Embed
Email

konsep_pembangunan_pertanian

Document Sample
konsep_pembangunan_pertanian
Shared by: HC111110223051
Categories
Tags
Stats
views:
19
posted:
11/10/2011
language:
Indonesian
pages:
68
Konsep Pembangunan Pertanian ini merupakan

pemikiran Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS pada

saat awal penunjukkannya sebagai Menteri

Pertanian pada tahun 2004. Selanjutnya konsep

ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh

pelaku pertanian di seluruh Indonesia

PEMBANGUNAN PERTANIAN

DI INDONESIA









Dr.Ir . Anton Apriyantono, MS

PERTANIAN INDONESIA

DI PERSIMPANGAN JALAN



Kontribusi pertanian dalam pembangunan

ekomomi (Kuznets,1964; Todaro,2000): Import tinggi

Petani terpinggirkan

1.Pertanian sebagai penyerap tenaga kerja

2.Kontribusi terhadap pendapatan

3.Kontribusi dalam penyediaan pangan PERTANIAN

Organisasi tani

4.Pertanian sebagai penyedia bahan baku DI PERSIMPANGAN

kurang berfungsi

5.Kontribusi dalam bentuk kapital JALAN

6.Pertanian sebagai sumber devisa Infrastruktur pertanian

terabaikan

Akses lembaga

keuangan lemah Investasi rendah

Akses pasar lemah

100 Hari





PERMASALAHAN Ruh

PETANI DAN Visi PROGRAM Satu

PERTANIAN Tahun

INDONESIA Misi





Lima

Tahun

Ruh Pembangunan Pertanian







BERSIH dan PEDULI

Kondisi Pertanian Indonesia



 Pelaku Pertanian (Sumber Daya Insani; SDI)

» Petani

» Buruh tani

• Belum terintegrasi menjadi kekuatan

» Pengusaha Pertanian ekonomi nasional (lemahnya sistem &

» Pengepul Pemerintahan)

» Pedagang • Belum saling memberdayakan

» Super Market (kemitraan) tetapi memperdayakan

(eksploitatif) dengan ego sektoral

» Eksportir

• Belum ada hubungan yang adil satu

» Importir

dengan yang lain

» Pengusaha Saprotan

» Pedagang Saprotan ISUE PENTING

» Pemerintah •Moral Hazard

» Perguran Tinggi & Lembaga Penelitian •Pasar Bebas

» Perbankan •Otonomi Daerah

LEMBAGA SWADAYA

PEMERINTAH MASYARAKAT



PERGURUAN LEMBAGA LEMBAGA PERBANKAN

TINGGI PENELITIAN PENYULUHAN









PENGUSAHA PENGUSAHA AGRO- EKSPORTIR

SAPROTAN PERTANIAN INDUSTRI



SUPER

PEDAGANG PENGEPUL MARKET

SAPROTAN PETANI KONSUMEN



TENGKULAK PEDAGANG

PASAR





BURUH TANI

IMPORTIR







DIAGRAM POLA INTERAKSI PELAKU PERTANIAN INDONESIA

Kondisi Pertanian Indonesia



Belum terciptanya sistem yang adil

 Sumber Daya Alam (SDA) dalam pemanfaatan lahan pertanian

– Lahan Sawah Sempit (kepemilikan vs pengusahaan)

• Skala usaha belum ekonomis

– Lahan Sawah Luas

• Masih banyak lahan tidur

– Lahan Kering Sempit

• Konversi dan hak kepemilikan

– Lahan Kering Luas lahan pertanian tidak jelas



– Lahan Gambut

– Lahan Marjinal

ISUE:

– Lahan dalam agroforestry

UU Pokok Agraria

– Lahan perkebunan UU SD Air

Kondisi Pertanian Indonesia



 Sumber Daya Teknologi (Produksi Pertanian)

» Teknologi Tradisi (Adat)

» Teknologi Sederhana

» Teknologi Input Tinggi

» Teknologi Canggih (Komoditas Mahal)

» Pertanian Organik

» Pertanian Terpadu • Indonesia memiliki banyak best practices

• Bioteknologi Indonesia cukup luar biasa

melalui Rekayasa biologis (kedele setinggi

ISUE:

