Docstoc

1 - ICT Center SMK Muhammadiyah 5 Babat

Document Sample
1 - ICT Center SMK Muhammadiyah 5 Babat Powered By Docstoc
					1
BAB 1
PENGANTAR WEB DESIGN
Dalam dunia maya (internet) kita mengenal beberapa istilah tentang
web, www, website, web pages, dan homepage. Bagi orang awan,
istilah tersebut bisa saja diartikan sama. Ada sebagian masyakat
kita mencantumkan alamat lengkap dengan imbuhan, misalnya
homepage: www.toolkits.com atau website:
www.desain2u.com atau alamat situs:
www.entahkenapa.com dan lain-lain.
Memang, sah-sah saja mencantumkan beberapa kalimat tersebut
karena memang intinya sama yaitu mencantumkan alamat situs
yang dapat dikunjungi. Untuk mengetahui arti yang sebenarnya, di
bawah ini terdapat sedikit ulasan beberapa istilah dalam internet
yang sering ditemui.
www (Word Wide Web) : merupakan kumpulan web server dari
seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk
digunakan bersama-sama.
Web adalah adalah fasilitas hypertext yang mampu menampilkan
data berupa teks, gambar, suara, animasi, dan multimedia lainnya,
di mana di antara data-data tersebut saling terkait dan berhubungan
satu dengan yang lainnya. Untuk memudahkan dalam membaca
data tersebut diperlukan sebuah web browser seperti Internet
Explorer, Netscape, Opera, maupun Mozilla Firefox
Website (situs web) : merupakan tempat penyimpanan data dan
informasi berdasarkan topik tertentu. Diibaratkan web site ini seperti
buku yang berisi topik tertentu.
Web Pages (halaman web) : merupakan sebuah halaman khusus
2
dari situs web tertentu. Diibaratkan halaman web ini seperti
halaman khusus dari buku.
Homepage : merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau
menu dari sebuah situs web.
Mendesain web bukan merupakan pekerjaan yang berat dan bukan
merupakan pekerjaan yang ringan. Apa maksudnya? Merancang
web bukanlah pekerjaan yang berat artinya siapapun bisa
menguasai dan membuatnya asalkan memiliki kemauan untuk
belajar. Namun merancang web (web design) bukanlah pekerjaan
yang ringan artinya tidak semua orang memiliki kemampuan yang
luas tentang beberapa aspek yang harus diketahui agar tampilan
web menarik sehingga banyak pengunjung yang datang.
Sebagai contoh, ketika kita membuat sebuah homepage (halaman
utama web) sangat lama proses aksesnya. Mengapa hal itu bisa
terjadi? Itu semua diakibatkan tidak adanya ketentuan besarnya file
halaman utama tersebut. Agar halaman web kita mudah diakses
oleh para pengunjung tentunya harus memiliki pengetahuan dalam
mendesain sebuah web.
Buku ini sengaja disusun untuk memandu para web designer
pemula agar menghasilkan sebuah website yang inovatif dan kreatif
secara profesional. Ulasan dalam buku ini menyangkut masalah
teknik pembuatan interface (halaman muka) sebuah website
menggunakan Adobe Photoshop kemudian diolah menggunakan
Macromedia Dreamweaver. Selanjutnya, dipercantik dengan
tambahan animasi yang dibuat menggunakan Macromedia Flash.
Jadi kita menggunakan 3 tools untuk membuat situs yang inovatif
dan kreatif secara profesional.
Dalam buku ini tidak lagi membahas secara teoritis tentang
penggunaan masing-masing tools namun langsung pada
permasalahan yang sering dijumpai ketika akan membuat sebuah
situs.
3
1.1. TIPS MEMBUAT WEBSITE PROFESIONAL
Terdapat beberapa point penting ketika membuat sebuah website
yang profesional.
1. Homepage (halaman utama) situs Anda harus dapat diakses
maksimal 8 detik atau dapat diakses melalui koneksi jaringan
internet minimal 28,8 kbps. Apabila proses koneksi
membutuhkan waktu yang sangat lama, hal ini akan berpotensi
hilangnya customer (pengunjung) yang tidak “betah” menunggu
terlalu lama. Akhirnya situs kita tidak akan dikunjungi olah para
“calon customer”.
2. Pastikan menyertakan META Tag pada masing-masing halaman
website Anda. META Tag adalah kode yang memungkinkan
search engine (mesin pencari seperti: Google) untuk
menentukan kata kunci yang relevan dari website Anda.
3. Pilihlah warna latar belakang (background) yang sesuai, jangan
menggunakan warna yang mempengaruhi teks untuk dibaca.
Warna situs menjadi sebuah ekspresi hati Anda. Warna orange
melambangkan keceriaan sedangkan warna ungu atau hitam
melambangkan kesuraman. Untuk itu pilihlah warna yang sesuai
untuk situs Anda berdasarkan isi yang terkandung dalam situs
tersebut.
4. Gunakan animasi seperlunya, jangan terlalu berlebihan karena
dapat mempengaruhi konsentrasi pengguna ketika sedang
membaca informasi. Selain itu, animasi juga dapat menghambat
akses ke halaman situs Anda. Sebuah animasi yang bagus
bukan menjadi jaminan bahwa situs Anda menarik perhatian
pengunjung.
5. Halaman Utama situs harus lebih spesifik agar para pengunjung
dapat mengetahui produk yang ditawarkan. Sebagai contoh, jika
situs Anda merupakan sebuah lembaga konsultasi maka
sebaiknya jasa-jasa konsultasi yang ditawarkan ditampilkan di
halaman utama. Jangan sampai pengunjung merasa bingung
4
dengan keberadaan situs Anda yang tidak jelas produk yang
ditawarkan.
6. Hindari pemasangan iklan (banner) di bagian atas website
Anda. Batasi jumlah banner yang akan ditayangkan, maksimal 2
dan idealnya cukup 1 banner. Semakin banyak jumlah banner,
semakin lama proses akses dan akan sangat mengganggu
konsentrasi pengguna ketika mengunjungi situs Anda.
7. Periksa ejaan yang salah dan pastikan gambar dan link
terhubung dengan baik sebelum ditampilkan secara on-line.
Kesalahan dalam mengetikkan alamat url mengakibatkan
halaman tersebut akan “ERROR”. Jika sebuah situs terdapat
salah satu atau beberapa halaman yang error menjadikan situs
tersebut nampak tidak profesional.
8. Lengkapilah website Anda dengan tombol navigasi yang mudah
dan tersusun dengan rapi pada bagian atas, bawah, kiri,
maupun kanan. Jika menggunakan tombol dalam bentuk
gambar, perlu diingat bahwa kemungkinan proses akses lebih
lama. Mengapa? Karena gambar memiliki ukuran yang cukup
besar, dan seperti kita ketahui. Sebuah halaman situs maksimal
berukuran tidak lebih dari 100kb.
9. Jika terpaksa harus menggunakan Frame, gunakan secara
tepat. Pada dasarnya, penggunaan Frame dalam sebuah situs
akan berkesan tidak profesional. Hindari halaman yang
memerlukan “scroll”, ini mengakibatkan pengujung kurang
nyaman untuk mencari informasi sehingga akan cepat-cepat
“kabur” dari situs Anda.
10. Perhitungkan jumlah klik yang dibutuhkan untuk pindah dari
halaman satu ke lainnya. Jika terlalu banyak klik akan sangat
membosankan bagi pengunjung. Anda bisa menerapkan sistem
navigasi yang lebih nyaman dengan menyertakan logo pada
setiap halamannya.
11. Jika menggunakan “JAVA” pada website Anda gunakan secara
tepat. Tawarkan “Java” atau “No Java” kepada pengunjung
karena dapat mempengaruhi kinerja masing-masing browser.
5
Hindari adanya iklan “pop up” yang akan membuat pengunjung
menjadi bosan.
12. Jangan menambahkan “autoplay” suara ketika seseorang
mengunjungi situs Anda. Sebaiknya tawarkan, apakah
menggunakan intro beserta audio (suara) ataukah langsung ke
halaman utama.
13. Periksa website Anda dengan beberapa jenis browser karena
masing-masing browser memiliki kemampuan yang berbeda.
1.2. PRINSIP DALAM MENDESAIN WEBSITE
Ketika Anda mulai memikirkan merancang sebuah website, Anda
perlu memikirkan bagaimana pemilihan warna yang tepat sehingga
akan memberikan penilaian tersendiri kepada pengunjung tentang
website yang Anda buat dan bagaimana rancangan tata letak
(design layout) dapat membantu “mendesain secara kerja sama”
dalam sebuah tim.
Disain yang bagus hampir tidak kelihatan, namun jika disainnya
jelek maka akan memberikan dampak yang luar biasa. Jika disain
website Anda dirancang bagus dan tata letak informasi juga
membantu para pengunjung mudah menggunakan website tersebut,
pengunjung pasti akan kembali menjelajah website Anda. Namun
jika Anda tidak berpikir bagaimana mendisain dan memilih warna
yang baik maka akan memberikan dampak kepada
pengguna/pengunjung tersebut. Jika hal ini terjadi, jangan harap
pengunjung/pengguna akan kembali lagi mengunjungi situs Anda.
1.3. SOFTWARE DISAIN GRAFIS
Dalam merancang sebuah website, kita tidak bisa lepas dari
perangkat lunak untuk mengolah gambar (image) sebagai bagian
dari website. Ada beberapa alat disain grafis yang dapat digunakan
untuk membantu dalam membuat website yang cantik, diantaranya:
6
- Adobe Photoshop (http://www.adobe.com) : software ini
sangat populer dan dapat diandalkan untuk membuat dan
mengedit grafik maupun gambar fotografi.
- Adobe Illustrator (http://www.adobe.com) : software ini
digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor dan
dapat digunakan untuk membuat ilustrasi.
- PaintShop Pro (http://www.jasc.com) : software ini sama
dengan Adobe Photoshop, sedikit lebih canggih namun
masih kalah populer dibandingkan Adobe Photoshop.
- Macromedia Fireworks (http://www.macromedia.com) :
software ini sangat mirip dengan Adobe Photoshop, namun
tool ini berbasis vektor. Software ini mengijinkan semua
elemen dapat diedit kembali dan dapat berintegrasi dengan
Macromedia Dreamweaver.
- Macromedia Flash (http://www.macromedia.com) :
software ini dapat digunakan untuk membuat animasi dan
berbasis vektor untuk website.
1.4. FORMAT GRAFIS
Grafik/gambar dalam sebuah website dapat memberikan efek visual
yang luar biasa terhadap website tersebut, namun bisa menambah
waktu koneksi akibat banyaknya gambar yang ditampilkan. Grafik
dalam website dapat berupa statik, animasi, dan fotografi.
Agar koneksi ke website kita lebih cepat, perlu memahami beberapa
format file yang sering digunakan pada sebuah website,
diantaranya:
- GIF : memiliki warna 8-bit, mendukung dalam bentuk
transparan, mengkompresi area warna secara solid,
mereduksi jumlah warna dan menjalin untuk proses
download secara cepat, juga dapat digunakan untuk
7
membuat animasi dalam bentuk grafik (animated graphic).
- JPG : memiliki warna 24-bit,menjaga kualitas brightness dan
hue yang ditemukan dalam sebuah foto, dapat disimpan
dalam format berkualits tinggi maupun rendan (high or low
resolution), sebuah file jpg dapat pula digunakan versi
resolusi rendah (low resolution) dari gambar yang nampak
ketika gambar sedang didownload, tidak mendukung
transparansi.
- PNG : PNG-8 mendukung warna 8 bit, mengkompres area
warna yang pekat, menjaga detail ketajaman, mendukung
transparansi, kompresi lebih canggih dibandingkan gif
karena dapat mengkompresi sekitar 10-30% lebih kecil dari
format GIF.
Setelah melihat perbandingan beberapa format file grafis untuk web,
Anda dapat menentukan format apa yang akan digunakan sesuai
kebutuhan. Pada prinsipnya, semua format file tersebut dapat
dijadikan panduan dalam memilih format file yang tepat. Ada
beberapa bahan pertimbangan ketika memilih salah satu dari
beberapa format file tersebut, diantaranya:
- Usahakan ukuran file seminimal mungkin
- Selalu gunakan mode warna RGB
- Gunakan web pallete (216 web-safe colour)
-
Jika Anda memilih format file GIF : simpan sedikit warna jika perlu,
simpanlah sebagai interlaced .gif, buatlah latar belakang transparan
berwarna.
Jika Anda memilih format file JPG : pilih kualitas yang paling kecil
jika perlu, simpan sebagai progresive.
