Embed
Email

HASIL PENELITIAN

Document Sample
HASIL PENELITIAN
Shared by: Yusrizal Al
Categories
Tags
Stats
views:
111
posted:
11/7/2011
language:
Indonesian
pages:
35
BAB IV

HASIL PENELITIAN



A. Profil Kompetensi Keahlian Teknik Sepedamotor



Kompetensi keahlian teknik sepedamotor merupakan bagian dari



kompetensi keahlian pada program studi keahlian teknik otomotif yang



berasal dari bidang studi keahlian teknologi dan rekayasa pada Sekolah



Menengah Kejuruang (SMK) bidang teknologi.



B. Deskriptif Data



Tabel 4.1. Data variabel penelitian



X1 X1

X2 Y X2 Y

KINERJA KINERJA

NO FASILITAS KOMPETENSI NO FASILITAS KOMPETENSI

MENGAJAR MENGAJAR

PRAKTEK SISWA PRAKTEK SISWA

GURU GURU

1 102 72 81 24 110 84 81

2 117 103 90 25 110 86 90

3 114 88 90 26 105 64 90

4 107 77 81 27 100 77 90

5 121 97 90 28 108 91 81

6 130 89 90 29 109 89 90

7 122 83 90 30 97 59 81

8 105 53 90 31 108 60 81

9 112 86 81 32 108 86 81

10 115 85 90 33 102 84 81

11 112 90 90 34 111 86 90

12 112 95 90 35 87 66 90

13 116 84 90 36 111 78 80

14 103 83 93 37 109 86 93

15 96 73 98 38 100 93 88

16 109 91 87 39 98 96 89

17 86 67 96 40 100 91 91

18 85 63 90 41 118 94 87

19 93 75 91 42 85 78 88

20 81 66 92 43 79 84 88

21 102 91 92 44 76 88 87

22 79 65 88 45 120 88 88

23 78 66 91  4648 3650 3966



84

85



Untuk mengetahui kecendrungan umum dari sub variabel X1, dan X2,



dikarenakan data dikumpulkan menggunakan angket dengan skala likert,



maka gunakan teknik Weighted Means Scored (WMS), dengan rumus ,



dimana: .



Selanjutnya, hasil perhitungan dikonsultasikan dengan tolok ukur pada



tabel berikut:



Tabel 4.2. Konsultasi perhitungan WMS



RENTANG NILAI JAWABAN PENAFSIRAN



4,01 – 5,00 Selalu Sangat memadai Sangat baik

3,01 – 4,00 Sering Memadai Baik

2,01 – 3,00 Kadang-kadang Cukup memadai Cukup baik

1,01 – 2,00 Jarang Kurang memadai Kurang baik

0,01 – 1,00 Tidak pernah Tidak memadai Tidak baik



1. Data variabel X1 (kinerja mengajar guru produktif)

Tabel 4.3.Skor rata-rata kinerja mengajar guru produktif kompetensi

keahlian teknik sepedamotor pada program studi mekanik

otomotif di SMK se-Kota Pekanbaru



NO RERATA RERATA

DIMENSI KRITERIA

ITEM ITEM INDIKATOR

1 4,3

2 3,9

Kegiatan pendahuluan

3 3,5 3,68 BAIK

(membuka pembelajaran) 4 3,8

5 2,9

6 4,1

Kegiatan inti pembelajaran 7 3,1

3,7 BAIK

(penyajian) 8 3,9

9 3,7

10 3,1

Penguasaan Bahan ajar

11 3,8 3,6 BAIK

(Materi Pelajaran) 12 3,9

13 3,0

Kegiatan Belajar Mengajar 14 4,0

3.48 BAIK

(Proses Pembelajaran) 15 3,7

16 3,2

17 3,8

Kemampuan Menggunakan 18 3,6

3,6 BAIK





Yusrizal 2009 - 2011

86



Media Pembelajaran 19 3,2

20 3,8

21 3,6

Evaluasi Pembelajaran 22 3,3

3,45 BAIK

23 4,0

Kemampuan Menutup

24 4,1 3,97 BAIK

Kegiatan Pembelajaran 25 3,8

26 3,4

Tindak Lanjut/Follow up 27 3,3 3,53 BAIK

28 3,9

Rata-rata variabel X1 3,63 BAIK



Berdasarkan pengolahan data penelitian, secara umum kinerja mengajar



guru memiliki kategori baik dengan skor rata-rata keseluruhan 3,63.



Kesimpulan ini diperoleh dari skor rata-rata sub variabel kegiatan



pendahuluan mengajar (membuka pembelajaran) sebesar 3,68, kegiatan inti



pembelajaran (penyajian) sebesar 3,7, Penguasaan materi pembelajaran



sebesar 3,6, Kegiatan belajar mengajar sebesar 3,48, kemampuan



menggunakan media pembelajaran sebesar 3,6, evaluasi pembelajaran sebesar



3,45, kemampuan menutup pembelajaran 3,97, dan pemberian tindak lanjut



(follow up) sebesar 3,53. Skor rata-rata masing-masing sub variabel kinerja



mengajar guru dapat dilihat pada diagam berikut ini:



