Docstoc

ASKEP anak dengan BBLR

Document Sample
ASKEP anak dengan BBLR Powered By Docstoc
					                                Konsep Dasar
              Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

A. Definisi
           Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir dengan berat
   badan kurang atau sama dengan 250 gram (WHO, 1961), sedangkan bayi dengan
   berat badan kurang dari 1500 gr termasuk bayi dengan berat badan lahir sangat
   rendah. Pada kongres European Prenatal Medicine II (1970) di London diusulkan
   definisi sebagai berikut:
   -   Preterin Infant (bayi kurang bulan: masa gestasi kurang dari 269 hari (37mg).
   -   Term infant (bayi cukup bulan: masa gestasi 259-293 hari (37 – 41 mg).
   -   Post term infant (bayi lebih bulan, masa gestasi 254 hari atau lebih (42
       mg/lebih).
   Dengan pengertian di atas, BBRL dibagi atas dua golongan:
   1. Prematuritas murni kurang dari 37 hari dan BB sesuai dengan masa
       kehamilan/ gestasi (neonatus kurang bulan - sesuai masa kehamilan/ NKB-
       SMK).
   2. Dismatur, BB kurang dari seharusnya untuk masa gestasi/kehamilan akibat
       bayi mengalami retardasi intra uteri dan merupakan bayi yang kecil untuk
       masa pertumbuhan (KMK). Dismatur dapat terjadi dalam preterm, term dan
       post term yang terbagi dalam :
       * Neonatus kurang bulan – kecil untuk masa kehamilan (NKB- KMK).
       * Neonatus cukup bulan – kecil untuk masa kehamilan (NCB – KMK).
       * Neonatus lebih bulan – kecil untuk masa kehamilan (NLB – KMK).
B. Etiologi BBLR
   1. Faktor ibu :
       -   Riwayat kelahiran prematur sebelumnya
       -   Perdarahan antepartum
       -   Malnutrisi
       -   Hidromion
       -   Penyakit jantung/penyakit kronis lainnya
       -   Umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
       -   Jarak dua kehamilan yang terlalu dekat
       -   Infeksi
       -   Penderita DM berat
  2. Faktor Janin :
     -   Cacat bawaan
     -   Kehamilan ganda/gemili
     -   Ketuban pecah dini/KPD
  3. Keadaan sosial ekonomi yang rendah
  4. Kebiasaan
  5. Idiopatik


C. Tanda-tanda bayi BBLR
  a. BB < 250 gram, TB < 45 cm, lingkar dada < 30 cm, lingkar kepala < 33 cm.
  b. Tanda-tanda neonatus :
     1. Kulit keriput tipis, merah, penuh bulu-bulu halus (lanugo) pada dahi,
         pelipis, telinga dan lengan, lemak alam jaringan sub-kutan sedikit.
     2. Kuku jari tangan dan kaki belum mencapai ujung jari.
     3. Bayi prematur laki-laki testis belum turun dan pada bayi perempuan labia
         minora lebih menonjol.
  c. Tanda-tanda fisiologis :
     1. Gerak pasif dan tangis hanya merintih walaupun lapar, lebih banyak tidur
         dan malas.
     2. Suhu tubuh mudah berubah menjadi hipotermis.


