Embed
Email

Manajemen

Document Sample
Manajemen
Shared by: Subchan Syuaib
Categories
Tags
Stats
views:
76
posted:
11/6/2011
language:
Indonesian
pages:
50
ARSIP & WARKAT

Manajemen Kearsipan



Kearsipan mempunyai peranan

sebagai pusat ingatan, sumber

informasi serta alat pengawasan

yang sangat diperlukan dalam

setiap organisasi dalam rangka

melaksanakan segala kegiatan-

kegiatan, baik pada kantor-

kantor Lembaga Negara, Swasta

dan Perguruan Tinggi.

Dalam proses penyajian informasi agar

pimpinan dapat membuat keputusan dan

merencanakan kebijakan, maka harus ada

sistem dan prosedur kerja yang baik dibidang

kearsipan.

Adalah mustahil suatu kantor dapat, sanggup

dan mampu memberikan data informasi yang

baik, lengkap dan akurat, jika kantor tersebut

tidak memelihara kearsipan yang baik dan

teratur sesuai dengan ketentuan-ketentuan

kearsipan yang telah ditetapkan oleh

Pemerintah.

Manajemen kearsipan adalah

rangkaian kegiatan perencanaan,

pengorganisasian, penyusunan staf,

pengarahan dan pengontrolan sistem

kearsipan organisasi.

Pelaksanaan manajemen di dalam

organisasi bertujuan untuk mewujudkan

efektivitas dan efisiensi kerja dalam

mencapai tujuan dan hasil dari

pelaksanaan serangkaian kegiatan

(proses).

Demikian juga

pengelolaan terhadap

sistem kearsipan

(manajemen kearsipan)

di dalam setiap

organisasi dimaksudkan

agar tujuan kearsipan

dapat dicapai secara

efektif dan efisien.

Efektif yaitu

terjaminnya

keselamatan

arsip dan

penyediaan

kembali arsip,

benar-benar

dapat tercapai.

Efisien berarti bahwa arsip sebagai

output dari sistem kearsipan dapat

memenuhi sebagai arsip yang mempunyai

ciri-ciri yang baik; yaitu sebagai kumpulan

warkat yang mempunyai nilai guna,

disimpan secara sistematis, bilamana

dibutuhkan dapat disediakan dengan

cepat, dan ini semua dicapai dengan biaya

usaha dari unsur pikiran dan tenaga

manusia, fasilitas, uang, waktu, dan ruang

yang sesedikit mungkin.

Fungsi-Fungsi Manajemen Kearsipan:



1. Fungsi perencanaan yang dilakukan

dengan menyusun pola klasifikasi arsip,

kode; menyusun pedoman pemrosesan

surat masuk dan keluar; menyusun

jadwal retensi arsip; dan perencanaan

fasilitas atau perbekalan yang

dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas

kearsipan.

2. Fungsi pengorganisasian kearsipan

dilakukan dengan melaksanakan pembagian

kerja, menentukan hubungan kerja intern

unit kearsipan, dan antara unit kearsipan

dengan setiap unit pengolah di dalam

organisasi.

3.Fungsi penyusunan staf kearsipan

yang mencakup pelaksanaan penentuan

kebutuhan tenaga kerja di bidang

kearsipan, rekruitmen, seleksi, orientasi,

penempatan, penggajian, penjaminan

kesejahteraan, pengembangan pegawai,

dan pemberhentian pegawai.

4. Fungsi pengarahan yang dilakukan

dengan pemberian motivasi oleh

manajer kearsipan kepada para

pegawainya, memelihara komunikasi

atau hubungan kerja yang efektif,

menggerakkan dan memengaruhi

petugas arsip agar mau bekerja

menyumbangkan kemampuan yang

dimiliki untuk mencapai tujuan

kearsipan.

5. Fungsi pengawasan dilakukan dengan

melaksanakan pengawasan sebelum

pelaksanaan pekerjaan (precontrol),

pengawasan pada waktu pelaksanaan

pekerjaan (concurrent control), dan

pengawasan setelah pelaksanaan

pekerjaan (feedback control) kearsipan.

Semua fungsi manajemen kearsipan

tersebut menjadi tanggung jawab

manajer kearsipan dan kepala kantor

suatu organisasi.

Alasan Penyelenggaraan Arsip

 Banyak orang apabila

mendengar istilah “Arsip”,

otomatis timbul bayangan

tumpukan kertas kotor,

penuh debu, ruangan yang

kotor penuh kertas

berserakan, dengan

petugas yang tidak ramah,

kurang terdidik, dll.

Keadaan semacam itu, tidak

mudah untuk diubah

dengan cepat.

 Pemahaman mengenai

arsip dan warkat

adalah penting bagi

sekretaris dan pegawai

kantor yang

mengurusinya, sebab

pemahaman yang

benar dapat

mendorong proses

yang baik dan kinerja

yang optimal.

