Docstoc

DEFINISI-SETAN

Document Sample
DEFINISI-SETAN Powered By Docstoc
					    1. DEFINISI SETAN

Setan dalam bahasa keseharian sering digambarkan sesosok makhluk yang berwujud mengerikan dan
selalu mengganggu manusia. Setan itu terkutuk yang harus dijauhi karena dapat mempengaruhi kita ke
jalan yang sesat. Setan diciptakan dari api dan akan mengganggu manusia sampai akhir hayatnya

Setan dikatakan diciptakan dari api tiada lain adalah rasa panas membara yang memicu rasa amarah
atau nafsu yang membara yang tidak mampu dikendalikan oleh kesadaran murni sehingga menguasai
kesadaran murni itu. Kesadaran murni adalah tingkat kesadaran diri yang mengandung sifat-sifat
kebaikan dan keluhuran budi atau sifat-sifat illahi, sedangkan sebaliknya adalah sifat-sifat keburukan
atau kebinatangan atau keraksasan.

Baik setan dari bangsa jin maupun dari bangsa manusia terus menerus berupaya untuk menyesatkan
manusia. mereka bahu rnembahu untuk menyebarkan kemungkaran dan kemaksiatan. Mereka kuasai
berbagai media, termasuk televisi, mereka sebarkan kisah-kisah misteri dan kemaksiatan demi uang dan
kesenangan duniawi tanpa peduli umat manusia rusak atau tidak akidahnya dan akhlaknya. Itulah
sumpah setan di hadapan Allah untuk menggoda manusia dari berbagai sudut yang bisa mereka masuki.
(QS, 7:17).

    2. PENGARUH SETAN DALAM PEMBANGUNAN LINGKUNGAN

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan
perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk
didalamnya adalah belajar.
Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman,
karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak
bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa
tersedia di sekitarnya.

Sama halnya dengan setan, karena setan sangat berpangaruh besar taehadap lingkungan yaitu melalui
manusia itu sendiri, karena lingkungan merupakan objek dari manusia untuk melakukan sesuatu yang
mereka iginkan, dan tidak peduli dampak yang akan terjadi nanti. Karena dalam menggoda manusia,
setan dari bangsa jin itu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan
membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain menggoda dari dalam diri manusia, setan juga
menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai umpan (perangkapnya,
Dihiasinya Kesenangan duniawi itu dihiasinya sedemikian menarik hingga manusia tergoda, terlena,
tertutup mata hatinya, lalu memandang semua yang haram jadi halal. Akhirnya manusia terjerumus ke
dalam lembah kemaksiatan/ kemungkaran. Maka manusia yang telah mengikuti ajakan setan, menjadi
hamba setan, dalam al-Quran juga disebut setan (QS. 38 : 37-38) dan golongan (partai) mereka juga
disebut golongan setan (hizbusy-syaithan - QS. 58 : 19).

Oleh karena demikian berikut ini ada beberapa tip untuk meminimais munculnya setan dalam diri,selain
itu bisa berdampak juga terhadap lingkungan yaitu sebagai berikut :
1. Terimalah kenyataan yang ada jangan membandingkan dengan yang lain. Sadarilah kita lahir telah
membawa takdir masing-masing, ibarat sebuah sinetron kita melakukan peran masing-masing sesuai
tuntutan skenario sang sutradara. Kalau memerankan seorang pembantu perankanlah dengan baik
sehingga jalannya cerita enak ditonton. Kalau memerankan pembantu saja tidak becus jangan harap
menjadi pemeran utama.
Kenyataan adalah kondisi yang ada pada saat ini, disini dan begini dan fokuslah pada saat ini, lupakan
dan ikhlaskan masa lalu dan pasrahkan saat nanti.

2. Kurangi mengeluh dan menyalahkan orang lain, lihatlah ke dalam diri dan bangkitkan kesadaran
murni atau sifat-sifat Illahi menurut keyakinan masing-masing.
3. Banyak-banyaklah memberi meskipun itu hanya sebuah senyuman dan selalulah berpikiran positif.

4. Berpasrahdirilah artinya kerjakan apa yang mampu kita kerjakan dengan tidak pernah berharap akan
hasilnya.

Kesimpulannya meskipun secara umum setan merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan
duniawi, dalam banyak kebudayaan, setan tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat.
Sebutan setan, iblis, gondorowo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada setan
yang jahat. Sedangkan setan yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong
manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong
(penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta
setan untuk membantu manusia adalah dilarang.

setan dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya Tuhan,
meskipun hanya sebagian kecil yang mengakui pernah melihat hantu secara langsung. Keberadaan
hantu menjadi pro dan kontra di banyak negara maju. Sebagian ilmuwan beranggapan hantu hanyalah
ilusi ataupun khayalan mereka yang mempercayainya, sementara sebagian ilmuwan lain berusaha
membuktikannya secara ilmiah adanya zat yang terkandung dalam setan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:124
posted:11/7/2011
language:Indonesian
pages:2