Embed
Email

kebijakan

Document Sample
kebijakan
Shared by: HC111110221232
Categories
Tags
Stats
views:
62
posted:
11/10/2011
language:
Indonesian
pages:
22
K E N D A R I , 1 AGUSTUS 2008

1

KONDISI UMUM KOTA KENDARI

KENDARI CITY IN GENERAL









2

KONDISI UMUM KOTA KENDARI

GENERAL CONDITION OF KENDARY CITY









3

ALOKASI APBD TAHUN 2008/

GOVERNMENT BUDGET YEAR 2008

APBD TAHUN 2008 (2008 BUDGET) = Rp. 472.855.863.784,-

Belanja Langsung DIRECT

= Rp. 84.902.754.822

EXPENSES

Belanja (39%)

INDIRECT = Rp. 287.953.108.962

Tidak Langsung EXPENSES (61%)



KONDISI EKONOMI MAKRO KOTA KENDARI/

MACRO ECONOMICS CONDITIONS OF KENDARI CITY

- Pertumbuhan Ekonomi 2006 Economic growth 2006 = 7.64%

= Rp. 10.151.277,64-

- PDRB Perkapita Tahun 2006 Pdrb percapita year 2006

Atas Harga Berlaku based on current price

- Pemberi Konstribusi Terbesar Biggest contributors to pdrb:

Terhadap PDRB Berasal dari 3

Sektor yang terdiri dari :

- Transportation and = 24.52%

- Sektor Pengangkutan dan

communication sector

Komunikasi

• - trading, hotel and

- Sektor Pedagangan,Hotel dan = 19.07%

restaurant sector

Restoran = 18.28%

- Agricultural sector

- Sektor Pertanian





4

MASALAH UMUM KOTA KENDARI /

GENERALLY IDENTIFIED PROBLEMS IN KENDARI CITY

Berdasarkan hasil pengamatan walikotadan wakil walikota terpilih /

BASED ON CONDITIONS OBSERVED BY THE ELECTED MAYOR AND VICE

MAYOR OF KENDARI CITY

Ir h Asrun M.Eng.Sc

H Musaddar Mappasomba SP MP



1. MASALAH MORAL, AKHLAK 1. PROBLEMS OF MORALE, BEHAVIOUR

DAN DISIPLIN AND DISCIPLINE





2. MASALAH INFRASTRUKTUR 2. PROBLEMS OF INFRASTRUCTURE

DAN LINGKUNGAN KOTA AND URBAN ENVIRONEMENTS



3. PROBLEMS OF SOCIAL AND

3. MASALAH SOSIAL EKONOMI

ECONOMICS

Hal diatas dituangkan dalam

perda no. 16 tahun 2008 tentang rencana jangka menengah daerah kota kendari tahun 2008-

2012 / THE ABOVE OBSERVATION IS IMPLEMENTED AS PERDA NO 16 YEAR 2008

ABOUT THE KENDARI CITY MID-TERM PLANNING YEAR 2008-2012

5

MASALAH / PROBLEMS :

MORAL, AKHLAK DAN DISIPLIN / MORALE, BEHAVIOUR DAN

DISCIPLINE

MINIMNYA KETELADANAN LACK OF LEADERSHIP DAN

PARENTAL ROLE



SEMAKIN SEMARAKNYA GAYA HIDUP

MATERIALISTIS DAN HEDONIS MATERIALISTIC LIFESTYLE AND

HEDONISMS

MASIH MARAKNYA MIRAS DAN

INCREASING USE OF DRUGS AND

NARKOBA

ALCOHOL CONSUMPTION



RENDAHNYA MOTIVASI, KREATIVITAS, LOW LEVEL OF MOTIVATION,

INOVASI APARAT DAN MASYARAKAT CREATIVITY AND INNOVATION

FROM CIVIL SERVANT AND THE

SOCIETY IN GENERAL

KEPENTINGAN

PERORANGAN/GOLONGAN lebih INDIVIDUAL AND GROUP'S NEEDS

mendomonasi ketimbang kepentingan DOMINATE THE NEEDS OF THE

umum GENERAL SOCIETY



LOW LEVEL OF CIVIL SERVANT

Profesionalisme aparat dan PROFESSIONALISMS AND THE OF

masyarakat masih lemah THE GENERAL SOCIETY



Inefisiensi penggunaan anggaran INEFFICIENCY OF BUDGET USE

6

MASALAH :

INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN KOTA / PROBLEMS

OF INFRASTRUCTURE AND URBAN ENVIRONMENT

INFRASTRUKTUR ( Jalan, Jembatan, INFRASTRUCTURE (ROAD, BRIDGE,

Terminal dan Pelabuhan ) TERMINAL DAN PORTS)



PENDANGKALAN TELUK KENDARI ( Jati Diri SEDIMENTATION OF GULF OF

Kota Kendari ) KENDARI (THE ICON OF KENDARI

CITY)

AIR BERSIH SUPPLY OF CLEAN WATER



MARAKNYA PKL DAN PASAR TUMPAH STREET VENDORS



PEMUKIMAN DAN PERUMAHAN HOUSING DAN SETTLEMENT



BANJIR DAN DRAINASE KOTA FLOOD AND DRAINAGE



KEBERSIHAN KOTA CLEANNESS OF THE CITY



LISTRIK ( Pemadaman di gilir 3 hari sekali ) ELECTRICITY (REGULAR POWER

OUTAGE)



PENATAAN KOTA URBAN MANAGEMENT



RUSAKNYA LINGKUNGAN DAN HUTAN DESTRUCTION OF THE

KOTA ENVIRONMENT AND CITY FOREST







7

MASALAH :

MASALAH EKONOMI DAN SOSIAL /economic and

social problems

KEMISKINAN ( Rumah Tangga Miskin POVERTY (POOR HOUSEHOLD =

= 33, 8 % ) Lebih tinggi 33.8%), HIGHER THAN NATIONAL

dibandingkan Angka Nasional LEVEL = 16.7%

sebesar 16, 7% /

HEALTH SERVICE THAT IS NOT

PELAYANAN KESEHATAN YANG OPTIMAL

BELUM OPTIMAL /

PENDIDIKAN (Tamat Akademi/PT

11,3%) EDUCATION(LEVEL OF

ACADEMICS AND UNIVERSITY

GRADUATES = 11.3%)



LAPANGAN KERJA YANG SEMAKIN SHORTAGE OF WORKPLACE

SULIT

PENGANGGURAN MENINGKAT INCREASE OF UNEMPLOYMENT (FROM

(Dari 14,7% tahun 2002  20,6% 14.7% IN 2002 TO BE 20.6% IN 2004)

tahun 2004)

LACK OF COMMUNITY

RENDAHNYA PARTISIPASI PARTICIPATION

MASYARAKAT

VALUE OF EKSPORT THAT

NILAI EKSPOR YANG MENURUN DECREASES SHARPLY

DRASTIS

8

VISI /VISION

VISI JANGKA PANJANG (PERDA) KOTA LONG TERM VISION VISI JANGKA PANJANG

KENDARI (PERDA) KOTA KENDARI

NOMOR 10 TAHUN 2001: NOMOR 10 TAHUN 2001:





“MEWUJUDKAN KOTA KENDARI TAHUN “MEWUJUDKAN KOTA KENDARI TAHUN

2020 SEBAGAI 2020 SEBAGAI

KOTA DALAM TAMAN YANG KOTA DALAM TAMAN YANG

BERTAQWA, MAJU, DEMOKTRATIS BERTAQWA, MAJU, DEMOKTRATIS

DAN SEJAHTERA”. DAN SEJAHTERA”.



