Docstoc

pengantar pendidikan (PowerPoint)

Document Sample
pengantar pendidikan (PowerPoint) Powered By Docstoc
					Drs. Syafril , M.Pd.
 (PD I FIP UNP)
HAKIKAT MANUSIA
              HAKIKAT MANUSIA
Perbedaan Manusia dan Hewan
Hewan                        Manusia
1. Memiliki kemampuan        1. Ketika dilahirkan tidak
   siap pakai ketika lahir      berdaya sama sekali
2. Makhluk biologis          2. Makhluk biologis,
3. Punya instik                 individu dan sosial
4. Bertindak menurut         3. Potensi yang
   instink                      berkembang
5. Tidak mengenal etika,     4. Bertanggung jawab
   estetika dan agama        5. Punya etika, estetika,
                                dan agama
    Sifat Hakikat Manusia


Ciri-ciri yang menjadi karakteristik,
yang secara prinsipil membedakan
hewan dari manusia
    Wujud Sifat Hakekat Manusia
•   Kemampuan Menyadari diri
•   Kemampuan bereksistensi
•   Memiliki kata hati
•   Memiliki moral
•   Kemampuan bertanggung jawab
•   Memiliki rasa kekebasan
•   Melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
•   Kemampuan menghayati kebahagiaan
 Pandangan tentang Hakekat
         Manusia

1. Pandangan Psikoanalitik
2. Pandangan Humanistik
3. Pandangan Behavioristik
     Pandangan Psikoanalitik

 Pandangan Psikoanalitik Tradisional
Dipelopori oleh Hansen, Stevic, Warner dan
Sigmund Freud
Tingkah laku manusia digerakkan oleh
dorongan yang bersifat instinktif dan
diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan
instink biologis manusia
Struktur Kepribadian Manusia terdiri
      dari 3 komponen (Freud)

• Id yang berfungsi untuk menggerakkan
  seseorang untuk memuaskan kebutuhannya
• Ego berfungsi untuk menjembatani antara
  keinginan id dg lingkungan yang realistis
• Super ego berfungsi untuk mengawasi dan
  mengontrol tingkah laku seseorang agar
  sesuai dengan aturan dan nilai-nilai moral
        Pandangan Neoanalitik

Pandangan ini tetap mengakui adanya id, ego, dan
superego, namun lebih menekankan pada fungsi ego
sebagai pusat kepribadian seseorang. Ego berfungsi
sebagai pengarah terujudnya id, dan bersifat rasional
serta bertanggung jawab atas tingkah laku
intelektual dan sosial seseorang. Dalam perujudan
diri manusia untuk memenuhi kebutuhannya,
manusia tidak hanya digerakkan oleh instink, tetapi
juga atas rangsangan yang datang dari
lingkungannya
         Pandangan Humanistik

Dipelopori oleh : Rogers, Adler, Martin Buber
Menurut Adler :
Manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yg
positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya
dalam berbagai hal, mampu menentukan nasibnya
sendiri, sehingga manusia terbebas dari kecemasan
dan kegelisahan. Pada hakekatnya gambaran
pribadi manusia adalah selalu dalam proses
menjadi, yang merupakan satu kesatuan potensi
yang terus menerus berubah dan berkembang, tidak
pernah selesai dan tidak pernah sempurna
     Pandangan Humanistik

Menurut Adler :
Manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan
untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi
oleh tanggung jawab sosial dalam membantu
orang lain dan dalam membuat dunia menjadi
lebih baik
     Pandangan Humanistik

Menurut Martin Buber :
Manusia merupakan suatu (eksistensi) yang
berpotensi, tetapi potensi itu terbatas,
sehingga sulit untuk memperkirakan
bagaimana masa depan mansia tersebut.
Manusia tidak dapat dikatakan baik atau jahat
tetapi mengandung kedua kemungkinan itu
    3. Pandangan Behavioristik
Pandangan dipelopori oleh : Skinner, Kohler,
Thorndike
Menurut pandangan behavioristik :
Tingkah laku manusia ditentukan oleh lingkungan
di mana individu itu berada
Tingkah laku manusia dapat dikendalikan dengan
mengatur lingkungan tempat individu itu berada
  Hakikat Manusia dan dimensi-
          dimensinya
1. Dimensi Keindividualan