8
BAB 2
KONSEP PEMBUATAN WEB
Sebelum membuat web secara profesional, tugas penting sebagai
seorang pengembang web adalah memberikan ide dan gagasan
tentang point apa saja yang akan ditampilkan dalam sebuah halaman
web. Dengan demikian, seorang pengembang web juga perlu
berkonsultasi dengan pemilik web itu sendiri agar segala sesuatu
yang menjadi tujuan pemilik web dapat terpenuhi.
Lain halnya dengan seorang pengembang web (web developer) yang
diberikan kebebasan dalam membuat sebuah web. Pemiliki web
umumnya mempercayakan sepenuhnya kepada pengembang web
(web developer). Nah, jika demikian maka sebagai seorang
pengembang web harus benar-benar membuktikan keterampilannya
dalam membuat web secara profesional agar para pemiliki web tidak
kecewa dengan karya yang telah dibuat.
Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah
karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan
nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus
dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai
seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php
dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka
hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai
membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh
pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan
sia-sia saja.
Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati
jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional. Yang
terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar
lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web
pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal.
9
Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa
konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan,
format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar
belakang sebuah halaman web.
Berikut ini terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam
membuat sebuah website.
DAPAT DIGUNAKAN (USABILITY)
Usabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam merancang web
(web design). Memang sangat baik jika memiliki sebuah website
dinamis yang nampak profesional dan bagus , namun jika perlu waktu
yang sangat lama untuk mendownload sebuah artikal atau
penggunaan navigasinya sangat rumit maka tidak heran jika
pengguna akan “hengkang” dari website Anda dan tidak akan kembali
lagi. Perlu diketahui, umumnya pengguna (user) ingin mendapatkan
informasi secara cepat meskipun tampilan website-nya biasa saja.
Jika terlalu lama saat mencari informasi maka para pengguna akan
langsung menutup halaman web tersebut. Ingat, jangan
mengorbankan aspek usabilitas dalam mendesain website.
NAVIGASI (NAVIGATION)
Navigasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah website
yang berfungsi untuk membantu pengguna (user) dalam menjelajah
website kita untuk mencari informasi yang diinginkan secara mudah.
Navigasi yang bagus mencerminkan struktur website yang sangat
baik.
Kadangkala ditemukan beberapa format navigasi, diantaranya:
- Papan Navigasi (Navigation Panel)
o Bisanya dalam bentuk menu-menu yang tersusun rapi.
o Sebaiknya diatur link pada bagian kiri (dari tangan
Anda) atau di bagian atas dari sebuah halaman web.
o Dapat berupa teks maupun grafik.
o Harus mengambil ruang yang tidak terlalu banyak.
o Posisi navigasi sebaiknya konsisten pada setiap
halamannya. Jika terpaksa menggunakan warna yang
berbeda, pastikan bagian tersebut masih merupakan
satu kesatuan.
10
Gambar Papan Navigasi
- Tombol Home (Home Button) :
o Tombol ini sangat familiar di kalangan pengembang web.
Fungsi utama tombol ini adalah untuk kembali ke
halaman utama (homepage).
o Tombol home dapat ditempatkan pada setiap halaman
web kecuali halaman utama (homepage).
o Tombol home maupun logo perusahaan dapat berfungsi
sebagai navigasi dan sebaiknya diletakkan di bagian kiri
atas (dari tangan Anda).
o Pastikan tombol home maupun logo ada pada setiap
halaman (kecuali halaman utama) agar pengunjung
(visitor) lebih familiar dengan navigasi tersebut.
Gambar Tombol Home
- Link
o Jika teks memiliki hyperlink sebaiknya diberi garis
bawah (underlined).
o Pengunjung mestinya tidak harus disajikan dalam
bentuk mouse over atau hover pada sebuah link untuk
menyadarkan pengunjung bahwa teks tersebut adalah
sebuah link – buatlah link yang nyata.
11
o Sediakanlah lebih banyak teks link (textual link) dalam
sebuah website untuk mengijinkan pengunjung ke
informasi referensi secara silang.
o Usahakan menyediakan daftar susunan link secara
nyata dibandingkan hidden (adanya hal yang
tersembunyi) dalam sebuah teks. Adanya link dalam
sebuah teks mengakibatkan proses membaca sedikit
lambat, namun hal ini mungkin saja menjadi hal yang
bagus dengan tujuan menandai (highlight) kata-kata
yang khusus.
o Buatlah perbedaan antara internal link (link dalam satu
website) dengan external link (link dengan website lain).
o Jika link tersebut masih dalam satu website (internal
link) buatlah link menggunakan teks yang simple. Jika
link tersebut mengarah ke website lain (external link)
usahakan memasukkan alamat lengkap website
tersebut dalam teks (misal: http://www.websitelain.com).
Hal itu akan memberikan informasi kepada pengunjung
tentang website yang berbeda sebelum mengklik link
tersebut.
Gambar External link
o Apabila menyertakan link eksternal dalam website Anda,
jangan membuat link dengan cara membuka jendela
baru (new window) menggunakan target “_blank”. Ini
dapat mengakibatkan pengunjung merasa terganggu.
o Hindari tombol kembali (back button) – yang merupakan
perintah umum untuk kembali ke halaman sebelumnya.
o Jika memiliki link dalam bentuk file berukuran besar
seperti .avi atau .pdf, sediakan ukuran dalam bentuk KB
12
dalam tanda kurung untuk memberikan informasi
kepada pengunjung tentang ukuran file tersebut
sebelum mendownloadnya.
o Buatlah kepastian pengunjung untuk mengetahui
tentang link yang sudah dikunjungi (diklik) dengan cara
memberi warna yang berbeda. Misalkan dari warna biru
ke merah (artinya: warna biru memberi arti link tersebut
belum dibuka sedangkan warna merah menandakan
link tersebut telah dikunjungi/dibuka).
- Judul html (HTML Title)
o Umumnya berada pada tag html header.
o Judul html (sebagai header) masih relevan dengan
halaman sekarang.
o Ditampilkan di bagian atas (top title bar) pada sebuah
browser.
o Judul html sangat berguna bagi yang membutuhkan
sebagai bookmark situs Anda.
Gambar Judul
- Peta situs (Site Map)
o Site map merupakan salah satu bagian dari halaman
website yang memberikan informasi tentang peta situs.
o Site map merupakan struktur yang hirarkis dari sebuah
situs dengan link untuk seluruh halaman yang relevan.
o Memiliki link yang menyolok ke peta situs dari setiap
halaman.
13
Gambar Site Map
- Fasilitas Pencarian (Search Facility)
o Beberapa pengunjung/pengguna lebih memilih fasilitas
pencarian sebelum menggunakan navigasi lain yang
disediakan.
o Ada juga beberapa pengguna menggunakan fasilitas
pencarian sebagai fasilitas terakhir yang akan
digunakan.
o Pastikan situs Anda memiliki sebuah fasilitas pencarian
(search facility).
o Letakkan kotak pencarian dalam posisi yang menyolok
pada setiap halamannya.
Gambar Fasilitas Pencarian
- Grafik sebagai Navigasi dan/atau Link (Graphic as
Navigation and/or Link)
o Sebagian pengembang web menggunakan grafik/
gambar sebagai link maupun navigasi. Berhati-hatilah
jika melakukan hal tersebut.
o Jika garis tepi (border=”0”) pada tag grafik, hal itu
mungkin menjadi jalan yang tidak jelas bagi pengunjung
ketika memberitahukan bahwa gambar tersebut
merupakan sebuah link.
o Jika grafik/gambar tersebut bukan dalam mouseover,
pengunjung mungkin tidak akan melihat kursor berubah
menjadi sebuah tangan.
14
Gambar Grafik sebagai navigasi atau link
o Usahakan dan sediakan link teks (textual link) untuk
informasi yang sama sebagai grafik.
Gambar Textual link
o Jika nilai estetika lebih penting, berilah garis tepi
(border=”1”) pada grafik/gambar sebagai link.
KONSEP PENULISAN (WRITING CONCEPT)
Teknik penulisan dalam web berbeda dengan penulisan untuk
publikasi (cetak). Waktu merupakan hal sangat penting bagi mereka
yang menggunakan Internet, sehingga para pengguna Internet tidak
akan membuang waktunya hanya untuk membaca teks yang sangat
banyak sekali. Riset membuktikan bahwa para pengguna cenderung
meneliti teks dalam layar monitor. Selain itu, lebih cepat membaca di
layar monitor dibandingkan membaca di atas kertas.
Terdapat beberapa konsep penulisan dalam sebuah web, yaitu:
- Sedikit itu lebih baik – pertahankan konsistensi: buatlah struktur
kalimat sesederhana mungkin, atau buatlah kalimat yang
pendek.
- Seringlah menyorot (highlight) kata atau ungkapan yang penting.
- Buatlah bullet atau nomor jika perlu.
15
- Buatlah panjang halamannya lebih pendek – hindari terlalu
banyak menggulung layar (vertical scroll).
- Gunakan link untuk menyorot (highlight) dan mengambil
pengguna untuk informasi lebih lanjut.
- Hindari penggunaan ungkapan yang tidak deskriptiv, seperti “klik
di sini” - coba dan gunakan kata deskriptiv untuk link.
- Hindari penggunaan tag <hr> (Horizontal Rule), untuk
memisahkan badan teks: gunakan banyak judul, subheading,
dan ruang putih sebagai gantinya (hal ini akan nampak lebih
bagus dan mudah dibaca, tag <hr> juga banyak yang tidak
menyukai.
- Hindari perataan teks di tengah-tengah (center) – tidak nyaman
untuk dibaca.
- Jangan menggunakan semua huruf kapital – tidak nyaman untuk
dibaca juga.
- Hindari teks miring (italic) secara berlebihan – hal ini juga tidak
nyaman untuk dibaca.
- Pertahankan isi (content) dari style – gunakan style sheet dan
masukakan file lain yang mendukung.
KESEDERHANAAN (SIMPLICITY)
Kesederhanaan merupakan hal penting dalam membuat sebuah web
profesional. Sederhana di sini bukan dalam arti tampilan sebuah situs,
namun lebih mengarah ke teknik penulisannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsep
kesederhanaan tetap dipertahankan, yaitu:
- Gunakan Heading dan Sub Heading untuk memisahkan bagian
teks.
- Gunakan ruang kosong dengan warna putih secara bijaksana.
- Pastikan Anda memiliki tidak lebih 12 kata dalam setiap barisnya.
- Tulislah isi secara singkat – bukan sebuah karangan.
- Sorot (highlight) kata-kata yang penting.
- Gunakan warna latar belakang pucat (terang) jika menggunakan
teks utama dengan warna gelap.
- Gunakan warna latar belakang gelap jika teks utama berwarna
terang.
16
- Hindari penggunaan warna yang terlalu banyak, terutama
kombinasi yang tajam bagi mereka yang buta warna dalam
membaca teks.
MUDAH DIAKSES (ACCESSIBILITY)
Suatu hal yang mudah diakses ke semua orang dengan
mengabaikan browser, paltform, sistem operasi, tersambung atau
putus merupakan hal yang sangat utama untuk mempertimbangkan
ketika merancang sebuah website. Anda tidak perlu menghalangi
seorang pengguna web keluar, siapa saja bisa menjadi potensi
menjadi pengunjung/ pelanggan. Setelah sebuah website mudah
diakses, membuat penggunaan website Anda akan banyak diakses
oleh pengguna/pengunjung. Mudah digunakan = Pengunjung akan
kembali. Sulit digunakan = Pengunjung akan “kapok”.
“Kekuatan Web adalah disukainya web tersebut oleh pengguna di
seluruh dunia (Universality). Akses oleh semua orang dengan
mengabakan kekurangannya adalah aspek yang sangat penting”.
(Tim Berners – Lee, Direktur W3C dan pembuat World Wide Web).
Aspek kemudahan dalam mengakses sebuah website perlu
mempertimbangkan beberapa hal sebelum merancang web, di
antaranya:
- Pastikan website Anda mudah digunakan oleh browser utama
yang sering digunakan banyak orang maupun web browser
lainnya.
- Pastikan website Anda mudah digunakan tanpa harus
mendownload sebuah plug-in tertentu.
- Ujilah website Anda pada tahap pengembangan untuk
memeriksa kinerja pada berbagai sistem operasi dengan versi
browser berbeda.
- Gunakan style sheet untuk memisahkan style dan content.
- Gunakan etika tag html untuk menampilkan teks yang dimaksud
sehingga memungkinkan pengguna yang masih awam dapat
membaca teks secara jelas dengan cara: menggunakan tag
<em> atau <strong> pada Heading, usahakan selalu
menetapkan teks alternatif untuk grafik (<img src=”gambar.gif”
width=”25” height=”35” alt=”keterangan gambar”>)
17
- Periksa penggunaan warna yang kurang bagus dengan berbagai
format kebutaan warna (color blindness): jika ragu-ragu –
desaturate (buatlah hitam dan putih) rancangan untuk melihatnya
apabila masih perlu pertimbangan, jangan menggunakan warna
sebagai indikasi adanya perubahan (misal: bagian baru), selalu
menggarisbawahi suatu teks berupa link.