D. Penatalaksanaan BBLR
  1. Pengaturan suhu
             Untuk mencegah hipotermi, diperlukan lingkungan yang cukup
     hangat dan istirahat konsumsi O2 yang cukup. Bila dirawat dalam inkubator
     maka suhunya untuk bayi dengan BB 2 kg adalah 35C dan untuk bayi
     dengan BB 2 – 2,5 kg adalah 34C. Bila tidak ada inkubator, pemanasan
     dapat dilakukan dengan membungkus bayi dan meletakkan botol-botol
     hangat yang telah dibungkus dengan handuk atau lampu petromak di dekat
     tidur bayi. Bayi dalam inkubator hanya dipakaikan popok untuk memudahkan
     pengawasan mengenai keadaan umum, warna kulit, pernafasan, kejang dan
     sebagainya sehingga penyakit dapat dikenali sedini mungkin.
  2. Pengaturan makanan/nutrisi
             Prinsip utama pemberian makanan pada bayi prematur adalah sedikit
     demi sedikit. Secara perlahan-lahan dan hati-hati. Pemberian makanan dini
     berupa glukosa, ASI atau PASI atau mengurangi resiko hipoglikemia,
     dehidrasi atau hiperbilirubinia. Bayi yang daya isapnya baik dan tanpa sakit
     berat dapat dicoba minum melalui mulut. Umumnya bayi dengan berat
     kurang dari 1500 gram memerlukan minum pertama dengan pipa lambung
     karena belum adanya koordinasi antara gerakan menghisap dengan menelan.
             Dianjurkan untuk minum pertama sebanyak 1 ml larutan glukosa 5 %
     yang steril untuk bayi dengan berat kurang dari 1000 gram, 2 – 4 ml untuk
     bayi dengan berat antara 1000-1500 gram dan 5-10 ml untuk bayi dengan
     berat lebih dari 1500 Gr.
             Apabila dengan pemberian makanan pertama bayi tidak mengalami
     kesukaran, pemberian ASI/PASI dapat dilanjutkan dalam waktu 12-48 jam.
  3. Mencegah infeksi
             Bayi prematur mudah terserang infeksi. Hal ini disebabkan karena
     daya tubuh bayi terhadap infeksi kurang antibodi relatif belum terbentuk dan
     daya fagositosis serta reaksi terhadap peradangan belum baik. Prosedur
     pencegahan infeksi adalah sebagai berikut:
     -   Mencuci tangan sampai ke siku dengan sabun dan air mengalir selama 2
         menit sebelum masuk ke ruang rawat bayi.
     -   Mencuci tangan dengan zat anti septic/ sabun sebelum dan sesudah
         memegang seorang bayi.
     -   Mengurangi kontaminasi pada makanan bayi dan semua benda yang
         berhubungan dengan bayi.
     -   Membatasi jumlah bayi dalam satu ruangan.
     -   Melarang petugas yang menderita infeksi masuk ke ruang rawat bayi.


E. Prognosis BBLR
         Prognosis tergantung berat ringannya masalah prenatal, selain itu juga
  tergantung dari keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dam perawatan
  saat hamil, persalinan dan perawatan post – natal.
                           ASUHAN KEPERAWATAN
                                  PADA BBLR
A. Pengkajian
   1. Biodata
      a. Identitas bayi: Nama, jenis kelamin, BB, TB, LK, LD.
      b. Identitas orang tua: Nama, umur, pekerjaan, pendidikan, alamat.
      c. Keluhan utama: BB < 45 cm, LD < 30 cm, LK < 33 cm, hipotermi.
      d. Riwayat penyakit sekarang.
      e. Riwayat penyakit keluarga.
      f. Riwayat penyakit dahulu.
   2. Pemeriksaan fisik biologis
         Ibu
          -     Riwayat kehamilan dan umur kehamilan.
          -     Riwayat persalinan dan proses pertolongan persalinan yang dahulu
                dan sekarang.
          -     Riwayat fisik dan kesehatan ibu saat pengkajian.
          -     Riwayat penyakit ibu.
          -     Psikososial dan spiritual ibu.
          -     Riwayat perkawinan.
         Bayi
          -     Keadaan bayi saat lahir; BB < 2500 gr, PB < 45 cm, LK 33 cm, LD
                < 30 cm.
          -     Inspeksi
                1. Kepala lebih besar daripada badan, ubun-ubun dan sutura lebar.
                2. Lanugo banyak terdapat pada dahi, pelipis, telinga dan tangan.
                3. Kulit tipis, transparan dan mengkilap.
                4. Rambut halus, tipis dan alis tidak ada.
                5. Garis telapak kaki sedikit.
                6. Retraksi sternum dengan iga
                7. Kulit menggantung dalam lipatan (tidak ada lemak sub kutan).
          -     Palpasi
                1. Hati mudah dipalpasi.
                2. Tulang teraba lunak.
                3. Limpa mudah teraba ujungnya.
                4. Ginjal dapat dipalpasi.
               5. Daya isap lemah.
               6. Retraksi tonus – leher lemah, refleks Moro (+).
          -    Perkusi
          -    Auskultasi
               1. Nadi lemah.
               2. Denyut jantung 140 – 150 x/menit, respirasi 60 x/menit.


