10-unsur-kepribadian-seorang-sukses by nuhman10

VIEWS: 74 PAGES: 8

									10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada
komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses.
Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai
berikut:
Pertama, Keberanian          untuk berinisiatif :
Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu
mereka selalu punya ide-ide cemerlang!
Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate
awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh
dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.
Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama
TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris
selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau
atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.
Kedua, Tepat        waktu :
Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki
jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu
menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang
paling terbatas tersebut.
Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan
berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari
respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.
Ketiga, Senang       melayani dan memberi:
Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional
attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.
“The more you give to others, the more respect you get in return”
Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita
mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!
Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta
rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul
dengan diri kita.
Keempat, Membuka            diri terlebih dahulu:
Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia
terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.
Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada
siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.
Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin
bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh
para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau
bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?
Kelima, Senang          bekerja sama dan membina hubungan baik:
Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.
Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim
yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang
kepercayaan” yang baru.
Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan
menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.
Keenam, Senang          mempelajari hal-hal baru:
Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam
bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai
seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap
seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung
menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.
Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan
mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.
Ketujuh, Jarang         mengeluh, profesionalisme adalah yang paling
utama:
Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”
Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak
pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.
Mengapa?
Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu
sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good
day (hari yang baik).
Kedelapan, Berani        menanggung resiko:
Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita
menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.
Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu
dikhawatirkan lagi bukan?
Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari
dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.
Kesembilan, Tidak        menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap
saat):
Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.
Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan
ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh
getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.
Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian
atas hambatan tersebut.
       “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu
Kesepuluh:

maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.
Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka
sendiri? Tidak ada tentunya.
Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung
karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.
Saya adalah saya, mereka adalah mereka.
Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka
merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan
kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.
Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan
langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.




Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa : “Kesuksesan
merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana”.


Tentu saja untuk menjadi orang sukses banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan
sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus
dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian
kesuksesan itu sendiri.


Mr. Jennie S. Bev, seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San
Francisco Bay Area dan beliau merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim
“ketat” Amerika, mengemukakan 10 unsur kepribadian dan ciri-ciri orang sukses, baik dari segi
keuangan dan prestasi yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan
para billionairedan beberapa pengusaha sukses.
10 KEPRIBADIAN ORANG YANG SUKSES

1. Keberanian untuk berinisiatif
Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu
mereka selalu punya ide-ide cemerlang!


Lihat saja seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate
awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh
dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.
Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama
TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris
selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau
atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.


2. Tepat waktu
Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki
jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu
menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang
paling terbatas tersebut.


Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan
berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari
respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.


3. Senang melayani dan memberi
Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional
attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.


“The more you give to others, the more respect you get in return”
Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita
mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!


Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta
rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul
dengan diri kita.


4. Membuka diri terlebih dahulu
Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia
terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.


Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada
siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.


Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin
bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh
para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau
bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?


5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik
Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.
Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV “The Apprentice”, Trump memiliki tim
yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang
kepercayaan” yang baru.
Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan
menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.


6. Senang mempelajari hal-hal baru
Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam
bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai
seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap
seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung
menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.


Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan
mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.


7. Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama
Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”


Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak
pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.


Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi
kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap
sebagai a good day (hari yang baik).


8. Berani menanggung resiko
Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita
menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.


Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu
dikhawatirkan lagi bukan?


Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari
dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.


9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat)
Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.


Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan
ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh
getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.
    Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian
    atas hambatan tersebut.


    10. Menutupi sesuatu agar tampak “lebih” dari lawan bicaranya. (Comfortable in their own
    skin)
    Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka
    sendiri? Tidak ada tentunya.


    Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung
    karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.
    Saya adalah saya, mereka adalah mereka.


    Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka
    merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan
    kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.


    Sikap dasar dari kepribadian orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan
    memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang
    memutuskan.***




    Berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar
    dalam tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.

    Ekstrovert VS Introvert
    Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka.
    Extrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan
    Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian
    tersebut seperti di bawah ini :

    Ekstrovert

           Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka
           Terbuka dan seringkali banyak bicara
           Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
           Seperti aksi dan inisiatif
           Mudah mendapat teman atau beradaptasi dalam grup baru
           Mengatakan apa yang mereka pikirkan
           Tertarik dengan orang-orang baru
           Mudah menolak bersahabat dengan orang-orang yang tidak diinginkannya


    Introvert

           Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
           Memerlukan teritori mereka sendiri
           Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
          Biasanya tidak mempunyai banyak teman
          Sulit membuat hubungan baru
          Menyukai konsentrasi dan kesunyian
          Tidak suka denga kunjungan yang tidak diharapkan dan tidak suka mengunjungi orang lain
          Bekerja dengan baik sendirian


    Logika VS Intuisi
    Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan
    pengaruhnya terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk
    mengambil informasi berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya.
    Perbedaan umum keduanya sebagai berikut :

    Tipe Penuh Logika

          Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
          Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
          Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
          Senang dengan sensasi fisik
          Senang dengan masalah practical dan aktif
          Realistis dan percaya diri


    Tipe Intuisi

          Mengarah ke masa lalu atau masa depan
          Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
          Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
          Tidak suka rutinitas
          Lebih atraktif dalam teori daripada praktek
          Sering ragu-ragu


    Berpikir VS Merasakan
    Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan sturktur dan fungsinya.
    Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh
    semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah :

    Tipe Pemikir

          Tertarik dengan system, struktur, dan pola
          Mengekspos apapun dalam analisi logis
          Relatif dingin dan tidak emosional
          Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
          Memiliki kesulitan untuk mengungkapkan perasaan
          Tidak suka berargumen secara terbuka atau memulai perselisihan


    Tipe Perasa

          Tertarik dengan orang dan perasaan mereka
          Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
          Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yang besar
          Mengavaluasi hal dengan penuh etika dan antara baik atau buruk
          Mudah tersentuh atau menggunakan manipulasi emosional
          Ramah dan sering memberikan pujian untuk orang-orang yang menyenangkan


    Pasrah VS Penuntut
    Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke
    dalam aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah
    :

    Tipe Pasrah

          Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
          Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
          Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
          Selalu ingin tahu dan suka hal baru
          Bekerja produktif tergantung mood
          Sering bertindak tanpa persiapan


    Tipe Penuntut

          Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
          Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
          Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
          Relatif stabil dalam bekerja
          Mengikuti aturan dan disiplin

								
To top