KEBUTAAN WARNA (COLOR BLINDNESS)
Sekitar satu dari sebelas orang mungkin tidak mampu menggunakan
website Anda berkaitan dengan beberapa format kebutaan warna
(color blindness). Yang terbaik, website Anda tidak akan nampak
pada orang yang buta warna seperti yang telah Anda rancang.
Sialnya lagi, hal ini bisa jadi teks tidak terbaca, navigasi yang sulit
digunakan dan elemen lain yang tersembunyi.
Ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan warna agar website
Anda dapat digunakan oleh mereka yang buta warna, yaitu:
- Kebanyakan orang yang buta warna tidak bisa membedakan
antara warna merah dengan hijau.
- Warna yang teduh akan nampak terang jika dilihat oleh orang
yang buta warna.
- Format kebutaan warna yang umum adalah: Protanopia tidak
mampu menerima warna merah dan Deuteranopia tidak mampu
menerima warna hijau, sedangkan Tritanopia tidak mampu warna
biru.
Bagaimana cara menetralkan kondisi tersebut?
- Jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya kunci rahasia,
oleh karena itu gunakan selalu garis bawah (underline) jika
merupakan sebuah llink, sediakan pula arti lain untuk
membedakan antar bagian.
- Hindari penggunaan warna merah atau hijau saja secara
monoton pada website Anda.
- Pertahankan tingkat kontras antara teks dan latar belakang.
- Gunakan selalu “alt” (teks alternatif) pada setiap grafik.
18
GRAFIK (GRAPHIC)
Unsur grafik sangat diperlukan dalam sebuah website, karena
memiiki beberapa fungsi. Namun jika terlalu banyak menggunakan
grafik, bisa jadi website kita akan menimbulkan berbagai masalah.
Untuk mengatasi berbagai hal yang tidak diinginkan ketika
mendesain web, perlu mempertimbangkan berbagai sudut pandang
dalam penggunaan grafik, diantaranya:
- Tambahkan grafik seperlunya karena bisa menambah waktu
ketika pengguna mendownload artikel yang diinginkan.
- Ambillah yang terkecil dalam hal ukuran fisik dan file jika
memungkinkan.
- Jangan menggunakan navigasi dalam bentuk grafik jika ingin
dijadikan beberapa bahasa – hal ini memerlukan pemeliharaan
ekstra.
- Usahakan selalu mencantumkan spesifikasi tinggi dan lebar
dalam tag <img src>.
- Usahakan selalu mencantumkan nilai border=”1” dalam tag <img
src> atau beberapa browser akan menampilkan warna biru di
sekitar tepi gambar jika grafik tersebut merupakan sebuah link.
- Usahakan selalu menetapkan teks alternatif dalam tag <img
src=”gambar.gif” alt=”keterangan”>. Sebagian orang akan
mematikan grafik agar proses koneksi lebih cepat. Jika grafik
dimatikan, dan tidak memasukkan teks alternatif maka pengguna
tidak mengetahui gambar tersebut.
TEKNOLOGI BARU (NEW TECHNOLOGY)
Perkembangan internet yang begitu pesat membuat beberapa
developer menambahkan teknologi baru dapat menampilkan aplikasi
yang dibutuhkan.
Sebagai seorang web developer, tentu saja harus selalu mengikuti
perkembangan di dunia maya agar ketika merancang web tidak
timbul masalah akibat dari pengguaan teknologi yang sudah
kadaluwarsa.
19
Berikut ini terdapat beberapa bahan pertimbangan tentang teknologi
yang digunakan ketika merancang sebuah website, yaitu:
- Hindari penggunaan teknologi yang sudah lebih dari dua tahun.
- Hindari pembuatan website yang memaksa pengguna/
pengunjung harus mendownload software tertentu terlebih dulu.
- Jika Anda memiliki teknologi baru dalam sebuah situs, buatlah
alamat situs mirror-nya dengan cara memberi pilihan kepada
para pengguna sebelum memasuki situs Anda – jangan
menggunakan sebuah plug-in browser yang terdeteksi adanya
pengalihan jalur link.
- Gunakan perencanaan pada situs Anda untuk melihat jika para
pengguna menyukai html atau menggunakan teknologi baru yang
terpasang dalam situs – tinggalkan teknologi baru jika tidak
populer.
- Jika Anda membuat website menggunakan teknologi baru, cari
tahu tentang usabilitas (kemudahan penggunaan) dari semua
jenis website yang ada.
- Periksa statistik website Anda untuk melihat berapa banyak
pengguna memiliki plug-in terakhir sebelum Anda merancang
website.
20
BAB 3
MERANCANG WEB
Web yang sering dikunjungi orang merupakan nilai plus bagi seorang
web designer. Banyaknya pengunjung yang datang dapat dijadikan
tolok ukur keberhasilan seseorang dalam merancang dan
mengembangkan sebuah website profesional.
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keberhasilan tersebut,
diantaranya: mudah digunakan, proses koneksi cepat, tampilan
menarik, perpaduan warna sangat tepat, navigasi mudah dipahami
dan digunakan, isi artikel sangat berguna, dan masih banyak lagi
unsur lain. Semua itu bergantung pada respon pengunjung/
pengguna terhadap website yang kita buat.
Saat ini website sudah menjadi salah satu bagian dari identitas
sebuah institusi, sama pentingnya dengan alamat perusahaan.
Website dapat dijadikan “guide” bagi pelanggan untuk mengetahui
lebih jauh tentang profil sebuah institusi secara online. Ada beberapa
kelebihan dan manfaat website sehingga banyak orang
membutuhkan kehadirannya, diantaranya:
- Memiliki alamat secara online
- Jangkauan tanpa batas sehingga dapat diakses oleh
pengguna di seluruh dunia dalam waktu yang tak terbatas (24
jam sehari tanpa henti).
- Dapat berfungsi sebagai identitas pribadi/perusahaan
tentang profil diri agar dapat diketahui oleh para customer
dalam menjalankan bisnis sehingga komunikasi dapat
berjalan dengan mulus.
- Situs personal dapat berfungsi sebagai juru bicara untuk
menuangkan ide, gagasan, kritik, saran, berbagi ilmu, dan
suara hati lainnya yang ingin dituangkan ke dalam situs
melalui tulisan. Pada akhirnya menjadi “image branding”
terhadap orang yang bersangkutan. Hal ini sudah dilakukan
oleh banyak orang, dan ini terbukti banyaknya orang
21
“selebritis IT” hanya karena tulisan yang ada di situs
pribadinya.
- Menjadi cermin pribadi maupun citra perusahaan apabila fitur
yang disediakan cukup interaktif dan dinamis.
Semua manfaat itu tidak akan terwujud jika bentuk dan fitur website
“amburadul”. Itu semua sangat bergantung pada sang “web
developer” dalam memvisualisasikan profil perusahaan ke dalam
website. Meskipun demikian, sebagai pemilik situs juga harus ikut
terllibat dalam pembentukan dan pengembangan website yang
interaktif dan dinamis agar sesuai dengan sasaran dan tujuan yang
ingin dicapai. Hal inilah yang jarang disadari oleh para pemilik situs.
Umumnya para pemilik situs mempercayakan seluruh
pengembangannya kepada sang “web developer”
Berikut ini ada beberapa tips untuk calon pemilik situs dalam
memberikan masukan kepada pengembang web agar pembuatan
situs .dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak melenceng dari
sasaran dan tujuan.
- Melakukan survei dengan mesin pencari (search engine)
tentang contoh situs yang sudah ada dan situs pesaing
bisnis yang sudah muncul. Pelajarilah dengan seksama
terhadap situs tersebut, jika perlu tulislah poin-poin penting
yang menjadi andalan situs tersebut. Hal ini akan sangat
membantu dalam menentukan isi situs yang akan
ditampilkan.
- Dari hasil survei tersebut, tulislah keinginan Anda tentang isi
situs yang akan dibuat secara detail. Catatan tersebut
menjadi acuan untuk memilah-milah bagian yang penting dan
yang tidak penting. Jika memiliki anggaran yang terbatas,
maka poin-poin yang penting dapat didahulukan untuk
ditampilkan.
- Buatlah sketsa tata letak halaman (coretan di atas kertas
menggunakan pensil untuk membuat kotak-kotak yang
dinamai). Bayangkan tentang tata letak (layout) web yang
akan dibuat, Susunlah bagian yang akan ditonjolkan
(eye-catching) pada atas terlebih dulu dan yang tidak penting
22
pada bagian yang lain. Usahakan membuat pula halaman
lain jika masing-masing halaman terdapat perbedaan bentuk.
- Susunlah kata kunci (keyword) yang digunakan sebagai
acuan pencarian. Pikirkanlah secara seksama tentang isi
situs Anda untuk menentukan kata kunci yang tepat agar
pengguna dapat menemukan situs Anda secara cepat
berdasarkan kata kunci yang dimasukkan. Jika memiliki
beberapa kata kunci, urutkan kata kunci tersebut
berdasarkan prioritas. (misal: datakom, lintas, buana, penebit,
buku, bermutu).
- Periksa kembali data-data dalam situs sebelum di-launching.
Hal ini untuk memudahkan dalam perbaikan situs sebelum
diletakkan secara on-line.
3.1. KATEGORI WEB
Website yang dibuat oleh seorang pengembang web (web developer)
harus benar-benar mencerminkan identitas suatu institusi, jangan
sampai bertolak belakang antara isi (content) dengan bentuk dan tata
letak situs itu sendiri. Ada beberapa point yang barus diperhatikan,
salah satunya adalah tentang kategori situs itu sendiri. Sebagai
contoh, jika seorang pengembang web diberi tugas untuk membuat
sebuah situs anak-anak maka dia harus mengetahui hal-hal yang
berhubungan dengan dunia anak-anak. Menyangkut masalah
pemilihan jenis huruf (font), kombinasi warna, penggunaan gambar,
animasi, dan unsur lain yang mendukung.
Pemilihan warna dan jenis font yang digunakan sangat
mempengaruhi kesan yang melekat di benak para pengguna/
pengunjung. Sebagai contoh, jika Anda membuat situs anak-anak
sebaiknya menggunakan warna yang cerah dan disukai anak-anak,
sisipkan pula gambar dan animasi yang dapat membangkitkan
keinginan sang pengguna untuk lebih lama lagi membaca informasi
yang disajikan.
Sebaliknya, jangan terlalu banyak menyisipkan animasi maupun
gambar pada situs dalam kategori referensi, misal: kamus,
perpustakaan, dan lain-lain.
23
Meskipun belum ada situs resmi yang membuat kategori tentang
sebuah website, berikut ini terdapat informasi yang sedikit membantu
dalam mengelompokkan website berdasarkan kategori.
SITUS BISNIS DAN EKONOMI: Asosiasi & Organisasi, E-commerce
dan Jasa, Finansial & Investasi, Bussines Center, dan lain-lain.
Gambar 3.1.1. Contoh situs Bisnis dan Ekonomi
24
SITUS BERITA DAN MEDIA : Buku, Majalah, Media Online, Portal
Berita, Radio, Surat Kabar, Tabloid, Televisi, dan lain-lain.
Gambar 3.1.2. Contoh situs Berita dan Media
25
SITUS HIBURAN : Film, Games (Permainan), Humor, Musik,
Ringtones, Selebritis, dan lain-lain
Gambar 3.1.3. Contoh situs Hiburan
26
SITUS PRIBADI : Galeri Foto, Blog / Weblog, Website Pribadi,
Mahasiswa, Teman dan Keluarga, Tentang Remaja, Tips dan Trik,
dan lain-lain.
Gambar 3.1.4. Contoh situs Pribadi
27
SITUS INFORMASI : Bisnis dan Ekonomi, Informasi Kerja, Informasi
Kota, Gaya Hidup, Jual Beli, Sains dan Teknologi, dan lain-lain.
Gambar 3.1.5. Contoh situs Informasi
28
SITUS KOMPUTER DAN INTERNET : Database, Desain Grafis,
Hacking, Internet dan Web, Jaringan, Multimedia, Pemrograman,
Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Tutorial, dan lain-lain.
Gambar 3.1.6. Contoh situs Komputer dan Internet
29
SITUS ORGANISASI :Bisnis, LSM, Politik, Profesional, Keagamaan,
Sains dan Teknologi, Sosial, dan lain-lain.