2.5 m dengan produksi berlipat 3-4 kali)

Hak Patent vs

Hak Publik

Ecolabeling

Kondisi Pertanian Indonesia



 Sumber Daya Permodalan Usaha Pertanian

» Modal Seadanya

» Modal Lemah

» Modal Kuat

» Modal dengan Skema Perbankan



INVESTASI masih lemah

• Term of trade (nilai tukar) produk

pertanian rendah

• High risk – low profit

• KKN

Kondisi Pertanian Indonesia

 Sumber Daya Komoditas KOMODITAS PERINGKAT

» Pangan DUNIA



» Hortikultura Lada Putih 1



» Jagung & Serealia Sawit 2



» Kacang & umbi-umbian Karet 2

» Tanaman serat Beras 3

» Peternakan Kakao 3

» Perikanan Lada Hitam 3

» Perkebunan Kopi 4

» Kehutanan Biji-bijian 6

ISUE: Teh 6

Posisi Tawar

WTO

PERMASALAHAN PETANI DAN

PERTANIAN INDONESIA



PASAR DAN TATA NIAGA

INFORMASI KEPEMILIKAN LAHAN

KEBIJAKAN

BIROKRASI DEPTAN

NASIB PETANI

PETANI INDONESIA

MODAL

ORGANISASI TANI

KETERAMPILAN

MENTALITAS

TEKNOLOGI

MASALAH

BIROKRASI DEPTAN SOLUSI



 KKN  Penerapan Penyelenggaraan

Birokrasi Yang Bersih,

 Lemah dalam Eksekusi Amanah Dan Profesional

 Koordinasi antar Lembaga  Pemberdayaan Semua Stake

lain lemah Holder Dalam

 Terlalu Gemuk Mengefektifkan Eksekusi

 Efektifitas Peran

Perencanaan, Pelaksanaan

dan Pengawasan

MASALAHAN

SOLUSI

LAHAN PERTANIAN



 Luas Pemilikan Lahan Petani  Pembangunan Agroindustri di

Sempit, Sehingga Sulit Untuk Pedesaan dalam Upaya

Menyangga Kehidupan Merasionalisasi Jumlah Petani

Keluarga Tani. Dengan Lahan yang Ekonomis

 Produktivitas Lahan Menurun  Penggalakkan Sistem Pertanian

Akibat Intensifikasi Berlebihan Yang Berbasis pada Konservasi

dan Penggunaan Pupuk Kimia Lahan

Secara Terus Menerus  Dikembangkan Sistem Pertanian

 Alih Fungsi Lahan Produktif ke Ramah Lingkungan (Organik)

Industri Akibat Kebijakan  Perencanaan dan Implementasi

 Belum Optimalnya RTRW yang Konsisten

Implementasi Pemetaan  Pemanfaatan Lahan Tidur untuk

Komoditas Terkait dengan Pemberdayaan Masyarakat

Agroekosistem Lahan

 Masih Banyak Lahan Tidur

MASALAH KONDISI PETANI SOLUSI

 Jumlahnya Sangat Besar, 25 Juta  Sistem PendidikanRendah-

Kk Tani, 20 Juta Berlahan, 5 Juta menengah Berbasis

Buruh Tani

Kompetensi Daerah

 Pendidikan Formal Rendah

 Sekolah Lapang Berbasis

 Rendahnya Regenerasi Petani

Teknologi Tepat Guna (Best

 Pekerja Keras Practices)

 Miskin

 Dukungan Sistem Insentif

 Bekerja Tidak Efisien Dalam Implementasi

 Teknologi Rendah Produksi Komoditas

 Produktivitas/kk Rendah Unggulan Wilayah (Daerah)

MASALAH

SOLUSI

KEPEMILIKAN TANAH



 Persengketaan Tanah  Reforma Pertanahan

Berpihak Pada Petani

Rakyat dengan Pengusaha

(Rakyat), Mudah dan

dan Pemerintah Murahnya Sertifikasi Tanah

 Banyak Lahan Petani  Mendorong Tumbuhnya

yang Belum Bersertifikat LSM Pertanian dan Peran

(Biaya Mahal dan Sulit) Advokasinya Untuk Petani

 Sistem Pewarisan Tanah  Penumbuhan Kesadaran

Petani Terhadap Hak-hak

 Banyak Petani yang Tidak Petani melalui Pembinaan

Punya Lahan yang Berkelanjutan

MASALAH MENTALITAS SOLUSI



 Sistem Pendidikan Rendah-

 Petani Lemah Dalam menengah Berbasis Kompetensi

Memperjuangkan Haknya Daerah

 Sekolah Lapang Berbasis

 Lemahnya Kewirausahaan Teknologi Tepat Guna (Best

 Masih Percaya Mitos Practices)