KINERJA MENGAJAR GURU

5

3.97

4 3.68 3.7 3.6 3.48 3.6 3.54

3.45

3



2



1



0

kegiatan kegiatan inti penguasaan kegiatan penggunaan evaluasi menutup tindak lanjut

pendahuluan pembelajaran materi belajar media pembelajarn pembelajaran

pembelajaran mengajar









Gambar.4.1. Grafik kinerja mengajar guru produktif



Yusrizal 2009 - 2011

87



a. Kegiatan pendahuluan



Skor kegiatan pendahuluan menempati peringkat ke-3 tertinggi di



banding skor menutup pembelajaran dan kegiatan inti pembelajaran, hal ini



ditunjukan oleh indikator 1) absensi dengan skor rata-rata 4,3 (sangat baik), 2)



memberikan motivasi awal dengan skor rata-rata 3,9 (baik), 3) apersepsi



dengan skor rata-rata 3,5 (baik), 4) menyampaikan tujuan tujuan pembelajaran



dengan skor rata-rata 3,8 (baik), 5) memberikan acuan materi pembelajaran



yang akan disampaikan dengan skor rata-rata 2,9 (cukup baik). Perolehan skor



rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



KEGIATAN PENDAHULUAN





absensi

2.9

4.3

memberikan motivasi awal



3.8

apersepsi

3.9

menyampaikan tujuan

3.5 pembelajaran









Gambar 4.2. Grafik kegiatan pendahuluan



b. Kegiatan inti pembelajaran



Skor kegiatan inti pembelajaran menempati peringkat ke-2 tertinggi di



banding skor menutup pembelajaran, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



kejelasan artikulasi suara dengan skor rata-rata 4,1 (sangat baik), 2) variasi



gerak badan yang tidak mengganggu perhatian siswa dengan skor rata-rata



3,1 (baik), 3) Antusiasme dalam penampilan 3,9 (baik), dan 4) memiliki





Yusrizal 2009 - 2011

88



kesabaran dengan skor rata-rata 3,7 (baik). Perolehan skor rata-rata dari



masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN



kejelasan artikulasi suara



3.7 4.1

variasi gerak yang tidak

mengganggu

Antusiasme dalam

penampilan

3.9 3.1

Memiliki kesabaran









Gambar 4.3. Grafik kegiatan inti pembelajaran



c. Penguasaan materi pembelajaran



Skor penguasaan materi pembelajaran menempati peringkat ke-4 di



banding skor menutup pembelajaran, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



menjelaskan materi pelajaran dengan skor rata-rata 3,1 (baik), 2) memberikan



contoh dengan skor rata-rata 3,8 (baik), 3) memiliki wawasan dengan skor



rata-rata 3,9 (baik), Perolehan skor rata-rata dari masing-masing indikator



dapat dilihat pada grafik berikut ini:



PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN





menjelaskan materi

3.1 pembelajaran

3.9

memberikan contoh





memiliki wawasan

3.8









Gambar 4.4. Grafik penguasaan materi pembelajaran



Yusrizal 2009 - 2011

89



d. Kegiatan belajar mengajar



Skor kegiatan belajar mengajar menempati peringkat ke-5 di banding



skor menutup pembelajaran, karena peringkat ke-4 lainya ditempati oleh



penggunaan media pembelajaran, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



kesesuaian metode dengan materi pembelajaran dengan skor rata-rata 3,0



(cukup), 2) penyajian materi pembelajaran dengan skor rata-rata 4 (baik), 3)



keterampilan merespon siswa dengan skor rata-rata 3,7 (baik), dan 4)



ketepatan alokasi waktu dengan skor rata-rata 3,2 (baik). Perolehan skor rata-



rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR



kesesuaian metode dg

3 materi

3.2

penyajian materi

pembelajaran

keterampilan merespon

siswa

3.7 4

ketepatan alokasi waktu









Gambar 4.5. Grafik kegiatan belajar mengajar



e. Kemampuan menggunakan media



Skor kemampuan menggunakan media menempati peringkat ke-4 atau



sama dengan prnguasaan materi pembelajaran, hal ini ditunjukan oleh



indikator 1) prinsip-penggunaan media dengan skor rata-rata 3,8 (baik), 2)



ketepatan penggunaan media dengan skor rata-rata 3,6 (baik), 3)



keterampilaan penggunaan media dengan skor rata-rata 3,2 (baik), 4)







Yusrizal 2009 - 2011

90



peningkatan perhatian siswa dengan skor rata-rata 3,2 (baikPerolehan skor



rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



KEMAMPUAN MENGGUNAKAN MEDIA



prinsip-prinsip

penggunaan media

3.8 3.8 ketepatan penggunaan

media

keterampilan penggunaan

media

3.2 3.6

Peningkatan perhatian

siswa







Gambar.4.6. Grafik kemampuan menggunakan media



f. Evaluasi pembelajaran



Skor evaluasi pembelajaran menempati peringkat terakhir, hal ini



ditunjukan oleh indikator 1) penilaian yang relevan dengan skor rata-rata



3,6 (baik), 2) penilaian yang sesuai dengan rencasna pembelajaran dengan



skor rata-rata 3,3 (baik). Perolehan skor rata-rata dari masing-masing



indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



EVALUASI PEMBELAJARAN









3.3 penilaian yang relevan

3.6 penilaian yang sesuai rpp









Gambar.4.7. Grafik evaluasi pembelajaran



Yusrizal 2009 - 2011

91



g. Kemampuan menutup pembelajaran



Skor kegiatan menutup pembelajaran menempati peringkat tertinggi



dalam variabel kinerja mengajar guru, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



penelaahan materi yang telah diajarkan dengan skor rata-rata 4,0 (baik), 2)



memberikan kesempatan bertanya dengan skor rata-rata 4,2 (sangat baik), 3)



memberikan kesimpulan dengan skor rata-rata 3,8 (baik). Perolehan skor



rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:









KEMAMPUAN MENUTUP PEMBELAJARAN







menelaah materi yg telah

3.8 4 diajarkan

memberi kesempatan

bertanya

memberikan kesimpulan

4.1









Gambar.4.8. Grafik kemampuan menutup pembelajaran



h. Kemampuan memberikan tindak lanjur



Skor kegiatan pemberian tindak lanjut menempati peringkat ke-7



dalam variabel kinerja mengajar guru, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



pemberian tugas dengan skor rata-rata 3,4 (baik), 2) menginformasikan materi



pembelajaran selanjutnya dengan skor rata-rata 3,3 (baik), 3) memberikan



motivasi akhir dengan skor rata-rata 3,9 (baik). Perolehan skor rata-rata dari



masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:







