Docstoc

MAKALAH KONSEP DASAR IPS

Document Sample
MAKALAH KONSEP DASAR IPS Powered By Docstoc
					DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN
  TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL
         MASYARAKAT




                  Kelas 1.B
                 Kelompok 1
                 Disusun Oleh
        Aqila Darmata Synta ( 11108244042)
        Hadi Fatkhurohim ( 11108241098 )
        Riskawati Mustian ( 11108241090 )
         Enggar Saraswati ( 11108241112 )
                                    BAB I
                             PENDAHULUAN
        Pencemaran lingkungan sudah lama terjadi, di sekitar tempat tinggal kita
pun sudah terjadi pencemaran lingkungan. Pencemaran juga sudah terjadi di segala
sektor, baik air, udara dan tanah. Tiga elemen penting yang membentuk dan
berkaitan erat dengan kehidupan kita sudah tercemar. Pencemaran paling parah
sudah terjadi di wilayah kota-kota besar di dunia termasuk Indonesia.
Makin banyak manusia yang menghuni bumi makin banyak pula manusia yang
tidak perduli dengan permasalahan pencemaran lingkungan. Setiap tahun terjadi
lonjakan pertambahan penduduk yang sangat pesat. Beberapa kawasan yang
dulunya dianggap sebagai penyangga kehidupan manusia di sekitarnya jadi tergerus
menjadipemukiman.


Sepertinya mencemari lingkungan adalah perbuatan yang biasa dan dimaklumi
banyak orang. Contoh kecilnya saja, membuang sampah di sungai adalah perbuatan
yang wajar seolah sungai adalah tempat pembuangan sampah. Membuang sampah
sembarangan dari dalam mobil juga dianggap biasa saja oleh beberapa kalangan.

        Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan
sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna
yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang
meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan
fisik tersebut.
        Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik
adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban,
cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa
seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

        Antara lingkungan dan manusia saling mempunyai kaitan yang erat. Ada
kalanya manusia sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya, sehingga
aktivitasnya      banyak   ditentukan   oleh   keadaan   lingkungan   di   sekitarnya.
Keberadaan sumberdaya alam, air, tanah dan sumberdaya yang lain menentukan
aktivitas manusia sehari-hari. Kita tidak dapat hidup tanpa udara dan air. Sebaliknya
ada pula aktivitas manusia yang sangat mempengaruhi keberadaan sumberdaya dan
lingkungan di sekitarnya. Kerusakan sumberdaya alam banyak ditentukan oleh
aktivitas manusia. Banyak contoh kasus-kasus pencemaran dan kerusakan
lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran udara,
pencemaran air, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidak
terlepas dari aktivitas manusia, yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu
sendiri. Maka dalam makalah ini akan dibahas berbagai bentuk pencemaran
lingkungan yang disebabkan oleh manusia dan dampaknya terhadap kehidupan
sosial masyarakat.
                                    BAB II
                           PEMABAHASAN
A PENGERTIAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA
1. Pengertian Manusia
       Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan
potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran,
pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi
dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif
maupun negatif.
       Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini karena
manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara
semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak,
namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan
petunjuk dari segi intelektual relatif.
       Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda,
baik itu menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk
manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
       Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran
tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan
diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan
keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.


2. Pengertian Lingkungan
       Lingkungan adalah suatu media dimana makhuk hidup tinggal, mencari
penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara
timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama
manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks.
       Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk
menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
segenap makhluk hidup di bumi.
       Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di
dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Unsur Hayati (Biotik)
       Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari
makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika
kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh
tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang
dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.
b. Unsur Sosial Budaya
       Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat
manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku
sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat
adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota
masyarakat.
c. Unsur Fisik (Abiotik)
       Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-
benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan
lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap
kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi
atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan
berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan
tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit,
dan lain-lain.
B. HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
            Manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan
    budayanya. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem
    yakni, suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan
    lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat komponen abiotik pada umumnya
    merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup
    diantaranya: tanah, udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer, air, cahaya, suhu
    atau temperatur, Sedangkan komponen biotik diantaranya adalah: produsen,
    konsumen, pengurai
            Kehidupan manusia tidak      bisa    dipisahkan    dari    lingkungannya.
    Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara
    dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya
    memerlukan lingkungan. Pengertian lain dari lingkungan adalah segala sesuatu
    yang ada disekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia
    baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi
    lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya
    berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang
    ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta
    hewan-hewan yang ada disekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara,
    meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada
    disekitar.
            Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai
    lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang
    besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
C. PERAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGANNYA
            Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan
    hidupnya maupun komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam
    lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota, dibanding dengan pelosok
    dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.
            Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara
    positif ataupun negatif. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan
keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat
mengurangi      kemampuan       alam   lingkungan      hidupnya   untuk   menyokong
kehidupannya.
         Manusia    merupakan     komponen    biotik    lingkungan   yang   memiliki
kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki
budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat
negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan
lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat
kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang
bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena
dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.