Gambar 3.1.7. Contoh situs Organisasi
30
SITUS OLAH RAGA : Olah Raga Air, Baseball, Bela Diri, Basket,
Bola Voli, Bowling, Bulu Tangkis, Catur, Golf, Otomotif, Sepak Bola,
Skateboard, Tenis, Tinju, dan lain-lain.
Gambar 3.1.8. Contoh situs Olah Raga
31
SITUS KESEHATAN: Asosiasi, Fitness dan Spa, Medis, Pengobatan
Alternatif, Rumah Sakit, dan lain-lain.
Gambar 3.1.9. Contoh situs Kesehatan
32
SITUS PEMERINTAH : Lembaga Pemerintah, Hukum, Kedutaan
Asing, Kedutaan Indonesia, Politik, Kementerian, Militer, Organisasi,
Perwakilan Kota, dan lain-lain
Gambar 3.1.10. Contoh situs Pemerintah
33
SITUS PENDIDIKAN : Anak-anak, Asosiasi Mahasiswa, Dakwah,
Edukasi, Bahasa, Komputer, Kursus dan Pelatihan, Perguruan
Tinggi,
Sekolah Menengah, dan lain-lain
Gambar 3.1.11. Contoh situs Pendidikan
34
SITUS REFERENSI : Ensiklopedi, Kamus, Perpustakaan, Sejarah,
Museum, Peta, dan Lain-lain
Gambar 3.1.12. Contoh situs Referensi
35
SITUS REGIONAL : Aceh, Bali, DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan,
Sulawesi, Sumatera, dan lain-lain
Gambar 3.1.13. Contoh situs Regional
36
SITUS REKREASI : Candi, Danau, Gunung, Kolam Renang, Laut,
Bioskop, Games, dan lain-lain
Gambar 3.1.14. Contoh situs Rekrasi
37
SITUS SAINS DAN TEKNOLOGI : Riset, Penelitian, Teknologi
Terpadu, Teknologi Tepat Guna, dan lain-lain
Gambar 3.1.15. Contoh Situs Sains dan Teknologi
38
SITUS SENI DAN KERAJINAN : Barang Antik, Kerajinan, Kultur dan
Tradisi, Museum dan Galeri, Sastra, Seni Peran (Acting), Seni Visual,
Seni Desain, dan lain-lain
Gambar 3.1.16. Contoh Situs Seni dan Kerajinan
39
SITUS SOSIAL DAN BUDAYA : Agama, Anak-anak, Hobi, Keluarga,
Komunitas, Lingkungan, dan lain-lain
Gambar 3.1.17. Contoh Situs Sosial dan Budaya
40
SITUS WISATA : Agen Wisata, Aktivitas, Hotel, Informasi dan Tips,
Jasa Transportasi, Restoran, Petunjuk Wisata, dan lain-lain
Gambar 3.1.18. Contoh Situs Wisata
41
3.2. DASAR-DASAR PEMILIHAN WARNA
Seperti telah dijelaskan di awal, pemilihan warna yang tepat sangat
mempengaruhi respon pengunjung terhadap situs kita. Pilihlah warna
sesuai dengan tema dalam situs tersebut. Sebagai contoh, jika situs
berisi informasi tentang wisata pilihlah warna yang modern. Misalnya
warna merah, biru, orange, dan lain sebagainya. Intinya pilihlah
warna yang “eye cacthing” bagi pengguna agar menimbulkan rasa
ingin tahu tentang informasi penting dalam situs tersebut.
Memang, pemilihan warna sebuah situs bergantung pada warna
yang
disukai oleh “si pembuat” itu sendiri dan selera pemilih situs. Para
pengembang web harus mengikuti kemauan para pemesan, yang
notabene pemilik situs. Pengembang web perlu meminta referensi
kepada calon pemesan tentang warna yang disukai agar ketika
sampai proses pengembangan tidak terjadi perubahan warna yang
sangat drastis. Pengembang juga tidak boleh memaksakan diri untuk
memilih warna sesuai seleranya.
Warna sebuah situs memiliki makna tersendiri, dan hanya pemilik
situs saja yang tahu tentang makna tersebut. Berikut ini terdapat
ulasan mengenai makna warna yang dapat diterapkan ketika
membangun sebuah situs yang profesional. Warna-warna tersebut
memiliki makna yang positif dan negatif karena warna tersebut
sangat
mempengaruhi emosional pengunjung untuk menentukan langkah
selanjutnya. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:
warna sejuk, warna hangat, dan warna netral.
WARNA-WARNA SEJUK : Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak.
Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan
tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri,
warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal,
Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:
Biru
- Positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, rasa aman,
percaya, intelligence, berhubungan dengan ilmu
pengetahuan (sciences)
- Negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan
42
Hijau
- Positif: berhubungan dengan uang, pertumbuhan, kesuburan,
kesegaran, (penyembuhan/pengobatan), healing, keteduhan
- Negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan
Ungu
Ungu adalah kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu ditemukan
baik kategori-kategori hangat maupun sejuk
- Positif: raja, kaum ningrat, spirituality, kemewahan, ambition
- Negatif: misteri, kemasgulan
Pirus
- Positif: rohani, sembuh, perlindungan, canggih
(sophisticated)
- Negatif: cemburu, kewanitaan
Perak
- Positif: glamor, tinggi, anggun, halus dan rapi (sleek)
- Negatif: pengkhayal, tidak tulus
WARNA-WARNA HANGAT : Merah, merah muda, kuning, orange,
ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek
kegairahan bagi yang melihatnya. Oleh karena itu ketika warna ini
digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi
kekerasan/kehebatan dan kemarahan.
Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:
Merah
- Positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas
- Negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran
Merah muda
- Positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka
melucu
- Negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan
43
Kuning
- Positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal,
bahagia
- Negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil
Orange
- Positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan,
keakraban, sukses
- Negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulan
Ungu
Warna ungu ditemukan di dalam kedua-duanya warna dingin dan
hangat
- Positif: royalti, kebangsawanan, kerohanian, kemewahan,
ambisi
- Negatif: kegaiban, kemurungan
Emas
- positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional
- negatif: ketamakan, pemimpi
WARNA-WARNA NETRAL : Coklat, berwarna coklat, gading,
kelabu,
putih dan hitam. Warna netral adalah suatu pemilihan agung untuk
bergaul dengan suatu palet (lukis) hangat atau dingin. warna-warna
netral sangat baik untuk latar belakang dalam suatu situs.
Tambahkan warna hitam untuk menciptakan suatu yang lebih gelap ”
dan keteduhan” tentang suatu warna utama.
Berikut beberapa makna dari beberapa warna netral:
Hitam
- Positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun,
formalitas
- Negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka,
kegaiban
Abu-abu
- Positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen, padat,
konservatif
44
- Negatif: muram, sedih, konservatif
Coklat
- Positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang,
konservatif
- Negatif: dogmatis, konservatif
Tan ( wol halus yang masih putih)
- Positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif
- Negatif: tumpul, membosankan, konservatif
Gading
- Positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian,
hangat
- Negatif: lemah, tidak stabil
Putih
- Positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kesucian, segar,
gampang, bersih,
- Negatif: musim dingin, dingin, jauh
Selagi tidak ada kemutlakan “pembenaran” untuk mewarnai sebuah
website, Anda perlu mengetahui sasaran audience, dan
mempertimbangkan respon mereka tentang warna yang digunakan.
Faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan untuk target
pengguna/pengunjung adalah perbedaan umur/zaman, perbedaan
tingkatan/kelas, perbedaan jenis kelamin dan keseluruhan
kecenderungan warna.
Perbedaan umur/zaman merupakan faktor pokok yang tidak boleh
diabaikan. Jika yang menjadi target adalah anak remaja (ABG) dan
anak-anak, maka mereka menyukai warna terang, warna dasar,
warna primer merah, biru, kuning dan hijau. Berbeda dengan orang
dewasa, yang umurnya lebih tua, mereka akan menyukai warna yang
lebih gelap, sama dengan warna dari kelompok warna-warna netral.
Perbedaan kelas adalah faktor pokok lain yang memiliki pengaruh
dalam memilih warna. Sebuah riset di Amerika Serikat telah
45
menunjukkan bahwa kelas pekerja menyukai warna seperti biru,
merah, hijau, dan lain lain. Sedangkan mereka yang lebih terdidik
cenderung menyukai yang lebih mengaburkan warna seperti taupe,
warna biru langit, celadon, ikan salem, dll.
Perbedaan jenis kelamin merupakan salah satu faktor nyata dalam
memilih warna. Pria cenderung menyukai warna dingin (coo) seperti
hijau dan biru, sedangkan wanita menyukai warna lebih hangat, yaitu
merah dan orange. Jika kita memiliki audience (pendengar/
pemerhati) keduanya (laki-laki dan perempuan), yang sebaiknya
mempertimbangkan pencampuran beberapa warna dari warna cool
dan hangat.
Dengan mengetahui target audience dan efek yang berbeda dari
warna yang ditimbulkan, kita memperoleh suatu kemampuan lebih
besar untuk menentukan warna apa yang terbaik untuk menarik
pengunjung baik pria maupun wanita.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, pengunjung web biasanya
menggunakan monitor berbeda, browsers berbeda, dan sistem
operasi berbeda. Itu hampir mustahil untuk memastikan bahwa warna
yang kita buat akan sama pada tiap-tiap komputer seperti halnya
dicetak. Jangan hanya terkait dengan perbedaan pada komputer
yang berlainan, tetapi bagaimana kita mencoba menjadikan
penggunaan warna menjadi konsisten. Bagaimana kita menciptakan
suatu palet warna untuk perusahaan, identitas merek, atau warna
produk, konsistensi adalah kunci. Gunakanlah warna yang sama
pada seluruh usaha pemasaran untuk menciptakan keakraban
dengan produk atau perusahaan. Konsistensi akan membantu
menarik pengunjung. Warna yang ditampilkan di website harus sama
dengan warna dalam bentuk pulikasi (booklet, flyer, pamflet, dan
lain-lain yang sejenis).
3.3. MENGATUR LAYOUT
Dengan melihat beberapa perbandingan situs di atas tersebut, kita
dapat menentukan tampilan layout (halaman utama) sebuah website.
Sebagai pengembang web tentunya sudah bisa membedakan bentuk
yang cocok untuk yang akan dibuat menurut kategorinya.
46
Ketika merancang tata letak (layout) halaman web bisa dapat
menggunakan beberapa teknik, salah satunya adalah dengan cara
membuat sketsa pada kertas gambar menggunakan pensil. Atau
dapat juga membuat sketsa menggunakan program pengolah vektor
seperti CorelDraw, Adobe Illustrator, maupun Macromedia Freehand.
Pada contoh berikut ini, penulis memanfaatkan CorelDraw untuk
membuat sketsa layout halaman web. Sebagai bahan praktek untuk
membuat website, berikut ini merupakan bentuk sketsa layout
halaman web sebagai panduan untuk membuat navigasi maupun fitur
lain yang diperlukan.
Gambar 3.2.1. Bentuk Layout Situs Berita dan Media
47
Gambar 3.2.2. Bentuk Layout Situs Bisnis dan Ekonomi
Gambar 3.2.3. Bentuk Layout Situs Pribadi
48
Gambar 3.2.4. Bentuk Layout Situs Bisnis
Setelah membuat beberapa bentuk layout, langkah selanjutnya
adalah mengembangkan sketsa tersebut menjadi sebuah tampilan
web yang inovatif menggunakan beberapa tool yaitu: Adobe
Photoshop sebagai desain tampilan, Macromedia sebagai pengatur
teks dan menu pop up, dan Macromedia Flash sebagai animasi.
49
BAB 4
PROSES PENGEMBANGAN
Pada bagian ini kita akan membahas tentang teknik pengembangan
situs sesuai dengan sketsa yang telah dibuat sebelumnya. Proses
pengembangan diawali dengan pembuatan layout halaman
menggunakan Adobe Photoshop, kemudian diolah dalam
Macromedia Dreamweaver untuk menambahkan isi (content) dan
sedikit tambahan menu pop up (pull down) menggunakan Javascript.
Untuk studi kasus, pertama kali kita akan mencoba membuat situs
pribadi. Dalam hal pemilihan warna, terserah para pembaca. Saya
sebagai penulis hanya memberikan teknik membuat bentuk layout
halaman website profesional.
4.1. SITUS PRIBADI
Gambar 4.1.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakan
50
Dengan melihat bentuk layout tersebut di atas, akan lebih mudah
proses pengembangannya dalam Adobe Photoshop. Sebelum
membuat dokumen baru, kita harus mengetahui bahwa tidak semua
resolusi monitor pengguna sama dengan yang kita miliki. Sebagai
contoh, resolusi monitor kita menggunakan ukuran 1024 x 768 pixel
sedangkan pengguna (user) hanya memiliki resolusi 800 x 600 pixel.
