KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN UNTUK PELESTARIAN DANAU UNTUK PELESTARIAN DANAU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR DEPARTEMEN PERTANIAN 2009
PENDAHULUAN
• Indonesia memiliki 107 danau dan waduk yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, dan Papua. • Keberadaan sejumlah danau di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, diantaranya danau Tempe di Sulawesi Selatan dan danau Limboto di Gorontalo. • Laju sedimentasi danau Tempe mencapai 1 – 3 cm/tahun akan Laju sedimentasi danau Tempe mencapai 1 – 3 cm/tahun akan mengakibatkan danau ini menghilang di musim kemarau pada tahun 2018. • Sedangkan danau Limboto yang pada tahun 1972 2002 laju Sedangkan danau Limboto yang pada tahun 1972 2002 laju penyusutan luasnya mencapai 50 Ha/tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5 sampai 1,5 50 cm/tahun, akan berubah menjadi kawasan rawa dan 50 cm/tahun, akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada tahun 2034. • Sebab utama peningkatan laju sedimentasi di danau dan waduk adalah akibat erosi di bagian hulu. adalah akibat erosi di bagian hulu.
Lanjutan …
• • • • • •
Pengelolaan catchment area Pengelolaan catchment area sangat berpengaruh terhadap catchment area sangat berpengaruh terhadap kelestarian danau. kelestarian danau . Catchment area danau pada umumnya didominasi lahan Catchment area danau pada umumnya didominasi lahan kering. Curah hujan yang tinggi dan kemiringan lereng yang curam menyebabkan banyak lahan terdegradasi atau kritis. Lahan yang terdegradasi dalam skala yang luas akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan. Strategi pembangunan pertanian di daerah lahan kritis S trategi pembangunan pertanian di daerah lahan kritis harus mempertimbangkan kondisi biofisik dan sosial harus mempertimbangkan kondisi biofisik dan sosial ekonomi daerah tersebut. ekonomi daerah tersebut.
Lanjutan …
• Petani pada umumnya belum menerapkan tindakan konservasi tanah dan air yang memadai, bahkan di beberapa tempat belum mengenal sama sekali. • Akibatnya sebagian besar areal pertanian telah rusak dan produ prod ktivitasnya menurun tajam. Lahan terdegradasi sudah uktivitasnya menurun tajam. Lahan terdegradasi sudah mencapai 39 juta Ha, sehingga akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan.
Harus dipulihkan melalui program rehabilitasi lahan atau penerapan sistem pertanian konservasi Tantangan : kualitas lahan (fisik dan kimia) tidak baik,
kemiringan lahan relatif curam, curah hujan tinggi, tingkat erosi tinggi, pilihan komoditi relatif tidak luas, dan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi konservasi masih rendah.
DAMPAK KERUSAKAN LAHAN
Tanah pada umumnya peka terhadap berbagai macam kerusakan, termasuk erosi. Kerusakan pada tanah tempat erosi terjadi adalah termasuk erosi. Kerusakan pada tanah tempat erosi terjadi adalah kemunduran kualitas sifat kemunduran kualitas sifat sifat kimia dan fisik tanah, dapat berupa : sifat kimia dan fisik tanah, sifat kimia dan fisik tanah, dapat berupa : • kehilangan unsur hara dan BO yang terbawa erosi • tersingkapnya lapisan tanah yang miskin hara dan sifat fisik yang menghambat pertumbuhan menghambat pertumbuha tanaman n tanaman • menurunnya kapasitas infiltrasi dan kapasitas tanah menahan air • meningkatnya kepadatan tanah dan ketahanan penetrasi • berkurangnya kemantapan struktur tanah Akibatnya : Tanah atau bagian tanah yang terangkut oleh aliran Akibatnya : Tanah atau bagian tanah yang terangkut oleh aliran permukaan da at diendapkan di bagian tertentu, atau masuk serta permukaan d pa ap t diendapkan di bagian tertentu, atau masuk serta diendapkan dalam sungai, waduk, danau, atau saluran. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya kapasitas sungai, saluran, waduk, atau danau untuk mengakomodasikan aliran permukaan. danau untuk mengakomodasikan aliran permukaan.