B. Diagnosa dan Rencana Keperawatan
   1. Gangguan pemenuhan 02 berbanding dengan surfectan, pertumbuhan dan
      perkembangan paru yang belum sempurna, otot pernafasan yang masih
      lemah dan tulang iga yang melengkung serta refleks batuk yang belum
      sempurna.
      Tujuan     : kebutuhan pernafasan dapat terpenuhi secara adekuat dengan
                     kriteria:
      -   Bernapas dengan bebas dan lancar.
      -   Tidak ada sianosis, warna kulit merah.
      -   Tidak ada apnea, ataupun tachipnea.
      -   Frekuensi nafas dalam batas normal 40 – 60 X/menit. Pernafasan chegne
          stokes.
      Intervensi :
      -   Beri rangsangan taktil sedini mungkin.
      -   Observasi pernafasan setiap 5 menit.
      -   Atur posisi bayi dengan kepala ekstensi.
      -   Awasi perdarahan, monitor USG atau CT-Scan.
      -   Terapi O2 2 Lt/menit.
      -   Kolaborasi obat-obatan.


   2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan refleks
      menghisap dan menelan yang belum sempurna, distensi abdomen, volume
      lambung berkurang, daya untuk mencerna dan mengabsorbsi lemak, laktosa,
      vitamin yang larut dalam lemak berkurang, kerja spinkter esophagus teratur.
      Tujuan     : kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria:
      -   Refleks menelan dan isap adekuat.
      -   Turgor kulit membaik, kulit lembut dan tidak lembab.
      -   Mata tidak cekung.
   -   BAB dab BAK lancar.
   Intervensi :
   -   Berikan ASI dan PASI normal, bila tidak mungkin berikan personde.
   -   Berikan ASI dalam jumlah besar dan relatif bertambah.
   -   Monitor BB setiap hari.
   -   Observasi intake dan out put pagi.
   -   Pemberian infus glukosa.


3. Gangguan regulasi suhu tubuh berbanding dengan evaporasi yang
   berlebihan akibat berkurangnya jaringan lemak bawah kulit, permukaan
   kulit, permukaan tubuh yang relatif lebih luas dari PB, otot yang tidak aktif
   atau kurang pergeseran. Produksi panas yang berkurang akibat kurangnya
   lemak dan pusat regulasi yang belum sempurna.
   Tujuan     : suhu tubuh dalam batas normal dan tidak hipotermi.
   Intervensi :
   -   Rawat bayi dalam inkubator bersuhu 34 - 35C.
   -   Pertahankan suhu lingkungan adekuat.
   -   Hindari bayi dimandikan.
   -   Monitor suhu tubuh setiap 15 menit.


4. Potensial infeksi berhubungan dengan rendahnya kadar Ig G, relatif belum
   membentuk antibodi, daya fagositosis dan reaksi peradangan yang belum
   baik.
   Tujuan     : tidak ada infeksi / bayi terhindar dari infeksi dengan kriteria:
   -   Kulit bersih dan tidak lembab.
   -   Mata tidak ada kotoran.
   -   Kuku terpotong pendek dan bersih.
   -   Rambut bersih.
   Intervensi :
   -   Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.
   -   Hindari kelelahan fisik dengan menyentuh seminimal mungkin.
   -   Lakukan parasat dengan teknik aseptic.
   -   Batasi kontak langsung dengan bayi.
   -   Observasi tanda-tanda infeksi.
   -   Kulit dan tali pusat terawat dan dibersihkan.
        -    Ciptakan lingkungan yang bersih dan sterilkan alat secara teratur.
        -    Bersihkan tempat tidur bayi dengan menggunakan cairan antiseptic
             sekali seminggu.


    5. Potensial kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tipisnya kulit dan
        kurang pergerakan.
        Tujuan         : disintegrasi kulit dapat dicegah.
        Intervensi :
        -    Batasi daerah genital dan sekitar setelah BAB dan BAK.
        -    Seka tubuh bayi dengan air hangat jika memungkinkan.
        -    Berikan baby oil pada kulit yang kering dan terkelupas.
        -    Beri talk secara merata, tidak tebal pada bagian tubuh yang terkena.
        -    Ganti popok setiap kali basah/kotor.
        -    Observasi tanda-tanda kemerahan, ruam popok, infeksi.