Apabila Anda membuat ukuran dokumen 900 x 600 pixel maka
menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung karena harus sering
menggulung halaman website akibat ukuran dokumen terlalu lebar.
Sebaiknya lebar tidak melebihi 800 pixel.
4.1.1. Membuat Dokumen Baru
Diasumsikan Anda menggunakan Adobe Photoshop CS maupun
CS2. Jalankan program Adobe Photoshop kemudian ikuti beberapa
petunjuk berikut ini.
1. Buatlah dokumen baru dengan ukuran 800 x 600 pixel. Mode
warna RGB, resolusinya 72 pixel, mode warna RGB 8 bit dan
latar belakang white. Beri nama dokumen baru tersebut (misal:
Situs Pribadi), setelah selesai klik OK.
Gambar 4.1.1.1. Kotak dialog dokumen baru
2. Untuk mempermudah proses pembuatan interface situs, ada
baiknya memasukkan gambar bentuk layout ke dalam dokumen
Adobe Photoshop. Anda dapat menduplikasi (copy dan paste)
ke dalam dokumen tersebut.
51
Gambar 4.1.1.2. Sketsa yang telah dibuka dengan Photoshop
3. Klik Set Foreground color untuk memilih warna sebagai latar
belakang.
Gambar 4.1.1.3. Set Foreground color
4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode
warna # 0066cc pada kotak kode.
Gambar 4.1.1.4. Kotak dialog Color Picker
52
5. Tekan tombol Alt+Backspace secara bersama-sama untuk
memberi warna pada layer Background.
Gambar 4.1.1.5. Layer Background yang telah diberi warna
6. Buatlah layer baru dengan nama “Up” kemudian aktifkan
Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksi seperti nampak
pada gambar berikut.
Gambar 4.1.1.6. Membuat seleksi berbentuk kotak.
7. Tekan huruf D pada keyboard untuk mengubah warna default
Foreground dan Background (Hitam dan Putih) kemudian tekan
huruf X untuk membalik warna tersebut. Tekan tombol
53
Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warna
putih pada layer “Up”. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.
Gambar 4.1.1.7. Memberi warna putih sebagai tempat navigasi.
4.1.2. Membuat Interface
Bentuk interface yang bagus dapat membangkitkan “gairah” para
pengguna untuk tetap menikmati berbagai berita dan informasi yang
disajikan. Keunikan bentuk interface memiliki nilai tersendiri karena
tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuk
tersebut. Berikut ini akan membahas salah bentuk interface yang
modern.
1. Pertama kali, aktifkan tool Pen.
Gambar 4.1.2.1. Pen tool.
2. Pada menu option di bagian atas, pilih Shape Layers.
54
Gambar 4.1.2.2. Menu Option Pen tool.
3. Klik Set Foreground Color untuk memilih warna.
Gambar 4.1.2.3. Kotak dialog Color Picker untuk memilih warna.
4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode
warna #ff5d6c pada kotak yang disediakan.
Gambar 4.1.2.4. Kotak dialog Color Picker
5. Buatlah Shape menggunakan Pen tool dengan bentuk seperti
nampak pada gambar 4.1.2.5.
6. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung.
(Lihat gambar 4.1.2.6.).
55
Gambar 4.1.2.5. Bentuk Shape yang diinginkan.
7. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung.
Gambar 4.1.2.6. Mengaktifkan Convert Point tool
8. Klik pada segmen yang ingin diberi efek lengkung. Klik dan
tahan sambil menggeser salah satu convert point ke kanan
secara perlahan agar membentuk lengkungan yang diinginkan.
Gambar 4.1.2.6. Membuat bentuk lengkung
9. Selanjutnya memilih segmen yang lain. Klik dan tahan sambil
menyeret pointer ke kanan secara perlahan agar membentuk
objek yang diinginkan.
Gambar 4.1.2.7.Membuat bentuk lengkung
56
10. Jika telah selesai maka akan terbentuk sebuah asesoris
modern seperti nampak pada gambar berikut.
Gambar 4.1.2.8. Bentuk asesoris modern
11. Aktifkan layer Shape 1, buatlah duplikat layer tersebut dengan
cara mengklik dan tahan sambil menggerakkan ke ikon Create
New Layer.
Gambar 4.1.2.9. Membuat duplikat layer
12. Jika berhasil, pada Palet Layer akan muncul hasil duplikasi
layer tersebut dengan nama Shape 1 copy. (Lihat gambar
4.1.2.10.).
13. Aktifkan layer Shape 1 copy kemudian tekan Ctrl+T untuk
mentransformasikan. Klik tombol mouse kanan dan pilih Flip
Horizontal. Setelah selesai klik tombol Commit pada option bar
57
atau dapat juga menekan tombol Enter. (Lihat gambar
4.1.2.11.).
Gambar 4.1.2.10. Duplikat layer telah muncul
Gambar 4.1.2.11. Mentransformasikan objek
14. Kurangi tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeser
slider pada menjadi 50%.
Gambar 4.1.2.12. Mengurangi tingkat kepekatan (opacity)
58
15. Aktifkan Direct Selection tool.
Gambar 4.1.2.13. Mengaktifkan Direct Selection tol
16. Buatlah seleksi untuk memilih dua buah segmen yang akan
dipindahkan secara bersama-sama.
Gambar 4.1.2.14. Membuat seleksi menggunakan Direct Selection
tool
17. Gunakan tombol panah ke kiri untuk menggeser dua buah
segmen tersebut.
Gambar 4.1.2.15. Memindahkan posisi segmen
18. Langkah selanjutnya adalah membuat ilustrasi yang sama
untuk memperindah tampilan. Buatlah duplikat layer Shape 1
sekali lagi dengan cara menggeser layer tersebut ke ikon
Create New Layer. Kemudian modifikasi bentuknya
59
menggunakan Convert Point tool sehingga akan membentuk
sebuah latar belakang yang modern. Ubahlah opacity-nya
menjadi 20%.
Gambar 4.1.2.16. Bentuk shape sebagai latar belakang
19. Berikutnya, aktifkan Pen tool dan buatlah Shape yang
berbentuk seperti gambar berikut.
Gambar 4.1.2.17. Membuat Shape lain
20. Seperti biasa, aktifkan Convert Point tool untuk membuat
bagian yang lengkung.
Gambar 4.1.2.18. Mengatur lengkungan dengan Convert Point
60
21. Sehingga akan didapatkan sebuah bentuk interface yang
modern.
Gambar 4.1.2.19 Bentuk sederhana layout Situs Pribadi
22. Duplikasi Shape 2 dengan cara menyeret layer tersebut ke ikon
Create New Layer. Kemudian ubahlah bentuknya agar lebih
menarik lagi. Untuk memodifikasi, gunakan Convert Point tool
dan Direct Selection tool. Jika mengikuti petunjuk buku ini,
bentuk shape akan seperti nampak pada gambar berikut.
Gambar 4.1.2.20. Bentuk layout setelah dimodifikasi
61
23. Terakhir, aktifkan Rectangle tool .
Gambar 4.1.2.21. Memilih Rectangle tool
24. Kemudian buatlah Shape berbentuk kotak memanjang. Jangan
lupa memberi warna Shape tersebut dengan kode warna
#ea1c30.
Gambar 4.1.2.22. Membuat shape baru
4.1.3. Membuat Tombol
Setelah sebelumnya membuat bentuk interface untuk halaman situs,
langkah selanjutnya adalah membuat tombol yang eksklusif.
1. Pertama kali, aktifkan Rectangle Rounded tool.
Gambar 4.1.3.1 Memilih Rounded Rectangle tool
62
2. Buatlah sebuah tombol berbentuk kotak.
Gambar 4.1.3.2. Bentuk shape baru
3. Aktifkan Direct Selection tool kemudian buatlah seleksi untuk
memilih empat buah segmen di bagian bawah.
Gambar 4.1.3.3. Memilih beberapa segmen
4. Geser ke kanan sebanyak 10 kali menggunakan tombol tanda
panah ke kanan.
Gambar 4.1.3.4. Memindahkan segmen
5. Berilah efek bayangan (Drop Shadow) dengan cara mengklik
ikon Layer Style (f) di bagian bawah Palet Layers. (Lihat
Gambar 4.1.3.5.).
6. Setelah kotak dialog Layer Style muncul, aturlah beberapa
spesifikasi seperti nampak pada gambar 4.1.3.6. Setelah
selesai klik OK.
63
Gambar 4.1.3.5. Memilih style Drop Shadow
Gambar 4.1.3.6. Setting untuk efek Drop Shadow
7. Langkah selanjutnya adalah membuat beberapa duplikasi
tombol tersebut dengan cara menggesernya ke ikon Create
New Layer.
64
Gambar 4.1.3.7. Bentuk tombol yang sudah jadi
8. Buatlah tiga buah tombol lagi dengan cara yang sama seperti
sebelumnya. Anda dapat menduplikasi tombol yang sudah ada
atau membuat tombol baru lagi. Jika Anda telah membuat tiga
buah tombol, kira-kira bentuknya seperti gambar berikut ini.
Gambar 4.1.3.8. Tampilan layout halaman muka sudah terbentuk
4.1.4. Menambahkan Efek Khusus
Interface tersebut mungkin masih sangat sederhana, kita perlu
memberi efek khusus agar terlihat menarik. Ada beberapa teknik
ketika membuat efek khusus pada tombol (button) yaitu memberi
warna putih agar kelihatan seperti “button gel” atau hanya
memberikan efek shadow saja.
65
Kita akan mencoba memberi efek khusus pada bentuk interface
terlebih dulu.
1. Pertama kali aktifkan layer yang bentuk objeknya seperti
nampak pada gambar berikut.
Gambar 4.1.4.1. Mengaktifkan salah satu shape
2. Menuju ke palet Path, ubahlah path tersebut menjadi seleksi
dengan cara mengklik tombol ikon Load path as selection di
bagian bawah palet Path.
Gambar 4.1.4.2. Mengubah path menjadi seleksi
3. Buatlah layer baru dengan nama “Light”. Kemudian aktifkan
Brush tool, pilihlah ukurannya 9 pixel. Pada option bar, kurangi
opacity menjadi sekitar 6% saja. Tekan huruf “D” lalu huruf “X”.
Gambar 4.1.4.3. Menu Option bar
4. Goreskan pada bagian yang lengkung secara perlahan-lahan
sehingga akan terbentuk warna seperti nampak pada gambar
berikut.
66
Gambar 4.1.4.4. Membuat efek khusus
5. Sekarang tekan tombol Ctrl+Shift+I atau pilih menu Select >
Inverse untuk membalikkan posisi seleksi. Tekan huruf “X”
untuk memilih warna Foreground menjadi Hitam.
6. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian yang lengkung
menggunakan Brush tool sehingga akan memiliki efek bersinar
dan muncul bayangan.
Gambar 4.1.4.5. Hasil akhir penambahan efek
4.1.5. Membuat Heading
Umumnya judul utama sebuah situs pribadi maupun perusahaan
berada di bagian atas. Nama Domain dapat dijadikan sebagai judul
heading dengan tujuan untuk lebih mengingatkan kepada
pengunjung tentang alamat situs. Sebagai contoh, nama domain
Anda : cantikclara.com. Ambillah nama domain tersebut sebagai
judul
heading.
67
1. Untuk membuat sebuah heading, pertama kali aktifkan
Horizontal Type tool.
Gambar 4.1.5.1. Mengaktifkan Horizontal Type Tool
2. Kemudian, klik ikon Foreground Color untuk menentukan warna
teks. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode
warna # ea1c30.
Gambar 4.1.5.2. Icon Foreground and Background
3. Ketiklah judul heading, misal: Dixs-um.com, pilihlah jenis huruf
(font) yang tidak berkait (Sans Sherif).
Gambar 4.1.5.3. Membuat judul heading
4. Buatlah layer baru dengan nama “Color-head”, kemudian
buatlah seleksi berbentuk kotak menggunakan Rectangle
Marquee tool.
Gambar 4.1.5.4. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tool
68
5. Aktifkan Gradient tool, kemudian pada option bar pilihlah tipe
Linier ( ). Aturlah warna Foreground (#ea5765), dan
Background (#ffffff).
6. Letakkan pointer di atas dan tarik ke bawah untuk membuat
warna gradasi. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.
Gambar 4.1.5.5. Membuat efek gradasi
4.1.6. Menambahkan Image/Gambar
Gambar yang ditampilkan dalam sebuah situs dapat berupa foto
maupun clipart. Pada umumnya, ilustrasi yang digunakan dalam
bentuk fotografi karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya,
warna realistis, bentuknya sesuai dengan objek sesungguhnya, lebih
alami, dan masih banyak lagi kelebihannya.
