Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

obat-tradisional

VIEWS: 562 PAGES: 14

									                     Obat Tradisional dan Tanaman Obat di Indonesia

       Sejak ratusan tahun yang lalu, nenek moyang bangsa kita telah terkenal pandai
meracik jamu dan obat-obatan tradisional. Beragam jenis tumbuhan, akar-akaran, dan
bahan-bahan alamiah lainnya diracik sebagai ramuan jamu untuk menyembuhkan berbagai
penyakit. Ramuan-ramuan itu digunakan pula untuk menjaga kondisi badan agar tetap
sehat, mencegah penyakit, dan sebagian untuk mempercantik diri. Kemahiran meracik
bahan-bahan itu diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun temurun, dari satu
generasi ke generasi berikutnya, hingga ke zaman kita sekarang.

       Di berbagai daerah di tanah air, kita menemukan berbagai kitab yang berisi tata cara
pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional. Di Bali, misalnya, ditemukan kitab usadha tuwa,
usadha putih, usadha tuju, dan usadha seri yang berisi berbagai jenis obat tradisional. Dalam
cerita rakyat seperti cerita Sudamala, dikisahkan bagaimana Sudamala berhasil
menyembuhkan mata pendeta Tambapetra yang buta. Demikian pula relief cerita
Mahakarmmawibhangga pada kaki Candi Borobudur, menggambarkan seorang anak kecil
yang sakit dan sedang diobati dua orang tabib. Salah satu relief lainnya, juga
memperlihatkan kegiatan seorang tabib sedang meracik obat.

       Demikian pula dalam tradisi Melayu, ditemukan naskah-naskah yang menyajikan
resep obat-obatan. Naskah-naskah itu, antara lain memuat berbagai jamusawan, jamu
sorong, jamu untuk ibu hamil dan melahirkan, obat sakit mata,obat sakit pinggang, hingga
obat penambah nafsu makan. Peralihan dari zaman Hindu-Budha ke zaman Islam, telah
memperkaya khazanah tradisi pengobatan dalam masyarakat kita. Berbagai buku
kedokteran Islam yang ditulis dalam bahasa Arab dan Persia, telah diterjemahkan baik ke
dalam bahasa Jawa maupun bahasa Melayu.Semua ini berlangsung tanpa terputus, sampai
bangsa kita mengenal ilmu kedokteran dari Eropa pada zaman penjajahan.

       Di tengah-tengah serbuan obat-obatan modern, jamu dan ramuan tradisional tetap
menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat kita. Tidak hanya masyarakat di pedesaan,
masyarakat di perkotaan pun mulai mengkonsumsi obat-obatan tradisional ini. Diberbagai
pelosok tanah air, dengan mudah kita menjumpai para penjual jamu gendong berkeliling
menjajakan jamu sebagai minuman sehat dan menyegarkan. Demikian pula, kios-kios jamu
tersebar merata di seluruh penjuru tanah air. Jamu dan obat-obatan tradisional, telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita.

        Keragaman obat-obatan tradisional di tanah air, telah memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan, dan kesehatan bangsa kita. Negara kita menjadi salah satu pusat tanaman
obat di dunia. Ribuan jenis tumbuhan tropis, tumbuh subur di seluruh pelosok negeri. Belum
semua jenis tanaman itu kita ketahui manfaat dan khasiatnya. Kita hanya berkeyakinan
bahwa Tuhan menciptakan semua jenis tumbuhan itu, pastilah tidak sia-sia. Semua itu pasti
ada manfaatnya. Olehkarena itu, perlu dilakukan konservasi sumber daya alam, agar jangan
ada jenis tanaman yang punah. Kebakaran hutan bukan saja memusnahkan satwa dan
fauna, tetapi juga menimbulkan polusi dan meningkatkan suhu pemanasan global.

        Jamu dan obat tradisional, sampai saat ini belum dikembangkan secara optimal.
Produksi jamu dan obat-obatan tradisional lebih banyak diproduksi oleh homeindustry.
Hanya sebagian kecil jamu dan obat-obatan tradisional yang diproduksi secara masal melalui
industri jamu dan obat tradisional di pabrik-pabrik. Untuk meningkatkan kualitas, mutu, dan
produk jamu serta obat-obatan yang dihasilkan oleh masyarakat kita, diperlukan kerjasama
seluruh pihak yang terkait.Kerjasama itu dimaksudkan agar jamu dan obat tradisional yang
dihasilkan dapat bersaing, baik di pasar regional maupun global.

Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                     Halaman 1
Blog: http://edwien.wordpress.com/
        Beredarnya jamu dan obat-obatan yang tidak terdaftar di Badan Pengawasan
Obatdan Makanan, akan merugikan konsumen. Di samping itu, secara ekonomi, beredarnya
obat-obatan seperti itu justru akan merusak citra obat tradisional. Citra yang rusak akhirnya
akan memukul produksi dan pemasaran obat-obatan tradisional, di dalam maupun di luar
negeri. Pemerintah, terus berupaya melakukan pengawasan demi meningkatkan keamanan,
mutu, dan manfaat obat tradisional. Hal ini dilakukan agar masyarakat terlindung dari obat
tradisional yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

        Melalui penelitian dan pengembangan yang cermat dan teliti, jamu dan obat-obatan
tradisional dapat diarahkan untuk menjadi obat yang dapat diterima dalam pelayanan
kesehatan formal. Memang harus kita akui, bahwa para dokter dan apoteker, hingga saat ini
masih belum dapat menerima jamu sebagai obat yang dapat mereka rekomendasikan
kepada para pasiennya. Akibatnya, pemasaran produk jamu tidak dapat menggunakan
tenaga detailer seperti pada obat modern.

        Akhir-akhir ini, tampak adanya trend hidup sehat pada masyarakat untuk
menggunakan produk yang berasal dari alam. Oleh karena itu, jamu dan obat-obatan
tradisional perlu didorong untuk menjadi salah satu pilihan pengobatan. Jamudan obat-
obatan tradisional harus didorong pula untuk menjadi komoditi unggulan yang dapat
memberikan sumbangan positif bagi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kegiatan itu juga memberikan peluang kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan,

Penggolongan Obat Tradisional

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan
hewan, bahan mineral, sediaan sarian ( galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang
secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat bahan alam yang ada di Indonesia saat dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu jamu,
obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

   1. Jamu (Empirical based herbalmedicine)

               Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, yang berisi
               seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis
               (bebas cemaran) serta digunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan
               secara turun-temurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin
               ratusan tahun, Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep
       peninggalan leluhur . Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai
       dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris turun temurun.

   2. Obat Herbal Terstandar (Scientificbased herbal medicine)

                 Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan
                 alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk
                 melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks
                 dan berharga mahal, ditambah dengant enaga kerja yang mendukung
                 dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. Selain
       proses produksi dengan teknologi maju, jenis ini telah ditunjang dengan pembuktian
       ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik (uji pada hewan) dengan mengikutis
       tandar kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman obat,
       standar pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akutmaupun
       kronis.

Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                     Halaman 2
Blog: http://edwien.wordpress.com/
   3. Fitofarmaka (Clinical basedherbal medicine)

                   Fitofarmaka adalah obat tradisional dari bahan alam yang dapat
                   disetarakan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang
                   telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik
                   pada manusia dengan kriteria memenuhi syarati lmiah, protokol uji yang
                   telah disetujui, pelaksana yang kompeten, memenuhi prinsip etika,
        tempat pelaksanaan uji memenuhi syarat. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan
        para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan.
        Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena manfaatnya
        jelas dengan pembuktian secara ilimiah.

Mengenal Tanaman Obat Keluarga

Pengertian TOGA

Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Tanaman obat keluarga pada
hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan
untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi
keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan
selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan.

Pemanfaatan Tanaman Obat

Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai
dari sejak itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi
keperluan alam bagi kehidupannya, termasuk keperluan obat-obatan untuk mengatasi
masalah-masalah kesehatan. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan
asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang
dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam
khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-
upaya kesehatan masyarakat.

Pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga
menurut gejala umum adalah:

   1.   Demam panas
   2.   Batuk
   3.   Sakit perut
   4.   Gatal-gatal



1. Kelebihan obat tradisional

       Memiliki efek samping yang saling mendukung jika berada dalam satu ramuan
        dengan komponen yang berbeda
       memiliki efek samping yang relatif rendah
       Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk
        penyakit-penyakit yang diakibatkan pertukaran zat di dalam tubuh dan keturunan.


Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                     Halaman 3
Blog: http://edwien.wordpress.com/
2. Kekurangan obat tradisional

       Takaran harus tepat.Jika tidak tepat, obat tradisional bisa tidak aman bagi tubuh dan
        kesehatan manusia.
       Harus tepat memilih jenis obat sesuai dengan riwayat kesehatan masing-masing,
        sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa.

3. Bahan baku obat tradisional
Bahan baku obat tradisional bisa didapatkan dari hewan maupun tumbuhan. Namun,
sumber obat tradisional yang banyak dikembangkan berasal dari tumbuhan. Sebab,
tumbuhan mudah dibudidayakan, ramah lingkungan, dan hampir seluruh bagian yang
terdapat pada tumbuhan (mulai dari akar, umbi, batang, kulit, daun, biji, dan
bunga)berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.


Jenis-jenis Tanaman Untuk TOGA

Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk tanaman obat keluarga adalah jenis-jenis
tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

   1. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.
   2. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.
   3. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.
   4. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-
      buahan dan bumbu masak
   5. Jenis tanaman yang hampir punah
   6. Jenis tanaman yang masih liar
   7. Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah
      tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah
      pemukiman.

Fungsi Toga

Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada
upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi:

   1. Upaya preventif (pencegahan)
   2. Upaya promotif (meniungkatkan derajat kesehatan)
   3. Upaya kuratif (penyembuhan penyakit)

Selain fungsi diatas ada juga fungsi lainnya yaitu:

   1. Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak tanaman obat yang
      dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau sayur-sayuran misalnya lobak,
      saledri, pepaya dan lain-lain.
   2. Sarana untuk pelestarian alam.
   3. Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya
      pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-
      tumbuhan akan mengalami kepunahan.
   4. Sarana penyebaran gerakan penghijauan.


Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                      Halaman 4
Blog: http://edwien.wordpress.com/
   5. Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat ini mengalami penggundulan, dapat
      dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon
      misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trengguli dan lain-lain.
   6. Sarana untuk pemertaan pendapatan.
   7. Toga disamping berfungsi sebagai sarana untuk menyediakan bahan obat bagi
      keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi keluarga tersebut.
   8. Sarana keindahan.


Dengan adanya Toga dan bila di tata dengan baik maka hal ini akan menghasilkan keindahan
bagi orang/masyarakat yang ada disekitarnya. Untuk menghasilkan keindahan diperlukan
perawatan terhadap tanaman yang di tanam terutama yang ditanam di pekarangan rumah.


PETUNJUK PENGGUNAAN TANAMAN OBAT


Dalam menggunakan tumbuhan obat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga
hasil pengobatan yang maksima. Bacalah dengan seksama semua petunjuk seputar
timbuhan obat di bawah ini.

   1. WAKTU PENGUMPULAN

       Guna mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-
       saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat.

       Berikut ini pedoman waktu pengumpulan bahan obat secara umum.

          o   Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi
              masak.
          o   Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.
          o   Buah dipetik dalam keadaan masak.
          o   Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.
          o   Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus) dikumpulkan
              sewaktu proses tumbuhan berhenti.



   2. PENCUCIAN DAN PENGERINGAN

       Bahan obat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air yang
       mengalir. Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian yang
       bahan segar. Namun, bisa pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila
       sewaktu-waktu dibutuhkan.

       Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mengcegah pembusukan
       oleh cendawan atau bakteri. Dengan demikian, bahan dapat disimpan lebih lama
       dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Bahan kering juga mudah dihaluskan
       bila ingin dibuat serbuk.




Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                  Halaman 5
Blog: http://edwien.wordpress.com/
       Berikut ini cara mengeringkan bahan obat :

          o  Bahan berukuran besar dan banyak mengandung air dapat dipotong-potong
             seperlunya terlebih dahulu.
         o Pengeringan bisa langsung dibawah sinar matahari, atau memakai pelindung
             seperti kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.
         o Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan
             ditempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya
             baik.
   3. SIFAT DAN CITA RASA

       Didalam Traditional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cira
       rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisional timur.
       Adapun keempat macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan
       sejuk. Tumbuhan obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatan
       sindroma dingin, seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin, lidah pucat
       atau nadi lambat. Tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejuk digunakan untuk
       pengobatan sindroma panas, seperti demam, rasa haus, warna kencing kuning tua,
       lidah merah atau denyut nadi cepat.

       Lima macam cita rasa dari tumbuhan obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin.
       Cita rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu karena selain berhubungan dengan
       organ tubuh, juga mempunyai khasiat dan kegunaan tersendiri. Misalnya rasa pedas
       mempunyai sifat menyebar dan merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan
       menyejukan. Rasa asam berkhasiat mengawetkan dan pengelat. Rasa pahit dapat
       mengilangkan panas dan lembab. Sementara rasa asin melunakkan dan sebagai
       pencahar. Kadang-kadang ada juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitu
       netral atau tawar yang berkhasiat sebagai peluruh kencing.

   4. CARA MEREBUS RAMUAN OBAT

       Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panic email,. Pot
       keramik dapat dibeli di took obat tradisional Tionghoa. Panic dari besi, alumunium
       atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal ini diingatkan karena
       bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah,
       terbentuknya racun atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia
       dengan bahan obat.

       Gunakan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali
       ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan dimasukkan ke dalam
       pot tanah. Masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air
       sekitar 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan
       ramuan obat.

       Lakukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak
       ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih.
       Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat
       kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-sendiri
       sewaktu merebus baha obat. Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya
       direbus dengan api kecil sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap

Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                     Halaman 6
Blog: http://edwien.wordpress.com/
       dikeluarkan dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung
       racun perlu direbus dengan api yang kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5
       jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk
       ramuan obat yang dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan
       berlebih dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.

   5. WAKTU MINUM OBAT

       Bila tidak terdapat petunjuk pemakaian, biasanya obat diminum sebelum makan
       kecuali obat tersebut merangsang lambung maka diminum setelah makan. Obat
       berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedative
       diminum sewaktu ingin tidur. Pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara
       teratur. Rebusan obat bisa diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau
       diminum sebagai pengganti teh.

   6. CARA MINUM OBAT

       Obat biasanya diminum satu dosis sehari yang dibagi untuk 2-3 kali minum.
       Umumnya diminum selagi hangat, terutama untuk pengobatan sindroma luar.
       Setelah minum obat, pakailah baju tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap
       hangat dan mudah mengeluarkan keringat.

       Untuk pengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan dingin. Sebaliknya
       untuk pengobatan sindroma dingin obat diminum dalam keadaan hangat. Obat yang
       sedikit toksik, diminum sedikit demi sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secara
       bertahap sehingga efek pengobatan tercapai.

   7. LAMA PENGOBATAN

       Tumbuhan obat yang masih berupa simplisia, hasil pengobatannya tampak lambat,
       namun sifatnya konstruktif atau membangun. Hal ini berbeda dengan obat kimiawi
       yang hasil pengobatannya terlihat cepat namun destruktif. Oleh karena itu, obat
       yang berasal dari tumbuhan tidak dianjurkan penggunaannya untuk penyakit-
       penyakit infeksi akut. Tumbuhan obat lebih diutamakan untuk memelihara
       kesehatan dan pengobatan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan
       obat kimiawi, atau memerlukan kombinasi antara obat kimiawi dengan obat dari
       tumbuhan berkhasiat.

Cara memilih obat tradisional
Obat tradisional sudah banyak yang dikemas dalam bentuk kapsul, jamu, tablet, obat gosok,
krim atau cemilan. Namun tentu saja,kita harus selektif memilihnya sebab banyak obat
tradisional di pasaran yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada
baiknya juga, kita berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli tanaman obat untuk
memastikan bahwa obat tradisional yang kita peroleh aman untuk dikonsumsi.

Adapun obat yang terjamin kualitasnya berasal dari kebun tanaman obat yang tetap dan
menggunakan teknologi standar yang menjamin mutu bahan baku dan proses penanaman
dan pengolahannya tetap terjaga. Selain itu, khasiat obat ditentukanjuga oleh kandungan
kimiawi bahan bakunya (tanaman obat).


Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                    Halaman 7
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Cara mengkonsumsi obat tradisional

       Dosis tepat
       Cara penggunaan tepat
       Waktu mengkonsumsi tepat
       Pemilihan bahan baku tepat sesuai dengan penyakit yang diderita
       Bahan baku obat benar dan tepat

Macam-macam dan kegunaan obat-obat tradisional
Di bawah ini beberapa obat tradisional berserta keterangan kandungan, manfaat, dan
catatan penting yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsinya.

Kolesterol dan Diabetes
Resep: Rebus daun salam bersama laos lalu minum air rebusan tersebut.

Fakta: Daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan
kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.

Laos mengandung minyak atsiri untuk membantu memperlancar sirkulasi darah dan proses
pengeluaran sisa metabolisme termasuk kolesterol yang berlebih.

Hipertensi

Resep: Konsumsi daun seledri secara teratur.

Fakta: Seledri mengandung phthalide yang mampu untuk mengendurkan otot arteri sehingga
menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi dan juga mengurangi produksi hormon stres.

Sakit Kepala

Resep: Minum rebusan air dari jahe, sereh dan ketumbar.

Fakta: Jahe, sereh dan ketumbar mengandung minyak atsiri yang akan memperlancar peredaran
darah juga berfungsi sebagai analgetik untuk mengurangi sakit di kepala.

Batuk

Resep: Air jeruk nipis dicampur dengan madu.

Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C yang dapat memperbaiki ketahanan tubuh untuk melawan
flu. Juga berfungsi sebagai antiseptik yang mampu membuang racun dalam tubuh.

Madu yang juga berfungsi sebagai antiseptik dan mampu menambah tenaga untuk mengalahkan
penyakit.

Luka

Resep: Oleskan madu pada bagian yang terluka

Fakta: Madu mengandung hydrogen peroxide dan gluconic acid yang akan membunuh bakteri
penyebab infeksi dan membantu pertumbuhan sel baru sehingga luka menjadi cepat sembuh.




Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                       Halaman 8
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Mimisan

Resep: Gulung daun sirih yang telah dibersihkan dan masukkan ke dalam lubang hidung.

Fakta: Daun sirih mampu untuk mengurangi pendarahan, termasuk pada pendarahan di selaput
lendir hidung seperti yang terjadi pada orang yang mengalami mimisan ini.

Bau Mulut

Resep: Rebus daun sirih, cengkeh dan kunyit. Lalu kumur dengan menggunakan air rebusan tersebut.

Fakta: Daun sirih dan cengkeh mengandung zat antiseptik. Kunyit mengandung kurkumin yang
mampu mengatasi infeksi kuman penyebab bau mulut.

Keputihan

Resep: Rebus daun sirih dan sambiloto.

Fakta: Daun sirih berfungsi sebagai antiseptik. Sambiloto berfungsi sebagai antiflamasi yang mampu
membunuh jamur dan mencegah rasa gatal.

Nyeri haid

Resep: Rebus kunyit bersama dengan asam jawa.

Fakta: Kunyit mengandung kurkumin. Asam jawa mengandung fruit acid yang akan membuat darah
haid menjadi lancar dan mengurangi kram perut.

Susah Tidur

Resep: Mengoleskan minyak lavender pada bantal atau bawah hidung agar dapat tercium. Bisa juga
dengan minum jus mentimun, pisang dan biji pala.

Fakta: Aromaterapi dengan menggunakan bunga lavender membuat seseorang lebih cepat tidur
dengan nyenyak.

Mentimun banyak mengandung vitamin C. Pisang mengandung karbohidrat dan asam folat yang
melancarkan sirkulasi darah. Biji pala mengandung minyak atsiri yang mempu membuat pikiran
menjadi tenang.

Bibir Kering

Resep: Oleskan madu pada bibir.

Fakta: Madu berfungsi sebagai antioksidan dan humecant yang dapat mempertahankan
kelembaban, termasuk kelembaban bibir sehingga bibir tidak menjadi pecah-pecah.

