Embed
Email

proposal dokumen orang bisu

Document Sample
proposal  dokumen orang bisu
Description

dokumen komuni kasi bisu

Shared by: Reanz Ginting
Stats
views:
101
posted:
11/7/2011
language:
Indonesian
pages:
7
proposal penelitian kualitatif

Posted: 22 Juni 2011 by nasovin in BANGKU SEKOLAH/KULIAH

0

Nama : Fatimatuz Zahro



NIM : B06207087 / 5G2



Dosen : Ali Nurdin,S.Ag, M.Si



Proposal Penelitian Kualitatif



“BUDAYA KOMUNIKASI KAMPUNG IDIOT”



(STUDI KUALITATIF DI DESA KARANGPATIH, PONOROGO)



1. Latar Belakang Masalah



Sungguh mengejutkan ketika pertama kali mengetahui pemberitaan dari Redaksi Kontroversi di

stasiun TV Trans7, tentang adanya sebuah desa di daerah Ponorogo yang mendapat julukan

“Kampung Idiot”. Disebut kampung idiot karena hampir separuh dari warganya mengalami

keterbelakangan mental (idiot). Secara deskriptif, desa ini terletak di wilayah pelosok yang

kering dan tandus. Tampak keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami

keterbelakangan mental, hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka tinggal di sepetak gubuk

yang sama sekali tak layak huni. Beruntung telah mulai banyak pihak yang menyumbang untuk

meringankan beban mereka.



Tetapi bukan kondisi ekonomi mereka yang menjadi perhatian peneliti, melainkan aspek

komunikasi yang ada pada kehidupan social mereka. Orang idiot juga melakukan komunikasi.

Hal ini terkait dengan keniscayaan adanya kehidupan social maka ada pulalah komunikasi di

dalamnya. Komunikasi sebagai proses social adalah bagian integral dari masyarakat.



Ilmu komunikasi adalah bagian dari ilmu social. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa system

komunikasi menjadi subsistem dari system social.[1] Dalam masing-masing system social

memiliki budayanya masing-masing. Budaya yang ada pada system social terbentuk dari

interaksi social masyarakatnya. Interaksi yang terjadi juga merupakan bentuk dan pola

komunikasi. Ini berarti pola komunikasi dalam suatu masyarakat akan sangat ditentukan oleh

keragaman individu dalam masyarakat tersebut. Pola komunikasi yang dilakukan oleh orang

idiot berbeda dengan pola komunikasi orang normal pada umumnya. Hal ini tentu akan

membentuk budaya komunikasi tersendiri yang mungkin tidak akan dijumpai di tempat lain.



Hal inilah yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian kualitatif di kampung idiot

dengan judul “BUDAYA KOMUNIKASI KAMPUNG IDIOT (STUDI KUALITATIF DI

DESA KARANGPATIH, PONOROGO).



1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti mengambil rumuan masalah sebagai berikut

:



1. bagaimana pola komunikasi orang idiot di Kampung Idiot?

2. apa saja faktor yang mempengaruhi proses komunikasi orang idiot di Kampung

Idiot?

3. bagaimana budaya komunikasi yang ada di Kampung Idiot?



1. Tujuan Penelitian



1. Untuk memahami dan mendeskripsikan pola komunikasi orang idiot di kampung

idiot.

2. Untuk memahami dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses

komunikasi orang idiot di kampung idiot.

3. Untuk memahami dan mendeskripsikan system komunikasi yang ada di kampung

idiot.



1. Manfaat Penelitian



1. Kegunaan Teoritis / Akademis



Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan ilmiah dalam bidang studi

komunikasi dan sebagai bahan pertimbangan bagi prodi komunikasi khususnya untuk bahan

bacaan atau referensi bagi semua pihak. Semoga kegiatan penelitian ini dapat bermanfaat dan

memberikan pengetahuan baru bagi semua pihak khususnya bagi mahasiswa yang

berkecimpung di dunia social seperti LSM maupun pemberdayaan manusia lainnya sehingga

dapat menjadi pembelajaran dalam mengembangkan dan memberdayakan suatu desa.