 Moral Hazard  Penumbuhan Kesadaran Petani

Terhadap Hak-hak Petani Melalui

Pembinaan yang Berkelanjutan

 Penggalakan Sistem Alih

Teknologi Melalui Pendampingan,

Diklat Lapangan Bagi Petani

 Pembinaan Motivasi, Etos dan

Wawasan Kewirausahaan

MASALAH KETERAMPILAN SOLUSI





 Keterbatasan Penguasaan

Teknik Budidaya pada  Sekolah Lapang Berbasis

Komoditas Tertentu Saja Teknologi Tepat Guna (Best

Practices)

 Kurangnya Orientasi Agribisnis  Penggalakan Sistem Alih

 Kurangnya Penguasaan Proses Teknologi Melalui Pendampingan,

Pengolahan Pasca Panen Diklat Lapangan Bagi Petani

 Kurangnya Kemampuan  Pembinaan Motivasi, Etos dan

Wawasan Kewirausahaan

Mengakses Pasar

MASALAH MODAL SOLUSI



 Petani Kurang Modal  Mendorong Peran Lembaga

Keuangan (Bank Dan Non-bank)

 Sistem Perbankan yang Untuk Masuk Sektor Pertanian

Kurang Peduli Pada Dengan Skema yang Menguntungkan

Petani Petani

 Belum Ada Asuransi  Mendorong Penguatan Modal

Pertanian Kolektif Petani

 Sistem Ijon  Mendorong Peran Tengkulak Untuk

Membangun Kemitraan Yang Adil

dan Peduli Petani

 Merealisasikan Subsidi Pertanian

yang Tepat Sasaran dan Bersifat

Produktif

MASALAH

PASAR DAN TATA NIAGA SOLUSI

 Harga (tidak wajar,

 Ciptakan Pasar Alternatif, Dengan

fluktuatif, bergantung Rantai Tata Niaga Pendek (Direct

pedagang, tengkulak, Marketing)

merugikan)  Mendorong Terwujudnya Organisasi

 Penguasaan Informasi Tani Yang Kuat dan Berakar

dan Akses Pasar Lemah  Meningkatkan Layanan Informasi

 Rantai Tata Niaga Bagi Petani

Panjang dan Pembagian

Marjin Tidak Adil

MASALAH SOLUSI

ORGANISASI PETANI



 Lemahnya Kesadaran  Penumbuhan Kesadaran Petani

Berorganisasi Terhadap Hak-hak Petani Melalui

Pembinaan yang Berkelanjutan

 Kurang Berfungsinya  Penguatan Organisasi dan

Sebagian Organisasi yang Jaringan Tani

Ada  Mendorong Tumbuhnya LSM

 Organisasi Tani Kurang Pertanian dan Peran Advokasinya

Mandiri Untuk Petani

SOLUSI

MASALAH TEKNOLOGI



 Sistem Alih Teknologi  Sistem Pendidikan Rendah-

Lemah Menengah Berbasis Kompetensi

Daerah

 Penerapan Teknologi Kurang  Sekolah Lapang Berbasis

Tepat Sasaran Teknologi Tepat Guna (Best

 Semakin Banyaknya Practices)

