Judul : SEGENGGAM BINTANG UNTUK BINTANGKU
Penerbit : Gemawindu Pancaperkasa
Penulis : Diah Putri Ramadhani
Editor : Januar Ridyawan
Penata Letak : Anton Mardi
Desainer Cover : Bagus Sasutya
Ilustrator : Bagus Sasutya
Cerita yang mungkin dapat menjadikan motifasi bagi remaja yang
membacanya untuk dapat lebih baik, lebih menyayangi adik atau kakak,orang
tua,dan orang-orang yang menyayangimu, dan lebih dapat patuh pada orang
tua.
Kasih sayang seorang adik kepada kakaknya,ibu,ayah kepada anaknya
tak kan pernah pudar walaupun terpisah selama bertahun-tahun agar anaknya
menjadi lebih baik.Anak yang dulunya bendel,nakal,tidak patuh membuat
orang tua jengkel karna menganggap gagal mendidik anak dan ingin mendidik
lebih baik dengan cara menitipkan kepada saudara yang lebih biasa mendidik
lebih baik,terkecuali fadli.
Fadli anak berusia 12 tahun tinggal di yogya.Setelah pertengkaran hebat
antara fadli dan ayahnya karna pergaulan bebas membuatnya harus berpisah
dengan adiknya windy,ibunya fadila,dan ayahnya dan harus tinggal di bontang
Kalimantan dengan om nya om gunawan.Ayah fadli menganggap di sana jauh
dari pergaulan bebas tapi itu salah karna di sana kenakalan fadli tak terkendali
sampai ia masuk penjara.Om gunawan yang muak dengan kelakuan fadli sudah
tidak kuat dan ingin mengembalikan fadli lagi ke jogya kepada orang
tuanya.Fadli pun menolak namun keputusan omnya tak bias di kekang
lagi.Dengan ide-ide yang muncul dari otaknya dia berniat untuk kabur dari
rumah agar dia tidak kembali kerumah karna takut kepada ayahnya.Fadli pun
lari dari rumah dan tinggal di gubuk kecil.Sudah 1 minggu ia di gubuk dan
dalam ide-ide di otaknya dia berniat mencuri sandal di masjid dan
berhasil.Tetapi tak begitu dengan keesokan harinya yang gagal dan selama dia
di rawat oleh seorang kiai di pesantren Al-Fadilah.Selama 1 minggu dia harus
menimba air,membersihkan mushola,halaman.Pada hari keempat berniat untuk
melarikan diri tapi hatinya atau raganya ingin selalu tetap di sini hingga
menitihkan air mata.Pada awalnya dia selalu di hina di caci maki tak begitu
hari berikutnya yang awalnya dia memcacimakiku kini telah menjadi
teman.Dan kiai yang membuat aku sadar bahwa janganlah kau durhaka kepada
orang tuamu,mengajarkan sholat,dan mengajarkan agar aku pulang dan minta
maaf kepada orang tua.Karna sebenarnya Surga ada di telapak kaki ibu.
Fadli kini telah menjadi fadli yang sholeh,baik,penurut,terbebas dari
pergaulan bebas,membanggakan orang tua dan adiknya yang sangat
menyayanginya.