MATRIK PERUMUSAN HASIL REFRESH TRAINING
KONSULTAN PENDAMPING (NMC-DMC) TAHAP IMPLEMENTASI BDL REKOMPAK JRF
IMPLEMENTASI BDL REKOMPAK JRF
Kaliurang Yogyakarta, 1-4 Desember 2009
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
1 Pemahaman Sosialisasi dan Keterbatasan waktu dalam rangka Perlu penambahan porsi (1). Sosialisasi berkelanjutan
Konsep penyadaran penguatan pemahaman paradigma waktu dalam master Waktu bersifat given
Dasar terhadap menuju perubahan sikap dan schedule pada tahap (closing date & master
Rekompak Paradigma belum perilaku masyarakat karena lebih persiapan sosial dan schedule)
mampu merubah terkonsentrasi pada kegiatan fisik treatment peningkatan Sosialiasi
sikap dan perilaku kualitas pemahaman berkelanjutan salah
masyarakat masyarakat terhadap satu solusi
paradigma program Media sosialisasi
cukup terdistribusikan
(2) Memperjelas keberadaan
Posko Tim Faskel dan Pos
Informasi Tiap Desa, untuk
meningkatkan efektifitas K3E
(Konsultasi, komunikasi,
koordinasi dan evaluasi)
dengan masyarakat
Kendala : kontrak
fasilitator jangka pendek
(1 blnDMC yogya, 3
blnDMC Jateng)
menyulitkan pengadaan
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
Posko Faskel oleh tim
fasilitator
Pos Informasi disediakan
secara swadaya oleh pihak
desa, sebagai tempat
konsultasi dan koordinasi,
serta sumber data di
tingkat desa.
(3) Dipastikan materi terkait
dengan aspek community dan
value based wajib menjadi
pokok bahasan dalam setiap
kegiatan capacity building
(pelatihan dan coaching)
disemua level pelaksanaan
(4) Meefektifkan mekanisme
monitoring dan evaluasi
terkait aspek community dan
value based disetiap tahapan
kegiatan
(5) Kaum perempuan dan
pemuda diharapkan lebih
berperan dalam setiap
pengambilan keputusan di
tingkat desa
(6) mengaktifkan kembali
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
relawan
(7) Perlu instrumen penilaian
yang lebih mengedepankan
pemberdayaan daripada fisik
(8) Reward n Punishment.
Sangsi-sangsi tegas. atas
pelanggar komitmen
Proses Kebingunagan dan Pemahaman terhadap list kegiatan NMC segera NMC segera melaksanakan
Penyusunan kecemburuan yang tercantum dalam PJM dan melaksanakan Koordinasi teknis/ Coaching
DTPL dalam proses yang harus diverifikasi, serta Koordinasi teknis/ Tentang Tatacara/mekanisme
verifikasi dan penetapan hasil verifikasi tidak Coaching Tentang Verifikasi Kegiatan Prioritas
penentuan hasilnya seragam (beda persepsi) Tatacara/mekanisme
Verifikasi Kegiatan
Prioritas
Fasilitator tidak Jedah waktu antara pelaksanaan
berani melakukan verifikasi dengan penentuan hasil
sosialisasi kegiatan verifikasi secara resmi oleh NMC,
yang menjadi terlalu lama
prioritas didanai
BDL, serta
menghambat
kegiatan di
lapangan
Penyelesaian Perbedaan persepsi tentang
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
DED & RAB mekanisme penyusunan DTPL
lambat (DED & RAB)
Progres secara Proses konsultasi DED dan RAB
keseluruhan belum efektif (terkait waktu),
tertunda dari tim fasilitator ke TA DMC
dan dari DMC ke NMC
Keterlibatan masyarakat masih
sangat minim
2 Usulan verifikasi 1. Dari awal proses CSP warga 1. Perlu penambahan 1. Perlu penambahan media
tdk sebanyak hanya tahu kegiatan yang media sosialisasi sosialisasi (brosur/leaflet)
PJM dapat didanai JRF hanya yang (brosur/leaflet) tentang proses DTPL
Dokumen DTPL berkaitan dengan mitigasi tentang proses DTPL 2. Pelatihan penyusunan
terlambat bencana dan pemahaman 2. Pelatihan DTPL pd masyarakat
Koreksi di tentang prioritas penyusunan DTPL PP/TIP
DMC/NMC 2. Pelaksanaan di lapangan tidak pd masyarakat 3. Disediakan contoh DTPL
lambat sesuai siklus PP/TIP yang benar– benar – benar
3. Koreksi di DMC/NMC lambat 3. Disediakan contoh sebagai acuan, pada saat
4. Ada DED yang perlu DTPL yang benar– sosialisasi.
dikoordinasikan ke pemda benar – benar
5. Adanya perubahan jadwal sebagai acuan, pada
alokasi DIPA saat sosialisasi.