Daftar Pustaka
            1. Mahdiyat, Iskandar, 1985, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. FK
                 UI.
            2. Pusdiknakes. 1984. Perawatan Bayi dan Anak. Depkes RI : Jakarta
            3. Pusdiknakes. 1995. Asuhan Keperawatan Anak dalam Konteks
                 Keluarga. Depkes RI: Jakarta
                ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI NY. H
                  DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH


PENGKAJIAN DATA
A. BIODATA BAYI
  Nama                        :   By. Ny. H.
  Tanggal lahir bayi          :   03 – 11 – 03
  Tanggal pemeriksaan         :   04 – 11 – 03
  Jenis kelamin               :   Perempuan
  Berat badan lahir           :   1700 gr
  Pengukuran panjang          :
  -   Panjang                 :   37 cm
  -   Lingkar kepala          :   OB: 29 cm, Os: 27 cm, OK: 24 cm
  -   Lingkar dada            :   25 cm
  -   Denyut jantung/menit    :   130 /menit
  -   Reguler/ Irreguler      :   Irreguler
  -   Respirasi               :   60 X/menit
  -   Temperatur aksila       :   35,2C

B. IDENTITAS ORANG TUA BAYI
  -   Nama ibu                :   Ny H.
      Umur                    :   20 tahun
      Pekerjaan               :   IRT
      Pendidikan              :   SD
  -   Nama ayah               :   Bp. R
      Umur                    :   21 tahun
      Pekerjaan               :   Buruh
      Pendidikan              :   SMP
      Alamat                  :   Jl. A. Yani km 6.800 Kertak Hanyar
      MRS                     :   03 – 11 – 03
      No. RMK                 :   506312
      Diagnosa sementara      :   BCB / KMK / SPT. BK
C. KELUHAN UTAMA
  Berat badan 1700 gr, suhu aksila 35,2C, lingkar dada < 30 cm, LK < 33 cm
  kesadaran CM.
D. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
  BBLR, berak kurang aktif, menangis lemah, tanda vital: 140 X/menit untuk
  denyut jantung, respirasi 50 X/menit, suhu 35,2C. Berat badan 1700 gr, dan
  dirawat dalam inkubator.


E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
  Ibu baru pertama kali melahirkan, tidak pernah abortus, keluarga belum pernah
  masuk Rumah Sakit, sosial ekonomi yang sangat rendah


F. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU / PERSALINAN
  Pada tanggal 03 – 11 – 03, jam 11:00 WITA sehabis melahirkan ibu kejang
  (eklamasi), bayi lahir spontan tidak langsung menangis kuat, gerak tidak terlalu
  aktif, lalu dirujuk ke RS karena bayi BBLR. Riwayat antenatal: ibu tidak rajin
  memeriksakan kehamilan ke PKM dan mendapat TT.


G. PEMERIKSAAN FISIK BIOLOGIS
  -   Kepala          :   bayi tidak mengalami caput suecedenium dan cephal
                          hematome, ubun-ubun dan sutura lebar, rambut halus,
                          tipis & ada, tidak ada.
  -   Telinga         :   simetris, tidak megeuarkan sekret.
  -   Mulut           :   sianosis , mukosa bibir basah.

  -   Leher           :   massa , gerak leher lemah.
  -   Badan           :   warna kemerahan, torax retraksi sternum & iga.
                          tulang teraba lunak
  -   Aktivitas       :   lemah, gerak kurang aktif, lemas.
  -   Lanugo          :   terdapat pada dahi, lengan, telinga, pelipis.
  -   Abdomen         :   bising usus , tidak terdapat benjolan.
  -   Ekstremitas     :   tidak terdapat edema & parese (-) kuku belum mencapai
                          ujung jari.
  -   Mata            :   sulit membuka, ikterik , anemis .
  -   Hidung          :   tidak terdapat sekret.
  -   Anus            :   .
  -   Genital         :   labia minora lebih menonjol.
  -   Minum           :   bayi dipuasakan, cairan lewat infus.
  -   Refleks         :   menghisap lemah.
  -    Kulit             :       turgor jelek, kulit dingin.
H. LABORATORIUM
  Hasil lab tanggal 04 – 11 – 03.
  -    Hb            :       14,3 gr %
  -    Leukosit      :       5.600 mm3.
  -    Trombusit     :       112.000 /mm3.
  -    GD            :       0
  -    GDR           :       35 mg/dl


I. PEMBERIAN OBAT SEKARANG
  IVFD D 10 % 135 cc /5 tts/mikro.
  Ampicillin: 3 x 50 mg.
  Gentamisin: 2 x 5.
  O2           : 2 l/m
  Inkubator : .
                         ANALISA DATA

NO          DATA                   ETIOLOGI                MASALAH

1.   DO: suhu 35,6 o C.       Kurangnya jaringan lemak Gangguan regulasi
          lingkar dada 25 cm. bawah kulit.             suhu tubuh.
          Menangis lemah.
          Kemampuan
          menghisap lemah.
          Gerak kurang aktif.
           lemah.
          lingkar dada < 30
          cm, LK < 33 cm
     DS: bayi dipuasakan.
         Refleks menghisap
         lemah.
         Turgor jelek.

