Docstoc

Intranatal Care Management

Document Sample
Intranatal Care Management Powered By Docstoc
					MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN

KALA I

Tanggal Pemeriksaan : 24 Juni 2008        Tempat : BPS Bd. Yuyun W. AMKeb.

Jam                 : 21.00 WIB           Oleh   : Neng Sri Sulastri

I. PENGKAJIAN

   1.1.Identitas         Ibu                              Suami

       Nama            : Ny. N                            Tn. D

       Umur            : 25 Tahun                         31 Tahun

       Agama           : Islam                            Islam

       Suku / Bangsa   : Sunda / Indonesia                Sunda / Indonesia

       Pendidikan      : SMP                              SMP

       Pekerjaan       : Ibu Rumah Tangga                 Karyawan

       Golongan Darah : B                                 B

       Alamat          : Kp. Cikanyere 2/1                Kp. Cikanyere 2/1

                        Desa Cisarua                      Desa Cisarua

                        Kec. Nagrak                       Kec. Nagrak

   1.2.Anamnesa

       Tanggal Pengkajian : 24 Juni 2008               Oleh : Neng Sri Sulastri

       Jam                  : 21.00 WIB

       a. Keluhan utama waktu masuk :
                Ibu mengeluh mules yang semakin sering sejak pukul 19.00 WIB

                disertai keluarnya lendir bercampur darah. Ibu juga mengatakan

                bahwa air-air belum keluar dan pergerakan anak masih dirasakan ibu.

          b. Riwayat Kehamilan Sekarang

                1) Status Kehamilan : G3P2A0 Gravida 38-39 minggu

                2) HPHT : 27 September 2007, lamanya : 6 hari, banyaknya satu hari

                   2 x ganti pembalut, Siklus : 28 hari.

                3) Tapsiran Persalinan : 04 Juli 2008

                4) ANC

                   a) TM I         : 1 x, keluhan pusing dan mual

                   b) TM II        : 3 x, keluhan sedikit pegal

                   c) TM III : 5x, keluhan sering BAK

                5) Imunisasi

                   Imunisasi TT 1 pada tanggal 20 Desember 2007

                   Imunisasi TT 2 pada tanggal 21 Januari 2008

          c. Riwayat persalinan ini

                1) His / Kontraksi

                   Sejak tanggal      : 24 Juni 2008                 Pukul : 19.00

                   Frekuensi          : 2 x dalam 10 menit Lamanya 10 detik

                2) Pengeluaran pervaginam

                   Lendir campur darah sejak pukul 19.00 WIB tapi belum keluar air-

                   air.

          d. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas terdahulu

Hamil   Tahun      Umur              BB /                         Cara    Masalah Hamil,    Keadaan
                             L/P            Penolong   Tempat
 Ke     Lahir    Kehamilan           PB                           Lahir   Bersalin, Nifas    Anak
1    2001          9 bln     P    2,7/47     Bidan    BPS     Normal        -        Hidup
2    2005          9 bln     L    2,9/49     Bidan    BPS     Normal        -        Hidup
3   Hamil ini

         e. Pergerakan janin dalam 12 jam terakhir : > 12 kali.

         f. Makan dan minum terakhir

                Makan : Jam 18.30 WIB, porsi sedang, menu nasi, lauk dan sayur.

                Minum : Jam 21.00 WIB, jenis : air putih.

         g. Eliminasi (BAB dan BAK) terakhir :

                BAB : Jam 20.30 WIB, konsistensi : lembek

                BAK : Jam 21.00 WIB, sebelum diperiksa.

         h. Pola istirahat dan tidur terakhir:

                Tadi malam ibu tidur nyenyak + 8 jam, istirahat siang : tidur + 1-2 jam

    1.3.Pemeriksaan Fisik

         a. Keadaan Umum               : tampak sehat       Kesadaran : compos mentis

                Keadaan Emosional : stabil

         b. Tanda-tanda Vital

                Tekanan Darah : 110/70 mmHg                       Nadi   : 80 x / menit

                Respirasi        : 20 x / menit                   Suhu : 36,6 0C

         c. Kenaikan berat badan selama hamil : 11 Kg

         d. Kepala

                Mata             : - Bentuk          : simetris

                                  - Kelopak mata : tidak ada oedema

                                  - Konjungtiva      : merah muda

                                  - Sclera           : tampak putih

                Hidung           : simetris dan bersih
   Mulut dan gigi : simetris, lidah tidak kotor dan gigi tidak ada caries

   Telinga         : simetris dan bersih

e. Leher           : Tidak ada pembesaran pada kelenjar getah bening

                     Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid

f. Dada

   Jantung      : tidak ada bunyi mur-mur dan iramanya regular.

