timnya.
Keahlian fasilitasi dewasa ini telah menjadi alat komunikasi yang
sangat penting, terutama bagi kelompok-kelompok atau tim yang
memerlukan untuk membuat sebuah keputusan atau kesepakatan
bersama serta memerlukan setiap masukan, dukungan, kreatiftas
dan kolaborasi.
Fasilitasi adalah Ilmu
Sekaligus Seni === FASILITASI
Seorang fasilitator bekerja dengan mengaplikasikan satu set
keahlian spesifik dan metode, teknologi kelompok, digabung
dengan perhatian cermat dan sensitifitas pada orang lain. Dengan
cara itu, maka seorang fasilitator akan membawa kelompok pada
penampilan terbaiknya.
Keahlian fasilitator meramu teknologi kelompok dengan
gaya pribadinya, diselingi dengan kreatifitas dan energi, maka akan
menciptakan sebuah seni fasilitasi. Dengan semacam ini, maka
kelompok yang difasilitasi akan dapat beroperasi dengan fleksibilitas “Kadang kita
dan kreatifitas maksimum dalam batasan yang realistik. perlu merasa
terasing. Sebab
keterasingan
Tingkatan Fasilitasi === memicu
pertarungan dan
Ada tiga tahapan perkembangan fasilitator secara umum. itu adalah awal
Dan semakin tinggi tingkatannya, akan semakin rumit tugas yang dari perubahan “
diembannya. Biasanya dipisahkan dengan 1) Fasilitator Pertemuan, - Taufik
Abdullah
2) Fasilitator Kelompok/Tim, dan 3) Fasilitator Organisasi.
Pada tingkatan dasar, atau fasilitator pertemuan, peran
fasilitator lebih banyak berguna untuk mengarahkan sebuah diskusi
atau pertemuan. Pada tahapan selanjutnya, fasilitator pada tingkat
kelompok/tim diperlukan untuk bekerja dengan tim yang sudah
berjalan, tim-tim mandiri, dan tim proyek lintas fungsi. Sedangkan
pada tingkatan berikutnya, yaitu fasilitator organisasi, memiliki
keahlian yang tinggi, berpengalaman dalam memfasilitasi berbagai
pertemuan, mengerti secara benar topik-topik yang menjadi
16
BUKU PEGANGAN PESERTA 16
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
bahasan dan kultur yang dihadapi oleh sebuah organisasi. Fasilitator
pada tingkatan ini seringkali menghasilkan gagasan-gagasan besar
perubahan kelompok.
Lantai 3 Ketrampilan merancang proses:
- Merancang struktur dan alur pertemuan.
RUMAH
FASILITATOR Ketrampilan mengelola dinamika
Lantai 2
kelompok:
- Mendorong dialog multiarah.
Ketrampilan komunikasi interpersonal:
Lantai 1
- Menyimak, bertanya, menggali,
merangkum.
Sikap dasar fasilitator:
Lantai Dasar - Mengolah kecerdasan emosional.
- Minat, empati, percaya pada kelompok, positif.
Tim memerlukan fasilitator untuk pertemuan-pertemuan
mereka, sama pentingnya dengan pengajaran dan pelatihan
kerjasama tim. Memfasilitasi sebuah kelompok membutuhkan
pengetahuan bagaimana sebuah tim membangun diri dari waktu ke
waktu dan kemampuan untuk mengejar dan mendemonstrasikan
pada tim proses dan metode kelompok. Dibanyak kelompok atau
organisasi, pemimpin tim biasanya juga berperan sebagai fasilitator
tim pada saat yang bersamaan.
Peran fasilitator tidak hanya dibutuhkan dalam kelompok
masyarakat ataupun dalam pertemuan yang melibatkan banyak
orang dengan latar belakang yang berbeda. Bahkan bagi sebuah
perusahaan dan organisasi, yang harus mendengarkan masukan-
“Kita semuanya masukan klien, supplier dan pihak-pihak lain yang terkait dengan
terpenjara, namun
beberapa dari kita pekerjaan atau bisnis mereka. Dan itu artinya, akan dibutuhkan
berada dalam sel banyak pertemuan-pertemuan, tatap muka, kerjasama tim dengan
berjendela. Dan orang-orang yang beragam serta dari berbagai tingkatan
beberapa yang manajemen. Dalam kelompok dengan beragam anggota semacam
lainnya dalam sel
ini, maka peran fasilitator akan sangat dibutuhkan. Yakni, seseorang
tanpa jendela. “
- Kahlil Gibran yang bisa mengelola pertemuan, mengantarkan diskusi, dan
memindahkan orang dari diskusi ke konsensus.
Siapapun yang memimpin pertemuan hendaklah orang yang
netral, tidak merasa terancam oleh berbagai macam opini dan
perbedaan pendapat para anggota pertemuan.
Fasilitasi dan Kepemimpinan ===
Sebuah fasilitasi yang efektif akan membuat kerja kelompok
menjadi lebih mudah. Seorang fasilitator tidak hanya membantu
17 BUKU PEGANGAN PESERTA
17
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
untuk mendiskusikan sebuah isu, tetapi juga harus memandu
kelompok untuk merancang dan mencapai hasil-hasil yang belum
teridentifikasi sebelumnya. Anggota kelompok hendaknya
didiorong untuk sampai mereka merasa terlibat dan berguna dalam
sebuah pertemuan, bukannya merasa membuang-buang waktu
hanya untuk sebuah pertemuan.
Salah satu ciri fasilitasi yang efektif adalah bisa dilihat pada
keterlibatan anggota secara aktif dan adanya perasaan memiliki
dan berguna, metode-metode fasilitasi dapat digunakan secara
tepat, dan hasil-hasil terukur yang dapat dicapai dan berkontribusi
pada kemajuan kelompok.