 Setiap individu manusia yang dilahirkan telah
 dikarunia potensi yang berbeda dengan yang
 lainnya. Tiap individu memiliki kehendak, cita-
 cita, kecendrungan, semangat, dan daya tahan
 yang berbeda
       1. Dimensi keindividualan
Menurut Langeveld:
Tiap individu memiliki dorongan untuk mandiri
yang sangat kuat, meskipun pada anak terdapat
rasa tidak berdaya, sehingga memerlukan pihak
lain (pendidik) yang dapat dijadikan tempat
bergantung yang memberikan perlindungan dan
bimbingan
Pendidikan berfungsi mengembangkan
kepribadian atau menemukan kediriannya sendiri.
Pendidikan harus bersifat demokratis
         2. Dimensi Kesosialan
Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk
bisa hidup dengan baik. Tiap individu mempunyai
dorongan untuk bergaul dengan sesama manusia.
Dalam pergaulan terdapat kesediaan untuk
memberi dan menerima
Immanuel Kant:
Manusia hanya menjadi manusia jika berada di
antara manusia. Individu dapat mengembangkan
dirinya hanya dalam pergaulan sesama manusia
          3. Dimensi kesusilaan
Manusia memiliki nilai-nilai, menghayati dan
melaksanakan nilai-nilai dalam kehidupannya. Nilai
merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi karena
mengandung makna kebaikan, keluhuran, kemuliaan,
dan sebagainya yang dijadikan pedoman dalam
hidup.
Ada 2 hal terkait dengan kesusilaan :
1.Etiket : kepantasan dan kesopanan
2.Etika : kebaikan
      4. Dimensi Keberagamaan

Manusia adalah makhluk religius karena manusia
sejak dulu percaya bahwa di luar alam yang dapat
dijangkau dengan alat indra, diyakini adanya
kekuatan supranatural yang menguasai hidup di
alam semesta
Beragama merupakan kebutuhan manusia, karena
manusia adalah makhluk yang lemah sehingga
memerlukan tempat untuk bertopang dan untuk
keselamatan hidupnya
   KAKIKAT PENDIDIKAN
A. Pengertian Pendidikan itu ?

1. Driyarkara (1980): Pendidikan adalah
   usaha sadar untuk memanusiakan manusia
   muda
2. Crow dan Crow: Proses yang berisi
   berbagai macam kegiatan yang sesuai
   dengan kegiatan seseorang untuk
   kehidupan sosialnya dan meneruskan
   kebudayaan
        Pengertian Pendidikan
3. Langeveld: Pendidikan adalah bimbingan atau
   pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa
   kepada perkembangan anak untuk mencapai
   kedewasaannya dengan tujuan agar anak cakap
   melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak
   dengan bantuan orang lain
  Diperlukan kewibawaan orang dewasa sebagai
  pendidik, sehingga anak dengan sukarela
  melakukan segala sesuatu yang dituntut oleh
  pendidik
       Pengertian Pendidikan

4. John Dewey (Ahli Filsafat Pendidikan
   Pragmatisme) : Pendidikan adalah proses
   pembentukan kecakapan fundamental secara
   intelektual dan emosional ke arah alam dan
   sesama manusia
        Pengertian Pendidikan

5. KiHajar Dewantara (Tokoh Pendidikan
   Nasional Indonesia) : Pendidikan adalah daya
   upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi
   pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
   (intelek) dan pisik anak.
     HAKIKAT PENDIDIKAN
6. Dictonary of Education:
   - Proses mengembangkan kemampuan, sikap dan
     tingkah laku dalam masyarakat
  - Proses sosial, yaitu pengaruh lingkungan
     terhadap invidu
     HAKIKAT PENDIDIKAN
7. UU RI No. 2 tahun 1989 (Bab I, ps 1, ayat 1)
  Pendidikan ialah usaha sadar untuk menyiapkan
  peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
  pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di
  masa yang akan datang
       HAKIKAT PENDIDIKAN
8. UU RI No. 20 tahun 2003 (Bab I, ps 1, ayat 1)
  Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
  untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
  pembelajaran agar peserta didik secara aktif
  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
  kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri,
  kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
  ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
  bangsa dan negara
   Ciri-ciri umum Pendidikan