Lanjutan …
Akibat lain dari erosi : • Berkurangnya infiltrasi tanah di bagian hulu DAS menyebabkan pengisian kembali (recharge menyebabkan pengisian kembali ( recharge) air bawah tanah (ground water tanah ( ground water) berkurang, akibatnya banjir dan kekeringan. • Unsur hara, terutama N dan P, yang terbawa sedimen ke danau mengakibatkan eutrofikasi berlebihan yang berakibat tanaman air cepat berkembang. Contoh : di Rawa Pening dan Kerinci Contoh : di Rawa Pening dan Kerinci
PENERAPAN SISTEM PERTANIAN KONSERVASI UNTUK PEMULIHAN SUMBERDAYA LAHAN & AIR UNTUK PEMULIHAN SUMBERDAYA LAHAN & AIR PADA KAWASAN CATCHMENT PADA KAWASAN CATCHMENT DANAU CATCHMENT DANAU
Sistem Pertanian Konervasi / SPK ( Sistem Pertanian Konervasi / SPK ( Conservation Farming System) Farming System
Tujuan : mempertahankan pertanian yang lestari ( Tujuan : mempertahankan pertanian yang lestari ( mempertahankan pertanian yang lestari (sustainable sustainable) Ciri Ciri ciri : ciri : • Produksi pertanian cukup tinggi • Pendapatan petani cukup tinggi • Teknologi yang diterapkan (teknologi produksi & konservasi) dapat diterapkan sesuai kemampuan petani. • Komoditi sesuai dengan biofisik daerah, dapat diterima petani, dan laku di pasar • Erosi minimal, sehingga produksi dapat ditingkatkan • Penguasaan lahan dapat menjamin keamanan investasi jangka Penguasaan lahan dapat menjamin keamanan investasi jangka panjang (Longterm Investment Security panjang ( Longterm Investment Security ) )
Lanjutan …
SPK bersifat site spesific, oleh karena itu langkah SPK bersifat site spesific, oleh karena itu langkah langkah oleh karena itu langkah langkah yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan SPK : yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan SPK : • Inventarisasi sumberdaya biofisik : tanah, penggunaan Inventarisasi sumberdaya biofisik : tanah, penggunaan lahan, topografi dan iklim • Inventarisasi keadaan sosial ekonomi petani : besarnya Inventarisasi keadaan sosial ekonomi petani : besarnya keluarga, pendidikan, keadaan ekonomi, tujuan keluarga, pemilikan lahan, pengetahuan tentang tekonologi pertanian, dsb • Inventarisasi pengaruh luar : pasar, keadaan dan jarak Inventarisasi pengaruh luar : pasar, keadaan dan jarak ke tempat pemasaran, perangkat penyuluhan, koperasi, lembaga keuangan pedesaan, organisasi kemasyarakatan, dsb Dari data tersebut : kemampuan dan pendapatan petani sangat menentukan sehingga perumusan pertanian sangat menentukan sehingga perumusan pertanian konservasi harus dari bawah (Bottom up approach konservasi harus dari bawah ( Bottom up approach) )
KENDALA DAN TANTANGAN PENERAPAN SISTEM PERTANIAN KONSERVASI
Selain melalui pendekatan dari bawah, juga memerlukan pengetahuan interdisipliner, sehingga penerapan di lahan kering harus dilakukan bertahap dengan perencanaan cermat. Harus ditunjang pula oleh: 1. Peningkatan jumlah dan kualitas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). 2. Penataan sistem pemilikan/penyewaan lahan agar menjamin keamanan investasi jangka panjang dalam pengembangan pertanian. 3. Penataan lembaga pemasaran hasil pertanian untuk menjamin harga yang baik dan untuk merangsang peningkatan produksi. 4. Penataan lembaga keuangan di desa untuk menyediakan Penataan lembaga keuangan di desa untuk menyediakan modal/kredit untuk petani.
PILIHAN SISTEM PERTANIAN KONSERVASI DI LAHAN KERING
• Berdasarkan data yang ada dan pengalaman di Sumatera, Kalimantan dan Jawa : SPK di lahan kering berlereng seyogyanya bukan berbasis dan Jawa : SPK di lahan kering berlereng seyogyanya bukan berbasis tanaman pangan (Tanaman pangan hanya untuk kebutuhan keluarga tanaman pangan (Tanaman pangan hanya untuk kebutuhan keluarga saja). • Sebaiknya dikembangkan SPK berbasis tanaman perkebunan dan/atau hutan disertai ternak. • Penataan dilakukan dengan Modifikasi SALT ( Penataan dilakukan dengan Modifikasi SALT ( Modified Sloping Agricultural Land Technology = MSALT Agricultural Land Technology = MSALT )
MSALT :
• Semua tanaman ditanam mengikuti kontur dan diatur dalam strip/tanaman lorong. • Pemilihan jenis tanaman harus disesuaikan dengan kesesuaian lahan, keinginan/kemampuan petani, dan permintaan pasar. • Di antara strip tanaman dibangun saluran air untuk mengakomodasikan aliran permukaan ke pembuangan air yang lebih besar dengan aman. aliran permukaan ke pembuangan air yang lebih besar dengan aman.
