Penyakit Pada Saluran Pernapasan by baimtrisna

VIEWS: 552 PAGES: 10

									                        Penyakit Pada Saluran Pernapasan
Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh
yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses
pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.Berikut akan diuraikan
beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.

1. Asma

      Asma adalah suatu keadaan di mana
       saluran napas mengalami penyempitan
       karena hiperaktivitas terhadap rangsangan
       tertentu, yang menyebabkan peradangan;
       penyempitan ini bersifat sementara.
      Penyempitan ini dapat dipicu oleh
       berbagai rangsangan, seperti serbuk sari,
       debu, bulu binatang, asap, udara dingin
       dan olahraga.
      Frekuensi dan beratnya serangan asma
       bervariasi.
      Beberapa penderita lebih sering terbebas
       dari gejala dan hanya mengalami serangan
       serangan sesak nafas yang singkat dan
       ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.
      Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher.
      Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-
       satunya gejala.
      Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa
       cemas.
      Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
      Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena
       sesaknya sangat hebat.
      Kebingungan, letargi dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa
       persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.
      Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan
       udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar
       organ dada.
      Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.
      Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal.
      Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan
       rutin untuk mencegah serangan.
      Agonis reseptor beta-adrenergik (inhaler) merupakan obat terbaik untuk mengurangi
       serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang
       mungkin dipicu oleh olahraga.
      Penggunaan inhaler yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama
       jantung.
      Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari.
       Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum
       melakukan olah raga.


                                                                                      1
2. Bronkitis

Bronkitis adalah suatu peradangan          pada
bronkus (saluran udara ke paru-paru).

      Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan
       pada akhirnya akan sembuh sempurna.
      Tetapi pada penderita yang memiliki
       penyakit menahun (misalnya penyakit
       jantung atau penyakit paru-paru) dan
       pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat
       serius.
      Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai
       bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)
      Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru
       dan saluran pernafasan menahun.

Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

      Sinusitis kronis
      Bronkiektasis
      Alergi
      Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:

      Berbagai jenis debu
      Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur
       dioksida dan bromin
      Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
      Tembakau dan rokok lainnya.

Gejalanya berupa:

      batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
      sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
      sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
      bengek
      lelah
      pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan wajah
      telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan pipi tampak kemerahan
      sakit kepala
      gangguan penglihatan.
      Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa
       diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan
       acetaminophen.
      Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.




                                                                                          2
      Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa
       penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan
       demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
      Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau
       ampisilin.
      Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma
       pneumoniae. Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin.
      Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik.

      Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka
       dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu
       dilakukan penggantian antibiotik.

4. Influensa

      Influensa, biasanya dikenali sebagai flu di
       masyarakat, adalah penyakit menular burung dan
       mamalia yang disebabkan oleh virus RNA dari
       famili Orthomyxoviridae (virus influensa).
       Penyakit ini ditularkan dengan medium udara
       melalui bersin dari si penderita. Pada manusia,
       gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit
       tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan
       mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak
       enak badan. Dalam kasus yang lebih buruk,
       influensa juga dapat menyebabkan terjadinya
       pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang
       berusia lanjut.

      Masa penularan hingga terserang penyakit ini biasanya adalah 1 sampai 3 hari sejak
       kontak dengan hewan atau orang yang influensa.

      Penderita dianjurkan agar mengasingkan diri atau dikarantina agar tidak menularkan
       penyakit hingga mereka merasa lebih sehat.

Pencegahan

   1. Sebagian besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang
      menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini dapat
      hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu cucilah tangan sesering mungkin dengan
      sabun
   2. Minumlah yang banyak karena air berfungsi untuk membersihkan racun
   3. Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam cuaca sejuk
   4. Cobalah bersantai agar anda dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh karena dengan
      bersantai dapat membantu sistem kekebalan tubuh merespon terhadap virus influensa
   5. Kaum lanjut usia atau mereka yang mengidap penyakit kronis dianjurkan diimunisasi.
      Namun perlu adanya alternatif lain dalam mengembangkan imunitas dalam tubuh
      sendiri, melalui makanan yang bergizi dan menjahui potensi-potensi yang menyebabkan
      influensa



                                                                                    3
   6. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa dengan mengkonsumi 200 ml yoghurt rendah
      lemak per hari mampu mencegah 25% peluang terkena influensa dikarenakan yoghurt
      mengandung banyak laktobasilus

Mutasi virus influensa

      Virus influensa cepat sekali bermutasi, sehingga setiap kali para ahli virus harus
       berusaha menemukan penangkal yang baru. Wabah flu terbesar pertama adalah
       pandemi flu spanyol (1918). Beberapa tahun yang lalu kita mengenal flu Hong Kong
       dan pada tahun 2005 merebak flu burung. Semua ini menunjukkan betapa sulitnya
       usaha penangkalan terhadap penyakit ini.

      Ada berbagai makanan yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga Anda tak
       perlu tertular flu. Misalnya menyantap jeruk, brokoli, anggur, kiwi, kol dan sebagainya.
       Makanan-makanan tadi mengandung vitamin C yang mengandung anti oksidan dan
       membantu tubuh melawan berbagai penyakit.

5. Flu burung

      (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus
       yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus
       influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu
       pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

      Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin
       (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang
       sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-
       5 hari.

      Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan
       sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu
       daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan.
       Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan
       tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

      Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau
       dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak
       atau menyentuh bahan makanan mentah.

      Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal.
       Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

      Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan
       (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien
       perlu segera mendapatkan perhatian medis.

      Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang
       berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di
       antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari


                                                                                         4
       neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir.
       Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam
       waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

6. Flu babi

      (Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus
       Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Flu babi menginfeksi manusia tiap
       tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi,
       meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus
       termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan
       kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus
       influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

      Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala
       influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada
       kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa
       penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

7. Asbestosis

      Asbestosis adalah suatu penyakit saluran
       pernapasan yang terjadi akibat menghirup
       serat-serat asbes, dimana pada paru-paru
       terbentuk jaringan parut yang luas.