1. Mengandung tujuan yang ingin dicapai
   yaitu perkembangan kemampuan individu
2. Usaha yang disangaja dan terencana untuk
   mencapai tujuan
3. Dapat dilakukan di lingkungan keluarga,
   sekolah dan masyarakat
                Mendidik
• Langeveld: Membimbing anak supaya jadi
  dewasa dengan usaha yang disengaja
• Hoogveld: Membantu anak supaya ia
  cakapmenyelenggarakan tugas hidupnya atas
  tanggung jawab sendiri
• Ki Hajar Dewantara: Menuntun segala kekuatan
  kodrat anak sebagai manusia sebagai anggota
  masyarakat agar mancapai keselamatan dan
  kebahagiaan yang setinggi-tingginya
   Perbedaan Pendidikan dan
          Pengajaran
• Pengajaran lebih       • Pendidikan lebih
  mengutamakan pada        mengutamakan
  penguasaan               pembentukan
  pengetahuan dan          manusianya (nilai dan
  ketrampilan              sikap
• Memakan waktu reltif   • Waktunya relatif
  pendek                   panjang
• Metodenya lebih        • Metodenya bersifat
  teknis, rasional dan     psikologis dan
  praktis                  pendekatan manusiawi
Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan
kesatuan dari bermacam-macam komponen
yang saling berkaitan antara satu dengan yang
lainnya dalam mempengaruhi perkembangan
peserta didik menuju kedewasaannya
      Unsur-unsur Pendidikan
•   Peserta Didik
•   Pendidik
•   Tujuan Pendidikan
•   Materi (isi) pendidikan
•   Metode/alat pendidikan
•   Lingkungan Pendidikan
                1. Peserta Didik
Ciri-cirinya:
1. Individu yang memiliki potensi pisik dan
   psikis yang khas (uni)
2. Individu yang sedang dalam perkembangan
3. Individu yang membutuhkan bimbingan dan
   perlakuan yang manusiawi
4. Individu yang memiliki kemampuan untuk
   mandiri
UU RI No. 20 tahun 2003 (Bab I, pasal 1 ayat 4)


Peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui
proses pembelajaran yang tersedia pada jalur,
jenjang dan jenis pendidikan tertentu
   UU RI No. 20/2003 (Bab V, pasal 12, ayat 1): Setiap
   peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak:

a. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama
   yang danutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama
b. Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat,
   minat, dan kemampuannya
c. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang
   tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya
d. Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang
   tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya
e. Pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan
   pendidikan lain yang setara
f. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan
   kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang
   dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan
                 2. Pendidik
Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab
terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran
peserta didik agar dia menjadi dewasa


Pendidik ada 2 macam:
1. Pendidik karena kodrat : orang tua
2. Pendidik karena jabatan (profesi) : orang diberi
   tugas untuk mendidik di lembaga pendidikan
                 Pendidik
Pendidik harus memiliki kewibawaan, yaitu
kekuatan bathin pendidik, sehingga
menimbulkan sikap menurut, mengakui dan
menerima dari pihak lain (siswa). Pendidik dapat
berwibawa karena peserta didik membutuhkan
suatu perlindungan, bantuan dan bimbingan, di
pihak lain pendidik rela dan bersedia
memenuhinya
UU RI No. 20 tahun 2003:

Bab XI, pasal 39 ayat 1:
Pendidik merupakan tenaga profesional yang
bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta
melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan
tinggi
  Bab XI pasal 40 ayat 1:
  Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh :
a. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang
   pantas dan memadai
b. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
c. Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan
   pengembangan kualitas
d. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan
   hak atas hasil kekayaan intelekrual
e. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan
   fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran
   pelaksanan tugas
Bab XI pasal 40 ayat 2 :
Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban:
a. Menciptakan suasana pendidikan yang
   bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan
   dialogis
b. Mempunyai komitmen secara profesional untuk
   meningkatkan mutu pendidikan
c. Memberikan teladan dan menjaga nama baik
   lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
   kepercayaan yang diberikan kepadanya
Pasal 42 ayat 1:
Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan
sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan
mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional
Pasal 42 ayat 2:
Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang
pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh
perguruan tinggi yang terakreditasi
Pasal 43 ayat 1 :
Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan
tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar
belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan,
dan prestasi kerja
Pasal 43 ayat 2 :
Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh
perguruan tinggi yang memiliki program
pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi
          3. Tujuan Pendidikan
Fungsi tujuan :
1. Memberikan arah kegiatan pendidikan
2. Merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh
   kegiatan pendidikan

Hirarkhi Tujuan Pendidikan
1. Tujuan Pendidikan nasional
2. Tujuan Institusional
3. Tujuan Kurikuler
4. Tujuan Pembelajaran (Umum dan Khusus)
UU RI No 20/2003 (Bab II pasal 3)
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab
   4. Materi (Isi) Pendidikan
Materi pendidikan sesuai dengan kurikulum
yang berlaku, baik untuk kurikulum nasional
maupun kurikulum muatan lokal
  5. Metode dan Alat Pendidikan
Metode hendaknya dipilih sesuai dengan kondisi
peserta didik, materi, dan kemampuan pendidik
Alat Pendidik dapat berupa benda (media) dan alat
pendidikan berupa siasat (psikologis)
Alat pendidikan psikologis 2 macam:
1. Preventif mencegah terjadinya yang negatif dan
   mendorong yang positif
2. Kuratif bermaksud untuk memperbaiki yang
   negatif dan menguatkan yang positif
    6. Lingkungan
 Lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi
 proses pendidikan yang dilakukan

Lingkungan pendidikan terdiri dari :
1. Lingkungan Keluarga
2. Lingkungan sekolah
3. Lingkungan masyarakat
    ALIRAN-ALIRAN POKOK
         PENDIDIKAN

A. ALIRAN KONVENSIONAL

 Aliran konvensional merupakan pandangan atau
 pendapat yang membahas tentang faktor-faktor
 yang menentukan perkembangan manusia dan
 kepribadiannya
       Macam Aliran Konvensional
1. Empirisme
 Aliran ini berpandangan bahwa manusia dilahirkan
 dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan
 sama sekali dari lahirnya, tetapi perkembangan anak
 ditentukan oleh lingkungan yang akan menentukan
 arah hidupnya. Aliran ini disebut juga dengan
 “Tabularasa” yang berarti anak lahir seperti kertas
 putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai
 dengan keinginan orang yang akan menulisnya.
 Aliran ini dipelopori oleh John Locke. Aliran ini
 bersifat optimis terhadap pendidikan
2. Aliran Nativisme
 Menurut pandangan aliran ini manusia dilahirkan
 telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk).
 Pembawaan ini tidak dapat diubah ke arah lain oleh
 lingkungan atau pendidikan. Aliran ini dipelopori
 oleh Schopenhauer. Pandangan aliran ini bersifat
 pessimis terhadap pendidikan untuk bisa mengubah
 anak ke arah lain selain dari pembawaan yang
 dibawa sejak lahir. Jika pembawaan baik, maka
 anak akan berkembang ke arah yang baik, tetapi jika
 pembawaan itu jelek, anak akan berkembang ke
 arah yang jelek tanpa dapat diubah
3. Aliran Naturalisme
 Pandangan ini berpendapat bahwa semua anak yang
 baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun
 pembawaan itu manjadi rusak karena pengaruh
 lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan
 orang dewasa kepada anak dapat merusak
 pembawaan baik itu. Aliran ini dipelopori oleh John
 Jacke Rousseau. Aliran ini disebut juga dengan
 “Negativisme” yang beranggapan bahwa pendidikan
 itu tidak perlu tetapi anak diserahkan saja kepada
 alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi
 rusak.
4. Aliran Konvergensi
 Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak
 dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan.
 Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan
 berkembang dengan baik tanpa dukungan yang
 sesuai untuk perkembangan bakat itu. Sebaliknya
 lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan
 pendidikan yang optimal kalau tidak ada bakat
 yang kuat. Aliran ini dipelopori oleh William Stern
 yang mempunyai pandangan positif terhadap
 pendidikan.
    B. Gerakan (Aliran) Baru