Fasilitator harus berhati-hati agar tidak mudah menyelahkan
peserta pertemuan akan kegagalan-kegagalan hasil sebuah
pertemuan, ataupun juga mudah mencela hasil-hasil yang dicapai FASILITATOR
dalam sebuah pertemuan. Bagaimanapun juga, tanggungjawab
terpenting yang diemban seorang fasilitator adalah menghormati DAN
kebebasan berpendapat dalam kelompok, seraya mengingatkan KEPEMIMPINAN
keuntungan dan kerugian yang akan mereka raih dari hasil
keputusan yang diambil. Perlu untuk selalu mengingat bahwa
tanggung jawab fasilitator adalah mengantarkan kelompok untuk
mencapai tujuannya dengan menggunakan metode yang berkualitas.
Fasilitator memimpin kelompok dengan memberikan
kelompok alat dan metode untuk menolong anggota kelompok
belajar produktif secara bersama-sama. Seorang fasilitator,
bagaimanapun juga bukanlah orang yang akan menentukan visi dan
kehendak kelompok. Karena sebenarnya hal tersebut adalah peran
seorang pemimpin. Dalam bekerja, seorang fasilitator bekerja
netral terhadap visi dan misi yang dipegang kelompok.
Fasilitator haruslah selalu mengingatkan peserta agar
mereka tidak mengangapnya sebagai seorang pemimpin-
mengajarkan pada kelompok untuk tidak bergantung padanya.
Fasilitator harus melepaskan kehendak mempengaruhi keputusan “Sebagian
dan keinginan untuk dilihat sebagai “sang ahli”. pemimpin
Hal ini karena anggota kelompok dalam sebuah proses perubahan gugur di
usia
tersebut sedang meningkatkan keterampilan mereka dalam
perjuangannya,
mengambil keputusan dan memecahkan masalah dalam kelompok. tetapi
Para fasilitator memang mempengaruhi kesuksesan kelompok, perubahannya tidak
tetapi tidak pada substansi pekerjaan kelompok, mereka hanya mati dengan
terlibat dalam panduan proses, keterampilan kelompok dan sendirinya “
struktur. Fasilitator memang mengambil resiko, seperti juga
seorang pemimpin, tetapi hanya di arena proses kelompok terjadi.
Pemimpin yang dapat berperan sebagai fasilitator meramu
perannya sebagai pemimpin visioner dan pengatur dengan
peimimpin yang mendengarkan dan memberdayakan. Sebagai
pemimpin yang fasilitatif, dia akan selalu melibatkan pengikutnya
semaksimal mungkin dalam pembentukan visi dan misi, serta
18
BUKU PEGANGAN PESERTA 18
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
membangun sebauh tim yang kohesif. Dari sisi ini, fasilitasi tidak
bisa dipisahkan dari pendekatan kepemimpinan.
Nilai-nilai Dasar Partisipasi ===
Secara umum ada 4 nilai yang perlu diperhatikan fasilitator:
Partisipasi Penuh
Kadang-kadang ada sebagian orang yang tidak mengatakan
apa yang mereka pikirkan sesungguhnya. Seringkali terjadi proses
editing sebelum seseorang mengungkapkan pendapatnya. Fasilitator
harus berhati-hati terhadap hal-hal seperti ini, dan seorang
fasilitator harus dapat membantu orang yang mengalaminya agar
dia dapat mengungkapkan hal yang dipikirkannya secara terbuka
dan menjaga pendapatnya agar tidak mendapatkan serangan
NILAI DASAR pendapat yang prematur dari peserta diskusi yang lain.
PARTISIPASI Kesepahaman Mutual
Kelompok tidak akan dapat mencapai pemikiran yang
terbaik bila tidak ada saling mengerti antara satu dengan yang lain.
Seorang fasilitator harus membantu kelompok untuk menyadari
produktivitas tim dibangun atas dasar kesepahaman yang saling
menguntungkan.
Tanggung jawab bersama
4
Solusi inklusif 3 1 Partisipasi penuh
2
“Mereka yang
berpikiran negatif Saling memahami
akan menghadapi
kekecewaan di
masa depannya. “
Solusi Inklusif
- John C. Maxwell
Banyak orang yang terjebak dengan cara berpikir
konvensional, dimana dalam memecahkan masalah dan
memecahkan konflik cenderung masih memilih salah satu atau dua
usulan dari peserta. Fasilitator berpengalaman harus tahu
bagaimana mengelola kelompok agar menemukan ide-ide yang
inovatif. Fasilitator harus memahami mekanisme membangun
kesepakatan yang berkelanjutan. Ketika kelompok menemukan ide-
ide baru yang inovatif tersebut, maka kadang mereka akan memiliki
harapan yang lebih baik akan efektifitas kelompok.
19 BUKU PEGANGAN PESERTA
19
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Berbagi Tanggungjawab
Banyak hal yang menjadi penyebab kegagalan pertemuan
yang melibatkan banyak pihak. Salah satu diantara penyebab
tersebut antara lain adalah peserta yang mendominasi pertemuan.
Seorang fasilitator memiliki kesempatan da tanggungjawab dalam
hal mengajari anggota kelompok cara mendesain dan mengelola
sharing yang efektif, pemecahan masalah dan proses pengambilan
keputusan. Ingatkan akan kerugian memiliki agenda yang buruk dan
ketidakjelasan tujuan pertemuan yang ingin diraih.