Peranan Manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai
berikut:
a.     Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam
        makin menciut (depletion);
b.     Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota;
c.     Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem
        binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi;
d.     Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah
        hingga menimbulkan longsor;
e.      Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang
        menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya
        kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif
        pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.


Peranan Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:
     a. Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana
        terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui;
 b. Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka
      jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;
 c. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan
      pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang
      batasnya;
 d. Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk
      menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat
      sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah
      yang mengandung humus;
 e. Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi
      lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.




D.     PENCEMARAN              LINGKUNGAN                YANG         DILAKUKAN
MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
1. Pencemaran Lingkungan
          Polusi    atau   pencemaran       lingkungan    adalah      masuknya   atau
     dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam
     lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau
     oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu
     yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi
     sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.
     4 Tahun 1982). Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia
     ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus, gas beracun). Ilmu
     lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas
     manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan.


          Karena kegiatan manusia, pencermaran lingkungan pasti terjadi.
     Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan
     adalah   mengurangi      pencemaran,      mengendalikan       pencemaran,   dan
  meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya
  agar tidak mencemari lingkngan.


         Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan.
  Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan
  kerugian terhadap makluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar
  0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033%
  dapat memberikan efek merusak.


  Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
  a. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
  b. Berada pada waktu yang tidak tepat.
  c. Berada di tempat yang tidak tepat.
  Sifat polutan adalah :
         Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
          lingkungan tidak merusak lagi.
          Merusak dalam waktu lama.
          Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
          dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
          sampai tingkat yang merusak.
2. Perkembangan Timbulnya Pencemaran
  Kemajuan industri dan teknologi dimanfaatkan oleh manusia untuk
  meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa industri dan teknologi
  yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang lebih baik. Jadi kemajuan
  industri dan teknologi berdampak positif terhadap lingkungan hidup karena
  meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun di sisi lain manusia juga
  ketakutan akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh
  kemajuan            industri            dan      teknologi          tersebut.