VISI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA VISI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA

TERPILIH: TERPILIH:

Ir. H. Asrun, M.Eng.Sc dan H. Musaddar Ir. H. Asrun, M.Eng.Sc dan H. Musaddar

Mappasomba,SP, MP Mappasomba,SP, MP





“TERWUJUDNYA KOTA KENDARI YANG “TERWUJUDNYA KOTA KENDARI YANG

BERAKHLAK, ADIL, MAJU DAN BERAKHLAK, ADIL, MAJU DAN

SEJAHTERA SEJAHTERA

TAHUN 2012” TAHUN 2012”



9

VISI

VISI JANGKA PANJANG (PERDA) KOTA KENDARI

NOMOR 10 TAHUN 2001:





“MEWUJUDKAN KOTA KENDARI TAHUN 2020 SEBAGAI

KOTA DALAM TAMAN YANG BERTAQWA, MAJU,

DEMOKTRATIS DAN SEJAHTERA”.



VISI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TERPILIH:

Ir. H. Asrun, M.Eng.Sc dan H. Musaddar Mappasomba,SP, MP





“TERWUJUDNYA KOTA KENDARI YANG

BERAKHLAK, ADIL, MAJU DAN SEJAHTERA

TAHUN 2012”

10

VISI (penjelasan)

Kota Berakhlak adalah orientasi Fokus dari Kota BERTAKWA, Kota Bertaqwa,

adalah merupkan harapan utama yang dituju dalam pembangunan yang

menggambarkan secara menyeluruh kondisi kehidupan masyarakat Kota Kendari

yang agamis, patuh dan taat menjalankan perintah serta menjauhi laranganNya

menurut agama serta kepercayaannya masing-masing.



Kota Yang Maju, adalah harapan bahwa Kota Kendari harus dapat berkembang

dan sejajar dengan kota-kota lainnya. Dalam aspek sosial-budaya dicirikan

sebagai masyarakat yang terbuka dan partisipatif; ketersediaan sarana dan

prasarana kota yang memadai, keterjangkauan informasi dan transportasi; serta

sistem pelayanan yang cepat, murah, transparan dan dapat

dipertanggungjawabkan.



Kota Yang Adil dan Demokratis, adalah ekspresi kesetaraan semua pihak, baik

pemerintah maupun masyarakat dalam mengelola pembangunan kota. Dengan kata

lain pengelolaan pembangunan kota hendaknya merupakan produk keputusan

dari partisipasi yang setara oleh seluruh kompenen masyarakat, mulai dari

proses perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi.



Kota Yang Sejahtera, merupakan kondisi akhir yang dituju, yang menggambarkan

secara menyeluruh kondisi kehidupan masyarakat Kota Kendari baik lahir maupun

batin. Kota yang sejahtera adalah kota yang berkelanjutan dalam suasana alam

yang sejuk, indah dan sehat serta suasana kehidupan masyarakat yang aman,

rukun, harmonis, makmur dan berkeadilan. 11

MISI

1. MISI LINGKUNGAN (Mempertahankan dan meningkatkan kualitas,

keseimbangan dan keserasian lingkungan kota yang indah sejuk sehat

dan lestari)

2. MISI SOSIAL KEMASYARAKATAN (Kemasyarakatan, mendukung

penciptaan suasana kehidupan masyarakat kota yang agamis, aman,

rukun, damai dan harmonis serta mendorong pemberdayaan lembaga

kemasyarakatan untuk semakin berperan dalam pembangunan kota)

3. MISI PELAYANAN (mengembangkan sistem pelayanan yang prima bagi

masyarakat secara adil, cepat, dan transparan, terjangkau (layak

harga), mandiri dan dapat dipertanggungjawabkan (accountable))

4. MISI PEREKONOMIAN (mendorong pertumbuhan perekonomian kota

yang berbasis pada ekonomi kerakyatan serta menciptakan iklim yang

kondusif bagi pelaksanaan investasi sesuai potensi daerah.)

5. MISI PROFESIONALISME APARAT (mengembangkan kualitas

sumberdaya aparat yang profesional, bermoral dan berdedikasi

tinggi dalam menjalankan tugas dan pelayanan.)