6. Kesiapan warga yang tidak
konsisten + dikejar target- jadi
kurang teliti
Kurangnya 1. Deadline waktu yang terlalu 1. Kebijakan dalam 5.
keterlibatan dan singkat menyusun master
ketidakmampuan 2. Transformasi konsep DTPL ke schedule lebih
masyarakat dalam masyarakat yang belum memperhatikan
penyusunan DTPL maksimal kondisi lapangan
2. Juklak dan juknis
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
DTPL
3. Penguatan coaching-
coaching
4. Persyaratan
administrasi
pencairan cukup
aspek fisik saja yang
diperhatikan (DED
RAB)
Table of content Kebijakan yang sering berubah Adanya Format baku,
DTPL yang Kebijakan tidak berlaku
berubah surut
Siklus yang Deadline kebutuhan proyek Perubahan siklus
dilaksanakan tidak hendaknya disertai
dengan semestinya dengan rekomendasi
tertulis.
3 Pengadaan Terjadi proses Ketidakjelasan mekanisme Penjelasan subtansi pada
Barang dan revisi BAPPUK perubahan BAPPUK (perubahan setiap tahapan kegiatan
Jasa di sehingga RAB)
tingkat memperlama
masyarakat proses
(community Proses lelang yang Pedoman Dokumen Lelang yang Dibutuhkan buku
procurement sulit dipahami oleh berubah-ubah pedoman Dokumen
) masyarakat Lelang disertai contoh
konkrit simulasi
pelaksanaan lelang
Sering ada upaya 1. Pemenang lelang sudah diatur 1. SOP yang ada sudah 4. Diperlukan distribusi
memanfaatkan oleh tim panitia lelang dirasa jelas tapi media sosiaisasi terkait
aturan yang 2. ketidak sesuaian kualitas perlu dirinci dalam arti penting lelang dalam
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
kurang detail bahan/material yang langkah2 yang lebih hubungannya dengan
dengan dalih dilelangkan/ ditawarkan operasional prinsip transparansi,
untuk dengan yang dikirim 2. NMC memastikan akuntabilitas,
pembelajaran (paskalelang) melalui DMC bahwa demokratisasi, dan
3. penawar tidak membawa SOP terkait lelang partisipsi dalam
sample material berikut perubahan hubungannya dengan
4. Panitia ikut menjadi peserta yang terjadi penjaminan kualitas
lelang dipastikan sudah proses,
5. Harga penawaran diatas harga sampai hingga level
RAB fasilitator.
6. Tata tertib lelang yang belum 3. Diharapkan Tim
jelas. Fasilittor
mengunjungi web
rekompak-jrf.
Minimal download
SOP yang
diperlukan.
Pemahaman Masyarakat yang belum terbiasa 1. Pelatihan secara 3.
masyarakat melakukan lelang yag sesuai mendalam tentang
masalah lelang dengan standar prosedur. pentingnya lelang ‘.
masih kurang 2. sosialisasi yang
mendalam serta
simulasi
Adanya intervensi Adanya kepentingan dari pihak Diperlukan aturan yang
dan konspirasi tertentu demi keuntungan finansial mengatur sangsi-sangsi
dalam proses yang tegas.
lelang
Tidak adanya Bahan yang langka SOP lelang heritage
standar harga yang dibuat khusus.
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
spesifik heritage
4 Pembukuan, Kurangnya SDM PP dan/atau BKM kurang; Menjadikan kontrak
Pelaporan tanggung jawab PP PP dan/atau BKM tidak punya sosial masyarakat
dan dan/atau BKM waktu luang; atau tidak sebagai media :
Pertanggungj dalam pembuatan mempunyai rasa memiliki • Membangun
awaban laporan komitmen
keuangan pembukuan. masyarakat
dan • Penyadaran
pekerjaan masyarakat
mengenai agar
mempunyai rasa
memiliki
terhadap
program
Dana Talangan Dalam pelaksanaan pembangunan Ada kebijakan khusus
infrastruktur ada yang terhenti dari NMC untuk
akibat dana belum cair, padahal memperbolehkan dana
jika tidak selesai ada potensi talangan sebab
membahayakan pemukiman. kebutuhan di lapangan
Dalam SOP disebutkan tidak perlu material dan uang
boleh ada hutang Uang. juga.
Penggunaan BOP Sementara ini aturan kurang jelas ( Mohon dipertimbangkan
contoh: konsultasi perlu pulsa, penggunaan BOP bisa
senyatanya beli pulsa, kok tidak mengakomodir
boleh ada nota pulsa) kebutuhan Riil di
lapangan yang
senyatanya, disebutkan
dengan rinci dan tegas,
melalui Surat Edaran
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
Resmi dari NMC.
