Cara Mengurus NPWP

Document Sample
Cara Mengurus NPWP Powered By Docstoc
					Cara Mengurus NPWP, SIUP ,TDP

Apakah membuat ijin usaha SIUP & TDP harus bikin badan usaha dulu seperti CV ? Apa
perbedaan SIUP badan dan perseorangan ?

Surat Izin Usaha Terpadu (SIUP) bisa untuk badan usaha ataupun perserorangan.
Kalau memang Usaha masih baru sebaiknya usaha dijalankan dulu tanpa ijin. Setelah
stabil atau untuk keperluan pinjaman, baru mengajukan ijin usaha. Kalau belum ada
usaha, belum bisa membuat ijin, karena harus disurvei dulu.

Perbedaan badan usaha Vs Perorangan :
Badan Usaha ( CV & PT umumnya)
1. Bisa mengikuti lelang oleh pemerintah/swasta. (semua pembelian pemerintah pasti
lewat lelang dan harus cv)
2. Sebelum mengurus perijinan, terlebih dahulu membuat badan Usaha CV / PT di notaris.
Setelah berbadan hukum baru mengurus perijinan.

Perseorangan :
1. Baru mulai dan tidak bisa mengikuti lelang oleh pemerintah.
2. Langsung mengurus ke perijinan tanpa perlu surat usaha perseorangan.

Untuk ijin usaha perseorangan :
1. SIUP, TDP & HO itu satu paket. Tidak bisa dipisah dan 1 formulir

Untuk ijin Usaha lain :
1. Macam2 ijinnya, bentuknya juga paket, kalau pabrik, harus A, B, C, D, (misalnya) dan
tidak bisa diecer
2. Setelah mengumpulkan syarat ke pemkot. Suruh tunggu, dan akan disurvey oleh
petugas.

Sekali lagi biasanya badan hukum CV, PT, dll dibutuhkan sebagai persyaratan ketika
bertransaksi dengan pihak lain. Jika tidak diminta, ijin perseoranganpun sudah cukup. Nah,
ijin usaha juga dibutuhkan untuk menghindari dari oknum yang suka mencari uang dengan
cara memeras.

Fungsi Ijin SIUP & TDP :
1. Untuk pengajuan pinjaman melalui CSR BUMN
2. Pengajuan pinjaman bank lebih dari 50 Jt
3. Bantuan modal/ alat dari Negara
4. Dan masih banyak lagi, silahkan ditambahi sendiri

Apa saja syarat membuat SIUP & TDP ?& Berapa biaya membuat SIUP & TDP ?


Syarat SIUP & TDP Perorangan :
1. FC sertifikat /Perjanjian sewa menyewa
2. FC IMB
3. FC PBB
4. FC NPWP
5. FC KTP

Langkah awal pembuatan SIUP dan TDP :
1. ke kantor pajak dulu dikota Anda untuk membuat NPWP, hari ini daftar, besok siang
sudah punya NPWP.
2. Lalu ke Pemkot, ke bagian perijinan, bilang saja mau bikin SIUP & TDP. Nanti dikasih
syarat2nya beserta formulir. Isi formulir tersebut dan Setelah itu kembalikan lagi ke bagian
perijinan pemkot beserta syarat yang diminta.
3. Tinggal menunggu survei dari petugas.
4. Biaya akan ditentukan oleh besar usaha, luas lahan, jenis jalan tempat usaha, jumlah
mesin, jumlah karyawan, dll

Survey lokasi biasanya dilakukan oleh 4 orang, dari Perijinan, Satpol PP, Poltabes dan
(satunya lupa). Nah nanti dilihat & ditanya :
1. Luas tempat Usaha
2. Pakai AC atau tidak
3. Punya mesin produksi atau tidak
4. Jumlah karyawan
5. Kelas jalan depan tempat usaha
6. Modal

Komputer tidak dihitung sebagai sebagai mesin. Nantinya setiap poin ada score :
Misal modal 0-50jt score 1, 50-200jt score 2, dll
Misal lagi : jalan depan rumah klas I dapat score 3, jalan klas II dapat score 2, dll ini
berlaku untuk point lain, kemudian nanti dikalikan nominal tertentu dan akhirnya sebagai
nominal biaya ijin. Masalah omset dll biasanya tidak ditanyakan dalam pembuatan SIUP
dan TDP karena itu hubungannya nanti sama NPWP.

Perkiraan biaya SIUP & TDP Perorangan :
Rp 500 Rb – 1 Jt

Dua hari kemudian setelah survei, dicheck lagi ke pemkot atau via telepon, kalau udah jadi
tinggal bayar biayanya . Setelah dapat tanda terima, baru besoknya SK SIUP & TDP jadi.

Kalo bentuknya CV atau PT beda lagi. Langkah pertama bikin CV atau PT dinotaris, terus
bikin NPWP perusahaan, trus ke perijinan pemkot.

Langkah membuat NPWP yang harus dilakukan
1. Ke RT setempat minta surat pengantar untuk membuat surat domisili usaha.
2. Ke Kantor RW minta tanda tangan.
3. Ke Kantor Kelurahan untuk dibuatkan surat domisili usaha dan ditanda tangani oleh
lurah.
4. Ke Kantor Kecamatan untuk minta tanda tangan camat.
5. Bikin NPWP ke kantor Pajak.

Cara membuat NPWP :
1. Datang ke kantor pajak.
2. Bawa Materai & FC KTP
3. Besoknya keluar NPWP

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: NPWP
Stats:
views:285
posted:11/5/2011
language:Indonesian
pages:2