6. MISI KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)

(menciptakan tatanan pemerintahan yang bersih,demokrasi,

berwibawa dan bertanggungjawab)

12

STRATEGI PEMBANGUNAN 3-4-5 /

DEVELOPMENT STRATEGY OF 3-4-5



suatu strategi pendekatan pembangunan yang

komprehensif dan berjenjang,



dengan memfokuskan manusia sebagai pusat dan

awal dari orientasi pembangunan (3),



kemudian dilanjutkan dengan pembangunan dan

pengembangan kelembagaan di tingkat lingkungan

(4)



dan selanjutnya harapan sasaran di tingkat kota

(5).





13

STRATEGI PEMBANGUNAN 3-4-5

TIGA ASPEK EMPAT MISI SASARAN UTAMA

KUALITAS UTAMA

TERWUJUDNYA

MANUSIA

(GRAND MISION) DAYA SAING

(TRIPLE H) KOTA

CATUR BINA







HEART / ZIKIR BINA SPIRITUAL/ 1. ETHICS AND

ROHANI ENFORCEMENT

(HATI)

2. EMPLOYMENT/

BINA SOSEK ECONOMY

HEAD / PIKIR

3. ENVIRONMENT/

(AKAL) ECOLOGY

BINA

4. EQUITY

FISIK/LINGK. (DEMOCRATIZATION)

HAND / UKIR

(KETERAMPILAN) 5. ENGAGEMENT

BINA KAMTIBMAS (PARTICIPATION)

14

STRATEGI PEMBANGUNAN 3-4-5 (lanjutan)

Strategi pengembangan sumberdaya manusia



Strategi pengembangan sumberdaya manusia berpijak pada

pengembangan Aspek “3”, yakni pendekatan pembangunan

manusia paripurna, yang mengembangkan tiga dimensi potensi

manusia, yakni

(1) potensi akal dan ilmu pengetahuan (kognitif/head),

(2) potensi moral/etik (afektif/hearth) dan

(3) potensi keterampilan dan gerakan (psikomotorik/hand).



Lebih jauh, strategi ini dimaksudkan untuk

- menciptakan pemerataan kualitas manusia,

- serta memberi ruang yang cukup bagi tumbuhnya partisipasi

masyarakat pada berbagai bidang pembangunan,

- yang bertujuan mewujudkan pemberdayaan SDM sesuai peran

dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga

pemerintah.

15

STRATEGI PEMBANGUNAN 3-4-5 (lanjutan)

Strategi pengembangan kelembagaan masyarakat

Strategi pengembangan kelembagaan masyarakat diarahkan untuk memperkuat

kelembagaan sosial masyarakat dalam aspek ekonomi dan politik serta memperluas

peranserta partisipasi masyarakat baik dalam pengambilan keputusan kebijakan publik,

maupun dalam tahap implementasi dan evaluasi. Bertolak dari semangat tersebut maka

pilihan pendekatannya adalah dengan “4” (catur) Bina, yakni:

1. Bina Spritual : Yakni sebuah pendekatan pembangunan peningkatan keimanan, mental dan

spritual untuk keluarga dan warga dan keluarga. Bina spritual juga mencakup pemantapan

kelembagaan agama sebagai sarana penguatan keimanan, persaudaraan bahkan untuk

penguatan perekonomian masyarakat.



2. Bina Sosial Ekonomi : Yakni sebuah pendekatan penguatan kelembagaan masyarakat yang

bermuara pada perluasan kesempatan kelembagaan ekonomi dan sosial masyarakat untuk

barpartisipasi dalam kegiatan pembangunan. Secara khusus bina ekonomi adalah penguatan

kelembagaan ekonomi masyarakat agar dapat berfungsi baik untuk pemenuhan kebutuhan

dasar maupun yang bersifat pengembangan produksi dan pemasaran. Sedangkan bina sosial

adalah penguatan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan baik dalam fungsinya sebagai

media persatuan dan komunikasi antar anggota, maupun penguatan fungsi sebagai wadah

perwakilan dan penyaluran kepentingan dan aspirasi masyarakat.



3. Bina Fisik/Lingkungan : Yakni pendekatan peningkatan kesadaran dan peranserta masyarakat

dalam dalam perbaikan, pemeliharaan, peningkatan dan pelestarian lingkungan fisik

(buatan) maupun alam.