 Setiap orang setelah lahir di dunia ini

segera berhubungan dengan warkat atau

catatan karena setiap anak yang lahir

segera didaftarkan di RT/RW, kelurahan,

kecamatan, dan kantor catatan sipil.

 Untuk mengetahui kondisi kesehatan,

seseorang ketika di rumah sakit akan

dibuatkan catatan medis (medical record).

 Selama manusia hidup, pasti akan

senantiasa berhubungan dengan catatan,

naskah, dokumen.

Pengertian Arsip & Warkat

Arsip

Secara etimologis (asal usul kata) istilah arsip

dalam bahasa Belanda yaitu "archief", dan

dalam bahasa Inggris disebut "archieve",

berasal dari kata "arche" bahasa Yunani

yang berarti permulaan.

Kemudian dari kata “arche" berkembang

menjadi kata "ta archia" yang berarti catatan.

Selanjutnya kata "ta archia" berubah lagi

menjadi kata "ar-cheion" yang berarti "gedung

pemerintahan". Sedangkan dalam bahasa

Latin, disebut ”archivum” atau ”archium”, dan

akhirnya dari kata-kata ini dalam bahasa

Indonesia dipakai istilah ”arsip” sampai saat

ini.

Gedung yang dimaksud, juga berfungsi

sebagai tempat penyimpanan secara teratur

bahan-bahan arsip seperti: catatan-catatan,

bahan-bahan tertulis, piagam-piagam, surat-

surat, keputusan-keputusan, akte-akte, daftar-

daftar, dokumen-dokumen, peta-peta, dsb.

Dalam bahasa Inggris, arsip juga sering

dinyatakan dengan istilah file yang artinya

simpanan, yaitu berupa wadah, tempat, map,

ordner, kotak, almari kabinet, dan sebagainya

yang dipergunakan untuk menyimpan bahan-

bahan arsip, dan sering disebut sebagai

berkas.

Istilah lain yang sering digunakan untuk

menyatakan arsip, yaitu record dan warkat.

Records adalah setiap lembaran (catatan,

bahan tertulis, daftar, rekaman, dll), dalam

bentuk atau dalam wujud apa pun yang berisi

informasi atau keterangan untuk disimpan

sebagai bahan pembuktian atau

pertangungjawaban atas suatu

peristiwa/kejadian.

Warkat berasal dari bahasa Arab yang berarti

surat; akan tetapi dalam perkembangan lebih

lanjut diartikan lebih luas, yaitu berupa setiap

lembaran yang berisi keterangan yang

mempunyai arti dan kegunaan.

Pengertian lain dari warkat,



warkat adalah catatan atau

rekaman (record) mengenai suatu

hal, barang, kondisi, peristiwa yang

ada dan terjadi dalam kehidupan

perseorangan ataupun kelompok

(organisasi) yang dibuat dengan

maksud untuk sesuatu keperluan

dan membantu ingatan manusia .

Catatan yang dibuat dapat berbentuk

tulisan, gambar atau rekaman.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan

Pokok Kearsipan pada Bab I Pasal 1, memberikan

rumusan arsip sebagai berikut:



 Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh

Lembaga-lembaga Negara dan Badan-badan

Pemerintah dalam bentuk corak apa pun, baik

dalam keadaan tunggal maupun kelompok, dalam

rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

 Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh

Badan-badan Swasta dan/atau perorangan, dalam

bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan

tunggal maupun berkelompok, dalam rangka

pelaksanaan kehidupan kebangsaan.

Dalam penjelasan atas UU tersebut

tersurat bahwa yang dimaksud dengan

naskah-naskah dalam corak apa pun,

adalah meliputi baik yang tertulis maupun

yang dapat dilihat dan didengar seperti

halnya hasil rekaman, film dll.

Sedangkan yang dimaksud dengan

berkelompok ialah naskah-naskah yang

berisikan hal-hal yang berhubungan satu

dengan yang lain yang dihimpun dalam

satu berkas tersendiri mengenai masalah

yang sama.

Sutarto (1997 : 200) mengatakan arsip

sebagai:



Kumpulan warkat yang memiliki

guna tertentu, disimpan secara

sistematis, dan dapat diketemukan

kembali dengan cepat.

Berdasarkan beberapa pengertian tentang

arsip dan penjelasannya tersebut dapat

dikatakan bahwa arsip adalah:



Naskah atau catatan yang dibuat dan

diterima oleh organisasi pemerintah, swasta

dan/ atau perorangan mengenai suatu

peristiwa atau hal dalam kehidupannya,

dalam corak apa pun, baik dalam keadaan

tunggal maupun berkelompok, yang memiliki

guna tertentu, dan disimpan secara

sistematis, sehingga bilamana diperlukan

dapat disediakan dengan mudah dan cepat.

