Identifikasi Kation dan Anion

Document Sample
Identifikasi Kation dan Anion Powered By Docstoc
					                                                                             43




                  VI. IDENTIFIKASI KATION ANION

A. Pendahuluan
  1. Latar Belakang
            Larutan elektrolit bila dimasukkan ke dalam air akan terurai
     menjadi ion-ion. Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan listrik.
     Ada dua jenis ion yaitu kation dan anion. Kation adalah ion yang
     bermuatan positif, contohnya Ca+, Na+, Ag+, dan K+. sedangkan anion
     adalah ion yang bermuatan negatif, contohnya Cl-, Br- dan I-.

            Pemisahan anion dan kation dalam suatu larutan dapat dilakukan
     dengan reaksi pengendapan yaitu dengan prinsip analisa kualitatif. Pada
     analisa tersebut kation mula-mula dipisahkan berdasarkan perbedaan
     kelarutan senyawa. Pemisahan dan pengkajian lebih lanjut dilakukan
     dalam tiap golongan.

            Dua kation yang larut membentuk endapan ini sama dengan
     kelarutan yang cukup berbeda dapat dipisahkan dengan pengendapan
     selektif, yang dilakukan dengan pemilihan seksama dari konsentrasi anion
     yang   dibutuhkan,     yang   seringkali    dapat    dikendalikan   dengan
     memanfaatkan pengaruh ion         sekutu.   Tetapan keseluruhan untuk
     menambah sederet ligan disebut tetapan kestabilan.

            Pengetahuan mengenai identifikasi kation dan anion dalam dunia
     pertanian berguna untuk pembuatan pupuk, media tanaman hidrolik dan
     pestisida. Dalam ketiga hal tersebut diperlukan kation dan anion yang
     seimbang. Selain itu ion-ion dapat ditemukan dalam tubuh. Misalnya ion
     Cu2+ dalam hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-
     paru ke sel sel-sel tubuh, ion CO2+ yang berfungsi dalam sintesis protein
     dari asam-asam amino.
                                                                              44




   2. Tujuan Praktikum
             Tujuan dari diadakannya praktikum acara ”Identifikasi Kation dan
      Anion” ini bertujuan untuk :

      a. Mengetahui larutan untuk identifikasi ion Al3+ dan SO42-.
      b. Mengetahui perbedaan dari larutan pekat dan larutan encer untuk
          identifikasi
          ion Al3+ dan SO42-.

   3. Waktu dan Tempat Praktikum
             Praktikum acara “ Identifikasi Kation dan Anion” ini dilaksanakan
      pada tanggal 8 Desember 2009 pukul 13.00 – 15.00 WIB bertempat di
      Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian,
      Universitas Sebelas Maret Surakarta.


B. Tinjauan Pustaka
          Senyawa yang terbentuk karena adanya serah terima elektron pada

   atom-atom pembentuknya disebut senyawa elektrovalen atau senyawa ionis

   dan ikatan pada senyawa tersebut disebut ikatan elektrokovalen atau senyawa

   ionis. Istilah polar kadang-kadang digunakan juga sebagai pengganti istilah

   elektrokovalen. Pada suhu kamar senyawa ionis terdapat bentuk kristal yang

   disebut kristal ion (Syarifudin, 1994).

          Ikatan ion terbentuk oleh pemindahan satu atom yang memberikan satu

   atau lebih dari elektron terluar ke atom lain yang kehilangan elektron menjadi

   ion positif (kation) atom yang mendapatkan elektron menjadi ion negatif

   (anion). Ikatan terjadi tarikan antara ion yang berlawanan (Ralp, 1990).
                                                                           45




       Kimia analis dapat dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis

kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi

anion dan kation. Analisis kuantitatif digunakan untuk memisahkan dan

mengidentifikasi sejumlah unsur dengan mengendapakan Hidrogen Sulfida.

Analisis kuantitatif berurusan dengan menetapkan banyaknya suatu zat

tertentu dalam sampel (Day, 1992).

       Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik menarik antara ion positif dan ion

negatif. Atom yang mempunyai energi ionisasi rendah memberikan ikatan ion

dengan atom yang mempunyai afinitas elektron tinggi atau antara atom-atom

yang mempunyai kelektronegatifan yang tinggi. Jika struktur ion stabil dan

muatan ion kecil mengakibatkan atom dengan mudah membentuk suatu ion

(Brady, 1990).

       Karena ion-ion yang muatannya berlawanan saling tarik menarik,

maka kation dan anion tidak terdistribusi secara seragam dalam larutan. Anion

lebih mungkin ditemukan di dekat kation dan sebaliknya. Secara keseluruhan

muatan larutan adalah netral, tapi didekat ion tertentu ada kelebihan ion

lawannya. Di rata-rata pada saat ion itu bergerak ke segala arah

(Karyohadiprojo, 1994).

       Pengendapan suatu padatan dapat digunakan untuk menentukan

komposisi suatu zat secara tepat. Di dalam melakukan percobaan

pengendapan, harus sesempurna mungkin. Artinya bahwa hanya dari sebagian

kecil saja yang tersisa dalam larutan. Dalam pemurnian endapan melalui

pencucian,   kadang-kadang    digunakan    larutan   pencuci   yang   banyak
                                                                             46




   mengandung ion senama, bukan sekedar air murni. Hal ini dilakukan untuk

   mengurangi kelarutan dari endapan tersebut. Teknik lain yang dapat lebih

   dipahami melalui prinsip-prinsip kesetimbangan larutan ialah pengendapan

   sebagian. Istilah ini mengacu pada suatu keadaan dengan dua atau lebih ion

   dalam larutan, yang masing-masing dapat diendapkan oleh pereaksi yang

   sama, dan dipisahkan oleh reaksi tersebut. Jelasnya salah satu ion mengendap,

   sedangkan ion yang lain tetap dalam larutan. Syarat utama untuk keberhasilan

   pengendapan reaksi adalah adanya perbedaan nyata dalam kelarutan senyawa-

   senyawa yang dipisahkan (Petrucci, 1992).




C. Alat, Bahan dan Cara Kerja
   1. Alat
      a. Tabung reaksi
      b. Pipet tetes
      c. Gelas ukur
   2. Bahan
      a. Larutan Al2(SO4)3
      b. Larutan NaOH
      c. Larutan NH3
      d. Larutan HCl encer
      e. Larutan HCl pekat
      f. Larutan HNO3 encer
      g. Larutan HNO3
   3. Cara Kerja
      a   Ion Al3+
          1) Menyiapkan 2 tabung reaksi yang telah diberi label dan mengisi 5
              ml larutan Alumunium Sulfat pada masing-masing tabung reaksi
                                                                              47




          2) Menambahkan tetes demi tetes larutan NaOH ke dalam tabung
               pertama sebanyak 8 tetes.
          3) Menambahakan larutan NaOH berlebih (5 tetes)
          4) Mengamati perubahan yang terjadi, lalu mengulangi percobaan 2
               dan 3 pada tabung ke-2 dengan mengganti larutan NaOH menjadi
               larutan NH3.
          5) Membandingka perubahan yang terjadi pada masing-masing
               tabung.
      b   Ion SO42-
          1) Menyiapkan 4 tabung reaksi yang telah diberi label dan mengisi
               masing-masimng tabung reaksi dengan larutan alumunium sulfat
               sebanyak 3 ml.
          2) Menambahkan 3 ml larutan barium klorida ke dalam masing-
               masing tabung tersebut.
          3) Menambahkan larutan HCl encer pada tabung 1
          4) Menambahkan larutan HNO3 encer pada tabung 2
          5) Menambahkan larutan HCl pekat pada tabung 3
          6) Menambahkan larutan HNO3 pekat pada tabung 4
          7) Mengamati perubahan yang terjadi pada masing-masing tabung
               reaksi.


D. Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan
   1. Hasil Pengamatan
      Tabel 6.1 Data Identifikasi Ion Al3+

       Tabung       Larutan     Jumlah     Endapan   Keterangan     Warna
                                tetes

           1          NaOH         8           -           -           Jernih
                                  8+5          -           -           Jernih

           2             NH3       8          --          --           Jernih
                                  8+5         --          --           Jernih
                                                                          48




      Sumber : Laporan Praktikum.