Peran Fasilitator ===
Fasilitasi berasal dari kata “facile” yang berarti “mudah”
yang artinya “membuat sesuatu menjadi lebih mudah”. Peran PERAN
fasilitator membuat kelompok menjadi sukses dan mudah dengan FASILITATOR
menggunakan proses kelompok yang efektif. Fasilitator akan
menganjurkan anggota kelompok menggunakan metode yang paling
efektif untuk mnyelesaikan tugas secara efisien dan bermanfaat,
dengan tetap memberi waktu kepada ide-ide atau alternatif lain.
Fasilitator menempatkan dirinya sebagai seorang pemandu,
pembantu dan katalisator untuk membantu kelompok
menyelesaikan pekerjaannya.
FASILITATOR MODERATOR
Bertanya
“’Revolusi’ sendiri –ibarat
bagian sebuah mantra,
PENGAMAT NARASUMBER gelombang verbal dengan
daya yang membuat
orang bergerak, tanpa
bertanya gerangan
maknanya “
- Goenawan Moehamad
Memberi tahu
Fasilitator adalah manajer proses kelompok. Fasilitator
berperan dalam mengelola proses dan bersikap netral terhadap isi
diskusi. Proses bagaimana anggota kelompok berkerja bersama,
bagaimana anggota berinteraksi satu sama lain, bagaimana
keputusan dibuat dan bagaimana seluruh anggota hadir.
Perlu dicatat bahwa proses dan isi selalu hadir setiap waktu
dalam kerja-kerja kelompok, dan fasilitator harus memandu dan
mengelola proses supaya kelompok dapat memfokuskan energi
20
BUKU PEGANGAN PESERTA 20
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
dan kreatifitas mereka pada isi atau materi pembicaraan. Untuk
memandu proses, fasilitator akan menggunakan berbagai metode
untuk memperjelas dan mempermudah kelompok mencapai hasil
yang diharapkan.
Tanggung Jawab Fasilitator ===
Fasilitator yang efektif memiliki tanggungjawab:
- Selalu netral atas isi atau materi pertemuan;
TANGGUNG - Merancang partisipasi;
- Memastikan keseimbangan partisipasi;
JAWAB - Mendorong dialog diantara peserta;
- Menyediakan struktur dan proses untuk kerja kelompk;
PERUBAHAN - Mendorong perbedaan pandangan ke arah yang positif;
- Mendengarkan secara aktif dan mendorong peserta yang lain
untuk melakukan hal yang sama;
- Mencatat, mengorganisir, dan meringkas masukan dari anggota;
- Mendorong kelompok untuk mengevaluasi sendiri perkembangan
dan kemajuan kerja;
- Melindungi anggota kelompok dan idenya dari serangan atau
pengabaian perhatian;
- Meyakinkan bahwa kelompok itu kumpulan pengetahuan,
pengalaman dan kreatifitas. Gunakan metode dan teknik fasilitasi
untuk menggali sumberdaya ini.
Menciptakan Perubahan
Dimana Saja ===
“Tidak ada orang yang
melakukan kesalahan Fasilitator dan pemimpin dituntut untuk memiliki cita rasa
lebih besar daripada kemanusiaan dan spirit dalam organisasi. Dengan proses partisipatif
seorang yang tidak yang dirancangnya, seorang fasilitator mampu mendorong
melakukan apa-apa dan kelompok untuk aktif berkreasi dan berinovasi. Peran ini tidak
tidak mengubah apa-
apa, karena dialah
hanya terbatas pada ruangan pelatihan saja. Melainkan juga dapat
orang yang paling dimainkan dalam kehidupan sehari-hari.
melakukan paling Jika dengan kreatifitas dan inovasi kelompok dapat dibangun
sedikit . “ oleh fasilitasi, maka dengan sendirinya fasilitator mampu
- Edmund Burke menciptakan berbagai perubahan dengan menggunakan alat,
metode, teknik dan keterampilan yang dikuasainya. Kemampuan ini
sangat penting dan bermanfaat ketika fasilitator berada dalam
situasi seperti di Indonesia sekarang ini. Fasilitasi dapat membantu
perorangan atau kelompok untuk merencanakan sesuatu dan
memecahkan masalah.
Maka, dapat dibayangkan seandainya, kemampuan fasilitasi
akan semakin banyak tersebar, maka, anda akan dapat bayangkan
betapa banyak ide dan inovasi baru yang akan keluar pada berbagai
pertemuan. Akan semakin banyak terobosan terhadap berbagai
macam kebuntuan ide. Hal ini tentu saja akan mendorong
21 BUKU PEGANGAN PESERTA
21
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
terjadinya berbagai perubahan sosial, karena sesungguhnya,
fasilitator juga adalah „agen perubahan‟.
Sikap Dasar Fasilitator ===
Sikap seseorang adalah merupakan kombinasi dari nilai yang
dianut, keyakinan, opini, pendidikan dan pengalaman masa lalu yang
membentuknya. Sikap ditunjukkan dengan beragam cara, antara
lain lewat pendapat, kata-kata, nada suara, bahasa tubuh, raut muka
dan perilaku dalam kelompok.
Ada beberapa sikap dasar yang harus dimiliki oleh seorang
fasilitator. Mengapa sikap dasar ini penting? Karena, setiap
fasilitator pastilah menghadapi berbagai kelompok dengan latar
belakang yang beragam. Karenanya, setiap fasilitator haruslah
memiliki beberapa sikap dasar berikut.
SIKAP
DASAR
Minat
Cobalah anda merenung sejenak, bagaimana bila anda
dengan sangat antusias bercerita kepada orang lain, sedangkan
ternyata orang tersebut tidak terlalu memperdulikan anda? Kecil
sekali kemungkinannya anda ingin untuk bertemu dengan dia lagi.