4. Bina Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) : Yakni pendekatan peningkatan

peranserta masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan dan ketertiban

masyarakat. 16

STRATEGI PEMBANGUNAN 3-4-5 (lanjutan)

Strategi pengembangan sektor-sektor strategis

Strategi pertumbuhan sektor-sektor strategis adalah mendorong pengembangan sektor-sektor, masing-

masing untuk bidang ekonomi adalah sektor yang secara signifikan memberikan efek ganda ( multiplier

effect) bagi perekonomian masyarakat, sedangkan untuk bidang sosial budaya adalah sektor-sektor yang

berfungsi meningkatkan kapasitas dasar manusia seperti pendidikan, kesehatan dan keterampilan.

Secara khusus sasaran-sasaran dari sektor strategis ini adalah bermuara pada “5” sasaran pokok yakni:



Penegakkan peraturan (Enforcement) : Bahwa seluruh warga masyarakat mempunyai kedudukan dan perlakuan

yang sama di depan hukum. Peraturan dan perundangan yang telah ada harus dapat dilaksanakan tanpa

pilih kasih. Meskipun demikian, peraturan-peraturan yang telah ada harus dapat ditinjau kembali, dengan

memperhatikan prinsip prinsip keadilan, efisiensi dan partisipatif.



Pengembangan Perekonomian Masyarakat (Economy) : Bahwa sektor-sektor usaha yang akan didorong adalah

sektor-sektor yang mempunyai efek pengganda yang besar dalam hal menggerakan perekonomian

masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Selanjutnya, pertumbuhan perekonomian yang terjadi,

diharapkan dapat memberikan dampak yang seluas-luasnya bagi seluruh komponen masyarakat.



Pelestarian Lingkungan (Environment) : Bahwa implikasi pembangunan fisik dalam pembangunan, seharusnya

memperhatikan daya dukung lingkungan. Prinsip-prinsip pelestarian alam dan pembangunan yang

berkelanjutan, menjadi landasan pelaksanaan fisik pembangunan. Proporsi ruang terbuka hijau dan

terbangun, sebagai persyaratan mewujudkan visi “Kota dalam Taman”, menjadi landasan dalam pemanfaatan

ruang.



Keadilan yang setara (Equity) : Bahwa seluruh langkah dan gerak pembangunan baik dalam pelaksanaan dan

pemanfaatannya harus mempertimbangkan prinsip keadilan yang setara. Bahwa setiap warga masyarakat

berhak mendapatkan pelayanan, penghargaan dan manfaat yang setara dan proporsional.



Peranserta Masyarakat (Engagement) : Bahwa pemerintah kota akan mengedepankan prinsip-prinsip

keterbukaan dan partisipatif dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Peranserta masyarakat

dimungkinkan untuk semua tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan

evaluasi. 17

8 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH

1. MENINGKATKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

YANG BERKELANJUTAN (Environment)

2. MENINGKATKAN FUNGSI KOTA KENDARI SEAGAI KOTA PELAYANAN SKALA

REGIONAL DAN TERPENUHINYA TINGKAT KEBUTUHAN MASYARAKAT

(Environment, Employment, Engagement)

3. MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT SESUAI DENGAN VISI

INDONESIA SEHAT 2010 (Equity, Engagement)

4. MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR

DAN MENENGAH SERTA PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA (Ethic, Employment

dan Equity).

5. MENINGKATKAN RASA AMAN, SIKAP HIDUP YANG TERTIB DAN DISIPLIN BAGI

SELURUH WARGA MASYARAKAT (Ethic, Engagement)

6. MENEGAKKAN PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (good

governance) DAN PENEGAKKAN SUPREMASI HUKUM (Ethic, Equity dan

Engagement).