Gambar 1. Diagram penataan pertanaman dalam SPK di lahan kering berlereng di lahan kering berlereng
DAMPAK KERUSAKAN DAS PADA SUMBERDAYA AIR
• Fenomena kerusakan DAS : banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. • Banjir terjadi karena air hujan tidak masuk ke tanah mengisi aquifer, tapi mengalir di atas permukaan ke sungai dan mengalir sebagai banjir di hilir, yang disebabkan menurunnya kapasitas sebagai banjir di hilir, yang disebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah akibat rusaknya lahan. infiltrasi tanah akibat rusaknya lahan . Untuk menjaga kelestarian sumberdaya air : • Penutupan vegetasi permanen harus tetap dijaga kelestariannya • Penggunaan lahan harus sesuai dengan dengan kemampuan lahan • Teknologi pengelolaan lahan atau pengelolaan DAS harus memenuhi kaidah konservasi tanah dan air. memenuhi kaidah konservasi tanah dan air.
KONSEPSI PENGEMBANGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
Pengembangan / Pengelolaan DAS 1 2 Memenuhi kebutuhan hidup manusia Memenuhi kebutuhan hidup manusia Membina hubungan harmonis antara manusia dengan sumberdaya alam & keserasian ekosistem secara lestari & keserasian ekosistem secara lestari
Kegiatan dalam DAS harus memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan Kegiatan dalam DAS harus memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development), dengan indikator : (sustainable development), dengan indikator : • Pendapatan cukup tinggi • Teknologi yang diterapkan tidak menyebabkan degradasi lingkungan Teknologi yang diterapkan tidak menyebabkan degradasi lingkungan • Teknologi dapat diterima (acceptable) dan dapat dikembangakan Teknologi dapat diterima (acceptable) (acceptable) dan dapat dikembangakan masyarakat (replicable) masyarakat (replicable)
Lanjutan …
DAS diperlakukan sebagai suatu sistem akan menciptakan ciri ciri ciri DAS yang baik, yaitu : ciri DAS yang baik, yaitu : • Mampu memberikan produktivitas lahan yang tinggi • Mampu menjamin kelestarian DAS dengan indikasi : produktivitas tinggi, erosi/sedimen rendah, mampu memberikan “water yield” yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun. • Mampu menjaga pemerataan pendapatan petani. • Mampu mempertahankan kelenturan DAS terhadap Mampu mempertahankan kelenturan DAS terhadap goncangan yang terjadi (resilient). goncangan yang terjadi (resilient). (resilient).
Lanjutan …
• Dalam suatu DAS, dijumpai berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. • Setiap kegiatan kemungkinan menghasilkan dampak negatif terhadap kegiatan lainnya. • Untuk menghindari timbulnya masalah, benturan atau persaingan antar kegiatan maka diperlukan rencana pengembangan yang komprehensif dan terpadu. • Aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan DAS : sifat tanah, karakteristik hidrologi DAS, potensi yang bisa dikembangkan, dan kemungkinan terjadinya banjir, erosi, dan sedimentasi, serta faktor sosial ekonomi masyarakat. • Perencanaan pengembangan DAS harus dilakukan secara interdisipliner sehingga semua stakeholder tahu apa yang dilakukan agar kelestarian sumberdaya hayati, lahan, dan air dapat terjamin. agar kelestarian sumberdaya hayati, lahan, dan air dapat terjamin.
Lanjutan …
Dukungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air dalam rangka pelestarian kawasan tangkapan (catchment area) danau rangka pelestarian kawasan tangkapan adalah pengembangan program Konservasi DAS Hulu dan Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan Terpadu (PUKLT). Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan Terpadu (PUKLT).
Tabel 1. Realisasi kegiatan Konservasi DAS Hulu dan PUKLT tahun 20062009 Tabel 1. Realisasi kegiatan Konservasi DAS Hulu dan PUKLT tahun 2006
Tahun 2006 2007 2008 2009 Jumlah
Konservasi DAS Pertanian Konservasi Jumlah Hulu (Ha) /PUKLT (Ha) (Ha) 2.669 2.669 9.929 9.929 19.500 4.941 24.441 14.221 3.645 17.866 33.721 21.184 54.905
KESIMPULAN/SARAN
• Pengembangan pertanian di daerah perbukitan/pegunungan sebaiknya berbasis tanaman perkebunan/kayu sebaiknya berbasis tanaman perkebunan/kayu kayuan dan kayuan dan dapat melibatkan tanaman pangan. • Sistem Pertanian Konservasi akan memberikan prospek yang cerah dalam pembangunan pertanian di lahan kering. • Sistem Pertanian Konservasi dapat melestarikan sumberdaya lahan dan sumberdaya air. sumberdaya lahan dan sumberdaya air