   Paru-paru    : tidak ada bunyi wheezing.

   Payudara     : - bentuk         : simetris

                  - Puting susu : bersih dan menonjol

                  - Massa          : tidak ada

                  - Colostrums : sudah ada sedikit

g. Abdomen

    Inspeksi      : tidak ada bekas luka operasi ataupun luka parut,

                     striae ada.

    Palpasi

      TFU          : 34 cm

      Leopold I    : pada fundus teraba bagian besar janin lunak, agak

                     bundar dan tidak melenting (bokong).

      Leopold II : teraba bagian besar janin yang memanjang sebelah

                     kiri ibu dan bagian-bagian terkecil janin di sebelah

                     kanan.

      Leopold III : pada bagian terendah janin teraba bagian bulat keras

                     dan melenting, kepala sudah masuk pintu atas

                     panggul.
           Leopold IV : Konvergen, penurunan kepala 4/5

           His              : (+) frekuensi 3x dalam 10 menit Lamanya 15 detik

        Auskultasi : DJJ (+) frekuensi 144 x / menit, regular, punctum

                             maksimum.

    h. Ekstrimitas Atas / Bawah

       Atas       : simetris, tidak ada oedema.

       Bawah : simetris, tidak ada oedema dan varices, refleks patella +/+.

    i. Genitalia

       Inspeksi        :

       Vulva vagina : tidak ada varices, tidak ada luka, tidak ada peradangan,

                           ada pengeluaran berupa lendir campur darah.

       Perineum        : ada bekas luka parut

    j. Pemeriksaan Dalam

       v/v                     : tidak ada kelainan

       Portio                  : tipis lunak

                              : 2 cm

       Selaput ketuban         : utuh

       Presentasi              : kepala

       Penurunan kepala : station -3

       Tali pusat dan bagian-bagian kecil janin : tidak teraba

       Molase                  : tidak ada

II. INTERPRETASI DATA DASAR (DIAGNOSA, MASALAH DAN

  KEBUTUHAN)
  Diagnosa      : G3P2A0 Gravida 38-39 minggu inpartu kala I fase laten janin

                  hidup tunggal intrauterine.

  Dasar         : -   Ibu mengatakan ini anak ketiga, pernah melahirkan 2 kali

                      dan belum pernah keguguran.

                  -   HPHT : 27 September 2007

                  -   Usia Kehamilan 38-39 minggu

                  -   Pemeriksaan Dalam :  : 2 cm dan presentasi kepala.

                  -   DJJ (+) frekuensi 144 x / menit, regular dan pergerakan

                      janin masih dirasakan ibu.

                  -   Pada bagian terendah janin teraba bagian bulat keras dan

                      melenting (kepala).

      Masalah     : tidak ada

      Kebutuhan : tidak ada

III. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL

  Tidak ada

IV. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA

  Tidak ada

V. PERENCANAAN

  -    Informasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga.

  -    Anjurkan ibu untuk menarik napas saat ada his dan miring ke sebelah kiri.

  -    Berikan ibu cukup nutrisi dan cairan agar ada tambahan tenaga.

  -    Berikan motivasi dan semangat pada ibu dan anjurkan untuk terus berdoa.

  -    Anjurkan suami dan keluarga menemani ibu dan memberikan motivasi.
  -   Ajurkan ibu untuk BAB bila ibu ingin dan ibu dianjurkan untuk tidak

      menahan BAK.

  -   Persiapkan alat, persiapan penolong, obat-obatan, perlengkapan pakaian

      ibu dan bayi.

  -   Pantau kemajuan persalinan.

  -   Dokumentasikan hasil pemeriksaan.

VI. PELAKSANAAN

  -   Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa

      kondisi ibu dan janinnya saat ini dalam keadaan baik.