Oleh karena yang akan kita buat adalah situs pribadi, tidak ada
salahnya menempatkan gambar (foto) pribadi seseorang dalam
halaman utama. Baiklah, langsung saja kita akan mencoba
melakukannya.
1. Pertama kali bukalah foto yang akan dijadikan ilustrasi di
halaman muka situs (lihat gambar 4.1.6.1).
2. Pilih menu Window > Arrange > Tile Vertically untuk
menampilkan dua buah dokumen (lihat gambar 4.1.6.2).
3. Aktifkan layer yang bergambar orang, klik dan tahan sambil
menyeret layer tersebut ke dokumen Situs Pribadi (lihat gambar
4.1.6.3).
4. Jika gambarnya terlalu besar, ubahlah ukurannya dengan cara
menekan tombol Ctrl+T kemudian seretlah salah satu titik
pegangan (handle) ke tempat tujuan (lihat gambar 4.1.6.4).
69
Gambar 4.1.6.1. Gambar sebagai ilustrasi utama
Gambar 4.1.6.2. Mengatur jendela dokumen
Gambar 4.1.6.3. Memasukkan gambar dengan cara click and drag
70
Gambar 4.1.6.4. Mengubah ukuran gambar
5. Aktifkan Horizontal Type tool, dan ketikkan beberapa kata
sebagai identitas situs tersebut.
Gambar 4.1.6.5. Menambahkan teks sebagai identitas situs
4.1.7. Menambahkan Teks untuk Menu
Tombol-tombol yang telah dibuat tersebut belum dapat berfungsi
sebagai menu karena tidak ada teksnya. Nah, pada bagian berikut ini
71
kita akan mencoba menambahkan teks pada beberapa tombol yang
telah dibuat agar dapat berfungsi sebagai menu.
Menu tersebut dapat berupa mouse over maupun menu pull down.
Jadi sebaiknya Anda memikirkan sejak awal sebelum memutuskan
untuk memilih bentuk yang diinginkan. Apabila Anda mengikuti
petunjuk dalam buku ini, bentuk menu yang akan dibuat adalah menu
pull down.
1. Langkah yang pertama, aktifkan Horizontal Type tool
kemudian buatlah area teks dengan cara mengklik pada tempat
tombol sambil ditahan dan menyeretnya ke bagian lain
membentuk kotak teks.
Gambar 4.1.7.1. Membuat area teks
2. Buatlah teks sebagai menu (misal: Home, Profile, Gallery,
News, dan Contact). Anda bebas memilih jenis huruf (font),
penulis menggunakan jenis font Myriad Pro 10 point. Gunakan
warna putih untuk teks tersebut.
Gambar 4.1.7.2. Membuat teks sebagai menu
3. Lakukan hal yang sama untuk membuat menu di bagian lain.
Gambar 4.1.7.3. Menambahkan teks untuk menu di bagian lain
72
4.1.8. Memotong Gambar (Slice)
Adobe Photoshop memang dapat diandalkan dalam segala hal,
terbukti beberapa bidang sangat memerlukan software yang satu ini
diantaranya untuk keperluan fotografi, percetakan, animasi,
periklanan, maupun untuk membuat website.
Salah satu keunggulan Adobe Photoshop dalam membuat sebuah
halaman web adalah adanya teknik Slice. Dengan fasilitas tersebut,
gambar akan secara otomatis terpotong sesuai dengan garis Slice.
Anda tidak perlu memotong secara manual kemudian menyimpan
potongan gambar tersebut satu per satu.
Hal yang perlu diperhatikan ketika memotong gambar adalah
membaginya sesuai keperluan saja. Artinya, jika gambar tersebut
akan digunakan sebagai tombol menu maka sebaiknya dipotong
sesuai masing-masing judul menu tersebut. Misal menu Home harus
terpisah dari menu Profile. Jangan memotong gambar yang memiliki
dua menu karena akan mengalami masalah ketika mengeditnya
dalam Macromedia Dreamweaver.
1. Sebelum memotong gambar menggunakan Slice tool, kita
memerlukan beberapa garis bantu untuk menandai bagian
mana saja yang akan dipotong. Letakkan pointer pada ruler
guide di sebelah kiri tangan Anda, klik dan tahan sambil
menyeret ke kanan.
Gambar 4.1.8.1. Cara membuat garis bantu
73
2. Buatlah beberapa garis bantu untuk menandai bagian yang
akan dipotong. Apabila mengikuti pentunjuk dalam buku ini,
kurang lebih seperti gambar berikut.
Gambar 4.1.8.2. Beberapa garis bantu vertical yang telah dibuat
3. Sekarang buatlah garis bantu secara horisontal dengan cara
mengambilnya dari ruler guide di atas (horizontal ruler),
sehingga hasilnya akan nampak seperti gambar berikut ini.
Gambar 4.1.8.3 Membuat garis Bantu horisontal
4. Setelah tersusun beberapa garis bantu, langkah selanjutnya
adalah memotong gambar tersebut menggunakan Slice tool.
74
Kita harus memilih bagian mana saja yang perlu dipisahkan,
dan umumnya semua tombol harus dipisahkan karena memiliki
fungsi yang berbeda. Sedangkan untuk bagian yang akan
digunakan sebagai latar belakang, sebaiknya tidak perlu
dipisahkan. Untuk memotong bagian tersebut, pertama kali
aktifkan Slice tool. Perlu diingat, setelah mengaktifkan Slice
tool secara otomatis akan muncul angka 1 di sudut kiri atas. Hal
itu memiliki arti gambar tersebut telah siap dipotong.
Gambar 4.1.8.4. Kode penggunaan Slice tool
5. Letakkan pointer di sudut kiri atas.
Gambar 4.1.8.5. Meletakkan pointer Slice tool di atas
6. Kemudian klik dan tahan sambil menyeret ke sebelah kanan
sesuai luas yang diinginkan.
Gambar 4.1.8.6. Posisi akhir pointer Slice tool
7. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan
muncul angka 2.
Gambar 4.1.8.7. Penomoran image secara otomatis
75
8. Letakkan pointer di atas angka 2, klik dan tahan sambil
menyeret ke kanan untuk memotong gambar.
Gambar 4.1.8.8. Memotong dengan Slice tool
9. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan
muncul angka 3 dan 4. Hal ini dikarenakan Adobe Photoshop
secara otomatis memotong pada bagian lain agar bentuknya
tetap utuh. Anda dapat memotong gambar pada area yang
telah ditandai angka tersebut.
Gambar 4.1.8.9. Memotong image sesuai luas area yang telah
ditentukan
10. Langkah selanjutnya adalah memotong tombol-tombol yang
ada secara terpisah. Letakkan pointer pada angka 3, klik dan
tahan sambil menyeret ke bagian lain yang telah ditandai
dengan garis bantu.
Gambar 4.1.8.10 Posisi awal dan akhir pointer Slice tool
11. Lakukan dengan cara yang sama untuk memotong bagian lain
sehingga akan terbentuk seperti gambar berikut.
Gambar 4.1.8.11. Area yang sudah ditandai dengan Slice tool
76
12. Untuk bagian yang memiliki fungsi sama, sebaiknya tidak perlu
dipisah/dipotong.
Gambar 4.1.8.12. Mengabaikan bagian yang tidak dipotong
13. Perlu diperhatikan, ketika memotong pada bagian lain
usahakan irisannya tepat pada irisan sebelumnya agar tidak
muncul irisan lain yang tidak diinginkan. Jika hal itu terjadi,
hasilnya tidak akan maksimal dan tidak sesuai seperti yang kita
harapkan. Anda dapat memotong gambar yang terlalu besar
menjadi beberapa bagian agar proses koneksi lebih cepat
ketika menampilkan gambar.
Gambar 4.1.8.13. Irisan harus tepat pada bagian sebelumnya
14. Langkah selanjutnya, irislah tombol-tombol pada bagian kanan.
Gambar 4.1.8.14.
15. Berikutnya, memotong gambar yang bukan berfungsi sebagai
tombol.
Gambar 4.1.8.15. Beberapa bagian yang telah dipotong
77
16. Untuk gambar yang akan dijadikan latar belakang, irislah
menjadi dua bagian saja seperti nampak pada gambar berikut.
Gambar 4.1.8.16. Memotong bagian sebagai latar belakang
17. Begitu pula pada bagian lain, irislah gambar sesuai keperluan.
Gambar 4.1.8.17. Memotong pada bagian lain
18. Apabila sudah mengiris gambar menjadi beberapa bagian
maka akan nampa sepeti gambar berikut.
Gambar 4.1.8.18. Hasil akhir pemotongan dengan Slice tool
78
19. Dan untuk langkah selanjutnya adalah menyimpan dokumen
tersebut menjadi web (Save for web). Pilih menu File > Save
for Web.
Gambar 4.1.8.19. Memilih menu Save for Web
20. Maka akan muncul kotak dialog Save for Web. Klik tombol
Save.
Gambar 4.1.8.20. Kotak dialog Save for web
79
21. Maka akan muncul kotak dialog Save Optimized As. Tentukan
folder untuk menyimpan file kemudian beri nama file tersebut,
misal index lalu pilih HTML and images untuk Save as type,
Seting=Default Setting, dan Slice=All Slices. Setelah selesai
klik tombol Save untuk menyimpan.
Gambar 4.1.8.21. Kotak dialog Save Optimized As
22. Setelah menyimpan dokumen tersebut, akan nampak nama file
index.html dan folder images yang berisi beberapa gambar
yang telah dipotong menggunakan Slice tool.
Gambar 4.1.8.22. Beberapa potongan gambar terkumpul jadi satu
folder
80
23. Tahap selanjutnya adalah mengeditnya menggunakan
Macromedia Dreamweaver untuk menambahkan teks dan
membuat menu pull down agar tampilan situs lebih menarik dan
lebih profesional. Teknik pembuatannya akan dibahas pada
bab selanjutnya dalam buku ini.
4.2. SITUS BISNIS
Gambar 4.2.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakan
Sketsa seperti gambar di atas hanyalah salah satu contoh bentuk
situs untuk bisnis, Anda dapat membuat yang lebih bagus lagi.
Tampilan tersebut hanyalah sekadar contoh saja untuk
mempermudah dalam mengembangkan web. Pembahasan dalam
buku ini hanyalah sekadar memandu teknik pembuatannya, masalah
desain dan penambahan script dapat Anda kembangkan sendiri.
81
4.2.1. Membuat Dokumen Baru
Pada pembahasan sebelumnya kita telah membuat sebuah situs
pribadi dengan ukuran 800x600 pixel. Kini kita akan mencoba
membuat sebuah situs Bisnis dengan ukuran 780x890 pixel.
1. Pertama kali buatlah dokumen baru dengan cara memilih menu
File > New atau dapat pula menekan tombol Ctrl+N.
Gambar 4.2.1.1. Membuat dokumen baru
2. Masukkan gambar sketsa dari CorelDraw ke dalam dokumen
Adobe Photoshop dengan cara meng-copy dan paste.
Gambar 4.2.1.2. Memasukkan sketsa ke dokumen Photoshop
82
4.2.2. Membuat Interface
Bentuk interface sangat mempengaruhi “feed back” pengguna
terhadap situs kita. Apabila bentuk interface menarik dan ditambah
dengan artikel yang menarik, maka pengunjung akan merasa betah
menikmati artikel yang disuguhkan. Bentuk interface situs komersial
berbeda dengan situs pribadi. Umumnya, situs komersial/bisnis
mengedepankan jasa ataupun produk yang dimiliki.
Pada bagian berikut ini, kita akan mencoba membuat bentuk
interface
situs bisnis/komersial dengan cara mencontoh dari sketsa yang telah
dibuat.
1. Pertama kali tentukan warna yang akan digunakan sebagai
latar belakang (background) situs kita dengan cara mengklik
ikon Set Foreground and Background. Diasumsikan, Anda
memilih warna #02bfe5.
Gambar 4.2.2.1. Icon Foreground and Background
2. Buatlah layer baru dengan cara mengklik ikon New Layer pada
bagian bawah palet Layers, kemudian gantilah namanya
menjadi warna dasar.
Gambar 4.2.2.2. Membuat layer baru
3. Tekan Alt+Backspace untuk mengisi warna tersebut.
4. Agar sketsa tidak menutupi rancangan website yang akan
dibuat, sebaiknya tingkat kepekatan (opacity) Layer 1 (gambar
sketsa) dikurangi hingga 25% saja.
83
5. Langkah selanjutnya, buatlah layer baru dan beri nama menjadi
navigasi atas. Kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool,
buatlah seleksi memanjang dari kiri ke kanan seperti nampak
pada gambar berikut.
Gambar 4.2.2.3. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tol
6. Aturlah warna Foreground #eeeeee dan Background #acacac,
kemudian aktifkan Gradient tool lalu pilih tipe Linier.
