Embed
Email

imun uwks kuliah4

Document Sample

Shared by: dwi nur mijayanto
Categories
Tags
Stats
views:
162
posted:
11/3/2011
language:
Indonesian
pages:
45
ANTIBODI MONOKLONAL

DAN ANTIBODI POLIKLONAL

MATERI YANG DIBAHAS :

1) Antibodi Poliklonal

2) Cara Pembuatan Antibodi Poliklonal

3) Antibodi Monoklonal

4) Maksud / Tujuan Antibodi Monoklonal

5) Cara Pembuatan Antibodi Monoklonal

6) Aplikasi Terapi dengan Antibodi

Monoklonal

I. ANTIBODI POLIKLONAL



 Yaitu di dalam suatu populasi

antibodi terdapat lebih dari 1

macam antibodi, atau terdapat

campuran antibodi yang dapat

mengenal epitop yang berbeda

pada antigen yang sama.

II. CARA PEMBUATAN ANTIBODI

POLIKLONAL



 Cara memproduksi antibodi polyklonal /

Proses terjadinya antibodi poliklonal :



1) Antibodi ini diproduksi dengan cara

memberikan imunisasi pada hewan dengan

antigen yang tepat (antigen yang tidak

patogenik).

2) Imunisasi atau vaksinasi adalah :

suatu prosedur untuk meningkatkan

derajat imunitas seseorang terhadap

patogen tertentu atau toksin.



 Syarat Imunisasi yang IDEAL adalah :

harus dapat mengaktifkan sistem

pengenalan imun dan sistem efektor

yang diperlukan, yaitu dengan cara

pemberian antigen yang tidak patogenik

3) Serum dari hewan terimunisasi dikumpulkan



4) Kemudian antibodi dalam serum dapat

dimurnikan lebih lanjut.



5) Karena satu antigen dapat menginduksi

produksi banyak antibodi maka hasilnya

berupa campuran antibodi, sehingga antibodi

yang terbentuk disebut ‘ANTIBODI

POLYCLONAL’.

III. ANTIBODI MONOKLONAL



 Definisi Antibodi monoklonal (Mab) :

 Antibodi monoklonal berasal dari 2 kata :

1) Mono: Satu

2) Klone: strain sel yang diturunkan dari 1 sel.



 Antibodi monospesifik yang dapat mengikat

satu epitop saja.

 Antibodi homogen yang dengan spesifitas

yang sama diproduksi dari klon tunggal dari

sel yang menghasilkan antibodi.

 KLON adalah segolongan sel yang berasal

dari satu sel karena secara genetiknya

identik.

 Antibodi monoklonal ini dapat dihasilkan

dengan teknik hibridoma, sehingga dapat

disebutkan bahwa antibodi monoklonal

berasal dari SEL HIBRIDOMA



 Sel hibridoma merupakan fusi sel dan sel

IV. MAKSUD / TUJUAN ANTIBODI

MONOKLONAL



 Antibodi monoklonal dapat

digunakan untuk tujuan berikut :

1) Pemurnian reagen untuk tes atau penelitian

2) Sebagai penanda pada deteksi Antibodi

assays

3) Untuk eksperimental terapi

V. CARA PEMBUATAN ANTIBODI

MONOKLONAL

 PEMBUATAN ANTIBODI MONOKLONAL,

dapat dilakukan dengan cara :

a) In Vitro : antibodi monoklonal diproduksi

dengan cara hibridisasi sel myeloma dan sel

limfa kemudian dibiakkan pada mikroplate

96 well dan diinkubasikan pada inkubator

37⁰C yang mengandung CO2 5%.

b) In Vivo : setelah sel dihibridisasi

diinokulasikan pada ruang peritoneal pada

mencit, kemudian cairan acites diisolasi dan

 Agar memproduksi antibodi monoklonal bebas

dari kontaminasi dan terhindar dari hal-hal

yang tidak diinginkan maka diperlukan

prosedur tahapan yang komperhensif.