  -   Menganjurkan ibu untuk menarik napas saat ada his dan miring ke sebelah

      kiri.

  -   Memberikan ibu makanan kecil dan minum teh manis satu gelas saat tidak

      ada mules agar ada tambahan tenaga.

  -   Memberikan motivasi dan semangat pada ibu dan menganjurkan ibu untuk

      berdoa agar persalinannya dapat berjalan dengan lancar.

  -   Menganjurkan pada suami dan keluarga untuk menemani ibu dan

      memberikan dukungannya supaya ibu tetap semangat.

  -   Mengajurkan ibu untuk BAB bila ibu ingin dan tidak menahan BAK.

  -   Menyiapkan alat, Menyiapkan perlengkapan untuk Penolong, menyiapkan

      obat-obatan dan menyiapkan perlengkapan ibu dan bayi seperti : partus

      set, hecting set, oksitosin 2 ampul, lidocain 2% dan aquabides, spuit 3 cc

      dan 5 cc I buah, pakaian ibu dan bayi.
   -       Mengobservasi kemajuan dan perkembangan persalinan seperti : DJJ, his,

           nadi setiap 30 menit, tekanan darah, pembukaan serviks, suhu setiap 4 jam

           sekali (terlampir dalam partograf).

   -       Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.

VII. EVALUASI

       -    Setelah diberi penjelasan, ibu mengerti dan paham apa yang telah

            dijelaskan maka ibu akan melaksanakan apa yang telah dianjurkan serta

            ibu bersedia untuk dipantau.



KALA II

Tanggal Pemeriksaan : 25 Juni 2008               Tempat : BPS Bd. Yuyun W. AMKeb.

Jam                       : 07.00 WIB            Oleh    : Neng Sri Sulastri

S (Data Subjektif)

   -       Ibu mengeluh keluar air-air dan mules semakin sering dan kuat. Ibu

           mengatakan ingin mengedan seperti ingin BAB.

O (Data Objektif)

   a. Keadaan umum              : tampak sehat          Kesadaran   : compos mentis

           Keadaan emosional : stabil

   b. Tekanan darah             : 110/70 mmHg           Nadi        : 86 x /menit

           Respirasi            : 20 x/menit            Suhu        : 36,5 0C

   c. Abdomen

           His makin lama makin sering dan kuat yaitu 5x dalam 10 menit lamanya

           50 detik, DJJ (+) frekuensi 144 x / menit, regular

   d. Anogenital :

           Inspeksi    : Perineum menonjol, vulva dan anus membuka.
      PD         : bloody show ada, portio tidak teraba,  10 cm, ketuban

                   pecah spontan, presentasi belakang kepala dengan UUK Kiri

                   Depan, penurunan kepala St. +3.

A (Assessment)

  Diagnosa : G3P2A0 Gravida 38-39 minggu inpartu kala II janin hidup tunggal

               intra uterine presentasi belakang kepala.

P (Planning)

  -   Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan suami bahwa keadaan

      ibu dan janinnya baik, dan bayi akan segera lahir  ibu mengerti.

  -   Menganjurkan kepada ibu untuk berdoa agar persalinannya dapat berjalan

      dengan lancar  ibu mau melaksanakannya.

  -   Mengamati tanda dan gejala persalinan kala II yaitu ibu ingin meneran

      seperti merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum seperti

      ingin BAB, perineum menonjol, vulva vagina dan anus membuka.

  -   Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan kemudian mematahkan

      ampul oksitosin 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai

      ke dalam partus set.

  -   Mengenakan perlindungan diri.

  -   Mencuci tangan 7 langkah dengan sabun pada air bersih dan mengalir lalu

      mengeringkan tangan dengan handuk pribadi yang bersih dan kering,

      memakai sarung tangan DTT atau steril.

  -   Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik dan meletakkannya

      kembali kedalam partus set.
-   Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari

    depan ke belakang dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi air

    DTT.

-   Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan

    serviks sudah lengkap dan pembukaannya memang sudah lengkap.

-   Memasukkan sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih

    memakai sarung tangan kotor kedalam larutan khlorin 0,5% dan kemudian

    melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam

    larutan khlorin 0,5% selama 10 menit lalu mencuci kedua tangan dan

    mengeringkannya.