      Asbestos terdiri dari serat silikat mineral
       dengan komposisi kimiawi yang berbeda.
       Jika terhisap, serat asbes mengendap di
       dalam dalam paru-paru, menyebabkan
       parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang
       melapisi paru-paru).

      Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di
       dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang
       dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya
       pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

      Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi
       dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari
       partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh asbes diantaranya:

      Plak pleura (klasifikasi)
      Mesotelioma maligna
      Efusi pleura.
      Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya
       jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.


                                                                                       5
      Gejala pertama adalah sesak napas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk
       melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak napas yang berat
       dan mengalami kegagalan pernapasan.
      Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan
       bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya
       cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang,
       asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada
       selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.
      Mesotelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan.
       Mesotelioma umumnya muncul setelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes.
       Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesotelioma.Krisotil mungkin tidak
       menyebabkan mesotelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat
       menyebabkan mesotelioma. Mesotelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama
       30-40 tahun
      Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama
       mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:

      batuk
      rasa sesak di dada
      nyeri dada
      kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh
       genderang).

      Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak
       dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan
       obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik
       melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang
       hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal,
       kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan
       kanker.

      Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan
       kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu,
       sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi
       pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.

      Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang
       berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna
       menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan
       setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan
       pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang
       dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah
       masing-masing.




                                                                                        6
8. Faringitis

      Faringitis adalah suatu penyakit
       peradangan    yang     menyerang
       tenggorokkan atau faring. Kadang
       juga disebut sebagai radang
       tenggorokan.

      Radang ini bisa disebabkan oleh
       virus atau kuman, disebabkan daya
       tahan yang lemah. Pengobatan
       dengan antibiotika hanya efektif
       apabila karena terkena kuman. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-
       buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.

      Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pra tanda penyakit flu atau pilek.
       faringitis ada yang akut dan kronis,

   1. Faringitis akut, radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan
      kadang disertai demam dan batuk.
   2. Faringitis kronis, radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama,
      biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di
      tenggorok.

9. TBC

      Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja
       (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin,
       atau kaya) dan dimana saja.

      Setiap tahunnya, Indonesia bertambah
       dengan seperempat juta kasus baru TBC
       dan sekitar 140.000 kematian terjadi
       setiap tahunnya disebabkan oleh TBC.

      Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga
       terbesar dengan masalah TBC di dunia.

      Penyakit TBC adalah suatu penyakit
       infeksi yang disebabkan oleh bakteri
       Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini
       berbentuk batang dan bersifat tahan asam
       sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).

      Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882,
       sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch.

      Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).




                                                                                     7
      Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
       Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada
       anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila
       sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak
       (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar
       melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC
       dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran
       pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ
       tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

      Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera
       akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui
       serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
       pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme
       pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan
       bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang
       sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

      Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant
       sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang
       kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah
       banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang
       inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah
       memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel
       berlebih dan positif terinfeksi TBC.

      Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul
       sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama
       pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum

      Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari
       disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat
       hilang timbul.
       Penurunan nafsu makan dan berat badan.
      Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
      Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

Gejala khusus

      Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus
       (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang
       membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
      Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan
       keluhan sakit dada.
      Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu
       saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan
       keluar cairan nanah.



                                                                                        8
      Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai
       meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan
       kesadaran dan kejang-kejang.
      Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui
       adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan
       penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3
       bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA
       positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

10. Emfisema

      Emfisema disebabkan karena hilangnya
       elastisitas alveolus.
      Alveolus sendiri adalah gelembung-
       gelembung yang terdapat dalam paru-paru.
      Pada penderita emfisema, volume paru-
       paru lebih besar dibandingkan dengan
       orang yang sehat karena karbondioksida
       yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru
       terperangkap didalamnya.
      Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-
       antitripsin adalah penyebab kehilangan
       elastisitas pada paru-paru ini.

      Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat
       pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.
      Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita
       emfisema.
      Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk
       mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

11. Kanker Paru-Paru

      Penyebab: Kanker telah menjadi
       penyakit yang mematikan, bahkan
       kanker        paru-parumerupakan
       pembunuh pertama dibandingkan
       kanker lainnya.
      Sel tumor atau kanker yang tumbuh
       di paru-paru dialami oleh penderita
       kanker paru-paru.
      Kanker dapat tumbuh di jaringan ini
       dan dapat menyebar ke bagian lain.
      Penyebab utamanya adalah asap
       rokok yang mengandung banyak zat
       beracun dan dihisap masuk ke paru-
       paru dan telah terakumulasi selama
       puluhan tahun menyebabkan mutasi
       pada sel saluran napas dan
       menyebabkan terjadinya sel kanker.

                                                                                      9
      Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor
       keturunan.
      Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat
       badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat
       apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
      Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi
       makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel
       kanker.

12. Pneumonia

      Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi
       yang terjadi pada jaringan paru (parenkim)
       yang disebabkan oleh bakteri, virus atau
       jamur.

      Umumnya      disebabkan    oleh  bakteri
       streptokokus (Streptococcus) dan bakteri
       Mycoplasma pneumoniae.

      Gejala: Batuk berdahak dengan dahak
       kental dan berwarna kuning, sakit pada
       dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.

      Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh
       tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan
       tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara
       teratur.

      Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan
       meminum antibiotik.




Sumber :
http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.htm
http://4lifebisnis.wordpress.com/2008/09/10/kesaksian/
http://biologigonz.blogspot.com/2009/12/gangguan-sistem-respirasi.html




                                                                                      10

								
To top