PENDAHULUAN
Dengan meningkatnya usia,jantung
dan pembuluh darah mengalami
perubahan baik struktural maupun
fungsional. Secara umum perubahan
yang di sebabkan oleh penuaan
berlangsung lambat dan dengan
awitan yang tidak di sadari.
Perubahan STRUKTUR
PERUBAHAN FUNGSI
HIPERTENSI PADA LANSIA
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan
darah persisten dimana tekanan sistoliknya di
atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90
mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160
mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.
(Smeltzer,2001)
Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah sama
dengan atau diatas 140 / 95 mmHg
dinyatakan sebagai hipertensi.
KLASIFIKASI
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan
atas : ( Darmojo, 1999 )
• Hipertensi dimana tekanan sistolik sama
atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau
tekanan diastolik sama atau lebih besar dari
90 mmHg
• Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan
sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan
tekanan diastolik lebih rendah dari 90
mmHg.
KLASIFIKASI
Secara klinis derajat hipertensi
Kalsifikasi hipertensi berdasarkan
penyebabnya
ETIOLOGI
Elastisitas dinding aorta menurun
Katub jantung menebal dan menjadi kaku
Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun
kemampuan jantung memompa darah menurun
menyebabkan menurunnya kontraksi dan
volumenya.
Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas
pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
TANDA DANGEJALA
Tidak ada gejala
Gejala yang lazim
Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa
pasien yang menderita hipertensi yaitu :
Mengeluh sakit kepala, pusing
Lemas, kelelahan
Sesak nafas
Gelisah
Mual
Muntah
Epistaksis
Kesadaran menurun
PENATALAKSANAAN
Terapi tanpa Obat
Diet
Latihan Fisik
Tehnik relaksasi
Pendidikan Kesehatan (
Penyuluhan )
• Terapi dengan Obat
GAGAL JANTUNG PADA LANSIA
Herth Failure
Definisi : Suatu keadaan
patofisiologi berupa kelainan fungsi
jantung sehingga jantung tidak
mampu memompa darah untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme
jaringan dan / kemampuan hanya
ada kalai disertai peninggian volume
dialtolik secara abnormal.
Faktor Predisposisi :
Penyakit yang menimbulkan penurunan fungsi
ventrikel
Seperti : - Penyakit arteri koroner
Kardiomiopati
Jipertenn
Penyakit pembuluh darah
Penyakit jantung kongenital
Keadaan yang membatasi pengisian ventrikel
- Stenosis mitral – penyakit perikardial
- kardomiopati
Faktor Pencetus
- Meningkatnya asupan garam
- Ketidakpatuhan menjalani pengobatan
anti gagal jantung
- Serangan hipertensi
- Aritmia akut
- Infeksi / demam, anemia, emboli paru
- Tirotoksikosis, kehamilan dan
endokarditis infektif
Faktor Resiko
KLASIFIKASI FUNGSIONAL MENURUT
NEW YORK HEART ASSOCIATION
(NYHA)
Dalam 4 kelas :
Bila pasien dapat melakukan aktivitas
berat tanpa latihan
Bila pasien tidak dapat melakukan
aktivitas lebih berat dari aktivitas sehari
– hari tanpa keluhan
Bila pasien ditak dapat melakukan
aktivitas sehari – hari tanpa keluhan
Bila pasien sama sekali tidak dapat
melakukan aktivitas apapun dan harus
tirah baring.
MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi klinis gagal jantung pada lansia hampir sama dengan orang
yang masih muda.
Berdasarkan bagian jantung yang mengalami kegagalan
Gagal jantung kiri
- Dyspne - Batuk, pembesaran jantung
- Fatiq - Bunyi derap, ventricular
heaving
- Orthopnoe - Takikardi
- Dispnew noktural paraksimal - Kongesti vena pulmonolis
Gagal jantung kanan
- Fatiq, adema. Liver
- Anoreksia, kembung
- Pxx fisik : - Hipertrofi ventrikel kanan, mur – mur, asites, hidrotharoy
- Irama derap atrium kanan, hepatomegali
- Tekanan vena jugalaris meningkat, edema piting
Gagal jantung kongestif
Terjadi manifestasi gabungan gagal jantung kiri dan kanan
PENATALAKSANAAN
Tindakan dan pengobatan pada gagal jantung
ditujukan pada 4 aspek :
Mengrangi beban kerja
Memperkuat kontraktilitas miocard
Mengurangi kelebihan kelebihan cairan dan
garam
Melakukan tindakan dan pengobatan khusus
Tindakan umum :
Membatasi aktifitas sesuai dengan bertnya
keluhan
Pengobatan :