-   Memeriksa DJJ dan hasilnya 146 x / menit, teratur.

-   Memberitahukan kepada ibu dan pendamping bahwa pembukaan sudah

    lengkap dan keadaan janin baik serta membantu ibu untuk berada dalam

    posisi yang nyaman sesuai keinginan ibu. Menunggu ibu hingga

    mempunyai keinginan untuk meneran dan menganjurkan lagi untuk

    minum teh manis agar ada tenaga saat meneran dan ibu pun

    melaksanakannya.

-   Memimpin ibu untuk meneran sambil memberinya semangat dan pujian.

-   Melakukan pertolongan kelahiran bayi :

    a. Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, melindungi

       perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain, meletakkan tangan

       yang lain di kepala bayi dan melakukan tekanan yang lembut dan tidak

       menghambat pada kepala bayi, membiarkan kepala keluar perlahan-

       lahan, dan menyuruh ibu untuk tidak meneran cukup ditiup-tiup atau

       seperti batuk untuk menghindari robekan perineum, sehingga lahirlah
                  berturut-turut ubun-ubun besar, dahi, hidung, mulut, dan dagu disusul

                  seluruh tubuh bayi.

               b. Bayi lahir jam 07.10 WIB, spontan langsung menangis, warna tubuh

                  kemerahan, dan gerakan aktif. Jenis kelamin perempuan.

               c. Menempatkan bayi pada perut ibu yang sudah dialasi kain bersih dan

                  mengeringkannya.

               d. Menjepit, kemudian memotong tali pusat, lalu mengganti kain bayi

                  dengan kain yang bersih dan kering dan memberikan bayi kepada

                  ibunya untuk disusui  ibu mau menyusuinya.

                                       Hasil Observasi Kala I :

                                                   Observasi yang dilakukan
Tgl./Waktu      Tekanan
  (WIB)                     Nadi      Suhu    Respirasi      DJJ
                 Darah                                                Kontraksi          Pemeriksaan Dalam
                          (x/menit)    (oC)   (x/menit)   (x/menit)
                (mmHg)
24 Juni 2008     110/70      80       36,6       20         144       2x/10’/10”   Portio tipis lunak, Ketuban : (+),
   / 21.00                                                                          : 2 cm, penurunan kepala : HI
25 Juni 2008    110/70       82       36,5       20         142       3x/10’/20”   Portio tipis lunak, Ketuban : (+),
   / 01.00                                                                          : 3 cm, penurunan kepala : HI
                                                                                   - II
   05.00        110/70       86       36,6       22         144       3x/10’/45”   Portio tipis lunak, Ketuban : (+),
                                                                                    : 4 cm, penurunan kepala : HII
                                                                                   -III
   05.30                     84                             142       3x/10’/45”
   06.00                     84                             142       4x/10’/45”
   06.30                     84                             142       4x/10’/45”
   07.00                     86                             146       5x/10’/50”   Portio tidak teraba, ketuban : (-),
                                                                                    : lengkap, penurunan kepala :
                                                                                   H IV


   3.1.1       Kala III

   Tanggal Pemeriksaan : 25 Juni 2008                     Tempat : BPS Bd. Yuyun W. AMKeb.

   Jam                            : 07.10 WIB             Oleh        : Neng Sri Sulastri


   S (Data Subjektif)
   -   Ibu mengeluh masih merasakan mules sedikit tapi ibu merasa lega dengan

       kelahiran bayinya.

O (Data Objektif)

   Keadaan umum             : tampak lelah       Kesadaran    : compos mentis

   Keadaan emosional        : stabil

   Abdomen                  : Tidak ada janin kedua.

   TFU                      : Sepusat

   Kontraksi uterus         : Ada.

   Kandung kemih            : kosong.

   Tampak tali pusat diklem didepan vulva

   Belum ada tanda-tanda pelepasan plasenta.

A (Assessment)

   Diagnosa : P3A0 partus kala III.

P (Planning)

   -   Meletakkan kain yang bersih dan kering, kemudian melakukan palpasi

       abdomen untuk memastikan tidak ada janin kedua  tidak ada janin

       kedua.

