Docstoc

PEMBELAJARAN SENI TARI DRAMA UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR (NOVI MEGA LESTARI)

Document Sample
PEMBELAJARAN SENI TARI DRAMA UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR (NOVI MEGA LESTARI) Powered By Docstoc
					                                            BAB I

                                      PENDAHULUAN



A. Latar Belakang


        Sarana dan prasarana pendukung yang ada di sekolah sangat minim, hal ini dapat dilihat
dari peralatan-peralatan seni tari yang belum ada, gedung praktek seni tari yang belum dimiliki,
sehingga apabila melaksanakan praktek tari meminjam ruang multimedia dengan luas ruangan
yang tidak sebanding banyaknya siswa yang mengikuti pembelajaran tari, jika dipergunakan
untuk mata pelajaran lain maka praktek seni tari tidak dapat dilaksanakan.

       Metode pembelajaran seni tari yang dipergunakan guru selama ini adalah ceramah atau
mengerjakan Lembar Kerja Siswa, sehingga siswa hanya sebatas sebagai informan, penulis dan
pekerja. Siswa tidak dilibatkan secara langsung dalam mengapresiasikan sebuah seni tari.


        Era globalisasi dan informatika menyebabkan budaya asing begitu mudah masuk ke
Indonesia, hal ini dapat dilihat generasi muda lebih menyukai tari-tarian barat (dance) daripada
seni tari nusantara, sehingga peninggalan nenek moyang berupa tari-tarian mulai luntur dan
kurang diminati.

       Tarian kuda lumping merupakan aset budaya bangsa yang perlu dilestarikan
keberadaannya karena merupakan karya bangsa Indonesia yang tidak hanya unik tetapi juga
memiliki nilai-nilai tesendiri, baik estetika, moral, maupun, spiritual. Tarian yang menggunakan
media atau alat peraga berupa benda yang menyerupai kuda terbuat dari bambu yang disebut
jaranan, jaran kepang, atau kuda lumping ini sudah ada sejak lama. Tarian tersebut digunakan
sebagai media ritual yang memiliki aturan-aturan tertentu dalam pelaksanaannya dalam
mencapai tujuan-tujuan tertentu. Meskipun pada saat ini tarian ini lebih bersifat hiburan atau
sebagai sarana pertunjukkan dalam acara atau kegiatan-kegiatan tertentu, tarian kuda lumping
tetap menjadi suatu media penting dalam berbagai kegiatan pertunjukan maupun ritual bagi
masyarakat jawa khususnya.

        Dengan demikian tarian ini perlu diajarkan pada siswa sejak dini sebagai perwujudan dari
usaha melestarikan budaya bangsa dan mewariskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni
itu sendiri.




                                                                                              1
B. Tujuan

         Tujuan mengajarkan seni tari khususnya tarian kuda lumping adalah untuk
memperkenalkan dan mengajarkan pada anak seperti apakah kuda lumping itu termasuk sifat-
sifat yang dimiliki kuda itu sendiri. Melalui pembelajaran ini siswa juga diharapkan dapat
mengembangkan kreativitasnya dalam mengaplikasikan kemampuan seni rupa atau kerajinan
tangan yang dimilikinya, contoh : pembuatan dan menghias kuda lumping sesuai keinginan
siswa. Selain itu untuk mengenalkan siswa dengan budaya nusantara salah satunya yaitu melalui
tarian tradisional.


      Siswa juga dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan apresiasinya dalam seni tari
khususnya tari nusantara.




                                                                                           2
                                           BAB II

                                             ISI


       Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui dua cara yaitu:
1)     pengajaran langsung artinya pengajaran yang diperoleh melalui karyawisata, kunjungan
pada   suatu pertunjukan/kejadian;

2)     pengajaran tidak langsung artinya pengajaran yang diperoleh melalui gambar, peta,
bagan, grafik, objel, model slides, film, TV, CD pembelajaran, dramatisasi, dan lain-lain.

        Berdasarkan hal tersebut, pendekatan apresiasi dalam pembelajaran tari dapat diperoleh
melalui pendekatan apreasiasi langsung dan tidak langsung. Pendekatan apresiasi langsung
artinya guru dalam membelajarkan siswa dengan mengajak siswa melihat secara nyata suatu
pertunjukkan tari. Sedangkan pendekatan apresiasi tidak langsung artinya siswa belajar suatu
tarian hanya melalui tayangan visual melalui televisi atau VCD tari.