      Tabel 6.2 Pengamatan Identifikasi ion SO42-
          Tabung   Larutan        Jumlah      Endapan   Keterangan    Warna
                                  tetes

             1       HCl pekat       5        +++       Endapan       Putih

             2      HNO3 pekat       5        +++       Berkurang     Putih

             3       HCl encer       5        +++       Sama          Putih

             4      HNO3 encer       5        ++++      Sama          Putih

      Sumber : Laporan Praktikum

  2. Analasis Hasil pengamatan
      a. Reaksi dalam Identifikasi Ion Al3+
            Tabung I : Al2(SO4)3 + 6 NaOH → 3 Na2SO4 + 2 Al(OH)3

            Tabung II : Al2(SO4)3 + 6 NH4OH → 2 Al(OH)3 + 3 (NH4)2(SO4)

      b. Reaksi dalam Identifikasi Ion SO42-

            Al2(SO4)3 + 3 BaCl2 → 2 AlCl3 + 3 BaSO4

            Tabung 1&2 : BaSO4 + 2 HCl → H2SO4 + BaCl2

            Tabung 3&4 : BaSO4 + 2 HNO3 → H2SO4 + Ba(NO3)2



E. Pembahasan
            Berdasarkan tabel 6.1 diketahui pada proses identifikasi Al3+
  menggunakan larutan Al2(SO4)3 yang direaksikan dengan NaOH sampai 13
  tetes     terjadi endapan tepung yang semakin banyak, sedangkan pada
  pereaksian dengan NH3 sampai 5 tetes terbentuk endapan tepung tapi hanya
                                                                             49




  terjadi pada permukaan larutan saja dan berlangsung sebentar, setelah digojog
  endapan kemudian hilang.

           Sedangkan pada tabel 6.2 diketahui pada proses identifikasi SO42-
  dilakukan dengan menggunakan larutan Al2(SO4)3 yang direaksikan dengan
  BaCl2 terjadi endapan berwarna putih yang homogen. Dan pada saat ditetesi
  dengan HCl pekat dan encer masing-masing tetes yang terjadi perbedaan
  yaitu pada tabung yang ditetesi dengan HCl encer endapannya lebih sedikit
  daripada tabung yang ditetesi dengan HCl pekat. Sehingga endapan yang
  terlarutkan kembali banyak pada tabung yang ditetesi HCl encer, karena
  konsentrasi HCl pekat lebih tinggi daripada HCl encer, sehingga daya
  melarutkan endapan yang timbul dari larutan Al2(SO4)3 dengan BaCl2 lebih
  kecil.

           Sedangkan pada tabung yang ditetesi dengan HNO3 pekat dan encer,
  terjadi perbedaan yaitu pada tabung yang ditetesi HNO3 pekat terbentuk
  endapan berwarna putih dari Al2(SO4)3 + BaCl2 yang lebih banyak daripada
  tabung yang ditetesi dengan HNO3 encer.



F. Kesimpulan
  1. Untuk mengetahui larutan pekat dan larutan encer pada identifikasi ion
      Al3+ dan SO42- dapat dilakukan dengan identifikasi kation dan anion.
  2. Pada identifikasi ion Al3+ penambahan 8 tetes NaOH menyebabkan
      terbentuknya endapan tepung yang sedang dan bewarna putih.
  3. Pada identifikasi ion Al3+ penambahan 13 tetes NaOH menyebabkan
      terbentuknya endapan tepung yang semakin banyak dan bewarna putih.
  4. Semakin besar konsentrasi NaOH dan NH          3   yang ditambahkan pada
      identifikasi ion Al3+ maka endapan yang terbentuk semakin banyak.
  5. Pada identifikasi ion SO42- penambahan HCl pekat endapannya lebih
      banyak dari pada penambahan HCl encer. Sedangkan pada penambahan
      HNO3 encer jumlah endapan lebih sedikit dari pada HNO3 pekat.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3275
posted:11/12/2011
language:Indonesian
pages:7