Orang lain akan lebih merasa nyaman dan percaya diri
bercerita dan berpendapat, bila anda juga memberikan perhatian
yang sesuai. Mereka akan merasa diperhatikan bila anda juga
memberikan kepedulian yang sesuai, seperti misalnya kehidupan
mereka, jadi janganlah hanya memberikan perhatian terbatas
kepada aspek-aspek yang hanya berkaitan dengan anda.
Empati
Sebagai fasilitator anda haruslah mampu menempatkan diri
dalam situasi yang dihadapi orang lain guna memahami perspektif
“Seseorang tidak akan
yang mereka miliki terhadap isu-isu tertentu. berakhir pada saat ia
Empati menjadi sangat penting ketika kita bekerja dengan dihancurkan. Ia akan
komunitas untuk bisa mengerti keragaman kondisi, situasi dan berakhir kalau ia
kepentingan mereka. Hal ini terkadang sulit untuk dilakukan, sendiri yang berhenti. “
karena kita harus bebas daripersepsi orang lain dan harus bekerja - Presiden Nixon
keras untuk menempatkan diri kita dalam posisi tertentu.
Tantangan terbesar dalam hal ini, bila anda memfasilitasi
sebuah kelompok, maka anda harus bisa berempati kepada banyak
orang secara bersama-sama. Tetapi bila anda bisa mengembangkan
sikap ini, maka ganjarannya adalah orang akan lebih percaya kepada
anda dan karenanya mereka juga akan responsif. Yang sulit adalah
bersikap empati dengan menjaga kenetralan.
Berpikir Positif
Hal ini berarti bahwa apapun pendapat, pandangan,
perilaku, jender ataupun latar belakang seseorang, anda harus
22
BUKU PEGANGAN PESERTA 22
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
selalu menghormati keunikan setiap individu dan menghargai
potensi yang dimilikinya. Anda harus menerima orang lain apa
adanya ketika anda bekerja sebagai seorang fasilitator. Bila anda
dapat menghargai perbedaan-perbedaan ini, maka anda akan
mampu untuk memfasilitasi mereka.
Percaya
Hal ini berarti sebagai fasilitator Anda harus mempercayai
potensi kelompok yang Anda fasilitasi untuk mempunyai
kemampuan dalam menemukan jalan atau solusi atas
permasalahannya sendiri. Hal ini berarti bahwa, apapun komposisi
kelompok itu, Anda selalu percaya bahwa jawaban atas
permasalahan adalah ada pada kelompok itu sendiri. Sebagai
fasilitator anda tinggal mendorong proses bagi kelompok tersebut
untuk menemukan permasalahannya sendiri.
Tentu keempat sikap tersebut hanyalah sebagian dari
berbagai sikap yang harus dimiliki oleh seorang fasilitator. Tetap,
bila anda bisa menguasai keempat sikap dasar yang esensial
tersebut, anda sudah memiliki sikap dasar untuk memfasilitasi
sebuah kelompok. Jika sikap anda tidak mendukung, maka anda
sendiri pasti juga akan mengahadapi kesulitan.
“Kita tidak hanya cukup
memahami dunia,
melainkan juga harus
mengubahnya. Tetapi
bisakah kita
mengubahnya, bila kita
tidak cukup
memahaminya. “
- Goenawan Moehamad
23 BUKU PEGANGAN PESERTA
23
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
BAB 3:
Keterampilan Dasar Fasilitator
Dalam banyak hal seringkali seorang fasilitator masih
memaksakan pandangannya terhadap kelompok yang difasilitasinya.
Hal ini seringkali terjadi karena fasilitator merasa lebih banyak
memiliki pengalaman daripada kelompok yang difasilitasinya
dikarenakan pengalaman memfasilitasinya di masa lampau dengan
berbagai permasalahan serupa.
Fasilitator hendaknya menyadari bahwa seringkali
kelompok yang difasilitasi terdiri dari orang-orang yang jauh
berpengalaman. Pada saat seperti ini cara pandang kita sebaiknya
dikesampingkan. Lebih penting bagi fasilitator untuk
mengeksplorasi ide-ide mereka dan tetap netral dalam memandu
proses kelompok untuk menemukan solusi bersama.
“Simpan rasa
takut anda untuk
diri sendiri, tapi
keberanian
anda untuk
orang lain. “ Sebagai fasilitator hendaknya kita menyadari bahwa tugas
- Rober Louis yang kita emban lebih banyak mengekplorasi dengan melontarkan
Stevenson
berbagai pertanyaan-pertanyaan menganalisis untuk menemukenali
permasalahan kelompok yang sebenarnya, ketimbang memberikan
banyak pandangan-pandangan pribadi yang dimiliki.
Seni Bertanya: ORIK===
Fasilitator tidak boleh memberikan jawaban kita sendiri
terhadap masalah sebuah kelompok. Lalu bagaimana kita bisa
membantu mereka? Sebagai titik awal kita bisa menggunakan
beberapa pertanyaan untuk merinci lebih jauh masalah yang sedang
dibahas dan secara perlahan mendorong kelompok untuk
menganalisis masalah tersebut.
25 BUKU PEGANGAN PESERTA
25
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Kombinasi pertanyaan-pertanyaan secara sekuensi seperti
yang digambarkan dalam metode ORIK (Objektif, Reflektif,
Interaktif, Keputusan) bisa membantu kita. Paling penting, pastikan
ketika kita bertanya tidak memasukkan gagasan-gagasan kita sendiri
seperti, “Menurut saya, menggunakan X adalah cara terbaik,
bagaimana menurut Anda?”.
