Docstoc

KAJIAN PUSTAKA

Document Sample
KAJIAN PUSTAKA Powered By Docstoc
					                                     BAB II
                              KAJIAN PUSTAKA


A. Pendidikan Kejuruan

   1. Pengertian dan tujuan pendidikan kejuruan

         Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta

   didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Oleh karena itu jenis pendidikan

   ini memiliki kriteria yang berorientasi dunia kerja sesuai kebutuhan nyata di

   lapangan, kurikulumnya berfokus pada aspek psikomotorik, afektif, dan kognitif;

   memerlukan sarana dan prasarana yang memadai; dan adanya dukungan

   masyarakat (Finch & Crunkilton, 1984). Sementara itu, Nolker dan

   Shoenfeldt (1983) menyatakan bahwa dalam memilih substansi pelajaran,

   pendidikan kejuruan harus selalu mengikuti perkembangan IPTEK, kebutuhan

   masyarakat, kebutuhan individu, dan lapangan kerja.

         Menyimak pengertian di atas, maka tujuan pendidikan kejuruan adalah

   menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki

   kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial,

   budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut

   dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.

   2. Fungsi Pendidikan Kejuruan

         Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan uraian

   pasal 3 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasioanl Tahun 1989, yaitu

   mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kehidupan dan martabat

   manusia Indonesia, maka pendidikan teknologi dan kejuruan mempunyai 3

   fungsi antara lain:

                                        19
                                                                                      20

    a. Menyiapkan siswa menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang mampu

           meningkatkan kualitas hidupnya, mampu mengembangkan dirinya sendiri,

           dan memiliki keahlian kejuruan dengan membuka peluang meningkatkan

           penghasilannya.

    b. Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja produktif untuk keperluan : (a)

           mengisi keperluan dunia usahad dan industri, (b) menciptakan lapangan

           kerja bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, dan (c) merubah status siswa

           dari status tanggungan keluarga majadi bangsa yangyang berpenghasilan

           (produktif).

    c. Menyiapkan siswa menguasai IPTEK, sehingga: (a) mampu mengikuti,

           menguasai, dan menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK; (b) memiliki

           kemampuan dasar untuk dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan;

           dan (c) mampu menerapkan IPTEK untuk ikut berperan dalam kegiatan

           produksi sesuai dengan tingkat keahliannya.

    3. Pendidikan kejuruan di Indonesia

             Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 1990, yang

    berkaitan dengan pendidikan kejuruan disebutkan pada pasal 1 ayat 3 berbunyi

    sebagai berikut:      “Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada

    jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa

    untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”. Pasal 3 ayat 2 berbunyi : “

    Pendidikan mengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk

    memasuki lapangan kerja serta pengembangan sikap profesional”.



Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                                 21

             Sedangkan pada penjelasan pasal 7, disebutkan bahwa Sekolah Mengah

    Kejuruan menyelenggarakan program pendidikan yang disesuaikan dengan

    jenis-jenis lapangan kerja.

             Penjelasan pada pasal 7 di atas dengan jelas dan tegas menyatakan

    bahwa pendidikan kejuruan di Indonesia diselenggarakan oleh sebuah

    lembaga resmi pemerintah, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

    4. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan

             Sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan

    sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan Pasal 15 UUSPN, merupakan

    pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk

    bekerja dalam bidang tertentu. Tujuan tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut

    menjadi tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut:

    1. Tujuan Umum

           1) Menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak

           2) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik

           3) Menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan

              bertanggung jawab

           4) Menyiapkan    peserta   didik   agar   memahami    dan   menghargai

              keanekaragaman budaya bangsa Indonesia

           5) Menyiapkan peserta didik agar dapat menerapkan dan memelihara

              hidup sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan seni.




Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                  22

   b.      Tujuan Khusus

           1) Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri atau

              mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia

              industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan bidang

              dan program keahlian yang diminati

           2) Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih

              dalam berkompetisi, dan mampu mengembangkan sikap profesional

              dalam bidang keahlian yang diminatinya

           3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar

              mampu mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan yang lebih

              tinggi.

     5. Kurikulum SMK

             Menurut Milton F. Larson (Ali M, 2007:865) bahwa harus ada

     keseimbangan antara semua materi pelajaran dalam struktur kurikulum di

     dalam pendidikan kejuruan baik yang bersifat umum, khusus dan

     berkaitan dengan pekerjaan. Hal-hal yang diberikan dan diajarkan di

     persekolahan harus ada manfaatnya nanti ketika peserta didik terjun

     langsung ke masyarakat. Oleh karena itu harus benar-benar disusun

     kurikulum yang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang selalu

     berubah setiap saat khususnya dunia bisnis. Dalam menyusun kurikulum

     atau bahan pelajaran disarankan oleh seorang ahli pendidikan John Dewey

     (Ali M, 2007:865) yaitu harus memenuhi dua syarat utama:



Yusrizal                                                                 2009 - 2011
                                                                                23

    a. Bahan       pelajaran   hendaknya   dipersiapkan   secara   konkrit,

           mendetail dan merupakan bahan yang dibutuhkan.

    b. Pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil belajar ditempatkan

           dalam kedudukan yang berarti

    6. Pendekatan pembelajaran pada pendidikan kejuruan di SMK

            Untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang

     tertentu, diperlukan sebuah strategi belajar 'baru' yang lebih memberdayakan

     siswa. Penerapan “Link & Match” melalui PSG (Program Sistem Ganda)

     memberikan solusi tepat sebagai strategi pembelajaran kontekstual. Melalui

     strategi belajar ini siswa dapat mengkonstruksikan pengetahuannya dengan

     mengaitkan dan membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki kemudian

     menerapkan dalam kehidupan mereka sebagai siswa, anggota keluarga maupun

     masyarakat. Dengan konsep itu siswa diharapkan belajar melalui 'mengalami',

     bukan 'menghapal'. Strategi Pembelajaran yang terkait dengan Pembelajaran

     Kontekstual adalah : 1) akademik (academic approach); 2) kependidikan

     berbasis ganda (dual based program) dengan kebijakan link and match; 3)

     kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum); 4) kurikulum

     berbasis luas dan mendasar (broad-based curriculum); 5) kurikulum berbasis

     produksi (production-based curriculum); 6) pembelajaran berbasis kerja

     (work base learning); 7) kecakapan hidup (life skills); dan 8) belajar dari

     pengalaman (experiential learning)

    7. Lulusan yang diharapkan

            Dengan digulirkannya program kurikulum berbasis kompetensi ( KBK )

    yang sekarang sudah dikelola melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran
Yusrizal                                                               2009 - 2011
                                                                                 24

    (KTSP) tahun 2009 diharapkan peserta didik mempunyai kompetensi yang

    memiliki kecakapan khusus untuk jabatannya; kecakapan sosial, dan kecakapan

    akademik untuk masa depannya.

B. Kinerja Mengajar Guru

    1. Karakteristik kinerja mengajar guru

           Kinerja atau performace diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan

     kerja, pencapaian kerja, hasil kerja atau unjuk kerja, LAN 1997 (dalam

     Mulyasa, 2005 : 136). Dalam konteks ini kinerja diartikan sebagai

     pelaksanaan suatu suatu pekerjaan. Rivai dan Basri (2005 : 14) menguraikan,

     kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang selama periode

     tertentu dalam melaksanakan dibandingkan dengan berbagai kemungkinan,

     seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah

     ditentukan terlebihdahulu dan telah disepakati bersama Menurut Hoy dan

     Miskel, 1987 (dalam Wahyudi dan Akdon, 2005: 68) mengatakan bahwa

     kinerja merupakan kemampuan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan

     yang mendayagunakan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta motivasi.

     Robin (1996 : 125), kinerja sebagai fungsi interaksi antara ability (A),

     motivation (M), dan opportunity (O), yaitu kinerja = f(AxMxO). Artinya

     kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan.

           Berdasarkan teori tentang pengertian kinerja yang telah disampaikan

     diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu wujud prilaku seseorang

     atau organisasi yang berorientasi kepada prestasi kerja atau hasil kerja atau

     unjuk kerja dengan mengaplikasikan kemampuan kognitif, afektif dan

Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                 25

     psikomotornya yang dapat diukur secara kualitas maupun kuantitas pada

     periode waktu tertentu dalam melaksanakan tugas kerja sesuai dengan

     tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada individu/kelompok tersebut.

    2. Konsep mengajar
           Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan

    pembelajaran atau usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya

    dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses

    belajar, Usman, (1994:3). Pengertian tersebut mengandung makna bahwa guru

    dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa dan

    mampu memanfaatkan lingkungan, baik di kelas maupun di luar kelas, yang

    menunjang    terhadap   kegiatan   belajar   mengajar.   Nasution    (1982:8)

    mengemukakan kegiatan mengajar diartikan sebagai segenap aktivitas

    kompleks yang dilakukan guru dalam mengorganisasi atau mengatur

    lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan siswa agar terjadi

    proses belajar, karena proses keberhasilan belajar siswa    turut ditentukan

    oleh peran yang dibawakan guru selama interaksi proses belajar mengajar

    berlangsung. Hamalik (2001:44-53) mengemukakan bahwa, mengajar

    diartikan sebagai: 1) menyampaikan pengetahuan kepada siswa; 2)

    mewariskan kebudayaan kepada generasi muda; 3) usaha mengorganisasi

    lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa; 4) memberikan

    bimbingan belajar kepada murid; 5) kegiatan mempersiapkan siswa untuk

    menjadi warga negara yang baik; 6) suatu proses membantu siswa

    menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. Burton (dalam Sagala,

Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                    26

    2003:61) mengemukakan mengajar adalah upaya memberikan stimulus,

    bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.