Gigi Kusam

Resep: Lumatkan stroberi dan campur dengan setengah sendok teh baking soda. Oleskan pada gigi,
diamkan selama beberapa menit kemudian bersihkan. Lakukan sesekali saja, karena asam ini dapat
mengikis gigi Anda bila digunakan secara sering.

Fakta: Stroberi mengandung malic acid yang berfungsi sebagai pemutih alami.



Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                           Halaman 9
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Kerutan

Resep: Ambil putih telur dan oleskan pada wajah, gunakan sebagai masker.

Fakta: Putih telur mangandung albumin yang dapat berfungsi sebagai pelembab dan
mengencangkan kulit.

Ketombe

Resep: Rendam irisan cabe rawit dalam perasan air jeruk nipis. Oleskan pada kepala sebelum
keramas.

Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C dan fruit acid. Sedangkan cabe rawit mengandung
kapsaisin yang mampu membunuh bakteri atau jamur sehingga kulit kepala menjadi bersih.

Sengatan Lebah

Resep: Oleskan pasta gigi atau campuran baking soda dan air pada bagian yang tersengat. Jangan
lupa untuk mengeluarkan sengat yang tertinggal pada tubuh.

Fakta: Pasta gigi dapat menetralkan rasa sakit akibat sengatan. Baking soda dapat memberi rasa
nyaman pada luka sengatan.

Kulit Terbakar atau Melepuh

Resep: Oleskan lidah buaya pada bagian tubuh yang melepuh.

Fakta: Lidah buaya mengandung mucopolysaccharides yang bermanfaat sebagai antiseptik dan
antiradang sehingga membantu agar kulit yang melepuh tidak terinfeksi kuman juga mencegah
terjadinya kemerahan akibat radang. Kandungan kolagen pada lidah buaya pencegah terjadinya
pembengkakan. Selain itu, lidah buaya mampu memberi efek dingin yang membantu mengurangi
rasa sakit.

Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan

Jamu beras kencur

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan
membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu
yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat
bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan
meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan,
namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua
bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak
selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam
racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam,
kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula
merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.


Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                         Halaman 10
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian
disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai
halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang
dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan
saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke
dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-
botol.

Jamu Kunir Asam

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan
atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau
dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk
menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin.
Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang
sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual
jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Bahan baku

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara
pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan
bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang
mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan
buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali
mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan
jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit),
dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat.
Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai
selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring
dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya
dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'.
Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di
pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan
kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual
mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.




Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                   Halaman 11
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Bahan baku

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain
dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang
ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica,
kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah
dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta
dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan
dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan
komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan
ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia.
Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-
botol.

Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan
jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-
gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah',
kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut
kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi,
ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain
yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada
pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang
yang dipergunakan dalam bumbu masakan).

Cara pengolahan

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air
rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat
berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil
akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan
gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong
lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan
keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim
wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan
dapat menguatkan gigi.



Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                 Halaman 12
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Bahan baku

Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya
selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-
bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti
buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan
bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur.
Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus
sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan
ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis
(kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan.
Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera
dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk
dijajakan.

Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan
tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah,
menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan,
melancarkan haid, dan menyegarkan badan.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama
air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan
komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu
kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin.
Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan
selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi
air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan
bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada
ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

Bahan baku dan cara pengolahan

Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya
selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir,
temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan, yaitu semua bahan dicuci bersih
tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain
dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang
yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh
rasa manis sesuai selera (dicicipi).

Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                                Halaman 13
Blog: http://edwien.wordpress.com/
Referensi:



http://Id.wikipedia.org/tanaman_obat

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Obat%20Tradisional%20dan%20Tanaman%
20Obat%20di%20Indonesia&&nomorurut_artikel=293

http://dawoxobehy.01lx.net/macam-macam-obat-tradisional/

http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/obat-tradisional.htm




                                                             Jika Sakit
                                                             Ke Dokter
                                                             Penggunaan Obat
                                                             Hubungi Apoteker




Disampaikan oleh Edwin Daru Anggara (prof_einstein_jr@yahoo.com)
Dalam Penyuluhan Tanaman Obat                                              Halaman 14
Blog: http://edwien.wordpress.com/

								
To top