       Begitu juga dalam membelajarkan tari kuda lumping, siswa dapat melalui dua cara baik
pengajaran langsung maupun pengajaran tidak langsung.

      Dalam pembelajaran guru perlu menyiapkan kostum dan media yang digunakan dalam
pementasan maupun dalam pembelajaran itu sendiri, antara lain:
   1. Jaranan / kuda lumping




   2. Cambuk




                                                                                            3
   3. Selendang dan Jarik (kain panjang)




       Ketiga media tersebut digunakan untuk memperagakan tarian kuda lumping di mana
dalam pertunjukan dapat menggunakan media pelengkap. Antara lain :
    1. Gelang kaki (yang menggunakan kerincingan /bunyi-bunyian)
    2. Kostum yang terdiri dari:
            Rompi (untuk pria); terbuat dari kertas manila dan di tempel dengan kertas
              berwarna.




           Kain penutup kepala (untuk pria)




                                                                                      4
 Perhiasan/ aksesoris ; terbuat dari kertas karton/ manila yang ditempel
  menggunakan kertas silver/ golden




                 (Mahkota)                                   (Gelang Pria)




           (Kalung)                              (Gelang)




                                                                         5
(Kostum Wanita)




                  6
                                      (Kostum Pria)




      Proses pembelajaran akan disajikan berdasarkan rencana pembelajaran berikut ini:




                    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                  (RPP)

Mata Pelajaran      : Seni Budaya dan Keterampilan

                                                                                         7
Kelas/Semester     : 3/2
Tema               : Pekerjaan
Standar Kompetensi : Seni Rupa
                     8. Mengapresiasi karya seni rupa.
                     Seni Tari
                     12. Mengapresiasi karya seni tari.

Kompetensi Dasar     : 8.1. Menjelaskan simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi.
                       8.2. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol dalam karya seni
                            rupa tiga dimensi.
                      12.1. Menghubungkan gerak, busana, dan perlengkapan dengan simbol
                            dalam seni tari.
                      12.2. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol yang terkandung
                            dalam karya seni tari berdasarkan pengamatan pertunjukan.
                      12.3. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol yang
                            terkandung dalam karya seni tari nusantara daerah setempat.

Indikator            : 8.1.1. Mampu memberikan definisi simbol.
                       8.1.2. Mampu memberikan contoh simbol pada karya seni rupa tiga
                              dimensi.
                       8.1.3. Mampu menerangkan makna simbol dalam karya seni rupa tiga
                              dimensi.
                       8.2.1. Mampu mengamati benda/karya seni rupa tiga dimensi yang
                              mengandung simbol.
                       8.2.2. Mampu menyebutkan jenis seni rupa tiga dimensi yang
                              mengandung simbol.
                       8.2.3. Mampu menjelaskan makna simbol pada karya seni rupa tiga
                              dimensi yang diamati.
                     12.1.1. Mampu menjelaskan simbol dalam karya seni tari.
                     12.1.2. Mampu mengamati sebuah karya seni tari.
                     12.1.3. Mampu menghubungkan gerak, busana, dan perlengkapan dengan
                              simbol dalam seni tari.
                     12.2.1. Mampu mengamati pertunjukan karya seni tari.
                     12.2.2. Mampu menyebutkan simbol yang terkandung dalam karya seni
                              tari berdasarkan pengamatan pertunjukan.
                     12.2.3. Mampu menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol yang
                              terkandung dalam karya seni tari berdasarkan pengamatan
                              pertunjukan.
                     12.3.1. Mampu menentukan karya seni tari nusantara daerah setempat.



Alokasi waktu                       :

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi.


                                                                                            8
2. Siswa dapat menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi.
3. Siswa dapat menghubungkan gerak, busana, dan perlengkapan dengan simbol dalam seni tari.
4. Siswa dapat menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol yang terkandung dalam karya seni
   tari berdasarkan pengamatan pertunjukan.
5. Siswa dapat menunjukkan sikap apresiatif terhadap simbol yang terkandung dalam karya seni
   tari nusantara daerah setempat.