    Tardif (dalam Adrian, 2004) mendefinisikan, mengajar adalah “any action

    performed by an individual (the teacher) with the intention of facilitating

    learning in another individual (the learner)”, yang berarti mengajar adalah

    perbuatan yang dilakukan seseorang (guru) dengan tujuan membantu atau

    memudahkan orang lain (siswa) melakukan kegiatan belajar. Biggs (dalam

    Adrian, 2004) seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi

    tiga macam pengertian yaitu: 1) pengertian kuantitatif, mengajar diartikan

    sebagai the transmission of knowledge atau penularan pengetahuan; 2)

    pengertian institusional, mengajar berarti the efficient orchestration of

    teaching skills atau penataan segala kemampuan mengajar secara efisien,

    dimana guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik

    mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tipe cara belajar serta

    berbeda bakat, kemampuan dan kebutuhannya; 3) pengertian kualitatif,

    mengajar diartikan sebagai the facilitation of learning atau upaya membantu

    memudahkan        kegiatan   belajar   siswa   dalam       mencari   makna    dan

    pemahamannya sendiri. Lebih rinci Nasution (2003:184-185) mengemukakan

    mengajar terdiri atas sejumlah kegiatan tertentu, yaitu:

     a. Membangkitkan dan memelihara perhatian.

     b. Menjelaskan kepada murid hasil apa yang diharapkan

     c. Merangsang murid untuk mengingat kembali konsep, aturan, dan

           keterampilan agar memahami pelajaran yang akan diberikan

Yusrizal                                                                   2009 - 2011
                                                                                      27

     d. Menyajikan stimuli yang berkenaan dengan bahan pelajaran

     e. Memberikan bimbingan kepada murid dalam proses belajar mengajar

     f. Memberikan feedback atau balikan dengan memberitahukan kepada

           murid apakah hasil belajarnya benar atau tidak

     g. Menilai hasil belajar dengan memberikan kesempatan kepada murid

           untuk mengetahui apakah ia telah benar menguasai bahan pelajaran itu

           dengan memberikan beberapa soal

     h. Mengusahakan transfer dengan memberikan contoh-contoh tambahan

           untuk menggeneralisasikan apa yang telah dipelajari itu sehingga ia dapat

           menggunakannya dalam situasi-situasi lain.

            Berdasarkan definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat

    ditarik kesimpulan bahwa mengajar terdiri dari dua tahap, yaitu:

    a. Persiapan, yaitu merencanakan pembelajaran, meliputi: merencanakan

           pengorganisasian     bahan   pembelajaran,     merencanakan    pengelolaan

           pembelajaran,   merencanakan       media     dan   sumber     pembelajaran,

           merencanakan       pengelolaan   kelas,    serta   merencanakan     evaluasi

           keberhasilan pembelajaran

    b. Pelaksanaan Pembelajaran, meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti

           dan kegiatan penutup.

           1) Kegiatan Pendahuluan, meliputi: (a) menyiapkan peserta didik secara

              psikis dan fisik untuk mengikuti proses; (b) pembelajaran; (c)

              mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan

              sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; (d) menjelaskan
Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                                   28

              tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; (e)

              menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai

              silabus.

           2) Kegiatan Inti, merupakan proses pembelajaran untuk mencapai

              Kompetensi Dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif,

              menyenangkan,     menantang,    memotivasi     peserta   didik   untuk

              berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,

              kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan

              perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti

              menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta

              didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi,

              elaborasi, dan konfirmasi.

              (a). Eksplorasi meliputi: (1) melibatkan peserta didik mencari

              informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan

              dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan

              belajar dari aneka sumber; (2) menggunakan beragam pendekatan

              pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; (3)

              memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara

              peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; (4)

              melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan

              pembelajaran; dan (5) memfasilitasi peserta didik melakukan

              percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.



Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                 29

           (b). Elaborasi , meliputi: (1) membiasakan peserta didik membaca dan

           menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna; (2)

           memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-

           lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun

           tertulis; (3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis,

           menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; (4)

           memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can

           kolaboratif; (5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat

           untuk meningkatkan prestasi belajar; (6) rnenfasilitasi peserta didik

           membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis,

           secara individual maupun kelompok; (7) memfasilitasi peserta didik

           untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok; (8)

           memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,

           serta produk yang dihasilkan; (9) memfasilitasi peserta didik

           melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya

           diri peserta didik.

           (c). Konfirmasi, meliputi: (1) memberikan umpan balik positif dan

           penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap

           keberhasilan peserta didik; (2) memberikan konfirmasi terhadap hasil

           eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber; (3)

           memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh

           pengalaman belajar yang telah dilakukan; (4) memfasilitasi peserta

           didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai

Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                   30

             kompetensi dasar, berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam

             menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan dengan

             menggunakan bahasa yang baku dan benar, membantu menyelesaikan

             masalah,   memberi acuan agar peserta didik             dapatmelakukan

             pengecekan hasil eksplorasi, memberi informasi untuk bereksplorasi

             Iebih jauh, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang

             atau belum berpartisipasi aktif.

           3. Kegiatan Penutup , meliputi: (a) bersama-sama dengan peserta didik

             dan/atau   sendiri   membuat       rangkuman/simpulan   pelajaran;   (b)

             melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah

             dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; (c) memberikan umpan

             balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; (d) merencanakan

             kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program

             pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas

             individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

             (e) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya


            Berasarkan Pengertian kinerja dan mengajar, maka dapat disimpulkan

     bahwa kinerja mengajar guru adalah tampilan prestasi, unjuk kerja guru atau

     kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang diawali

     dari membuka sampai menutup proses pembelajaran berdasarkan penguasaan

     standar kompetensi guru, baik dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap

     (attitude) dan keterampilan (skill) yang sesuai dengan bidang keilmuanya


Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                   31

             Pada proses pelaksanaan pembelajaran, kemampuan guru dalam

     mentransfer kompetensi yang harus dikuasai siswa tergantung pada ketepatan

     metode mengajar yang digunakan, yaitu strategi atau cara yang digunakan

     guru untuk melakukan aktivitas yang sistematis dari sebuah lingkungan

     belajar dalam berinteraksi dengan peserta didik agar proses pembelajaran

     berjalan dengan baik.

             Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan,

     maka guru harus menguasai berbagai metode mengajar, dan mampu

     menggunakan metode yang tepat dalam menyampaikan suatu pokok bahasan

     materi pelajaran, sehingga mudah dimengerti/dipahami oleh siswa. Secara

     umum metode mengajar yang sering digunakan oleh guru adalah:

     a. Metode ceramah (preaching method) yaitu metode mengajar yang sering

           digunakan saat membuka/memulai pembeljaran dalam menyampaikan

           informasi secara lisan kepada siswa. Selain itu juga digunakan untuk

           menyampaikan meteri pelajaran berupa presentasi yang kadangkala

           menggunakan media pembelajaran berupa papan tulis sebagai media yang

           sederhana, sampai kepada media yang tercanggih sekalipun. Metode

           mengajar ini selelalu terdapat pada unsur metode mengajar lainya yang

           bersifat satu arah dari guru ke siswa dan menuntut keaktifan guru sebagai

           penyaji. Metode ini sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis

           untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi

           kelangkaan literatur.



Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                   32

    b. Metode diskusi (discussion method), yaitu metode mengajar yang sangan

           erat hubunganya dengan pemecahan masalah (problem solving) baik dua

           orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk

           memperkuat pendapatnya.Tujuan metode ini adalah: 1) memotivasi atau

           memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan

           pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya; 2) mengambil

           suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas

           pertimbangan yang saksama. Diskusi dalam pembelajaran bisa tejadi

           anatara sesama siswa maupun anatar siswa dan guru.

    c. Metode demonstrasi (demonstration method), yaitu metode mengajar yang

           dilaksanakan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan

           urutan melakukan sesutau kegiatan, baik secara langsung maupun melalui

           penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang

           sedang disajikan. Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian

           konsep atau suatu teori. Diantara keuntungan metode ini adalah: 1)

           perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting

           dapat diamati secara tajam; 2) proses belajar anak akan semakin terarah

           karena   perhatiannya   akan    lebih   terpusat     kepada   apa    yang

           didemonstrasikan; 3) apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan

           memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya

           dan ini berguna dalam pengembangan kecakapannya. Metode demonstrasi

           sangat cocok digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran pada mata

           diklat produktif, agar siswa lebih mudah memahami pokok bahasan yang

Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                    33

           diajarkan, karena guru mendemonstrasikan apa yang seharusnya dipahami

           oleh siswa, apalagi jika pokok bahasan yang disampaikan bersifat instruksi

           atau prosedur kerja yang bermuatan keterampilan.

    d. Metode latihan leterampilan (drill method), disebut juga dengan metode

           training, merupakan cara mengajar yang menanamkan kebiasaan-

           kebiasaan tertentu yang digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan

           atau keterampilan, dimana siswa dilatih keterampilan bagaimana cara

           membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa

           manfaatnya dan sebagainya. Pada pelajaran yang bersifat produktif atau

           yang berorientasi muatan keterampilan, metode latihan diterapkan melalui

           pengulangan pekerjaan Praktik oleh siswa terhadap suatu kompetensi

           keahlian sampai siswa tersebut dirasa terampil dalam melakukan

           pekerjaan tersebut. Metode ini lebih menekankan pada proses daripada

           hasil karena berorientasi pada keterampilan. Sedangkan pada pelajaran

           yang lebih menekankan aspek kognitif metode ini diterapkan melalui

           penyelesaian contoh soal yang bersifat teoritis yang disertai dengan kunci

           jawaban pada tahap akhirnya, sehingga dan siswa mengetahui sejauhmana

           kemampuanya dalam menguasai satu pokok bahasan pelajaran.

    e. Metode pemberian tugas (project method), yaitu berupa tindak lanjut guru

           dalam mengajar agar siswa termotivasi untuk belajar secara mandiri, baik

           di lingkungan sekolah, maupun di lingkungan luar sekolah. Siswa akan

           merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru secara

           mandiri apabila siswa tersebut telaha mengerti dan memahami suatu

Yusrizal                                                                   2009 - 2011
                                                                                     34

           pokok bahasan yang telah diajarkan sebelumnya. Metode ini sejalan

           dengan metode latihan namun lebih menekankan pada hasil, karena dalam

           penyelesaian tugasnya, siswa tidak diawasi secara langsung oleh guru.

    3. Peranan kinerja mengajar guru dalam melaksanakan proses
       pembelajaran

             Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung

     jawab moral yang cukup berat. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat

     bergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya.

     Oleh karena itu mengajar tidak hanya sekedar menyampaikan informasi yang

     sudah jadi dengan menuntut jawaban verbal melainkan suatu upaya integratif

     ke arah pencapaian tujuan pendidikan.