  Dampak pencemaran lingkungan tidak hanya berpengaruh dan berakibat
  kepada lingkungan alam saja, tetapi berakibat dan berpengaruh terhadap
    kehidupan tanaman, hewan dan juga manusia. Pencemaran yang masuk melalui
    jalur makanan dan berada dalam daur pencemaran lingkungan cepat atau
    lambat akan sampai juga dampaknya pada manusia. Oleh sebab itu manusia
    dalam upayanya memperoleh kualitas dan kenyamanan hidup yang lebih baik,
    perlu juga untuk memperhatikan hal-hal apakah yang nantinya akan membuat
    terjadinya kerusakan lingkungan. Sehingga kita akan membuat suatu upaya
    agar lingkungan alam yang kita keruk SDA-Nya, segera dilakukan proses
    rehabilitasi terhadap alam untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih
    parah lagi.
3. Macam-macam Pencemaran Lingkungan
   Berdasarkan Tempat Terjadinya
     Menurut tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran
     udara, air, dan tanah.
     a. Pencemaran Udara
        Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2
        hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.
          CO2
           Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya
           kadar CO2 di udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-
           mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi),
           juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu.
           Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah menjadi oksigen
           oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang.
           CO
           Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya,
           menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses
           pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu
           menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi
           ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi
           tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil
    dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gasCO dari knalpot
    akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian.
   CFC
    Pencemara dara yang berbahaya lainnya adalah gas khloro fluoro
    karbon (disingkat CFC). Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang,
    karena tidak beraksi, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berbahaya.
    Gas ini dapat digunakan misalnya untuk mengembangkan busa (busa
    kursi), untuk AC (freon), pendingin pada almari es, dan penyemprot
    rambut (hair spray). Gas CFC yang membumbung tinggi dapat
    mencapai stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini
    merupakan pelindung bumi dari pengaruh cahaya ultraviolet. Kalau
    tidakl ada lapisan ozon, radiasi cahaya ultraviolet mencapai
    permukaan bumi, menyebabkan kematian organisme, tumbuhan
    menjadi kerdil, menimbulkan mutasi genetik, menyebebkan kanker kulit
    atau kanker retina mata. Jika gas CFC mencapai ozon, akan terjadi
    reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut “berlubang”
    yang disebut sebagai “lubang” ozon. Menurut pengamatan melalui
    pesawat luar angkasa, lubang ozon di kutub Selatan semakin lebar. Saat
    ini luasnya telah melebihi tiga kali luas benua Eropa. Karena itu
    penggunaan AC harus dibatasi.
   SO, SO2
    Gas belerang oksida (SO, SO2) di udara juga dihasilkan oleh
    pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat beraksi dengan
    gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi
    asam. Maka terjadilah hujan asam. Hujan asam mengakibatkan
    tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati. Produksi pertanian merosot.
    Besi dan logam mudah berkarat. Bangunan –bangunan kuno, seperti
    candi, menjadi cepat aus dan rusak. Demikian pula bangunan
    gedungdan jembatan.
    Asap Rokok
     Polutan udara yang lain yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap
     rokok. Asap rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat
     menyababkan batuk kronis, kanker patu-paru, mempengaruhi janin
     dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Perokok
     dapat di bedakan menjadi dua yaitu perokok aktif dan perokok pasif.
     Perokok aktif adalah mereka yang merokok. Perokok pasif adalah
     orang yang tidak merokok tetapi menghirup
     asap rokok di suatu ruangan. Menurut penelitian, perokok pasif
     memiliki risiko yang lebih besar di bandingkan perokok aktif. Jadi,
     merokok di dalam ruangan bersama orang lain yang tidak merokok
     dapat mengganggu kesehatan orang lain. Akibat yang ditimbulkan oleh
     pencemaran udara antara lain :
     a. Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit
     pernapasan (bronkhitis, emfisema, dan kemungkinan kanker paruparu.
     b. Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan
     memudarnya warna cat.
     c. Terganggunya oertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun
     atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas
     yang bersifat asam.
     Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat
     menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola
     iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Bila es meleleh maka
     permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan
     ekologi.
     e. Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida
     nitrogen.


b. Pencemaran Air
  Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau
  komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air
terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau,
rasa, dan warna.
Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya,pencemaran air
dapat dibedakan antara lain :
1. Limbah Pertanian
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk
organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak
mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya
akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida
yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat
biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melakukan penyemprotan
sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan
pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air
(eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh
subur (blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian
bendungan. bemdungan akan cepat dangkal dan biota
air akan mati karenanya.


2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari
limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal
sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa
air got/parit, kemudian ikut aliran sungai. Adapula bahan-bahan anorganik
seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air.
Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir.
Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis
berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam
air akan mengalami penguraian dan pembusukan akibatnya kadar oksigen
dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan
organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna
kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis
(bioindikator) parahnya pencemaran oleh bahan organik dari limbah
pemukiman.
Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang
menyengat. Didalam air got yangdemikian tidak ada organisme hidup
kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah
rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh
limbah yang ada.