B. Materi Pembelajaran       :
1. Pengertian simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi.
2. Tanggapan terhadap makna simbolis dari karya seni rupa tiga dimensi.
3. Simbol dalam unsur tari.
4. Mengamati simbol dalam pertunjukan karya tari bertema.
5. Simbol dalam karya tari daerah setempat

C. Metode Pembelajaran
   1. Pengamatan
   2. Menemukan sendiri
   3. Tanya jawab
   4. Ceramah
   5. Praktek

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan kesatu

a. Kegiatan Awal
   1) Siswa mengamati kuda lumping.
   2) Siswa menunjukkan simbol-simbol yang ada pada kuda lumping.
   3) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang simbol.

b. Kegiatan Inti
   1) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang simbol.
   2) Siswa menjelaskan definisi simbol.
   3) Siswa menyebutkan beberapa contoh simbol pada karya seni rupa tiga dimensi.
   4) Siswa dan guru melakuan tanya jawab tentang makna simbol pada karya seni rupa tiga
      dimensi.
   5) Siswa menjelaskan makna simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi.

3. Kegiatan Akhir
   1) Siswa menjawab pertanyaan guru dalam bentuk kuis.
   2) Siswa menerima penjelasan, pengarahan, saran dari guru.


2. Pertemuan Kedua

a. Kegiatan Awal


                                                                                              9
  1) Siswa mengamati benda/karya seni rupa tiga dimensi (patung peringatan/monumen).
  2) Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru tentang benda tersebut.
  3) Siswa menunjukkan simbol-simbol yang ditemukan pada benda yang diamati.

b. Kegiatan Inti
   1) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang jenis-jenis gambar simbol pada karya seni
      tiga dimensi.
   2) Siswa menyebutkan jenis simbol pada patung peringatan/monumen.
   3) Siswa menunjukkan jenis simbol pada patung peringatan.
   4) Siswa menjelaskan makna simbol pada karya seni rupa tiga dimensi yang diamati.

c. Kegiatan Akhir
   Siswa menerima tugas dari guru untuk mengamati benda/karya seni rupa tiga dimensi,
menemukan dan menjelaskan makna simbol yang ada pada benda tersebut.


3. Pertemuan Ketiga

a. Kegiatan Awal
   1) Siswa memperhatikan gerakan tari Tani yang diperagakan.
   2) Siswa menyebutkan simbol dalam gerak tari Tani.

b. Kegiatan Inti
   1) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang simbol dalam unsur karya tari.
   2) Siswa menyimpulkan bahwa simbol dalam karya tari dapat dilihat dari gerak, busana, tata
      rias, properti, dan perlengkapan lain.
   3) Siswa mengamati karya seni tari yang mempunyai simbol.
   4) Siswa menjelaskan simbol gerak karya tari yang diamati.
   5) Siswa menjelaskan simbol busana karya tari yang diamati.
   6) Siswa menjelaskan simbol perlengkapan karya tari yang diamati.
   7) Siswa menjelaskan kesesuaian unsur karya tari dengan simbol yang ada dalam karya tari
      yang diamati.
   8) Siswa mencari contoh lain karya tari yang unsur-unsurnya sesuai dengan karya tari
      tersebut.

c. Kegiatan Akhir
   1) Siswa dan guru bertanya jawab untuk mengambil kesimpulan pelajaran.
   2) Siswa menghubungkan gerak, busana, dan perlengkapan dengan simbol dalam seni tari.




4. Pertemuan Keempat

a. Kegiatan Awal


                                                                                              10
   1) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang tema tari.
   2) Siswa (beberapa orang saja) memperagakan gerak tari bertema gembira.

b. Kegiatan Inti
   1) Siswa mengamati pertunjukan karya tari bertema.
   2) Siswa menyebutkan tema tari yang diamati.
   3) Siswa menyebutkan tema karya tari yang diamati.
   4) Siswa menjelaskan simbol yang ada dalam tari yang diamati.

c. Kegiatan Akhir
   1) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang simbol-simbol gerak dalam tari yang dipelajari.
   2) Siswa menerima tugas untuk mengamati tayangan tari anak-anak di televise dan mencatat
      nama tari, jumlah penari, dan simbol dalam gerak tari bertema.