             Pentingnya kualitas kinerja mengajar guru dalam proses pembelajaran

     belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder ataupun oleh

     komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur-unsur

     manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan lain-

     lain yang diharapkan dari sosok seorang guru melalui kualitas kinerja

     mengajar yang dimilikinya yang tidak dapat dicapai melalui alat-alat atau

     teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu dan mempermudah

     kehidupannya (Nana Sudjana, 2000: 12).

             Kinerja mengajar guru yang baik akan memposisikan guru untuk

     memegang         peran   sebagai   sutradara   sekaligus   aktor   dalam   proses

     pembelajaran, artinya bahwa kinerja mengajar guru dalam pelaksanaan proses

     pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian hasil

     belajar siswa.
Yusrizal                                                                    2009 - 2011
                                                                                     35

    4. Indikator kinerja mengajar guru produktif

               Kinerja guru mempunyai spesifikasi/kriteria tertentu yang dapat dilihat

     dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harus dimiliki

     oleh setiap guru. Untuk mengetahui kualitas tampilan guru dalam mengajar

     dapat dilihat dari bagaimana prilaku yang ditampilkan dalam memberdayakan

     standar kompetensi guru yang dikuasainya saat mengajar.

               Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

     Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

     Kompetensi Guru, yang dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi

     utama guru guru produktif, seperti pada tabel 2.1.

                        Tabel 2.1. Standar Kompetensi Guru Produktif
     a. Kompetensi Pedagogik
                   KOMPETENSI
      NO                                    KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
                         GURU
           1    Mengembangkan             a Mengidentifikasi kemampuan peserta
                potensi          belajar    didik dari aspek kognitif, afektif, dan
                peserta didik dari          psikomotor berdasarkan mata pelajaran
                aspek          kognitif,    yang diajarkan
                afektif,            dan b Memotivasi peserta didik untuk dapat
                psikomotor                  mengembangkan kemampuannya pada
                                            mata pelajaran yang diajarkan
                                         c Memfasilitasi peserta didik dalam
                                            mengembangkan kemampuannya pada
                                            mata pelajaran yang diajarkan
                                         d Membantu peserta didik mengatasi
                                            kesulitan belajar pada mata pelajaran yang
                                            diajarkan
           2    Menerapkan        teori- a Mengidentifikasi prinsip pembelajaran
                teori    belajar    dan     berdasarkan teori belajar yang terkait
                prinsip-prinsip             dengan mata pelajaran yang diajarkan
                pembelajaran              b Mengidentifikasi      berbagai      model
                                            pembelajaran berbasis pengalaman kerja
                                            (magang, praktik industri, dll)


Yusrizal                                                                    2009 - 2011
                                                                                  36

                                     c Menerapkan berbagai pendekatan, model,
                                       strategi, metode, dan teknik pembelajaran
                                       secara kreatif, efektif dan menyenangkan
                                       pada mata pelajaran yang diajarkan
           3   Mengembangkan         a Mengidentifikasi prinsip pengembangan
               kurikulum kejuruan      kurikulum kejuruan
                                     b Mengembangkan kurikulum kejuruan
                                       secara kolektif yang berorientasi pada
                                       kebutuhan dunia kerja
                                     c Menyusun silabus mata pelajaran yang
                                       berorientasi pada kebutuhan dunia kerja
                                     d Menyusun kalender kegiatan pembelajaran
                                       mata pelajaran produktif
           4   Menyelenggarakan      a Menyusun           Rencana     Pelaksanaan
               pembelajaran            Pembelajaran (RPP) sesuai dengan mata
               kejuruan                pelajaran yang diajarkan
                                     b Membuat bahan ajar (modul, handout,
                                       lembar operasi, lembar kerja, lembar
                                       laboratorium, lembar instruksi)
                                     c Melaksanakan pembelajaran teori kejuruan
                                       dengan        berbagai sumber belajar,
                                       misalnya: nara sumber, media cetak,
                                       media elektronik, alat peraga dan
                                       pengalaman lapangan
                                     d Melaksanakan       pembelajaran     dengan
                                       menerapkan model-model pembelajaran
                                       yang berbasis pengalaman lapangan kerja,
                                       misalnya: magang, studi tour, internship,
                                       praktik kerja lapangan, pagelaran,
                                       pameran, demontrasi        dan pendidikan
                                       kooperatif
                                     e Melaksanakan       pembelajaran     praktik
                                       melalui metode demontrasi, simulasi,
                                       percobaan, bermain peran, kerja mandiri
                                       dan proyek
                                     f Mengelola      pembelajaran     di   kelas,
                                       laboratorium, dan di lapangan dengan
                                       memperhatikan       standar    Kebersihan,
                                       Keamanan, dan Keselamatan.
                                     g Melaksanakan bimbingan kejuruan dan
                                       karir berdasarkan data peserta didik dan
                                       informasi dunia kerja melalui konseling
           5   Memanfaatkan     tek. a Mengidentifikasi sumber-sumber belajar
               informasi        dan    berbasis TIK


Yusrizal                                                                 2009 - 2011
                                                                                       37

               komunikasi      (TIK)     b Merancang proses pembelajaran dengan
               untuk    kepentingan        memanfaatkan TIK
               pembelajaran              c Melaksanakan        proses     pembelajaran
               kejuruan                    dengan menggunakan TIK
           6   Memfasilitasi pengem-     a Menyediakan          berbagai      kegiatan
               bangan peserta didik        pembelajaran berbasis dunia kerja yang
               untuk                       aktif, kreatif, inovatif, efektif dan
               mengaktualisasikan          menyenangkan peserta didik
               berbagai potensi yang     b Melaksanakan          berbagai     kegiatan
               dimiliki                    pembelajaran berbasis dunia kerja yang
                                           aktif, kreatif, inovatif, efektif dan
                                           menyenangkan peserta didik
           7   Berkomunikasi secara      a Menyampaikan        materi     pembelajaran
               efektif, empatik, dan       dengan berbagai pendekatan dan strategi
               santun dengan peserta       komunikasi lisan dan tulisan secara
               didik                       efektif, empatik, dan santun
                                         b Memperhatikan           dan      menyimak
                                           pertanyaan-pertanyaan, usulan, gagasan
                                           peserta didik secara efektif, empatik dan
                                           santun
                                         c Berinteraksi dengan peserta didik secara
                                           efektif, empatik dan santun
                                         d Mengembangkan kemampuan peserta
                                           didik untuk berinteraksi secara efektif,
                                           empatik dan santun
           8   Menyelenggarakan          a Mengidentifikasi aspek-aspek proses dan
               evaluasi proses dan         hasil belajar yang akan dievaluasi
               hasil belajar mata        b Mengidentifikasi jenis dan prinsip
               pelajaran     produktif     pengukuran dan penilaian (evaluasi)
               secara otentik              proses dan hasil belajar peserta didik
                                         c Menentukan prosedur evaluasi proses dan
                                           hasil belajar mata pelajaran yang diampu
                                         d Melaksanakan evaluasi proses dan hasil
                                           belajar mata pelajaran yang diampu
                                         e Menganalisis hasil evaluasi proses dan
                                           hasil belajar untuk menentukan ketuntasan
                                           belajar peserta didik
                                         f Mengadministrasikan        hasil    evaluasi
                                           (proses dan hasil belajar)
                                         g Mengevaluasi keefektifan proses belajar
                                           mengajar mata pelajaran produktif
           9   Memanfaatkan hasil        a Menggunakan informasi hasil evaluasi
               penilaian dan evaluasi      untuk         pengembangan         program
               untuk     kepentingan       pembelajaran (pendalaman, pengayaan
               pembelajaran                dan remedial)
Yusrizal                                                                      2009 - 2011
                                                                                      38

                                    b Mengkomunikasikan hasil penilaian dan
                                      evaluasi kepada pemangku kepentingan
       10      Melakukan kegiatan a Melakukan refleksi           terhadap hasil
               reflektif     untuk    pembelajaran yang telah dilaksanakan
               peningkatan kualitas b Memanfaatkan hasil refleksi untuk
               pembelajaran           perbaikan       dan         pengembangan
                                      pembelajaran mata pelajaran produktif
                                    c Melakukan penelitian tindakan kelas untuk
                                      peningkatan      kualitas,     keefektifan,
                                      efisiensi, produktivitas dan inovasi
                                      pembelajaran mata pelajaran produktif

    b. Kompetensi Kepribadian
                  KOMPETENSI
      NO                                    KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
                    INTI GURU
           1   Bertindak arif sesuai a Menghargai          peserta       didik   tanpa
               dengan nilai dan            membedakan agama, suku, adat-istiadat,
               norma-norma        yang     daerah asal, gender dan berkomitmen
               berlaku secara lokal,       tinggi untuk meningkatkan prestasi belajar
               nasional dan global       b Bersikap arif sesuai dengan nilai dan
                                           norma agama, hukum, sosial, dan budaya
                                           nasional
                                         c Berperilaku arif sesuai dengan nilai dan
                                           norma agama, hukum, sosial, dan budaya
                                           nasional
           2   Menampilkan          diri a Berperilaku yang mencerminkan keimanan
               sebagai          pribadi    dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang
               dewasa, beriman dan         Maha Esa serta berakhlak mulia
               bertakwa       terhadap b Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi
               Tuhan             YME,
               berakhlak mulia, jujur c Berperilaku yang dapat diteladani oleh
               dan menjadi teladan         peserta didik dan anggota masyarakat di
               bagi peserta didik          sekitarnya
               serta masyarakat          d Menampilkan diri sebagai pribadi yang
                                           dewasa yaitu: arif, stabil dan berwibawa
           3   Menampilkan          diri a Tampil sebagai pribadi yang mantap
               sebagai pribadi yang        dengan etos kerja yang tinggi
               mantap,           stabil, b Melaksanakan tugas sebagai pendidik
               dewasa,     arif dan        dengan komitmen yang tinggi
               berwibawa                 c Bekerja secara profesional, baik secara
                                           mandiri maupun secara kolektif
           4   Menjunjung        tinggi a Melaksanakan kode etik profesi guru
               etika profesi guru          dalam melaksanakan tugas

Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                                    39