2.   DO: bayi dipuasakan.  Refleks menghisap dan Gangguan
         Refleks menghisap menelan   yang   belum pemenuhan
         lemah.            sempurna.              kebutuhan nutrisi.
         Turgor jelek.



3.                          Rendah kadar Ig G dan Potensial infeksi.
                            relatif belum membentuk
                            antibodi.



4.                          Tipisnya kulit bayi dan Potensial
                            kurang        pergerakan. kerusakan
                            Kelembaban.               integritas kulit.
                                           ASUHAN KEPERAWATAN

Nama           : By. Ny. H                                                                  No MR      : 506312
Umur           : 01 hari                                                                    Ruang      : Neonatologi
Diagnosa       : BBRL

          DIAGNOSA                  RENCANA KEPERAWATAN
NO                                                                               RASIONALISASI
       KEPERAWATAN               TUJUAN             INTERVENSI
 1.   Gangguan regulasi suhu Suhu tubuh dalam 1. Rawat bayi dalam inkubator 1. Mempertahankan suhu tubuh
      tubuh     b/d     kurangnya batas normal dan tidak      bersuhu 32 - 35C.                   bayi.
      jaringan lemak dibawah hipotermi            dengan 2. Pertahankan              suhu 2. Agar tidak terjadi kehilangan
      kulit ditandai:              kriteria:                  lingkungan adekuat.                  panas yang berlebihan.
      - Suhu 35, 6C               Suhu tubuh 36,5C – 3. Hindari bayi dimandikan.           3. Memandikan          bayi      dengan
      - Lingkar dada 25 cm.        37,2C.                                                         hipotensi membahayakan.
      - Menangis lemah                                     4. Monitor suhu tubuh setiap 4. Mengetahui                   perkembangan
      - Kemampuan                                             jam.                                 /keadaan bayi.
           menghisap lemah
      - Gerak kurang aktif
 2.   Gangguan pemenuhan           Kebutuhan nutrisi       1. Observasi intake dan output     1.   Mengidentifikasi keseimbangan
      nutrisi berhubungan          kurang terpenuhi           setiap hari.                         antara perkiraan pemasukan dan
      dengan refleks menghisap dengan kriteria:                                                    kebutuhan nutrisi.
    dan menelan yang belum     Turgor kulit membaik.      2. Monitor bb setiap hari.        2.   Membantu dalam memantau
    sempurna.                  BAB dan BAK lancar.                                               keefektifan aturan terapeutik.
                                                          3. Kolaborasi pemberian infus.    3.   Ketentuan dukungan nutrisi
                                                                                                 didasarkan pada perkiraan
                                                                                                 kebutuhan bayi.


3   Potensial infeksi          Infeksi tidak terjadi      1. Cuci tangan sebelum dan             1. Mengurangi resiko infeksi
    berhubungan dengan         atau bayi terhindar dari      sesudah tindakan.                      nasokomial kepada bayi.
    rendahnya kadar Ig G dan   infeksi dengan kriteria:   2. Lakukan parasat dengan              2. Melindungi bayi dari infeksi.
    relatif belum membentuk    Tanda-tanda infeksi           teknik aseptic.                     3. Meminimalkan terjadinya
    antibodi.                  sudah terlihat.            3. Batasi kontak langsung                 infeksi.
                                                             dengan bayi.                        4. Mengetahui adanya indikasi
                                                          4. Observasi tanda-tanda                  infeksi.
                                                             infeksi.                            5. Potensial entri organisme ke
                                                          5. Kulit dan tali pusat dirawat           dalam tubuh.
                                                             dan dibersihkan.
                                                          6. Berikan terapi sesuai
                                                             indikasi.
4.   Potensial kerusakan     Disintegrasi kulit dapat   1. Bersihkan genital dan          1. Menurunkan kontaminasi kulit
     integritas kulit        dicegah.                      sekitar setelah BAB dan           membantu dalam menurunkan
     berhubungan dengan                                    BAK.                              eksudat.
     tipisnya kulit dan                                 2. Beri talk secara merata pada   2. Meminimalkan resiko terjadinya
     kurangnya pergerakan.                                 kulit bagian tebal bagian         iritasi.
                                                           tubuh yang tertekan.           3. Memberikan perlindungan
                                                        3. Ganti popok setiap kali           tambahan pada kulit yang halus.
                                                           basah dan kotor.               4. Mengenal adanya kerusakan
                                                        4. Observasi tanda-tanda             integritas kulit.
                                                           kemerahan dan infeksi.
            Implementasi Keperawatan
                                                                        TANDA
  NO.      DIAGNOSA               IMPLEMENTASI
                                                                        TANGAN
   1                  1. Mengkaji tanda vital dan keadaan umum
13-11-03                klien.
 12.00                2. Memberikan pendidikan kesehatan kepada
                        ibu tentang penyakitnya.
                      3. Mengajarkan       cara   menurunkan     suhu
                        tubuh yang sederhana.