METODE DISKUSI/ORIK
Obyektif
panca indera, nyata
Reflektif
perasaan, emosi
Interpretatif ORIK
pikiran, analisis
Keputusan
tindak lanjut
Seni Menggali Lebih Dalam PROBING
(Probing) ===
Teknik adalah salah satu keterampilan yang wajib dimiliki
oleh seorang fasilitator. Teknik ini digunakan untuk menggali lebih
dalam lagi dan menjaga agar orang-orang yang berdiskusi untuk “Pertimbangan
tetap berbicara. Di samping itu, teknik probing ini sangat berasal dari
diperlukan untuk menghindarkan diskusi dari kemacetan. pengalaman, dan
pertimbangan hebat
Teknik ini akan menunjukkan perbedaan positif diantara berasal dari
kegiatan fasilitasi pada tingkat kualitas dan kedalaman. Sepeti pengalaman yang
misalnya pada saat kelompok terjebak pada kemacetan atau diskusi buruk “
yang semakin melebar maka teknik probing ini dapat digunakan - Robert Packwood
untuk memindahkan diskusi kepada hal-hal yang lebih detil dan
spesifik.
Beberapa cara probing untuk membantu kelompok antara
lain:
Mencari akar masalah;
Mencerahkan anggota kelompok yang lain;
Mengeksplorasi perhatian atau gagasan;
Mendorong anggota kelompok untuk mengekplorasi gagasan
secara lebih mendalam dan untuk menolong proses berpikir
mereka sendiri;
26 BUKU PEGANGAN PESERTA 26
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Membuka kelompok agar lebih jujur membagi informasi dan
perhatian;
Menaikkan tingkat kepercayaan dalam kelompok;
Membongkar fakta-fakta kunci yang belum keluar;
Meningkatkan kreatifitas dan berpikir positif.
Komunikasi non verbal juga dapat dilakukan untuk
melakukan probing, yaitu antara lain dengan menganggukkan kepala,
menjaga kontak mata langsung, dan tetap berdiam diri untuk
beberapa saat. Cara-cara ini digunakan untuk menggali lebih dalam
lagi pendapat peserta.
Teknik verbal juga dilakukan untuk hal yang sama, misalnya
dapat menggunakan kalimat sederhana, “O ya?” atau “Hmm…”,
tetapi juga bisa saja pertanyaan atau permintaan langsung, seperti
“Kenapa begitu?”, “Bisa diberikan contoh?”.
Namun Anda harus menggunakan probing ini secara selektif
sebagai pembuka jalan saja. Karena bila terlalu banyak melakukan
probing yang tidak tepat justru akan menimbulkan beberapa hal
yang seharusnya dihindari. Antara lain adalah anggota kelompok
merasa diinterograsi, anggota kelompok lain merasa menjadi
kurang terperhatikan karena terlalu banyak probing pada salah satu
orang, kehilangan netralitas (terutama bila memiliki agenda
tersembunyi), dan probing dapat membuat berputar-putar pada
satu tempat saja, tidak bisa kemana-mana.
PARAFRASE Seni Membuat Ikhtisar
(Parafrase) ===
Teknik ini adalah teknik mengulang pendapat dengan
“Perselisihan menggunakan bahasa anda sendiri. Parafrase sangat berguna untuk
yang jujur sering
merupakan
memeriksa pemahaman dengan orang yang berpendapat. Ketika
pertanda baik fasilitator mengulang kalimat-kalimat si pembicara, peserta yang
kemajuan. “ lain juga akan saling memeriksa pemahaman mereka atas pendapat
- Mohandas K. peserta yang mengajukan pendapat. Jika anda salah menangkap
Gandhi pesan yang dimaksud, maka anda dapat langsung melakukan
perbaikan terhadap kesalahpahaman tersebut. Contoh kalimat
parafrase tersebut adalah, “Baik, Supri. Kalau tidak salah, anda tadi
mengatakan…”.
Anda dapat menggunakan teknik ini untuk menaikkan
kesepahaman dalam kelompok, tetapi jangan sampai menggunakan
teknik ini untuk memasukkan opini anda sendiri. Juga, hindari kesan
bahwa anda berusaha untuk memperbaiki atau menambahkan apa
yang telah dikatakan oleh peserta diskusi.
Dalam bahasa yang sederhana, parafrase digunakan sebagai
penghormatan terhadap orang yang berpendapat, dan sebagai
27 BUKU PEGANGAN PESERTA
27
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
fasilitator anda mendengar langsung dan menghargai apa yang
diungkapkan peserta tersebut.
Parafrase paling tepat digunakan untuk membantu kalimat-
kalimat peserta yang tidak jelas, terlalu abstrak, konsep tidak
terang, atau mempunyai terlalu banyak ide. Dalam beberapa kasus,
seni membuat ikhstisar ini tidak perlu dilakukan terutama jika anda
sudah mencatat input anggota di flip chart atau white board. Hindari
memparafrase setiap input orang. Teknik terbaik yang bisa
dilakukan adalah mendengar secara aktif dan merekam kata-kata
kunci dari pembicara.
Beberapa hal yang perlu dipegang sebagai dasar melakukan
parafrase antara lain adalah: parafrase hanya untuk memeriksa
pamahaman; jangan menggunakan parafrase untuk memperbaiki
kalimat-kalimat pembicara; hindari menambah atau mengubah apa
yang dikatakan pembicara; jika meungkin gunakan kata-kata si
pembicara setepat mungkin; dan parafrase digunakan ketika anda
pikir ada anggota kelompok yang tidak mendengar apa yang
dikatakan si pembicara.