E. Sumber Belajar
   1. Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas 3 Semester 2,
   2. Benda-benda/karya seni rupa tiga dimensi.
   3. Kreasi guru.

F. Penilaian
1. Teknik:
   a. Tes lisan b. Tes tertulis c. Tes perbuatan

2. Bentuk penilaian:
   a. Kuis        d. Performance
   b. Tes uraian e. Pengamatan
   c. Psikomotor

3. Instrumen:
a. Tes Tertulis
    1) Apakah yang dimaksud dengan simbol?
    2) Sebutkan 3 contoh simbol pada karya seni tiga dimensi!
    3) Jelaskan makna simbol yang kamu sebutkan pada soal nomor 2 di atas!
    4) Amatilah pertunjukan karya seni tari. Sebutkan tema dan simbol-simbol yang terkandung
       dalam tari tersebut.
    5) Sebutkan beberapa tema tari berdasarkan pengamatanmu!
    6) Jelaskan gerak tari yang melambangkan kegembiraan!
b. Tes Lisan
    Amatilah kuda lumping!
    1) Tunjukkan simbol-simbol yang kamu temukan!
    2) Sebutkan jenis simbol yang ada pada kuda lumping!
    3) Jelaskan apa makna simbol-simbol yang kamu temukan pada kuda lumping tersebut!
    Amatilah karya tari berikut (guru menunjukkan gambar).
    4) Sesuaikah gerak dengan simbol karya tarinya?
    5) Sesuaikah busana dengan simbol karya tarinya?


                                                                                               11
  6) Sesuaikah busana yang dipakai dalam karya tari pada gambar?

c. Tes perbuatan
   1) Peragakan gerak tari yang melambangkan kegembiraan di depan guru dan teman-temanmu!
   2) Amatilah karya tari daerah setempat. Sebutkan nama karya tarinya dan sebutkan pula
      simbol yang terkandung dalam gerak dan unsur-unsur karya tari yang lain. Tuliskan pada
      selembar kertas dan kumpulkan pada bapak atau ibu guru.




                                                                                         12
                                             BAB III

                                           PENUTUP



A. Kesimpulan


        Selain berfungsi sebagai hiburan, tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak
kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan.
Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian
yang diunggulkan daerah di mana tarian tersebut berasal.


         Selain itu, seni gerak tari pada anak usia dini, sebagai upaya untuk merangsang daya cipta
dan kreatifitas anak. Seni gerak tari juga merupakan sarana menyalurkan ekpresi perasa dan
emosi anak. Ketetapan gerak tari juga merangsang pertumbuhan motorik anak dalam
menyelaraskan daya pikir yang sesuai dengan tingkat perkembangan motorik anak usia
dini. Anak usia dini mempunyai kualitas gerak yang sesuai dengan karakteristik anak, yaitu
bersifat agresif dan energik. Jika dikembangkan dan dibina akan menjadikan aset yang tak
ternilai harganya.

                Pada tahap-tahap tertentu anak akan terus maju kearah pertumbuhan fisik, mental
dan estetis. Pada umumnya tergantung pada umur dan minat masing-masng anak pada seni yang
berbeda-beda. Akan tetapi kenyataan tidaklah demikian. Dalam pengdekatan terhadap seni gerak
tari ada anggapan bahwa anak-anak terutama dilibatkan kedalam dan memperoleh penguasaan
motorik terhadap gerak seni anak. Bergerak sambil bersuara dengan menggunakan rasa,
meskipun tanpa ketrampilan sangat penting dalam pengalaman seni. Demikian pula jika diberi
motivasi untuk menciptakan gerak berdasaskan pengamatan terhadap kesayangan binatang yang
ada dirumahnya, pasti akan bermunculan gerak-gerak yang lucu yang berbeda satu dengan yang
lainnya. Tidak tertutup kemungkinan akan munculnya gerak sambil bersuara atau berteriak
mengekspesikan hasil pengamatannya. Dalam pengalaman seni anak akan bertemu elemen-
elemen seni gerak tari, sehingga proses penjelajahan terhadap gerak dan irama sangat berarti bagi
perkembangan estetis anak.

       Dengan demikian guru juga sangat dituntut untuk kreatif membimbing anak menjadi
siswa yang kreatif pula.




                                                                                                13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:4275
posted:11/5/2011
language:Indonesian
pages:13