2. Kegunaan Praktis



Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan mampu mewujudkan sesuatu yang berguna dalam

bidang komunikasi khususnya dalam komunikasi sosial dalam lingkup satu system social yang

ada yang memiliki perbedaan dengan system social lainnya. Sehingga dapat membentuk satu

pola komunikasi yang baik, serta memberikan suatu pemecahan masalah, dan pada akhirnya

nanti akan memberikan suatu solusi yang tepat pada sasarannya.



1. Definisi Konsep



1. Budaya Komunikasi



Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan

bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi

dan akal manusia.[2] Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka

saling berinteraksi. Budaya membentuk cara bagaimana orang melihat dunia. Ia berpengaruh atas

bagaimana kita berpikir, bertindak, yang dijunjung tinggi, berbicara, organisasi-organisasi yang

dibentuk, ritual yang diselenggarakan, hukum yang dibuat, apa dan bagaimana yang kita sembah,

apa yang kita makan, apa yang kita pakai, dan apa yang kita sebut sebagai buruk atau baik.



Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antarmanusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran

atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat

penyalurnya.[3] Untuk tegasnya, komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator

kepada komunikan.



Budaya komunikasi yang dimaksud pada penelitian ini adalah pola komunikasi yang ada pada

kampung idiot. Dengan lingkungan sosial yang hampir separuh warganya terdiri dari orang idiot

tentunya memberikan corak tersendiri bagi budaya komunikasinya.



b. Kampung Idiot



Kampung idiot adalah suatu desa yang hampir sebagian besar warganya merupakan orang yang

mengalami keterbelakangan mental (idiot). Letak kampung idiot ini di Desa Karangpatih,

Ponorogo.[4] Sebuah pelosok desa yang cukup kering dan tandus. Dari total 1.756 KK (Kepala

Keluarga) yang tercatat di administrasi desa, 1.203 KK diantaranya hidup di bawah garis

kemiskinan. Jumlah sebanyak itu sudah termasuk 49 KK yang sebagian atau seluruh anggota

keluarganya mengalami keterbelakangan mental. Selain kondisi ekonomi rendah dan kekurangan

asupan gizi, kasus keterbelakangan mental yang terjadi juga disebabkan oleh perkawinan

sedarah.



1. Kerangka Teoritik



Komunikasi dan budaya secara timbal balik saling berpengaruh satu sama lain. Budaya dimana

secara individu-individu disosialisasikan, akan berpengaruh terhadap cara mereka dalam

berkomunikasi. Dan cara bagaimana individu-individu itu berkomunikasi, dapat mengubah

budaya yang mereka miliki dari waktu ke waktu. Hanya saja, kebanyakan analisis tentang

komunikasi antarpribadi mengabaikan hubungan ini dan aspek budaya menjadi kosong dalam

studi komunikasi. Sebaliknya, studi-studi tentang komunikasi lintas budaya, menguji pengaruh

budaya terhadap komunikasi. Kebanyakan analisis tentang komunikasi lintas budaya

membandingkan dan mempertentangkan pola-pola komunikasi dari berbagai macam budaya.



Teori-teori ideal dari budaya memandang budaya sebagai sistem kognitif atau sistem simbolik.

Goodenough (1961)[5] berpendapat, budaya “terdiri dari standar-standar untuk memutuskan

apakah sesuatu itu, untuk memutuskan apa yang dapat, untuk memutuskan apa yang dirasakan

seseorang mengenai hal tersebut, untuk memutuskan apa yang harus dilakukan mengenai hal itu

dan untuk memutuskan bagaimana caranya melakukan sesuatu itu“ (hlm. 522). Geerzt (1966)

sebagai salah satu dari pendukung utama aliran “budaya sebagai sistem simbolik” berpendapat,

masalah tentang analisa budaya sebanyak masalah dalam menentukan kebebasan sebagai

keterikatan, teluk juga jembatan. Citra yang cocok, kalau seseorang harus punya tentang budaya

organisasi, bukan jaring laba-laba atau gundukan pasir. Penggunaan gurita oleh Geertz sebagai

metafora untuk memahami kebudayaan, bahwa kebudayaan ditata sekaligus tak tertata pada

waktu yang bersamaan.