Seni Mengaitkan Pernyataan REFERENCING
dan Komentar === BACK
Teknik ini seringkali disebut dengan teknik referencing back,
yaitu teknik untuk mengkait-kaitkan pernyataan peserta dengan
pernyataan peserta yang lain sebelum-sebelumnya. Ketika peserta
pertemuan mengemukakan sebuah pendapat yang mirip dengan
komentar yang telah dikatakan sebelum-sebelumnya, anda bisa
mengatakan, “Ini mungkin masih berkaitan dengan pernyataan yang
dikatakan Andri tadi. Andri bagaimana pendapat anda?”. “Mulai dengan
sesuatu yang
Referencing back mendorong anggota untuk mengetahui benar
dan membangun di atas salah satu ide yang lain. Teknik ini juga ketimbang
mendorong partisipan untuk mendengarkan satu sama lain. Di dengan sesuatu
samping itu, teknik ini dapat digunakan untuk tidak setuju dan yang bisa
menunjuk perbedaan yang ada di antara pendapat-pendapat diterima “
- Peter F.
peserta. Teknik ini juga mendorong peserta untuk saling Drucker
mendengarkan satu dengan yang lain. Karena kadangkala peserta
mengulang pembicaraan yang telah ada karena mereka tidak
mendengar pendapat yang telah muncul sebelumnya atau ingin
mengungkapkan ide tersebut dengan cara yang lain.
Dengan mengungkapkan apa yang telah diungkapkan
peserta sebelumnya, maka sebenarnya forum pertemuan telah
didorong untuk lebih teliti dan menyimak apa-apa pendapat yang
telah muncul sebelumnya. Para peserta didorong untuk mendengar
lebih teliti dan mengkait-kaitkan komentar-komentar mereka
dengan peserta yang lain.
28 BUKU PEGANGAN PESERTA 28
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Keuntungan lain yang dapat anda peroleh dari menerapkan
referencing back adalah dapat dikatakan bahwa ini menunjukkan
perhatian anda kepada setipa komentar yang muncul dari peserta.
Disamping itu tentu saja hal ini membuktikan bahwa anda
mendengarkan dan menyimak secara aktif setiap pendapat yang
muncul. Karena kadangkala, banyak fasilitator atau peserta yang
mengabaikan komentar orang lain dan menganggapnya sebagai
sebuah komentar yang tidak pernah diungkapkan.
Teknik referencing back adalah juga teknik yang bagus untuk
menyeimbangkan partisipasi, karena sebagai fasilitator anda dapat
memilih pendapat dari peserta yang sangat pendiam atau seseorang
yang berada dalam posisi yang tidak berkuasa dalam organisasi. Hal
ini adalah sebagai cara anda untuk memberi respek dan
penghargaan karena telah membagi gagasan.
OBSERVING Seni Mengamati (Observing) ===
Teknik observasi atau pengamatan adalah kemampuan
untuk mengamati apa yang sedang terjadi tanpa menghakimi tanda-
tanda non verbal seseorang dan kelompok secara obyektif. Hal ini
terjadi karena seringkali orang lebih mudah mengembalikan kata-
kata dibandingkan dengan perilaku kita. Sebagai fasilitator,
pengamatan memberikan peluang bagi anda untuk mengetahui apa
yang dipikirkan orang lain tidak hanya dari apa yang dikatakan,
tetapi juga dari perilakunya. Karena sebenarnya perilaku non verbal
dapat mengungkapkan sesuatu pesan secara cukup kuat.
Anda bisa mengecek berbagai pendapat bukan hanya pada
apa yang dikatakan melainkan juga pada bahasa non verbalnya
karena seringkali pendapat juga dipengaruhi oleh bagaimana cara
pendapat tersebut diungkapkan. Misalnya untuk tataran individu,
“Ide terbaik anda dapat mengecek pada intonasi suara, gaya komunikasi,
muncul sebagai ekspresi muka, kontak mata, gerakan tubuh, dan postur tubuh.
gurauan. Buat
pemikiran anda
Sedangkan pada tingkatan kelompok anda dapat mengecek
selucu beberapa hal berikut: siapa mengatakan apa? Siapa melakukan apa?
mungkin.“ Siapa melihat siapa ketika mengatakan sesuatu? Siapa menghindari
- David Ogilvy terjadinya kontak mata? Siapa duduk di dekat siapa? Bagaimana
tingkat energi kelompok? Bagaimana tingkat minat kelompok?
Pengamatan yang baik akan membantu anda untuk
mendapatkan gambaran tentang perasaan dan sikap para peserta
serta memantau dinamika, proses-proses dan partisipasi kelompok.
Karena itu sangat penting bagi seorang fasilitator untuk
mengembangkan keterampilan mengamati jenis-jenis komunikasi
non-verbal. Sebaiknya Anda melakukannya dalam waktu yang
singkat tanpa diketahui oleh peserta-peserta yang lain.
29 BUKU PEGANGAN PESERTA
29
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Seni Menyimak ===
MENYIMAK
Banyak fasilitator melewatkan substansi komunikasi “dua
arah”, yang sejatinya sangat penting dalam meningkatkan
kesepahaman antara berbagai pihak. Keterampilan menyimak
adalah keterampilan kunci seorang fasilitator. Hal ini sangat penting
bagi seorang fasilitator karena cara Anda menyimak akan
mempunyai arti yang sangat paenting bagi orang yang berbicara dan
membantu meningkatkan kualitas komunikasi antara Anda dan
orang itu.
Disamping itu, fasilitator juga bertanggungjawab untuk
meningkatkan kualitas komunikasi dalam kelompok dan membantu
anggota kelompok untuk saling menyimak dengan lebih baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimak
antara lain adalah:
Tunjukkan empati dan minat. Artinya Anda sedang menyimak.