Yusrizal 2009 - 2011

92





PEMBERIAN TINDAK LANJUT







pemberian tugas

3.4

3.9

menginformasikan materi

selajutnya

memberikan motivasi akhir



3.3









Gambar.4.9. Grafik kemampuan pemberian tindak lanjut



2. Data variabel X2 (kelengkapan fasilitas praktik)



Tabel 4.4. Skor rata-rata kelengkapan fasilitas praktek kompetensi

keahlian teknik sepedamotor pada program studi mekanik

otomotif di SMK se-Kota Pekanbaru

NO RERATA RERATA

DIMENSI KRITERIA

ITEM ITEM INDIKATOR

1 3,5

2 3,9

3 2,4

Ruang pembelajaran umum 4 3,9 3,6 BAIK

5 2,9

6 4,4

7 3,9

8 4,4

Area kerja mesin 9 4,3 SANGAT

4,2 BAIK

sepedamotor 10 4,1

11 3,8

12 3,7

Area kerja kelistrikan 13 3,6

3,7 BAIK

sepedamotor 14 3,8

15 3,6

16 3,4

Area kerja chasis dan 17 3,5

3,5 BAIK

pemindah tenaga 18 3,3

19 3,6

20 4,0

Ruang penyimpanan dan

21 3,6 3,7 BAIK

ruang instruktur 22 3,5

Rata-rata variabel X2 3,7 BAIK





Yusrizal 2009 - 2011

93



Berdasarkan pengolahan data, secara umum kelengkapan fasilitas



praktik memiliki kategori baik dengan skor rata-rata keseluruhan 3,7.



Kesimpulan ini diperoleh dari skor rata-rata sub variabel ruang pembelajaran



umum sebesar 3,6, area kerja mesin sepedamotor sebesar 4,2,, area kelistrikan



sepedamotor sebesar 3,7, area chasis dan pemindah tenaga 3,5, ruang



penyimpanan dan ruang instruktur sebesar 3,7 .Skor rata-rata sub variabel



kelengkapan fasilitas praktik dapat dilihat pada diagam berikut ini:





KELENGKAPAN FASILITAS PRAKTIK

4.5

4

3.5

3

2.5

2

1.5

1

0.5

0

Ruang Area kerja Area kerja Area kerja Ruang

pembelajaran mesin kelistrikan chasis dan penyimpanan

umum sepedamotor sepedamotor pemindah dan ruang

tenaga instruktur









Gambar.4.10. Grafik kelengkapan fasilitas praktik



a. Ruang pembelajaran umum



Skor ruang pembelajaran umum menempati peringkat yang sama



dengan skor ruang penyimpanan dan ruang instruktur, yaitu pada peringkat



ke-3 tertinggi dibanding skor area kerja mesin sepedamotor, hal ini



ditunjukan oleh indikator 1) ruang kelas dengan skor rata-rata sebesar 3,5



(baik), 2) perpustakaan dengan skor rata-rata 3,9 (baik), 3) labor kimia





Yusrizal 2009 - 2011

94



dengan skor rata-rata 2,4 (cukup baik), 4) labor komputer dengan skor rata-



rata sebesar 3,9 (baik), 5) ruang praktik gambar teknik dengan skor rata-rata



2,9 (cukup baik), 6) ruang bengkel sepedamotor dengan skor rata-rata sebesar



4,4 (sangat baik), 7) media pembelajaran untuk kegiatan belajar-mengajar



yang bersifat teoritis dengan skor rata-rata sebesar 3,9 (baik). Perolehan skor



rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



RUANG PEMBELAJARAN UMUM

ruang kelas





perpustakaan

3.9 3.5



labor kimia

3.9

4.4



2.4 labor komputer

2.9

3.9

ruang gambar









Gambar.4.11. Grafik ruang pembelajaran umum



b. Area kerja mesin sepedamotor



Skor area kerja mesin sepedamotor menempati peringkat tertinggi



dibanding skor area sub variabel yang lain, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



perabotan kerja area mesin sepedamotor dengan skor rata-rata sebesar 4,4



(sangat baik), 2) unit sepedamotor dengan skor rata-rata sebesar 4,3 (sangat



baik), 3) peralatan pekerjaan mesin sepedamotor dengan skor rata-rata 4,1



(sangat baik), 4) perlengkapan lain dengan skor rata-rata sebesar 3,8 (baik).



Perolehan skor rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik



berikut ini:



Yusrizal 2009 - 2011

95





AREA KERJA MESIN







23% 26% perabotan kerja area mesin

unit sepedamotor

peralatan kerja mesin

25% perlengkapan lainnya

26%









Gambar.4.12. Grafik area kerja mesin



c. Ruang area kerja kelistrikan sepedamotor



Skor area kerja kelistrikan sepedamotor menempati peringkat ke-3,



hal ini ditunjukan oleh indikator 1) perabotan kerja kelistrikan sepedamotor



dengan skor rata-rata sebesar 3,5 (baik), 2) peralatan pekerjaan kelistrikan



kelistrikan sepedamotor dengan skor rata-rata sebesar 3,8 (baik), 3)



perlengkapan lain dengan skor rata-rata 3,6 (baik). Perolehan skor rata-rata



dari masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:



AREA KERJA KELISTRIKAN







3.6 3.7 area kerja kelistrikan

perabotan kerja kelistrikan

peralatan kerja kelistrikan



3.8 3.6 perlengkapan lainnya









Gambar.4.13. Grafik area kerja kelistrikan



Yusrizal 2009 - 2011

96



d. Ruang area kerja chasis dan pemindah tenaga



Skor area kerja chasis dan pemindah tenaga menempati peringkat ke-4



karena pada sub variabel ini terdapat dua skor yang sama, hal ini ditunjukan



oleh indikator 1) area kerja chasis dan pemindah tenaga dengan skor rata-rata



sebesar 3,4 (baik), 2) perabotan kerja chasis dan pemindah tenaga dengan skor



rata-rata sebesar 3,5 (baik), 3) peralatan pekerjaan chasis dan pemindah



tenaga dengan skor rata-rata 3,3 (baik), 4) perlengkapan lain dengan skor rata-



rata sebesar 3,6 (baik). Perolehan skor rata-rata dari masing-masing indikator



dapat dilihat pada grafik berikut ini:



