Docstoc

Contoh resensi buku

Document Sample
Contoh resensi buku Powered By Docstoc
					     Contoh resensi buku yang di buat adek saya [SMP] :)


1.   Identitas buku

     Judul         :       Apotek di halaman rumah

     Penulis :         :   Gilang fajar

     Penerbit         :    PT.Srikandi megan pratama

     Cetakan       :       KE-4 november 2005

     Tebal         :       108 Halaman


2.   Tujuan pengarang buku:
     Memberitahu pembaca tanaman obat apa saja yang bisa di tanam di pekarangan rumah

3.   Pokok pokok / rangkuman isi buku:

     pekarangan pak rustam yang berbeda dengan pekarangan tetangga lainnya.karena pekarangan
     pak rustam terdiri dari tanaman-tanaman obat seperti : kunyit,temulawak,kencur,kumis kucing

4.   Keunggulan buku:
     Memberi tahu kita berbagai jenis tanaman obat yang bisa di tanam
     Obat yang bisa tanam di pekarangan rumaH
     Kelemahan buku: Di dalam buku ini tidak di lengkapi oleh bagaimana cara membuat atau
     meracik tanaman itu menjadi obat

5.    Saran pada pengajian Buku:
     Menurut saya harus di lengkapi oleh cara mebuat atau meracik
     Tanaman menjadi obat
JUDUL : AYAT AYAT CINTA
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit Republika
Hal: ix + 418
Peresensi: Diansya


       Penasaran sekali dengan novel ini. Apa sih isinya? Dan seperti apa? Sampai
heboh dimana-mana.
       Awal baca, aku sedikit menyalahkan beberapa orang yang meresensi. Masa
seperti ini novel sih? Kupikir malah terlalu banyak teori. Belum lagi istilah-istilah
asing yang sangat banyak. Semakin membaca, istilah asingnya semakin banyak,
ada Arab, Jerman dan Inggris hi..(kalau Inggris sih, dasar sayanya yang emang
minimal banget). Jadi kepikir kalau aku nulis istilah nihonggonya kebanyakan,
emang bener, bakalan banyak diprotes orang.
       Tapi bukan berarti tidak menarik. Kurasakan perasaan yang sulit
diungkapkan, membaca di zaman seperti ini, ada orang yang haus ilmu. Mengaji
pada seorang ustadz. Dengan jarak puluhan kilometer, ditempuh dalam waktu
tidak sebentar. Sungguh, itu sebuah kabar yang jarang sekali kudengar. Biasanya
adalah menceriterakan kisah salafushsholih saat menuntut ilmu. Tapi ini dijaman
sekarang? Apalagi itu dilakukan dalam keadaan terik matahari musim panas di
Mesir yang mencapai 40 derajat lebih. Subhanalloh. Eh, aku justeru nangisnya di
sini. Di belakang-belakang saat adegan-adegan „novel‟ kok malah ga keluar air
matanya ya? Menurutku sih kisah percintaannya biasa-biasa saja.
       Ada juga saat menceriterakan mimpi Fahri saat bertemu dengan Ibnu
Mas‟ud. Membuat perasaan saya ikut mengharu-biru.Tidak salah memang kalau
novel ini disebut novel penggugah jiwa.

      Ada memang beberapa yang kulompat membacanya. Gimana ya, terlalu
ilmiah yang menuntut untuk berpikir. Tidak beda dengan membaca buku fiksi, dan
yang pasti karena nggak sabar dengan cerita yang dibilang orang-orang seru. Mana
sih adegan empat orang wanita yang mencintai Fahri ini?

        Di pertengahan lebih buku itu, aku baru merasa membaca novel. Adegan
demi adegan mengalir bagus. Kisah Fahri yang ingin menikah, kemudian ada
perang batin di saat-saat memutuskan untuk menikah, karena ada wanita lain.
        Ada adegan-adegan sepasang pengantin baru disini. Kata pengantarnya,
jadi benar-benar seperti novel asmara (ah, apakah novel asmara harus seperti
itu??) Saya membayangkan bila belum nikah, baca itu rasanya mungkin risih
juga...

      Selanjutnya ada adegan dalam penjara Mesir saat Fahri dipenjara. Itu juga
mengingatkan saat-saat para ulama dipenjara.
       Tak jauh dari masalah keluarga dan wanita. Poligami. Dengan siapa?? Baca
aja sendiri he..Happy/sad ending yah novel ini? Akhir cerita memang syahdu, tapi
rasanya bukan sad ending. Karena setelah itu rasanya Fahri bahagia bersama
isterinya.

       Akhirnya, buku ini (bukan novel he..) bisa dibaca oleh semua orang. Bagi
yang masih kurang menyukai novel, buku ini tidak melulu adegan-adegan
kehidupan seperti novel-novel pada umumnya. Banyak sekali ilmu di dalamnya.
Dalam dunia penulisan, seringkali dibilang kalau bisa jangan terlalu “ini ibu Budi”
sekali dalam menuliskan hikmah. Namun dalam buku ini tidak hanya “ini ibu
Budi..” bahkan banyak dalil-dalil didalamnya Mulai dari masalah pandangan
wanita dalam Islam, pergaulan dengan non muslim dan banyak lagi. Namun saya
merasakan tidak digurui. Mungkin karena dalam konteks ini malah justeru
kelihatan ilmiah.
        Dan bagi yang masih malas membaca buku-buku yang ilmiah, buku ini juga
cocok karena dipadukan dengan kisah yang sangat menawan.
         Hemmm...intinya sih, saya puas baca buku ini. Bagus.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:906
posted:11/10/2011
language:Indonesian
pages:3