Penentuan Massa Rumus Zat by renggamurvie

VIEWS: 1,865 PAGES: 6

									                                                                          37




                 V. PENENTUAN MASSA RUMUS ZAT

A. Pendahuluan
  1. Latar Belakang
            Dalam ilmu kimia, materi diartikan sebagai sesuatu yang
     menempati ruang, mempunyai berat dan mempunyai sifat – sifat.
     Demikian juga atom sebagai materi mempunyai berat dan atom itu sendiri
     menempati ruang. Dan pada suatu zat dimana ia juga mempunyai massa
     yang sering disebut massa rumus zat.

            Massa atom suatu unsur didefinisikan sebagai massa atom unsur itu
     dibandingkan dengan massa atom lain sebagai standar. Berdasarkan
     perjanjian Internasional (1961) digunakan skala massa atom yang
     didasarkan pada isotop C-12. Beberapa peneliti seperti : Dalton, Gay
     Lussac, dan Cannizaro telah mengembangkan metode untuk menentukan
     massa atom. Saat ini hal tersebut dapat dilakukan dengan tepat
     menggunakan alat spektrofotometer massa. Salah satu cara yang paling
     sederhana adalah dengan prinsip stokiometri. Jika jumlah Mg murni
     dibakar, maka akan terjadi perubahan secara kuantitatif (keseluruhan)
     menjadi MgO. Ada beberapa senyawa yang bersifat mengikat air
     membentuk kristal hidrat misalnya: CuSO4.7H2O dan Na2SO4.10H2O.
     Hidrat meupakan zat murni yang stabil pada suhu tertentu dan kelembaban
     atmosfer. Air kristal pada hidrat dapat dihilangkan jika garam ini
     dipanaskan pada suhu lebih dari 100oC sehingga berubah menjadi garam
     anhidrat. Dengan metode pembakaran maka kadar molekul air dalam
     garam dapat ditentukan secara gravimetri.

  2. Tujuan Praktikum
            Tujuan dari diadakannya praktikum acara ”Penentuan Massa
     Rumus Zat”       ini adalah menentukan massa rumus hidrat kupri-sulfat
     ( CuSO4.nH2O)
                                                                            38




   3. Waktu dan Tempat Praktikum
            Praktikum acara “ Penentuan Massa Rumus Zat” ini dilaksanakan
      pada tanggal 30 November 2009 pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di
      Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian,
      Universitas Sebelas Maret Surakarta.


B. Tinjauan Pustaka
          Rumus suatu zat menyatakan jenis dan banyaknya atom yang
   bersenyawa secara kimia dalam suatu satuan zat. Terdapat beberapa jenis
   rumus, diantaranya adalah rumus molekul dan rumus empiris. Dari rumus
   suatu senyawa dapat dihitung banyak informasi kuantitatif mengenai senyawa
   itu, misalnya bobot molekul, bobot molar dan susunan presentase bobot
   ( Keenan, 1996 ).

          Massa atom suatu atom sendiri – sendiri biasanya diberikan dalam
   satuan massa atomik ( sma ), satuan ini didefinisikan dalam atom karbon C-
   12, yang ditetapkan bermassa 12,00 sma. Karbon atom H punya kurang lebih
   setengah massa atom karbon massanya adalah 1,0 sma. Massa molekul H2
   adalah 2,0 sma, massa atom oksigen adalah 16,0 sma ( Cromer, 1997 ).

          Berat atom bukan berat sebenarnya, mereka adalah acuan yang
   menunjukan berat relatif dari berbagai macam atom yang berbeda yang tidak
   mengandung acuan pada berat mutlak. Berat atom hanya berlaku untuk unsur
   – unsur senyawa digunakan berat molekul yang sama dengan jumlah berat
   atom dari semua unsur yang menyusun senyawa yang bersangkutan
   ( Radjaguguk, 1999 ).

          Massa molekul suatu zat adalah jumlah bobot dari atom – atom yang
   ditunjukan dalam rumusnya. Penggunaan istilah ”Massa Molekul Suatu Zat”
   tidak berarti bahwa zat tertentu ini terdiri dari molekul – molekul. Istilah
   massa molekul hanya untuk menunjuk zat – zat yang terdiri dari molekul
   ( Pudjatmoko, 1998 ).
                                                                           39




          Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu
   senyawa.      Rumus ini hanya menyatakan perbandingan jumlah atom – atom
   yang terdapat dalam molekul. Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan
   apabila diketahui salah satu   massa Ar masing – masing unsurnya dan
   perbandingan massa & Ar masing – masing unsurnya. Apabila rumus
   empirisnya sudah diketahui dan Mr juga diketahui maka rumus molekulnya
   dapat ditentukan ( Anonim, 2006 ).