AREA KERJA CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA

area chasis dan pemindah

tenaga

3.6 3.4

perabotan kerja chasis dan

pemindah tenaga

peralatan kerja chasis dan

3.5 pemindah tenaga

3.3

perlengkapan lainnya







Gambar.4.14. Grafik area kerja chasis dan pemindah tenaga



e. Ruang penyimpanan alat dan instruktur



Skor penyimpanan menempati peringkat yang sama dengan skor rea



kerja kelistrikan, yatu peringkat ke-3, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



peraralatan untuk ruang penyimpanan dan instruktur dengan skor rata-rata



sebesar 4,0 (baik), 2) papan data untuk batas pelajaran dengan skor rata-rata



sebesar 3,6 (baik), 3) ruang penyimpanan dan instruktur dengan skor rata-rata



3,5 (baik). Perolehan skor rata-rata dari masing-masing indikator dapat dilihat



pada grafik berikut ini:



Yusrizal 2009 - 2011

97





RUANG PENYIMPANAN DAN RUANG INSTRUKTUR





peralatan penyimpanan

3.5 4

papan data batas pelajaran





ruang penyimpanan dan

3.6 ruang instruktur









Gambar.4.15. Grafik ruang penyimpanan dan ruang instruktur



3. Data variabel Y (kompetensi siswa )



Untuk data kompetensi siswa karena diperoleh secara dokumentasi dari



nilai Ujian Nasional Praktik Kejuruan yang telah dilaksanakan di SMK, maka



kecendrungan data dikonsultasikan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal



(KKM) yang ditetapkan secara bersama oleh sekolah (SMK) di suatu daerah



dengan criteria tuntas/belum tuntas atau kompeten/tidak kompeten . Untuk



Propinsi KKM SMK ditetapkan .



Tabel 4.5. Nilai kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor program

studi keahlian mekanik otomotif di SMK se-Kota Pekanbaru



PENGUJI INDIKATOR NILAI RERATA PENAFSIRAN



PERSIAPAN 88

PROSES 95

INTERNAL HASIL 90 91.60 KOMPETEN

SIKAP 95

WAKTU 90

PERSIAPAN 84

PROSES 85

EKSTERNAL HASIL 88 84.40 KOMPETEN

SIKAP 85

WAKTU 80

 880 88.00 KOMPETEN







Yusrizal 2009 - 2011

98



Secara umum kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor berada



dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata keseluruhan 88. Kesimpulan



ini diperoleh dari skor rata-rata sub variabel nilai dari penguji internal dengan



rata-rata sebesar 91,6, dan penguji ekstrnal 84,4. Skor rata-rata variabel nilai



kompetensi dapat dilihat pada diagam berikut ini:





NILAI KOMPETENSI TEKNIK SEPEDAMOTOR

100 91.6

90 84.4

80

70

60

50

40

30

20

10

0

INTERNAL EKSTERNAL





Gambar.4.16. Grafik nilai kompetensi siswa



a. Penguji internal



Skor penguji internal lebih tinggi dari skor penguji eksternal, hal ini



ditunjukan oleh indikator 1) persiapan dengan skor rata-rata sebesar 88



(kompeten), 2) proses dengan skor rata-rata 95 (kompeten), 3) hasil dengan



skor rata-rata 90 (kompeten), 4) sikap skor rata-rata sebesar 95 (kompeten),



5) waktu dengan skor rata-rata 90 (kompeten). Perolehan skor rata-rata dari



masing-masing indikator dapat dilihat pada grafik berikut ini:









Yusrizal 2009 - 2011

99









90 88

PERSIAPAN

PROSES

HASIL

95 95 SIKAP

WAKTU

90









Gambar.4.17. Grafik Skor penguji internal



b. Penguji eksternal





Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa skor penguji eksternal



lebih rendah dari skor penguji internal, hal ini ditunjukan oleh indikator 1)



persiapan dengan skor rata-rata sebesar 84 (kompeten), 2) proses dengan skor



rata-rata 85 (kompeten), 3) hasil dengan skor rata-rata 88 (kompeten), 4)



sikap skor rata-rata sebesar 85 (kompeten), 5) waktu dengan skor rata-rata



80(kompeten). Perolehan skor rata-rata dari masing-masing indikator dapat



dilihat pada grafik berikut ini:



SKOR PENGUJI EKSTERNAL





PERSIAPAN

80 84

PROSES

HASIL

85 85

SIKAP

88 WAKTU









Gambar.4.18. Grafik Skor penguji internal



Yusrizal 2009 - 2011

100



C. Analisis Deskriptif Data



Hasil deskripsi data variabel (X1), (X2) dan (Y) terhadap 45 orang responden



penelitian adalah :



Tabel 4.6. Deskripsi data penelitian X1, X2, Y

X1

X2 Y

KINERJA

KETERANGAN FASILITAS KOMPETENSI

MENGAJAR

PRAKTIK SISWA

GURU

SAMPEL 45 45 45

MEAN 103.29 81.11 88.13

MEDIAN 107.00 84.00 90.00

MODUS 102.00 86.00 90.00

VARIAN 173.94 138.51 19.30

ST. DEVISIASI 13.19 11.77 4.40

SKOR MINIMUM 76 53 80

SKOR MAKSIMUM 130 103 98

RANGE 54 50 18

SKOR TOTAL 4648 3650 3966



D. Pengujian Hipotesis Penelitian



Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:



1. Terdapat pengaruh positif yang signifikan kinerja mengajar guru produktif



terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program studi



keahlian mekanik otomotif di SMK



2. Terdapat pengaruh positif yang signifikan kelengkapan fasilitas praktik



terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program studi



keahlian mekanik otomotif di SMK



3. Terdapat pengaruh positif yang signifikan kinerja mengajar guru produktif dan



kelengkapan fasilitas praktik terhadap kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.