7. MENINGKATKAN IKLIM USAHA YANG KONDUSIF DAN ADIL BAGI SEMUA

PELAKU USAHA DALAM MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN KOTA YANG

BERBASIS PADA EKONOMI KERAKYATAN, PENGENTASAN KEMISKINAN DAN

PENGANGGURAN (Enviroment, Employment, Engagement dan Equity)

8. MENINGKATKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN APARAT DAERAH (Ethic dan

Engagement)

18

KEBIJAKAN KHUSUS

PENANGGULANGAN KEMISKINAN

1. Badan layanan umum daerah (BLUD) : pemberian bantuan kepada anggota

kelompok diberikan secara bertahap kepada dua orang anggota dari 5

orang anggota dalam 1 klp dan kepada anggota lainnya dapat diberikan

setelah 80% pinjaman dikembalikan oleh anggota klp yang lain, dan dst.

Alasan menerapkan pola blud yaitu:

A. tingginya angka kemiskinan warga kota kendari

B. banyaknya pedagang/pengusaha kecil yang mengambil modal

dari lembaga keuangan/oknum-oknum tertentu dengan bunga tinggi

C. masyarakat/pedagang/pengusaha kecil sulit meminjam modal di bank

mengapa blud diperlukan oleh pemerintah kota :

A. DAPAT meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

b. efisiensi anggaran pemerintah daerah

c. anggaran pemerintah daerah akan berfokus pada pelayanan publik (public

goods)

d. meningkatkan citra pemerintah daerah dimata publik (dunia usaha)

khususnya dalam aspek pelayanan yang lebih cepat, tepat, biaya yang

realistis.

2. PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

A. Pelayanan Dasar di Puskesmas oleh Pemkot. Kendari

B. Pelayanan Rawat Inap Kelas III oleh Pemprov. Sultra

19

C. Askeskin oleh Pemerintah Pusat

KEBIJAKAN KHUSUS

PENANGGULANGAN KEMISKINAN

3. PERSAUDARAAN MADANI

Program ini didisain berdasarkan hasil perenungan pasangan walikota-

wakil walikota kendari, bapak Ir H Asrun M.Eng.Sc dan H Musaddar

Mappasomba, SP, MP yang diilhami oleh penafsiran allah swt dalam

surat al-Quran Surat Al-Maun (QS 107 : 1-3). Tahun ini direncanakan

100 keluarga mampu dan 100 keluarga kurang mampu

dipersaudarakan.





4. BEASISWA (Bagi Siswa dari Keluarga Miskin yang Berprestasi)





5. KAWASAN PKL / PASAR TUMPAH dengan pertimbangan :

A. Lokasi yang Mudah di Akses/Strategis (Memanusiakan PKL)

B. Memberi Kemudahan Modal Usaha ( Kredit Mikro )

C. Kemudahan Tempat Usaha ( Lapak ditempati Gratis )

D. Didesain agar kedepan tidak kumuh (Dibuat dalam bentuk Hall)

Sesuai Dengan Tata Ruang Kota







20

KEBIJAKAN KHUSUS

PENANGGULANGAN KEMISKINAN (LANJUTAN)



6. PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN LANJUTAN :

A. PNPM Mandiri ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat )

B. NUSSP ( Neigborhood Upgrading Shelter Sector Project/

Peningkatan Kualitas Lingkungan Pemukiman )

C. P2MK ( Program Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan/Kelurahan )





7. PROGRAM DANA BLOCK GRANT DARI PEMPROV. SULTRA (

Sebesar Rp. 100 Juta/Kelurahan ) PENYALURAN :

A. Penyaluran Tahap I = 40%

B. Penyaluran Tahap II = 40%

C. Penyaluran Tahap III = 20%









21

TERIMA KASIH









22


Related docs
Other docs by HC111110221232
stocktake_attachment
Views: 0  |  Downloads: 0
bill
Views: 1  |  Downloads: 0
ch13b
Views: 0  |  Downloads: 0
currently 20in 20stock 2010 16
Views: 2  |  Downloads: 0
WA_Book_06
Views: 0  |  Downloads: 0
TE0803_2008_Roadshow
Views: 5  |  Downloads: 0
m246_intro elast
Views: 2  |  Downloads: 0
videos
Views: 103  |  Downloads: 0
PET 20Training
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!