Progres Fisik tidak Adanya swadaya bisa Perlu penjelasan
sinkron dengan mempengaruhi progres fisik Realistis penyebab
progres keuangan Koefisien perhitungan volume terjadinya perubahan
fisik dan Perubahan kondisi di dengan didukung oleh
lapangan dokumen terkait.
Format yang Adanya swadaya yang belum Perlu segera ditetapkan
berubah-ubah tercatat (hibah dsb) format baku tentang
(swadaya) pencatatan swadaya.
Dokumen yang Kurang tertib administrasi Penyerahan hanya Copy
hilang. dokumen dan perlu
bukti dengan tanda
terima penyerahan.
DMC/NMC
memfasiltasi bila Tim
fasilitator/DMC bila
harus menyediakan
kembali dokumen
tersebut.
Tupoksi belum Pelatihan yang belum maksimal Peningkatan Pelatihan
sepenuhnya karena dibatasi oleh schedule dengan OJT Dengan
dipahami oleh para membuat panduan
pelaku operasional/tools yang
lebih jelas dalam rupa
langkah-langkah (PTO)
bukan sekedar SOP.
Keterlambatan Jarak Posko ke DMC jauh. Sarana DMC jemput bola atau
dalam pelaporan komunikasi (IT) terbatas. pemaksimalan fasilitas
progres IT ( biaya-BOP).
Warga belum Komitmen dan Kemampuan pelaku 1. Review tertib 5.
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
terbiasa tertib yang masih rendah. administrasi bagi
administrasi lintas pelaku
(BKM/TPK/PP)
2. Adanya sangsi yang
tegas (teguran
resmi/penghentian
bantuan)
3. Perluasan
pemanfaatan BOP
untuk apresiasi
tenaga administrasi
PP
4. Membangun
teamwork di
masyarakat
(sinergitas antar
lembaga desa)
Proporsi Fasilitator 1. Aturan program Penambahan personil
ekonomi/pendampi 2. Jumlah PP yang banyak dan fasilitator ekonomi
ng minim jangkauan wilayah yang
berjauhan.
Kurangnya tenaga Kurangnya tenaga pengawas Ditambah tenaga
pengawasan pengawasan
5 Pengawasan ketidaksesuaian Keterlambatan penyaluran dana Stake holder terkait
(pengendalia jadwal sebagai dampak belum perlu menyusun
n mutu) penyelesaian terlesesaikannya revisi DIPA perencanaan
bangunan pembangunan penganggaran sesuai
infrastruktur infrastruktur yang dengan Master Schedule
berakibat dan segera
munculnya resiko menyelesaikan revisi
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
bencana baru DIPA yang sedang
berproses
Terhambatnya Kronologis penanggalan tidak NMC perlu menyusun,
penyelesaian seusai dengan Table of Content menetapkan dan
penyusunan DTPL karena munculnya format yang mendesiminasikan buku
berubah-ubah pedoman penyusunan
DTPL berikut contoh
konkrit kronologis
tahapan kegiatan
Ada usaha Adanya kelompok tertentu 1. Diadakan Refresh 2.
Markup harga berusaha cari keuntungan, terhadap semua
Sumber daya Kurangnya transparansi thd pelaku
berbeda, pengelolaan program sehingga 3. Dibuat buku pintar/ 4.
Instrumen akan sulit buku saku
pengendalian dipertanggungjawabkan, 5. Ada poster/brosur 6.
mutu belum Karena peran pelaku dalam yang mudah dipahami
jelas. masyarakat hanya orang2 7. SOP berlu di 8.
tertentu ( perangkat desa, BKM, breakdown ke dalam
TIP) belum melibatkan manual yang lebih
masyarakat keseluruhan. sederhana dan
Tujuan program belum aplikable
dipahami secara menyeluruh 9. Diselenggarakan pre 10.
tapi sudah dilaksanakan di construktion meeting
lapangan, karena ada batasan sebelum pelaksanaan
waktu dari program. konstruksi
Kepedulian thd lingkungannya 11. Review 12.
kurang Dokumen-dokumen
Kurangnya partisipasi acuan pelaksanaan
masyarakat. konstruksi sebelum
pelaksanaan
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
kurangnya informasi ttg pembangunan
pemanfaatan proyek 13. Penguatan 14.
prinsip-prinsip OJT di
tingkat komunitas
pelaku konstruksi
15. Meningkatkan 16.
kualitas komunikasi
antar pelaku
dilapangan
17. RKS (dan atau 18.
sejenisnya) perlu
didetailkan sehingga
dipahami oleh semua
warga dan bukan
hanya yang tahu (
Teknik Sipil).