 Pembuatan sel hibridoma (hibridisasi)

terdiri dari beberapa tahap utama yaitu :

1) Thawing sel

2) Pembekuan sel

3) Kloning

4) Imunisasi

5) Fusi

Imunisasi dapat dilakukan dengan imunisasi

konvensional, imunisasi sekali suntik secara

intralimpa, maupun imunisasi in vitro.



Fusi sel ini menghasilkan sel hibrid yang

mampu menghasilkan antibodi seperti pada

sel LIMPA dan dapat terus menerus dibiakan

seperti sel myeloma.



Frekuensi terjadinya fusi sel ini relatif

rendah sehingga sel induk yang tidak

mengalami fusi dihilangkan agar sel hasil fusi

dapat tumbuh.

 Pada tahap Fusi penambahan medium / media

HAT (Hypoxanthin Aminopterin Thymidin)

ditujukan untuk :

1) Agar sel yang fusi dapat memproduksi banyak

imunoglobulin

2) Sel yang hidup tidak ada bahan toksik,

3) Seleksi sel yang berfusi akan hidup terus

menjadi sel hibridoma yang akan membentuk

ANTIBODI MONOKLONAL

Untuk sel yang hidup dilakukan uji imunologi

untuk menskrining sel hibrid yang dapat

menghasilkan imunoglobulin dilakukan klon dan

dipindahkan ke tempat lain untuk dikultur pada

MEDIA pertumbuhan.



Kemudian dilakukan uji imunologi lagi ; jika sel

hibrid tidak dapat memproduksi imunoglobulin

(hasil negatif) maka sel hibrid dibuang,

sedangkan yang hasilnya positif dikulturkan

kembali.

Serum untuk bahan penumbuh / yang

dapat membrikan makan pada sel

hibrid :

a) 55% charge foetal calf serum

b) 59% charge newborn calf serum

c) 73% charge bovine serum

 MAKROFAG (MACROFAG FEEDER CELLS)



 MAKROFAG DIPERLUKAN UNTUK :

memfagosit sel mati pada saat fusi sel lymfosit

dan sel myeloma.



 Sel Makrofag ini dikultur pada mikroplate 96

lubang (well) atau mikroplate 24 lubang

yang ditumbuhkan 4 minggu sebelum

dicampur dengan sel hasil fusi, sehingga siap

untuk memfagosit sel-sel mati yang tidak fusi.

 Mencit yang digunakan untuk

mengkoleksi makrofag sebagai feeder

cells adalah strain Balb/c atau NMRI.



 MAKROFAG yang cocok untuk

Macrofag Feeder Cells adalah :

makrofag hasil kultur monosit berasal dari

darah perifer manusia yang distimulasi

dengan Antibodi serum.

 Frekuensi fusi sel agar dapat diperbanyak

dengan menggunakan :

1) POLIETILEN GLIKOL (PEG)

2) DMSO

3) Medan listrik.



 PEG berfungsi : untuk membuka

membran sel sehingga mempermudah

proses fusi.

 Syarat PEG :

a) Berat molekul 1000-6000

b) Penyimpanan tidak boleh lebih 2 bulan.

 Media HAT (Hypoxanthin Aminopterin

Thymidin) untuk seleksi sel hibridoma

bersifat :

a) Sangat sensitif terhadap sinar

b) Kurang stabil pada suhu -20⁰C

c) Penyimpanan tidak boleh lebih dari 6 bulan

d) Media HAT untuk seleksi melalui HAZ

(Hypoxanthin-Azasern-Selektion)



 Sel hibrid hasil fusi setelah dikultur, diukur

titer antibodinya dengan cara ELIZA.

 Sel myeloma dan sel linie tumor sebagai

bahan dasar dalam pembuatan antibodi

monoklonal ada 4 persyaratan yang harus

dipenuhi :

1) Sel tidak dapat mensintesa sendiri antibodi

komplet / imunoglobulin rantai L-chain dan

H-chain.

2) Sel tidak boleh mempunyai enzim defek

3) Sel harus mempunyai sifat fusi yang baik

4) Sel harus membawa sifat molekul dalam

hibridoma untuk menginduksi sintesis

antibodi monoklonal yang tinggi.