1. Metode Penelitian



1. Pendekatan dan Jenis Penelitian



Pendekatan yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

fenomenologi. Pendekatan fenomenologi adalah pandangan bahwa apa yang tampak

dipermukaan, termasuk pola perilaku manusia sehari-hari hanyalah suatu gejala atau fenomena

dari apa yang tersembunyi di “kepala” sang pelaku.[6]



Jenis penelitiannya adalah penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian deskripsi kualitatif adalah

penelitian yang menggambarkan dan mendeskripsikan subyek penelitian sesuai dengan focus

penelitian.



2. Subyek Penelitian



Subyek penelitian ini adalah warga Kampung Idiot. Lokasi penelitian yang dilakukan adalah di

Desa Karangpatih, Ponorogo.



3. Tahap-Tahap Penelitian



Tahap-tahap penelitian yang peneliti lakukan terdiri dari empat tahapan, yaitu 1.) tahap

pralapangan atau yang disebut invention. Pada tahap ini, dilakukan pembuatan desain atau

rancangan penelitian, memilih dan meninjau lokasi penelitian, memilih informan, mengurus

perizinan serta menyiapkan perlengkapan penelitian. 2.) tahap temuan atau yang disebut

discovery. Pada tahap ini peneliti telah berada di lokasi penelitian untuk melakukan

pengumpulan data dengan teknik pengumpulan data yang telah ditetapkan. 3.) tahap penafsiran

atau yang disebut interpretation. Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data dan evaluasi

untuk mengecek keabsahan data. 4.) tahap terakhir yaitu tahap eksplanasi. Pada tahap ini peneliti

mendapatkan gagasan atau hasil akhir dari penelitiannya untuk kemudian dicantumkan dalam

penulisan laporan penelitian.



4. Jenis dan Sumber Data



Data primer adalah segala informasi yang didapat dari informan kunci sesuai dengan fokus

penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah Kepala Desa. Sedangkan

data sekunder adalah informasi yang didapat dari informan sebagai pendukung atau penguat data

yang didapat dari informan kunci.



Sumber data dari informan, ditentukan dengan teknik snowball sampling. Teknik ini dilakukan

dengan 3 tahapan; 1) pemilihan sampel awal, baik informan yang akan diwawancara atau situasi

social yang terkait focus penelitian. Pemilihan informan kunci dilakukan dengan teknik

purposive sampling; 2) pemilihan sampel lanjutan guna memperluas deskripsi informasi dan

melacak variasi informai yang mungkin ada; 3) menghentikan pemilihan sampel lanjutan bila

dianggap sudah tidak ditemukan lagi variasi informasi.[7]



Kriteria informan awal :

 Penduduk asli kampung idiot yang telah lama tinggal di daerah tersebut selama ± 5 tahun.

 Laki-laki atau perempuan yang usianya ≥ 37 tahun.

 Terlibat secara aktif pada lingkungan social kampung idiot.

 Tidak mengalami keterbelakangan mental.



5. Teknik Pengumpulan Data



Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah indepth interview. Wawancara

mendalam yang tak berstruktur yang bisa secara leluasa melacak ke berbagai segi dan arah guna

mendapatkan informasi yang selengkap dan sedalam mungkin.[8] Selain itu juga dilakukan

partisipatory observation, yaitu teknik dengan cara terlibat langsung dalam aktivitas keseharian

subyek yang diteliti.[9] Serta dokumentasi, yaitu cara mencari dan mendokumentasikan segala

informasi yang dapat mendukung focus penelitian.[10]



6. Teknik Analisis Data



Langkah awal dalam analisis data, yaitu hasil pengumpulan data yang didapat harus direduksi.