Penerapan Teknologi Tidak  Penggalakan Sistem Alih

Ramah Lingkungan Teknologi Melalui Pendampingan,

Diklat Lapangan Bagi Petani

 Mendorong Gerakan Pertanian dan

Teknologi Pertanian yang Ramah

Lingkungan

MASALAH INFORMASI SOLUSI



 Info Teknologi Terbatas

 Regenerasi Penyuluh Pertanian

Mandeg

 Meningkatkan Layanan

 Informasi Stok dan Kebutuhan Informasi Bagi Petani

Komoditas Belum Terbangun

 Mendorong Motivasi

 Pemanfaatan Teknologi

Informasi Belum Menyentuh Petani Untuk Menggali

Petani dan Menguasasi Info

 Minat Petani Mencari Informasi  Penguatan Organisasi dan

Jaringan Tani

Lemah

 Penggunaan Media Informasi

Pertanian Belum Meluas

MASALAH KEBIJAKAN SOLUSI



 Kebijakan Pertanahan (skala  Kaji Ulang Kebijakan

usahatani, alih fungsi lahan, Pemerintah di Sektor

rencana tata ruang wilayah,

reformasi administrasi Pertanian

pertanahan (sertifikat),  Mendorong Pengembangan

pengakuan hak ulayat belum Infrastruktur Pertanian

dilaksanakan)  Perencanaan dan

Implementasi RTRW Yang

 Kebijakan Infrastruktur (irigasi, Konsisten

transportasi, komunikasi)  Dukungan Sistem Insentif

 Trade Off dari Otonomi Daerah dalam Implementasi

Terkait Dengan Pembangunan & Produksi Komoditas

Pemeliharaan Infrastruktur Unggulan Wilayah

Pertanian (Daerah)

MASALAH KEBIJAKAN SOLUSI

(lanjutan)

 Mendorong Terwujudnya

 Kebijakan Payung Hukum Organisasi Tani Yang Kuat dan

Organisasi Tani (Organisasi Berakar

Tani)  Mendorong Motivasi Petani untuk

 Kebijakan Pemerintah Belum Menggali dan Menguasasi Info

Optimal Bagi Petani Dalam  Mendorong Peran Lembaga

Akses Pasar, Informasi, Subsidi Keuangan (Bank dan Non-bank)

Saprotan dan Proteksi Untuk Masuk Sektor Pertanian

(Perdagangan Internasional) dengan Skema yang

 Mal Praktek dalam Kebijakan Menguntungkan Petani

Food Security (Pangan Sebagai  Mendorong Penguatan Modal

Komoditas Politik) Kolektif Petani

 Kebijakan Perbankan Belum  Merealisasikan Subsidi Pertanian

Kondusif untuk Petani yang Tepat Sasaran dan Bersifat

Produktif

MASALAH KEBIJAKAN SOLUSI

(lanjutan)

 Penumbuhan Kesadaran Petani

 Industrialisasi Belum terhadap Hak-hak Petani Melalui

Berpihak pada Industri Pembinaan yang Berkelanjutan

Pertanian  Penguatan Organisasi dan

 Kebijakan Pembangunan Jaringan Tani

yang Masih Sektoral  Mendorong Tumbuhnya LSM

 UU SD Air Kurang Berpihak Pertanian dan Peran Advokasinya

pada Petani Untuk Petani

 Penggalakan Sistem Alih

Teknologi Melalui Pendampingan,

Diklat Lapangan Bagi Petani

VISI

Menjadi Departemen yang Peduli

Terhadap Kesejahteraan

Masyarakat Melalui

Penyelenggaraan Birokrasi yang

Bersih Dalam Pembangunan

Pertanian yang Berkelanjutan.

MISI

 Mewujudkan Birokrasi Pertanian Yang

Profesional Dan Memiliki Integritas

Moral Yang Tinggi

 Mencukupi Pangan Bangsa Berbasis

Kesejahteraan Petani.

 Mengembangkan Pertanian dan Hasil

Pertanian Berbasis Pedesaan yang

Berdaya Saing Tinggi dan Berkelanjutan

 Memperjuangkan Kepentingan Petani dan

Pertanian Indonesia Dalam Sistem

Perdagangan Internasional

SOLUSI (1)

 Penerapan Penyelenggaraan Birokrasi Yang Bersih,

Amanah Dan Profesional

 Pemberdayaan Semua Stake Holder Dalam

Mengefektifkan Eksekusi

 Pembangunan Agroindustri Di Pedesaan Dalam

Upaya Merasionalisasi Jumlah Petani Dengan Lahan

Yang Ekonomis

 Penggalakkan Sistem Pertanian Yang Berbasis Pada

Konservasi Lahan

 Dikembangkan Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

(Organik)