Gerakan baru dalam pendidikan merupakan
upaya yang dilakukan untuk mencari
perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan
khususnya perbaikan dalam proses
pembelajaran. Ada beberapa model (bentuk)
perbaikan yang dajukan oleh gerakan baru
pendidikan ini.
        1. Pengajaran Alam Sekitar
Pengajaran alam sekitar lebih menekankan kepada
kegiatan pengajaran yang dilakukan di sekolah harus
terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak,
sehingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional
dengan kebutuhan dan kehidupan anak. Pelopornya
F.A.Finger dan J.Ligthart
Prinsip Pengajaran alam sekitar:
1. Peragaan
2. Aktivitas anak
3. Pengajaran totalitas
4. Menyatu dengan pengalaman anak
5. Memberikan apersepsi emosional anak
 2. Pengajaran Pusat Perhatian
Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan
semboyan “Sekolah untuk hidup dan oleh hidup”
Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya
sendiri dan tentang dunianya yaitu lingkungan tempat
hidup di hari depannya.
Metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1. Metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya
   dimulai dari suatu keseluruhan yang punya
   pengertian
2. Pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus
   disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki
   anak
3. Sekolah Kerja
Sekolah kerja dipelopori oleh G. Kerschenteiner
dengan nama “Arbeitsschule” di jerman. Sekolah
kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan
tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga
demi kepentingan masyarakat
Bentuk Sekolah kerja :
a. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan masyarakat)
b. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak)
c. Sekolah Kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
d. Sekolah Kerja Kepribadian (Pembentukan pribadi)
          4. Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John
Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick.
Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan
pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan
memimpin kegiatan proyek. Proyek yang
ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong
mereka untuk mencari cara pemecahan masalah
yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya).
Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan
lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan
pemecahan masalah
      Lembaga Pendidikan yang
         Berjiwa Nasional

1.   Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
2.   INS Kayu Tanam
3.   Perguruan Muhammadiyah
4.   Diniyah Putri Padang Panjang
Perguruan Kebangsaan Taman
           Siswa
Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar
Dewantara tanggal 3 Juli 1922 di
Yogyakarta
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta
tanggal 2 Mei 1889dengan nama
Suwardi Suryaningrat
               Asas Taman Siswa
• Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri mengingat
  tertibnya persatuan dan perdamaian (sistem among)
• Pendidikan yang diberikan hendaknya dapat menjadikan
  manusia yang merdeka
• Pendidikan didasarkan atas keadaan dan budaya bangsa
  Indonesia
• Pendidikan harus diberikan kepada seluruh rakyat, tanpa
  kecuali
• Bekerja sesuai dengan kemampuan dan kekuatan sendiri
• Memikul beban belanja sendiri (hemat)
• Pendidik harus mendidik dengan sepenuh hati, tulus dan
  ikhlas
    Dasar Taman Siswa (1947)
         (Panca Darma)

•   Kebudayaan
•   Kemerdekaan
•   Kodrat alam
•   Kemanusiaan
•   Kebangsaan
Jenis Pendidikan Taman Siswa
•   Taman Indriya (Taman Kanak-kanak)
•   Taman Anak (Kelas I – III SD)
•   Taman Muda (Kelas IV – VI SD)
•   Taman Dewasa (SLTP)
•   Taman Madya (SLTA)
•   Taman Guru
  Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
• INS (Indonesicche Nederlandsche School)
  didirikan oleh Mohammad Syafei pada
  tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam

• Moh. Syafei lahir di Natan Kalimantan Barat
  1895 dan dianugerahi gelar Doctor Honoris
  Causa dari IKIP Padang tahun 1968
       Asas INS Kayu Tanam
•   Berfikir logis dan rasional
•   Keaktifan dan kegiatan
•   Pendidikan masyarakat
•   Memperhatikan pembawaan anak
•   Menentang intelektualisme
              Tujuan INS
• Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan
• Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
• Manusia yang harmonis dalam
  perkembangannya (jasmani dan rohani)
• Memberikan pendidikan yang sesuai dengan
  kebutuhan masyarakat
• Menanamkan kepercayaan pada diri sendiri
• Harus dapat membiayai diri sendiri
         Jenjang Pendidikan
• Ruang Rendah (7 tahun setara SD)
• Ruang Antara (1 tahun)
• Ruang Dewasa (4 tahun)
• Ruang Masyarakat (1 tahun)
• Ruang Pendidikan Pengajaran dan
  Kebudayaan di Padang Panjang
• Program Khusus untuk menjadi guru (1
  tahun) setelah ruang dewasa (1953)
  Perguruan Muhammadiyah
• Didirikan oleh Kiyai Haji Ahmad Dahlan di
  Yogyakarta pada 18 November 1912
• Kiyai Haji Ahmad Dahlan lahir di
  Yogyakarta dengan nama Muhammad
  Darwis pada tahun 1869.
       Latar Belakang didirikan
•   Adanya kerusakan aqidah umat Islam
•   Kebekuan dalam bidang hukum Fiqh
•   Kemunduruan dalam pendidikan Islam
•   Kemajuan zending Kristen dan misi Katolik
           Dasar Pendidikan
•   Tajdid, mengubah cara berfikir dan berbuat
•   Kemasyarakatan
•   Aktivitas
•   Kreativitas
•   Optimisme
•   Pensyukuran nikmat
•   Sumbangan terhadap masyarakat & bangsa
  Diniyah Putri Padang Panjang
• Didirikan oleh Rahmah El Yunusiyah pada
  tanggal 1 November 1923 di Padang Panjang
• Rahmah El Yunusiah lahir 29 Desember 1900
  M, atau 1 Rajab 1318 H dan meninggal 26
  Februari 1969 atau 9 Zulhijjah 1388
        Program Pendidikan
• Program Pendidikan Umum untuk
  mengembangkan kemampuan dan sikap ilmiah
• Program pendidikan di bidang keahlian agama
  Islam
• Program pendidikan untuk menjadi ibu pendidik
  yang baik
• Program pendidikan ketrampilan
• Program pendidikan di asrama
          Jenis Pendidikan
• Sekolah menyesal
• Sekolah Taman kanak-kanak Islam
• Sekolah Diniyah Putri Rendah (SD)
• Diniyah Putri B (SLTP)
• Diniyah Putri C (SLA)
• Sekolah Kulliyatul Muallimat (Sekolah
  Guru)
• Perguruan Tinggi Diniyah Putri
       Lingkungan Pendidikan
• Lingkungan pendidikan adalah semua kondisi
  yang dengan cara itu mempengaruhi tingkah
  laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia
• Lingkungan pendidikan pada dasarnya adalah
  latar tempat berlangsungnya pendidikan.
• Lingkungan meliputi segala material dan stimuli
  di dalam dan di luar diri individu, bersifat
  fisiologis, psikologis, atau ssosiokultural
   Jenis Lingkungan Pendidikan

• Lingkungan keluarga  pendidikan informal,
  berlangsung secara alamiah
• Lingkungan sekolah pendidikan formal,
  sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan
  aturan yang ketat
• Lingkungan masyarakat  pendidikan non
  formal, aturan lebih longgar dan tidak selalu
  dipersyaratkan berjenjang
      Lingkungan Keluarga