3. Limbah Industri
Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air.
Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri.
Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan
anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang
mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air
menjadi panas). Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan
pencemara air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah
terlebih dahulu sebelum dibuang kesungai agar tidak terjadi pencemaran.
Dilaut, sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan
kapal lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan
dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan
hewan-hewan laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya,
polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian
permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.
4. Penangkapan Ikan Menggunakan racun
Sebagia penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari
tumbuhan atau potas (racun)untuk menangkap ikan tangkapan, melainkan
juga semua biota air. Racun tersebut tidak hanya hewan-hewan dewasa,
tetapi juga hewan-hewan yang masih kecil. Dengan demikian racun yang
disebarkan akan memusnahkan jenis makluk hidup yang ada didalamnya.
Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan
pencemaran di lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan.
Akibat yang dtimbulkan oleh pencemaran air antara lain
a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan
oksigen.
b. Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi,
c. Pendangkalan Dasar perairan.
d. Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
e. Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah.
f. Menjalarnya wabah muntaber.
c. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah rumah tangga,
pasar, industri, kegiatan pertanian, dan peternakan. Sampah dapat
dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga
terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan
hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang
mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium,
kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan.
Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang.
Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan
mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun
kemudian. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua
wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat
pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan
kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat
diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak,
sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk Kedua adalah sampah
yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse).
Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol
selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup
digunakan untuk menyimpan air minum. Baik pendaurulangan maupun
penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa
    pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah
    mencegah      dampak      negatifnya     atau   mengendalikannya.       Selain
    penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi upaya untuk
    mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan
    (reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-
    slogan reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat.
    Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain
    a. Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme
    dalam tanah).
    b. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik
    untuk pertumbuhan tanaman, dan
    c. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.


2. Berdasarkan Macam Bahan Pencemaran
Menurut macam bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjdi
berikut ini,
a. Pencemaran kimiawi : CO2 logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni,) bahan
raioaktif, pestisida, detergen, minyak, pupuk anorganik.
b. Pencemaran Biolagi : mikroorganisme seperti Escherichia coli, Entamoeba
coli, Salmonella thyposa.
c. Pencemara fisik : logam, kaleng, botol, kaca, plastik, karet.
d. Pencemaran Suara : kebisingan.
Pencemaran Suara (kebisingan)
Dikota-kota atau di daerah dekat industri / pabrik sering terjadi kebisingan.
Pencemaran suara disebabkan oleh masuknya bunyi gaduh diatas 50 desibel
(disingkat dB, merupakan ukuran tingkat kebisingan). Bunyi tersebut
mengganggu kesehatan dan ketenangan manusia. Kebisingan menyebabkan
penduduk menjadi sulit tidu, bahkan dapat mengakibatkan tuli, gangguan
kejiwaan, dan dapat pula menimbulkan penyakit jantung, gangguan janin dalam
kandungan, dan stress. Saat ini telah diusahakan agar mesin-mesin yang
digunakan manusia tidak terlalu bising. jika bising harus diusahakan adanya
        isolator. menanam tanaman berdaun rimbun di halaman rumah meredam
        kebisingan. Bagi mereka yang suka mendengarkan music yang hingar bingar,
        hendaknya mendengarkan di tempat khusus (missal di dalam kamar) agar tidak
        mengganggu orang lain.
        3. Berdasarkan Tingkat Pencemaran
        Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran dibedakan menjadi
        sebagai berikut.
        a. Pencemaran ringan, yaitu pencemaran yang dimulai menimbulkan gangguan
        ekosistem lain. Contohnya pencemaran gas kendaraan bermotor.
        b. Pencemaran kronis, yaitu pencemaran yang mengakibatkan penyakit kronis.
        Contohnya pencemaran Minamata, Jepang.
        c. Pencemaran akut, yaitu pencemaran yang dapat mematikan seketika.
        Contohnya pencemaran gas CO dari knalpot yang mematikan orang didalam
        mobil tertutup, dan pencemaran radioaktif.