Gunakan bahasa tubuh anda sebagai pesan bahwa Anda sedang “Cari peluang.
memperhatikan dan mencoba memahami apa yang mereka Jangan tunggu
pikirkan. Perhatikan kata-katanya yang utama, jangan banyak peluang mengetuk
pintu anda.
bicara untuk menjelaskan opini anda sendiri, biarkan mereka Kemungkinan anda
bebas menyampaikan gagasan yang ada dipikiran. Berikan tidak dirumah “
dukungan secara penuh dengan memberikan fokus perhatian - Jinger Health
kepada orang tersebut dengan cara menganggukkan kepala
ataupun dengan kata-kata dukungan. Jangan menyela!
Menyimaklah dengan aktif. Menyimak bukan berarti anda harus
pasif. Melainkan anda harus aktif untuk menangkap seluruh
pesan yang ingin disampaikan oleh peserta yang berpendapat.
Misalnya dengan memperhatikan bentuk tubuh, raut muka dan
pilihan bahasa yang digunakan. Gunakan teknik parafrase untuk
memastikan bahwa anda paham.
Menyimak dengan baik lebih sulit dari dugaan kita. Hal ini terjadi
karena banyak hal yang ternyata menyebabkan kita menjadi
30 BUKU PEGANGAN PESERTA 30
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
sulit untuk menyimak. Misalnya, karena proses kita berpikir
lebih cepat daripada orang berbicara, maka kadang-kadang pada
saat seseorang belum selesai berbicara mereka telah
menggunakan kemampuannya untuk berpikir hal yang lain. Atau
misalnya, mendadak emosi dan terbakar amarahnya saat
mendengar orang lain berpendapat, mendengar dengan
melamun, menyimak dengan telinga terbuka tetapi pikiran
tertutup, menganggap isu-isu yang diungkapkan terlalu berat
sehingga bias dan menyimak dengan serta merta menggoyang
keyakinan orang lain.
“Rencana-
rencana kita
adalah
permainan yang
harus dipoles
dengan kerja
keras.“
- Bern Williams
31 BUKU PEGANGAN PESERTA
31
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
BAB 4:
Mengelola Dinamika Kelompok
Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda antara satu
dengan yang lain. Namun ada beberapa cara yang dapat ditempuh
untuk membangun sebuah kelompok. Salah satu model yang dapat
anda jadikan sebagai seorang fasilitator untuk mendorong
perkembangan kelompok antara lain adalah:
FORMING Forming ===
INFORMING Tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok.
Mungkin ada yang mengikuti pertemuan karena penugasan.
Mungkin ada beberapa peserta yang masih diliputi perasaan
keraguan dan was-was. Apakah saya akan bisa cocok dengan yang
lain? Sebagai fasilitator anda harus dapat memastikan agar mereka
merasa nyaman. Berikan perhatian secara khusus kepada peserta.
“Kadang jauh Beri waktu kepada mereka untuk saling berkenalan dan anda juga
lebih penting
menemukan
bisa gunakan permainan atau ice breaker.
apa yang tak
bisa kita lakukan Informing ===
ketimbang apa
yang bisa kita
lakukan.”
Tahap penjelasan di mana anggota kelompok diberi
- Lin Yutang penjelasan tentang tujuan dari tugas yang akan dilakukan. Ada
interaksi antar anggota karena mereka sadar bahwa mereka
menuju pada tujuan yang sama. Sebagai fasilitator Anda dapat
mencari titik pijak yang sama, dan membentuk sendiri visi, misi
serta tujuan kelompok. Gunakan kegiatan-kegiatan pengenalan dan
agenda yang jelas.
33 BUKU PEGANGAN PESERTA
33
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Storming ===
Pada tahapan ini adalah dimulainya membangun peran di
antara masing-masing peserta. Tahapan ini adalah sebuah fase yang
sangat penting karena sangat mungkin dalam tahapan ini akan
terjadi tarik menarik, uji coba dan bahkan terjadinya konflik.
Benturan antar pribadi sangat mungkin akan terjadi, bahkan
benturan dengan pemimpin kelompok. Sebagai fasilitator anda
harus memberikan dukungan kepada seluruh kelompok.
Kembangkan dan gunakan teknik-teknik fasilitasi serta ingatkan
peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok. Usahakan STORMING
terjadinya keterbukaan dan keinginan untuk mengatasi konflik.
NORMING
Norming ===
MOURNING
Tahapan ini adalah fase stabilisasi dimana aturan, ritual, dan
prosedur ditetapkan dan diterima. Identitas peran disepakati
bersama dan tercipta suasana kebersamaan. Jalan menuju kemajuan
TRANSFORMING
disetujui bersama. Sebagai fasilitator anda harus memberikan
bantuan dalam menghaluskan proses. Jika diperlukan, perbaiki atau
sesuaikan norma dan serahkan kembali tanggung jawab kepada
kelompok.
Mourning ===
Anda telah memasuki tahap akhir. Di mana dalam tahapan
ini tugas sudah selesai dikerjakan, dan tujuan utama pembentukan
kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara
resmi sudah berakhir. Ada rasa sedih dan anggota mulai
memikirkan tugas lain. Sebagai fasilitator anda perlu untuk
mempersiapkan peserta agar bisa menghadapi transisi dari “Rahasia dari disiplin
pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok. Pastikan adalah motivasi. Jika
bahwa ada semacam ritual perpisahan, baik secara individu maupun seseorang termotivasi
sebagai kelompok. Gunakan beberapa metode umpan balik akhir. secara cukup, disiplin
akan berjalan dengan
sendirinya.”
Transforming === - Sir Alexander
Paterson
Pada tahapan ini tim menjadi dinamis dan tidak statis karena
pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan
baik di masing-masing anggota maupun pada kelompok secara
keseluruhan. Sebagai fasilitator anda dapat menunjukkan dukungan
dan rasa percaya pada kelompok. Hargai perubahan yang terjadi
dengan memberikan pujian tetapi jaga agar tidak berlebihan.