Klasifikasi Arsip & Warkat

Pengertian Klasifikasi Arsip



Klasifikasi arsip adalah pengelompokan

naskah berdasarkan isi masalah, pokok

masalah atau perihal yang terkandung di

dalamnya.

Untuk menyusun klasifikasi arsip di dalam

organisasi dapat digunakan pendekatan

kegiatan organisasi yang intinya terdiri dari

dua kegiatan yaitu kegiatan pendukung dan

kegiatan pokok (primer, substansial)

Kegiatan pendukung atau

administrasi meliputi:

Tata organisasi, tata pimpinan,

komunikasi, kepegawaian, keuangan,

perbekalan, dan relasi publik atau humas.

Berbagai kegiatan administrasi tersebut di

semua jenis organisasi, sama.

Kegiatan pokok yaitu…

aktivitas, fungsi dan tugas-tugas yang

berkaitan langsung dengan pencapaian

tujuan organisasi ini yang berbeda-beda

antar berbagai jenis organisasi atau

perusahaan.

Misalnya; lembaga pendidikan mempunyai

kegiatan pokok yang berbeda dengan

perbankan, manufakturing, dsb.

 Aktivitas pokok institusi pendidikan yaitu

pendidikan (pengajaran, bimbingan),

penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat.

 Perbankan mempunyai aktivitas pokok

penghimpunan dana dari masyarakat dan

penyaluran kredit.

 Kegiatan pokok perusahaan

manufakturing yaitu produksi barang dan

pemasaran.

Untuk mempermudah pemahaman dan

pelaksanaan kegiatan kearsipan, arsip

biasanya diklasifikasikan menurut segi

cara pandang (aspek) tertentu.

Wuryanto (1991 : 21 - 30) melakukan

penggolongan arsip menurut:

subjek (isi), bentuk (wujud), nilai

(kegunaan), fungsi, tingkat penyimpanan

dan pemeliharaan, keaslian, sifat

kepentingan.

Berdasarkan Subjek



Berdasarkan subyek atau isinya, arsip

dapat dibedakan atas berbagai macam,

misalnya:

Arsip Keuangan, Arsip Kepegawaian, Arsip

Pendidikan, Arsip Pemasaran, Arsip

Penjualan, dan sebagainya.

Berdasarkan Bentuk dan Wujud



Arsip terdiri dari berbagai macam, misalnya:

Surat (arsip korespondensi) yang dalam hal ini

diartikan sebagai setiap lembaran kertas yang

berisi informasi atau keterangan yang berguna

bagi penyelenggaraan kehidupan organisasi,

seperti: naskah perjanjian/kontrak, akte,

notulen rapat, laporan, kuitansi, naskah berita

acara, bon penjualan, kartu pegawai, tabel,

gambar, grafik atau bagan.

Selain surat, bentuk

atau wujud arsip

dapat juga berupa

pita rekam, piringan

hitam, CD, dll.

Berdasarkan Nilai Guna





Ditinjau dari segi kepentingan

pengguna, arsip dapat dibedakan atas:

- nilai guna primer

- nilai guna sekunder

Nilai guna primer,

yaitu nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan

untuk kepentingan lembaga/instansi pencipta atau

yang menghasilkan arsip, meliputi:



- Nilai guna administrasi, yaitu nilai guna

arsip yang didasarkan pada kegunaan

untuk pelaksanaan tugas dan fungsi

lembaga/instansi pencipta arsip.

- Nilai guna hukum, yaitu arsip yang

berisikan bukti-bukti yang mempunyai

kekuatan hukum atas hak dan kewajiban

warga negara dan pemerintah.

- Nilai guna keuangan, yaitu arsip yang

berisikan segala hal yang menyangkut

transaksi dan pertanggungjawaban

keuangan.

- Nilai guna ilmiah dan teknologi, yaitu arsip

yang mengandung data ilmiah dan

teknologi sebagai akibat/hasil penelitian

murni atau penelitian terapan.

Nilai guna sekunder,

yaitu nilai arsip yang didasarkan pada

kegunaan arsip sebagai kepentingan

lembaga/instansi lain, dan atau

kepentingan umum di luar instansi pencipta

arsip, serta kegunaannya sebagai bahan

bukti pertanggungjawaban kepada

masyarakat/pertanggungjawaban nasional.

Nilai guna sekunder, juga meliputi:

- Nilai guna pembuktian, yaitu arsip yang

mengandung fakta dan keterangan yang dapat

digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana

lembaga/instansi tersebut diciptakan,

dikembangkan, diatur fungsinya, dan apa

kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, serta apa

hasil/akibat dari kegiatan itu.