Kerusakan akibat Alam, perang, teknologi, dll Perlu SOP Force Major.
force major
Belum ada standar Kelangkaan bahan dan 1. SOP Heritage yang 3.
Analisa pekerjaan Tenaga kerja harus spesial jelas dan
heritage implementatif
2. Tim fasilitator
BDP/heritage berdiri
sendiri
Peningkatan Kebiasaan tukang dan Spesifikasi Penguatan kapasitas
Kualitas pekerjaan yang tidak sesuai aturan. dengan OJT dan Sampel
Waktu pekerjaan yang tidak tepat di lokasi
Reschedule
6 Kinerja Pemdes: pasif Pemdes tidak memahami perannya Perlu review peran
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
Pelaku di dalam program REKOMPAK JRF Pemdes dan
Tingkat memrperkuat
Lapangan koordinasi BKM
(Kades, dengan Pemdes
BKM,PP dll) NMC perlu
menerbitkan buku
panduan/juklak-juknis
BDL dan dibagikan di
setiap desa dampingan
BKM: Over Adanya kepentingan pribadi atau NMC-DMC Lebih tegas
kapasitas/ kelompok dalam memberikan
Dominan sanksi/ tindakan
PP Kesulitan Keterbatasan waktu dalam proses Penambahan durasi
dalam pembuatan pembelajaran PP waktu pembuatan DED;
DED & RAB penambahan jumlah
FasTek
Kepercayaan Pencairan dana tidak sesuai Proses revisi DIPA
masyarakat dengan jadwal yg direncanakan segera diselesaikan dan
terhadap menjadi pembelajaran
Rekompak-JRF bagi penyusunan DIPA
menurun di waktu mendatang
Fasilitator : Gaji dan BOP belum terbayarkan Pembayaran gaji tepat
Semangat kerja selama 3 bulan berturut-turut dan waktu
menurun belum ada kejelasan kapan gaji
akan dibayarkan
Pemdes: Kearifan lokal yang cenderung Koordinasi yang
Dominasi Person menghormati pamong berjenjang dari level
SDM yang terbatas sehingga bawah
muncul kesenjangan partisipasi Coaching
berkelanjutan
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
PJOK:Keterlambat Ketidakjelasan SK Koordinasi intensif
an Pengurusan dengan instansi terkait
administrasi
BKM: Kurang koordinasi Pengoptimalan UP-UP
Dominasi personil
TIP: Kesibukan di luar program Manajemen waktu
Adanya Adanya kepentingan pribadi Pengawalan/fasilitasi
kesenjangan Pemahaman yang berbeda dengan rembug
dalam Coaching
partisipasi
Dominasi
kepentingan
Keterbatasan
Kapasitas
PP: Lemahnya kontrol dalam Koordinasi/monev
Keterlambatan pelaksanaan rutin
progres fisik Kurang memahami kaidah Coaching
gambar
UP-UP: Kurang dilibatkan/dioptimalkan Optimalisasi
Kurang tertib UP-UP yang ada UPK/UPE untuk
administrasi penyusunan
Terlambat administrasi
proses Optimalisasi UPL
pelaksanaan untuk perencanaan
pengawasan dan
monev.
Adanya dominasi, 1. Belum terbiasa dengan program Musyawarah dan
intervensi, dan aturan yang ada Evaluasi antar pelaku
konspirasi, 2. Menurunnya komitmen sosial program rekompak
transparansi dan 3. Tidak adanya apresiasi kinerja secara menyeluruh
Pokok Pointer Faktor-Faktor Yang Keterangan
No Usulan Rekomendasi
Bahasan Permasalahan Melatarbelakangi Permasalahan
kurang kepedulian
pelaku
(BKM/TPK,
Kades, PP)
Kinerja fasilitator 1. Gaji telat 1. Gaji tepat waktu 5.
menurun 2. Durasi kontrak yang pendek 2. Durasi kontrak
3. Kurangnya kesejahteraan kerja minimal 1 tahun
4. Kurangnya kepedulian terhadap 3. Jaminan
resiko tim fasilitator kesejahteraan (gaji,
cuti, THR, asuransi)
4. Khusus hak gaji
fasilitator+asisten
Jogja segera dipenuhi
(tanggalnya brapa
dong)
Adanya dominasi, 4. Belum terbiasa dengan program Musyawarah dan
intervensi, dan aturan yang ada Evaluasi antar pelaku
konspirasi, 5. Menurunnya komitmen sosial program rekompak
transparansi dan 6. Tidak adanya apresiasi kinerja secara menyeluruh
kurang kepedulian
pelaku
(BKM/TPK,
Kades, PP)