                                       b Memberikan layanan pendidikan dengan
                                         sepenuh      hati,   profesional,   dengan
                                         ekspetasi yang tinggi terhadap peserta
                                         didik
                                       c Menunjukkan dan mensosialisasikan nilai,
                                         norma, sikap dan perilaku positif dalam
                                         kehidupan kepada peserta didik
                                       d Memberikan          kontribusi    terhadap
                                         pengembangan sekolah dan pembelajaran
                                       e Menjadikan dirinya sebagai bagian
                                         integral dari sekolah


    c. Kompetensi Sosial
                  KOMPETENSI
      NO                                  KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
                    INTI GURU
           1   Bersikap           dan a Bersikap dan bertindak inklusif, objektif
               bertindak     inklusif,   dan tidak diskriminatif terhadap peserta
               objektif dan tidak        didik karena alasan perbedaan agama,
               diskriminatif             suku, jenis kelamin, latar belakang
                                         keluarga, dan status sosial-ekonomi
                                       b Bersikap dan bertindak inklusif, objektif
                                         dan tidak diskriminatif terhadap teman
                                         sejawat, orang tua peserta didik dan
                                         lingkungan     sekolah     karena   alasan
                                         perbedaan agama, suku, jenis kelamin,
                                         latar belakang keluarga, dan status sosial-
                                         ekonomi
           2   Berkomunikasi secara b Berkomunikasi dengan teman sejawat,
               efektif, empatik, dan     komunitas ilmiah dan dunia kerja secara
               santun                    efektif, empatik, dan santun
                                       c Berkomunikasi dengan orang tua peserta
                                         didik dan masyarakat dunia kerja secara
                                         efektif, empatik, dan santun tentang
                                         program pembelajaran dan kemajuan
                                         peserta didik
                                       d Mengikutsertakan orang tua peserta didik
                                         untuk mengatasi kesulitan belajar dan
                                         mengembangkan karir
                                       e Mengikutsertakan masyarakat dunia kerja
                                         untuk mengembangkan program mata
                                         pelajaran produktif
                                       f Membimbing peserta didik merencanakan
                                         dan melaksanakan kegiatan kesiswaan
Yusrizal                                                                   2009 - 2011
                                                                                      40

                                         g Mengkomunikasikan/mempromosikan
                                           hasil karya peserta didik/organisasi
                                           kesiswaan ke masyarakat sekolah, umum,
                                           dan dunia kerja
                                         h Berkomunikasi       secara   internasional
                                           dengan menggunakan bahasa asing
                                           terutama bahasa Inggris
           3   Beradaptasi di tempat     a Beradaptasi dengan lingkungan tempat
               bertugas di seluruh         bekerja dalam rangka meningkatkan
               wilayah        Negara       efektivitas sebagai pendidik
               Kesatuan     Republik     b Beradaptasi secara efektif di berbagai
               Indonesia                   lingkungan/daerah       yang     memiliki
                                           keragaman sosial budaya
                                         c Menyelaraskan        program      kegiatan
                                           pembelajaran keahlian dengan potensi
                                           unggulan daerah untuk pengembangan dan
                                           peningkatan kualitas pendidikan
           4   Berkomunikasi             a Berkomunikasi dengan teman sejawat,
               dengan       komunitas      profesi ilmiah, dan masyarakat dunia kerja
               profesi secara lisan,       melalui berbagai media dalam rangka
               tertulis dan tergambar      meningkatkan kualitas pembelajaran yang
                                           produktif
                                         b Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi
                                           pembelajaran kepada komunitas profesi
                                           sendiri secara lisan dan tulisan maupun
                                           karya produksi
    d. Kompetensi Profesional
                  KOMPETENSI
      NO                                   KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
                   INTI GURU
           1   Mengembangkan              Mengembangkan               materi     untuk
               materi,       struktur,    mewujudkan standar kompetensi nasional
               konsep, pola pikir         SMK mata pelajaran produktif masing-
               produktif         yang     masing bidang keahlian kejuruan yang
               mendukung       bidang     memiliki konsep dan pola pikir produktif
               keahlian kejuruan          yang dapat mendukung bidang keahlian
                                          kejuruan yang diajarkan
           2   Menerapkan standar        a Mengidentifikasi standar kompetensi mata
               kompetensi dan              pelajaran yang diampu yang berlaku
               kompetensi dasar            secara lokal, nasional dan internasional
               mata pelajaran            b Menerapkan kompetensi dasar mata
               produktif yang              pelajaran yang diajarkan
               berlaku secara lokal,     c Mengevaluasi kinerja diri terhadap
               nasional dan                penerapan kompetensi          dasar mata
               internasional               pelajaran yang diampu

Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                                 41

                                   d Mengembangkan standar kompetensi mata
                                     pelajaran yang diajarkan
       3  Mengembangkan            a Membuat struktur kompetensi materi
          materi pembelajaran        pelajaran yang diajarkan
          mata pelajaran bidang b Mengorganisir materi ajar mata pelajaran
          keahlian kejuruan          kejuruan     secara kreatif, inovatif dan
          secara kreatif, inovatif   produktif     sesuai     dengan      tingkat
          dan produktif              kompetensi
                                   c Menyajikan       materi    ajar,        baik
                                     menggunakan bahasa nasional maupun
                                     bahasa asing sesuai dengan tingkat tingkat
                                     kompetensi pada mata pelajaran yang
                                     diajarkan
                                   d Menampilkan hasil karya produktif baik
                                     lokal, nasional maupun internasional
       4  Mengembangkan            a Meningkatkan dan memperbaiki kinerja
          profesi guru secara        secara terus menerus
          berkelanjutan            b Melakukan penelitian tindakan kelas untuk
                                     meningkatkan profesionalisme
                                   c Mengikuti dan memanfaatkan kemajuan
                                     teknologi untuk perbaikan kinerja profesi
                                   d Melaksanakan supervisi klinis praktik
                                     kerja lapangan peserta didik di dunia kerja,
                                     antara lain: magang, studi tour, internship,
                                     praktik     kerja    lapangan,     pameran,
                                     demontrasi dan pendidikan kooperatif
       5  Melaksanakan             a Menjalin kerjasama dengan dunia kerja
          pengalaman                 yang relevan dengan bidang keahliannya
          kerja/lapangan di        b Melaksanakan praktik kerja lapangan di
          dunia kerja yang           dunia kerja yang relevan dengan bidang
          relevan dengan             keahliannya
          bidang keahliannya       c Merespon dan memanfaatkan umpan balik
                                     dari dunia kerja terkait dengan bidang
                                     keahliannya
                                   d Bekerjasama dengan komite sekolah
                                     menjalin     kerjasama     dengan      dunia
                                     kerja/pemangku kepentingan
                                   e Membimbing         kegiatan       organisasi
                                     kesiswaan di bidang usaha kecil menengah
     Sumber: Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru

           Indikator kinerja mengajar guru produktif disusun berdasarkan standar

     kompetensi guru yang terintegrasi dari kinerja guru saat melaksanakan proses

Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                    42

     pembelajaran secara rutin dan berkesinambungan dalam upaya mencapai

     tujuan pengajaran, seperti pada tabel 2.2.

                         Tabel 2.2. Indikator kinerja mengajar guru

       NO           INDIKATOR                        URAIAN TUGAS
           1   Kegiatan pendahuluan a. absensi
               (membuka pelajaran) b. Memberikan motivasi awal
                                      c. Memberikan        kaitan    materi     yang
                                         sebelumnya dengan materi yang akan
                                         disampaikan (apersepsi)
                                      d. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang
                                         akan diberikan
                                      e. Memberikan acuan bahan belajar yang akan
                                         diberikan
           2   Kegiatan          inti a. Kejelasan artikulasi suara
               pembelajaran           b. Variasi Gerakan badan tidak mengganggu
               (penyajian)               perhatian siswa
                                      c. Antusisme dalam penampilan
                                      d. Mobilitas posisi mengajar
           3   Penguasaan     Bahan a. Bahan belajar disajikan sesuai dengan
               Belajar       (Materi     langkah-langkah yang direncanakan dalam
               Pelajaran)                RPP
                                      b. Kejelasan dalam menjelaskan bahan belajar
                                         (materi)
                                      c. Kejelasan dalam memberikan contoh
                                      d. Memiliki wawasan yang luas dalam
                                         menyampaikan bahan belajar
           4   Kegiatan      Belajar a. Kesesuaian metode dengan bahan belajar
               Mengajar      (Proses     yang disampaikan
               Pembelajaran)          b. Penyajian bahan belajaran sesuai dengan
                                         tujuan/indikator yang telah ditetapkan
                                      c. Memiliki keterampilan dalam menanggapi
                                         dan merespon pertanyaan siswa.
                                      d. Ketepatan dalam penggunaan alokasi
                                         waktu yang disediakan
           5   Kemampuan              a. Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan
               Menggunakan Media         media
               Pembelajaran           b. Ketepatan/kesesuaian penggunaan media
                                         dengan materi yang disampaikan
                                      c. Memiliki keterampilan dalam penggunaan
                                         media pembelajaran
                                      d. Membantu meningkatkan perhatian siswa
                                         dalam kegiatan pembelajaran
Yusrizal                                                                   2009 - 2011
                                                                                       43

           6    Evaluasi        a. Penilaian relevan dengan tujuan yang telah
                Pembelajaran       ditetapkan
                                b. Menggunakan bentuk dan jenis ragam
                                   penilaian
                                c. Penilaian yang diberikan sesuai dengan
                                   RPP
       7 Kemampuan Menutup a. Meninjau kembali materi yang telah
          Kegiatan                 diberikan
          Pembelajaran          b. Memberi kesempatan untuk bertanya dan
                                   menjawab pertanyaan.
                                c. Memberikan        kesimpulan      kegiatan
                                   pembelajaran
       8 Tindak Lanjut/Follow a. Memberikan tugas kepada siswa baik
          up                       secara individu maupun kelompok
                                b. Menginformasikan materi/bahan belajar
                                   yang akan dipelajari berikunya.
                                c. Memberikan motivasi untuk selalu terus
                                   belajar
     Sumber: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga
             Kependidikan 2008

    5. Penilaian kinerja mengajar guru

               Penilaian   kinerja   mengajar   guru   menurut   Direktorat     Jenderal

     Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (2008:34) dilakukan

     melalui skala penilaian mengukur penampilan atau perilaku orang lain

     (individu guru) melalui pernyataan perilaku dalam suatu kontinum atau

     kategori yang memiliki makna atau nilai. Kategori dibuat dalam bentuk

     rentangan mulai dari yang tertinggi sampai terrendah. Rentangan ini dapat

     disimbolkan melalui huruf (A, B, C, D) atau angka (4, 3, 2, 1), atau berupa

     kata-kata, mulai dari tinggi, sedang, kurang, rendah, dan sebagainya.