   -   Memberitahukan pada ibu bahwa ibu akan disuntik. Dalam waktu 1 menit

       setelah kelahiran bayi, memberikan suntikan oksitosin 10 unit IM di 1/3

       paha kanan atas ibu bagian luar, setelah diaspirasikan terlebih dahulu dan

       ibupun mau untuk disuntik.

   -   Melakukan penegangan tali pusat terkendali:

       a. Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5 – 10 cm dari vulva.

       b. Meletakkan satu tangan di atas simpisis pubis dengan dialasi kain

          bersih, tangan yang satunya memegang tali pusat dan klem.
       c. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan

          tali pusat ke arah bawah dengan lembut, melakukan Tekanan yang

          berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan

          uterus ke arah atas dan belakang (dorso cranial) dengan hati-hati untuk

          mencegah terjadinya inversio uteri.

   -   Melahirkan plasenta setelah ada tanda-tanda pelepasan plasenta dengan

       cara:

       a. Ketika plasenta terlihat di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan

          mengangkat tali pusat keatas dan menopang plasenta dengan tangan

          lainnya untuk melanjutkan kelahiran plasenta dengan menggunakan

          kedua tangan secara hati-hati memutar plasenta searah jarum jam

          sehingga selaput ketuban terpilin, dengan lembut dan perlahan

          melahirkan selaput ketuban tersebut. Jam 07.15 WIB plasenta lahir

          spontan.

       b. Melakukan masase uterus ± 15 detik hingga uterus berkontraksi.

       c. Memeriksa kedua sisi plasenta (maternal dan fetal) dan selaput ketuban

          untuk memastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Hasil

          pemeriksaan : plasenta dan selaput ketuban lengkap, beratnya + 500gr.




Kala IV

Tanggal Pemeriksaan : 25 Juni 2008        Tempat : BPS Bd. Yuyun W. AMKeb.

Jam                  : 07.45 WIB          Oleh    : Neng Sri Sulastri


S (Data Subjektif)
   -   Ibu mengeluh merasa mules sedikit dan lelah serta mengantuk, tetapi ibu

       merasa senang melihat bayinya sehat dan normal.

O (Data Objektif)

   a. Keadaan umum           : tampak lelah       Kesadaran    : compos mentis

       Keadaan emosional : stabil

   b. TTV:

       Tekanan darah         : 100/70 mmHg        Nadi         : 80 x /menit

       Respirasi             : 23 x/menit         Suhu         : 36,2 0C

   c. Abdomen

       Palpasi               : TFU 2 jari di bawah pusat

                              Kontraksi uterus : Baik

                              Kandung kemih      : Kosong

   d. Genetalia              : Perdarahan : + 100 cc

A (Assessment)

   Diagnosa : P3A0 partus kala IV

P (Planning)

   -   Menilai ulang kontraksi uterus dan memastikannya berkontraksi dengan

       baik dan mengevaluasi perdarahan pervaginam. Ternyata kontraksi uterus

       baik dan perdarahan normal.

   -   Membersihkan sarung tangan ke dalam larutan klorin kemudian ke air

       DTT, lalu keringkan

   -   Meminta ijin kepada ibu untuk mengambil bayinya karena akan dilakukan

       pengikatan tali pusat. Ikat tali pusat + 1cm dari dinding perut bayi dengan

       simpul mati, ikat balik dengan simpul mati dan melepaskan klem arteri

       kemudian merendamnya di larutan chlorine 0,5%.
      -     Menyelimuti kembali bayi dan menutupi bagian kepalanya lalu diberikan

            kepada ibu untuk disusui lagi.

      -     Melanjutkan pemantauan tekanan darah, nadi, kontraksi uterus, TFU,

            kandung kemih, perdarahan pada 1 jam pertama setiap 15 menit dan satu

            jam kedua setiap 30 menit dan suhu setiap 1 jam kemudian dicatat dalam

            partograf.