- Nilai guna informasi, yaitu arsip yang

mengandung informasi bagi kegunaan berbagai

kepentingan penelitian dan sejarah, tanpa

dikaitakan dengan lembaga/instansi penciptanya.

Berdasarkan Fungsi & Kegunaan

Menurut fungsi dan kegunaanya, arsip dapat

dibedakan menjadi:

 Arsip dinamis, yakni arsip yang masih dipergunakan

secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan,

dan atau penyelenggaraan administrasi

perkantoran.

 Arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan lagi

secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan,

dan atau penyelenggaraan administrasi

perkantoran, atau sudah tidak dipakai lagi dalam

kegiatan perkantoran sehari-hari.

Berdasarkan Tingkat Penyimpanan dan

Pemeliharaan

Menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaan,

arsip dibagi atas:

 Arsip sentral, yaitu arsip yang disimpan pada

suatu pusat arsip (depo arsip), atau arsip yang

dipusatkan penyimpan dan pemeliharaannya pada

suatu tempat tertentu.

 Arsip pemerintah, mengandung nilai khusus ada

yang disimpan secara nasional di Jakarta yaitu

pada Lembaga Arsip Nasional Pusat yang disebut

dengan nama ANRI (Arsip Nasional Republik

Indonesia).

Sedangkan lembaga pemerintah yang

menyimpan dan memelihara arsip pemerintah di

daerah yaitu Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Arsip sentral disebut juga arsip makro atau arsip

umum, karena merupakan gabungan ataupun

kumpulan dari berbagai arsip unit.

 Arsip unit, yaitu arsip yang disimpan di setiap

bagian atau setiap unit dalam suatu organisasi.

Arsip unit disebut juga arsip mikro atau arsip

khusus, karena khusus hanya menyimpan arsip

yang ada di unit yang bersangkutan.

Berdasarkan Keasliannya



Menurut keasliannya, arsip dibedakan atas:

arsip asli, arsip tembusan, arsip salinan, dan

arsip petikan.

Berdasarkan Sifat Kepentingannya



Menurut sifat kepentingannya, arsip dapat

dibedakan atas:

 Arsip non-esensial, yaitu arsip yang tidak

memerlukan pengolahan, dan tidak

mempunyai hubungan dengan hal-hal yang

penting sehingga tidak perlu disimpan dalam

waktu yang terlalu lama.

 Arsip penting, yaitu arsip yang mempunyai

nilai hukum, pendidikan,

keuangan, dokumentasi, sejarah, dll. Arsip

yang demikian masih dipergunakan atau

masih diperlukan dalam membantu

kelancaran pekerjaan. Arsip ini masih perlu

disimpan untuk waktu yang lama, akan tetapi

tidak mutlak permanen.

 Arsip vital, yaitu arsip yang bersifat permanen,

disimpan untuk selama-lamanya, misalnya

akte, ijazah, buku induk mahasiswa, dll.

Bentuk-bentuk Warkat:

 Warkat yang berbentuk tulisan.

Misalnya: formulir, kalender, catatan

harian, catatan kuliah, surat, buku

teks, laporan penelitian, laporan

keuangan.

 Warkat yang berbentuk gambar.

Misalnya: foto, denah, model, dan

bagan.

 Warkat yang berbentuk rekaman.

Misalnya: semua bentuk rekaman

dalam film, kaset, piringan dan

berbagai macam disket (disk) seperti

hard disk dan compact disk.

Inspirasi Sukses

Jika anda selalu berpikir tentang kegagalan,

maka anda akan mendapatkannya. Milikilah

pikiran positif dan kuasailah pikiran anda

dengan rasa percaya diri dan keyakinan. Inilah

cara untuk mempertegas tindakan, cara untuk

memperkaya prestasi dan cara menghidupkan

pengalaman.

(Swami Sivanada)

Terima Kasih

&

Sukses Selalu Buat Anda


Related docs
Other docs by Subchan Syuaib
Sesi 3 - PENYIMPANAN ARSIP
Views: 370  |  Downloads: 24
7. Penyelesaian sengketa bisnis
Views: 88  |  Downloads: 3
Sesi 5 - PEMELIHARAAN ARSIP
Views: 213  |  Downloads: 12
Manajemen
Views: 76  |  Downloads: 8
Sesi 6 - PENYIMPANAN ARSIP SISTEM ABJAD
Views: 541  |  Downloads: 13
NILAI PABEAN
Views: 18  |  Downloads: 0
HAKI
Views: 25  |  Downloads: 0
INDONESIAN BUSINESS CORRESPONDENCE
Views: 15  |  Downloads: 0
Sesi 2 - KEARSIPAN _ DOKUMENTASI
Views: 80  |  Downloads: 2
5. PEDAGANG PERANTARA
Views: 133  |  Downloads: 3
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!