 Perencanaan Dan Implementasi RTRW Yang

Konsisten

SOLUSI (2)

 Dukungan Sistem Insentif Dalam Implementasi

Produksi Komoditas Unggulan Wilayah (Daerah)

 Pemanfaatan Lahan Tidur Untuk Pemberdayaan

Masyarakat

 Reforma Pertanahan Berpihak Pada Petani

(Rakyat), Mudah Dan Murahnya Sertifikasi Tanah

 Mendorong Tumbuhnya LSM Pertanian Dan Peran

Advokasinya Untuk Petani

SOLUSI (3)

 Sistem Pendidikan Rendah-menengah Berbasis

Kompetensi Daerah

 Sekolah Lapang Berbasis Teknologi Tepat Guna

(Best Practices)

 Penumbuhan Kesadaran Petani Terhadap Hak-hak

Petani Melalui Pembinaan Yang Berkelanjutan

 Penggalakan Sistem Alih Teknologi Melalui

Pendampingan, Diklat Lapangan Bagi Petani

 Pembinaan Motivasi, Etos Dan Wawasan

Kewirausahaan

 Penguatan Organisasi Dan Jaringan Tani

SOLUSI (4)

 Mendorong Peran Lembaga Keuangan (Bank Dan

Non-bank) Untuk Masuk Sektor Pertanian Dengan

Skema Yang Menguntungkan Petani

 Mendorong Penguatan Modal Kolektif Petani

 Mendorong Peran Tengkulak Untuk Membangun

Kemitraan Yang Adil Dan Peduli Petani

 Merealisasikan Subsidi Pertanian Yang Tepat Sasaran

Dan Bersifat Produktif

 Mendorong Gerakan Pertanian Dan Teknologi

Pertanian Yang Ramah Lingkungan

SOLUSI (5)

 Ciptakan Pasar Alternatif, Dengan Rantai Tata

Niaga Pendek (Direct Marketing)

 Mendorong Terwujudnya Organisasi Tani Yang

Kuat Dan Berakar

 Meningkatkan Layanan Informasi Bagi Petani

 Mendorong Motivasi Petani Untuk Menggali Dan

Menguasasi Info

 Kaji Ulang Kebijakan Pemerintah Di Sektor

Pertanian

LSM - PERTANIAN

 Serikat Petani Jawa Barat (SPJB – Bpk Wahab)

 Serikat Petani Pasundan (SPP – Bpk Agustiana)

 Federasi Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (FPNSI-

B. Wirawan)

 Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia

(IPPHTI – Stiarman)

 Serikat Tani Nasional (STN - Ibu Isti)

 Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina –

Darma Setiawan)

LSM - PERTANIAN

 Serikat Pemuda untuk Demokrasi (SPDD – Haksa

Heri Wibowo)

 Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP –

Witoro)

 Bina Swadaya (Riza Primahendra)

 Institute for Global Justice (IGJ – Bonnie Setiawan)

 Farmer’s Initiative for Ecological Livelihoods and

Democracy (FIELD – Nugroho Wienarto)

LSM - PERTANIAN

 Aliansi Petani Indonesia (API – M Nurudin)

 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI –

Agusdin Pulungan)

 Kontak Tani Nelayaan Andalan (KTNA – Winarno

Thohir)

 Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI –

Arum Sabil)

 World Education (Budiman Saragih)

 Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI – Indra

Lubis)

PROGAM 100 HARI

Identifikasi

Kebocoran



Ketersediaan

Koordinasi pangan:

Internal -Lebaran

-Natal

-Tahun Baru

PROGRAM

100 HARI







Peduli Public

Petani relation



Inisiasi (Advokasi

petani, Market

Inteligent)