 Sel myeloma dan sel linie tumor bersifat

tidak bisa mensintesa/memproduksi sendiri

antibodi secara utuh rantainya, tetapi

setelah hibridisasi dapat memproduksi

antibodi monoklonal yang intak dengan

kromosom sel B.

 Sel myeloma ada yang mengalami mutant

(misal : P3x63Ag8,653, SP2/O-Ag14 dan

P3-NS1/1-Ag4-1) dan yang bebas rantai

kappa secara intraseluler(misal : P3-

NS1/1-Ag4-1) sering tidak dapat berfusi

dengan baik.

 DEFEK ENZIM UNTUK SELEKSI

 Agar sel myeloma yang berfusi membentuk sel

hibridoma cepat mati dan tereliminer, sehingga

sel hibridoma tetap hidup, maka ditambahkan

medium THYMIDIN KINASE (TK) atau

Hypoxanthine Guanidin Phosphorybosyl

Transferase (HGPRT) yang berfungsi sebagai

DEFEK ENZIM.

 Sifat fusi yang baik adalah :

a) menghasilkan sel hibridoma yang banyak

jumlahnya

b) menghasilkan sel hibridoma yang berkualitas

baik(mempunyai daya sintesa / memproduksi

antibodi monoklonal yang tinggi)

b) Tidak ditemukan sel hibridoma yang mutant /

mutagenesis pada subklone-nya.



 Teknik TEKNOLOGI GEN yang

memproduksi ANTIBODI MONOKLONAL

 Prinsip seleksi sangat diperlukan untuk

membuat sel terhindar dari defek mutasi / tidak

bermutasi, terutama dengan cara

metabolisme pada inti sel.



 Metabolisme sintesis asam inti ini melalui 2

jalan :

1) Jalan utama

2) Jalan cadangan

disebut : SOLVAGE PATHWAYS

 Metabolisme sintesis asam inti melalui

Jalan utama : yaitu dengan cara melakukan

a) Seleksi untuk membunuh sel-sel yang lain

melalui Purin dan Pyrimidin dengan

menambahkan Aminopterin.

b) Seleksi untuk menumbuhkan sel hibridoma

melalui media HAT.



Jika sel mengalami defek mutant dan sel hibrid

banyak yang mati pada metabolisme sintesis

meski ada penambahan HAT, ini terjadi karena

ada pengeblokan ke2 jalan metabolisme tsb.

 Ada 2 jalan metabolisme cadangan

yang digunakan sebagai dasar prinsip

seleksi dan bahan kimia yaitu :



1) Hypoxanthin atau Guanine dibantu enzym

Hypoxanthine-Guanin-Phosphorybosyl-

Transferase (HGPRT)

2) Thymidin dibantu enzym Thymidin Kinase

(TK)

 Adanya gen defek mutasi yang terjadi

secara sporadis dapat dicari dengan cara :

1)penambahan 6-thioguanin(TG) atau

2)penambahan 8-azaguanin melalui HGPRT

3)penambahan Brom desuxyuridin (BrdU)

melalui Thyamin kinase

ditambahkan ke dalam sel

sel keracunan sel mati



Prinsip seleksi pada HGPRT-defek yang

analog dengan Defek mutasi di dalam gen

APRT (Adenin Phosporibosyl Transferase)

QUABAIN (STROPHANTIN) digunakan

sebagai maker seleksi dalam heterofusi sel

manusia dan sel mamalia, sehingga setelah fusi

sel manusia akan mati sendiri.



 Pada sel myeloma manusia untuk heterofusi,

dan hibridoma sering menggunakan bantuan

transformasi EBV (Epstainbare Virus).



 Untuk mendapatkan hasil hibridoma yang baik

dalam seleksi sel myeloma dapat

menggunakan penambahan media HA

(HYPOXANTINE AZASARIN)

 ANTIBODI BISPESIFIK & CHIMAER



 ANTIBODI BISPESIFIK :

Antibodi yang dikonstruksi secara buatan dari 2

antigen berbeda yang dikaitkan.

 ANTIBODI CHIMAER :

Antibodi yang dikonstruksi dari rantai atau

domain yang berasal dari spesies yang berbeda

dilakukan kombinasi.



