Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Diduga palsu

VIEWS: 20 PAGES: 2

  • pg 1
									                Diduga palsu, Cap dan tanda tangannya Presiden SBY, dipalsu banyak
beredar di Kabupaten ponorogo, Dibalik pembagian sapi perah hibah.
 PONOROGO:
Nampaknya ada aja ulah aneh-aneh kelompok penipuan dengan modus baru di
Kabupaten ponorogo jawa-timur, kini ditengarai marak di kecamatan pulung dan
Kecamatan Ngebel, Seakan presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menghibahkan sekitar
1300 ekor sapi perah di kecamatan ngebel dan kecamatan pulung, namun dibalik itu
menurut sumber yang di himpun menyebutnya: “Dokumen Negara yang pojok surat
disebut Dokumen Negara dan disebut rahasia itu, Hanyalah akal-akalan sementara
dengan modus serta bertujuan penipuan, agar calon penerima sapi hibah sapi krman
mau membayar semua sejumlah uang sebelum sapi kreman diterimanya. Dalam
dokumen yang disebut dokumen negara disebut rahasia itu berlogo bintang dan padi
kepas bertuliskah dibawahnya Presiden Republik Indonesia berbentuj surat penunjukan
itu tertuliskan: Antara lain sesuai syariat islam dan untuk mensejahterakan rakyat
indonesia pemerintah jepang melalui japan International coorperation Agency (icaa)
menghibahkan hewan ternak sapi perah kepada Pemerintah Indonesia. Selanjutnya
dalam dokumen yang disebut dokumen Negara bersifat rahasia trsebut, tertliskan
bahwa dalam rangka melaksanakan pasal 3 ayat (2) undang-undang dasar Dasar 1945
dan keputusan pemerintah Republik Indonesia pasal 3-2 tahun 2006 saya selaku
Presiden dan Kepala Negara memutuskan; Memberikan Hibah yang berwujud hewan
ternak, sapi perah dengan jumlah 1300 ekor kepada tertulis Nama; Sutompo Pekerjaan
swasta, di kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa-Timur sebagai
penerima dan pembagi hibah untuk kalangan sepuh dan pini sepuh se karesidenan
Madiun khususnya Kab. Ponorogo, sebagai dan sesuai dengan perundang-undang yang
berlaku, dalam pemerintah Indonesia dan melegalkan hibah oleh Dinas penyalur hibah
yang dikeluarkan Departemen Agama, Departemen Sosial dan Dinas Peternakan (Dokter
Hewan), maka setiap penerima hibah sapi sapi perah dikenal beban administrasi,
sertifikat hibah dari Departemen Sosial Rp.50 ribu, sertifikat bsehat hewan ternak dari
dinas peternakan Rp 50 ribu rupiah, surat pelimpahan hibah dari Departemen Agama Rp
35 ribu rupiah administrasi untuk satu ekor sapi perah hibah, demikian surat keputusan,
penunjukan dari pemerintah Republik Indonesia; Demikian isi surat penunjukan dalam
surat atau dokumen juga tertera perwakilan Japan Internasional Coorperation Agency
Indonesia tertera nama Tomonori sudo, juga tertera koordinator. M.Ridwan
Coocokrodiningrat,SE. (sp).-



              Kebanggaan Bupati H. Amin Saat Raih Adipura

Ponorogo;
Terkesan tersimpul kebanggaan tersendiri di wajah Bupati H. Amin berikut Wabupo
Widyaningsih berikut jajarannya, saat, pemimpin Ponorogo itu, saat mengangkat piala
sertifikat adi pura dari Pemerintah Pusat itu banya kalangan menilai, merupakan Euforia
keberhasilan merebut piala adi pura buat kali pertama era pemerintahan Bupati haji
Amin, SH nampak mencapai puncaknya anugrah dari Pemerintah Pusat kepada kota
yang meiliki hasil terhadap keberhasilan dan lingkungan itu sengaja piala keberhasilan
diarak keliling kota reog, dengan maksud agar warga terbiasa membina kebersihan
lingkungan, kata berbagai sumber tokoh masryarakat reog, politisi, ulama juga kalangan
insan kampus.
Keliling kota tersebut nampak diikuti jajaran kabag, Kepala Dinas unsur pejabat lainnya
juga kalangan pelajar, adi pura ini berhasil diraih karena masyarakat ”teriak Bupati Amin
berikut wabup yang kala itu ikut serta mengangkat piala adi pura itu.
Menurut Bupati Amin, piala sengaja dikirab agar masyarakat Ponorogo mengetahui jika
kotanya berhasil meraih penghargaan “adipura” dengan begitu masyarakat ikut bangga
hingga muncul kesadaran untuk bangga hingga muncul kesadaran untuk menjaga
kebersihan serta keindahan lingkungan, pawai ini bukan untuk gagahan maupun pamer
tapi memberikan apresiasi kepada masyarakat juga sekaligus untuk memberikan
motivasi kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan “terikat Bupati H. Amin, S.H
itu lagi.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk kembali mempertahankan “adipura”
tahun depan, jika mampu untuk mengulang keberhasilan maka untuk tahun ini
Ponorogo berhak atas piala Adipura kencana untuk tahun depan Pemkab sengaja sejak
dini berupaya untk, mengkondisikan sekaligus konsolidasi kepada seluruh elemen
masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, “kerja keras itu harus
dimulai dari sekarang, tidak akan ada prestasi tanpa kerja keras dan kesadaran seluruh
masyarakat ini “ ujar Bupati. (SP)

								
To top