     Observasi merupakan cara mengumpulkan data yang biasa digunakan untuk

     mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan

     yang dapat diamati baik dalam situasi yang alami (sebenarnya) maupun situasi


Yusrizal                                                                      2009 - 2011
                                                                                     44

     buatan. Tingkah laku guru dalam mengajar, merupakan hal yang paling cocok

     dinilai dengan observasi.

C. Fasilitas Praktik Program Studi Keahlian Mekanik Otomotif

    1. Kelengkapan saran dan prasarana

             Menurut PERMENDIKNAS NO. 40 TAHUN 2008 Tentang Standar

    Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah

    Kejuruan (SMK/MAK), Sebuah SMK/MAK sekurang-kurangnya memiliki

    prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum, ruang

    penunjang, dan ruang pembelajaran khusus.

    a. Kelompok Ruang Pembelajaran Umum untuk teknik mekanik otomotif

           terdiri dari: 1) ruang kelas; 2) ruang perpustakaan; 3) ruang laboratorium

           fisika; 4) ruang laboratorium kimia; 5) ruang laboratorium komputer 6)

           ruang laboratorium bahasa; 7) ruang praktik gambar teknik.

    b. Kelompok Ruang Penunjang terdiri dari: 1) ruang pimpinan; 2) ruang guru; 3)

           ruang tata usaha; 4) tempat beribadah; 5) ruang konseling; 6) ruang UKS; 7)

           ruang organisasi kesiswaan; 8) jamban; 9) gudang; 10) ruang sirkulasi; 11)

           tempat bermain/berolahraga.

    c. Kelompok Ruang Pembelajaran Khusus meliputi ruang praktik yang

           disesuaikan dengan program keahlian.

    2. Pengertian fasilitas Praktik

             Fasilitas adalah sarana dan prasarana yang dapat memudahkan

    tercapainya suatu tujuan tertentu (Depdikbud, 1998: 240).




Yusrizal                                                                    2009 - 2011
                                                                                   45

           Loose (1989) berpandangan bahwa lingkungan yang mendukung

     pembelajaran sekolah kejuruan sebagai berikut ; (1) ruang kelas, (2) bengkel

     sekolah, (3) unit produksi, (4) latihan di industri, (5) fasilitas pusat latihan

     dan (6) tempat kerja industri. Dalam sebuah proses pembelajaran terdapat tiga

     unsur yang tidak dapat dipisahkan yaitu; guru, siswa dan fasilitas. Wotto

     (2000:26) menyatakan fasilitas meliputi sarana dan prasarana yang

     mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran, berupa gedung tempat

     pembelajaran atau bengkel, peralatan kerja dan peralatan penunjang

     pembelajaran lainnya. Hartati Sukirman dalam Setiaji 2004:19 yang

     mengartikan bahwa sarana dan prasarana pendidikan adalah fasilitas

     pendidikan yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, baik

     fasilitas yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian pendidikan

     berjalan lancar, teratur, efektif, termasuk didalamnya barang habis pakai

     maupun tidak habis pakai.

           Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dsimpulkan bahwa fasiltas

     praktik adalah sarana dan prasarana Praktik yang digunakan untuk

     mempermudah suatu pekerjaan. Sarana Praktik di SMK adalah perlengkapan

     pembelajaran yang dapat dipindah-pindah dan terdapat pada bengkel suatu

     program studi keahlian, seperti: 1) perabotan; 2) peralatan kerja; 3) peralatan

     keselamatan kerja; 4) peralatan lainya yang menunjang kelancaran pekerjaan

     di bengkel. Prasarana Praktik adalah fasilitas dasar untuk menjalankan

     kegiatan Praktik berupa ruang bengkel dan labor.



Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                   46

    3. Fungsi fasilitas Praktik

           Mata diklat produktif di SMK memiliki komposisi paling dominan

    diantara mata diklat normatif dan adaptif, karena pendidikan kejuruan

    berorientasi pada kinerja yang ada di industri dan kebutuhan nyata di

    lapangan,   maka    dukungan    berupa   fasilitas   Praktik   yang     ada     di

    bengkel/labaoratorium menjadi hal mendasar guna menunjang pencapaian

    tujuan pembelajaran.

           Wotto, 2000:26 menyatakan dalam kegiatan pembelajaran, fasilitas

    merupakan sumber belajar utama yang sangat baik, bila digunakan

    sebagaimana mestinya dan dapat pula membantu menjelaskan tentang suatu

    hal sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas.

           Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses

    pembelajaran Praktik yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada

    siswa di SMK akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh ketersedian

    fasilitas Praktik yang memadai, sehingga akan berdampak positif terhadap

    kualitas kompetensi yang dicapai.

    4. Indikator fasilitas Praktik kompetensi keahlian teknik sepedamotor

           Standar fasilitas Praktik untuk SMK kompetensi keahlian teknik

    sepedamotor mengacu kepada sarana dan prasarana Praktik program studi

    keahlian mekanik otomotif menurut Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008

    ditunjukan pada tabel 2.3.




Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                                  47

     Tabel 2.3. Standar Sarana dan Prasarana untuk SMK ProgramKeahlian
                Mekanik Otomotif

      NO               PRASARANA                                    SARANA
           1     Ruang pembelajaran umum:
                  -Ruang kelas
                  -Perpustakaan
                  -Labor fisika
                  -Labor kimia
                  -Labor komputer
                  -Labor bahasa
                  -Ruang gambar teknik
           2     Area        kerja    mesin    - Perabot (meja kerja, kursi kerja/tool dan lemari
                 sepedamotor                     penyimpanan alat dan bahan pada pekerjaan mesin
                                                 otomotif (mobil dan sepeda motor)
                                               - Peralatan untuk pekerjaan mesin otomotif
                                               - Media pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar
                                                 yang bersifat teoritis
                                               - Perlengkapan lain
           3     Area   kerja    kelistrikan   - Perabot (meja kerja, kursi kerja/tool dan lemari
                 sepedamotor                     penyimpanan alat dan bahan pada pekerjaan
                                                 kelistrikan otomotif(mobil dan sepeda motor)
                                               - Peralatan untuk pekerjaan kelistrikan otomotif
                                               - Media pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar
                                                 yang bersifat teoritis
                                               - Perlengkapan lain
           4     Area kerja chasis      dan    - Perabot (meja kerja, kursi kerja/tool dan lemari
                 pemindah tenaga                 penyimpanan alat dan bahan pada pekerjaan chasis
                                                 mobil dan pemindah tenaga Peralatan untuk
                                                 pekerjaan chasis dan mobil dan pemindah tenaga
                                               - Media pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar
                                                 yang bersifat teoritis
                                               - Perlengkapan lain
           5     Ruang penyimpanan      dan    - Perabot (meja kerja, kursi kerja rak alat dan bahan
                 instruktur                      dan lemari penyimpanan alat dan bahan pada ruang
                                                 penyimpanan dan instruktur)
                                               - Peralatan untuk ruang penyimpanan dan instruktur
                                               - Media pendidikan (papan data) untuk pendataan
                                                 kemajuan siswa dalam pencapaian tugas Praktik
                                                 dan jadwal
                                               - Perlengkapan lain
               Sumber: Permendiknas RI Nomor 40 Tahun 2008

    a. Ruang pembelajaran umum

               1) Ruang kelas, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan

                  pembelajaran teori, praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus,

                  atau praktik dengan alat khusus yang mudah dihadirkan. Jumlah

Yusrizal                                                                                 2009 - 2011
                                                                                48

              minimum ruang kelas adalah 60% dari jumlah rombongan belajar

              dengan kapasitas 32 orang peserta didik. Rasio minimum luas ruang

              kelas adalah 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan

              peserta didik kurang dari 16 orang, luas minimum ruang kelas adalah

              32 m2. Lebar minimum ruang kelas adalah 4 m.

           2) Ruang perpustakaan, berfungsi sebagai tempat kegiatan peserta didik

              dan guru memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka

              dengan membaca, mengamati, mendengar, dan sekaligus tempat

              petugas mengelola perpustakaan. Luas minimum ruang perpustakaan

              adalah 96 m2. Lebar minimum ruang perpustakaan adalah 8 m. Ruang

              perpustakaan terletak di kelompok ruang kelas.

           3) Ruang laboratorium fisika, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya

              kegiatan pembelajaran fisika secara praktik yang memerlukan

              peralatan khusus yang dapat menampung minimum setengah

              rombongan belajar. Rasio minimum ruang laboratorium fisika adalah 3

              m2/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium adalah 64 m2

              termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 16 m2. Lebar

              minimum ruang laboratorium fisika adalah 8 m

           4) Ruang laboratorium kimia, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya

              kegiatan pembelajaran kimia secara praktik yang memerlukan

              peralatan khusus yang dapat menampung minimum setengah

              rombongan belajar. Rasio minimum ruang laboratorium kimia adalah 3

              m2/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium adalah 64 m2

Yusrizal                                                               2009 - 2011
                                                                                   49

              termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 16 m2. Lebar

              minimum ruang laboratorium kimia adalah 8 m.

           5) Ruang    laboratorium    komputer,    berfungsi   sebagai      tempat

              berlangsungnya kegiatan pembelajaran bidang teknologi informasi dan

              komunikasi yang dapat menampung minimum setengah rombongan

              belajar. Rasio minimum ruang laboratorium komputer adalah 3

              m2/peserta didik. Luas minimum ruang laboratorium adalah 64 m2

              termasuk luas ruang penyimpanan dan perbaikan 16 m2. Lebar

              minimum ruang laboratorium komputer adalah 8 m.

           6) Ruang laboratorium bahasa, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya

              kegiatan pembelajaran mengembangkan keterampilan berbahasa asing

              yang dapat menampung minimum setengah rombongan belajar. Rasio

              minimum ruang laboratorium bahasa adalah 3 m2/peserta didik. Luas

              minimum ruang laboratorium adalah 64 m2. Lebar minimum ruang

              laboratorium bahasa adalah 8 m.