Hal ini merupakan suatu modifikasi dan

pengembangan metode bioteknologi hibridoma

melalui biokimiawi dari semua rantai antibodi

 PRODUKSI ANTIBODI MONOKLONAL

PADA MENCIT



 Dikembangkan th 1962 oleh Potter dan Boyce :

imunoglobulin diproduksi berupa cairan ascites

dalam perut mencit, yang dikoleksikan dengan

cara melakukan punksi.



 Kandungan antibodi rata-rata 1-20mg/ml atau

sekitar 100-1000 kali antibodi monoklonal yang

diproduksi dari kultur sel.

 Beberapa kerugian yang mungkin terjadi

dalam memproduksi antibodi dari hewan

mencit :

1) Ascites kebanyakan bisa didapatkan

setelah hewan mati

2) Antibodi monoklonal yang diproduksi

sekitar 5-20 % mengandung antibodi

3) Pada saat menginjeksikan sel hibridoma

ke dalam rongga peritoneum dapat

terkontaminasi agen infeksius.

 Beberapa kerugian dalam memproduksi

human-antibodi monoklonal :

1) Berlangsung lama dan harus aktif untuk

adaptasikan sel dalam perut mencit dan

selanjutnya dilakukan kokultivasi secara in vitro

selama 3 bulan

2) Sulit mendapat hewan SPF dan harga mahal

3) Alat untuk penyinaran sulit didapatkan

4) Pembentukan tumor 4-5 buah tiap hewan coba

5) Hasil antibodi 2-5 ml / mencit dengan

konsentrasi maksimal mg IgG/ml

 Beberapa Tahapan kerja dalam

memproduksi antibodi monoclonal :



1) Produksi dan seleksi hibridoma yang

diharapkan



2) Amplifikasi MAb dari sel hibridoma terpilih

a) Produksi ascites

b) Fermentasi melalui kultur sel

3) Purifikasi MAbs

a) Filtrasi

b) Ultra sentrifugasi

c) Kromatografi afinitas



4) Proses penambahan: disebut konjugasi

5) Formulasi dan sterilisasi

TEKNIK PELABELAN ANTIBODI

VI. APLIKASI TERAPI DARI

ANTIBODI MONOKLONAL



1) Induksi imunisasi pasif

2) Diagnostik imaging

3) Diagnostik molekular

4) Monitoring terapi obat (untuk live-saving

drug)

5) Sistem penghantaran obat (DDS)

6) Isolasi dan atau purifikasi obat baru

7) Terapi kanker

Antibodi monoklonal untuk tujuan terapetik:

a) Murine antibodi monoklonal pertama

dikembangkan sebagai alat diagnostic di tahun

1970an (Milstein van Brown).

b)Efikasi terapetik yang terbatas untuk

pengembangan HAMA (Human Anti-Mouse

Antibodies) ~ 14 hari, 50-80 % pasien

c) Chimeric dan humanised antibodi monoklonal

mencegah perkembangan HAMA.

 Jenis Toksin yang biasa dikonjugasikan

dengan antibodi monoklonal persiapan

untuk penggunaan klinik sebagai agen

antikanker :

1) Picin

2) Pokeweed

3) Gelonin

4) Pseudomonas endotoksin

5) Diptheria toksin

6) Abrin

7) Protein antiviral



Related docs
Other docs by dwi nur mijaya...
Peraturan-KPU-No.-18-Tahun-2008
Views: 188  |  Downloads: 4
2009 - Professional Javascript Frameworks _Wrox_
Views: 733  |  Downloads: 10
PFSO
Views: 461  |  Downloads: 0
6. LINGKUNGAN
Views: 479  |  Downloads: 0
RPP Tema 7 Bahasa Indonesia
Views: 102  |  Downloads: 1
RPP Tema 10 Pengetahuan Alam
Views: 132  |  Downloads: 1
Windows Optimize
Views: 626  |  Downloads: 20
RPP Tema 10 Bahasa Indonesia
Views: 159  |  Downloads: 1
smkn2-sby--siswasmkne-44-1-kumpulan-y
Views: 42  |  Downloads: 0
submit
Views: 20  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!