Yusrizal 2009 - 2011

101



Pengujian signifikansi dari hipotesis yang diajukan dilakukan sesuai



dengan pengujian persyaratan analisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:



1. Uji normalitas



Uji normalitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis pengolahan



data dalam menguji hipotesis. Uji normalitas dilakukan secara manual dengan



perhitungan menggunakan rumus chi-Square dengan hasil seperti pada tabel:



Tabel 4.7. Hasil uji normalitas data

(lampiran 6.G )



Variabel χ2hitung χ2 (0,99)(4),(5) Kesimpulan

X1 66,20 16,81 Tidak Berdistribusi Normal

X2 18,67 16,81 Tidak Berdistribusi Normal

Y 46,15 16,81 Tidak Berdistribusi Normal



Untuk lebih meyakinkan kondisi distribusi data, selain itu juga



dilakukan perhitungan menggunakan SPSS-18 melalui uji Kolmogrov-



Smirnov dan Shapiro-Wilk, seperti pada tabel:



Tabel 4.8. Hasil uji normalitas data melalui uji Kolmorov-Smirnov dan

Shapiro-Wilk (lampiran 7.A )

KORELASI KOLMOGOROV-SMIRNOVa SHAPIRO-WILK

VARIABEL STATISTIC df Sig. STATISTIC df Sig.

X1 0.128 45 0.060 0.949 45 0.047

X2 0.186 45 0.000 0.941 45 0.023

Y 0.242 45 0.000 0.853 45 0.000



Berdasarkan hasil pengujian secara manual, maka diketahui ketiga data



variabel tidak berdistribusi normal, sedangkan melalui uji Kolmogorv-Smirnov



hanya data pada variabel kinerja mengajar (X1) saja yang berdistribusi normal



(0,06 > 0,05), dan Shapiro-Wilk hasilnya hampir sama dengan perhitungan



secara manual, sehingga untuk melihat derajat hubungan antar variabel



penelitian dilanjutkan dengan statistika non parametrik.





Yusrizal 2009 - 2011

102



2. Uji Multikolinearitas



Uji multikolineritas dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan nilai



korelasi kedua variabel bebas X1,X2 yang diperoleh melalui korelasi spearman



Rank (statistika non parametrik), yaitu:



Tabel 4.9. Hasil uji non parametrik korelasi Spearman-Rank

(lampiran 6.H)



VARIABEL KORELASI SIGNIFIKANSI KETERANGAN





X1 atas X2 0,507 0,000 0,05), yang berarti tidak signifikan. Hal ini juga dapat



dibuktikan melalui uji-t dengan nilai yang dibandingkan dengan



nilai , dimana jika nilai maka



dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan



antara kinerja mengajar guru dengan kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



3) Untuk mengetahui derajat hubungan variabel X1 terhadap Y dinyatakan



dengan koefisien determinasi sebesar 1,42%, berarti kinerja mengajar



guru memberikan pengaruh/berkonstribusi terhadap kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik



otomotif di SMK sebesar 1,42% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain.



4) Analisis regresi



Tabel 4.12. Hasil uji regresi linear sederhana Y.X1

(lampiran 6.K )



UNSTANDARDIZED COEFFICIENTS

REGRESI

b Std. Error

a 93,474 5,224

bX1 -0,052 0,050

Berdasarkan uji signifikansi korelasi dan uji kelinearitas regresi diketahui



bahwa persamaan regresi Y atas X1 adalah Y = 93,47 +(-0,05)X1. Dengan



persamaan ini, berarti konstanta sebesar 93,47 menyatakan bahwa jika





Yusrizal 2009 - 2011

105



tidak ada kinerja mengajar guru (X1) maka kompetensi siswa keahlian



teknik sepedamotor (Y) adalah 93,47. Koefisien regresi sebesar -0,05



menyatakan bahwa stiap pertambahan nilai kinerja guru (X1) akan



menurunkan kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor sebesar -0,05,



oleh karena itu semakin tinggi kinerja mengajar guru maka semakin turun



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor, seperti pada diagram di



bawah ini:





90

89.5

kompetensi siswa









89

88.5

y = -0.0517x + 93.474

88

R² = 1

87.5

87

86.5

0 50 100 150

kinerja mengajar guru





Gambar 4.19. Grafik regresi variabel Y.X1



Dengan nilai Fhitung = 1,06 yang lebih rendah dari Ftabel (1),(43) = 4,07



setelah dibandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tingkat kepercayaan  =



0,05, dengan hipótesis statistik sebagai berikut:



H0 : ρX1Y = 0



Ha : ρX1Y ≠ 0



Karena dalam hipotesis ini berlaku uji satu pihak (pihak kanan), maka



dapat disimpulkan bahwa HO di terima, yang berarti tidak terdapat



pengaruh positif dan tidak signifikan kinerja mengajar guru produktif









Yusrizal 2009 - 2011

106



terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program



studi keahlian mekanik otomotif di SMK



b. Pengaruh kelengkapan fasilitas praktik (X2) terhadap kompetensi

siswa (Y)



Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah: ” terdapat pengaruh positif



dan signifikan kelengkapan fasilitas praktik terhadap kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di



SMK”. Hipotesis ini menggambarkan semakin baik kelengkapan fasilitas



fasilitas praktik maka semakin baik pula kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



Sebaliknya, jika semakin kurang baik kelengkapan faasilitas praktik akan



semakin kurang baik pula kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada



program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



Untuk membuktikan dugaan tersebut, maka dilakukan pengujian



hipotesis dengan menghitung koefisien korelasi, taraf sgnifikansi, koefisien



determinasi dan analisis regresi,



1) Analisis korelasi sederhana spearman rank (karena data tidak berdistribusi



normal) pada variabel kelengkapan fasilitas praktik (X2) terhadap



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor (Y), diperoleh hasil sbb :