Reduksi data adalah pengelolaan data mulai dari editing, koding hingga tabulasi data.[11]

Setelah direduksi, kemudian hasil tadi dipilah-pilah dan disusun dalam bentuk display data.

Display data berbentuk teks naratif. Display data ini sangat diperlukan untuk memudahkan upaya

penyimpulan dan verifikasi. Dari display data ini, peneliti mulai mencari arti, menyimpulkan dan

men-verifikasikan data yang ada.



Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis domain. Teknik analisis domain

digunakan untuk menganalisis gambaran obyek penelitian secara umum atau ditingkat

permukaan, namun relative utuh tentang obyek penelitian tersebut. [12] Pola hubungan semantic

ditunjukkan pada tabel :



Daftar Domain Hubungan Bentuk Hubungan Pertanyaan struktural

Semantik

Jenis orang idiot Jenis X adalah jenis dari Y Keseluruhan jenis orang idiot di

Kampung Idiot

Faktor-faktor Sebab – X adalah penyebab Apa saja faktor yang mempengaruhi

Akibat dari Y pola komunikasi orang idiot

Pola komunikasi Urutan X merupakan urutan Bagaimana pola komunikasi orang

dalam Y idiot

Budaya Cara ke X adalah cara untuk Bagaimana budaya komunikasi di

komunikasi tujuan melakukan Y Kampung Idiot



7. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data



Untuk pemeriksaan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi. Teknik ini dilakukan dengan 2

cara; 1) triangulasi dengan melakukan konfirmasi dengan teori yang digunakan, baik yang

mendukung maupun yang bertentangan; 2) triangulasi dengan melakukan pengecekan informasi

pada informan yang telah memberikan informasi agar data yang didapat benar-benar valid.[13]

1. Jadwal Penelitian



Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan, yaitu Januari – Juni 2009, dengan agenda sebagai

berikut :



Waktu Penelitian Kegiatan Kegiatan

Bulan Januari – Tahap pralapangan - membuat desain penelitian

Februari



- meninjau lapangan



- mengurus perizinan



- menyiapkan peralatanBulan Maret – Mei- Tahap pengumpulan data



- Tahap analisis data- melakukan interview indepth



- melakukan observasi partisipasi



- melakukan dokumentasi



- mereduksi data



- mendisplay data



- kesimpulan dan verifikasiBulan JuniTahap eksplanasi- teknik keabsahan data



- penulisan laporan penelitian



DAFTAR PUSTAKA







Bungin, Burhan. Analisis Data Penelitian Kualitatif.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2003



Nurdin, Ali. Bahan Kuliah : Metode Penelitian Kualitatif Komunikasi



Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2004



Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2001



Uchjana, Onong E. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi.Bandung : PT. Citra Aditya Bakti. 2003



Internet :



http://unic77.blogspot.com/2009/10/menyibak-fenomena-kampung-idiot-di.html

http;//id.wikipedia.org/wiki/budaya



http://hsutadi.blogspot.com/2009/04/komunikasi-dan-budaya-bagian-1.html


Related docs
Other docs by Reanz Ginting
Makalah Tahap
Views: 18  |  Downloads: 0
makalah tahapan
Views: 38  |  Downloads: 0
anak autis
Views: 72  |  Downloads: 2
autisme
Views: 60  |  Downloads: 0
kesamaan
Views: 5  |  Downloads: 0
gangguan jiwa
Views: 147  |  Downloads: 0
proposal dokumen orang bisu
Views: 101  |  Downloads: 0
cara komunikasi dengan orang bisu tuli
Views: 224  |  Downloads: 3
komunikasi terapautik pada klein gangguan jiwa
Views: 329  |  Downloads: 2
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!