            Hasil observasi sebagai berikut:

Jam                                                                     Kontraksi   Kandung
          Waktu       TD        Nadi    Suhu            TFU                                   Perdarahan
 ke                                                                      uterus      kemih
 1        07.45   100/70 mmHg   80x/m   36,20C   2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal
          08.00   100/70 mmHg   80x/m            2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal
          08.15   100/70 mmHg   80x/m            2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal
          08.30   100/70 mmHg   84x/m            2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal
 2        09.00   100/70 mmHg   86x/m   36,40C   2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal
          09.30   100/70 mmHg   84x/m            2 jari dibawah pusat     Baik      Kosong      Normal

      -     Mengajarkan kepada ibu dan keluarga melakukan masase uterus dengan

            cara meletakkan satu tangan di atas perut ibu kemudian diputar searah

            jarum jam dan memeriksa kontraksi uterus, jika teraba lembek setelah

            dilakukan masase lapor ke bidan. Ibu dan keluarga melaksanakannya.

      -     Mengevaluasi jumlah perdarahan. Perdarahan normal + 200 cc

      -     Memeriksa nadi ibu  80 x/menit

      -     Memeriksa apakah ada robekan dan perdarahan aktif, dan ternyata ada

            robekan pada perineum dengan derajat 2.

      -     Memberitahukan kepada ibu bahwa akan dilakukan penjahitan dengan

            terlebih dahulu dilakukan anestesi, menganjurkan ibu untuk santai dan
    tidak tegang kemudian membantu ibu mengambil posisi litotomi (asisten

    menyalakan lampu ginekologi).

-   Melakukan anestesi lokal dengan lidokain 2% yang dilarutkan dengan air

    steril aquabides dengan perbandingan 1 : 1 untuk membuat larutan

    lidokain 1% (sudah dipersiapkan) dengan melakukan aspirasi terlebih

    dahulu.

-   Memastikan daerah luka sudah teranestesi dengan baik. Menentukan batas

    luka dan mendekatkan tepi luka untuk menentukan bagaimana cara

    menjahitnya menjadi satu dengan mudah.

-   Membuat jahitan pertama + 1 cm diatas ujung luka dan memotong benang

    yang lebih pendek. Menutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur ke arah

    cincin himen. Sebelum mencapai cincin himen, menusukan jarum ke

    dalam mukosa vagina lalu ke bawah cincin himen, kemudian meneruskan

    jahitan pada perineum dengan jahitan jelujur sampai ke ujung laserasi.

    Kemudian menutup lapisan subkutikuler dengan jahitan jelujur menuju ke

    arah atas yaitu ke belakang cincin himen. Mengikat benang dengan

    membuat simpul didalam vagina dan memotong ujung benang dengan

    menyisakan sekitar 1,5 cm. Memeriksa vagina dengan lembut apakah ada

    kasa atau peralatan yang tertinggal, kemudian memasukan 1 jari

    kelingking ke dalam anus untuk mengecek adakah jahitan pada rectum 

    laserasi sudah dijahit + 15 jahitan, tidak ada jahitan di rectum.

-   Menasehati ibu agar menjaga kebersihan daerah vulva agar selalu bersih

    dan kering, mencuci daerah perineumnya dengan sabun air bersih yang
    mengalir 3-4 kali perhari, tidak menggunakan ramuan atau obat tradisional

    pada perineumnya dan mengkonsumsi gizi yang cukup.

-   Membereskan alat kemudian merendamnya ke dalam larutan chlorine

    0,5% selama 10 menit

-   Membuang bahan-bahan habis pakai dan yang terkontaminasi ke dalam

    tampat sampah yang sesuai.

-   Membersihkan ibu dengan air DTT, mengganti pakaian ibu dengan

    pakaian yang bersih dan kering dan memakaikan pembalut.

-   Memastikan bahwa ibu merasa nyaman, menganjurkan pada keluarga

    untuk membantu memberikan ibu minum dan makanan yang diinginkan

    kemudian mengajurkan ibu untuk istirahat  ibu melaksanakannya.

-   Mendekontaminasi tempat persalinan dengan lautan klorin.

-   Mencelupkan sarung tangan kotor kedalam larutan chlorine 0,5%,

    membukanya dengan keadaan terbalik dan merendamnya selama 10 menit.

-   Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.

-   Mendokumentasikan hasil pemeriksaan, melengkapi partograf.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1279
posted:11/13/2011
language:Indonesian
pages:17
Description: Intranatal care management dari kala I sampai dengan kala IV lengkap dengan SOAP