Perbaikan dan

Pengendalian

Kebocoran

Anggaran



Advokasi Revitalisasi

Petani Kelembagaan

Petani





Koordinasi

Market

Otonomi PROGRAM Inteligen dan

Daerah SATU Jaringan

TAHUN Pasar

Sosialisasi

Budaya Bersih Edukasi

dan Peduli Petani



Desa

Pengembangan

Agro-

Akses Lembaga

industri

Keuangan bagi

Petani

Kesejahteraan

Petani



SDM Produk-

Petani tivitas







Internalisasi Nilai

PROGRAM

Budaya Tambah

LIMA TAHUN

Bersih dan dan Daya

Peduli Saing







Peningkatan Diver-

Lapangan sifikasi

Kerja

Kelemba-

gaan Petani

Koordinasi

Sekjen

Internal





Evaluasi program

Koridor program

Reorientasi dan revitalisasi

program



Indikator keberhasilan kerja

Identifikasi

Irjen

Kebocoran

Badan Bimas

Keter-

dan

sediaan

Ketahanan

Pangan

Pangan

Inisiasi Ditjen terkait









Advokasi Petani









Ditjen Pemasaran

WTO









Market Inteligen

Public

Sekjen

Relation

Peduli Petani Ditjen

terkait

Perbaikan

dan

Pengendalian Irjen

Kebocoran

Anggaran

Revitalisasi

Dirjen

Kelembagaan

Terkait

Petani

Market

Inteligen Ditjen Pengolahan

dan dan Pemasaran Hasil

Jaringan Pertanian

Pasar

Ditjen Tanaman Pangan

Ditjen Perkebunan

Edukasi Ditjen Peternakan

Petani Ditjen Tanaman Hortikultura

Ditjen SDM

Desa Ditjen terkait

Agroindustri

Pengembangan

Akses Lembaga Badan Bimas

Keuangan dan Ketahanan

bagi Petani Pangan

Sosialisasi Sekjen

Budaya Bersih dan Ditjen

dan Peduli

Koordinasi

Sekjen dan

Otonomi

Dirjen

Daerah

Advokasi Dirjen terkait

Petani

Perbaikan

dan

Pengendalian Irjen

Kebocoran

Anggaran

Revitalisasi Dirjen

Kelembagaan terkait

Petani

Market

Inteligen dan Dirjen Pengolahan

Jaringan dan Pemasaran

Pasar Hasil Pertanian

Ditjen Tanaman Pangan

Ditjen Perkebunan

Edukasi Ditjen Peternakan

Petani Ditjen Tanaman Hortikultura

Ditjen SDM

Lembaga

Advokasi

Petani

Kelembagaan

Petani Kelompok

Tani



Koperasi

Pengembangan

Akses Lembaga Badan Bimas dan

Keuangan bagi Ketahanan Pangan

Petani

Sosialisasi

Budaya Bersih Sekjen dan Ditjen

dan Peduli

Koordinasi

Sekjen

Otonomi

dan Ditjen

Daerah

Advokasi Ditjen

Petani terkait

Ketahanan

Pangan

Peningkatan

Kualitas & Kuantitas

Tenaga Kerja

Pertanian Kelembagaan

Petani Berdaya

-Posisi tawar Petani

SDM Petani

dalam menyusun

berdaya

kebijakan

-Pendidikan

Petani

• Kesejahteraan

Petani



• Peningkatan

Daya Beli Petani Kenaikan nilai

tambah & daya saing

-Industrialisasi produk

Kesempatan

pertanian on-farm

Akses

-Mendorong investasi

ke lembaga

dalam mekanisasi

keuangan

Peluang pasar

- Diversifikasi pasar

Pengolahan

Produk Primer

Teknologi

Sortasi di Budidaya

tingkat Petani





PENINGKATAN

Alat NILAI TAMBAH Pengolahan

dan Mesin DAN DAYA hasil di

Pertanian SAING tingkat desa









Peningkatan Penyimpanan

Ketrampilan dan Penggudangan

TERIMA KASIH


Related docs
Other docs by HC111110223051
10331
Views: 1  |  Downloads: 0
PerformanceNamibiaSoEsAug2010
Views: 0  |  Downloads: 0
Internal 20Audit 20Record
Views: 0  |  Downloads: 0
list
Views: 2  |  Downloads: 0
pnpcom
Views: 0  |  Downloads: 0
PAIG
Views: 0  |  Downloads: 0
life 20lessons_baseball_scrip
Views: 0  |  Downloads: 0
OSHC_FundingProgramGuidelines
Views: 1  |  Downloads: 0
Part_1_Appendices
Views: 2  |  Downloads: 0
vincent_the_chin_gigante_dies_in_missouri
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!