Tabel 4.13. Hasil uji non parametrik korelasi Spearman-Rank

(lampiran 6.J )

Y.X2 KETERANGAN

KORELASI -0,033 Sangat rendah

t-test 0,32 Tidak signifikan

SIGNIFIKASI 0,830 Tidak signifikan

KD = ( r2 x 100%) 0,11





Yusrizal 2009 - 2011

107



Koefisien korelasi kedua variabel tersebut setelah dikonsultasikan



pada tabel koefisien korelasi nilai r dapat disimpulkan memiliki



hubungan yang sangat rendah, dimana nilai r hitung berada pada range



0,000 – 0,199 dengan makna memiliki tingkat hubungan yang sangat



rendah secara negatif , yaitu semakin baik kelengkapan fasilitas praktik,



maka semakin turun kompetensi keahlian teknik sepedamotor.



2) Pada tabel di atas melalui pengujian dengan SPSS-18, juga terlihat bahwa



nilai signifikansi korelasi dari kedua variabel tersebut lebih tinggi dari



(0,830 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat



hubungan yang signifikan antara kelengkapan fasilitas praktik dengan



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor. Hal ini juga dapat



dibuktikan melalui uji-t dengan nilai yang dibandingkan dengan



nilai , dimana jika nilai maka



dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara



kelengkapan fasilitas praktik dengan kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



3) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan variabel X2 terhadap Y



dinyatakan dengan koefisien determinasi sebesar 0,11%, berarti variabel



kelengkapan fasilitas praktik memberikan pengaruh/berkonstribusi



terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program



studi keahlian mekanik otomotif di SMK sebesar 0,11%, sisanya



ditentukan oleh variabel lain.









Yusrizal 2009 - 2011

108



4) Analisis regresi



Tabel 4.14. Hasil uji regresi linear sederhana Y.X2

(lampiran 6.K)

UNSTANDARDIZED COEFFICIENTS

REGRESI

b Std. Error

a 87,463 4,663

bX2 0,008 0,057

Berdasarkan uji signifikansi korelasi dan uji kelinearitas regresi bahwa



persamaan regresi Y atas X2 adalah Y = 87,463 + 0,008X2. Dengan



persamaan ini, berarti konstanta sebesar 87,473 menyatakan bahwa jika



tidak ada kelengkapanfasilitas praktik (X1) maka kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor (Y) adalah 87,463. Koefisien regresi sebesar



0,008 menyatakan bahwa kelengkapan fasilitas praktik (X2) akan



meningkatkan kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor sebesar



0,008, oleh karena itu semakin baik kelangkapan fasilitas praktik maka



semakin baik pula kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor, seperti



pada diagram berikut ini:



88.4

y = 0.0083x + 87.463

kompetensi siswa









88.3

R² = 1

88.2

88.1

88

87.9

87.8

0 50 100 150

fasilitas praktek







Gambar 4.20. Grafik regresi variabel Y.X2









Yusrizal 2009 - 2011

109



Dengan nilai Fhitung = 1,021 yang lebih rendah dari Ftabel (1),(43) = 4,07.



Setelah dibandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tingkat kepercayaan  =



0,05, dengan hipótesis statistik sebagai berikut:



H0 : ρX2Y = 0



Ha : ρX2Y ≠ 0



Karena dalam hipótesis ini berlaku uji satu pihak (pihak kanan), maka



dapat disimpulkan bahwa HO di terima, yang berarti tidak terdapat



pengaruh positif yang signifikan kelengkapan fasilitas praktik terhadap



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program studi



keahlian mekanik otomotif di SMK



c. Pengaruh kinerja mengajar guru produktif (X1) dan kelengkapan

fasilitas praktik (X2) terhadap kompetensi siswa (Y).



Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh positif



dan signifikan kinerja mengajar guru produktif dan kelengkapan fasilitas



praktik terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program



studi keahlian mekanik otomotif di SMK”. Hipotesis ini menggambarkan



semakin baik kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik, maka



semakin baik pula kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada



program studi keahlian mekanik otomotif di SMK. Sebaliknya, jika semakin



kurang baik kinerja mengajar seorang guru dan kelengkapan fasilitas praktik,



maka akan semakin kurang baik pula kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



1) Analisis Korelasi ganda Spearman Rank (karena data tidak berdistribusi



normal) pada variabel kinerja mengajar guru (X1) dan kelengkapan



Yusrizal 2009 - 2011

110



fasilitas praktik (X2) terhadap kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor (Y), diperoleh hasil sbb :



Tabel 4.15. Hasil uji non parametrik korelasi ganda Spearman-Rank

(lampiran 6.L)

Y.X1. X2 KETERANGAN

KORELASI 0,194 Sangat rendah

t-test 1,21 Tidak signifikan

SIGNIFIKASI 0,446 Tidak signifikan

KD = ( r2 x 100%) 3,76

Korelasi ketiga variabel tersebut setelah dikonsultasikan pada tabel



koefisien korelasi nilai r dapat disimpulkan memiliki hubungan yang



sangat rendah, dimana nilai r hitung berada pada range 0,000 – 0,199



dengan makna memiliki tingkat hubungan yang rendah rendah secara



positif , yaitu semakin baik kinerja mengajar guru produktif dan



kelengkapan fasilitas praktik, maka semakin baik pula kompetensi



keahlian teknik sepedamotor.



2) Pada tabel diatas juga terlihat bahwa nilai signifikansi korelasi dari kedua



variabel tersebut lebih rendah dari (0,446 > 0,05), sehingga



dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara



kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik dengan



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor. Hal ini juga dapat



dibuktikan melalui uji-t dengan nilai dibandingkan dengan nilai



, jika nilai maka disimpulkan



bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan kinerja mengaja guru dan



kelengkapan fasilitas praktik dengan kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.