           7) Ruang gambar teknik, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya

              kegiatan pembelajaran menggambar teknik, perhitungan bahan, dan

              menghitung anggaran biaya yang dapat menampung minimum

              setengah rombongan belajar. Rasio minimum ruang laboratorium

              komputer adalah 3 m2/peserta didik. Luas minimum ruang praktik

              gambar teknik adalah 64 m2. Lebar minimum ruang praktik gambar

              teknik adalah 8 m.



Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                      50

     b. Ruang pembelajaran khusus atau ruang praktik program keahlian teknik

           mekanik otomotif,     berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan

           pembelajaran: pekerjaan mesin otomotif, kelistrikan otomotif, chasis otomotif

           dan sistem pemindah tenaga, dan ruang penyimpanan dan instruktur. Luas

           minimum Ruang praktik Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif adalah

           256 m² untuk menampung 32 peserta didik yang meliputi: area kerja mesin

           otomotif 96 m², area kerja kelistrikan 48 m², area kerja chasis dan pemindah

           tenaga 64 m², ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².

D. Kompetensi Siswa Program Studi Keahlian Mekanik Otomotif
    1. Pengertian Kompetensi
             Kompetensi berasal dari kata competence yang berarti kemampuan,

     kecakapan atau wewenang. Johnson (dalam Sanjaya W, 2005: 145)

     mengatakan :“Competency as rational performance which satisfactorily meets

     the objective for a desired condition”. Menurutnya kompetensi merupakan

     perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan

     kondisi     yang    diharapkan.    Alwi    (2001:48)   mengatakan      kompetensi

     menyangkut kewenangan setiap individu untuk melakukan tugas atau

     mengambil keputusan sesuai dengan perannya dalam organisasi yang relevan

     dengan keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Kemudian Sofo

     (1999:28) mengatakan bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan

     seseorang untuk memberikan respon secara memadai pada perubahan-

     perubahan dan cara mereka pergunakan dalam mencapai kinerja dan hasil

     yang bagus.


Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                              51

           Keputusan Mentri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang

     Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi mengatakan “ Kompetensi merupakan

     seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki

     seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam

     melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

           BSNP (2005) merumuskan kompetensi sebagai kemampuan sesorang

     yang terobservasi mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam

     menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja

     (performance) yang ditetapkan.

           Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah dikemukakan di atas dapat

     disimpulkan bahwa kompetensi adalah gabungan dari potensi-potensi

     individu yang diaktualisasikan (didemontrasikan) secara kualitas maupun

     kuantitas dan dapat memberikan suatu gambaran perilaku keahlian (skills)

     dan pengetahuan (knowledge) serta sikap (attitude) dalam melakukan suatu

     pekerjaan.

    2. Standar kompetensi

           Secara etimologi, standar kompetensi terbentuk atas kata standar dan

    kompetensi. Standar diartikan sebagai “ukuran” yang disepakati, sedangkan

    kompetensi telah didefinisikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat

    terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam

    menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar kemampuan

    yang ditetapkan.




Yusrizal                                                             2009 - 2011
                                                                                         52

             Dari    berbagai     referensi   diperoleh   beberapa   definisi      standar

    kompetensi,yaitu:

    a. Competency Standards are simply worded statements about the

           performance in workplace that describe in output terms: 1) what the

           employee is expected to do; 2) how well the employee is expected to

           perform; 3) how to tell when the employee’s performance is at the

           expected level (di adobsi dari ANTA Australia)

    b. Competency Standards define “competency” as; “The necessary

           knowledge and skills to perform a particular work role to the standard

           required within industry”,(diadobsi dari the Northern Territory Public

           Sector of Australia)

             Dengan demikian dapatlah disepakati bahwa standar kompetensi

    merupakan kesepakatan-kesepakatan tentang kompetensi yang diperlukan

    pada suatu bidang pekerjaan oleh seluruh “stake holder” di bidangnya, atau

    perumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk

    melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan,

    keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

             Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang, maka

    yang bersangkutan akan mampu: 1) bagaimana mengerjakan suatu tugas atau

    pekerjaan; 2) bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat

    dilaksanakan; 3) apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang

    berbeda dengan rencana semula; 4) bagaimana menggunakan kemampuan



Yusrizal                                                                        2009 - 2011
                                                                                 53

    yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas

    dengan kondisi yang berbeda.

           Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga/institusi yang

    berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan

    kebutuhan masing-masing, yaitu: 1) Untuk institusi pendidikan dan pelatihan,

    meliputi pemberian informasi untuk pengembangan program dan kurikulum,

    sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian serta sertifikasi; 2)

    untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja, meliputi membantu

    dalam rekrutmen tenaga kerja, membantu penilaian unjuk kerja, dipakai untuk

    membuat uraian jabatan, untuk mengembangkan program pelatihan yang

    spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha/industri; 3) untuk institusi

    penyelenggara pengujian dan sertifikasi, meliputi sebagai acuan dalam

    merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan

    levelnya, sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan

    sertifikasi

    3. Aspek Kompetensi
           Program pelatihan merupakan cara terpadu yang diorientasikan pada

    tuntutan kerja aktual, dengan penekanan pada pengembagan psikomotor

    (skills), kognitif (knowledge) dan afektif (attitude). Ketiga aspek ini, tidak

    dapat dipisahkan satu sama lain secara eksplisit. Apapun mata pelajarannya

    selalu mengandung tiga aspek tersebut, namun penekanannya yang berbeda.

    Mata pelajaran Praktik lebih menitik beratkan pada aspek psikomotor



Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                                      54

    sedangkan mata pelajaran teori lebih menitik beratkan pada aspek kognitif,

    dan keduanya selalu mengandung aspek afektif.

            Aspek psikomotor (skills) merupakan kecakapan yang berhubungan

    dengan tugas yang dimiliki dan dipergunakan dalam menghadapi tugas-

    tugas yang bersifat teknis. Dave (1967) mengatakan bahwa hasil belajar

    psikomotor dibedakan menjadi lima peringkat, yaitu: imitasi, manipulasi,

    presisi, artikulasi, dan naturalisasi. Secara rinci aspek psikomotor disusun oleh

    Benjamin S. Bloom yang dikenal dengan Taksonomi Bloom menyusun aspek

    psikomotor.

            Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berpikir, termasuk di

    dalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis,

    mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Pada taksonomi bloom., aspek

    kognitif mencakup pengembangan kemampuan intelektual dan pengetahuan yang

    terdiri atas enam katagori utama, yang tersusun dari yang sederhana hingga yang

    kompleks berdasar pada tingkat kesulitan yang ditanganinya. Aspek yang

    sederhana harus dikuasai terlebih dahulu sebelum meningkat ketingkat kesulitan

    yang berikutnya

            Aspek afektif mencakup mencakup hal yang berkaitan dengan emosi

    seperti perasaan, apresiasi, antusiasme, motivasi, sikap. Aspek afektif terbagi atas

    lima katagori utama, seperti pada tabel 2.4

    Tabel 2.4. Aspek psikomotor, kognitif dan afektif menurut taksonomi bloom
    a. Aspek psikomotor
         LEVEL                                                       KATA KERJA
                           DISKRIPSI              ILUSTRASI
       TAKSONOMI                                                 YANG DIGUNAKAN
           Imitasi     Menirukan gerakan     Seseorang mencoba   Mengamati, menirukan
                       yang telah diamati    mengendarai         (gerakan) sederhana
                                             sepedamotor
Yusrizal                                                                     2009 - 2011
                                                                                                 55

                                                     setelah mengamati
                                                     orang melakukanya
           Manipulasi     Menggunakan konsep         Dapat mengendarai      Memanipulasi gerakan
                          untuk   melakukan          sepedamotor            (sesuai         dengan
                          gerakan                    dengan    beberapa     instruksi), melakukan
                                                     gerakan       yang     suatu gerakan (sesuai
                                                     terbatas.              dengan instruksi)
             presisi      Melakukan gerakan          Dapat mengendarai      Mengartikulasi,
                          dengan benar               sepedamotor pada       melakukan       sesuatu
                                                     jalan lurus tanpa      dengan akurat
                                                     bergoyang
           Artikulasi     Merangkaikan               Dapat mengendarai      Mengkoordinasikan
                          berbagai      gerakan      sepedamotor            beberapa kemampuan
                          secara berkelanjutan       dengan lancar
                          dan terintegrasi
           Naturalisasi   Melakuknan gerakan         Dapat mengendarai      Melakukan secara
                          secara wajat dan           sepedamotor            habitual
                          efisien serta telah        dengan baik tanpa
                          menjadi bagian dari        berpikir tentang hal
                          kebiasaannya               tersebut
    b. Aspek kognitif
             LEVEL                                                       KATA KERJA YANG
                                DISKRIPSI              ILUSTRASI
           TAKSONOMI                                                          DIGUNAKAN
           Pengetahuan     Mengetahui                Dapat             Mendifine,     mengenal,
                            terminologi secara        mengulang         mencocokan,mengingat,m
                            umum                      cara      kerja   engulang,
                           Mengetahui       fakta    motor 4 tak       membedakan,mengidentifi
                            yang spesifik             dan 2 tak         kasi, menyebut, melabel,
                           Mengetahui konsep                           memanggil       kembali,
                            dasar                                       menghubungkan, mencatat
                           Konsep prinsip
       Komperhensif        Memahami fakta            Jika cara kerja   Menterjemahkan,
                           Mengintepretasikan        motor 4 tak       merubah,          menatur
                            chart dan grafik          dan 2 tak         kembali, mengekpresikan,
                           Menjastifikasi            diketahui         memberi            contoh,
                            prosedur dan metode       dapat             mengilustrasikan,
                           Mengestimasikan           mengitung         menggeneralis,
                            kebutuhan                 daya     motor    menterjemahkan,
                                                      yang              menyimpulkan,
                                                      dihasilkan        mendiagnosis
             Aplikasi      Mengaplikasikan           Dapat             Mengaplikasikan,
                            konsep dan prinsip        merawat dan       mengorganisasikan,merest
                            kedalam situasi baru      memperbaiki       rukturisasi,memecahkan,m
                           Memecahkan                kerusakan-        entransfer,menggunakan,m
                            problem matematika        kerusakan         engklasifikasi,memilih,
                           Menyusun       grafik     pada              mendramatisasi, membuat
                            dan chart                 sepedamotor       sket, mendemonstrasikan,
                           Mendemontrasikan                            mengilustrasikan,
                            penggunaan metode                           menangani, mengkakulasi
                            dan prosedur.
             Analisis      Mengenal         dan      Dapat             Membedakan,
                            menggunakan logika        mendiagnosa       memilahkan,
                            berfikir       untuk      penyebab          membandingkan, membuat
                            menyampaikan suatu        kerusakan         diagram,    menjelaskan,
Yusrizal                                                                                2009 - 2011
                                                                                               56