• Keluarga merupakan lingkungan pendidikan
  yang pertama dan utama dalam membentuk
  kepribadian anak didik
• Pendidikan dalam keluarga dilakukan
  melalui teladan dalam pergaulan keluarga
• Pola tindakan dalam keluarga akan
  mempengaruhi perkembangan anak
   Pola Tindakan dalam Keluarga
1. Pola Tindakan yang bersifat otoriter,
    sehingga dapat menimbulkan reaksi dalam
    bentuk :
a. Menurut secara pasif
b. Perlawanan secara pasif
c. Perlawanan secara aktif
2. Pola tindakan yang demokratis
3. Pola tindakan yang memberikan kebebasan
Cara yang dilakukan orang tua
•   Pemodelan prilaku
•   Memberikan ganjaran dan hukuman
•   Perintah langsung
•   Menyatakan peraturan-peraturan
•   Penggunaan nalar
•   Menyediakan fasilitas dan suasana yang
    menunjang
        Lingkungan Sekolah
• Sekolah bukan mengambil alih fungsi orang
  tua dalam mendidik anak, tetapi sekolah
  bersama orang tua membantu mendidik anak
• Sekolah berfungsi untuk menghasilkan
  tenaga yang memiliki pengetahuan,
  ketrampilan dan sikap sesuai dengan
  kebutuhan masyarakat
• Membina masyarakat sesuai yang diinginkan
             Fungsi Sekolah
• Menumbuh-kembangkan anak sebagai makhluk
  individu dengan berbagai pengetahuan
• Mengembangkan sikap sosial, toleran dan
  gotong royong
• Pembinaan watak anak
• Pengembangan sikap religius
• Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas
• Pewarisan dan pengembangan kebudayaan
      Lingkungan Masyarakat

• Masyarakat merupakan penyelenggara
  pendidikan, baik yang dilembagakan atau tidak
• Lembaga yang ada di masyarakat mempunyai
  peran dalam pendidikan
• Di masyarakat tersedia berbagai sumber
  belajar baik yang dirancang atau yang
  dimanfaatkan
  Fungsi Pendidikan di masyarakat
• Pelengkap, melengkapi perkembangan
  kepribadian anak melalui berbagai kegiatan
  pendidikan untuk melengkapi kemampuan,
  ketrampilan, pengetahuan dan performance
• Pengganti, menyediakan pendidikan yang
  berfungsi sama dengan sekolah
• Penambah, menyediakan tambahan untuk
  mendalami pengetahuan dan ketrampilan
  yang sudah dipelajari di sekolah
      1.RahmadinaYusri
Bagaimana pengaruh lingkungan
    pasar thd peserta didik


                  2. Mila Sari
 Lingkungan yang bagainana yang baik contoh nya

                3.Afrina YUnita

Bagaimana peran masyarakat menyiapkan anak dalam
                menghidupi global
                   Diskusi
• 1.RahmadinaYusri
  Bagaimana pengaruh lingkungan pasar thd peserta
  didik
• 2. Mila Sari
  Lingkungan yang bagaimanakah yang baik contoh
  nya

• 3.Afrina Yunita
  Bagaimana peran masyarakat menyiapkan anak
  dalam menghidupi globalisasi
              Tahap ke 2
• Dasril: Mana yang lebih pengaruh dari
  ketiga lingkungan
• Bagaimana kalau salah satu lingkungan
  tidak dialami oleh anak
• Nurhayati: Bagaimana upaya guru (sekolah)
  menyeimbangkan ketiga lingkungan
                   Tahap 3
• Wira Rahma Yona : Tiap tahun ada anak yang
  MBA (kelas I) walaupun sekolah telah berusaha,
  Bagaimana pendapat Anda menyelesaikan sebagai
  calon guru ?
• Sri Mela : Kekerasan dalam keluarga , Bagaimana
  mengatasinya ?
• Sri Maryeni: (1) Sejauh mana keluarga
  mempengaruhi perkembagnan anak (2) Tinggal di
  asrama masih ada atau tidak lingkungan masy. (3)
  Asrama menutup pengaruh lingkungan masyarakat