34 BUKU PEGANGAN PESERTA 34
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
Mourning
Transforming
Forming
Performing
Informing
Norming
Storming
BALANCING
ENCOURAGING
Setiap kelompok selalu memiliki dinamika
sendiri ===
Fasilitator sebaiknya dapat berperan sebagai penyeimbang
(balancing) agar dinamika kelompok dapat mencapai hasil yang
diinginkan (performing). Untuk membuat dinamika kelompok
seimbang, Fasilitator perlu melakukan kombinasi berbagai teknik
fasilitasi seperti menyimak, mengamati, bertanya, probing,
menyimpulkan, mengelola perbedaan pendapat, memberikan
semangat (encouraging) dan lain-lain. Beberapa kiat yg dapat
membantu fasilitator membangun kelompok antara lain adalah
belajar memahami sebanyak mungkin karakter dan sifat-sifat
individu ketika ia menjadi anggota kelompok, membentuk
kelompok diskusi yang benar-benar kecil dan memungkinkan
“Pengalaman semua menyumbangkan pikiran dengan aman dan jangan malu
membuat anda meminta bantuan orang di luar kelompok jika memang diperlukan.
bisa menngenali Paling penting adalah manfaatkan pendukung anda! Berikut
sebuah kesalahan
ini adalah ciri-ciri perilaku konstruktif dan ciri-cirinya.
jika anda
melakukannya
lagi.” Perilaku Konstruktif Ciri-ciri
- Franklin P. Jones Inisiator Mengusulkan gagasan-gagasan baru
untuk didiskusikan serta pendekatan-
pendekatan baru untuk mengatasi
masalah.
Pemberi Opini Menyampaikan pandangan-pandangan
yang relevan dan menawarkan solusi
lainnya.
Pembangun Membangun dari apa yang diusulkan
orang lain
35 BUKU PEGANGAN PESERTA
35
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
Pemberi Klarifikasi Memberikan contoh-contoh relevan,
menawarkan alasan, mencari
pengertian dan pemahaman, melakukan
klarifikasi atas masalah
Penguji Mengangkat pertanyaan-pertanyaan
untuk ‘menguji’ apakah kelompok
sudah siap mengambil keputusan
Pembuat Kesimpulan Melakukan review atas diskusi dan
menyimpulkannya
Penantang Menantang kelompok agar berpikir
kritis tentang gagasan mereka sendiri
Pereda Ketegangan Menggunakan humor atau meminta
rehat pada saat-saat yang tepat
Pencari Kompromi Mengalah sewaktu dibutuhkan agar
kelompok dapat melangkah maju
Pencipta Keharmonisan Membantu menciptakan suasana
harmonis
Pemberi Semangat Memberi semangat pada yang lain,
bersikap ramah dan memuji
Penjaga Gawang Menjaga agar komunikasi berjalan
lancar dan mendorong partisipasi KARAKTER
Berikut adalah karakter peserta dan bagaimana melakukan INTERVENSI
intervensi terhadapnya.
Karakter Intervensi
Pendiam Orang pendiam harus dihargai apapun
partisipasi mereka. Pada saat di luar ruang
pertemuan, berikan semangat. Berikan umpan “Kepemimpinan adalah
balik pribadi secara tersendiri. Berikan gabungan antara
strategi dan watak. Jika
kesempatan memperoleh materi sebelumnya
anda harus memilih
agar bisa mempersiapkan diri. Luangkan waktu salah satu, lebih baik
bersama. Bersabarlah. Undang bicara dan cari pilih watak.”
tahu bagaimana pemahamannya atas isi - H. Norman
pertemuan. Dorong kelompok membantu ia Schwarzkope
belajar. Bentuklah kelompok diskusi kecil.
Agresor Cari penyebabnya dan hilangkan jika
memungkinkan. Berikan umpan balik. Ubah
komposisi kelompok. Ingatkan kelompok
tentang norma belajar. Hadapi perilakunya
ketika terjadi dan perkuat perilaku lain ketika
terjadi. Bentuk kelompok alternatif non-agresif.
Diskusikan akibat perilakunya dengan seluruh
anggota kelompok.
Dominator Luangkan waktu. Berikan umpan balik. Catat
tingkat partisipasinya. Buat kelompok bagi
36 BUKU PEGANGAN PESERTA 36
PELATIHAN MEMFASILITASI DENGAN EFEKTIF
GUIDELINNE FOR FASILITATOR
orang-orang yang bertipe sama. Bisa meminta
ia dia beberapa saat. Undang agar ikut
bertanggung jawab atas peranserta yang lain.
Kembangkan sikap asertif terhadap orang lain.
Menarik Diri Cari alasannya. Berikan peran saat memberikan
tugas kepada kelompok. Perkuat, berikan
semangat, dukung partisipasinya dan berikan
tanggung jawab khusus. Tempatkan pada
kelompok yang mau memberikan dukungan.
Terima keputusannya dan bersabarlah. Dorong
terus partisipasinya.
Pelawak Ingatkan kelompok akan manfaat dan
penyalahgunaan humor. Hadapi perilakunya.
Berikan umpan balik – beri waktu agar bisa
berubah. Dukung perilaku peserta yang
berbeda dengan perilaku orang ini.
Penyendiri Tunjukkan sikap menerima. Berikan umpan
balik jika sesuai. Berikan dukungan khusus.
Alokasikan peran atau tanggung jawab khusus.
Dukung – ciptakan kesempatan untuk meraih
penghargaan.
“Jika anda bertekad
menciptakan nilai,
dan jika anda tidak
takut dengan masa-
masa susah,
hambatan-hambatan
akan menjadi sama
sekali tidak penting.”
- Candice Carpenter
37 BUKU PEGANGAN PESERTA
37