                            alasan                  pada             menganalisa,
                           Mengevaluasi            sepedamotor      mengkatagorikan,
                            relevansi data                           memeriksa,     mendebat,
                                                                     menguji,       melakukan
                                                                     eksperimen
            Sintesis       Mengungkap suatu        Dapat            Memadukan,
                            konsep         yang     merawat/mem      mengkomposisi,
                            terorganisasi secara    perbaiki         mengkonstruks,
                            baik                    sepedamotor      merencanakan,
                           Merumuskan sesuatu      dengan baik      memodifikasi,
                            konsepsi baru.          tanpa berpikr    memformulasi
                                                    tentang   hal
                                                    tersebut
            Evaluasi       Menjastifikasi nilai     Dapat            Menyimpulkan,
                           suatu pekerjaan          merancang        menjastifikasi, meranking,
                                                    kembali          mendukung, mengradasi,
                                                    prosedur         menjelaskan. Menilai,
                                                    dengan lebih     menyeleksi,
                                                    efisien          mengapresiasi, membobot
                                                                     merevisi
    c. Aspek afektif

                                                                                KATA KERJA
             LEVEL
                                  DISKRIPSI                ILUSTRASI                YANG
           TAKSONOMI
                                                                                DIGUNAKAN
            Menerima        Ingin menerima             Seseorang              Menerima,
                            Ingin menghadiri           mendengarkan           memilih,
                            Sadar akan situasi dan     pejelasan tentang      menanyakan,
                             kondis serta fenomena      keselamatan     dan    mendengar,
                                                        kesehatan kerja        menyeleksi dan
                                                                               menghadiri
            Merespon        Aktif berpartisipasi       Seseorang              Membuktikan,
                                                        menyebut kembali       memberitahukan,
                                                        beberapa               menolong,
                                                        keselamatan     dan    melakukan
                                                        kesehatan     kerja    dengan sukarela,
                                                        pada           saat    mengklaim
                                                        dibutuhkan
             Menilai        Menerima nilai-            Seseorang              Memilih,
                             nilai/norma.               menyadari alasan       mendukung,
                            Taat kepada                penggunaan             “sharing”
                             nilai/norma                perlengkapan           mengapresiasi,
                            Memegang         teguh     keselamatan kerja      mengundang,
                             nilai/norma                                       bergabung
       Mengorganisasi       Menghubungkan              Seseorang              Memformulasi,
                             nilai/norma yang telah     menyadari      akan    mempertahankan,
                             dianutnya.                 kemungkinan            mengabstak,
                            Mengintegarsikan nilai     kecelakaan     kerja   menghubungkan,
                             norma         kedalam      dan meyakini untuk     melakukan
                             kebiasaan hidup sehari-    mempraktikan           dengan benar dan
                             hari.                      prosedur               menetapkan
                                                        keselamatan      dan
                                                        kesehatan kerja.
           Karakteritik      Internaliasi nilai/norma   Seseorang     selalu   Bertingkah   laku,
Yusrizal                                                                              2009 - 2011
                                                                                    57

                          menjadi pola hidup   menggunakan         melakukan,
                                               perlengkapan        menyelesaikan,
                                               keselamatan kerja   membedakan
                                               secara benar
           Sumber: Taksonomi Bloom- http://www.hct.ac.ae/gat/sec2/sec2_ab2htm

    4. Penilaian kompetensi siswa di SMK

             Kurikulum berbasis kompetensi menuntut model dan teknik penilaian

    yang dilakukan secara internal dan eksternal di SMK, sehingga dapat

    diketahui perkembangan dan ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik.

             Fungsi uji kompetensi produktif untuk SMK menurut Dinas Pendidikan

    Menengah dan Non Formal adalah: 1) sebagai alat ukur keterserapan diklat

    yang telah berlangsung dari awal hingga akhir sekolah, sehingga seorang

    dianggap mampu menguasai materi pembelajaran kompetensinya bila telah

    lulus dari uji kompetensi produktif; 2) sebagai bentuk pengakuan diri atas

    kemampuan pada bidang kompetensinya, bahwa peserta didik yang telah lulus

    uji kompetensi produktif akan diakui kompetensinya yang dibuktikan dengan

    sertifikat yang diterimanya; 3) bentuk penghargaan dan pengakuan kepada

    peserta didik dan pendidik atas proses kegiatan belajar mengajarnya oleh

    dunia kerja hal ini dapat terlihat dengan ujian yang melibat dunia usaha/dunia

    industri, asosiasi profesi dan para pakar dibidangnya; 4) sebagai pintu masuk

    kedunia kerja, sesuai dengan tujuan pendidikan di SMK yaitu mendidik tenaga

    trampil dan mandiri tingkat menengah, maka sertifikat hasil uji kompetensi

    produktif yang diketahui oleh dunia kerja dapat digunakan untuk melamar

    pekerjaan, yang dapat meyakinkan dunia usaha dan industri akan kemampuan

    sipelamar.

Yusrizal                                                                  2009 - 2011
                                                                                     58

           Penilaian berbasis kompetensi merupakan proses pengumpulan bukti-

    bukti dan pengambilan keputusan untuk memastikan apakah seseorang sudah

    kompeten atau belum. Bukti atau evidence adalah bukti-bukti yang diperlukan

    untuk membuktikan seseorang telah mencapai kompetensi atau belum, yang

    dikumpulkan dari berbagai sumber dan dalam bentuk yang bervariasi.

           Bukti hasil belajar terdiri atas tiga bentuk: 1) bukti langsung, yaitu bukti

    yang dikumpulkan berdasarkan pengamatan langsung dari penilai; 2) bukti

    tidak langsung, yaitu bukti yang diperoleh dari pihak ketiga, seperti guru

    pembimbing, orang tua, teman sekelas dan lain-lain; 3) Bukti tambahan

    lainya, yaitu bukti yang diperoleh selain dari kedua sumber di atas, seperti

    kertas kerja, laporan, produk kerja (baju, masakan, patung dan lain-lain) dan

    jasa, rekaman video dan bukti tambahan lainnya.

           Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan, selain

    dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga oleh

    masyarakat (DU/DI). Penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan

    merupakan penilaian internal (internal assessment) dalam rangka penjaminan

    mutu, sedangkan penilaian oleh pemerintah dan masyarakat (DU/DI)

    merupakan penilaian eksternal (external assessment) sebagai pengendali mutu.

           Penilaian kompetensi di SMK dilaksanakan oleh pemerintah dan DU/DI

    melalui pelaksanaan Ujian Nasional kompetensi praktik produktif yang

    disebut juga dengan ujian praktik kejuruan di SMK berupa pekerjaan produk

    jasa maupun barang sesuai dengan standar industri.



Yusrizal                                                                    2009 - 2011
                                                                                           59

               Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mengacu pada Permendiknas yang

    dikeluarkan setiap tahun oleh Depdiknas dan Prosedur Operasional Standar

    (POS) yang diterbitkan oleh BSNP . Bagi siswa SMK pelaksanaan penilaian

    kompetensi bertujuan untuk mendapatkan pengakuan atas kemampuannya,

    yaitu “kompeten” atau “tidak kompeten”. Siswa dikatakan kompeten apabila

    memperoleh ujian kompetensi praktik produktif minimal sama dengan Kriteria

    Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan secara bersama oleh komunitas

    SMK di suatu propinsi.

               Ujian kompetensi praktik kejuruan di SMK juga merupakan kesempatan

    untuk menampilkan kemampuan yang dikuasai oleh siswa dan promosi kerja

    di hadapan para penguji yang berasal dari dunia usaha/dunia industri, para

    pakar dibidangya maupun asosiasi profesi selain itu juga untuk memperoleh

    merupakan salah satu syarat lulus dari satuan pendidikan.

    5. Standar kompetensi keahlian teknik sepedamotor

               Standar kompetensi keahlian teknik sepedamotor ditetapkan berdasarkan

    PERMENDIKNAS NO 28 TAHUN 2009 tentang Standar Kompetensi

    Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan

    (MAK) yang disusun menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

    Kompetensi (SKKD), seperti tabel 2.5.

     Tabel 2.5. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kompetensi Keahlian
                Teknik Sepedamotor
     a. Dasar Kompetensi Kejuruan

      NO         STANDAR KOMPTENSI                       KOMPETENSI DASAR
           1    Memahami dasar-dasar mesin   a. Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan
                                             b. Menerangkan komponen/elemen mesin
                                             c. Menerangkan material dan kemampuan proses
Yusrizal                                                                          2009 - 2011
                                                                                                 60

           2   Memahami proses-proses         a.    Menjelaskan proses pengecoran
               dasar pembentukan logam        b.    Menjelaskan proses pembentukan
                                              c.    Menjelaskan proses pemesinan.
           3   Menjelaskan proses-proses      a.    Menjelaskan konsep motor bakar
               mesin konversi energi          b.    Menjelaskan konsep motor listrik
                                              c.    Menjelaskan konsep generator listrik
                                              d.    Menjelaskan konsep pompa fluida
                                              e.    Menjelaskan konsep kompresor
                                              f.    Menjelaskan konsep refrigerasi
           4   Menginterpretasikan gambar     a.    Menjelaskan standar menggambar teknik
               teknik                         b.    Menggambar perspektif, proyeksi, pandangan
                                                    dan potongan
                                              c.    Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan
                                              d.    Membaca wiring diagram
                                              e.    Menginterpretasikan gambar teknik dan
                                                    rangkaian
           5   Menggunakan peralatan dan      a.    Merawat peralatan dan perlengkapan perbaikan
               perlengkapan di tempat kerja         di tempat kerja.
                                              b.    Menggunakan peralatan dan perlengkapan
                                                    perbaikan
                                              c.    Menggunakan fastener.
           6   Menggunakan alat-alat ukur     a.    Mengidentifikasi alat-alat ukur
               (measuring tools)              b.    Menggunakan alat-alat ukur mekanik
                                              c.    Menggunakan alat-alat ukur pneumatik
                                              d.    Menggunakan alat-alat ukur elektrik/elektronik
                                              e.    Merawat alat-alat ukur.
           7   Menerapkan prosedur            a.    Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan
               keselamatan, kesehatan kerja         kerja (K3)
               dan lingkungan tempat kerja    b.    Melaksanakan prosedur K3
                                              c.    Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan kerja
                                              d.    Mengontrol kontaminasi
                                              e.    Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran
                                              f.    Melakukan pengangkatan benda kerja secara
                                                    manual.
                                              g.    Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP.
    b. Kompetensi Kejuruan Teknik Sepedamotor