Gambar 4.2.2.4. Mengaktifkan Gradient tool
7. Letakkan pointer di atas, lalu seret ke arah bawah secara tegak
lurus agar menghasilkan warna gradasi yang diinginkan.
Gambar 4.2.2.5. Posisi awal dan akhir pointer Gradient tool
84
8. Untuk mempersingkat pekerjaan Anda, buatlah duplikasi layer
tersebut dengan cara mengaktifkan layer tersebut, lalu klik
tombol mouse kanan. Pilih Duplicate Layer, setelah muncul
kotak dialog gantilah nama layer hasil duplikasi.
Gambar 4.2.2.6. Membuat duplikat layer
9. Pindahkan layer hasil duplikasi ke bawah, kemudian perkecil
ukurannya dengan cara menekan tombol Ctrl+T. Seret handle
bagian bawah ke atas. Setelah selesai tekan Enter.
Gambar 4.2.2.7. Mengubah ukuran objek
10. Buatlah layer baru dan gantilah namanya menjadi navigasi kiri,
kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksi
di bagian kiri. Tentukan warna Foreground #246494 dan tekan
Alt+Backspace untuk mengisi seleksi tersebut. Setelah selesai
tekan Ctr+D untuk membuang seleksi (Gambar 4.2.2.8.)
11. Buatlah duplikasi navigasi atas sekali lagi, kemudian letakkan
pada bagian bawah seperti nampak pada Gambar 4.2.2.9.
85
Gambar 4.2.2.8 Membuat interface untuk navigasi kiri
Gambar 4.2.2.9.. Membuat navigasi bawah
12. Buatlah layer baru dengan nama badan teks kemudian buatlah
seleksi menggunakan Rectangle Marquee tool.
Gambar 4.2.2.10. Membuat seleksi
86
13. Aturlah warna Foreground #cccccc dan Background #ffffff.
Selanjutnya aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier.
Gambar 4.2.2.11.Mengaktifkan Gradient tool
14. Buatlah warna gradasi pada seleksi tersebut dengan cara
meletakkan pointer di bagian atas kemudian klik dan seret
pointer ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D.
Gambar 4.2.2.12. Membuat warna gradasi
15. Langkah selanjutnya adalah membuat papan navigasi di
tengah-tengah badan teks. Pertama kali buatlah layer baru
dengan nama navigasi tengah, kemudian buatlah seleksi
menggunakan Rectangle Marquee tool. Aturlah warna
Foreground # bcbaba dan Background #dad5d5.
16. Aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier. Buatlah efek gradasi dari
atas ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D untuk
menghilangkan seleksi.
87
Gambar 4.2.2.13. Membuat warna gradasi
17. Sekarang kita akan mencoba membuat asesoris untuk navigasi
kiri. Pertama kali, aktifkan Pen tool kemudian pilih Shape Layer
pada option bar di bagian atas.
Gambar 4.2.2.14. Mengaktifkan Shape Layer
18. Aturlah Foreground dengan warna #02bfe5. Selanjutnya klik
pointer di sebelah kiri kemudian klik di tempat lain sehingga
membentuk sebuah Shape tertutup seperti nampak pada
gambar berikut.
88
Gambar 4.2.2.15. Membuat bentuk Shape untuk asesoris
19. Ubahlah bentuknya menggunakan Convert Point tool,
sehingga akan berbentuk seperti gambar berikut.
Gambar 4.2.2.16. Mengaktifkan Convert Point tool
20. Buatlah bentuk lain untuk di bagian bawah.
Gambar 4.2.2.17. Bentuk asesoris di bagian lain
89
4.2.3. Menambahkan Efek pada Interface
Efek yang ditambahkan pada sebuah objek sangat mempengaruhi
sudut pandang dan efek natural yang ditimbulkan. Sebagai contoh,
objek yang diberi efek shadow akan lebih Nampak realistis
dibandingkan yang tidak diberi efek sama sekali.
Pada bagian ini kita akan mencoba membahas tentang penambahan
efek pada interface yang baru saja dibuat.
1. Aktifkan layer Navigasi Atas
Gambar 4.2.3.1. Mengaktifkan layer navigasi atas
2. Pilih menu Layer Style di bagian bawah palet Layers (seperti
huruf f).
Gambar 4.2.3.2. Menu Layer Style
90
3. Setelah muncuk kotak dialog Layer Style, klik Blending mode
Drop Shadow dan aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak
pada gambar berikut. Setelah selesai klik OK.
Gambar 4.2.3.3. Kotak dialog Layer Style
4. Anda bisa menduplikasi efek layer style ke Layer yang lain.
Aktifkan layer yang sudah memiliki efek (misal: navigasi atas),
klik tombol mouse kanan kemudian pilih Copy Layer Style.
Gambar 4.2.3.4. Memilih menu Copy Layer Style
91
5. Aktifkan layer yang akan diberi efek (misal: navigasi atas copy),
klik tombol mouse kanan kemudian pilih Paste Layer Style.
Gambar 4.2.3.5. Memilih menu Paste Layer Style
6. Beri efek layer style ke seluruh navigasi yang ada sehingga
akan nampak seperti gambar berikut.
Gambar 4.2.3.6. Hasil penambahan efek dengan layer style
92
7. Sekarang aktifkan layer Shape 2, kemudian klik tombol mouse
kanan. Pilih Blending Options.
Gambar 4.2.3.7. Menambahkan efek blending mode
8. Setelah muncul kotak dialog Layer Style, pilih Drop Shadow
kemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada
gambar berikut. Setelah selesai klik OK.
Gambar 4.2.3.8. Kotak dialog Layer Style
93
4.2.4. Membuat Tombol
Setelah selesai membuat interface dengan penambahan beberapa
efek, langkah selanjutnya adalah membuat tombol (button) pada
navigasi yang telah dibuat sebelumnya.
Tentukan terlebih dulu tombol apa saja yang akan ditampilkan di
halaman muka. Anda bisa melihat beberapa situs di Internet sebagai
referensi. Ada beberapa menu yang umumny ditampilkan di halaman
muka yaitu: Home, About, Us, Support, Contact Us, dan Service.
Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini, kita akan mencoba
membuat tombol menu tersebut.
1. Pertama kali, buatlah garis bantu menggunakan Vertical Ruler
Guide dengan cara mengklik garis bantu (Ruler) kemudian
seret ke tempat yang diinginkan. Buatlah menjadi enam bagian
sebagai tempat tombol menu.
Gambar 4.2.4.1. Membuat garis Bantu secara vertikal
2. Sekarang aktifkan Line tool untuk membuat garis tipis.
Gambar 4.2.4.2. Mengaktifkan Line tool
94
3. Pada option bar di bagian atas, tentukan 1 pixel untuk
ketebalan garis (Weight). Aturlah warna Foreground #858d8f.
Buatlah garis vertikal dengan posisi tepat pada garis bantu yang
telah dibuat sebelumnya.
Gambar 4.2.4.3. Membuat garis tipis
4. Aktifkan Layer Style, pada Blending Options pilih Drop Shadow
kemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada
gambar berikut. Setelah selesai klik OK.
Gambar 4.2.4.4. Kotak dialog Layer Style
5. Buatlah beberapa duplikasi garis tersebut dan pindahkan
sesuai posisi garis bantu sehingga akan terbentuk tombol
seperti nampak pada gambar berikut.
Gambar 4.2.4.5. Beberapa duplikasi garis tipis
95
6. Sekarang kita akan mencoba membuat teks menu: Home,
About Us, Service, Support, Client, dan Contact Us. Pertama
kali, aktifkan Horizontal Text tool, kemudian pada Option bar
pilihlah jenis huruf (font) yang disukai. Jangan lupa menentukan
ukuran font. Apabila mengikuti petunjuk buku ini, gunakan jenis
font Verdana, Regular 14 point. Warna #515759.
Gambar 4.2.4.6. Mengaktifkan Horizontal Type tool
7. Buatlah duplikasi teks Home tersebut kemudian gantilah
teksnya sesuai dengan menu yang akan dibuat.
Gambar 4.2.4.7. Teks untuk tombol sudah terbentuk
8. Buat pula teks menu pada bagian lain dengan cara
menduplikasi layer teks Home.
Gambar 4.2.4.7. Teks untuk keterangan produk
96
4.2.5. Membuat Heading
Setiap situs, baik yang bersifat komersial maupun sosial pasti
memiliki ciri khas tersendiri. Profil dan jasa sebuah perusahaan
misalnya, akan teraktualisasi melalui gambar yang ada di situs dan
letaknya di bagian atas yang disebut dengan heading.
Sebuah image dapat pula dijadikan “image branding” suatu
perusahaan, maka kita harus benar-benar membuat gambar yang
dijadikan heading memiliki kualitas yang sempurna.
Gambar yang dijadikan sebagai heading juga harus sesuai dengan
profil perusahaan itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan elektronik
akan sangat sangat janggal situsnya bila gambarnya didominasi oleh
bunga atau sebaliknya.
Pada bagian ini kita akan mencoba membuat sebuah image yang
berfungsi sebagai heading. Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini,
silakan gunakan beberapa gambar yang berhubungan dengan
computer. Misalnya: notebook, mouse, keyboard, printer, kartu
memori, monitor, dan lain-lain.
1. Pertama kali, bukalah beberapa gambar yang akan dijadikan
sebagai heading.
Gambar 4.2.5.1. Beberapa gambar yang akan digabungkan
97
2. Masukkan gambar-gambar tersebut ke dokumen website Anda
dengan cara mengaktifkan layer Background (gambar sumber)
lalu klik dan seret (click and drag) ke tempat tujuan.
Gambar 4.2.5.2. Memasukkan sebuah gambar ke dokumen
3. Apabila ukurannya terlalu besar, perkecil dengan cara menekan
Ctrl+T, kemudian seret salah satu handle. Setelah selesai
tekan Enter atau klik tombol Commit yang berada di Option bar.
Gambar 4.2.5.3. Mengubah ukuran gambar
4. Lakukan dengan hal yang sama untuk gambar lain. Apabila
semua gambar telah berada pada dokumen website,
gabungkan gambar-gambar tersebut dengan teknik montage.
98
Gambar 4.2.5.4. Tiga buah gambar telah dimasukkan ke dokumen
5. Sekarang aktifkan Eraser tool, dan aturlah beberapa
spesifikasi pada Option bar.
Gambar 4.2.5.5. Pengaturan untuk Brush tool pada Option bar
6. Aktifkan salah satu layer gambar kemudian klik ikon Add Layer
Mask di bagian bawah palet Layers.
Gambar 4.2.5.6. Membuat Layer Mask
7. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian tepi setiap gambar
menggunakan Eraser tool seperti nampak pada gambar berikut.
99
Gambar 4.2.5.7. Hasil perpaduan gambar dengan teknik montage
8. Seleksi gambar-gambar tersebut dengan cara menekan tombol
Shift sambil mengklik layer gambar tersebut. Klik menu option
Layer, pilih Merge Layers atau tekan Ctrl+E.
Gambar 4.2.5.8. Menggabungkan beberapa layer
9. Anda bisa juga menambahkan efek lain pada heading sehingga
akan nampak seperti gambar berikut.
Gambar 4.2.5.9. Hasil akhir gambar sebagai heading
100
4.2.6. Teknik Slice
Setelah terbentuk sebuah halaman web yang siap ditampilkan,
langkah selanjutnya adalah memotong (slice) dokumen tersebut agar
dapat diedit dengan Macromedia Dreamweaver maupun software
yang sejenis.
Anda tidak dapat menyimpan begitu saja website tersebut dalam
sebuah image. Anda harus menyimpan menjadi beberapa gambar
agar dapat memasukkan teks pada saat diedit menggunakan
Macromedia Dreamweaver. Sedangkan untuk menyimpan menjadi
beberapa bagian, Adobe Photoshop menyediakan Slice tool untuk
memotong gambar sesuai keinginan.
Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknik
memotong dokumen menjadi halaman website yang siap diedit.
1. Buatlah garis bantu untuk membagi gambar tersebut dengan
cara mengklik dan menyeret Ruler dari tepi kiri dan atas.
Gambar 4.2.6.1. Membuat garis Bantu secara vertical dan horisontal
101
2. Setelah semua gambar terbagi oleh garis bantu menjadi
beberapa bagian, langkah selanjutnya adalah memotong
gambar sesuai dengan garis bantu yang telah dibuat. Aktifkan
Slice tool, klik dan seret membentuk kotak sesuai besarnya
gambar. Secara otomatis akan muncul nomor di sudut kiri atas
sebagai tanda urutan gambar yang telah dipotong. Apabila
tidak tepat dalam memotong bagian sebelumnya, maka secara
otomatis akan dibuat nomor berikutnya. Oleh karena itu,
usahakan meletakkan irisan tepat pada irisan sebelumnya.