Yusrizal 2009 - 2011

111



3) Untuk mengetahui seberapa besar konstribusi variabel X1 dan X2 terhadap



Y dinyatakan dengan koefisien determinasi sebesar 3,76%, berarti



variabel kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktek



memberikan kontribusi terhadap kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK



sebesar 3,76% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain.



4) Analisis regresi



Tabel 4.16. Hasil uji regresi ganda Y.X1. X2

(lampiran 6.M)



UNSTANDARDIZED COEFFICIENTS

REGRESI

b Std. Error

a 91,733 5.716

bX1 -0,074 0,058

bX2 0,05 0,065

Berdasarkan uji signifikansi korelasi dan uji kelinearitas regresi bahwa



persamaan regresi Y atas X1.X2 adalah . Dengan



persamaan ini dapat digambarkan bahwa



, berarti konstanta sebesar 91,733 menyatakan bahwa jika tidak



ada kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik (X1.X2) maka



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program studi



keahlian mekanik otomotif di SMK (Y) adalah 91,733. Koefisien regresi



sebesar (-0,74)+0,05 = -0,683 menyatakan bahwa kinerja mengajar guru



dan kelengkapan fasilitas praktik (X2) akan menurunkan kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik



otomotif di SMK sebesar -0,683, oleh karena itu semakin baik kinerja



mengajar guru dan kelangkapan fasilitas praktik maka akan semakin turun



Yusrizal 2009 - 2011

112



kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program studi



keahlian mekanik otomotif di SMK, seperti pada diagram berikut ini:





50

y = -0.683x + 91.733 40

R² = 1

30

kompetensi siswa



20

10

0

-100 -80 -60 -40 -20 -10 0

kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas

praktik







Gambar 4.21. Grafik regresi ganda/jamak



Dengan nilai Fhitung = 0,822 yang lebih rendah dari Ftabel (1),(43) = 4,07



setelah dibandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tingkat kepercayaan  =



0,05, dengan hipotesis statistik sebagai berikut:



H0 : ρX1.X2Y = 0



Ha : ρX1.X2Y ≠ 0



Karena dalam hipótesis ini berlaku uji satu pihak (pihak kanan), maka



dapat disimpulkan bahwa HO di terima, yang berarti tidak terdapat



pengaruh positif yang signifikan kinerja mengajar guru dan kelengkapan



fasilitas praktik terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor



pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK.









Yusrizal 2009 - 2011

113



E. Interpretasi Hasil Analisis Data



Tabel 4.17. Hasil uji hipotesis penelitian



KD Uji Signifikansi

No Hipotesis Hipotesis

(%) Fhitung Ftabel

1 Terdapat pengaruh positif

yang signifikan kinerja

mengajar guru terhadap

kompetensi siswa keahlian -0,119 1,42 1,06 4,07 Ditolak

teknik sepedamotor pada

program studi keahlian

mekanik otomotif di SMK

2 Terdapat pengaruh positif

yang signifikan kelengkapan

fasilitas praktik terhadap

kompetensi siswa keahlian -0,033 0,11 1,021 4,07 Ditolak

teknik sepedamotor pada

program studi keahlian

mekanik otomotif di SMK

3 terdapat pengaruh positif yang

signifikan kinerja mengajar

guru produktif dan

kelengkapan fasilitas praktik

0,194 3,76 0,822 4,07 Ditolak

terhadap kompetensi siswa

keahlian teknik sepedamotor

pada program studi keahlian

mekanik otomotif di SMK





Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi dan regresi, baik secara



sederhana maupun ganda, maka dapat disimpulkan bahwa variabel X (X1dan



X2) tidak berpengaruh secara signifikan pada varibel Y. Besarnya pengaruh



dikemukan sebagai berikut:









Yusrizal 2009 - 2011

114



1. Pengaruh kinerja mengajar guru terhadap kompetensi siswa keahlian

teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di

SMK se- Kota Pekanbaru.



Setelah dilakukan uji non parametrik dengan menggunakan korelasi



Spearman Rank yang disebabkan oleh data yang tidak berdistribusi normal,



menunjukkan koefisien korelasi -0,119, artinya sangat rendah dan berbanding



terbalik, serta tidak memberikan pengaruh yang signifikan karena hanya



sekitar 1,42%. Hal ini memberi makna bahwa kinerja mengajar guru



produktif tidak sedikitpun memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian



kompetensi siswa, malah akan menurunkan sebesar 1,42%, namun dianggap



tidak memberikan pengaruh yang berarti.



Bentuk hubungan kedua variabel tersebut dijelaskan oleh persamaan



regresi Y = 93,47 +(-0,05)X. Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan



bahwa bentuk hubungan ubahan kinerja mengajar guru produktif terhadap



pencapaian kompetensi siswa adalah linear, namun karena tidak menunjukan



pengaruh yang berarti, maka pencapaian kompetensi siswa keahlian teknik



sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK se-Kota



Pekanbaru tidak dapat diprediksi dari skor ubahan kinerja mengajar guru



produktif.



Temuan ini menjadi suatu hal yang wajar, karena kompetensi yang



dikuasai siswa diukur melalui pelaksanaan suatu pekerjaan yang sesuai



dengan bidang keahlianya (project work), yang menuntut siswa untuk mampu



merefleksikan aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang telah dikuasainya



dalam menyelesaikan suatu pekerjaan/tugas secara utuh dan terstandar; mulai





Yusrizal 2009 - 2011

115



dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemaparan hasil, sehingga siswa



dinyatakan kompeten. Agar kompeten dibidang keahlianya siswa harus



melaksanakan latihan secara berulang-ulang dan terarah serta didukung oleh



iklim kerja yang memenuhi persyaratan yang pada akhirnya dapat mencapai



pembiasaan bekerja dengan tingkat kesalahan nol (zero defect). Tingginya



kinerja mengajar guru produktif dapat mengurangi intensitas atau kesempatan



siswa dalam melakukan latihan-latihan, sehingga akan mengurangi atau



menurunkan tingkat kompetensi yang hendak dicapai, walaupun hal ini tidak



memberikan pengaruh yang berarti.