      NO       STANDAR KOMPTENSI                            KOMPETENSI DASAR
           1   Melakukan perbaikan sistem a.       Memelihara sistem hidrolik sepedamotor
               hidrolik sepedamotor        b.      Menguji sistem hidrolik sepedamotor
                                           c.      Memperbaiki sistem hidrolik sepeda motor
           2   Memperbaiki sistem gas a.           Mendiagnosis gangguan sistem gas buang
               buang                       b.      Memperbaiki gangguan sistem gas buang
           3   Memelihara baterai          a.      Mengidentifikasi konstruksi baterai
                                           b.      Melaksanakan teknik pemanfaatan baterai
                                           c.      Merawat baterai
           4   Melaksanakan       overhaul a.      Membongkar komponen kepala silinder
               kepala silinder             b.      Memperbaiki komponen kepala silinder
                                           c.      Merakit komponen kepala silinder
           5   Melakukan overhaul sistem a.        Mendiagnosis gangguan pada sistem pendingin
               pendingin       sepedamotor b.      Memperbaiki gangguan sistem pendingin
               berikut          komponen- c.       Merakit komponen sistem pendingin
               komponennya
Yusrizal                                                                                2009 - 2011
                                                                                           61

           6   Melakukan perbaikan sistem a. Mengindentifikasi komponen sistem bahan bakar
               bahan bakar sepedamotor       bensin
                                          b. Memeriksa komponen sistem bahan bakar bensin
                                          c. Mendiagnosis gangguan pada sistem bahan bakar
                                             bensin
                                          d. Memperbaiki gangguan sistem bahan bakar
                                             bensin
           7   Melakukan perbaikan engine a. Mengindentifikasi komponen engine
               berikut komponen-          b. Memeriksa komponen engine
               komponennya                c. Mendiagnosis gangguan pada engine
                                          d. Memperbaiki engine berikut komponennya
           8   Melakukan perbaikan unit   a. Mendiagnosis gangguan pada sistem kopling
               kopling berikut komponen-     manual berikut komponen sistem
               komponen sistem               pengoperasiannya
               pengoperasiannya           b. Memperbaiki sistem kopling manual berikut
                                             komponen sistem pengoperasiannya
                                          c. Mendiagnosis gangguan pada sistem kopling
                                             berikut komponen pengoperasiannya
                                          d. Memperbaiki kerusakan pada sistem kopling
                                             berikut komponen pengoperasiannya
           9   Melakukan perbaikan sistem a. Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi
               transmisi manual              manual
                                          b. Memperbaiki gangguan sistem transmisi manual.
       10      Melakukan perbaikan sistem a. Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi
               transmisi otomatis            otomatis
                                          b. Memperbaiki gangguan sistem transmisi otomatis.
       11      Melakukan perbaikan sistem a. Mengindentifikasi komponen sistem rem
               rem                        b. Mendiagnosis gangguan pada sistem rem
                                          c. Memperbaiki sistem rem.
       12      Melakukan perbaikan sistem a. Mendiagnosis gangguan pada sistem suspensi
               suspensi                   b. Memperbaiki sistem suspensi.
       13      Melaksanakan pekerjaan     a. Mendiagnosis gangguan pada roda dan sistem
               servis pada roda, ban dan     penggerak rantai
               rantai                     b. Memperbaiki gangguan sistem penggerak rantai.
       14      Melakukan perbaikan ringan a. Mengindentifikasi sistem kelistrikan dan
               pada rangkaian sistem         instrumen
               kelistrikan dan instrumen  b. Mendiagnosis gangguan pada rangkaian sistem
                                             kelistrikan dan instrumen
                                          c. Memperbaiki rangkaian sistem kelistrikan dan
                                             instrumen.
       15      Melakukan perbaikan sistem a. Mengindentifikasi komponen sistem starter
               starter                    b. Mendiagnosis gangguan pada sistem starter
                                          c. Memperbaiki gangguan sistem starter.
       16      Melakukan perbaikan sistem a. Mengindentifikasi komponen sistem pengisian
               pengisian                  b. Mendiagnosis gangguan pada sistem pengisian
                                          c. Memperbaiki gangguan sistem pengisian.
       17      Melakukan perbaikan sistem a. Mengindentifikasi komponen sistem pengapian
               pengapian                  b. Mendiagnosis gangguan pada sistem pengapian
                                          c. Memperbaiki gangguan sistem pengapian.
    Sumber: Standar Kompetensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah
             Aliyah Kejuruan (MAK) 2009


Yusrizal                                                                          2009 - 2011
                                                                               62

           Standar kompetensi ini digunakan sebagai indikator yang menentukan

    karakteristik kompetensi keahlian teknik sepedamotor, yaitu: 1) keterampilan

    melaksanakan pekerjaan yang dicerminkan melalui proses perawatan/service

    sepedamotor yang berkualitas tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan

    keselamatan kerja, sehingga memberikan rasa puas kepada pelanggan; 2)

    keterampilan mengelola pekerjaan yang berhubungan dengan prosedur kerja

    berdasarkan Standar Operation Procedure (SOP) yang harus ditaati oleh siswa;

    3) keterampilan mengelola kemungkinan kejadian dalam pekerjaan yang

    berkaitan dengan cara siswa mencegah dan mengantisipasi kejadian-kejadian

    yang tidak terduga yang mungkin muncul saat bekerja; dan 4) keterampilan

    mengelola lingkungan pekerjaan termasuk bekerja dengan orang lain yang

    dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menciptakan kondisi kerja yang

    representatif baik secara personal maupun bersama-sama.


E. Persepsi Siswa
     1. Pengertian persepsi

            Persepsi seseorang tentang sesuatu bisa berbeda sesuai dengan

     perasaan, keyakinan dan pemahaman, sehingga apa yang dipersepsikan belum

     tentu sama dengan fakta yang sebenarnya apabila terjadi salah pemahaman

     tentang apa yang dipersepsikan. Berkenaan dengan persepsi dibawah ini

     dikutip beberapa pengertian tentang persepsi. Dale dan Judith (1992: 11)

     menefinisikan persepsi ” Perception is thought, beliefs, and feeling about

     persons, situations, and events.” Definisi ini menunjukan bahwa persepsi



Yusrizal                                                              2009 - 2011
                                                                                 63

     berkembang karena adanya interaksi sosial, oleh karena mencakup

     pemahaman, keyakinan dan perasaan mengenai , sesuatu dan peristiwa.

            Persepsi dalam wikipedia indonesia didefinisikan sebagai ”…proses

    pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap

    rangsangan atau stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap

    objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya

    diproses oleh otak”. Menurut Siagian (1989:100) menjelaskan "Persepsi

    merupakan suatu proses melulu dimana seseorang mengorganisasikan dan

    menginterprestasikan kesan-kesan sensorinya dalam usaha memberikan suatu

    makna tertentu kepada lingkungannya.” Sedangkan Bruner (Wirawan,

    1984:95), mengemukakan pendapat yang menjelaskan bahwa "Persepsi tidak

    hanya memberikan makna atau arti pada stimulus, tetapi juga merupakan suatu

    proses kategorisasi yang bersifat inferensi atau menarik kesimpulan".

    Secara lengkapnya Wirawan (1984:95) mengemukakan sebagai berikut:

           "Persepsi adalah proses kategorisasi, organisme dirancang untuk
           suatu masukan tertentu (obyek-obyek diluar, peristiwa dan lain-
           lain) dan organisme itu berespon dengan menghubungkan
           masukan itu dengan salah satu kategori atau golongan obyek-
           obyek ataupun peristiwa. Proses menghubungkan ini adalah
           proses yang akhir dimana individu yang bersangkutan dengan
           sengaja mencari kategorisasi yang tepat sehingga ia dapat
           mengenali atau memberikan arti kepada masukan tersebut.
           Dengan demikian persepsi juga bersifat inferensi (menarik
           kesimpulan)."

            Berdasarkan beberapa teori yang telah disampaikan,               dapat

    disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan persepsi adalah proses pemberian

    makna oleh seseorang berupa pandangan dan pemahamannya terhadap

    obyek tertentu berdasarkan norma yang dimilikinya, sehingga melalui
Yusrizal                                                                2009 - 2011
                                                                               64

    persepsinya tersebut seseorang dapat menyimpulkan mengenai baik

    buruknya atau positif negatifnya suatu obyek atau lingkungan yang

    dialaminya.

     2. Persepsi Siswa tetang Kinerja Mengajar Guru dan Kelengkapan
        Fasilitas Praktik

            Kajian mengenai persepsi siswa SMK kompetensi keahlian teknik
    sepeda motor pada program studi keahlian mekanik otomotif di SMK tentang
    kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik di SMK adalah proses
    pemberian makna oleh siswa berupa pandangan dan pemahamannya
    terhadap kinerja mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik pada
    kompetensi keahlian teknik sepedamotor di SMK berdasarkan norma yang
    dimilikinya, sehingga melalui persepsinya tersebut dapat disimpulkan
    penilaian positif atau negatif dari siswa tersebut mengenai kinerja
    mengajar guru dan kelengkapan fasilitas praktik pada kompetensi keahlian
    teknik sepedamotor di SMK.
           Pemberian makna terhadap kinerja mengajar guru produktif berupa

    pandangan dan pemahaman mengenai prestasi atau tampilan ataupun unjuk

    kerja guru saat melaksanakan proses pembelajaran di ruang kelas ataupun di

    bengkel saat membimbing kerja praktik, Untuk kelengkapan fasilitas praktik,

    pandangan dan pemahaman siswa berupa kualitas dan kuantitas fasilitas

    praktik yang memadai atau tidak untuk digunakan saat pembelajaran praktik.




Yusrizal                                                              2009 - 2011

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:348
posted:11/8/2011
language:Indonesian
pages:46