Pertama kali, potonglah bagian atas terlebih dulu.
Gambar 4.2.6.2. Gambar siap dipotong
3. Kemudian potonglah pada gambar yang berisi tombol menu
Home, About Us, Service dan seterusnya.
Gambar 4.2.6.3. Memotong bagian atas untuk membuat top menu
4. Jangan lupa, pada bagian menu sebelah kiri juga di-Slice
sesuai luas tombol yang ada.
Gambar 4.2.6.4. Membuat tombol untuk menu kiri
102
5. Sebagai langkah akhir, kita akan menyimpan dokumen tersebut
dalam format html sehingga dapat diedit melalui Macromedia
Dreamweaver. Mula-mula, pilih menu File > Save for Web.
Gambar 4.2.6.5. Menyimpan dalam bentuk web
6. Setelah muncul kotak dialog Save for Web, aturlah beberapa
spesifikasi.
Gambar 4.2.6.6. Pengaturan untuk menyimpan dalam format web
7. Klik tombol Save, kemudian akan muncul kotak dialog untuk
menentukan nama file, nama folder, tipe penyimpanan, setting,
dan slice. Aturlah spesifikasi seperti nampak pada gambar
berikut.
103
Gambar 4.2.6.7. Spesifikasi untuk nama file dan ekstensi
8. Setelah tersimpan, secara otomatis seluruh gambar (image)
akan tersimpan dalam folder images.
Gambar 4.2.6.8. Beberapa gambar hasil pemotongan dengan Slice
tool
Sedangkan untuk mengedit file index.html, kita dapat memanfaatkan
Macromedia Dreamweaver. Dengan software tersebut, kita dapat
memasukkan beberapa teks maupun animasi. Teknik mengedit
melalui Macromedia Dreamweaver akan dibahas pada bab
selanjutnya.
104
BAB 5
PROSES EDITING
Ada sebagian web designer dalam membuat situs professional tidak
memanfaatkan Adobe Photoshop dalam merancang web, padahal
dengan software tersebut kita akan lebih mudah dan lebih praktis
dibandingkan harus membuat kode html.
Ketika dokumen Adobe Photoshop tersimpan dalam bentuk web
maka secara otomatis akan membuat tag html sendiri sehingga tidak
perlu bersusah payah mengetik kode html. Anda dapat membuktikan
sendiri seperti nampak pada gambar berikut.
5.1. EDITING AWAL
Situs yang telah dibuat, tidak secara otomatis dapat diisi dengan
komponen (baik teks maupun grafik/gambar). Hal ini dikarenakan
kode html masih dalam bentuk gambar <img src> bukan latar
belakang <background>. Apabila kode html masih dalam status
objek gambar maka Anda tidak dapat memasukkan teks maupun
grafik.
105
5.1.1. Mengubah Objek menjadi Background
Tidak semua gambar (image) yang pada web yang telah kita buat
diganti. Jika image tersebut berfungsi sebagai tombol, maka Anda
dapat menambahkan menu pull down agar tampilan website lebih
menarik. Anda juga dapat membuat tombol dalam bentuk mouse
over,
dan lain sebagainya.
Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknik
penggantian objek gambar menjadi latar belakang (backgrdound)
agar kita dapat memasukkan beberapa komponen di dalamnya (teks
maupun grafik).
1. Pertama kali, bukalah file index.html menggunakan
Macromedia Dreamweaver.
Gambar 5.1.1.1. Membuka dokumen di Macromedia Dreamweaver
2. Setelah file terbuka, tentukan terlebih dahulu image mana saja
yang akan di jadikan latar belakang dan bagian mana saja yang
akan dijadikan sebagai tombol. Sebagai contoh, klik image di
bagian bawah teks New Product.
106
Gambar 5.1.1.2. Memilih objek yang akan dihapus
3. Pada bagian Properties, tertulis Src = images/index_26.gif hal
itu berarti kita tidak dapat memasukan teks di atas gambar
tersebut karena objek tersebut adalah image, bukan
merupakan background. Tekan Del untuk menghapusnya.
Gambar 5.1.1.3. Objek telah terhapus
107
4. Klik pada Background URL of cell untuk memilih gambar yang
akan dijadikan latar belakang (background). Oleh karena nama
file yang baru saja dihapus adalah index_26.gif maka gunakan
file tersebut sebagai latar belakang.
Gambar 5.1.1.3. Menentukan file gambar sebagai background
5. Ketikkan images/index_26.gif pada kolom Bg.
Gambar 5.1.1.4. Memasukkan nama file untuk background
6. Lakukan hal yang sama pada bagian lain apabila ingin dijadikan
sebagai latar belakang agar kita dapat memasukkan objek
berupa teks, animasi, maupun gambar.
108
5.1.2. Memasukkan Objek
Objek yang dimaksud dapat berupa animasi, gambar, maupun teks.
Dalam Macromedia Dreamweaver proses memasukkan objek sangat
mudah karena sudah disediakan tool yang sangat lengkap. Anda
tinggal memilih objek apa yang akan dimasukkan.
Berikut ini akan membahas masalah teknik memasukkan objek
berupa teks.
1. Letakkan kursor pada tempat yang akan ditambahkan teks.
Gambar 5.1.2.1 Menempatkan kursor pada area teks
2. Pada penel Properties, aturlah beberapa spesifikasi seperti
nampak pada gambar berikut.
Gambar 5.1.2.2. Panel Properties
3. Ketikkan beberapa kalimat yang berisi berita, kemudian aturlah
format teks tersebut seperti nampak pada gambar berikut.
109
Gambar 5.1.2.3. Memasukkan teks pada dokumen
4. Anda bisa memasukkan image di antara teks tersebut. Untuk
melakukan hal itu, pertama kali letakkan kursor di awal paragraf
kemudian pilih menu Insert > Image.
Gambar 5.1.2.4. Memilih menu Insert
5. Pilih file gambar yang akan dimasukkan dalam dokumen
tersebut.
Gambar 5.1.2.5. Menentukan file sumber
110
6. Apabila berhasil memasukkan gambar, maka akan terlihat
objek tersebut berada di depan paragraf. Namun posisinya
masih kurang sempurna karena susunan teks terdorong oleh
gambar tersebut.
Gambar 5.1.2.5. Mengklik objek gambar
7. Agar tampilan lebih rapi, Anda dapat mengatur posisi gambar
sehingga seluruh teks akan berada di sebelah kanan gambar.
Untuk melakukan hal tersebut, pada panel Properties pilih Left
untuk Align.
Gambar 5.1.2.6. Mengatur alignment untuk objek gambar
111
5.2. MEMBUAT LINK DAN NAVIGASI
Menu yang mudah digunakan (user friendly) dapat membantu
pengguna ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Sebaiknya
menggunakan tombol menu yang umum, seperti: Home, Product,
Service, dan Contact Us.
Dalam Macromedia Dreamweaver, kita membuat Pop-up Menu, dan
Jumping Menu secara mudah. Anda tidak bersusah payah
menuliskan script yang panjang dalam bahasa Javascript karena
telah disediakan tool yang sangat mudah dan fleksibel.
5.2.1. Membuat Pop-up Menu
Keunggulan software Macromedia Dreamweaver dibandingkan
dengan aplikasi lain yang sejenis adalah adanya tool untuk membuat
menu pop-up yang dibuat dengan bahasa Java. Bagi mereka yang
masih awan dengan bahasa Java, tidak perlu bingung karena
disediakan panel Behavior untuk mempermudah dalam pembuatan
menu pop-up.
Sebelum membuat pop-up menu terlebih dulu harus menyiapkan
nama file sebagai link. Sebagai contoh: ketika user memilih menu PC
maka yang akan muncul adalah pilihan nama computer seperti Acer,
HP, BenQ, dan lain sebagainya. Dan ketika user memilih salah satu
opsi (missal: Acer) maka akan terhubung ke file tersebut.
Dengan demikian, Anda harus membuat beberapa file dengan bentuk
interface yang sama seperti halaman utama, yaitu menyimpan
dengan nama lain (contoh: Save As > acer.html). Diasumsikan, Anda
telah memiliki beberapa file sebagai link yang dimaksud.
1. Pertama kali, klik menu PC.
Gambar 5.2.1.1. Mengaktifkan salah satu objek gambar
112
2. Jika panel Behaviors belum muncul, aktifkan terlebih dulu
dengan cara memilih menu Window > Behaviors.
Gambar 5.2.1.2. Mengaktifkan panel Behaviors
3. Pada panel Behaviors (berada di sebelah kanan), klik tombol
Add (tanda plus) untuk membuka menu
Gambar 5.2.1.3. Membuka menu Behaviors
4. Selanjutnya pilih Show Pop up Menu.
Gambar 5.2.1.4. Mengaktifkan menu Show Pop-up Menu
5. Setelah mengklik pilihan tersebut, maka akan muncul kotak
dialog Show Pop-up Menu yang masih kosong.
113
Gambar 5.2.1.5. Kotak dialog Show Pop-up Menu
6. Pada Tab Contents, masukkan nama menu pada kolom Text
(misal: Acer).
Gambar 5.2.1.6. Memasukkan judul untuk menu
7. Kemudian masukkan alamat URL pada kolom Link.
Gambar 5.2.1.7. Menentukan alamat Link
8. Selanjutnya pada kolom Target, pilih _parent.
Gambar 5.2.1.8. Menentukan target
9. Untuk membuat menu yang baru, klik tanda plus (+) di bagian
atas. Kemudian lakukan hal sama seperti pada tahap 6.
114
Gambar 5.2.1.9. Membuat beberapa menu baru
10. Selanjutnya, klik Tab Appearance untuk mengatur warna teks
dan latar belakang pop up menu. Tentukan jenis dan ukuran
font yang digunakan. Lalu tentukan pula warna teks dan warna
cell ketika mouse berada di atas teks.
Gambar 5.2.1.10. Mengatur spesifikasi untuk teks menu
11. Klik Tab Advanced untuk menentukan lebar, tinggi dan warna
border kotak pop up menu.
Gambar 5.2.1.11. Mengatur spesifikasi kotak menu
115
12. Klik Tab Position untuk menentukan posisi pop up menu.
Gambar 5.2.1.12. Menentukan posisi pop-up menu
13. Setelah selesai klik OK. Untuk melihat hasilnya, klik tombol
F12.
Gambar 5.2.1.13. Hasil akhir pembuatan pop-up menu
14. Untuk mengasah keterampilan Anda, buatlah pop-up menu
pada tombol lain.
116
5.2.2. Membuat Rollover Image
Macromedia Dreamweaver selain menyediakan tool untuk membuat
Pop up Menu juga menyediakan tool untuk membuat Rollover Image
sebagai tombol. Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah
menyediakan dua buah gambar yang ukurannya sama tapi warnanya
berbeda.
1. Buatlah duplikasi gambar tombol yang telah ada.
Gambar 5.2.2.1. Menyiapkan dua buah gambar
2. Kemudian editlah file hasil duplikasi tersebut menggunakan
Adobe Photoshop. Pilih menu Image > Adjustment >
Hue/Saturation.
Gambar 5.2.2.2 Memilih menu Hue/Saturation
3. Setelah muncul kotak dialog Hue/Saturation, aktifkan pilihan
Colorize. Kemudian geser Slider Hue maupun Saturation
sesuai kebutuhan. Setelah selesai klik OK, simpan dokumen
tersebut dengan cara menekan Ctrl+S.
117
Gambar 5.2.2.3. Kotak dialog Hue/Saturation
4. Sekarang kembali ke Macromedia Dreamweaver. Klik gambar
About Us.
Gambar 5.2.2.4. Mengaktifkan salah satu objek
5. Hapuslah objek tersebut dengan cara menekan tombol Del.
Selanjutnya pilih menu Insert > Image Objects > Rollover
Image.
Gambar 5.2.2.5. Mengaktifkan menu Rollover Image
6. Setelah muncul kotak dialog Insert Rollover Image, berilah
nama gambar pada kolom Image name kemudian tentukan
118
gambar asli pada kolom Original Image. Untuk mempermudah
pencarian file, klik tombol Browse. Tentukan pula file untuk
gambar rollover pada kolom Rollover Image.
Gambar 5.2.2.6. Menentukan gambar asli dan gambar rollover
7. Masukkan teks alternat pada kolom Alt, lalu tentukan nama file
sebagai link ketika tombol tersebut di klik.
Gambar 5.2.2.7. Menentukan alternat dan alamat URL
8. Untuk melihat hasilnya, tekan tombol F12.
Gambar 5.2.2.8. Hasil akhir pembuatan rollover image menu

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:42
posted:11/15/2011
language:Indonesian
pages:46