Ditolaknya hipotesis bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan



kinerja mengajar guru produktif terhadap pencapaian kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif



di SMK menunjukan bahwa kinerja mengajar guru produktif tidak



memberikan pengaruh yang berarti terhadap pencapaian kompetensi siswa



keahlian teknik sepedamotor pada program keahlian mekanik otomotif di



SMK. Fenomena ini menuntut agar guru produtif tidak terlibat bekerja dalam



proses pembelajaran praktikum, atau dengan kata lain saat siswa



melaksanakan kegiatan pratikum, agar tidak menyimpang dari Standar



Operational Procedure (SOP) guru produktif cukup menjadi pengawas dan



pengontrol saja kecuali jika ada hal-hal yang bersifat darurat atau yang



membahayakan, sehingga siswa memperoleh cukup ruang dan waktu untuk



mengaplikasikan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotornya dalam



pelaksanaan praktikum.





Yusrizal 2009 - 2011

116



2. Pengaruh kelengkapan fasilitas praktik terhadap kompetensi siswa

keahlian teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik

otomotif di SMK



Setelah dilakukan uji non parametrik dengan menggunakan korelasi



Spearman Rank yang disebabkan oleh data yang tidak berdistribusi normal,



menunjukkan koefisien korelasi menunjukkan koefisien korelasi -0,033,



artinya sangat rendah, dan berbanding terbalik, serta tidak memberikan



pengaruh yang signifikan karena hanya sekitar 0,11% secara negatif. Hal ini



memberikan makna kelengkapan fasilitas praktik tidak sedikitpun



memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian kompetensi siswa, malah



akan menurunkan sebesar 1,42%, namun dianggap tidak memberikan



pengaruh yang berarti.



Bentuk hubungan kedua ubahan tersebut dijelaskan oleh persamaan



regresi Y = 87,463 + 0,008X. Persamaan regresi dengan faktor peubah b



bernilai positif disebabkan oleh faktor pengolahan data yang tidak



berdistribusi normal. Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa



bentuk hubungan ubahan kelengkapan fasilitas praktik terhadap pencapaian



kompetensi siswa adalah linear, namun karena tidak menunjukan pengaruh



yang berarti, maka pencapaian kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor



pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK se-Kota Pekanbaru



tidak dapat diprediksi dari skor ubahankelengkapan fasilitas praktik.



Temuan ini juga menjadikan suatu hal yang wajar, karena SMK juga



menggunakan metode pendekatan pembelajaran Pendidikan Sistem Ganda



(PSG), yang merupakan suatu proses pendidikan keahlian profesi dengan







Yusrizal 2009 - 2011

117



memadukan secara sistematik program pendidikan pada sekolah dengan



program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja



langsung pada DU/DI yang meliputi praktik dasar kejuruan dan praktik



keahlian produktif dalam bentuk on the job training, yaitu kegiatan



mengerjakan pekerjaan produksi atau jasa (pekerjaan yang sesungguhnya) di DU/DI



sesuai dengan komptensi keahliannya. Pelaksanaan PSG yang bisanya dimulai



setelah siswa berada dikelas XII/III memungkinkan siswa mampu berbuat lebih jauh



dalam meningkatkan kompetensinya melalui pelaksanaan pekerjaan dengan



penggunaan peralatan yang lebih baik, di DU/DI dengan lingkungan kerja yang



nyata, sehingga pemanfaatan kelengkapan fasilitas praktik di sekolah tidak



memberikan pengaruh yang berarti terhadap pencapaian kompetensi siswa setelah



siswa tersebut kembali ke sekolah.



Ditolaknya hipotesis bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan



kelengkapan fasilitas praktik terhadap pencapaian kompetensi siswa keahlian



teknik sepedamotor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK



menunjukan bahwa kelengkapan fasilitas praktik memberikan pengaruh yang



berarti terhadap pencapaian kompetensis siswa keahlian teknik sepedamotor



pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK. Fenomena ini



menuntut agar pihak sekolah (SMK) lebih banyak menjalin kerjasama dengan



DU/DI yang relevan dengan kompetensi keahlian teknik sepedamotor,



sehingga sekolah memiliki solusi dalam meningkatkan meningkatkan



kompetensi siswa yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja, walaupun



memiliki kelengkapan fasilitas praktik yang terbatas.









Yusrizal 2009 - 2011

118



3. Pengaruh kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik

terhadap kompetensi siswa keahlian teknik sepedamotor pada program

studi keahlian mekanik otomotif di SMK



Menunjukkan koefisien korelasi 0,194, artinya sangat rendah, dan



berbanding lurus, dan juga tidak memberikan pengaruh yang signifikan



karena hanya sekitar 3,76%.. Temuan ini dinilai wajar karena konstribusi



kedua variabel bebas tersebut masih diperlukan oleh siswa yang telah selesai



melaksanakan PSG di DU/DI yang bersifat penyegaran dan penguatan, namun



dalam porsi yang tidak besar, sebelum mengikuti ujian akhir kompetensi yang



diselenggarakan oleh lembaga pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan



secara nasional.



Dari tabel 4.17 dapat digambarkan pengaruh antar variabel sebagai berikut:









Gambar 4.22. Struktur pengaruh X1 dan X2 denganY









Yusrizal 2009 - 2011


Related docs
Other docs by Yusrizal Al
KESIMPULAN
Views: 154  |  Downloads: 0
RANCANGAN PENELITIAN
Views: 145  |  Downloads: 0
My thesis abstrak
Views: 128  |  Downloads: 0
KAJIAN PUSTAKA
Views: 167  |  Downloads: 0
PENDAHULUAN
Views: 284  |  Downloads: 2
HASIL PENELITIAN
Views: 111  |  Downloads: 0
PENGOLAHAN DATA.
Views: 116  |  Downloads: 2
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!