             I           a. Kompres dingin pada daerah dahi
                             bila panas.
                         b. Memberi minum banyak pada anak.
                         c. Memakai pakaian tipis dan menyerap
                             keringat.
                         d. Menjaga          sirkulasi   udara   dan
                             kesejukan udara.
   2.                 1. Memberikan         pendidikan     kesehatan
13-11-03                sederhana tentang pentingnya pemenuhan
 12.00                  nutrisi bagi anak.
                      2. Menganjurkan untuk memberi makan


            II          dalam porsi kecil tapi sering.
                      3. Menyediakan makanan dalam keadaan
                        hangat, tidak terburu-buru dan ditemani.
                      4. Kolaborasi melanjutkan pemberian infus
                        RL: 13 tts/ m (makro).

   3.                 1. Memberikan lingkungan yang tenang
13-11-03                 dan tindakan kenyamanan.
 12.00                2. Melakukan message (mengelus) daerah
                         nyeri jika klien dapat mentoleransi
                         sentuhan.
                 3. Memberikan        kompres   hangat   pada


           III      daerah nyeri sesuai kebutuhan.
                 4. Memberikan aktivitas hiburan yang tepat
                    seperti mainan.
                 5. Menganjurkan untuk beristirahat dalam
                    ruangan yang tenang.
   4.            1. membersihkan genital dan sekitar setelah
04-11-03            BAB dan BAK.
 15.00           2. memberi talk secara merata pada kulit


           IV       tidak terlalu tebal bagian tubuh yang
                    tertekan.
                 3. mengganti popok setiap kali basah dan
                    kotor.
                 4. mengobservasi tanda kemerahan dan
                    iritasi.
              Catatan Perkembangan


Hari/Tanggal    Diagnosa         Data Perkembangan
    Selasa                 O: Suhu 36,4C
   04-11-03
    17.00         I           Menangis masih lemah
                              Gerak kurang aktif
                              Menghisap masih lemah.
                           A: Masalah teratasi sebagian.
                           P : Pertahankan intervensi yang ada.
    Selasa                 O: BB : 1700 gr
   04-11-03
    17.00        II           Intake : infus : 120 cc
                              Output : BAK : 45
                                      :BAB : 19
                                                        cc/hari
                                                        cc/hari
                                      : IWL : 16,8 cc
                                                 80,8 cc
                              Infus terpasang: D10 %:
                              5 tetes/menit.
                           A: Masalah belum teratasi
                           P : Lanjutkan intervensi yang ada.


    Selasa                 O: Ampicilin 3 x 50 mg
   04-11-03
    17.00        II           Gentamin 2 x 5 mg
                              (sudah diberiikan)
                           A: Masalah teratasi
                           P :Mempertahankan intevensi yang ada.
 Selasa
04-11-03
 17.00
           IV   O: Tanda iritasi dan kemerahan tidak
                      terlihat.
                      Genital dan sekitar bersih.
                A: Masalah teratasi
                P : Pertahankan intervensi yang ada.
 Rabu           O: Nafas/respirasi : 3 – 5 x/menit
05-11-03
 14.00     V         Suhu/ temperatur : 35,6
                     HR : 89 x/menit
                     Bayi dalam keadaan apnea dan tidak
                     teratur, terjadi sklerema.
                A:      Gangguan       pemenuhan       oksigen
                      sehubungan       dengan       surfactan,
                      pertumbuhan dan perkembangan paru
                      yang belum sempurna.
                P : - Berikan rangsangan taktil sedikit
                        mungkin.
                      - Melakukan nafas buatan.
                      - Terapi oksigen 2 liter/menit
                      - Atur posisi bayi dengan kepala
                        ekstensi.
                      - Observasi     pernafasan    setiap   5
                        menit.
                      - Kolaborasi obat-obatan  RJP
                E : Jam 19.00 bayi meninggal.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:939
posted:11/5/2011
language:Malay
pages:18