F. DAMPAK PENCEMARAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL
    Pencemaran sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat terutama
    masalah kesehatan . dampak dari pencemaran tersebut antara lain :
          Sarang penyakit
       Lingkungan kumuhdan banyak pencemaran              merupakan sumber dari pada
       bakteri – bakteri jahat yang mengancam kesehatan masyarakat. Tempat- tempat
       kotor sangat rentan terhadap bibit penyakit seperti penyakit kulit dan demam
       berdarah.
          Mudah tertular penyakit
       Kondisi lingkungan seperti ini jika salah satu ada yang terjangkit suatu penyakit
       yang menular maka dengan cepat penyakit itu akan menyebar.
          Menghasilkan generasi – generasi tidak sehat
       Sebuah negara tidak akan maju jika generasi penerusnya tidak sahat, mengidap
       penyakit seperti penyakit kulit akut seperti yang terjadi pada seorang balita yang
       mengidap penyakit kulit akut karena sang ibu menggunakan air sungai yang
       tercemar untuk kegiatan sehari – hari seperti tempat buang air besar, mencuci
piring maupun baju, mandi dan dengan sengaja mengkonsumsinya. Sungguh
kondisi yang sangat memprihatinkan, mereka melakukan ini semua dikarenakan
ketiadaan biaya. Dengan kualitas hidup seperti ini menciptakan generasi –
generasi yang tidak dapat bersaing didunia internasional.
   Bencana Alam
Bencana alam terjadi dimana – mana dikarenakan kondisi alam yang tidak stabil
lagi. Pencemaran lingkungan hidup terjadi baik darat, laut maupun udara.
Global Warming salah satu contonya, global warming terjadi akibat lapisan
ozon yang semakin menipis karena adanya gas – gas seperti freon, kebakaran
hutan dsb. Contoh lainnya adalah banjir, akibat sampah yang menumpuk dan
hujan yang terus menerus akan menyebabkan kebanjiran, seperti yang terjadi di
wilayah – wilayah jakarta yang hampir setiap musim hujan tiba pasti terjadi
banjir.
   Merusak pemandangan
Adanya pencemaran ini secara otomatis akan merusak pemandangan. Dengan
adanya sampah yang berserakan dimana – mana, air sungai yang berubah
warna dan rasa menjadikan tempat tersebut tidak enak untuk dipandang.
Dampaknya sangat besar dari berbagai sektor,contohnya jika hal ini terjadi di
daerah yang berpotensial pariwisata maka para wisatawan baik domestik
maupun internasional tidak akan tertarik untuk berkunjung ke daerah tersebut.
Jika hal ini terjadi maka semua kalangan akan dirugikan, perekonomian
penduduk setempat menjadi tidak lancar. Seperti yang terjadi di bali, banyak
bangkai ikan yang mati dan terdampar di pantai bali membuat para wisatawan
tidak nyaman karena menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini selain disebabkan
adanya fenomena alam juga bisa disebabkan adanya pencemaran laut.
                                     BAB III
                                  KESIMPULAN


1. Pencemaran udara adalah terjadi karena udara tercemar oleha bahan, zat-zat asing
   atau komponen lain sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat
   berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
2. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti
   gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia.
3. Adapun dampak pencemaran udara bagi kehidupan, yaitu:
   a. berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan : irintasia, asfiksia, dan
       anetesia;
   b. terganggunya pertumbuhan tanaman, dan rawan penyakit, antara lain klorosis,
       nekrosis, dan bintik hitam, juga dapat menghambat proses fotosintesis;
   c. dapat mengakibatkan terjadinya hujan asam yang dapat mempengaruhi kualitas
       air permukaan, merusak tanaman, melarutkan logam-logam berat yang terdapat
       dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, serta
       bersifat korosif sehingga merusak material bangunan;
   d. rusaknya lapisan ozon.
4. Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar ke dalam lingkungan perairan,
   sehingga menurunkan kualitas air.
5. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan
   mengubah lingkungan tanah alami.
6. Adapun dampak pencemaran tanah bagi kehidupan, yaitu:
   a. tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan
       populasi yang terkena. Misalnya, kromium, berbagai macam pestisida dan
       herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat
       berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta
       kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Apabila semakin terpapar, maka akan
       berakibat pada kematian;
   b. terganggunya piramida makanan dalam suatu ekosistem.
7. Dampak dari pencemaran terhadap kehidupan social masyarakat antara lain :

   Sarang penyakit
   Mudah tertular penyakit
   Menghasilkan generasi – generasi tidak sehat
   Menimbulkan Bencana alam
   Merusak pemandangan
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan
http://geo.ugm.ac.id/archives/125
http://puturistik.blogspot.com
http://younggeomorphologys.wordpress.com
http://www.scribd.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1316
posted:11/9/2011
language:Indonesian
pages:21