LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Document Sample
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA Powered By Docstoc
					LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA




Anggota             : Agung Pratomo
                      Ario Widiatmoko
                      Fauji M Nur
                      Muhamad Nata Dwi H
                      Muhamad Taufik
Kelas               : XII. IPA. 2
Guru Bidang Study   : Sri Lestari
                    SIFAT LARUTAN KOLIGATIF
                           (TITIK BEKU)


I. Tujuan Percobaan
    Menentukan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.

II. Teori
       Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah
    partikel zat terlarut di dalam larutan dan tidak dipengaruhi oleh sifat dari zat
    terlarut. Larutan merupakan campuran homogen antara dua atau lebih zat. Adanya
    interaksi antara zat terlarut dan pelarut dapat berakibat terjadinya perubahan sifat fisis
    dari komponen-komponen penyusun larutan tersebut.


        Hukum Raoult merupakan dasar bagi empat sifat larutan encer yang disebut sifat
   koigatif (diambil dari bahasa latin “colligare” yang artinya mengumpulkan bersama).
   Sifat-sifat itu tergantung dari pada efek koligatif jumlah partikel terlarut, bukan pada
   sifat partikel yang terlibat. Empat sifat larutan, diantaranya:
   1. Penurunan tekanan uap larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murni.
   2. Peningkatan titik didih.
   3. Penurunan titik beku.
   4. Gejala tekanan osmotik (oxotoby, David W : 2004, 166).

      1)    Penurunan tekanan uap larutan merupakan parkel zat pelarut yang tidak
   mudah menguap dalam larutan yang dapat mengurangi kemampuan partikel zat
   pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan akan lebih rendah dibanding
   tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel zat terlarut dalam larutan juga
   menyebabkan terjadinya kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan. Bila
   zant non elektrolit yang sukar menguap dilarutkan, maka menurut hukum Raoult,
   besarnya tekanan uap:
                        P = tekanan uap di atas larutan
       P = Po .
                        Po = tekanan uap pelarut murni
         N1
                        N1 = fraksi mol pelarut

       2)    Suatu larutan mendidih pada temperatur lebih tinggi dari pelarutnya,
   selisihnya disebut kenaikan titik didih larutan. Hingga grafik tekanan uap selalu ada di
   bawah pelarut;
                ∆Tb = T –
                    T0
   ∆Tb hanya tergantung jenis pelarut dan konsentrasi larutan, tidak tergantung jenis zat
   terlarut. Hubungan ∆Tb dengan konsentrasi larutan dapat dicari dengan persamaan
   Clausius-clapeyron dan hukum Raoult.
         3)    Titik beku larutan adalah temperatur pada saat larutan setimbang dengan
   pelarut padatnya. Larutan akan membeku pada temperatur lebih rendah dari
   pelarutnya. Proses pembekuan zat cair terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak
   antara partikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya terjadi gaa tarik menarik
   antar molekul yang sangat kuat. Adanya partikel-partikel dari zat terlarut akan
   mengakibatkan proses pergerakan molekul pelarut terhalang. Akibatnya untuk lebih
   mendekatkan jarak antar molekul diperlukan suhu yang lebih rendah. Perbedaan titik
   beku akibat adanya partikel-partikel dari zat terlarut disebut penurunan titik beku
   (∆Tf).
              ∆Tf = kf . m
   Titik beku larutan merupakan merupakan titik beku pelarut murni dikurangi dengan
   penurunan titik bekunya.
                Tf = Tf0 -
                   ∆Tf




III. Alat
     Satu buah baskom ukuran sedang
     Sendok kecil
     7 Plastik es kecil
     Satu buah gelas aqua
     Stopwatch
     BAHAN
     Satu plastik kecil berisi gula
     Satu plastik kecil berisi garam
     Setengah gelas aqua sirup kental
     Air matang
     Es batu secukupnya
IV. Cara Kerja
   1. Siapkan Air matang, gula, garam, sirup, sendok dan 7 plastik es kecil.
   2. Masukkan 1 sendok gula kedalam plastik tambah dengan air secukupnya ikat dan
      beri tanda.
   3. Ulangi langkah kedua untuk garam.
   4. Masukkan 1/2 sendok gula kedalam plastik tambah dengan air secukupnya ikat
      dan beri tanda.
   5. Ulangi langkah keempat untuk garam.
   6. Masukkan 2 sendok sirup kedalam plastik tambah dengan air secukupnya ikat dan
      beri tanda.
   7. Ulangi lankah keenam dengan penambahan gula sebanyak mungkin.



V. Data Hasil Percobaan

            NO          Bahan Larutan             Waktu Membeku
             1              Air biasa               00:09:58.09
             2           2 Sendok gula              00:30:52.15
             3          2 Sendok garam              00:29:47.28
             4          1/2 Sendok gula             00:26:08.20
             5         1/2 Sendok garam             00:27:30.01
             6           2 Sendok sirup             00:20:59.77
             7       4 Sendok sirup +gula           00:33:00.58


VI. Pembahasan
    Alasan mengapa digunakan garam untuk membekukan larutan ?

       Karena garam memiliki titik beku yang lebih rendah jika dibandingkan dengan
    pelarut murni “air”. Apabila ke dalam air kita larutkan garam dan kemudian suhunya
    diturunkan sedikit demi sedikit, maka dengan berjalannya waktu larutan tersebut
    secara perlahan akan berubah menjadi fasa padat hingga pada suhu tertentu akan
    berubah menjadi fasa padat secara keseluruhan. Pada umumnya zat terlarut lebih
    suka berada pada fasa cair dibandingkan fasa padat, akibatnya saat proses
    pendinginan berlangsung, larutan akan mempertahankan fasanya dalam keadaan cair.
    Hal ini menyebabkan potensial kimia pelarut dalam fasa cair akan lebih rendah
    sedangkan potensial kimia pelarut dalam fasa padat tidak terpengaruh. Inilah sebab
    mengapa adanya zat terlarut akan menurunkan titik beku larutannya.
VII.   Kesimpulan
         Jadi, semakin besar konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan, maka semakin
       rendah titik beku larutan tersebut, dan semakin rendah konsentrasi zat terlarut
       dalam suatu larutan maka titik beku larutan akan semakin tinggi . Hal ini
       disebabkan larutan yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi, mempunyai jumlah
       partikel yang lebih banyak sehingga lebih sukar untuk membuat tekanan
       padatannya sama dengan tekanan uap cairannya. Sehingga titik beku larutan
       tersebut lebih rendah atau peristiwa saat larutan tersebut mulai membeku lebih
       lama.
          Larutan elektrolit akan semakin sukar membeku (titik beku lebih rendah) daripada larutan
       non elektrolit.
          Titik beku larutan merupakan sifat koligatif, dan dipengaruhi oleh jumlah partikel,
       konsentrasi, dan keelektrolitan zat terlarut.




VIII. Daftar Pustaka
    http://eddy-smansa.blogspot.com/2011/03/mengukur-titik-beku-larutan-
      elektrolit.html
    http://biologiikipmadiun.blogspot.com/2010/09/laporan-praktikum-sifat-
      koligatif.html
    www.google/image/larutan koligatif/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: jakarta
Stats:
views:6366
posted:11/6/2011
language:Indonesian
pages:5
Description: This is a document or file for task from school