C. Alat, Bahan dan Cara Kerja
   1. Alat
      a. Neraca listrik
      b. Crusible
      c. Oven
      d. Eksikator
      e. Penjepit krus
   2. Bahan
      a. Hidrat kupri-sulfat
   3. Cara Kerja
      a. Menimbang krus kosong sampai ketelitian mg.
      b. Menimbang 1 gr hidrat kupri-sulfat dan memasukkan kedalam krus.
      c. Memanaskan krus dan isinya dalam keadaan tertutup (oven) selama 24
          jam.
      d. Mendinginkan krus dan isinya dalam eksikator.
      e. Menimbang krus dengan isinya dengan teliti.
      f. Menghitung massa rumus zat hidrat kupri-sulfat
                                                                            40




D. Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan
   1. Hasil Pengamatan
      Tabel 2.1 Pengamatan terhadap krus
       a (gr)   b (gr)   c (gr)    d (gr)   Warna Awal        Warna Akhir
      14,030 14,361      0,177     0,508           Biru        Biru Muda
      Sumber : Laporan Praktikum



   2. Analasis Hasil pengamatan
      Diketahui : berat CuSO4 awal = 0,557 gram.

      Keterangan :

          a. Berat krus beserta isinya sebelum pemanasan
          b. Berat krus beserta isinya setelah pemanasan
          c. Berat air
          d. Berat CuSO4


          Berat Air = (berat cruise + berat CuSO4) – berat akhir

                     = (14,030 + 0,508) – 14,361

                     = 14,538 – 14,361

                     = 0,177

      Menghitung Massa Rumus

      Diket : BM CuSO4 = 159,55

      BM H2O = 18

      Massa H2O = 0,513 gram

      Massa CuSO4 = 0,404 gram

      Tanya : x = ….?

      Jawab :
                                                                            41




                  mH 2 O.MrCuSO 4
       x      =
                  MrH 2 O.mCuSO 4

                  0,177 .159 ,55
              =
                    18 .0,508

              = 3,1



E. Pembahasan
           Dari hasil percobaan diperoleh massa hidrat kupri sulfat dan krus
  sebelum pemanasan sebesar 14,030 gram dan setelah pemanasan 14,361 gram.
  Dengan berat air dan berat CuSO4 kita dapat menghitung nilai n. Berat air
  dicari dengan menyelisihkan jumlah berat krus sebelum pemanasan dan berat
  CuSO4 dengan berat krus setelah pemanasan, sehingga diperoleh berat air
  0,177 gram.

           Perubahan warna yang terjadi pada hidrat kupri sulfat adalah dari
  warna awal biru kemudian berubah menjadi biru muda. Hal ini disebabkan
  karena pemanasan dengan suhu tinggi sehingga warna memudar. Sementara
  itu dalamm peruraian timbul uap air yang mengembun pada bagian yang lebih
  dingin menjadi tetesair yang menempel dibagian tersebut.




F. Kesimpulan
  1. Dengan Berat krus sebelum pemanasan lebih besar daripada sesudah
     pemanasan, dimana berat sebelum pemanasan 14,030 gram dan sesudah
     pemanasan 14,361 gram.
  2. Berat air yang hilang diperoleh dari selisih antara berat krus sebelum dan
     sesudah pemanasan yaitu sebesar 0,177 gram.
  3. Warna hidrat kupri sulfat setelah pemanasan mengalami perubahan dari
     biru menjadi putih kebiru-biruan.
                                                                         42




4. Berat CuSO4 sebesar 0,508 gram yang diperoleh dari pengurangan berat
   CuSO4 awal dengan berat air.
5. Massa Rumus hidrat kupri sulfat yang didapat yaitu CuSO4 .3H2O. Ini
   tidak sesuai dengan massa rumus yang seharusnya (CuSO4 .7H2O)
   dikarenakan kurang lamanya waktu pemanasan ataupun karena uap yang
   dikeluarkan oleh hidrat kupri sulfat pada waktu pemanasan. Setelah hidrat
   kupri sulfat dipanaskan pada suhu diatas 100 oC, air pada hidrat dapat
   dihilangkan.

								
To top